• Tidak ada hasil yang ditemukan

Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan

Oleh : Johannes Kal

Salah satu isu terpenting dalam hubungan internasional kontemporer adalah masalah ekonomi dan perdagangan. Selain sebagai salah satu isu terpenting dalam hubungan internasional kontemporer, ekonomi dan perdagangan merupakan isu yang sangat menarik untuk dikaji dan dibahas. Ekonomi dan perdagangan dunia telah menjadin isu yang senantiasa menarik karena dampaknya bagi umat manusia di dunia, tidak saja bagi masyarakat di negara maju, tetapi juga di negara-negara berkembang. Oleh karena itu setiap kali dilakukan pembahasan mengenai isu-isu ekonomi dan perdagangan akan senantiasa mendapatkan perhatian publik di seluruh dunia. Maka tidak berlebihan jika mengatakan bahwa ekonomi dan perdagangan menjadi isu yang sangat menarik untuk di bahas. Mengingat bahwa ekonomi dan perdagangan di era globalisasi telah melewati batas-batas teritorial antara negara di dunia.

Gilpin berpendapat bahwasannya seiring proses globalisasi situasi dunia juga diikuti oleh semakin meluasnya ketidak merataan distribusi pendapatan diantara negara, serta tingkat pengangguran yang semakin meluas. Dan hal ini dapat dilihat pada negara-negara seperti Indonesia, Filipina, dan Brazil. Para pengkritik yang lain menegaskan bahwa globalisasi tidak lebih dari suatu imperialisme baru. Setelah berakirnya Perang Dunia II, negara-negara eropa telah kehilangan kontrol terhadap negara-negara jajahan yang sebagian besar berada di Asia dan Afrika. Oleh karena itu, untuk mengukuhkan kembali kontrol mereka terhadap negara-negara tersebut maka mereka membuat mekanisme melalui globalisasi dan perdagangan bebas. Dengan menggunakan mekanisme ini, negara-negara industri maju akan tetap mempunyai kontrol terhadap negara-negara-negara-negara Dunia Ketiga.1

(2)

Sementara dilain pihak, beberapa negara Asia dapat mengambil keuntungan dari proses globalisasi ekonomi karena peran yang efektif dari negara. Peran tersebut diimplementasikan dalam bentuk perencanaan pembangunan dan industrialisasi yang terpusat ditangan birokrasi pemerintah. Negara secara efektif mendorong industrialisasi dalam negeri melalui insentif, subsidi, proteksi, serta alokasi kredit pemerintah. Pemilikan bank-bank yang berperan besar dalam menyalurkan kredit untuk industri menjadikan peran pemerintah semakin penting dalam proses industrialisasi tersebut.2 Contoh dalam kasus ini adalah negara

Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Taiwan, China dan India.

Makna Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan

Globalisasi sebagai proses yang menempatkan masyarakat dunia untuk bisa saling berkaitan satu dengan lainnya, atau saling terhubung dalam semua aspek kehidupan mereka, baik dalam budaya, ekonomi, politik, teknologi maupun lingkungan. Dengan pengertian yang demikian maka dapat dikatakan bahwa masyarakat dunia hidup dalam satu era dimana sebagian besar kehidupan mereka sangat ditentukan oleh globalisasi. Sedangkan globalisasi ekonomi dan perdagangan dapat diartikan sebagai proses meluasnya ekonomi dan perdagangan sebuah negara kepada negara lain sehingga tidak lagi menganal batas-batas teritorial sebuah negara. Sehingga ekonomi perdagangan suatu negara dapat langsung secara cepat menuju negara lain. Dengan tujuan sebagai peluang untuk memanfaatkan pasar global demi pertumbuhan ekonomi.

(3)

nasional yang didasarkan kepada kepentingan rakyat di negara-negara dunia ketiga tersebut seharusnya menjadi landasan kebijakan yang dibuat oleh negara agar bisa menetapkan prioritas pembangunan.

