REVIEW JURNAL PENELITIAN Objek : Erigo (Merek Pakaian)
Disusun Oleh :
Ahmad Dzulfikar Alfaruqi (202010160311702)
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2023
JURNAL INDONESIA
NAMA PENELITI
DAN TAHUN
JUDUL PENELITIA
N
LATAR BELAKANG
TUJUAN PENELITIA
N
VARIABEL
PENELITIAN ALAT ANALISIS HASIL PENELITIAN
1. Tio, P., Khasanah, I.
(2016)
Pengaruh Citra Merek, Kualitas Produk, Desain Produk, Dan Persepsi Harga Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Produk Merek Vicious Colony Di Werehouse Store, Banjarmasin.
Industri kreatif semakin meningkat di Indonesia salah satunya adalah sandang, melalui industri kreatif
dikembangkan sehingga saat ini sandang tidak hanya sekedar menjadi kebutuhan pokok belaka namun juga menjadi gaya hidup, melalui busana yang dikenakan seseorang dapat menunjukkan jati dirinya dan tampil lebih menarik.
Kelebihan dari distro adalah konsep dan value dari produknya, desain yang fresh, up to
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh citra merek, kualitas produk, desain produk, dan persepsi harga terhadap minat beli konsumen.
1. Citra Merek 2. Kualitas
Produk 3. Desain
Produk 4. Persepsi
Harga 5. Minat Beli
Analisis Regresi Berganda 1. Uji Koefisien Determinasi
KD : Nilai
Koefisien determinan R2 : Nilai koefisien korelasi Rumus : R2 = R2 x 100%
2. Uji Regresi Linear Berganda Y = Minat Beli
a = Konstanta
b = Angka arah atau koefisien regresi
X1 = Citra Merek X2 = Kualitas Produk X3 = Desain Produk X4 = Persepsi Harga e = standar error Rumus : Y
=�+�1�1+�2�2+�3�3+�4�4+�
3. Uji t
1. Uji Koefisien Determinasi R2 : 0,788 atau 78,8%
Y : 21,2%
2. Uji Regresi Linear Berganda
Minat Beli = �+0,299×Citra Merek+0,232×
Kualitas Produk+0,276×Desain Produk+0,193×
Persepsi Harga+ε
Dengan demikian, dari koefisien regresi, kita dapat menyimpulkan bahwa citra merek, kualitas produk, desain produk, dan persepsi harga secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap minat beli. Oleh karena itu, perusahaan dapat meningkatkan minat beli konsumen dengan fokus pada peningkatan citra merek, kualitas produk, dan desain produk, serta manajemen yang bijak terhadap persepsi harga.
3. Uji t
a) Variabel X1 (Citra Merek)
t hitung = 3,225
t tabel = 1,9850
Karena thitung>ttabel, maka hipotesis nol (H0 ) ditolak, dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian, citra merek memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap minat beli.
b) Variabel X2 (Kualitas Produk):
t hitung = 2,763
date, serta sesuai dengan hobi maupun komunitas dari pembelinya.
Sedangkan kekurangannya yaitu dari segi penjualan vicious colony mengalami penurunan di bulan januari sampai agustus.
hal ini tentunya menjadi masalah dan perlu mendapat perhatian serta akan menjadi menarik untuk diteliti.
t tabel = 1,9850
Karena thitung>ttabel, maka hipotesis nol (H0 ) ditolak, dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian, kualitas produk memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap minat beli.
c) Variabel X3 (Desain Produk):
t hitung = 3,772
t tabel = 1,9850
Karena thitung>ttabel, maka hipotesis nol (H0 ) ditolak, dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian, desain produk memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap minat beli.
d) Variabel X4 (Persepsi Harga):
t hitung = 2,515
t tabel = 1,9850
Karena thitung>ttabel, maka hipotesis nol (H0 ) ditolak, dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian, persepsi harga memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap minat beli.
Kesimpulan :
dapat disimpulkan bahwa citra merek, kualitas produk, desain produk, dan persepsi harga secara signifikan dan positif mempengaruhi minat beli konsumen.
2. Sauqi, A., Wahono, B., Khalikussabir .
(2022)
Pengaruh Digital Marketing, Kualitas Produk, Harga Terhadap Minat Beli Produk
Bersama dengan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan teknologi, dunia bisnis
mengalami perkembangan
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak kualitas produk, harga, dan pemasaran
1. Digital Marketing 2. Kualitas
Produk 3. Harga 4. Minat Beli
1. Uji Koefisien Determinasi KD : Nilai
Koefisien determinan R2 : Nilai koefisien korelasi Rumus : R2 = R2 x 100%
2. Uji F
1. Uji Koefisien Determinasi R2 : 0,683 atau 68,3%
Y : 31,7%
2. Uji F
Roughneck 1991 (Studi Kasus Pada Mahasiswa FEB Unisma Angkatan 2019)
pesat dengan munculnya berbagai perusahaan yang berusaha menciptakan produk dan kualitas yang ditawarkan dengan harga yang kompetitif, yang merupakan produsen potensial untuk dipertimbangka n dalam keputusan pembelian konsumen.
Berdasarkan latar belakang tang diuraikan sebelumnya, peneliti memilih untuk
mempelajari masalah
“Pengaruh digital marketing, kualitas produk, harga terhadap minat beli produk Roughneck 1991(Studi Kasus Pada Mahasiswa FEB Unisma
digital terhadap minat konsumen dalam pembelian produk Roughneck 1991.
3. Uji t
Ha sil uji F yang didapat yaitu jika skor Sig. ialah 0,000 < 0,05. artinya terdapat pengaruh antara variabel bebas (Digital Marketing, Kualitas Produk, Harga) terhadap variabel terikat (Minat Beli) secara simultan serta bersama-sama.
3. Uji t
a) Digital Marketing (X1)
Pada variabel Digital Marketing diketahui ialah skor signifikan ialah 0,008 artinya lebih kecil serta 0,05. jika H2 diterima serta terdapat pengaruh positif signifikan antara Digital Marketing terhadap Minat Beli b) Kualitas Produk (X2)
Pada variabel Kualitas Produk diketahui ialah skor signifikan ialah 0,000 artinya lebih kecil serta 0,05. jika H3 diterima serta terdapat mempengaruhi positif signifikan antara Kualitas Produk terhadap Minat Beli.
c) Harga (X3)
Pada variabel Harga diketahui ialah skor signifikan ialah 0,000 artinya lebih kecil dari 0,05. jika H4 diterima serta terdapat pengaruh positif signifikan antara Harga terhadap Minat Beli.
Kesimpulan:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran digital, kualitas produk, dan harga memiliki pengaruh signifikan terhadap niat pembelian produk
Angkatan 2019)”.
Roughneck 1991.
3 Irvanto, O., Sujana.
(2020)
Pengaruh Desain Produk, Pengetahuan Produk, Dan Kesadaran Merek Terhadap Minat Beli Produk Eiger (Survey Persepsi Komunitas Pecinta Alam di Kota Bogor)
Persaingan dagang antar perusahaan semakin hari semakin ketat, seiring bertambahnya kebutuhan konsumen akan suatu produk.
Dari banyaknya brand outdoor yang ada di Indonesia, Eiger menjadi salah satu brand yang sangat
digandrungi oleh masyarakat.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah di uraikan, identifikasi masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
Konsumen hanya mengetahui Desain produk unggulan yang di keluarkan oleh Eiger, konsumen tidak
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh desain produk, pengetahuan produk, dan kesadaran merek terhadap minat beli konsumen pada produk Eiger.
1. Desain Produk 2. Pengetahuan
Produk 3. Kesadaran
Merek 4. Minat Beli
1. Structural Equation Modeling (SEM).
Model struktural dalam analisis structural equation modelling (SEM) secara full model dapat dinyatakan dengan persamaan struktural sebagai berikut:
η=Λξ+ζ
di mana:
η = vektor variabel laten endogen (variabel terikat).
Λ = matriks beban faktor yang menghubungkan variabel laten eksogen (variabel bebas) dengan variabel laten endogen.
ξ = vektor variabel laten eksogen (variabel bebas).
ζ = vektor kesalahan pengukuran untuk variabel laten endogen.
