• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hal. 1 dan 2 COVER fix Terbuka Bismillah.rtf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Hal. 1 dan 2 COVER fix Terbuka Bismillah.rtf"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

vii DAFTAR ISI

Hal.

PRAKATA ... v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah... 8

1.3 Tujuan, Sasaran dan Manfaat ... 8

1.3.1 Tujuan ... 8

1.3.2 Sasaran ... 8

1.3.3 Manfaat ... 8

1.4 Ruang Lingkup ... 8

1.4.1 Ruang Lingkup Wilayah ... 9

1.4.2 Ruang Lingkup Materi ... 9

1.5 Metodologi ... 9

1.5.1 Metode Pendekatan ... 10

1.5.2 Metode Pengumpulan Data ... 10

1.5.3 Penjabaran Variabel ... 11

1.5.4 Metode Analisis ... 11

1.6 Sistematika Pembahasan ... 15

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Citra Kota ... 16

2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terbentuknya Citra Kota ... 17

2.3 Teori Place ... 19

2.4 Tetenger (Landmark) ... 21

2.5 Jalur (Path) ... 23

2.6 Kawasan (District) ... 23

2.7 Simpul (Nodes) ... 24

2.8 Batas atau Tepian (Edges) ... 24

2.9 Metode Identifikasi Citra Kota ... 25

2.9.1 Metode Menurut Kevin Lynch ... 25

2.9.2 Metode Menurut Jack L. Nasar ... 25

2.9.3 Metode Menurut Philip Kotler ... 27

BAB III GAMBARAN UMUM 3.1 Konteks Kota Pontianak dalam Keruangan Nasional ... 28

3.1.1 Konteks Kawasan Tugu Khatulistiwa dalam Rencana Tata Ruang Kota Pontianak Tahun 2013-2033 ... 28

3.1.2 Konteks Kawasan Tugu Khatulistiwa dalam Masterplan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Pontianak Tahun 2012. ... 30

3.2 Gambaran Umum Kota Pontianak ... 33

3.2.1 Geografis dan Administratif ... 33

3.2.2 Topografi ... 33

3.2.3 Geologi dan Jenis Tanah ... 34

3.2.4 Hidrologi ... 34

3.2.5 Klimatologi ... 35

repository.unisba.ac.id

(2)

viii

3.2.6 Demografi ... 35

3.2.7 Ekonomi ... 36

3.3 Gambaran Umum Kawasan Tugu Khatulistiwa ... 37

3.3.1 Jumlah Kunjungan Wisatawan ... 43

BAB IV ANALISIS 4.1 Analisis Tetenger (Landmark) ... 50

4.1.1 Sejarah Bangunan Tetenger (Landmark) Tugu Khatulistiwa ... 50

4.1.2 Simbol Tugu Khatulistiwa ... 52

4.1.3 Posisi Tugu Khatulistiwa ... 55

4.2 Analisis Kawasan (District) ... 56

4.2.1 Analisis Kawasan Tugu Khatulistiwa Berdasarkan Kebijakan Peruntukan Lahan ... 56

4.2.2 Analisis Penggunaan Lahan ... 60

4.3 Analisis Jalur (Path) ... 65

4.4 Analisis Simpul (Nodes) ... 76

4.5 Analisis Batas (Edges) ... 80

BAB V ARAHAN DAN REKOMENDASI 5.1 Arahan Peningkatan Citra Tetenger (Landmark) ... 83

5.2 Arahan Peningkatan Citra Kawasan (District) ... 83

5.3 Arahan Peningkatan Citra Jalur (Path) ... 86

5.4 Arahan Peningkatan Citra Simpul (Nodes) ... 87

5.5 Arahan Peningkatan Citra Batas atau Tepian (Edges) ... 91

5.5 Rekomendasi ... 93

DAFTAR PUSTAKA ... 94

repository.unisba.ac.id

Referensi

Dokumen terkait

Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah perkotaan merupakan bagian dari penataan ruang kawasan perkotaan yang memilki manfaat kehidupan yang sangat tinggi, tidak saja

Besarnya manfaat keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam suatu kota atau kawasan menjadikan taman-taman kota di beberapa kota di Indonesia menjadi tempat

Permen Pu Nomor 9 tahun 2009 tentang Pedoman Penyediaan Dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Non Hijau Di Wilayah Kota/ Kawasan

Penafsiran kebutuahn RTH Kota Salatiga akan menggunakan beberpa penggabungan parameter seperti kebutuhan ruang terbuka hijau berdasarkan jumlah penduduk, berdasarkan

Hasil observasi terhadap beberapa bagian Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan kampus Universitas Pendidikan Indonesia yang dijadikan sampel, didapat beberapa bentuk

Hasil analisis salah satu penelitian terkait dengan fungsi ekologis ruang terbuja hijau (RTH) kawasan Pusat Kota Ponorogo antara lain adalah kurangnya jumlah ruang terbuka

Dari hasil analisis didapatkan bahwa kondisi ruang terbuka hijau publik pada perumahan nasional (Perumnas) di Kota Medan dtinjau dari luasan RTH publik Perumahan Nasional

Berdasarkan hasil penelitian ketersediaan dan optimalisasi ruang terbuka hijau publik kota Pacitan maka ketersediaan RTH publik kota Pacitan masih mengalami