• Tidak ada hasil yang ditemukan

HAMBATAN DALAM PENANGANAN PERDAGANGAN ILLEGAL PAKAIAN BEKAS DI INDONESIA (2015-2019)

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "HAMBATAN DALAM PENANGANAN PERDAGANGAN ILLEGAL PAKAIAN BEKAS DI INDONESIA (2015-2019) "

Copied!
47
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Batasan Masalah dan Rumusan Masalah

  • Batasan Masalah
  • Rumusan Masalah

Tujuan dan Kegunaan Penelitian

  • Tujuan Penelitian
  • Kegunaan Penelitian

Kerangka Konseptual

Metode Penelitian

  • Tipe Penelitian
  • Jenis dan Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Rancangan Sistematika Pembahasan

TINJAUAN PUSTAKA

Konsep Kerjasama Internasional

Organisasi Internasional

Organisasi internasional adalah suatu struktur formal yang terbentuk terus menerus, berdasarkan kesepakatan antar anggotanya, yaitu aktor negara dan non negara dari dua atau lebih negara yang berbeda dengan tujuan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi internasional juga merupakan pola kerjasama yang melampaui batas-batas negara, berdasarkan struktur organisasi yang jelas dan lengkap, agar fungsinya tetap terjaga dan tujuan yang disepakati tercapai, baik antara pemerintah dengan pemerintah maupun antar peer group yang tidak dapat melakukannya di masa depan dari pemerintah di berbagai negara (Rudy, 1993). Sedangkan menurut Peter Toma dan Robert F Gorman, organisasi internasional memiliki fungsi utama yaitu menjalin hubungan kerjasama diplomatik yang berkelanjutan antar negara, mengelola konflik yang muncul yaitu sebagai fasilitator interaksi ekonomi antar negara.

Selain itu, menurut Clive Archer, fungsi organisasi internasional adalah artikulasi, dimana organisasi internasional berfungsi sebagai instrumen bagi negara untuk mengartikulasikan kepentingannya. Organisasi internasional menjadi salah satu bentuk peserta aktif dalam sistem internasional yaitu sebagai forum diskusi. Fungsi implementasi yang dilakukan oleh organisasi internasional dapat dilihat dari apa yang dilakukan oleh UNHCR membantu pengungsi, Bank Dunia memberikan dana, UNICEF melindungi anak-anak.

Selain fungsi, organisasi internasional juga memiliki peran yang sangat penting, yaitu setiap struktur memiliki fungsinya masing-masing yang mengacu pada tujuan organisasi internasional yang telah disepakati bersama. Selain di mana keputusan tentang kerja sama dibuat, juga menyediakan alat administratif untuk membuat dan menjelaskan keputusan yang dianggap tindakan yang tepat. Organisasi internasional sebagai instrumen untuk koalisi anggota atau koordinasi kebijakan antar pemerintah sebagai mekanisme untuk menentukan karakter dan struktur global.

GAMBARAN UMUM

Impor di Indonesia

Ada tiga jenis penetapan tarif, yaitu pertama, bea keluar adalah pajak yang dikenakan atas barang yang dikirim ke negara lain. Kedua, bea transit adalah pajak yang dipungut atas barang yang melewati wilayah suatu negara dengan tujuan akhir barang tersebut di negara lain, dan ketiga, bea masuk adalah pajak yang dipungut atas barang yang masuk ke suatu negara (Soerjono, 2014). Hambatan non tarif adalah berbagai tindakan kebijakan perdagangan selain bea masuk yang dapat menimbulkan distorsi, mengurangi potensi keuntungan perdagangan internasional.

Hodgetts dan A.M. Rugman mengklasifikasikan hambatan non tarif, yaitu pembatasan khusus, baik larangan impor absolut maupun pembatasan impor. Kedua, dari segi kuantitatif pembatasan impor barang atau kuota impor dari dalam negeri dan kuota ekspor ke dalam negeri untuk melindungi kepentingan industri dan juga konsumen (Soerjono, 2014).

Kebijakan Indonesia Terhadap Perdagangan Ilegal

Meskipun undang-undang tersebut telah diubah dengan undang-undang no. 17 Tahun 2006, ketentuan pasal 102 undang-undang lama tidak mengalami perubahan baik dari kepala maupun dari gelar. Pada pasal 102 tidak ada perubahan baik judul maupun babnya, namun terdapat penambahan pasal pada pasal yang semula terdiri dari 1 pasal ditambah menjadi 5 pasal yaitu pasal 102, 102 A, 102 B, 102 C dan 102. yang mana mencerminkan keseriusan pembuat undang-undang dalam upaya memberantas perdagangan ilegal atau penyelundupan (Kementerian Perdagangan, 2006). Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan mengenai aturan impor yang tertuang dalam UU No. 17 Tahun 2006, dalam Undang-Undang Kepabeanan diatur tentang sanksi pidana penyelundupan, hal ini diatur dalam Pasal 102 yaitu pemberitahuan jenis atau jumlah barang impor dengan sengaja dalam pemberitahuan pabean yang tidak benar, dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan pidana denda paling sedikit lima puluh juta rupiah dan paling banyak lima miliar rupiah.