2. Secara matematik, persamaan awal dari Hubungan Desain Produk, Pengetahuan Produk, dan Kesadaran Merek Terhadap Minat Beli dirumuskan sebagai
n1 = �1�1 +�2�2 +�3�3 +�1
1. Hasil Uji Full Model Structural Equation Modelling (SEM)
2. Persamaan awal dari Hubungan Desain Produk, Pengetahuan Produk, dan Kesadaran Merek Terhadap Minat Beli
Persamaan yang diperoleh: MB = 0.47*DP + 0.98*PP + 0.90*KM, Errorvar.= 1.05 , R² = 0.82 C.R = 16.40 7.057 28.80
Pengaruh Variabel Terhadap Minat Beli:
Desain Produk (X1): Memiliki pengaruh sebesar 47% terhadap Minat Beli.
Pengetahuan Produk (X2): Mempunyai pengaruh sebesar 98% terhadap Minat Beli.
Kesadaran Merek (X3): Mempunyai pengaruh sebesar 90% terhadap Minat Beli.
Kontribusi Kontribusi Bersama Variabel Terhadap Minat Beli:
Desain Produk, Pengetahuan
mengetahui karakteristik keunggulan prdouk Eiger dibandingkan dengan produk serupa lainnya, Masih banyak konsumen yang beranggapan bahwa brand Eiger hanyalah Brand outdoor, Kurangnya pengetahuan konsumen terkait Desain Produk, jenis produk dan Kesadaran Merek Eiger
3. Uji Koefisien Determinasi KD : Nilai
Koefisien determinan R2 : Nilai koefisien korelasi Rumus : R2 = R2 x 100%
Produk, dan Kesadaran Merek secara bersama-sama dapat menjelaskan 82% variabilitas Minat Beli.
Sisanya, sekitar 18%, dapat diatributkan pada faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
3. Uji Koefisien Determinasi R2 : 82,2 %
Kesimpulan:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain produk, pengetahuan produk, dan kesadaran merek memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen terhadap produk Eiger.
4 Prasetyo, M., Hasyim.
(2022)
Pengaruh Kualitas Produk, Harga Dan
Kepercayaan Terhadap Minat Beli Produk Fashion Secara Online
Menurut Japarianto dan Adelia (2020) Teknologi yang semakin berkembang menyebabkan perdagangan semakin tidak terbatas waktu dan tempat, jika dahulu
perdagangan hanya dapat dilakukan melalui
pertemuan tatap muka, kini
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kualitas produk, harga dan
kepercayaan terhadap minat beli produk Fashion secara Online dan mengetahui besarnya pengaruh tiap variabel baik
1. Kualitas Produk 2. Harga 3. Kepercayaa
n
4. Minat Beli
Analisis Regresi Linear Berganda 1. Analisis Regresi Linear
Berganda Y = Minat Beli a = Konstanta
b = Angka arah atau koefisien regresi
X1 = Kualitas Produk X2 = Harga
X3 = Kepercayaan e = standar error Rumus : Y
=�+�1�1+�2�2+�3�3+�4�4+�
2. Uji F
1. Analisis Regresi Linear Beganda Y=5,428+ 0,260X1+0,393X2+0,057X3+e
Nilai Konstanta (a): Nilai positif sebesar 5,428 menunjukkan adanya pengaruh positif pada variabel kualitas produk (KP), harga (H), dan kepercayaan (K) terhadap minat beli.
Koefisien Kualitas Produk (KP): Nilai koefisien sebesar 0,260 menunjukkan bahwa variabel kualitas produk memiliki pengaruh positif terhadap minat beli.
Koefisien Harga (H): Nilai koefisien sebesar 0,393 menunjukkan bahwa variabel harga memiliki pengaruh positif terhadap minat beli.
Koefisien Kepercayaan (K): Nilai koefisien sebesar 0,057 menunjukkan bahwa variabel kepercayaan memiliki pengaruh positif terhadap minat beli.
melalui adanya jaringan internet perdagangan dapat dilakukan tanpa perlu bertatap muka seperti puluhan tahun silam.
Pertumbuhan jumlah pengguna internet yang semakin pesat dapat menjadi sebuah pasar yang potensial untuk dimasuki para pebisnis, karena itu semakin banyak orang yang memanfaatkan internet sebagai media
pemasaran dan bisnis.
secara simultan maupun parsial.
3. Uji t
4. Uji Determinarsi R2 KD : Nilai
Koefisien determinan R2 : Nilai koefisien korelasi Rumus : R2 = R2 x 100%
2. Uji F
Nilai F hitung yang lebih besar dari F tabel (12.594 > 2.70) atau nilai signifikan (sig) sebesar 0.000 < 0.05 mendukung hipotesis bahwa variabel bebas secara kolektif berpengaruh pada variabel terikat. Uji F menunjukkan bahwa secara bersama-sama, variabel bebas (Kualitas Produk, Harga, Kepercayaan) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat yaitu minat beli.
3. Uji t
Kualitas Produk (X1)
Hasil uji menunjukkan bahwa variabel kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap minat beli, dengan nilai signifikan (sig) sebesar 0.008 <
0.05. Hal ini dikonfirmasi oleh perbandingan nilai thitung yang lebih besar dari ttabel (2.690 >
1.98498).
Harga (X2)
Terdapat pengaruh signifikan variabel harga terhadap minat beli, dengan nilai signifikan (sig) sebesar 0.008 < 0.05. Penegasan ini diperkuat oleh perbandingan nilai thitung yang lebih besar dari ttabel (2.692 > 1.98498).
Kepercayaan (X3)
Hasil uji menunjukkan bahwa variabel kepercayaan tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli, dengan nilai signifikan (sig) sebesar 0.573 > 0.05. Perbandingan nilai thitung yang lebih kecil dari ttabel (0.565 < 1.98498) mengindikasikan ketidaksignifikan.
4. Uji Determinarsi R2 R2 : 0,282 atau 28,2%
Y : 72,8%
Kesimpulan :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kualitas produk dan harga berpengaruh signifikan
terhadap minat beli Fashion secara Online, variabel kepercayaan tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli Fashion secara Online. hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa variabel kualitas produk, harga, dan kepercayaan secara Bersama sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli Fashion secara Online.
5 Mahendra,R.
(2021) Pengaruh
Kualitas Produk, Online Marketing, Electronic Word Of Mouth, Dan Harga Terhadap Minat Beli Produk Fellas.Co
Pemasaran merupakan suatu bagian penting dari strategi perusahaan, hal ini membuat berkembangnya sektor informasi dan teknologi untuk strategi memasarkan produk.
fellas.co harus lebih
memperhatikan kualitas produk untuk menarik minat beli oleh pelanggan namun juga memperhatikan aspek harga pasar dengan harga jual agar pelanggan dapat membeli produk FELLAS.CO karena produk yang berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan
menganalisis 1). Pengaruh Kualitas Produk terhadap Minat Beli, 2).
Pengaruh Online Marketing terhadap Minat Beli, 3).
Pengaruh Electronic Word Of Mouth terhadap Minat Beli, 4).
Pengaruh Harga
terhadap Minat Beli.
1. Kualitas Produk 2. Online
Marketing 3. Electronic
Word Of Mouth 4. Harga 5. Minat Beli
Analisis Regresi Linear Berganda 1. Analisis Regresi Linear
Berganda Y = Minat Beli a = Konstanta
b = Angka arah atau koefisien regresi
X1 = Kualitas Produk X2 = Online Marketing
X3 = Electronic Word Of Mouth X4 = Harga
e = standar error Rumus : Y
=�+�1�1+�2�2+�3�3+�4�4+�
2. Uji T
1. Analisis Regresi Linear Berganda
Dari tebel tersebut dapat disimpulkan bahwa koefisien variabel kualitas produk, online marketing, electronic word of mouth memiliki pengaruh terhadap variabel minat beli.
2. Uji t
Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Minat Beli:
Persamaan Uji t: = 0,000 < 0,05 Sig.= 0,000
< 0,05.
Variabel Kualitas Produk berpengaruh secara signifikan terhadap Minat Beli. Nilai t hitung positif menunjukkan pengaruh positif searah.
Pengaruh Online Marketing Terhadap Minat Beli:
Persamaan Uji t: = 0,039 <0,05 Sig.= 0,039
<0,05
Variabel Online Marketing berpengaruh
Dalam hal ini ada beberapa yang harus diperhatikan untuk menarik minat beli yaitu Kualitas Produk, Online Marketing, Electronic Word Of Mouth, Dan Harga.
secara signifikan terhadap Minat Beli. Nilai t hitung positif menunjukkan pengaruh positif searah.