Fakta yang kontradiktif terjadi pada sudut pandang pasar dan negara-negara industri maju atau yang dikenal sebagai negara-negara-negara-negara utara. Pasar-pasar modal di negara maju yang dibanjiri laba sebagai hasil investasi dan eksploitasi pasar di negara-negara berkembang. Industri yang berorientasi lebih global dibandingkan dengan beberapa dekade yang lalu telah memotivasi eksplorasi pasar negara-negara berkembang oleh negara-negara maju dengan penetrasi perusahaan-perusahaan multinasional dalam jumlah yang sangat besar. Dalam beberapa kasus seperti di Argentina, membanjirnya modal dari negara-negara eropa memicu resesi ekonomi, bahkan depresi. Kondisi yang kontradiktif inilah yang kemudian memicu semakin meningkatnya ketimpangan dalam hubungan negara maju dan negara berkembang yang berdampak dalam ekonomi dunia.

Faktor-faktor Penggerak

Globalisasi ekonomi yang sekarang ini sudah meluas keseluruh dunia tidak terlepas dari faktor-faktor penggerak dalam globalisasi ekonomi tersebut. Sehingga globalisasi ekonomi tersebut tidak meluas keseluruh negara dengan sendirinya, namun pergerakan globalisasi tersebut didukung oleh beberapa faktor sehingga prosesnya dapat berjalan dengan cepat. Faktor-faktor yang menjadi penggerak dalam globalisasi ekonomi diantaranya :

1. Kemajuan dibidang teknologi dan komunikasi

2. Ketersediaan infrastruktur yang memadahi sehingga negara akan mudah dalam melakukan perdagangan lintas negara

3. Kebijakan liberalisasi yang diterapkan oleh pemerintah negara-negara nasional.3

(4)

Faktor penggerak pertama yakni kemajuan dibidang teknologi dan komunikasi, kemajuan dibidang tersebut menjadikan perekonomian dan perdagangan di suatu negara yang sangat jauh dapat dilakukan dengan cepat. Dengan adanya kemajuan dibidang teknologi dan komunikasi, maka setiap negara akan sangat mudah dalam melakukan transaksi jual beli dengan negara lain.

Faktor kedua yakni ketersediaan infrastruktur yang memadahi. Dengan adanya infrastruktur yang layak dan memadahi disetiap negara, maka akan mempermudah dalam melakukan perdagangan lintas negara. Hal tersebut akan semakin baik bila didukung oleh rendahnya biaya transportasi lintas negara. Pentingnya perubahan-perubahan tersebut tentu saja tidak berarti dalam terwujudnya globalisasi ekonomi jika pemerintah suatu negara melakukan resistensi terhadap proses globalisasi itu sendiri.

Dampak Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan dalam Ekonomi Dunia

Globalisasi ekonomi yang menjadi topik yang selalu menarik untuk diperbincangkan memberikan dampak positif dan dampak negatif. Dan melahirkan dua perspektif yang saling berseberangan, salah satu pihak mendukung bahwa globalisasi ekonomi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di setiap negara. Sedangkan pihak lainnya yang menentang globalisasi ekonomi menganggap bahwa globalisasi ekonomi akan menjadikan negara dunia ketiga menjadi semakin miskin.

Dampak positif dari adanya globalisasi ekonomi adalah munculnya

regionalisme ekonomi, yakni kerjasama regional antara negara-negara dibidang

(5)

Selain dampak positif, adanya globalisasi dibidang ekonomi juga berdampak negatif. Dengan adanya globalisasi ekonomi maka perekonomian dunia saat ini bergantung antara negara yang satu dengan negara yang lain. Akibat yang ditimbulkan yakni kerusakan suatu sistem ekonomi suatu negara akan mudah memberikan dampak terhadap negara lain. Seperti contoh jatuhnya mata uang Bath Thailand yang diikuti jatuhnya mata uang negara-negara Asian lainnya seperti Indonesia, Filipina, dan Kore Selatan. Sehingga menimbulkan krisis ekonomi di Asia pada tahun 1997. Jika hal ini tidak segara di atasi maka krisis tersebut akan memberikan efek domino yang akan menyebar secara cepat ke negara-negara lainnya. Ini terjadi karena interconnection saling keterhubungan sistem keuangan negara satu dengan negara lainnya.

