• Tidak ada hasil yang ditemukan

Home - Open Access Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Home - Open Access Repository"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

Peran Perawat sebagai pengelola pelayanan keperawatan Perawat dalam hal ini mempunyai peran dan tanggung jawab dalam melaksanakan pelayanan keperawatan dan pelatihan sesuai dengan manajemen keperawatan dalam kerangka paradigma keperawatan. Perawat memantau dan menjamin mutu asuhan atau pelayanan keperawatan serta mengatur dan mengendalikan sistem keperawatan. Surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ristek Nomor: 3514/E2/PB perihal bantuan hibah program RPL kepada Universitas Muhammadiyah Banjarmasin untuk Program Sarjana Keperawatan. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2021 tentang Pengakuan Pembelajaran Sebelumnya (Revisi Peraturan Menteri Nomor 26 Tahun 2016).

Keputusan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia nomor 123/B/SK/2017 tentang Pedoman Tata Cara Penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Sebelumnya. 26 Tahun 2016, Pengakuan atas pembelajaran terdahulu yang selanjutnya disingkat EVL adalah pengakuan atas prestasi belajar seseorang yang diperoleh dari pendidikan formal atau nonformal atau informal, dan/atau pengalaman kerja pada pendidikan formal. Sedangkan menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rekognisi Pembelajaran Sebelumnya adalah proses pengenalan prestasi belajar seseorang sebelumnya, baik melalui pendidikan formal, nonformal, informal, atau lainnya.

Teknis perkuliahan RPL Keperawatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin sesuai peraturan dan jadwal perkuliahan yang disepakati sesuai SKS. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2021 tentang Pengakuan Pembelajaran Sebelumnya, Pengakuan Pembelajaran Sebelumnya yang selanjutnya disingkat RPL adalah pengakuan atas prestasi belajar seseorang yang diperoleh dari jalur formal. , pendidikan nonformal, informal dan/atau pengalaman kerja sebagai dasar pelatihan lebih lanjut dan penyetaraan kualifikasi tertentu. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin merupakan salah satu perguruan tinggi yang melaksanakan rekognisi pembelajaran terdahulu pada bidang Kebidanan, Matematika, Keperawatan, Perencanaan Wilayah dan Kota, Farmasi, Teknik Sipil, Informatika, Keperawatan dan Perbankan Syariah.

Motivasi

Motif merupakan daya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan kegiatan tertentu, untuk mencapai tujuan tertentu. Dengan demikian, motivasi adalah dorongan yang ada dalam diri seseorang untuk berusaha melakukan perubahan perilaku agar lebih dapat memenuhi kebutuhannya. Motif intrinsik tidak memerlukan rangsangan dari luar, karena sudah ada dalam diri individu yaitu sesuai atau sesuai dengan kebutuhannya.

Dari berbagai teori motivasi yang dikemukakan oleh para ahli, terdapat beberapa teori motivasi yang didasarkan pada pendorong yang berbeda satu sama lain. Teori motivasi ada yang berdasarkan dorongan dan pencapaian kepuasan, ada juga yang berdasarkan prinsip kebutuhan. Dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa motivasi terjadi ketika seseorang mempunyai keinginan dan kemauan untuk melakukan suatu kegiatan atau tindakan guna mencapai suatu tujuan tertentu.

Motivasi merupakan suatu konsep hipotetis terhadap suatu kegiatan yang dipengaruhi oleh persepsi dan perilaku seseorang untuk mengubah keadaan yang kurang memuaskan atau menyenangkan. Maslow sebagai tokoh motivasi aliran humanisme menyatakan bahwa kebutuhan manusia yang bersifat hierarkis semuanya bersifat laten dalam diri manusia. Motivasi yang berkaitan dengan makna dan peran kognisi lebih bersifat motivasi intrinsik, yaitu motivasi yang timbul dari dalam diri, seperti minat atau rasa ingin tahu (curiosity), agar seseorang tidak lagi mempunyai masalah.

Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang disebabkan oleh keinginan untuk menerima imbalan atau menghindari hukuman, motivasi dibentuk oleh faktor luar berupa imbalan atau hukuman (Uno, 2018). Konsep motivasi intrinsik mengidentifikasi perilaku seseorang yang merasa senang terhadap sesuatu; Jika dia menyukai aktivitas tersebut, maka dia termotivasi untuk melakukan aktivitas tersebut. Jadi, motivasi dapat diartikan sebagai dorongan rasa ingin tahu yang menyebabkan seseorang terkabulnya keinginan atau keinginannya.

Motivasi merupakan dorongan dan kekuatan dalam diri seseorang untuk melaksanakan tujuan tertentu yang ingin dicapainya. Teori hierarki kebutuhan Maslow merupakan teori motivasi yang berhasil menggambarkan lima tingkat kebutuhan, dimana setiap tingkat akan tercapai jika tingkat sebelumnya secara bertahap terlampaui.