Pengaruh Electronic Word of Mouth Terhadap Minat Beli:
Persamaan Uji t: = 0,003 < 0,05 Sig. = 0,003
< 0,05
Variabel Electronic Word of Mouth berpengaruh secara signifikan terhadap Minat Beli. Nilai t hitung positif menunjukkan pengaruh positif searah.
Pengaruh Harga Terhadap Minat Beli:
Persamaan Uji t:.=0,000 < 0,05 Sig. = 0,000
< 0,05
Variabel Harga berpengaruh secara signifikan terhadap Minat Beli. Nilai t hitung positif menunjukkan pengaruh positif searah.
Kesimpulan:
Dengan demikian, dari keseluruhan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa Kualitas Produk, Online Marketing, Electronic Word of Mouth, dan Harga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Minat Beli.
6 Sinaga, G.
(2024) Pengaruh Citra Merek, Kesesuaian Diri Dan Persepsi Kualitas Terhadap Niat Beli
Konsumen Pada Baju Merek Lokal
Kemajuan pesat sektor fashion ini ditandai dengan
banyaknya baju brand lokal yang ikut meramaikan pasar fashion dengan kelebihan dan keunikan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra merek, kesesuaian diri dan persepsi kualitas terhadap niat beli konsumen pada baju
1. Citra Merek 2. Kesesuaian
diri 3. Persepsi
Kualitas 4. Minat Beli
Analisis Regresi Linear Berganda 1. Analisis Regresi Linear
Berganda Y = Minat Beli a = Konstanta
b = Angka arah atau koefisien regresi
X1 = Citra Merek X2 = Kesesuaian Diri X3 = Persepsi Kualitas e = standar error
1. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Dapat disimpulkan hasil uji analisis regresi linear berganda yaitu bahwa variabel Citra merek berpengaruh positif terhadap niat beli konsumen, artinya jika citra merek ditingkatkan maka niat beli konsumen juga akan meningkat.
Kesesuaian diri berpengaruh positif terhadap niat beli konsumen, artinya jika kesesuaian diri ditingkatkan maka niat beli konsumen juga akan meningkat.
Persepsi kualitas berpengaruh positif terhadap niat beli konsumen, artinya jika persepsi kualitas
masing- masing dari brand yang ditawarkan kepada konsumen.
Penelitian ini dilakukan pada beberapa baju merek lokal di Indonesia.
Peneliti memilih merek Erigo, Roughneck dan Shinning Bright sebagai objek penelitian, karena ketiga baju merek lokal tersebut termasuk dalam baju merek lokal paling diminati konsumen pada tahun 2022 versi idntimes.com.
Selanjutnya, baju merek lokal Erigo akhir-akhir ini menjadi bahan perbincangan khalayak ramai karena berhasil menembus pasar
Internasional.
Erigo menjadi brand yang
merek lokal. Rumus : Y
=�+�1�1+�2�2+�3�3+�
ditingkatkan maka niat beli konsumen juga akan meningkat.
Citra merek, kesesuaian diri dan persepsi kualitas secara bersama-sama berpengaruh terhadap niat beli konsumen, artinya jika citra merek, kesesuaian diri dan persepsi kualitas ditingkatkan secara bersama-sama maka niat beli konsumen juga akan meningkat.
mewakili Indonesia dalam ajang peragaan busana terbesar di New York Fashion Week 7 Yupitasari,
M., Asiyah S., Rizal., M.
Pengaruh Desain Produk, Viral Marketing Dan Endorsement Terhadap Minat Beli Produk Geoff Max (Studi Kasus Pada Masyarakat Kota Malang)
Perkembangan fashion saat ini sangatlah pesat, mengingat zaman semakin modern dengan era digital yang melaju pesat perkembangan fashionpun dengan
mudahnya dapat di jamah oleh masyarakat.
Digitalisasi menciptakan beberapa manfaat pada industri fashion seperti dengan mudah melakukan branding maupun membuat maju industri fashion itu sendiri.
Konsumen memilki dua pilihan yakni memilih produk
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Desain Produk, Viral Marketing dan Endorsement Terhadap Minat Beli Produk Geoff Max (Studi Kasus Pada Masyarakat Kota Malang).
1. Desain Produk 2. Viral
Marketing 3. Endorsment 4. Minat Beli
Analisis Regresi Linear Berganda 1. Analisis Regresi Linear
Berganda Y = Minat Beli a = Konstanta
b = Angka arah atau koefisien regresi
X1 = Desain Produk X2 = Viral Marketing X3 = Endorsment e = standar error Rumus : Y
=�+�1�1+�2�2+�3�3+�
2. Uji F
3. Uji t
4. Uji Determinarsi R2 KD : Nilai
Koefisien determinan
1. Analisis Regresi Linear Berganda
Y = -1.211 - 0.076 X1 + 0.375 X2 + 0.569 X3 α = Nilai konstanta sebesar -1.211 memiliki arti bahwa jika desain produk, viral marketing dan endorsement bernilai 0 sehingga minat beli produk Geoff Max menurun sebesar -1.211.
β1 = Nilai koefisien regresi desain produk sebesar -0.076 (negatif) menyatakan apabila desain produk menurun maka minat beli produk Geoff Max akan menurun sebesar -0.076 dengan asumsi variabel viral marketing dan endorsement dianggap konstan.
β2 = Nilai koefisien regresi viral marketing sebesar 0.375 (positif) menyatakan apabila viral marketing meningkat maka minat beli produk Geoff Max akan meningkat sebesar 0.375 dengan asumsi variabel desain produk dan endorsement dianggap konstan.
β3 = Nilai koefisien regresi endorsement sebesar 0.569 (positif) menyatakan apabila endorsement meningkat maka minat beli produk Geof Max akan meningkat sebesar 0.569 dengan asumsi variabel desain produk dan viral marketingt dianggap konstan.
2. Uji F
Hasil Uji F dapat diketahui nilai signifikan sebesar 0.000 < 0,05. Dengan demikian variabel desain produk (X1), variabel viral marketing (X2) dan variabel endorsement (X3) secara simultan berpengaruh terhadap variabel minat beli (Y).
3. Uji t
Variabel desain produk memiliki nilai signifikasi sebesar 0.049 < 0,05 maka desain produk
luar negeri maupun produk lokal atau dalam negeri. Namun sayangnya minat beli konsumen masih banyak yang lebih suka membeli produk luar negeri daripada produk lokal.
Berdasarkan latar belakang di atas maka dilakukan penelitian dengan judul tersebut.
R2 : Nilai koefisien korelasi Rumus : R2 = R2 x 100%
berpengaruh terhadap minat beli.
Variabel viral marketing memiliki nilai signifikasi sebesar 0.000 < 0,05 maka viral marketing berpengaruh terhadap minat beli.
Variabel endorsement memiliki nilai signifikasi sebesar 0.000 < 0,05 maka endorsement berpengaruh terhadap minat beli.
4. Koefisien Determinasi (R2) R2 : 0,909 atau 90,9%
Y : 9,1%
Kesimpulan :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan desain produk, pemasaran viral, dan endorsement memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Secara parsial, desain produk, pemasaran viral, dan endorsement masing-masing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli.
8 Diputra, T., Setyanto, E., Zulfahmi, A.
(2023)
Pengaruh Brand Ambassador Dan Desain Produk Terhadap Minat Beli Produk Erigo (Survey Pada Followers Instagram
@Erigostore)
Salah satu sektor bisnis yang mengalami persaingan ketat yaitu sektor bisnis fashion.
Dikarenakan banyak dan beragamnya perusahaan fashion yang berkembang, baik perusahaan fashion asing maupun perusahaan fashion lokal.
minat brand fashion lokal di
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh brand ambassador dan desain produk terhadap minat beli produk fashion Erigo.
1. Brand Ambassador 2. Desain
Produk 3. Minat Beli
Analisis Regresi Linear Berganda 1. Analisis Regresi Linear
Berganda Y = Minat Beli a = Konstanta
b = Angka arah atau koefisien regresi
X1 = Brand Ambassador X2 = Desain Produk e = standar error
Rumus : Y =�+�1�1+�2�2+�
2. Uji t
1. Analisis Regresi Linear Berganda Y = 12.384 + 0,216X1 + 0,328X2
nilai unstandardized coefficients pada bagian B didapatkan nilai B1 untuk variabel brand ambassador 0,216 dan nilai B2 untuk variabel desain produk 0,328 dan nilai konstanta sebesar (a) 12.384.