Disisi lain globalisasi ekonomi juga telah menjadikan negara-negara di dunia ketiga sulit untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya, sedangkan bagi negara-negara industri maju akan sangat mudah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya, tentu saja hal ini menguntungkan negara maju dan merugikan negara berkembang.4

Penutup

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan ada dua pandangan mengenai globalisasi ekonomi, yang pertama bahwa globalisasi harus diikuti oleh negara guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kemudian pendapat yang kedua mengatakan bahwa globalisasi ekonomi akan semakin memarginalkan kepentingan dan kesejahteraan rakyat miskin di seluruh penjuru dunia. Selain itu juga dapat menimbulkan ketergantungan sistem keuangan negara satu dengan negara negara lainnya, yang jika negara satu mengalami kerusakan dalam sistem perekonomian maka dampaknya akan dirasakan secara langsung oleh negara lainnya.

(6)

Dalam kaitannya dengan topik tersebut, seharusnya ekonomi dan perdagangan dikelola. Mengelompokkan terlebih dahulu mengenai barang dan kepemilikan menjadi langkah awal untuk mencari solusi. Suatu barang dan kepemilikan dapat dikelompokkan menjadi kepemilikan individu, umum dan kepemilikan negara. Hal-hal yang menyangkut dan berkaitan dengan hajat hidup orang banyak seperti air, minyak bumi, hutan, energi dan jalan raya tidak boleh dikuasai oleh salah satu pihak demi meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Karena hal tersebut adalah tergolong menjadi kepemilikan atau kepentingan umum maka negara lah yang seyogyanya mengelola dan mendistribusikannya kepeda masyarakat. Jika hal tersebut dapat dilaksanakan maka kesejahteraan masyarakat akan terpenuhi.

Sedangkan kepemilikan negara yang menyangkut kantor, sekolah, dan rumah sakit harus dikelola oleh negara itu sendiri dan manfaat atau keuntungan dari barang tersebut menjadi davesia dari negara tersebut. Kemudian kepemilikan barang-barang individu seperti rumah pribadi, dan barang-barang lainnya tidak perlu dibatasi kepemilikannya, namun negara harus mengatur cara-cara warga negaranya dalam mendapatkan kekayaan. Jika prinsip ini ditetapkan oleh setiap negara, maka besar kemungkinan masyarakat disetiap negara akan mendapatkan kesejahteraan. Dan kesejahteraan ditiap-tiap negara akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat diseluruh dunia atau masyarakat global.

Yang kedua adalah harus ada standarisasi yang jelas mengenai aktivitas yang dapat membahayakan stabilitas ekonomi dan mana yang tidak. Jika tidak ada standarisasi yang jelas maka peran ekonomi akan semakin terbebani dengan munculnya teori-teori ekonomi yang kompleks , dan selanjutnya nekonomi global akan semakin sulit dikendalikan.

(7)

Winarno, Budi.2009.Pertarungan Negara vs Pasar. Yogyakarta : Pressindo.

Referensi

Dokumen terkait

Perkembangan Ekonomi di suatu negara tidak terlepas dari kebijakan hukum baik dalam negeri maupun luar negeri dan pengaruh arus deras globalisasi.. Melalui

Dampak Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Industri Negara Berkembang dan Maju terhadap Emisi Metana. Berdasarkan model dan analisis data yang didapat (Tabel

Terbukti terjadinya krisis finansial global di negara maju telah menunjukkan kepada kita, bahwa sistem ekonomi kapitalisme yang diandalkan dalam perekonomian dunia,

Jadi, secara garis besar, ekonomi negara-negara Asia Selatan dapat dikatakan berkembang seiring dengan berjalannya era globalisasi, atau dapat dikatakan

Negara berkembang yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih maju dibandingkan negara lain yang setingkat, tetapi belum mencapai tingkat negara maju disebut negara

Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi

Terbukti terjadinya krisis finansial global di negara maju telah menunjukkan kepada kita, bahwa sistem ekonomi kapitalisme yang diandalkan dalam perekonomian dunia,

secara ekonomi pada Negara Maju atau lembaga keuangan internasional yang Negara Maju kendalikan maka semakin rentan Negara Berkembang tersebut.