Konsep Persaingan

Kebutuhan rasa aman (safety) Kebutuhan akan rasa aman dan keselamatan terhadap bahaya fisik dan emosional. Kebutuhan sosial (afiliasi) Kebutuhan untuk hidup bersama orang lain seperti cinta, penerimaan, dan lain-lain. Dari teori tersebut dapat menjadi pendukung variabel motivasi motif material, bahwa kebutuhan terdiri dari dua yaitu kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder.

Jika kebutuhan primer (dasar) terpenuhi maka timbul keinginan untuk memenuhi kebutuhan lain yang lebih tinggi, yang biasa disebut kebutuhan sekunder. Kesimpulan dari teori Maslow dalam Zaoza dan Mokhtar (2014) adalah pemberian imbalan finansial, dapat diambil dari teori Maslow, bahwa pemenuhan kebutuhan terjadi secara bertahap, dimulai dari tingkat yang paling rendah yaitu fisiologis, hingga tingkat tertinggi. tingkat tertinggi, yaitu diri kita sendiri. - realisasi. Hakikat konflik yang biasa muncul di antara kita adalah persaingan memperebutkan atau memperoleh kepentingan tertentu.

Dan ayat-ayat Allah dalam Al-Quran mengatur, mengendalikan dan mengarahkan persaingan tersebut menuju satu muara yaitu; perlombaan menuju kebaikan (berlomba untuk memperoleh kemuliaan di sisi Tuhan dengan bertaqwa kepada-Nya). Ungkapan bersaing dengan kebaikan harus dimaknai secara mendalam, artinya segala sesuatu yang kita lakukan untuk mencapai atau mencapai kepentingan yang kita idamkan harus diniatkan dengan ikhlas dan ikhlas untuk beribadah dan bertaqwa kepada Tuhan, sehingga umat manusia mampu hidup rukun. bahagia dan menjunjung tinggi prinsip kelangsungan hidup untuk semua. Kondisi angkatan kerja Indonesia masih menjadi beban yang sangat berat dan menjadi prioritas dalam pembangunan nasional.

Untuk dapat bersaing dalam lingkungan kerja yang ketat dan ketimpangan penyediaan tenaga kerja dan kesempatan kerja, setiap individu harus mempunyai daya saing dalam kaitannya dengan pesaing lain di dunia kerja. Salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki adalah memiliki kepribadian yang kompeten, latar belakang pendidikan yang unggul, wawasan karir dan pengalaman internasional di era globalisasi. Dalam dunia kerja yang kompetitif, menurut Lewis Newman dalam Sherman (1992), setiap individu harus memiliki delapan keterampilan dasar agar berhasil mengelola karier, yaitu:

Persaingan dalam dunia kerja merupakan suatu hal yang sangat wajar, karena disana kita tidak mengerjakan semuanya sendirian, ada orang lain yang juga harus mengerjakan tugas yang sama dengan kita. Oleh karena itu, salah satu upaya yang harus dilakukan perawat untuk meningkatkan daya saingnya adalah dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar mampu bersaing di pasar kerja khususnya di bidang keperawatan itu sendiri (Steven Agustinus, 2008).

Konsep Dukungan Keluarga dan Dukungan Atasan 1 Pengertian dukungan keluarga

Manfaat dari dukungan ini adalah dapat menekan terjadinya suatu stressor karena informasi yang diberikan dapat memberikan kontribusi terhadap tindakan sugestif tertentu pada individu. Dukungan instrumental adalah bantuan yang diberikan secara langsung, baik dalam bentuk benda atau materi, misalnya pemberian fasilitas yang diperlukan, peminjaman uang, pemberian makanan, permainan atau bantuan lainnya. Menurut Friedman, dukungan instrumental adalah dukungan keluarga untuk membantu secara langsung dan memberikan kenyamanan serta kedekatan.

Selain itu, dukungan keluarga dari orang tua (khususnya ibu) juga dipengaruhi oleh usia. Friedman (2013) menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi dukungan keluarga adalah kelas sosial ekonomi termasuk tingkat pendapatan atau pekerjaan dan tingkat pendidikan. Hal ini sesuai dengan penelitian Yuliani (2019) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan ekonomi ibu dengan cakupan imunisasi campak-rubela.

Faktor lainnya adalah tingkat pendidikan, semakin tinggi pendidikan maka semakin besar dukungan terhadap keluarga sakit. Hal ini sejalan dengan penelitian Yuliani (2019) yang menemukan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu dengan cakupan vaksinasi campak dan rubella. Dukungan instrumental adalah dukungan yang diberikan langsung oleh keluarga dan mencakup bantuan materi seperti menyediakan tempat tinggal, meminjamkan atau memberikan uang, dan membantu pekerjaan rumah tangga sehari-hari (Sarafino, 2011).

