Pengertian Hiperbilirubin
Hiperbilirubinemia adalah kondisi akumulasi bilirubin dalam darah dengan kadar >3 mg/dL, misalnya akibat hepatitis A, anemia hemolitik, kanker pankreas, ataupun ikterus neonatorum.
Hiperbilirubinemia dapat terjadi karena produksi bilirubin yang berlebih, gangguan fungsi hepar, atau ekskresi bilirubin yang terganggu.
Bayi baru lahir dapat mengalami hyperbilirubinemia pada minggu pertama kehidupannya berkaitan dengan : (1) meningkatnya produksi bilirubin (hemolisis), (2) kurangnya albumin sebagai alat pengangkut, (3) penurunan uptake oleh hati, (4) penurunan konjugasi bilirubin oleh hati, (5) penurunan ekskresi bilirubin dan (6) peningkatan sirkulasi enterohepatik. Kadar atau tingkat bilirubin normal bayi baru lahir biasanya akan dipantau oleh dokter setiap 8–12 jam setelah bayi dilahirkan.
Bilirubin merupakan pigmen kuning dalam darah dan tinja. Bilirubin dibuat oleh tubuh ketika sel darah merah hancur secara alami. Bayi akan kuning jika bilirubin tidak diproses sebagaimana mestinya oleh hati.
Penyebab
Bayi yang lebih beresiko mengalami bilirubin yang tidak normal adalah bayi yang lahir secara prematur. Hal ini disebabkan karena dalam tubuh bayi yang prematur belum dapat mengakses fungsi tubuhnya dengan baik. Sebagaimana bayi yang lahir dengan normal sehingga, kadar bilirubin pada bayi prematur biasanya akan lebih tinggi. Hal ini harus segera dilakukan pengobatan karena bisa membuat komplikasi yang lebih parah dalam tubuh si bayi.
Bayi yang baru lahir juga belum memiliki sistem cairan tubuh sendiri sehingga sangat mudah kadar bilirubinnya naik pada usia 3 hingga 5 hari, karena belum bisa menyusu pada ibunya sedangkan kadar bilirubin tersebut akan naik lagi pada usia hingga 12 hari. Bayi yang memiliki jenis golongan darah yang berbeda dengan ibunya juga memiliki resiko memiliki kadar bilirubin yang tinggi. Hal ini disebabkan karena sistem metabolisme tubuh yang rentan dan bisa menghancurkan sel darah merah yang ada di dalam tubuh.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh ibu jika bayi tetap bewarna kuning dalam jangka waktu yang lama.
1. Cara pertama adalah dengan menjemur bayi di bawah sinar matahari langsung pada pagi hari berkisar pada pukul 7 hingga 9 pagi. Namun cara ini tidak akan menurunkan kadar biliribun dengan cepat.
2. Cara yang lebih cepat adalah dengan memberikan ASI kepada bayi karena dengan asupan ASI, senyawa bilirubin di dalam tubuh bisa pecah dan akan terbawa oleh air seni dan saat bayi buang air besar.
Tingkat Bilirubin Normal Bayi Baru Lahir
Kadar bilirubin normal bayi baru lahir seharusnya di bawah 5,2 mg/dL. Namun, tidak sedikit bayi baru lahir yang memiliki kadar bilirubin melebihi kadar tersebut.
Sementara itu, bayi dengan kadar bilirubin berikut ini perlu memerlukan penanganan medis:
Lebih dari 10 mg/dL pada bayi usia kurang dari 1 hari
Lebih dari 15 mg/dL pada bayi usia 1–2 hari
Lebih dari 18 mg/dL pada bayi usia 2–3 hari
Lebih dari 20 mg/dL pada bayi usia lebih dari 3 hari
Untuk memastikan tingkat bilirubin normal bayi baru lahir, pemeriksaan darah perlu dilakukan pada 3 hari pertama sejak bayi lahir. Hal ini untuk mencegah kemungkinan terjadinya dampak yang
berbahaya dan mengancam keselamatan bayi.
Jenis Hiperbilirubin
Hiperbilirubin dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu ikterus neonatus fisiologis dan ikterus neonates pataologis.
1. Ikterus neonates fisiologis
Jenis hiperbiliribun ini merupakan jenis kuning yang banyak di alami oleh bayi yang baru lahir pada usia 2 hingga 4 hari dan biasanya jenis kuning ini akan sembuh dengan sendirinya pada usia 7 hari.
