• Tidak ada hasil yang ditemukan

GLAUDYA LATANNA DI KOTA MAKASSAR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "GLAUDYA LATANNA DI KOTA MAKASSAR) "

Copied!
74
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Seberapa transparan pelayanan penerbitan akta jual beli tanah pada kantor notaris Anne Glaudya Latanna kota Makassar. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi transparansi pelayanan akta jual beli tanah pada kantor Anne Glaudya Latanna Kota Makassar.

Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Transparansi Pelayanan Akta Jual Beli Tanah (Studi Kasus Kantor Notaris Anne Glaudya Latanna Kota Makassar). notaris Anne Glaudya Latanna di kota Makassar). Transparansi pelayanan penerbitan akta jual beli tanah pada Kantor Notaris Anne Glaudya Latanna Kota Makassar adalah (a).

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian dan Konsep Transparansi Pelayanan Publik

Transparansi dalam penyelenggaraan pelayanan publik bersifat terbuka, mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan, serta diberikan secara memadai dan mudah dipahami (Ratminto, Winarsih. Indikator transparansi pelayanan yang ketiga adalah betapa mudahnya memperoleh informasi mengenai berbagai hal. aspek pelayanan publik. Transparansi Pelayanan Publik merupakan salah satu prinsip untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Penyelenggaraan pelayanan publik juga harus memenuhi berbagai prinsip pemberian pelayanan sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Nomor. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Transparansi Pelayanan Penerbitan Akta Jual Beli Tanah pada Kantor Anne Glaudya Latanna Kota Makassar. Faktor-faktor yang mempengaruhi transparansi pelayanan penjualan tanah dan penerbitan akta jual beli pada kantor notaris Anne Glaudya Latanna antara lain (a).

Arti Pentingya Transparansi Pelayanan Publik

Transparansi Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik

Pelayanan publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan penerima pelayanan serta untuk melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan (Ratminto dan Winarsih. Jadi secara konsep, transparansi dalam administrasi publik adalah seluruh kegiatan pelayanan). dilakukan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan dan pelaksanaan ketentuan hukum yang terbuka, mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang memerlukan, serta disediakan secara cukup dan mudah dipahami oleh seluruh penerima kebutuhan pelayanan. Di Indonesia, penyelenggaraan pelayanan publik pada umumnya berlandaskan falsafah UUD 1945 dan UU No.

Transparansi dalam penyelenggaraan pelayanan publik adalah pelaksanaan tugas dan kegiatan yang terbuka untuk umum dan mudah diakses oleh siapa saja yang memerlukan informasi, mulai dari proses politik, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian/pemantauan.

Pengertian dan Unsur- unsur Pelayanan Publik

Transparansi mengharuskan penyedia layanan publik mengetahui permasalahan dan informasi yang relevan dengan aktivitas pelayanannya. Pengertian pelayanan publik dari Wikipedia adalah sebagai berikut: Pelayanan publik adalah istilah untuk pelayanan yang diberikan oleh suatu negara kepada warga negaranya, baik secara langsung (melalui sektor publik) maupun dengan mendanai penyediaan pelayanan swasta. Penyedia jasa yaitu pelanggan yang dapat memberikan jasa tertentu kepada konsumen, baik berupa jasa berupa penyediaan dan penyerahan barang atau jasa.

Jenis pelayanan yaitu pelayanan yang dapat diberikan oleh penyedia jasa kepada pihak-pihak yang membutuhkan jasa tersebut.

Asas-asas dan Prinsip Pelayanan Publik

Kepala penyelenggara pelayanan publik atau pejabat yang ditunjuk bertanggung jawab memberikan pelayanan dan menyelesaikan keluhan/masalah dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Lokasi dan lokasi serta fasilitas pelayanan nyaman, mudah diakses oleh masyarakat dan dapat menggunakan teknologi telekomunikasi dan informasi. Lingkungan pelayanan hendaknya rapi, teratur, dilengkapi dengan ruang tunggu yang nyaman, bersih, teratur, lingkungan asri dan sehat serta dilengkapi dengan fasilitas penunjang pelayanan, seperti tempat parkir, toilet, sarana ibadah, dan lain-lain. Dari uraian di atas itu. dapat disimpulkan bahwa pelayanan publik adalah suatu bentuk pelayanan yang diberikan oleh pemerintah dalam bentuk barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atau dalam pelaksanaan peraturan perundang-undangan dengan berpedoman pada asas dan asas pelayanan.

