• Tidak ada hasil yang ditemukan

Home - Open Access Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Home - Open Access Repository"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

7 BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan, yang dimaksud dengan Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan tinggi Keperawatan, baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Jenis Perawat terdiri atas Perawat Vokasi dan Perawat Profesi. Perawat Vokasi adalah Perawat lulusan pendidikan vokasi Keperawatan paling rendah program Diploma Tiga Keperawatan, sedangkan Perawat Profesi adalah Perawat lulusan pendidikan profesi Keperawatan dan program spesialis Keperawatan. Berdasarkan pasal 15 ayat 9 Peraturan Menteri Kesehatan ini, disebutkan bahwa Perawat yang menjalankan Praktik Keperawatan secara mandiri di tempat praktik mandiri Perawat harus memiliki kualifikasi pendidikan paling rendah profesi ners.

Berdasarkan data SI-SDMK (Sistem Informasi-Sumber Daya Manusia Kesehatan) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia per-November 2022, jumlah perawat di Indonesia adalah 531.214 orang. Sedangkan jumlah Perawat di Provinsi Kalimantan Tengah sebanyak 7.637 orang khususnya di Kabupaten Katingan sebanyak 482 orang yang terdiri dari Perawat Profesi Ners 81 orang dan Perawat Non Ners 401 orang. Dari 401 orang tenaga Perawat Non Ners tersebut, 252 orang adalah tenaga PNS.

Motivasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan. Hasil Penelitian Fatmawati tahun

(2)

2012 tentang Faktor yang berhubungan dengan Motivasi Perawat untuk Melanjutkan Pendidikan ke Jenjang S1 Keperawatan menyatakan bahwa terdapat hubungan antara persaingan, dukungan keluarga, sosial ekonomi dan dukungan atasan dengan motivasi perawat di Ruang IRNA RSUD Syekh Yusuf Gowa Tahun 2012 dan faktor yang paling berhubungan dengan motivasi adalah dukungan keluarga dan dukungan atasan dengan nilai p = 0,037.

Berdasarkan data dari Bidang PKSDK Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan, untuk tahun 2022 jumlah tenaga perawat yang berpendidikan D3 adalah 401 orang. Sedangkan yang melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 hanya 2 orang.

Namun, saat dibuka pendaftaran Program RPL dari Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, banyak tenaga perawat yang mengikuti pendaftaran hingga menjadi mahasiswa yaitu sebanyak 47 orang.

Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat melanjutkan pendidikan Sarjana Keperawatan, terkhususnya untuk kelas RPL Katingan yang jumlah peminatnya cukup besar. Selain itu peneliti juga telah melakukan wawancara kepada 3 orang yang belum berminat untuk melanjutkan pendidikan Sarjana Keperawatan, ada beberapa faktor yang menyebabkannya antara lain karena faktor keuangan, merasa belum wajib untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, ingin memberikan kesempatan untuk rekan sekerja terlebih dahulu dan sedang fokus memegang program di puskesmas.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah utama adalah “Bagaimana hubungan persaingan, dukungan keluarga dan dukungan atasan dengan motivasi perawat melanjutkan pendidikan sarjana keperawatan di Kelas RPL Katingan?”.

(3)

1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persaingan, dukungan keluarga dan dukungan atasan dengan motivasi perawat melanjutkan pendidikan sarjana keperawatan di Kelas RPL Katingan.

1.3.2. Tujuan Khusus

Tujuan khusus dari penelitian ini adalah :

1.3.2.1. Mengidentifikasi hubungan motivasi untuk melanjutkan pendidikan Sarjana Keperawatan di Kelas RPL Katingan.

1.3.2.2. Mengidentifikasi hubungan persaingan untuk melanjutkan pendidikan Sarjana Keperawatan di Kelas RPL Katingan.

1.3.2.3. Mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga untuk melanjutkan pendidikan Sarjana Keperawatan di Kelas RPL Katingan.

1.3.2.4. Mengidentifikasi faktor dukungan atasan untuk melanjutkan pendidikan Sarjana Keperawatan di Kelas RPL Katingan.

1.3.2.5. Menganalisis faktor persaingan, dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan Sarjana Keperawatan di Kelas RPL Katingan.