2. Uji t
Brand Ambassador (X1)
Diketahui bahwa nilai t hitung > t tabel untuk variabel Brand Ambassador, dan nilai signifikansi
< 0,05. Oleh karena itu, H01 ditolak dan Ha1 diterima. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa variabel Brand Ambassador memiliki pengaruh signifikan terhadap Minat Beli produk Erigo.
Desain Produk (X2)
Diketahui bahwa nilai t hitung > t tabel untuk
Indonesia yaitu Erigo memiliki jumlah rata-rata minat yang tinggi dibandingkan dengan brand- brand lokal lainnya. Hal ini dapat
disimpulkan bahwa produk Erigo
merupakan produk yang disukai / diminati oleh masyarakat Indonesia. Pada saat itu Sadad menciptakan produk dengan konsep dan desain batik kasual. Namun seiring berjalan waktu produk tersebut sepi peminat karena adanya perkembangan trend fashion yang berubah dengan cepat.
Oleh karena itu, pada tahun 2015 Sadad mulai melakukan branding ulang
3. Uji F
4. Uji Determinarsi R2 KD : Nilai
Koefisien determinan R2 : Nilai koefisien korelasi Rumus : R2 = R2 x 100%
variabel Desain produk, dan nilai signifikansi <
0,05. Oleh karena itu, H02 ditolak dan Ha2 diterima. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa variabel Desain produk memiliki pengaruh signifikan terhadap Minat Beli produk Erigo.
3. Uji F
Hipotesis diterima jika pada uji secara simultan (uji f) nilai f hitung > f tabel dan nilai signifikansi
< 0,05. Kesimpulan dari Uji F yang dilakukan, dapat diketahui bahwa Variabel Brand Ambassador dan Desain Produk secara bersama- sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli.
4. Koefisien Determinasi (R2) R2 : 0,594 atau 59,40%
Y : 40,60%
Kesimpulan :
Dari perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa variabel brand ambassador, desain produk berpengaruh signifikan terhadap minat beli
pada produknya dengan konsep produk street style dan travelling 9 Hidayat, Y.,
Yoestini.
(2023)
Pengaruh Brand Image Dan Online Customer Review Terhadap Minat Beli Produk Erigo (Studi Pada Generasi Z Kota Semarang)
Perkembangan era digital yang maju dan masih mempengaruhi kehidupan manusia di berbagai sector, salah satunya adalah sektor bisnis. Brand Erigo memiliki promosi yang baik dengan segmentasi pasar yang baik, soft selling, serta ada juga yang melibatkan Influencer (Celebrity Endorser). Hal ini dikarenakan brand Erigo mem iliki branding yang baik dalam sisi unique, value, price, dan influence. Maka dari itu, responden tertarik untuk menggunakan brand tersebut.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji apakah Citra Merek dan Ulasan Pelanggan Online secara simultan memengaruhi minat beli produk Erigo.
1. Brand Image 2. Online
Customer Review 3. Minat Beli
Analisis Regresi Linear Berganda 1. Analisis Regresi Linear
Berganda Y = Minat Beli a = Konstanta
b = Angka arah atau koefisien regresi
X1 = Brand Image
X2 = Online Customer Review e = standar error
Rumus : Y =�+�1�1+�2�2++�
2. Uji t
3. Uji Determinarsi R2 KD : Nilai
Koefisien determinan R2 : Nilai koefisien korelasi Rumus : R2 = R2 x 100%
1. Analisis Regresi Linear Berganda
Y=3,156+(0,209×X1)+(0,331×X2)
Koefisien konstanta (a) menunjukkan bahwa jika nilai dari kedua variabel independen (X1 dan X2) adalah nol, maka nilai niat beli (Y) akan menjadi sebesar 3,156.
Koefisien b1 (brand image) dan b2 (online customer review) menunjukkan seberapa besar pengaruh masing-masing variabel independen terhadap niat beli. Dalam hal ini, brand image (X1) memiliki pengaruh sebesar 0,209 dan online customer review (X2) memiliki pengaruh sebesar 0,331.
2. Uji T
Variabel Brand Image memiliki nilai signifikan <
0,05 dengan nilai t hitung 2,408 > t tabel 1,97838 sehingga H1 diterima. Ini berarti Brand Image berpengaruh positif signifikan terhadap Minat Beli.
Variabel Online Customer Review memiliki nilai signifikan < 0,05 dengan nilai t hitung 5,425 > t tabel 1,97838 sehingga H2 diterima. Ini berarti Online Customer Review berpengaruh positif signifikan terhadap Minat Beli.
Meskipun Brand Image dan Online Customer Review (OCR) mempunyai peran penting dalam proses minat beli konsumen, akan tetapi pada kenyataannya Brand Image dan Online Customer Review (OCR) juga mengalami kontradiktif, seperti pada penelitian yang dilakukan oleh Lapian &
Mandagie (2018) yang mengatakan bah wa Brand Image memiliki pengaruh negatif terhadap minat beli.
3. Koefisien Determinasi (R2) R2 : 0,331 atau 33,1%
Y : 68,7%
Kesimpulan :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek dan online customer review berpengaruh positif
signifikan terhadap niat pembelian produk Erigo.
1 0
Andarista, F., Hariyani, D., Fauzi, R.
(2022)
Pengaruh Brand Ambassador Dan Promosi Terhadap Minat Beli Brand Erigo Melalui Brand Image Sebagai
Perkembangan fashion khususnya di Indonesia telah mengalami peningkatan yang tinggi dengan menggunakan
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Brand Ambassador dan Promosi terhadap Minat
1. Brand Ambassador 2. Promosi 3. Minat Beli 4. Brand
Image
Analisys Jalur (Path Analysis) 1. Uji t Persamaan 1
2. Uji t Persamaan 2
� = 𝒑𝑨𝒑� : 𝑺𝒑𝑨𝒑�
� = Nilai uji t.
𝒑𝑨: Rata-rata kelompok A.
𝒑� : Rata-rata kelompok B. Ini adalah nilai rata-rata dari
1. Hasil Uji t Persamaan 1
Variabel Intervening
kreativitas dan inovasi para desainer muda, meskipun dahulu produk luar negeri dikenal lebih banyak menarik minat
konsumen. Hal ini
mengakibatkan menurunnya minat terhadap produk dalam negeri dan akibatnya membuat masyarakat beranggapan bahwa merek asing memiliki kualitas dan desain yang lebih baik daripada produk dalam negeri.
Faktor ini menyebabkan pasar fesyen dalam negeri mengalami keterpurukan.
Saat ini produk lokal diketahui melejit dibandingkan sebelumnya karena
Beli Brand Erigo melalui Brand Image Sebagai Variabel Intervening.
kelompok kedua yang diukur atau diamati.
𝑺𝒑𝑨𝒑� : Standar deviasi gabungan.
Pengaruh Brand Ambassador (X1) terhadap Brand Image (Z):
Hasil uji t-test menunjukkan bahwa t-hitung sebesar 5,435 > t-tabel sebesar 1,966 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti variabel Brand Ambassador memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Image.
Pengaruh Promosi (X2) terhadap Brand Image (Z):
Hasil uji t-test menunjukkan bahwa t-hitung sebesar 18,117 > t-tabel sebesar 1,966 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti variabel Promosi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Image.
2. Hasil Uji t Persamaan 2
Pengaruh Brand Ambassador (X1) terhadap Minat Beli (Y):
Brand Ambassador memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli:
Hasil t-test menunjukkan t-hitung sebesar 4,487 >
t-tabel sebesar 1,966 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, menunjukkan bahwa Brand Ambassador memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli pada Brand Erigo.
Pengaruh Promosi (X2) terhadap Minat Beli (Y):
Promosi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli:
munculnya gerakan localpride yang diciptakan oleh pengusaha lokal Indonesia.
Hasil t-test menunjukkan t-hitung sebesar 20,612
> t-tabel sebesar 1,966 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, menunjukkan bahwa Promosi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli.
