MODUL 01 HYDRAULIC BENCH PJ Modul: Amy Angelia
A. TUJUAN
1. Mengidentifikasi debit aktual (Qaktual) aliran fluida dengan Hydraulic Bench 2. Menentukan fungsi cara kerja dan aplikasi dari Hydraulic Bench
3. Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi debit air dengan prinsip kerja
B. PRINSIP
Hydraulic Bench digunakan untuk mengukur debit hasil pengukurandalam percobaan (debit aktual) dimana debit aktual bernilai lebih kecil dari padadebit teoritis. Hydraulic Bench dilengkapi dengan tuas yang berbentuk seperti jungkat-jungkit. Tuas tersebut menghubungkan beban dengan bak penampungandebit air. Tuas tersebut dapat bergerak naik-turun berdasarkan massa beban dandebit yang mengalir. Hydraulic Bench juga dilengkapi dengan Calm Lever yang berguna untuk menaik-turunkan tuas pada saat akan membuang air yang ada dalam bak hingga keadaan setimbang kembali. Mekanisme yang digunakan padaalat Hydraulic Bench ini adalah tuas keseimbangan. Prinsip kerja hyraulic benchini adalah penggunaan beban untuk mengukur debit yang dihasilkan (debit aktual)dan juga memperhitungkan waktu yang diperlukan oleh debit air dari awal aliranhingga tuas yang diberi beban terangkat karena beban air dalam bak penampung.Debit aliran fluida berbanding dengan massa jenis fluida. Dalam percobaan ini perbandingan lengan weight tank yang berisi air dan lengan beban adalah 2 : 3
C. CARA KERJA
Hubungkan bench ke sumber listrik
Ukur suhu fluida sebelum percobaan
Tutup valve bench, lalu nyalakan pompa
Tutup drain di bak dalam weight tank dengan memutar cam lever.
Periksa apakah terjadi kebocorandiperpompaa n, perpipaan, atau bagian lain.
Pasang beban segera, maka lengan akan turun ke bawah.
Setelah beberapa saat lengan akan
naik kembali ke atas Jalankan stopwatch
tepat saat lengan bergerak ke atas Buka valve di bench (air akan mengalir ke alat percobaan dan kembali ke bench).
Matikan stopwatch tepat saat lengan bergerak ke atas. Catat berat beban yang digunakan, dan ulangi
Ukur suhu fluida sesudah percobaan
Tutup valve di bench.
Matikan pompa. Cabut fitting stop kontak sumber listrik.
Khusus untuk 3 variasi debit terakhir, lakukan pengukuran volume air disetiap variasinya dengan mengalirkan air dan diitung volume air
D. TABEL DATA
Massa beban = 2.5 kg
Suhu awal = 23 °C
Suhu akhir = 24 °C
Tabel 1.1 Data Awal Pengukuran Waktu dengan Hydraulic Bench
Variasi
t (s)
t1 t2 t3
1 30 31 31
2 33 30 32
3 35 33 31
4 38 36 35
5 49 46 47
Variasi
trata-rata (s) Volume air (l)
3 4.376
4 4.65
5 6.4
Tabel 1.2 Data Awal Pengukuran Waktu dengan Gelas Ukur
Tabel 1.3 Hasil Perhitungan Debit Aktual dengan Hydraulic Bench Variasi Massa air (kg) trata-rata (s) Qaktual hydraulic bench (m3/s)
1 2 3 4 5
Variasi Volume air (l) trata-rata (s) Qaktual hydraulic bench (m3/s)
1 2 3 4 5
Tabel 1.4 Hasil Perhitungan Debit Aktual dengan Gelas Ukur
E. RUMUS
Massa air = ρair x volume air (1.1)
Volume air = Qaktual x trata-rata (1.2)
Gambar 1.1 Ilustrasi hydraulic bench
F. DAFTAR GRAFIK
1.1. Grafik Waktu terhadap Qaktual Hydraulic Bench 1.2. Grafik Waktu terhadap Qaktual Gelas Ukur 1.3. Grafik Suhu terhadap Massa Jenis
1.4. Grafik Volume terhadap Waktu Rata-Rata pada Hydraulic Bench 1.5. Grafik Volume terhadap Waktu Rata-Rata pada Gelas Ukur
Soal Tes Akhir
1. Mengapa perlu dilakukan dua kali pengukuran suhu?
2. Kapan kita menjalankan dan mematikan stopwatch?
3. Mengapa percobaan untuk tiap variasi debit harus dilakukan tiga kali?
4. Apa aplikasi modul ini di bidang Rekayasa Infrastruktur Lingkungan?
Jawaban
1. supaya mengetahui hubungan antara debit dan suhu apakah terjadi perubahan pada suhu 2. Stopwatch dijalankan saat lengan bergerak ke atas dan dimatikan Ketika lengan tepat bergerak ke atas.
3. Supaya mengurangi kesalahn baik itu yang terdapat Ketika praktikum maka digunakan 3 data supaya data lebih akurat
4. Prinsip hydraulic bench dapat digunakan dalam bidang pengelolaan air limbah yang
digunakan sebagai alat pembanding debit air limbah yang dialirkan secara aktual dengan debit air limbah yang dialirkan secara teoritis