Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam, atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusunan buku yang berjudul “Gaya Manajemen Sekolah (Tinjauan Teori dan Persoalannya)” ini dapat diselesaikan dengan baik. Singkatnya, seorang kepala sekolah harus mampu memproyeksikan keterampilan dan kompetensi serta gaya kepemimpinan yang dibutuhkan bawahannya dan masyarakat.
DEFINISI GAYA KEPEMIMPINAN
Gambar 2.2 menunjukkan bahwa terdapat perspektif integrasi pada manajemen yang saling memberikan pengaruh satu sama lain. Sejalan dengan pernyataan Hersey dan Blanchard (Wahyudi menyatakan bahwa: Gaya kepemimpinan efektif berbeda-beda menurut “kedewasaan”.
MACAM-MACAM TIPE DAN GAYA KEPEMIMPINAN
Teori Kontingensi: Teori ini didasarkan pada pandangan bahwa gaya kepemimpinan yang tepat tergantung pada situasi. Kepemimpinan transformasional pada hakekatnya merupakan gaya kepemimpinan yang berkembang seiring dengan pesatnya perubahan yang terjadi.
KEPEMIMPINAN DAN
PERSYARATAN KEPENDIDIKAN KEPALA SEKOLAH
Keberhasilan suatu sekolah dapat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan kepala sekolah sebagai penggerak kegiatan untuk mencapai suatu tujuan. Pada representasi Tabel 4.1 terdapat perbedaan antara manajemen dan kepemimpinan yang menunjukkan bahwa masing-masing memiliki karakteristik tersendiri sebagai pedoman pemberdayaan kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. Klien adalah posisi manajerial yang tidak dapat diisi oleh orang lain tanpa berdasarkan pertimbangan.
47 Sebagaimana Syafaruddin (2010: 87) juga mengartikan, kepemimpinan kepala sekolah terjadi di lingkungan sekolah, yang memenuhi peran kepemimpinan pedagogiknya. Kepala sekolah berhasil bila memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks dan unik serta mampu menjalankan perannya sebagai orang yang diberi tanggung jawab memimpin sekolah. Dari uraian yang diberikan, penulis dapat menyimpulkan bahwa kepala satuan pendidikan adalah pemimpin.
Kepemimpinan kepala sekolah adalah kemampuan kepala sekolah untuk mempengaruhi komponen sekolah agar dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan untuk mencapai tujuan secara efektif dan. Kepemimpinan kepala sekolah adalah kemampuan dan kesiapan kepala sekolah untuk mempengaruhi, memimpin, mengarahkan dan menggerakkan staf sekolah agar dapat bekerja secara efektif untuk mencapai prestasi. 59 tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah ditetapkan, atau dapat dikatakan bahwa bantuan yang diberikan kepala sekolah menentukan tercapainya tujuan pendidikan.
Pada Tabel 5.1 terdapat perbedaan antara manajemen dan kepemimpinan yang menunjukkan bahwa masing-masing memiliki karakteristik tersendiri sebagai pedoman pemberdayaan kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah adalah kemampuan kepala sekolah untuk mempengaruhi komponen sekolah agar berjalan sesuai dengan yang diharapkan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
TUGAS, FUNGSI DAN PERANAN KEPALA SEKOLAH
Fungsi terkait tugas/pemecahan masalah, yaitu kepala sekolah harus memberi saran dan mampu memecahkan berbagai masalah yang timbul, serta memberikan informasi. Fungsi Pemeliharaan Kelompok/Fungsi Sosial, yaitu pimpinan sekolah membantu sumber daya yang ada di sekolah agar dapat berfungsi lebih optimal. Kepala sekolah memberikan persetujuan atau untuk kepentingan guru, staf, dan pegawai lain di sekolah.
Kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi tugas mengelola sekolah bertanggung jawab mewujudkan visi, misi, tujuan, peran dan mutu pendidikan di sekolah. Wahjosumidjo mengemukakan peran kepala sekolah dalam kehidupan sekolah mengemudi untuk mencapai tujuan yaitu a) kepala sekolah berperan sebagai kekuatan sentral yang menjadi penggerak kehidupan sekolah dan b) kepala sekolah harus memahami tugas dan fungsinya untuk keberhasilan sekolah mengemudi. sekolah. dan menjaga staf dan siswa. Dari sini kemudian kita dapat mendefinisikan kepala sekolah sebagai seorang guru fungsional yang mempunyai tugas memimpin sekolah, tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, atau tempat terjadinya interaksi antara guru yang memimpin pelajaran dengan siswa yang menerima pelajaran. pelajaran.