Pengaruh Brand Image (Z) terhadap Minat Beli (Y):
Brand Image memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli:
Hasil t-test menunjukkan t-hitung sebesar 4,525 >
t-tabel sebesar 1,966 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, menunjukkan bahwa Brand Image memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli.
Pengaruh Brand Ambassador (X1) terhadap Minat Beli (Y) melalui Brand Image (Z) sebagai variabel intervening:
t = 𝑝𝐴𝑝� : 𝑆𝑝𝐴𝑝� = 𝑝2 x 𝑝5 : 𝑆𝑝2𝑝5 = 0,202 x 0,158 : 0,001188277 = 26,8590
Brand Image dapat memediasi pengaruh Brand Ambassador terhadap Minat Beli:
Dengan menggunakan Sobel Test, diperoleh t- hitung = 26,8590 > t-tabel dengan tingkat signifikansi 0,05, menunjukkan bahwa Brand Image dapat memediasi pengaruh Brand Ambassador terhadap Minat Beli.
Pengaruh Promosi (X2) terhadap Minat Beli (Y) melalui Brand Image (Z) sebagai variabel intervening:
t = 𝒑𝑨𝒑� : 𝑺𝒑𝑨𝒑� = 𝒑4 X 𝒑5 : 𝑺𝒑4𝒑5 = (0,710) x (0,158) : 0,040618449 = 2,7612
Brand Image dapat memediasi pengaruh Promosi terhadap Minat Beli:
Dengan menggunakan Sobel Test, diperoleh t- hitung = 2,7612 > t-tabel dengan tingkat signifikansi 0,05, menunjukkan bahwa Brand
Image dapat memediasi pengaruh Promosi terhadap Minat Beli.
Kesimpulan :
hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand Ambassador, Promosi, dan Brand Image memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli pada Brand Erigo. Selain itu, Brand Image juga berperan sebagai variabel intervening yang
memediasi pengaruh Brand Ambassador dan Promosi terhadap Minat Beli.
JURNAL INTERNATIONAL
NAMA PENELITI DAN TAHUN
JUDUL
PENELITIAN LATAR
BELAKANG TUJUAN
PENELITIAN VARIABEL
PENELITIAN ALAT ANALISIS HASIL PENELITIAN
1. Wibowo, B., Riyadi., Saptianing., Wahyuningrum.
, (2023)
The Influence Of Influencer Endorsement And Brand Image On Purchasing Intentions Gen Y And Z
Pandemi Covid- 19 telah berdampak pada berbagai sektor industri, khususnya industri fashion, yang
mengakibatkan penutupan sejumlah outlet fashion. Erigo, salah satu merek fashion lokal terkemuka di Indonesia, berhasil
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh influencer endorsement (X1) dan brand image (X2) terhadap niat beli (Y) pada konsumen generasi Y dan Z produk Erigo di Kota Semarang.
1. Influencer Endorsment 2. Brand Image 3. Purchasing
Intentions
Analisis Regresi Linear Berganda 1. Analisis Regresi Linear
Berganda
Y = Purchasing Intentions a = Konstanta
b = Angka arah atau koefisien regresi
X1 = Influencer Endorsment X2 = Brand Image
e = standar error
Rumus : Y =�+�1�1+�2�2+�
2. Uji F
1. Analisis Regresi Linear Berganda Y = 0,583 + 0,306X1 + 0,746X2 Konstanta sebesar 0,583 berarti jika variabel influencer endorsement (X1) dan brand image (X2) sama dengan nol, maka variabel purchase intention (Y) adalah 0,583.
Koefisien regresi variabel influencer endorsement (X1) adalah positif sebesar 0,306, yang berarti setiap kenaikan satu unit pada variabel influencer endorsement (X1) akan berdampak pada peningkatan purchase intention (Y) sebesar 0,306.
Koefisien regresi variabel brand image (X2) adalah positif sebesar 0,746, yang berarti setiap kenaikan satu unit pada
mencatat peningkatan penjualan lebih dari 10 kali lipat selama tahun 2020
dibandingkan tahun sebelumnya.
Keberhasilan Erigo ini tidak lepas dari dukungan marketplace setelah bergabung dengan ekosistem platform e- commerce dan menjadi merek terlaris. Data pencarian produk Erigo di Google Trends mengalami peningkatan selama pandemi, dengan puncaknya pada kuartal kedua tahun 2021 pada bulan Mei, kemudian mengalami penurunan dan cenderung fluktuatif. Data
3. Uji T
4. Uji Determinarsi R2 KD : Nilai
Koefisien determinan R2 : Nilai koefisien korelasi Rumus : R2 = R2 x 100%
variabel brand image (X2) akan berdampak pada peningkatan purchase intention (Y) sebesar 0,746.
2. Uji F
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai F yang dihitung adalah 510,789 >
Ftabel 3,09. Variabel Terikat: analisis regresi berganda dapat disusun sebagai persamaan regresi: (N1 = 2, N2 = 97) dengan tingkat signifikansi 0,000 <
0,005. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa variabel influencer endorsement dan brand image secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap niat pembelian produk Erigo.
3. Uji T
Pengaruh Endorsement (X1) terhadap Niat Pembelian (Y)
Hasil t-test menunjukkan t hitung 5,645
> t tabel 1,98472, signifikan 0,000 <
0,05.
Kesimpulan: Variabel influencer endorsement berpengaruh signifikan terhadap niat pembelian produk Erigo generasi Y dan Z di Kota Semarang.
Pengaruh Brand Image (X2) terhadap Niat Pembelian (Y)
Hasil t-test menunjukkan t hitung 14,401 > t tabel 1,98472, signifikan 0,000 < 0,05.
Kesimpulan: Variabel brand image berpengaruh signifikan terhadap niat pembelian produk Erigo generasi Y dan
ini
membuktikan bahwa minat konsumen terhadap Erigo tidak stabil.
Z di Kota Semarang.
4. Koefisien Determinasi (R2) R2 : 0,913 atau 91,3%
Y : 8,7%
Kesimpulan :
Jadi, dapat disimpulkan bahwa endorsemen influencer (X1) dan citra merek (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat beli (Y). Variabel yang paling berpengaruh adalah citra merek (X2).
2 Fatimah, S., Bagasworo, W.
(2021)
Analysis Of The Influence Of Global Branding On Purchase Intention Through Per Ceived Product Quality (Study On The
Executive Men's Clothing Products)
Kompetisi global yang cepat, kemudahan masuk dan keluarnya produk dari luar negeri ke Indonesia, dapat menjadi ancaman bagi Indonesia. Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk bersaing dengan produk asing adalah melalui strategi global branding.
Salah satu produk Indonesia yang menggunakan strategi ini
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui minat beli konsumen terhadap produk pria The Executive melalui variabel persepsi kualitas produk.
1. Global Branding 2. Perceived
Product Quality 3. Purchase
Intention
Structural Equation Modeling (SEM)
1. Goodness of Fit (GOF) 2. Analisis Regresi Linear
Berganda
Y = Purchase Intentions a = Konstanta
b = Angka arah atau koefisien regresi
X1 = Global Branding
X2 = Perceived Product Quality e = standar error
Rumus : Y =�+�1�1+�2�2+�
1. Goodness of Fit (GOF)
Berdasarkan Tabel 3, dapat dilihat bahwa tiga ukuran Goodness of Fit (GOF), yaitu CMIN/DF, RMSEA, dan CFI, menunjukkan hasil fit yang baik.
Model secara keseluruhan menunjukkan bahwa data secara umum sesuai dengan model SEM.
2. Analisis Regresi Linear Berganda
Berdasarkan Tabel 4, hasil penelitian menunjukkan bahwa global branding tidak berpengaruh signifikan pada niat
adalah The Executive.
Studi ini berfokus pada niat pembelian konsumen terhadap produk pakaian pria The Executive.
Alasan pemilihan variabel niat pembelian adalah karena peneliti ingin mengetahui sejauh mana penggunaan strategi global branding memengaruhi minat beli konsumen.
pembelian (p-value = 0,752, > 0,05).
Dengan estimasi negatif -0,029, dan nilai rasio kritis -0,316, dapat disimpulkan bahwa hipotesis global branding tidak terbukti berpengaruh pada niat pembelian dan tidak didukung oleh data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa global branding berpengaruh positif pada persepsi kualitas produk (p-value
< 0,5). Dengan estimasi positif sebesar 0,361 dan nilai rasio kritis 3,395, dapat disimpulkan bahwa hipotesis global branding terbukti berpengaruh positif pada persepsi kualitas produk dan didukung oleh data.