Pengertian dan Konsep Hukum Agraria

Ia berpendapat bahwa hukum agraria (hukum pertanahan) adalah hukum administrasi negara. 2005), memberikan pengertian bahwa hukum agraria adalah seperangkat aturan yang mengatur bagaimana pejabat pemerintah melaksanakan tugasnya di bidang agraria. Boedi Harsono, menawarkan pengertian hukum agraria bahwa hukum agraria bukan hanya sekumpulan bidang hukum saja. Hukum agraria adalah sekumpulan berbagai bidang hukum yang mengatur penguasaan atas sumber daya alam tertentu yang termasuk dalam pengertian hukum agraria.

Jadi kesimpulannya hukum pertanian adalah keseluruhan ketentuan hukum yang mengatur tentang agraria (tanah).

Asas dan Landasan Hukum Agraria

Hukum pertanian didasarkan pada fungsi sosial, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 Undang-undang Pertanian nomor 5 tahun 1960 yang menyatakan bahwa penggunaan tanah tidak boleh bertentangan dengan hak orang lain dan kepentingan masyarakat, moral dan agama. Undang-Undang Agraria berdasarkan asas kewarganegaraan mengatur bahwa setiap warga negara Indonesia, baik pribumi maupun warga negara Indonesia keturunan, berhak atas hak atas tanah. Hukum pertanian didasarkan pada asas unifikasi yang menyatakan bahwa hukum pertanian disatukan dalam satu undang-undang yang berlaku bagi seluruh warga negara Indonesia.

Hubungan antara Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 dan UUPA adalah pasal ini termasuk dalam pembukaan UUPA pasal 33 ayat. 3, dijadikan landasan hukum pembentukan UUPA dan menjadi sumber hukum (materi) pengaturannya.

Sumber Hukum Agraria

Penjelasan UUPA nomor 1 menyatakan bahwa hukum agraria nasional harus merupakan penjelmaan dari prinsip-prinsip spiritual, negara, dan cita-cita Rakyat, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan, Kebangsaan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial, dan khususnya merupakan pelaksanaan dari ketentuan tersebut. dalam pasal 33 UU - Konstitusi dan Garis Besar Haluan Negara. Pengaturan hukum agraria dalam UUPA yaitu mengatur kepemilikan dan mengarahkan penggunaannya harus merupakan perwujudan dan pengamalan prinsip-prinsip dasar negara Pancasila serta merupakan implementasi dari UUD 1945 dan GBHN. UUPA hukum agraria harus menjadi landasan hukum agraria nasional yang mampu mewujudkan kesejahteraan, kebahagiaan, keadilan, dan kepastian hukum bagi bangsa dan negara.

Kerangka Pikir

Penghuni sebagai anggota suatu kelompok masing-masing mempunyai hak untuk menguasai dan mempergunakan sebagian tanah bersama untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarganya, namun tidak ada kewajiban untuk menguasai dan memanfaatkannya secara bersama-sama. Hak-hak individu ini tidak bersifat pribadi, melainkan hanya didasarkan pada kenyataan bahwa apa yang dikuasai dan digunakan adalah bagian dari tanah bersama. Oleh karena itu, dalam penggunaannya tidak boleh hanya berpedoman pada kepentingan pribadi saja, tetapi harus diingat juga kepentingan bersama yaitu kepentingan kelompok, sehingga sifat penguasaan itu sendiri mengandung apa yang disebut dengan unsur pemersatu.

Hak kolektif yang merupakan hak ulayat bukanlah hak milik dalam arti hukum, melainkan merupakan hak milik kolektif, sehingga dalam hak ulayat dimungkinkan adanya hak milik atas tanah yang dikuasai secara perseorangan oleh anggota masyarakat hukum adat yang bersangkutan. .

Fokus Penelitian

Observasi merupakan penelitian dengan cara mengamati secara langsung permasalahan yang berkaitan dengan permasalahan transparansi penjualan tanah dan pelayanan penerbitan akta jual beli pada kantor Notaris Anne Glaudya Latanna Kota Makassar. Berikut contoh biaya jual beli tanah yang dilakukan di kantor notaris Anne Glaudya Latanna, (1). Persyaratan teknis yang telah dipenuhi dalam penerbitan Akta Jual Beli (AJB) di kantor Notaris Anne Glaudya Latanna antara lain: (1).

Sarana dan prasarana pengelolaan administrasi pelayanan penjualan tanah dan penerbitan akta jual beli belum tersedia sesuai kebutuhan.

Defenisi Fokus Penelitian

METODE PENELITIAN

Jenis dan Tipe Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan hal-hal obyektif mengenai transparansi pelayanan penerbitan akta jual beli tanah pada kantor notaris Anne Glaudya Latanna Kota Makassar melalui wawancara mendalam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang berupaya mendeskripsikan realitas fenomena sosial yang terjadi di lapangan mengenai transparansi pelayanan penerbitan akta jual beli tanah pada kantor notaris Anne Glaudya Latanna di Kota Makassar.