Mulyasa (2011:17) menambahkan bahwa kepala sekolah memiliki dua posisi dan peran penting dalam melaksanakan proses pendidikan. Kepala sekolah harus selalu dapat menjaga keseimbangan antara guru, staf, dan siswa di satu sisi dengan kepentingan sekolah dan masyarakat di sisi lain. Kepala sekolah harus memahami tugas dan fungsinya untuk keberhasilan sekolah dan kepedulian terhadap staf dan siswa.
INDIKATOR, DAN DIMENSI CARA MENGUKUR GAYA
Kepala sekolah yang efektif memantau prestasi siswa individu dan kolektif saat menggunakan informasi untuk memandu perencanaan pembelajaran. Dimensi pengukuran gaya kepemimpinan kepala sekolah mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Sagala bahwa terdapat tiga indikator gaya kepemimpinan yang ditonjolkan oleh Bill Woods yaitu: (1) otokratis, yaitu pemimpin mengambil keputusannya karena kekuasaan terkonsentrasi. memikul tanggung jawab dan otoritas penuh dalam satu orang; (2) demokratis (partisipatif), yaitu pemimpin berkonsultasi dengan kelompok mengenai hal-hal yang menjadi kepentingan mereka, dimana mereka dapat berkontribusi; dan (3) kontrol bebas, yaitu pemimpin memberdayakan bawahan, kelompok dapat mengembangkan tujuannya sendiri dan menyelesaikan masalahnya sendiri, dan sedikit atau tidak ada arah. Gaya kontrol bebas berasal dari pemikiran bahwa semua aktivitas dalam organisasi berjalan lancar dan berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya jika bawahan diberikan kebebasan untuk memutuskan apa yang akan mereka lakukan saat melakukan pekerjaan.
Gaya kepemimpinan menurut Thoha (2013:49) mengatakan bahwa gaya kepemimpinan terbagi menjadi dua kategori gaya ekstrim yaitu: (1) gaya kepemimpinan otokratis, gaya ini dipandang sebagai gaya yang didasarkan pada kekuatan posisi dan penggunaan wewenang, dan (2) Gaya kepemimpinan demokratis, gaya ini dikaitkan dengan kekuatan pribadi dan partisipasi pengikut dalam proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Secara keseluruhan, berdasarkan penjelasan yang telah dijelaskan, penulis dapat menyimpulkan bahwa indikator gaya kepemimpinan kepala sekolah menunjukkan fakta dalam memecahkan masalah, mengobarkan visi, memotivasi dan memberdayakan karyawan (baik guru maupun staf pengajar), sedangkan penerapan gaya kepemimpinan dimensi: otokratis, demokratis (partisipatif) dan kendali bebas (Laisez Faire). Agar dapat memperlakukan ketiga gaya kepemimpinan tersebut secara seimbang dan proporsional, maka klien harus memiliki pengetahuan, keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kepemimpinannya.
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERPENGARUH
LANGSUNG POSITIF TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI GURU
Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi gaya kepemimpinan kepala sekolah maka semakin tinggi pula motivasi berprestasi guru. Sebaliknya jika gaya kepemimpinan kepala sekolah rendah maka akan menurunkan tingkat motivasi berprestasi guru. Jadi, perubahan (tinggi rendahnya) motivasi kinerja guru SMA Negeri di Kota Banda Aceh dapat ditentukan dari tingkat gaya kepemimpinan kepala sekolah.
Hasil penelitian ini mendukung teori yang digagas oleh Sagala yang menjelaskan bahwa ada tiga gaya kepemimpinan yang diperagakan oleh Bill Woods, yaitu: 1) otokratis, yaitu pemimpin mengambil keputusan sendiri karena kekuasaan terkonsentrasi pada satu orang yang dibawanya. tanggung jawab dan wewenang penuh; (2) demokratis (partisipatif), yaitu pemimpin berkonsultasi dengan kelompok mengenai topik-topik yang diminatinya, di mana mereka dapat menyumbangkan sesuatu; dan (3) kontrol bebas, yaitu pemimpin memberikan kekuasaan kepada bawahan, kelompok dapat mengembangkan tujuannya sendiri dan menyelesaikan masalahnya sendiri, sedikit atau tidak ada arah. Andang (2014:43) menyatakan bahwa gaya manajemen itu sendiri terdiri dari gaya manajemen yang berpola dalam rangka melaksanakan tugas, gaya manajemen yang berpola dalam pelaksanaan hubungan kerjasama dan gaya manajemen yang berpola pada kepentingan. dari hasil yang dicapai. Didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Mohamad Zamroni (2016), hasil uji regresi menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja berhubungan.
