• Tidak ada hasil yang ditemukan

HAIRUS _ S20184069.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "HAIRUS _ S20184069.pdf"

Copied!
126
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Definisi Istilah

Sistematika Pembahasan

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Penelitian lain dengan judul skripsi “Analisis penalaran hukum hakim tentang kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap anak (putusan perkara nomor: 548/pid.sus/2016/PN.Tjk)” Ketika mempertimbangkan skripsi ini, peneliti sebelumnya menjelaskan, pemikiran hakim tentang kekerasan, apa yang dilakukan orang tua terhadap anaknya dan motifnya. Hal ini dirasa cukup karena aparat penegak hukum ketika memutuskan lembaga yang berkaitan dengan pengasuhan dan perlindungan anak, sehingga dalam prakteknya jika suatu saat ada korban kekerasan maka akan terjadi kekerasan. akan sangat penting untuk menyelesaikan lembaga ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan dalam menyelesaikan kasus kekerasan, peran instrumen hukum harus ditingkatkan agar tidak ada pihak terutama korban yang dirugikan.10 Persamaan tesis yang disusun oleh lembaga ini adalah Penulis sebelumnya dan skripsi yang disusun oleh penulis, sama-sama menekankan bagaimana kekerasan yang dilakukan oleh orang tua pada anak dapat terjadi, dan yang membedakan skripsi ini dengan tesis penulis adalah mengenai unsur-unsur penyebab terjadinya kekerasan yang dilakukan anak terhadap orang tuanya.

Kajian keempat dengan judul skripsi 'Tindak Pidana Penganiayaan Anak Terhadap Orang Tua yang Membawa ke Hukum Pidana Positif dan Hukum Pidana Islam (Putusan Perkara Nomor: 575/Pid.Sus/2014/PN.Sda)', ditulis oleh Mila Istiqomah, seorang mahasiswa Membahas disertasinya, peneliti terdahulu di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penganiayaan yang dilakukan anak terhadap orang tuanya, serta perspektif hukum pidana positif dan hukum pidana Islam jika melihat kasus penganiayaan, dan menjelaskan bagaimana hakim mempertimbangkan keputusan dalam kasus ini. Dalam kasus ini, penyidik ​​sebelumnya mengangkat kasus yang menjadi sentral penyidikannya, yakni kasus penganiayaan anak terhadap orang tua (putusan perkara nomor 575/Pid.Sus/2014/PN.Sda). Dari pembahasan tersebut terdapat persamaan dengan skripsi yang penulis tulis, yaitu membahas tentang penganiayaan yang dilakukan anak terhadap orang tuanya dan cara pandang hukum Islam dalam kasus penganiayaan anak terhadap orang tuanya, namun terdapat juga perbedaan dalam isi dalilnya. peneliti sebelumnya. disertasi dan disertasi yang telah ditulis penulis.

Dari pembahasan diatas terdapat persamaan dengan skripsi yang ditulis oleh penulis, dimana persamaannya adalah sama-sama membahas tentang tindak pidana penganiayaan anak terhadap orang tua dan perspektif hukum pidana Islam dalam kasus tindak pidana penganiayaan anak terhadap orang tua. Namun terdapat juga perbedaan, skripsi peneliti sebelumnya dengan skripsi penulis, dari segi pembahasannya peneliti sebelumnya hanya fokus pada analisis penganiayaan menurut hukum pidana Islam, tanpa menganalisis bentuk-bentuk tindak pidananya. kekerasan terhadap anak terhadap orang tua, disinilah perbedaan skripsi peneliti sebelumnya dengan skripsi penulis. Tindak pidana penganiayaan anak terhadap orang tua menurut hukum pidana positif dan hukum pidana Islam (putusan perkara nomor.

Kajian Teori

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Pendekatan Penelitian

Sumber Bahan Hukum

Metode Pengumpulan Bahan Hukum

Analisis Bahan Hukum

Keabsahan Bahan Hukum

Tahap-Tahap Penelitian

PEMBAHASAN

Posisi Kasus

Sebelum membahas bentuk-bentuk kekerasan anak terhadap orang tua, penulis akan memberikan gambaran mengenai kronologi kasus yang diusut untuk mendapatkan perspektif dan memperjelas bagaimana kasus-kasus kekerasan anak terhadap orang tua dapat muncul, dan juga dapat menyimpulkan bentuk-bentuk kekerasan anak terhadap orang tua khususnya. dalam keputusan nomor : 183 /Pid.B/2019/PN.Pin. Bahwa dialah terdakwa Tahanuddin Bin Pesona pada Jumat 24 Mei 2019 sekitar 09.30 WITA atau sekurang-kurangnya pada waktu tertentu pada bulan Mei 2019 di Lerang-lerang, Desa Benteng Sawitto, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang atau sekurang-kurangnya–. Terdakwa mendatangi rumah korban Jumiati Binti Lahamma yang merupakan ibu kandungnya, terdakwa mendatangi rumah korban dengan maksud untuk meminjam uang, namun korban tidak mau meminjamkannya sehingga terdakwa marah dan geram. , ketika yang dirugikan akhirnya mau meminjamkan uang kepada terdakwa sehingga terdakwa tidak marah lagi namun saat itu terdakwa tidak mau lagi menerima uang tersebut dan terus marah dan mengamuk dengan memecahkan meja kemudian tersinggung. menahan terdakwa dengan cara mengikuti dari belakang namun terdakwa berbalik dan langsung memukul mulut terdakwa dengan menggunakan kepalan tangan 1 (satu kali) sehingga mengakibatkan gigi depan bawah korban tanggal, kemudian korban mencoba lagi untuk memegang terdakwa dengan memeluknya dari belakang sehingga Terdakwa tidak dapat menyeimbangkan diri dan terjatuh dan membentur kelambu yang tergantung di lemari, sehingga lemari tertarik dan mengenai wajah korban sebelah kanan.