Sumber Data

Informan Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara langsung dengan pengurus Notaris Anna Glaudya Latanna di kota Makassar, dan juga melakukan wawancara langsung dengan pegawai/personil penerbit akta jual beli tanah di kantor Notaris Anna Glaudya Latanna. Apabila tanah tersebut dalam keadaan rusak, PPAT dapat menolak membuat usulan perjanjian jual beli. Dalam penilaian masyarakat apakah pelayanan yang diberikan bermutu atau tidak sesuai dengan batas waktu yang ditentukan, maka kepastian proses penerbitan akta jual beli di Notaris merupakan hal yang sangat penting.

Saya sempat mengurus akta jual beli tanah di kantor notaris Anne Glaudya Latanna, namun sesampainya di sana katanya formulirnya kosong, dan mereka. Prosedur pelayanan efektif dilakukan di Kantor Notaris Anne Glaudya Latanna, yaitu pejabat pembuat Akta Tanah memeriksa keaslian sertifikat di Kantor Pertanahan sebelum dibuat Akta Jual Beli (b). Pada kesempatan kali ini penulis akan menyampaikan beberapa saran yang dapat dijadikan masukan dan pertimbangan untuk perbaikan dan perbaikan kedepannya dalam pelayanan penerbitan akta jual beli tanah pada kantor Notaris Anne Glaudya Latannadi Kota Makassar.

Tabel 1 Struktur  Kantor Notaris Anne Glaudya Latanna
Tabel 1 Struktur Kantor Notaris Anne Glaudya Latanna

Prosedur Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Keabsahan Data

  • Deskripsi Singkat Lokasi Penelitian
  • Karakteristik Responden
  • Tingkat Pendidikan

Transparansi Pelayanan Penerbitan Akta Jual Beli Tanah

  • Prosedur Pelayanan
  • Persyaratan Teknis
  • Kepastian Rincian Biaya
  • Kepastian Waktu

“Untuk proses pembuatan akta jual beli (AJB) di kantor, pihak penjual dan pembeli harus datang langsung ke kantor pembuat akta tanah (PPAT) untuk membuat akta jual beli tanah melalui aslinya yang lengkap. identitas diri dan bukti kepemilikan tanah yang menjadi syarat.” (Hasil Wawancara AGL, 28 Maret 2014). Mengenai tata cara pembuatan akta jual beli sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris dan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998, maka Notaris/PPAT wajib melakukannya. Sederhananya besaran BPHTB = 5% x (NPOP - NPOP IKP) Misalnya harga transaksi jual beli Rp.

Biaya pembuatan akta jual beli tanah minimal 1 juta rupiah per akta atau maksimal biaya 1% (satu persen) dari harga transaksi dan umumnya ditanggung oleh pembeli.

Faktor –faktor Yang Mempengaruhi Transparansi Pelayanan

  • Sarana dan Prasarana
  • Sumber Daya Manusia/Aparatur
  • Sikap dan Perilaku Aparat
  • Akuntabilitas

Dalam hal ini keramahtamahan pelaksanaannya ditunjukkan dengan adanya inisiatif kontraktor/karyawan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang diperlukan sehubungan dengan penerbitan dokumen pembelian mengenai kelengkapan dokumen atau persyaratan lainnya. Pengetahuan dasar dan pendidikan yang dimiliki para agen jasa diperoleh melalui pendidikan formal dan pengalaman kerja sehingga dapat memberikan pelayanan prima dalam memberikan pelayanan penerbitan akta pembelian kepada masyarakat sebagai pemohon. Sikap dan perilaku ramah para petugas kantor akta jual beli tanah sangat dibutuhkan masyarakat agar masyarakat merasa nyaman dalam mendapatkan pelayanan dari pihak yang berwenang.

Memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kelengkapan dokumen yang diperlukan dalam penerbitan akta jual beli tanah, dan sosialisasi proses penerbitan sertifikat.

PENUTUP

Saran

Memberikan panduan kepada masyarakat/klien untuk tidak mengalihkan tanggung jawab pendaftaran tanahnya kepada orang lain/pihak ketiga. Yang terbaik bagi pemohon adalah menyiapkan semua dokumen yang diperlukan untuk kelancaran operasional sebelum mendaftarkan tanah. Apabila masih ada saja alasan atau dokumen yang belum lengkap, maka kantor Notaris wajib melakukan penelaahan agar tidak ada dokumen yang hilang, dan masyarakat/klien yang bersangkutan diminta untuk melengkapi dokumen yang belum lengkap tersebut.

Gambar

Table 1  Struktur  Kantor Notaris Anne Glaudya Latanna................................
Tabel 1 Struktur  Kantor Notaris Anne Glaudya Latanna

Referensi

Dokumen terkait

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi atau teknik pengamatan, yaitu dengan melakukan pengamatan terhadap data sekunder