Bahwa Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan ekspor dan juga impor diatur dalam Undang-Undang tersebut. Barang yang akan diimpor terlebih dahulu akan dilakukan pemeriksaan pabean dan pemeriksaan fisik barang tersebut. Barang konsumsi adalah barang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makanan, minuman, susu, beras, daging dan mentega.

Bahan baku adalah barang-barang yang diperlukan untuk kegiatan industri sebagai bahan baku dan juga bahan penolong (Muhammad, 2011). Barang modal adalah barang yang digunakan untuk modal usaha, seperti komputer, pesawat terbang, mesin dan alat berat. Produk impor Indonesia yang merupakan produk pertanian meliputi buah-buahan, gandum, kacang-kacangan dan beras, sedangkan produk impor Indonesia yang merupakan produk pertambangan adalah minyak dan gas.

Pakaian Bekas

Kerja sama Indonesia-Malaysia dalam penyelundupan pakaian bekas melalui ASEAN Tariff Agreement tidak membawa keuntungan bersama. Mengenai pakaian bekas, kedua negara belum membahas secara khusus dan serius. Sedangkan di Indonesia telah diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan No. 51/M-DAG/PER/2015, pakaian bekas dilarang (Kemendag, 2015).

Namun berbeda dengan Malaysia dimana perusahaan pakaian bekas bebas menjalankan bisnisnya di Malaysia. Banyaknya kendala yang dihadapi dalam menanggulangi perdagangan gelap, baik dalam kerangka regional maupun domestik, membuat perdagangan pakaian bekas menjadi haram. Penanggulangan perdagangan ilegal pakaian bekas membutuhkan kerja sama dari Kementerian Perdagangan dan juga dari Kementerian Keuangan.

Pemerintah harus memiliki rencana strategis dan serius untuk memberantas perdagangan ilegal pakaian bekas di Indonesia. Ria Ariesti Br Sitepu, 2018, Kerjasama Kepabeanan Indonesia-Malaysia Dalam Memerangi Penyelundupan Garmen Bekas Ke Indonesia. Pelabuhan Riau merupakan salah satu pelabuhan yang menjadi jalur impor terpenting bagi perdagangan ilegal pakaian bekas dari berbagai negara.

PEMBAHASAN

Upaya Kerjasama ASEAN

Indonesia dan Malaysia telah memiliki kerjasama di bidang kepabeanan dan juga kerjasama dalam ASEAN Agreement on Customs yang disepakati pada tahun 1997, yang mengatur tentang penanganan hal-hal dalam perjanjian tersebut yaitu ketentuan umum kepabeanan di ASEAN, prosedur tarif, penyelesaian sengketa dan ruang lingkup kerjasama. Namun, meskipun kerjasama antara Indonesia dan Malaysia telah mengatur penyelundupan dan pelanggaran kepabeanan melalui ASEAN Agreement on Tariffs, hal tersebut belum mampu mengatasi perdagangan ilegal pakaian bekas yang masih banyak diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia. Target pasar perusahaan pakaian bekas adalah di luar negeri yaitu pertama bertemu langsung dengan pembeli dan kedua menggunakan perantara online seperti alibaba.com.

Kegiatan perdagangan pakaian bekas tidak hanya menguntungkan pengusaha tetapi juga negara, dimana bisnis yang dilakukan diasumsikan dapat mengurangi tingkat pengangguran di Malaysia dan ekspor pakaian bekas meningkatkan penerimaan negara dari bea masuk, dalam hal ini tidak. satu rusak dari perspektif Malaysia (Birahayu, 2022). Pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Wakil Direktur Intelijen telah beberapa kali mencoba membawa isu pelarangan impor pakaian bekas dalam forum komunikasi dengan Kantor Kastam Diraja Malaysia. Namun agenda yang dibahas bukanlah meminta Pemerintah Malaysia menghentikan perdagangan pakaian bekas di Indonesia karena kedua negara harus menghormati dan menghargai kedaulatan masing-masing negara, untuk mencapai kesepakatan dalam jaringan sejauh ini belum tercapai. yang menyebabkan perdagangan ilegal bisnis pakaian bekas terus berkembang karena Malaysia tidak melihat keuntungan bagi negara.

Hubungan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia dalam Kerjasama Kepabeanan ASEAN hanya bertujuan untuk bertukar informasi tentang pertukaran informal data ekspor-impor (Birahayu, 2022). Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah bentuk integrasi ekonomi ASEAN sebagai sistem perdagangan bebas antar negara ASEAN, yang bertujuan untuk menghilangkan hambatan ekonomi antar negara ASEAN. Oleh karena itu, pakaian bekas yang masuk ke Indonesia dianggap sebagai bentuk perdagangan antar negara di kawasan Asia Tenggara.

