• Tidak ada hasil yang ditemukan

hubungan antara tata ruang perpustakaan sekolah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "hubungan antara tata ruang perpustakaan sekolah"

Copied!
140
0
0

Teks penuh

Hubungan Tata Letak Perpustakaan Sekolah Dengan Minat Membaca Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di SMP Negeri I Bangkala Kabupaten Jeneponto. Makalah Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar yang dibimbing oleh Hj.

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah: Apakah terdapat hubungan antara tata letak perpustakaan sekolah dengan minat baca siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Allu Bangkala Kabupaten Jeneponto. Untuk memperoleh data hubungan tata letak perpustakaan sekolah dengan minat baca siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Bangkala Kabupaten Jeneponto.

Manfaat Penelitian

Kajian Pustaka

  • Hasil Penelitian yang Relevan
  • Pengertian Perpustakaan Sekolah
  • Tujuan Perpustakaan Sekolah A. Tujan Perpustakaan
  • Tata Ruang Perpustakaan Sekolah
  • TATA RUANG PERPUSTAKAAN SEKOLAH
  • Fungsi Tata Ruang Perpustakaan
  • Pengertian Minat Baca
  • Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Bangkitnya Minat Baca
  • Dimensi Pengembangan Minat Baca Siswa
  • Prinsip-Prinsip Membaca

Satgas Koordinasi Pengembangan Perpustakaan Sekolah (KPPS) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, perpustakaan sekolah merupakan koleksi perpustakaan yang disusun menurut sistem tertentu dalam suatu ruangan, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar. dan membantu mengembangkan minat membaca siswa (Satgas KPPS, 1982, 1). Gedung atau lokasi perpustakaan sekolah harus mudah diakses oleh kendaraan pengangkut buku. Selain delapan jenis perlengkapan di atas, dalam rangka menata perpustakaan sekolah, harus disediakan meja dan kursi belajar bagi siswa yang akan berpartisipasi.

Oleh karena itu, perpustakaan sekolah harus menyediakan meja dan kursi belajar untuk membaca atau belajar.

Gambar 2.1 : Struktur Tata Ruang Perpustakaan Sekolah Kepala
Gambar 2.1 : Struktur Tata Ruang Perpustakaan Sekolah Kepala

Kerangka Pikir

Lebih spesifiknya, keberhasilan membaca dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang dalam hal ini berkaitan dengan kebugaran jasmani. Selain itu, anak yang terlalu bergantung pada orang tuanya atau selalu takut, merasa cemas, merasa tidak aman. Misalnya sikap orang yang terkadang berusaha membentuk watak putra-putrinya terlalu menyimpang, terlalu manja atau terlalu kasar, banyak mencampuri urusan putra-putrinya, terlalu menuntut.

Kesiapan pengalaman di sini berarti pernah atau belum membaca, sering atau tidak membaca, atau luasnya ilmu yang dimiliki atau tidak. Berdasarkan grafik di atas dapat dikatakan penataan ruang perpustakaan dalam meningkatkan minat baca merupakan upaya penataan perpustakaan dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan non manusia dengan tetap memperhatikan fungsi pengelolaan dengan sasaran seluruh siswa. Tata Letak Perpustakaan Sekolah Siswa SMP Negeri 1 Bangkala Kabupaten Jeneponto Hasil Minat Membaca Terkait dengan masalah minat membaca.

Dengan perancangan perpustakaan yang baik diharapkan perpustakaan menjadi sumber informasi yang selalu dibutuhkan siswa dan meningkatkan minat membaca siswa. Dalam melaksanakan penataan ruang perpustakaan, kita tetap memperhatikan fungsi manajemen itu sendiri yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pemantauan dan evaluasi. Oleh karena itu, penggunaan fitur-fitur tersebut dikombinasikan dengan berbagai kegiatan pendukung lainnya sangat tepat untuk meningkatkan minat membaca siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Bangkala Kabupaten Jeneponto.

Hipotesis

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan ex post facto dengan tingkat penjelasan asosiatif dengan jenis data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini mendeskripsikan hubungan tata letak perpustakaan sekolah dengan minat baca siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Bangkala Kabupaten Jeneponto secara kuantitatif dan kualitatif.