Persepsi kualitas produk berpengaruh positif pada niat pembelian (p-value <
0,001) dengan estimasi positif sebesar 0,903 dan nilai rasio kritis 6,722.
Dengan demikian, hipotesis persepsi kualitas produk terbukti berpengaruh positif pada niat pembelian dan didukung oleh data.
Kesimpulan :
Global branding tidak berpengaruh terhadap niat beli. Global branding berpengaruh positif terhadap persepsi kualitas produk. Persepsi kualitas produk berhubungan positif dengan niat beli.
3 Hertina, D., Yutika, I.
(2023)
The Influence of Product Design, Price, and Promotion on Consumer Buying Interest (Case Study on Convection of
Promosi dapat memengaruhi konsumen untuk membeli produk. Alvin Jaya Collection menawarkan produk
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh desain produk, harga, dan promosi terhadap minat beli konsumen
1. Product Design 2. Price 3. Promotion 4. Buying
Interest
Analisis Regresi Linear Berganda 1. Analisis Regresi Linear
Berganda
Y = Buying Interest a = Konstanta
b = Angka arah atau koefisien
1. Analisis Regresi Linear Berganda Y = -0,350 + 0,240 DP + 0,276 HRG + 0,221 PRM
Koefisien regresi desain produk (X1) 0,240, menunjukkan jika desain produk meningkat 1%, minat beli konsumen Alvin Jaya Collection akan naik 0,240.
Koefisien regresi harga (X2) 0,276,
Alvin Jaya Collection in Bandung Regency)
berkualitas baik dengan harga terjangkau.
Desainnya mengikuti tren terkini. Harga dan desain produk menjadi faktor penting bagi konsumen dalam membeli suatu produk.
Penjualan Alvin Jaya Collection mengalami penurunan pada tahun 2019- 2021. Hal ini disebabkan oleh masalah minat beli konsumen.
regresi
X1 = Product Design X2 = Price
X3 = Promotion e = standar error Rumus : Y
=�+�1�1+�2�2+�3�3+�
2. Uji Koefisien Determinasi (R2) KD : Nilai
Koefisien determinan R2 : Nilai koefisien korelasi Rumus : R2 = R2 x 100%
3. Uji F
4. Uji t
artinya kenaikan harga satu unit akan meningkatkan minat beli sebesar 0,276.
Koefisien regresi promosi (X3) 0,221, menunjukkan kenaikan promosi 1%
akan meningkatkan minat beli konsumen sebesar 0,221.
2. Koefisien Determinasi (R2) R2 : 0,604 atau 60,4%
Y : 39,6%
3. Uji F
Nilai Fhitung sebesar 30,976 dengan nilai Sig. sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara Desain Produk, Harga, dan Promosi terhadap Minat Beli
4. Uji t
Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai hitung variabel Desain Produk adalah 1,924 dengan nilai signifikansi sebesar 0,065 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Desain Produk tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Minat Beli.
Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai hitung variabel Harga adalah 2,463 dengan nilai signifikansi sebesar 0,017
< 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Harga memiliki pengaruh signifikan terhadap Minat Beli.
Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai hitung variabel Promosi adalah 2,681 dengan nilai signifikansi sebesar
0,010 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Promosi memiliki pengaruh signifikan terhadap Minat Beli.
Kesimpulan :
Hasil penelitian menyatakan bahwa variabel desain produk secara parsial tidak berpengaruh pada niat beli. Sementara itu, variabel harga dan promosi secara parsial memiliki dampak signifikan pada niat beli.
Variabel desain produk, harga, dan promosi memiliki pengaruh signifikan pada niat beli secara bersamaan.
4 Tsabitah, N., Anggraeni, R., (2021)
The Effect of Brand Image, Brand
Personality and Brand
Awareness on Purchase Intention of Local Fashion Brand
“This Is April”
Industri mode merupakan salah satu sektor dalam ekonomi kreatif. Pada tahun 2019, Kementerian Perindustrian Indonesia mengungkapkan bahwa industri pakaian mencatat nilai ekspor tertinggi.
Oleh karena itu, para pengusaha berlomba-lomba untuk
menciptakan merek-merek fesyen lokal dan mengambil langkah-langkah untuk
menciptakan niat beli.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dampak citra merek, kepribadian merek, dan kesadaran merek terhadap niat beli Merek Fesyen Lokal
"This Is April"
di Kota Malang.
1. Brand Image 2. Brand
Personality 3. Brand
Awareness 4. Purchase
Intention
Analisis Regresi Linear Berganda 1. Uji Regresi Linear Berganda
Y = Purchase Intention a = Konstanta
b = Angka arah atau koefisien regresi
X1 = Brand Image X2 = Brand Personality X3 = Brand Awareness e = standar error Rumus : Y
=�+�1�1+�2�2+�3�3+�
2. Goodness of Fit Test (F Test) F = K ; n – k
F : Besarnya F hitung K : Jumlah variabel bebas n : Jumlah sampel k : Jumlah variabel bebas Rumus :
1. Uji Regresi Linear Berganda
Y = 1,912 - 0,177 X1 + 0,276 X2 + 0,754 X3 + e
Dalam persamaan ini:
Konstanta (a) 1,912 menunjukkan nilai niat beli (Y) tanpa pengaruh citra merek (X1), kepribadian merek (X2), dan kesadaran merek (X3).
Koefisien citra merek (X1) -0,177 menunjukkan pengaruh negatif, dengan peningkatan citra merek menyebabkan penurunan niat beli.
Koefisien kepribadian merek (X2) 0,276 menunjukkan pengaruh positif, dengan peningkatan kepribadian merek menyebabkan peningkatan niat beli.
Koefisien kesadaran merek (X3) 0,754 menunjukkan pengaruh positif, dengan peningkatan kesadaran merek menyebabkan peningkatan niat beli.
2. Goodness of Fit Test (F Test)
F hitung > F tabel (51,528 > 2,663) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000
< 0,050. Hal ini berarti bahwa model ini
Indeks Top Brand Fase 2 tahun 2020 (Top Brand Award, 2020) menunjukkan lima bisnis fashion yang masuk ke dalam Top Brand untuk kategori toko fashion online. Merek
"This Is April"
belum menerima penghargaan sebagai Top Brand dalam kategori toko fashion online.
Hal ini
membuat "This Is April"
tertinggal dibandingkan beberapa merek lokal lainnya.
Oleh karena itu, niat pembelian publik perlu diteliti untuk produk "This Is April".
3. Partial Test (t Test)
4. Determination Coefficient (R square)
KD : Nilai Koefisien determinan R2 : Nilai koefisien korelasi Rumus : R2 = R2 x 100%
memberikan hasil yang signifikan dan cocok untuk digunakan dalam penelitian ini.
3. Partial Test (t Test)
Uji parsial antara variabel citra merek (X1) dan variabel niat beli (Y) mendapatkan nilai t hitung sebesar 1,533 < t tabel 1,975 atau nilai signifikansi 0,127 > = 0,05. Ini menunjukkan bahwa uji ini membuktikan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak. Artinya, tidak ada pengaruh signifikan antara variabel citra merek (X1) dan variabel niat beli (Y).
Sementara uji parsial antara variabel kepribadian merek (X2) dan variabel niat beli (Y) mendapatkan nilai t hitung sebesar 3,746 > t tabel 1,975 atau nilai signifikansi 0,000 < = 0,05. Ini membuktikan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, ada pengaruh signifikan antara variabel kepribadian merek (X2) dan variabel niat beli (Y).
Selanjutnya, uji parsial antara variabel kesadaran merek (X3) dan variabel niat beli (Y) mendapatkan nilai t hitung sebesar 6,803 > t tabel 1,975 atau nilai signifikansi 0,000 < = 0,05. Uji ini membuktikan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, ada pengaruh signifikan antara variabel kesadaran merek (X3) dan variabel niat beli (Y).
4. Determination Coefficient (R Square) R2 : 0,498 atau 49,8%
Y : 50,2%
Kesimpulan :
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepribadian merek dan kesadaran merek memiliki pengaruh signifikan terhadap niat beli. Sementara itu, citra merek tidak berpengaruh pada niat beli.