Upaya Pemerintah Indonesia

Dimana sebelumnya pakaian atau tekstil bekas diperbolehkan masuk ke Indonesia secara legal. Regulasi terkait pakaian bekas semakin ditekankan dari tahun ke tahun dalam upaya pemberantasan kegiatan impor ilegal. Akibat belum jelasnya aturan hukum mengenai peraturan impor pakaian bekas, tidak ada kepastian hukum, yang berarti perdagangan ilegal pakaian bekas masih terjadi dan meningkat.

Selain kepulauan Riau, jalur penyelundupan pakaian bekas juga ada, yakni perairan Aceh, Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku. Daerah perbatasan antara Indonesia dengan Singapura dan Malaysia di Kepulauan Riau merupakan jalur masuk yang paling banyak digunakan penyelundupan pakaian bekas. Sedangkan di Sulawesi terdapat Parepare yang merupakan kota yang berbatasan dengan Selat Makassar sehingga banyak terjadi aktivitas perdagangan di Parepare, termasuk perdagangan pakaian bekas secara ilegal.

Selain itu, meskipun Indonesia dan Malaysia memiliki kerja sama di bidang kepabeanan dan juga kerja sama dalam Perjanjian Kepabeanan ASEAN yang telah disepakati, namun belum mampu menangani impor pakaian bekas. Malaysia sebagai negara yang paling banyak melakukan impor pakaian bekas juga tidak melihat adanya kerugian negara, oleh karena itu pemerintah Malaysia belum menjalin kerjasama dengan Indonesia terkait impor pakaian bekas. Pelabuhan Parepare merupakan salah satu pelabuhan di Sulawesi Selatan yang menjadi jalur atau akses perdagangan ilegal pakaian bekas.

PENUTUP

Kesimpulan

Dalam penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa pemerintah Indonesia belum mampu menangani perdagangan ilegal khususnya pakaian bekas, meskipun pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan berdasarkan undang-undang, pemerintah masih belum memiliki rencana strategis terkait perdagangan ilegal. kebijakan, terutama pakaian bekas. Dari kerangka regional ASEAN telah dibuat kesepakatan kerjasama kepabeanan, namun dalam hal pakaian bekas belum pernah dibahas secara konkrit karena tidak ada saling menguntungkan. Transaksi dipermudah melalui alibaba.com, hal ini dilakukan jika pebisnis tidak bertatap muka dalam hal transaksi.

Aturan yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan melarang impor pakaian bekas, sedangkan Kementerian Keuangan memperbolehkan jika dilakukan dengan membayar bea cukai. Kerangka hukum Indonesia mengenai perdagangan ilegal pakaian bekas, khususnya sanksi, tidak diatur secara khusus. Pengawasan masih lemah terutama di pelabuhan-pelabuhan yang merupakan jalur perdagangan ilegal masih sangat lemah dan tidak didukung oleh peralatan pengawasan.

Budaya konsumtif masyarakat dan kurangnya edukasi masyarakat tentang pakaian bekas, baik dari segi kesehatan maupun dampaknya bagi negara, dapat merugikan kepentingan nasional Indonesia.

Saran

Diakses pada 30 Juni 2022 dari https://business.tempo.co.id/read/1318359/pembelundupan-baju-bekas-trik-kapal-kayu-dan-pelabuhan-tikus.

Referensi

Dokumen terkait

Kendala hukum dalam proteksi impor pakaian bekas yang merugikan industri garmen dalam negeri yaitu, salahsatunya dipengaruhi lemahnya aparatur pemerintah Pusat

Jual Beli Pakaian Bekas Impor di Tugu Pahlawan Kota Surabaya Pelaksanaan jual beli pakaian bekas impor yang terjadi di Tugu Pahlawan Surabaya, sebenarnya barang yang dijual dan

Upaya penanganan Imigran Ilegal di Indonesia; Satria Gunawan, 080910101030; 2013: 122 halaman; Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu

Secara khusus dalam penanganan perkara tindak pidana perdagangan orang, Jaksa melaksanakan peran yang diatur dalam Pasal 1 ayat 6a Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif yakni menggambarkan alasan-alasan mahasiswa membeli pakaian bekas

Dengan berdirinya kerja sama multilateral khusus perdagangan atau penyelundupan minyak ilegal internasional memberikan Indonesia beberapa keuntungan, diantaranya:

Oleh karena itu harus dilakukan penelitian mengapa Peraturan Menteri Perdagangan nomor 51 tahun 2015 tentang larangan pakaian bekas masih berlangsung dan dengan topik skripsi dengan

55 RELEVANSI MAQĀṢID SYARĪAH TERHADAP KEBIJAKAN LARANGAN IMPOR PAKAIAN BEKAS DI INDONESIA Ardiansyah1 , Muh.Rizki2 Mahasiswa Magister Ilmu Syariah Universitas Islam Negeri Sunan