Persamaan model regresi linier pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru adalah Y X1 + 0,301X2. Artinya gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru secara bersama-sama memberikan kontribusi masing-masing sebesar 0,216 dan 21,6% terhadap kinerja guru, dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Diharapkan dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah yang baik akan tercipta suasana dan kenyamanan dalam bekerja, yang pada akhirnya akan meningkatkan motivasi berprestasi para guru, sehingga nantinya diharapkan dapat meningkatkan efektivitas guru di SMA Negeri di Banda Aceh.
PENUTUP
95 Begitu pula dengan penghargaan sangat penting untuk diperhatikan, karena berkaitan langsung dengan harkat dan martabat kehidupan dan kebutuhan pokok sehari-hari dalam pelaksanaan setiap kegiatan yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi sebagai guru di sekolah. Secara umum, jika seseorang merasa bahwa segala kebutuhannya terpenuhi atas imbalan yang diterimanya, maka ia akan termotivasi untuk melakukan segala sesuatu, terutama yang berkaitan erat dengan kinerjanya, sehingga motivasi kinerja guru di SMA Negeri di Kota Banda Aceh akan terpacu dan bisa dimaksimalkan. Kepala sekolah harus memberikan petunjuk kerja kepada guru agar pelaksanaan pekerjaannya menjadi lebih mudah.
Selanjutnya berusaha menghindari teguran di depan umum jika seorang guru melakukan kesalahan dalam pekerjaannya dan terus membimbing guru agar guru lebih nyaman dalam bekerja. Selain itu, perlu memperbaiki dan mempertahankan pola yang sudah baik selama ini serta meningkatkan nilai-nilai gaya kepemimpinan yang positif untuk meningkatkan motivasi berprestasi sekaligus meningkatkan kinerja guru. Aktualisasikan diri agar selalu menjaga dan meningkatkan motivasi berprestasi guru dengan melakukan perlakuan yang tepat sesuai kebutuhan dan kesesuaian guru.
Agar suasana menjadi rileks dan bersahabat, perlu diadakannya liburan bersama dari waktu ke waktu sebagai bagian dari pendekatan kekeluargaan untuk mempererat tali kekeluargaan, sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih mudah sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku. . Guru harus berpartisipasi aktif dalam menjaga stabilitas situasi atau suasana organisasi yang baik, berusaha membangun kompetisi yang sehat dalam kelompok kerja, menjalin komunikasi yang baik dengan rekan kerja dengan kemauan membantu guru yang bermasalah dalam melaksanakan pekerjaannya. Selain itu, mereka bersedia mendengarkan pendapat guru lain ketika berdiskusi baik formal (forum diskusi, rapat, dll) maupun diskusi informal dan memiliki kemampuan untuk membangun hubungan yang baik dengan rekan kerja di sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
Pengaruh Sertifikasi Terhadap Kinerja Guru di SMA N 1 Gianyar [Pengaruh Sertifikasi Terhadap Kinerja Guru di SMA N 1 Gianyar]. Kontribusi kompetensi, kepuasan kerja terhadap motivasi dalam kaitannya dengan kinerja guru di SMP Negeri 1 Kintamani. Pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru di Yayasan Budi Luhur Semarang.
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Profesionalisme Guru Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. Hubungan antara gaya kepemimpinan, anggota organisasi dan kinerja petugas kesehatan di rumah sakit umum. Peran Organizational Citizenship Behavior (OCB) dalam peningkatan kinerja individu di sektor publik: analisis teoritis dan empiris.
Pengaruh Kompensasi dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai SMK Al-qomariah Yayasan Bina Umat Tasikmalaya. Kontribusi kompetensi profesional dan kreativitas guru terhadap kinerja mengajar guru di SMP Negeri Kota Salatiga. Jurnal Psikologi Terapan, Vol. v.1.0).https://2012books.lardbucket.org/pdf/psy chology-researchmethods coreskills-and-concepts.
Pengaruh Keterampilan Manajemen Kepala Sekolah dan Status Sosial Ekonomi Guru terhadap Kinerja Guru di SMA Negeri 1 Merauke Papua. Menyelidiki hubungan antara pemberdayaan dan perilaku anggota organisasi guru sekolah menengah di Katsina State Nigeria.