Menurut Burns (2016), persepsi dukungan superior didefinisikan sebagai sejauh mana karyawan memercayai atasannya sehingga atasan tersebut dapat menghargai kontribusinya. Silvia dan Suryani (2017) menganggap dukungan atasan adalah dukungan yang diberikan atasan untuk menegaskan pentingnya nilai kegiatan pembelajaran dan pengembangan. Murniasih dan Sudarma (2016) menyatakan bahwa dukungan atasan berkaitan dengan dukungan pemimpin terhadap pekerjaan bawahannya, artinya pemimpin memberikan kepercayaan penuh kepada bawahannya dalam menjalankan perannya, namun tetap melakukan pengawasan dalam prosesnya.

Suharyoko (2017) Dukungan dari atasan merupakan persepsi keseluruhan karyawan mengenai sejauh mana atasannya menghargai kontribusinya dan peduli terhadap kesejahteraannya. Kimbal dan Rahyuda (2015) Dukungan supervisor adalah situasi dimana seorang individu mendapat perhatian khusus dari manajer atau atasannya. Aprianto, Thamrin, Syahrizal (2019) Dukungan dari atasan diartikan sebagai tingkat atasan mengenai kesejahteraan karyawannya dan menghargai kontribusi karyawan terhadap organisasi.

Dukungan dari atasan memegang peranan penting bagi karyawan, dimana karyawan beranggapan bahwa atasannya akan mendengarkan permasalahan yang dimilikinya yang mungkin saja menghambat pekerjaannya.

Faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Perawat Untuk Melanjutkan Pendidikan ke Jenjang S1 Keperawatan

Menurut penelitian yang dilakukan Widiyono pada tahun 2021 dengan judul “Faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Perawat Tingkat Profesi Dalam Melanjutkan Pendidikan Ke S1 Keperawatan”. Sedangkan peneliti pada penelitian ini hanya mengambil 3 faktor yaitu kompetisi, dukungan keluarga dan dukungan atasan. Kondisi angkatan kerja Indonesia masih menjadi beban yang sangat berat dan menjadi prioritas dalam pembangunan nasional.

Menurut penelitian Sandra (2018) yang berjudul “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Motivasi Mahasiswa Melanjutkan Pendidikan Keperawatan STIKES SYedza Saintika Padang Tahun 2017”. Kebijakan ketenagakerjaan secara umum merekomendasikan agar setiap pekerja diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan pengembangan pribadi saat bekerja. Tanpa kebijakan pun, kenyataannya setiap pekerja memerlukan pendidikan dan pelatihan untuk melaksanakan tugas dan pekerjaannya.

Oleh karena itu, seluruh tingkatan manajemen sebenarnya bertanggung jawab atas pendidikan dan pelatihan karyawan. Dukungan institusi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi perawat dalam menjalankan tugasnya sebagai perawat profesional. Perawat sangat membutuhkan dukungan institusi sebagai motivasi untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Dukungan dari atasan dapat dianggap sebagai suatu hal yang positif bagi bawahan, dengan dukungan dari atasan secara tidak langsung akan dirasakan sebagai suatu motivasi untuk mencapai sesuatu dan dukungan dari atasan juga menimbulkan semangat dan tanggung jawab dalam diri bawahan yang mampu melaksanakan dukungan tersebut.

Kebijakan ketenagakerjaan umum umumnya merekomendasikan agar manajemen memberikan kesempatan kepada setiap karyawan untuk melanjutkan pendidikan dan pengembangan pribadinya selama bekerja. Tanpa adanya kebijakan pun, setiap pekerja sebenarnya memerlukan pendidikan dan pelatihan yang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, atasan mempunyai tanggung jawab penuh atas dukungan yang harus diberikan kepada pegawai untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan.

Dukungan dari manajer dapat menjadi faktor penghambat atau pendukung dalam pelatihan perawat selanjutnya, hal ini berkaitan dengan pengurusan izin belajar, pengaturan jadwal kerja dengan jadwal perkuliahan dan tugas mata kuliah serta pekerjaan. Hubungan antara dukungan kepemimpinan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan keperawatan di Puskesmas Kecamatan Puger Kabupaten Jember menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan kepemimpinan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan keperawatan.

Kerangka Konsep

Hipotesis

Referensi

Dokumen terkait

There is in each case the eharacteristic sharp drop in the nitrogen excretion the first clay, with a very gradual reduction up to the 5th or Gth day, when in nearly eve1y case the