5 Kent, Y., Bernarto, I., (2021)
The Effect Of Perceived Product Quality, Brand Image, And Promotion On Customer Purchase Intention (Case Of Zara Customers In Grand Indonesia, JAKARTA)
Industri teknologi saat ini sedang tumbuh dan beragam.
Generasi milenial memiliki kemampuan untuk mengubah pasar fashion, yang kini beralih ke fast fashion sesuai dengan karakteristik mereka.
Berdasarkan Brand Finance (2019) yang menyatakan bahwa Indeks Kekuatan Merek ZARA adalah 85,1 dari 100 yang
menempatkanny a di peringkat ke-5 di dunia.
Hasil penelitian awal yang
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah persepsi kualitas produk, citra merek, dan promosi berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen.
1. Perceived Quality 2. Brand
Image 3. Promotion 4. Customer Purchase Intention
Partial Least Square-Structural Equation Modelling (PLS SEM) 1. Determination Coefficient (R
square)
KD : Nilai Koefisien determinan R2 : Nilai koefisien korelasi Rumus : R2 = R2 x 100%
2. Size and Significance of Path Coefficient
Path coefficients memiliki nilai yang berada di rentang -1 sampai dengan 1. Jika nilai berada pada rentang 0 sampai dengan 1 maka dapat dinyatakan positif, sedangkan jika nilai berada pada rentang -1 sampai dengan 0 maka dapat dinyatakan negatif.
1. Determination Coefficient (R Square) R2 : 0,547 atau 54,7%
Y : 45,3%
2. Size and Significance of Path Coefficient
Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa persepsi kualitas produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli pelanggan.
Semua indikator yang mewakili variabel tersebut memiliki nilai AVE di atas 0,5 dan nilai CR lebih dari 0,7, menunjukkan kevalidan dan dapat digunakan dalam penelitian ini.
Hasil uji hipotesis kedua menyimpulkan bahwa citra merek tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli pelanggan. Nilai p- value lebih besar dari 0,05 menunjukkan ketidaksignifikan. Hal ini berbeda dengan penelitian sebelumnya, dan variabel ini dianggap tidak
diambil dari 10 responden yang mengisi kuesioner menyatakan bahwa 80%
lebih akrab dengan merek H&M dibandingkan dengan ZARA, Uniqlo, Pull and Bear, dan Bershka, dan 20% lebih mengenal ZARA lebih baik dari yang lain.
berpengaruh secara signifikan pada niat beli pelanggan.
Hasil uji hipotesis ketiga menunjukkan bahwa promosi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli pelanggan. Koefisien jalur standar promosi adalah 0,120 dengan nilai p- value sebesar 0,000. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk terus menjaga promosi ini untuk meningkatkan niat beli pelanggan.
Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kualitas produk, dan promosi berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen ZARA di Grand Indonesia Jakarta. Sedangkan Citra merek tidak berpengaruh positif dan signifikan pada niat pembelian pelanggan.
6 Trisatya, A., Absah, Y., Sembiring, B.
(2023)
Consumer Ethnocentrism Exploration Of Brand Value, Brand Image, And Product Buying Intention Indonesian Local Fashion In Gen Z Medan City
Perkembangan globalisasi yang terjadi telah menyebabkan banyak perubahan dalam
pengembangan pasar dan produk yang dijual di pasar.
Produk yang ditawarkan oleh konsumen tidak lagi terbatas pada wilayah sekitar konsumen, tetapi produk
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana etnosentrisme konsumen memengaruhi nilai merek, citra merek, dan niat beli produk fashion lokal Indonesia di kalangan Generasi Z di kota Medan.
1. Ethnocentric Consumer 2. Brand
Values 3. Brand Image 4. Purchase
Intention
Structural Equation Modeling (SEM)
1. Path Coefficient
Path coefficients memiliki nilai yang berada di rentang -1 sampai dengan 1. Jika nilai berada pada rentang 0 sampai dengan 1 maka dapat dinyatakan positif, sedangkan jika nilai berada pada rentang -1 sampai dengan 0 maka dapat dinyatakan negatif.
2. Indirect Effects 3. Uji t
1. Path Coefficient
variabel ethnosentrisme konsumen (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan pada nilai merek (Z1) dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,833 dan signifikansinya dengan nilai p sebesar 0,000 <0,05. Variabel ethnosentrisme konsumen (X1) juga memiliki pengaruh positif dan signifikan pada citra merek (Z2) dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,799 dan signifikansinya dengan nilai p sebesar 0,000 <0,05.
Variabel ethnosentrisme konsumen (X1) memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan pada niat beli (Y) dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,168 dan signifikansinya dengan nilai p sebesar 0,101 > 0,05.
Variabel nilai merek (Z1) memiliki
dari mana pun bebas untuk ditawarkan kepada konsumen di berbagai belahan dunia.
Namun, globalisasi dan pasar bebas tidak selalu memberikan manfaat bagi semua pihak
pengaruh positif tetapi tidak signifikan pada niat beli dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,073 dan signifikansinya dengan nilai p sebesar 0,492 > 0,05.
Variabel citra merek (Z2) memiliki pengaruh positif dan signifikan pada niat beli dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,655 dan signifikansinya dengan nilai p sebesar 0,000 <0,05.
2. Indirect Effects
ethnosentrisme konsumen (X1) memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,061 dan signifikansinya dengan nilai p sebesar 0,499 terhadap niat beli (Y) melalui nilai merek (Z1).
Dengan kata lain, nilai merek tidak mampu menjadi perantara hubungan antara ethnosentrisme konsumen dan niat beli.
Sementara itu, ethnosentrisme konsumen (X1) memiliki pengaruh positif dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,523 dan signifikansinya dengan nilai p sebesar 0,000 terhadap niat beli (Y) melalui citra merek (Z2).
Dengan kata lain, citra merek mampu menjadi perantara hubungan antara ethnosentrisme konsumen dan niat beli.
3. Uji t
Uji hipotesis pertama menunjukkan nilai signifikansi t sebesar 0,000 <0,05, artinya hipotesis ini diterima dengan nilai statistik sebesar 30,152 > t tabel (1,96). Hasil ini menjelaskan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara etnosentrisme konsumen terhadap nilai merek.
Uji hipotesis kedua menunjukkan nilai signifikansi t sebesar 0,000 <0,05, artinya hipotesis ini diterima dengan nilai statistik sebesar 30,129 > t tabel (1,96). Hasil ini menjelaskan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara etnosentrisme konsumen terhadap citra merek.
Namun, uji hipotesis ketiga menunjukkan nilai signifikansi t sebesar 0,101 > 0,05, artinya hipotesis ini ditolak dengan nilai statistik sebesar 1,644 < t tabel (1,96). Hasil ini menjelaskan bahwa terdapat pengaruh positif tetapi tidak signifikan antara etnosentrisme konsumen terhadap niat pembelian.
Uji hipotesis keempat menunjukkan nilai signifikansi t sebesar 0,492 > 0,05, artinya hipotesis ini ditolak dengan nilai statistik sebesar 0,688 < t tabel (1,96).
Hasil ini menjelaskan bahwa terdapat pengaruh positif tetapi tidak signifikan antara nilai merek dan niat pembelian.
Uji hipotesis kelima menunjukkan nilai signifikansi t sebesar 0,000 <0,05, artinya hipotesis ini diterima dengan nilai statistik sebesar 7,922 > t tabel (1,96). Hasil ini menjelaskan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara citra merek dan niat pembelian.
Uji hipotesis keenam menunjukkan nilai signifikansi t sebesar 0,676 > 0,05, artinya hipotesis ini ditolak dengan nilai statistik sebesar 0,499 < t tabel (1,96).
Hasil ini menjelaskan bahwa terdapat pengaruh positif tetapi tidak signifikan antara etnosentrisme konsumen terhadap niat pembelian melalui nilai
merek.
Terakhir, uji hipotesis ketujuh menunjukkan nilai signifikansi t sebesar 0,000 <0,05, artinya hipotesis ini diterima dengan nilai statistik sebesar 7,792 > t tabel (1,96). Hasil ini menjelaskan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara etnosentrisme konsumen dan niat pembelian melalui citra merek.