Saat bayi sudah buang air besar dan buang air kecil untuk menghilangkan bilirubin yang ada di dalam tubuh. Penyebab dari ikterus neontus fisiologis ini adalah masih belum sempurnanya fungsi hati pada bayi sehingga, tidak dapat memproses bilirubin di dalam hati secara optimal.
2. Ikterus neonates patologis
Jenis bilirubin ini penyebabnya adalah karena adanya serangan bakteri atau virus yang bersifat pathogen atau merugikan. Biasanya disebabkan karena infeksi, atau bisa juga disebabkan oleh virus hepatitis, virus toksoplasma yang bisanya ada di hewan kucing, virus sifilis atau penyakit malaria.
Indikasi bahwa bayi mengalami jenis hiperbiribun ini adalah berat badan yang tidak mau naik serta kadar biribun dalam tubuh bayi berkisar pada angka lebih dari 15mg/ dl dalam waktu 14 hari. Jika mengalami hal ini sebaiknya segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut pada dokter anak supaya anak mendapatkan pengobatan yang sesuai.
Hiperbilirubin ini tidak bisa dianggap enteng karena bayi yang terkena bhiperbilirubin dapat mengalami kejang-kejang hebat, bahkan fatalnya bisa menjadi penyebab kematian dalam jangka panjang. Dalam jangka pendeknya, bayi yang terkena hiperbilirubin ini akan bisa mengalami kegagalan fungsi otak dan dapat menyebabkan kelumpuhan pada bayi karena saraf yang tidak berfungsi pada tubuh bayi.
Penanganan Hiperbilirubin Pada Bayi Baru Lahir
Ketakutan yang berlebihan dalam menghadapi hyperbilirubinemia dapat menimbulkan hal- hal yang tidak diharapkan, seperti meningkatnya kecemasan ibu, menurunnya aktivitas menyusui, terapi yang tidak perlu dan biaya yang berlebihan.
Berikut upaya menurunkan tingkat bilirubin hingga menjadi normal pada bayi yang baru lahir:
1. Terapi sinar (fototerapi)
Pada fototerapi, bayi akan ditempatkan di bawah sinar khusus yang tampak biru kehijauan. Sinar tersebut diharapkan akan membantu mengubah molekul bilirubin sehingga dapat dikeluarkan melalui urine dan tinja. Selama proses tersebut, bayi hanya diperbolehkan menggunakan popok dan pelindung mata.
2. Transfusi imunoglobulin
Terapi ini merupakan langkah lanjutan untuk penanganan bayi kuning, terutama yang disebabkan perbedaan rhesus golongan darah bayi dan ibu (inkompatibilitas rhesus).
Kondisi ini membuat bayi mendapatkan banyak antibodi dari tubuh ibu. Akibatnya, antibodi ibu akan menyerang sel darah bayi dan terjadi pemecahan sel darah yang banyak. Pemberian infus
imunoglobulin (IVIg) dapat membantu mengurangi jumlah antibodi tersebut, sehingga jaundice dapat teratasi.
3. Transfusi tukar
Penanganan dengan cara ini hanya dilakukan jika bayi yang mengalami jaundice berat yang tidak menunjukkan respons terhadap terapi lain. Transfusi tukar dilakukan dengan cara mengambil sebagian kecil darah dari tubuh bayi, kemudian menggantinya dengan darah donor, dan dilakukan secara berulang.
Tujuan transfusi tukar adalah agar darah dalam tubuh bayi terbebas dari kadar bilirubin yang tinggi dan antibodi ibu. Selain itu, dokter juga akan menyarankan ibu untuk menyusui bayi sesering mungkin, agar bayi mendapatkan nutrisi yang cukup dan mencegah berat badannya turun.
Tingkat bilirubin normal bayi baru lahir merupakan salah satu tanda kondisi bayi sehat. Apabila bayi tampak kuning dan dicurigai memiliki kadar bilirubin yang terlalu tinggi, sebaiknya segera bawa Si Kecil untuk diperiksa oleh dokter agar dapat diberikan penanganan yang tepat.
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang pada hiperbilirubinemia terdiri dari pemeriksaan laboratorium darah lengkap, bilirubin total, bilirubin direk, bilirubin indirek, alanin transaminase (ALT), aspartat transaminase (AST), alkali fosfatase (ALP), gamma glutamyl–transferase (GGT), waktu protrombin (PT), international normalized ratio (INR), albumin, protein, dan pemeriksaan radiologi sesuai indikasi.
DAFTAR PUSTAKA