1.3.2.6. Menganalisis dukungan keluarga dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan Sarjana Keperawatan di Kelas RPL Katingan.

1.3.2.7. Menganalisis dukungan atasan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan Sarjana Keperawatan di Kelas RPL Katingan.

(4)

1.4. Manfaat Penelitian

1.4.1. Bagi Pengembangan Ilmu Keperawatan

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi tenaga perawat untuk mengetahui bagaimana hubungan persaingan, dukungan keluarga dan dukungan atasan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sehingga dapat memacu tenaga perawat lainnya untuk meningkatkan kualitas dan kompetensinya melalui pendidikan lanjut,

1.4.2. Bagi Institusi Terkait

Hasil penelitian ini dapat dipergunakan oleh instansi terkait yaitu Dinas Kesehatan dan PPNI sebagai organisasi profesi untuk memotivasi dan mendukung tenaga perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sedangkan bagi Universitas Muhammadiyah, penelitian ini dapat memberikan informasi hubungan persaingan, dukungan keluarga dan dukungan atasan dengan motivasi perawat melanjutkan pendidikan Sarjana Keperawatan di kelas RPL Katingan serta sebagai evaluasi dalam pelaksanakan program RPL Keperawatan.

1.4.3. Bagi Peneliti

Hasil penelitian ini dapat memberi pengalaman dan menambah wawasan tentang hubungan persaingan, dukungan keluarga dan dukungan atasan dengan motivasi perawat melanjutkan pendidikan sarjana keperawatan.

1.5. Penelitian Terkait

Penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya dan berhubungan dengan penelitian ini adalah :

1.5.1 Widiyono (2021), dengan judul “Faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Perawat Jenjang Vokasi dalam Melanjutkan Pendidikan Ke Jenjang Sarjana Keperawatan”. Penelitian ini untuk mengetahui faktorapa saja yang berhubungan dengan motivasi perawat untuk

(5)

melanjutkan pendidikan sarjana keperawatan di RS Muhammadiyah Selogiri Wonogiri bagi perawat vokasi atau jenjang D III Keperawatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah perawat jenjang vokasi yang ada di RS Muhammadiyah Selogiri Wonogiri sebanyak 73 responden dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner motivasi, persaingan, dukungan keluarga dan dukungan atasan. Analisis data menggunakan uji chi square untuk mengetahui Faktor yang paling berhubungan menggunakan uji Regresi Logistik. Didapatkan hasil bahwa faktor yang paling berhubungan dengan motivasi adalah Dukungan Atasan dengan dengan nilai p= 0.049. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara persaingan,dukungan keluarga, sosial ekonomi dan dukungan atasan dengan motivasi di RS Muhammadiyah Selogiri Wonogiri.

1.5.2 Arum Setyaningsih (2012), dengan judul “Faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Perawat Melanjutkan Pendidikan Ke Jenjang S1 Keperawatan di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang Tahun 2012”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 keperawatan, jenis penelitian explanatory research, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian telah dilaksanakan di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang, pada 122 perawat dengan teknik pengambilan sampel proportional stratified simple random sampling. Metode analisa data dengan uji korelasi rank spearman rho dan chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat memiliki tingkat motivasi sedang sebanyak 70 perawat (57,4%). Dari hasil analisa menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, lama kerja, status perkawinan dan pendapatan keluarga dengan motivasi perawat

(6)

untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 keperawatan (p > 0,05).

Ada hubungan yang signifikan antara faktor penghargaan dan faktor dukungan atasan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 keperawatan (p < 0,05).

1.5.3 Fatmawati (2012) dengan judul “Faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Perawat Untuk Melanjutkan Pendidikan Ke Jenjang S1 Keperawatan Di Ruang IRNA RSUD Syekh Yusuf Gowa Tahun 2012” penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor –faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Survey analitik adalah survey atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel tidak berhubungan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan: sosialekonomi (p-value: 1,000),jenjang karir (p-value: 0,626),penghargaan (p-value: 0,802) dan dukungan atasan (p-value: 0,873).

Referensi

Dokumen terkait

The result of the study revealed two findings, namely: (1) the process and activities during the teaching and learning process during the pandemic in Aura Sukma Insani

c i This was the best answered section of the question as most students chose to use the formula which required basic substitution in solving the equation... The most common errors