Kesimpulan :
Dalam kesimpulan, penelitian ini menunjukkan bahwa etnosentrisme konsumen memiliki dampak positif dan signifikan pada nilai merek serta citra merek. Meskipun etnosentrisme konsumen memiliki dampak positif pada niat beli, namun dampak tersebut tidak signifikan secara statistik. Selain itu, nilai merek tidak mampu menjadi perantara antara hubungan etnosentrisme konsumen dan niat beli, sementara citra merek mampu menjadi perantara dalam hubungan tersebut.
7 Phwa, K., Putri
M. (2022) The Effect of Brand Image and Celebrity Influencers towards Consumer Purchase Intention of ERIGO Store
Pengenalan media massa telah
menyebabkan perubahan penting dalam pemasaran citra merek. Sebelum tahun 1990-an, bisnis
mengalokasikan sebagian besar sumber daya
Penelitian ini menyelidiki apakah faktor- faktor ini (pengaruh selebriti; citra merek) secara signifikan memengaruhi keputusan pembelian responden Indonesia
1. Brand Image 2. Celebrity
Influencer 3. Purchase
Intention
Path Coefficient Analysis
1. Multikolinearitas, atau dependensi mendekati linear, jika variabel independen berkorelasi. VIF = 1 menunjukkan bahwa variabel independen tidak berkorelasi satu sama lain. Jika nilai VIF adalah 1 <
VIF < 5, variabel berkorelasi sedang satu sama lain.
Multikolinearitas khususnya terjadi ketika VIF ≥ 5 hingga 10.
2. Determination Coefficient (R
1. Hasil Uji Multicollinearity
2. Determination Coefficient (R Square) R2 : 0,174 atau 17,4%
3. Path Coefficient
pemasaran mereka ke media tradisional, seperti publikasi cetak, TV, radio, dan papan reklame.
Namun, evolusi World Wide Web dan media sosial telah memperkenalka n era baru bagi merek untuk mempromosika n produk dan layanan mereka:
era pemasaran digital.
terhadap merek lokal, ERIGO.
square)
KD : Nilai Koefisien determinan R2 : Nilai koefisien korelasi Rumus : R2 = R2 x 100%
3. Path Coefficient
Path coefficients memiliki nilai yang berada di rentang -1 sampai dengan 1. Jika nilai berada pada rentang 0 sampai dengan 1 maka dapat dinyatakan positif, sedangkan jika nilai berada pada rentang -1 sampai dengan 0 maka dapat dinyatakan negatif.
Berdasarkan pengujian hipotesis, baik H1 maupun H2 tidak benar dan harus ditolak, karena nilai p dari citra merek (sebagai variabel H1) dan nilai p dari pengaruh selebriti (sebagai variabel H2) lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu, tidak benar bahwa ada hubungan positif antara citra merek yang kuat ERIGO dan keputusan pembelian (H1), maupun ada hubungan positif antara pengaruh selebriti dalam menciptakan 'tren produk' dan keputusan pembelian (H2).
Kesimpulan :
Hasil menunjukkan bahwa baik citra merek maupun pengaruh selebriti tidak memiliki dampak signifikan positif terhadap minat beli.
8 Suryakrisna, A., Susanti, C.
(2024)
The influence of attractiveness and expertise of influencers towards purchase intention mediated by brand image in the erigo clothing line brand in Indonesia
Di era ini, atau khususnya dalam lingkup pemasaran media sosial, perilaku konsumen telah mengalami banyak perubahan dalam membuat keputusan pembelian (Jin et al., 2019).
Oleh karena itu, konsumen saat ini lebih kritis
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh daya tarik dan keahlian terhadap niat beli yang dimediasi oleh citra merek dalam produk pakaian Erigo di Surabaya.
1. Attractivenes 2. Expertise 3. Purchase
Intention 4. Brand Image
Structural Equation Modeling- Linear Structural Relationships (SEM-LISREL)
1. Model Goodness of Fit test memvalidasi performa gabungan antara model pengukuran (outer model) dan model struktural (inner model) yang nilainya terbentang antara 0-1 dengan interpretasi yaitu 0- 0,25 (GoF Kecil), 0,25-0,36 (GoF moderat), dan diatas 0,36 (GoF besar).
2. Structural Model Fit Test BI = 0.71 * A T + 0.53 * EX, Errorvar = 0.024 R² = 1.09 (0.16)
1. Model Goodness of Fit test
Tabel 4 menunjukkan bahwa dari total 7 persyaratan Goodness of Fit, hanya ada 1 persyaratan yang tidak memenuhi batasan, yaitu AGFI yang dinyatakan memiliki kecocokan marginal.
Sementara itu, 6 persyaratan lainnya memiliki nilai yang memenuhi batasan dan dapat dinyatakan memiliki kecocokan baik, sehingga secara
dan memiliki banyak pertimbangan dalam merespons pesan iklan yang disampaikan oleh pemasar.
Dalam upaya pemasarannya, Erigo sering menggunakan jasa influencer dan melalui pendekatan ini mereka mampu mencapai hasil penjualan yang signifikan.
Dicatat bahwa dalam periode Agustus 2023, Erigo berhasil menjual 4.100.000 item produk. Dan memiliki 2.400.000 pengikut di Instagram dan 1.900.000 pengikut di TikTok. Oleh karena itu, penelitian ini menarik untuk diselidiki lebih lanjut mengenai
(0.13) (0.0076) 4.54 4.063.15
PI = 0.95 * BI, Errorvar.= 0.014 , R² = 1.06 (0.10) (0.0060) 9.182.38
3. Uji t
keseluruhan model penelitian yang diajukan dapat dinyatakan baik dan diterima.
2. Structural Model Fit Test
Daya tarik Influencer (AT) berpengaruh positif terhadap Citra Merek (BI) dengan nilai koefisien 0,71 (R2=1,09).
Keahlian Influencer (EX) berpengaruh positif terhadap Citra Merek (BI) dengan nilai koefisien 0,53 (R2=1,09).
Citra Merek (BI) berhubungan positif dengan Niat Beli (PI) dengan koefisien 0,95 (R2=1,06).
3. Hypothesis Testing
Daya tarik Influencer (AT) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Citra Merek (BI) dengan nilai faktor pemuatan 0,71 dan nilai t 4,54.
Keahlian Influencer (EX) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Citra Merek (BI) dengan nilai faktor pemuatan 0,53 dan nilai t 4,06.
bagaimana penggunaan influencer dapat memengaruhi niat pembelian konsumen terhadap produk dari merek Erigo.
Citra Merek (BI) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Beli (PI) dengan nilai faktor pemuatan 0,95 dan nilai t 9,18.
Daya tarik Influencer (AT) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Beli (PI) melalui Citra Merek (BI) dengan nilai faktor pemuatan 0,68 dan nilai t 4,78.
Keahlian Influencer (EX) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Beli (PI) melalui Citra Merek (BI) dengan nilai faktor pemuatan 0,50 dan nilai t 4,29.
Kesimpulan :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik dan keahlian memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek, dan citra merek memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa citra merek mampu berfungsi sebagai variabel mediasi untuk pengaruh daya tarik dan keahlian terhadap niat beli.
9 Febrianti, W., Hasan, R.
(2021)
Impact Of Product Quality And Brand Image Towards Buying Decisions With Buying Interest As Mediation Variable
Saat ini, perkembangan teknologi internet telah mengubah cara seseorang melakukan bisnis dan berkomunikasi.
Hal ini
mendorong para
Penelitian ini dilakukan untuk menemukan bukti empiris peran minat beli sebagai mediator kualitas produk dan citra merek terhadap keputusan
1. Buying Interest 2. Buying
Decision 3. Product Quality 4. Brand Image
Structural Equation Modeling 1. Inner Model Test
Relevansi Prediksi (Q2) Nilai Q2 > 0 menunjukkan bukti bahwa nilai-nilai yang
diobservasi sudah
direkonstruksi dengan baik dengan demikian model
mempunyai relevansi
prediktif. Sedang nilai Q2 < 0
1. Inner Model Test Relevansi Prediktif (Q2):
Nilai Q2 sebesar 0,9451 menunjukkan bahwa model memiliki tingkat prediktif yang tinggi terhadap keputusan pembelian terkait kualitas produk dan citra merek melalui minat beli.
Dengan nilai sebesar 94,51%, model mampu dengan baik menjelaskan variasi dalam keputusan pembelian