• Tidak ada hasil yang ditemukan

Globalisasi dan Strategi Industrialisasi di Dunia.

N/A
N/A
Rianto

Academic year: 2024

Membagikan " Globalisasi dan Strategi Industrialisasi di Dunia. "

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Rianto

NIM : 215120101111005

Globalisasi dan Strategi Industrialisasi di Dunia.

Pertanyaan

1. Apa pengaruh globalisasi pembangunan yang dilakukan negara-negara modern bagi negara-negara dunia ketiga (negara berkembang)?

Globalisasi pembangunan yang dilakukan oleh negara-negara modern kepada negara- negara dunia ketiga (negara berkembang) menyebabkan ketergantungan negara berkembang kepada negara-negara maju, ketergantungan tersebut dapat menyebabkan kemiskinan pada negara berkembang dan menimbulkan diskriminasi. Investasi yang dilakukan oleh negara-negara maju atau modern ini dilakukan untuk memperoleh keuntungan yang besar antara dua pihak namun nyatanya hal tersebut dilakukan dengan mengeksploitasi sumber daya alam dan sumber daya manusia secara besar-besaran.

Ketergantungan yang terjadi dalam hal ini adalah keadaan di mana ekonomi negara berkembang dipengaruhi oleh perkembangan dan ekspansi dari kegiatan ekonomi negara- negara maju. Negara-negara yang belum modern atau negara berkembang akan terus bergantung pada negara-negara maju meskipun negara-negara maju juga bergantung pada negara-negara berkembang tersebut. Akan tetapi hubungan “saling ketergantungan” ini dapat disamakan dengan hubungan antara majikan dengan buruhnya. Dimana memang keduanya saling bergantung dan membutuhkan, tetapi pada kenyataannya keduanya memiliki derajat ketergantungan yang berbeda. Misalnya saja ketergantungan yang terjadi di Indonesia, Indonesia mengalami bentuk ketergantungan finansial-industrial. Hal tersebut memiliki arti bahwa negara Indonesia masih dikuasai oleh kekuatan perekonomian yang berasal dari negara pusat atau negara maju. Bentuk kapitalisme seperti ini menyebabkan sulitnya perkembangan ekonomi di Indonesia dimana Indonesia hanya mengandalkan sektor pertaniannya, sementara kenyataannya barang-barang industri harus diimpor. Hasil dari ekspor pertanian digunakan untuk memenuhi hasrat atau kebutuhan untuk membeli barang-barang industri yang berasal dari luar negeri.

2. Bagaimana negara-negara dunia ketiga mampu bertahan dan melawan dominasi negara dunia pertama? (Contoh dalam kasus seperti Tiongkok masa kini)

Dominasi yang dilakukan oleh negara-negara modern kepada negara-negara dunia ketiga dilakukan dengan melakukan dominasi kegiatan ekonomi di negara-negara berkembang sehingga hal tersebut memunculkan adanya globalisasi. Terlebih lagi keberadaan teknologi saat ini juga mengiringi cepatnya perkembangan globalisasi seperti cepatnya cara komunikasi dan transportasi membuat hubungan antara negara semakin terlihat jelas dan mudah untuk dilakukan. Mudahnya komunikasi juga mempermudah persebaran informasi dimana persebaran informasi dan mudahnya komunikasi dapat menghubungkan orang dari belahan dunia berbeda diwaktu yang bersamaan dan mengonsumsi informasi yang sama sehingga

(2)

komunikasi antar masyarakat di negara berbeda menjadi hal yang sudah biasa dan dengan mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini memberikan kesempatan kepada negara-negara berkembang dalam membuat suatu usaha untuk dapat memperoleh bahan untuk produk yang sebelumnya susah untuk didapatkan di negara asal mereka. Hal tersebut dapat pula dijadikan kesempatan dalam memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan diiringi pembangunan sumber daya manusia kearah yang lebih baik sehingga mampu bersaing dengan negara-negara modern dan menempatkan posisi mereka menjadi negara- negara maju.

3. Bagaimana pengaruh strategi globalisasi pembangunan tersebut terhadap masyarakat di negara-negara berkembang?

Globalisasi dikampanyekan sebagai suatu era masa depan yang menjanjikan dimana terjadi pertumbuhan ekonomi secara global dan mendatangkan kemakmuran bagi negara- negara di dunia. Akan tetapi pada kenyataanya globalisasi dapat pula diartikan sebagai kelanjutan dari kolonialisme dan developmentalism sebelumnya. Dimana globalisasi pembangunan yang pada mulanya ditawarkan sebagai jalan keluar bagi kegagalan akan pertumbuhan ekonomi pada negara di dunia namun hal tersebut justru menjadi bentuk baru dari imperialisme dan kolonialisme dengan gaya baru. Dalam globalisasi pembangunan negara-negara berkembang cenderung bergantung pada negara-negara maju, mereka melakukan impor besar-besaran di negara berkembang. Berbagai kegiatan industri dengan produk-produk industri yang dipandang sebagai suatu prestise oleh masyarakat di negara berkembang, kemudian secara tidak langsung hal tersebut menyebabkan dominasi kegiatan perekonomian oleh negara maju di negara-negara berkembang. Mereka melakukan kegiatan industri di negara lain dengan mempekerjakan masyarakat pada negara tersebut kemudian masyarakat dalam negara tersebut pun juga mengonsumsi produk tersebut yang berasal dari negara-negara modern atau negara maju.

Referensi

Dokumen terkait

Aspek yang dicakup oleh globalisasi pun hingga sedalam-dalamnya informasi negara terlibat, hanya segelintir saja yang tidak ingin termasuk di dalamnya..

• Produksi global dapat ditingkatkan • Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalamsuatu negara PO • Meluaskan pasar untuk produk dalamnegeri • Dapat memperoleh lebih banyak modal

bangkan karya seni atau kesenian lokal, karena industri pariwisata sebenarnya banyak menjual produk-produk wisata yang terkait dengan karya seni atau kesenian

Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang yang bermutu tinggi dalam penggunaannya,

Produk industri biofarmaka lebih banyak dipilih masyarakat karena berbahan non-kimia dikarenakan permintaannya semakin meningkat, masyarakat banyak yang tertarik menjalani

Namun demikian, untuk dapat bersaing dengan produk-produk kayu olahan lainnya industri kayu lapis tetap perlu melakukan langkah-langkah efisiensi bahan baku dan diversifikasi

Disisi lain globalisasi ekonomi juga telah menjadikan negara-negara di dunia ketiga sulit untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya, sedangkan bagi negara-negara industri maju

Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindag Kabupaten Semarang menyelenggarakan beberapa kegiatan yang dilakukan untuk pengembangan sentra industri kecil menengah/rumahtangga