• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Pengolahan Data Geolistrik di Wilayah Malaos, Papua Barat

N/A
N/A
Leopold Riklof@06

Academic year: 2024

Membagikan "Hasil Pengolahan Data Geolistrik di Wilayah Malaos, Papua Barat"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BALAI AIR TANAH | DIREKTORAT AIR TANAH DAN AIR BAKU | DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR

DIREKTORAT AIR TANAH DAN AIR BAKU B A L A I A I R T A N A H

Bandung | Maret 2022

Hasil Pengolahan Geolistrik 1 Dimensi

Malaos, Papua Barat

(2)

2

OUTLIN

1. Kajian Lokasi Survey E

2. Hasil Pengolahan Data Geolistrik 1D

3. Kesimpulan dan Rekomendasi

(3)

3

1. Kajian Lokasi Pengukuran

(4)

4

Lokasi Area Landcearing Daerah Pengukuran

Balai Air Tanah | Direktorat Air Tanah Dan Air Baku | Direktorat Jenderal Sumber Daya Air | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

 Pengukuran dilakufrakan di Distrik

Salawati, Kabupaten Sorong, Papua Barat

 Kegiatan pengukuran dilakukan sebanyak

2 lintasan

(5)

5

1. Kondisi Geologi Area

 Kondisi Geologi di lokasi pengukuran berupa

 Endapan Aluvium dan Litoral (Qa), Pasir, kerikil, lumpur, sisa tumbuhan dan gambut

Balai Air Tanah | Direktorat Air Tanah Dan Air Baku | Direktorat Jenderal Sumber Daya Air | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

(6)

6

2. Kondisi Cekungan Air Tanah

 Cekungan Air Tanah di lokasi

pengukuran masuk ke dalam CAT Teminabuan - Bintuni

Balai Air Tanah | Direktorat Air Tanah Dan Air Baku | Direktorat Jenderal Sumber Daya Air | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

(7)

Balai Air Tanah | Direktorat Air Tanah Dan Air Baku | Direktorat Jenderal Sumber Daya Air | Kementerian Pekerjaan

7

Umum dan Perumahan Rakyat

3. Kondisi Hidrogeologi

Produktifitas akuifer di lokasi pengukuran berupa

• Akuifer dengan setempat produktif

(8)

8

2. Hasil Pengolahan Data

Geolistrik 1D

(9)

BALAI AIR TANAH | DIREKTORAT AIR TANAH DAN AIR BAKU | DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

Malaos 1 – Titik 1

Akuifer diduga pada kedalaman 65 –

>100 meter

Dugaan akuifer

No Kedalaman Resistivitas Unit Litologi

1 0 – 3,38 15 - 144 Top Soil

2 3,38 – 8,2 49,7 pasiran

3 8,2 – 36,32 0,39 – 7,3 Lempung, payau

4 36,32 - 65 21,91 Lanau

5 65,17 - 100 197,7 Pasir, kerikil

6 >100 391,6 kerikilan

(10)

BALAI AIR TANAH | DIREKTORAT AIR TANAH DAN AIR BAKU | DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

Malaos 1 – Titik 2

Akuifer diduga pada kedalaman >

63 meter

Dugaan akuifer

No Kedalaman Resistivitas Unit Litologi

1 0 - 3 7 - 127 Top Soil

2 3 – 7 40,58 Pasir lanau

3 7 - 23 0,45 – 17,9 Lempung, payau

4 23 - 63 17 lempung

5 >63 174 pasiran

(11)

BALAI AIR TANAH | DIREKTORAT AIR TANAH DAN AIR BAKU | DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

Malaos 2 – Titik 1

Akuifer diduga pada kedalaman 58 – 97 meter

Dugaan akuifer

No Kedalaman Resistivitas Unit Litologi

1 0 – 3 4,38 Top Soil

2 3 – 58 0,6 – 7,154 Lempung, payau

3 58 – 97,5 68,48 Pasiran

4 97,5 – 137,7 11,21 Lempung lanau

5 >137 1,249 lempung

(12)

12

3. Kesimpulan dan

Rekomendasi

(13)

BALAI AIR TANAH | DIREKTORAT AIR TANAH DAN AIR BAKU | DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

Kesimpulan

1. Kondisi geologi, cekungan air tanah dan hidrogeologi di lokasi pengukuran berupa:

• Geologi berupa Endapan Aluvium dan Litoral (Qa)

• Area Rencana Prioritas masuk ke dalam CAT Teminabuan - Bintuni

• Memiliki setempat produktif

2. Dari Hasil Pengolahan geolistrik didapatkan hasil sebagai berikut:

• Malaos 1 Titik 1 : Akuifer diduga terdapat pada kedalaman 65 - >100 meter

• Malaos 1 Titik 2 : Akuifer diduga terdapat pada kedalaman >63 meter

• Malaos 2 Titik 1 : Akuifer diduga terdapat pada kedalaman 58 – 97 meter

(14)

BALAI AIR TANAH | DIREKTORAT AIR TANAH DAN AIR BAKU | DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR | KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

Rekomendasi

1. Pemboran dapat dilakukan sampai kedalaman 100 meter di semua titik lokasi pengukuran geolistrik

2. Pada saat pemboran diharapkan berhati – hati karena kemungkinan terdapat gas trap di

bawah permukaan

Referensi

Dokumen terkait

PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT DENGAN KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA SORONG. PROPINSI PAPUA

Berdasarkan hasil pengolahan data yang ditunjukkan oleh Gambar 2 dan Gambar 3, terlihat bahwa lapisan yang terdeteksi dari pengolahan data geolistrik resistivitas

Berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi Papua Barat tentang Prosedur Tetap Pengelolaan Pinjaman/Hibah Luar Negeri Pemerintah Provinsi Papua Barat, dengan ini kami

(1) RPJMD Provinsi Papua Barat Tahun 2017-2022 merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode 5 (lima) tahunan yang merupakan penjabaran dari visi,

bahwa wilayah Papua Barat yang cukup luas, yang hingga saat ini sebagian besar masyarakat belum terpenuhi kebutuhan informasi terutama informasi pandang dengar

 Aliran produksi pertanian dan industri pengolahan hasil pertanian, hal ini terkait dengan wilayah Bogor Barat dipandang sebagai wilayah

PENILAIAN HASIL PELATIHAN GURU MIPA PROVINSI PAPUA BARAT TANGGAL 11-15 Januari 2010..

memberikan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dalam membangun infrastruktur dasar wilayah, yang meliputi prasarana jalan dan jembatan