Perbuatan terdakwa mengakibatkan korban mengalami luka terbuka di pelipis kanan, panjang empat sentimeter, lebar satu sentimeter, dalam nol koma lima sentimeter, satu gigi bawah hilang, lengan kanan tampak kebiruan, panjang lima sentimeter, dua sentimeter. lebar, terlihat kemerahan pada rahang kanan. Ukuran panjang tiga sentimeter, lebar nol koma lima sentimeter, tampak kemerahan pada leher bagian kanan atas, berukuran rnam sentimeter, lebar nol koma lima sentimeter.

Uraian Masalah

  • Bentuk Tindak Pidana Penganiayaan Anak Terhadap Orang
  • Analisis Putusan Hakim Terhadap Putusan Nomor

PENUTUP

KESIMPULAN

Bentuk tindak pidana penganiayaan anak terhadap orang tua dalam putusan nomor: 183/Pid.B/2019/PN.Pin adalah tersangka dengan sengaja menganiaya sebagian tubuh korban hingga menimbulkan luka berat. , tersangka divonis bersalah sesuai Pasal 351 ayat (2) Jo. Menurut perspektif hukum pidana Islam terhadap putusan hakim nomor: 183/Pid.B/2019/PN.Pin, perbuatan tersangka termasuk dalam qisas, hukuman ini berdasarkan ketentuan hukum Islam yang ketentuannya adalah diatur dalam Surat Al-Mai'dah ayat 45 Al-Qur'an, menyimpulkan: Barangsiapa melakukan perbuatan jarimah, apalagi berupa penganiayaan, maka hukumannya adalah qisas.

SARAN

Bagi pemerintah, pentingnya sosialisasi atau edukasi hukum kepada masyarakat khususnya mengenai tindak pidana. Tujuan dari sosialisasi disini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat umum bahwa dampak dari tindak pidana ini mempunyai dampak yang sangat negatif. Dengan segala kekurangan yang ada dalam penyusunan skripsi ini, penulis berharap agar pihak lain pada khususnya, serta penulis lain pada umumnya, dapat memberikan kontribusi yang lebih besar lagi dalam memahami permasalahan tindak pidana penganiayaan, sehingga kontribusi ilmiahnya dapat bermanfaat. dimanfaatkan sepenuhnya. dalam praktiknya di masyarakat.

Heryanto Joewondo, Satria. “Pertanggungjawaban pidana pelaku penelantaran dalam rumah tangga (putusan perkara nomor 429/Pid.Sus/2015/Pn.Mks)”. Munawaroh, Lu’luul “Analisis Hukum Pidana Islam Tentang Penganiayaan Anak Terhadap Ibunya (Studi Putusan Pengadilan Negeri Nganjuk Nomor: 50/Pid.Sus/2016/PN.Njk)”. Analisis Pertimbangan Hakim Tentang Penindasan Yang Dilakukan Oleh Wali Anak (Putusan Nomor 548/Pid.Sus/2016/Pn.Tjk)”.

Referensi

Dokumen terkait

Abstrak: Proses Akomodasi Hukum Islam ke Dalam Hukum Pidan Nasional. Proses akomodasi hukum Islam kedalam hukum pidana nasional, sebenarnya telah berjalan sejak

Penerapan hukum pidana materil terhadap tindak pidana pencemaran nama baik melalui tulisan sudah sesuai, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah memenuhi

Terdakwa Stevanus Jansen pada putusan Nomor: 1352/Pid.B/2021/PN.Tjk telah memenuhi unsur-unsur pertanggungjawaban pidana dan bertentangan dengan hukum atau unsur

Dalam kasus ini hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa sesuai dengan ketentuan Pasal 2 Ayat (1) Undang- Undang Tipikor dan juga memperhatikan unsur-unsur tindak

“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan hukum tersebut di atas, Majelis Hakim berpendapat bahwa perbuatan Terdakwa telah memenuhi seluruh unsur-unsur tindak

menurut fakta-fakta dalam pembuktian, Hakim beranggapan bahwa perbuatan para terdakwa tidak memenuhi unsur-unsur dalam Pasal 365 ayat (4) seperti yang sudah didakwakan oleh

Menyatakan bahwa Skripsi yang saya buat untuk memenuhi persyaratan kelulusan pada Program Studi Al-Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syari‟ah Universitas Islam Negeri

Abstrak: Proses Akomodasi Hukum Islam ke Dalam Hukum Pidan Nasional. Proses akomodasi hukum Islam kedalam hukum pidana nasional, sebenarnya telah berjalan sejak