Lokasi dan Subyek Penelitian

Variabel Penelitian

  • Sampel

Tata Letak Perpustakaan (X) Tata letak perpustakaan merupakan proses penggunaan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mengelola bahan perpustakaan baik berupa buku maupun non buku agar dapat dijadikan bahan informasi oleh setiap pemustaka di SMP Negeri 1 Bangkala Kabupaten Jeneponto . Minat membaca siswa (Y) Minat membaca siswa merupakan sikap positif dan rasa ketertarikan dalam diri terhadap kegiatan membaca dan minat membaca buku untuk mengembangkan intelektualitas dan belajar sepanjang hayat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Allu Bangkala Jeneponto yang berjumlah 575 orang.

Sofyan Effendi mengatakan penelitian dengan menggunakan sampel adalah untuk mewakili individu atau populasi sehingga tidak memakan waktu.Harapannya capaian penelitian dengan sampel dapat menggambarkan sifat populasi yang bersangkutan. Dalam penelitian ini pengambilan sampel dilakukan melalui purposive sampling yaitu penunjukan dalam hal ini secara langsung sebagai sampel adalah siswa kelas IX A, IX G, mengingat siswa kelas IX A, IX G belum terbiasa dengan perpustakaan. . Selain itu kelas IX A, IX G juga baru memasuki bangku SMP, sehingga harus dimotivasi untuk banyak memanfaatkan atau mengunjungi perpustakaan.

Tabel 3.1  Keadaan Populasi
Tabel 3.1 Keadaan Populasi

Teknik Pengumpulan Data

Sugiyono menyatakan, angket/kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan kepada responden seperangkat pernyataan tertulis untuk dijawab.

Teknik Analisis Data

Sumber hasil angket penelitian pada tabel di atas menggambarkan bahwa 52 dari 54 siswa atau 85% setuju buku dikelompokkan berdasarkan klasifikasi (jenis buku), 2 dari 54 siswa atau 15% sangat setuju buku dikelompokkan berdasarkan klasifikasi (jenis buku), dan 0 dari 54 siswa atau 0% tidak setuju jika buku dikelompokkan berdasarkan deklasifikasi (jenis buku). Sumber hasil angket penelitian pada tabel di atas menggambarkan bahwa 51 dari 54 siswa atau 95,5% setuju bahwa setiap kali meminjam buku dari perpustakaan dan mengembalikan buku tersebut, petugas perpustakaan selalu mencatat, 3 dari 54 siswa atau 5 %. Sumber hasil angket penelitian pada tabel di atas menggambarkan bahwa 44 dari 54 siswa atau 85% setuju dengan sanksi keterlambatan pengembalian buku, 10 dari 54 siswa atau 15% sangat setuju dengan adanya penundaan pengembalian buku.

Sumber hasil angket penelitian pada tabel di atas menggambarkan bahwa 41 dari 54 siswa (80%) setuju bahwa petugas perpustakaan selalu bekerja dengan baik (ramah, cepat dan memuaskan), dan 10 dari 54 siswa (15%) sangat setuju bahwa petugas perpustakaan selalu melayani dengan baik (ramah, cepat dan memuaskan), dan 3 dari 54 siswa atau 0% tidak setuju petugas perpustakaan selalu melayani dengan baik (ramah, cepat dan memuaskan), 0 dari 54 siswa atau 0% tidak setuju petugas perpustakaan selalu melayani baik (ramah, cepat, dan memuaskan). Sumber hasil angket penelitian pada tabel di atas menggambarkan bahwa 37 dari 54 siswa atau 75% setuju bahwa harga buku yang relatif mahal mendorong untuk memanfaatkan perpustakaan sekolah untuk membaca, 11 dari 54 siswa atau 10%. Sumber hasil angket penelitian pada tabel di atas menggambarkan bahwa 12 dari 54 siswa atau 30,5% setuju dengan koleksi bahan pustaka perpustakaan sekolah.

Sumber hasil angket penelitian pada tabel di atas menggambarkan bahwa 1 dari 54 siswa atau 5% setuju bahwa tidur lebih baik daripada membaca buku, 2 dari 54 siswa atau 5%. Sumber hasil angket penelitian pada tabel di atas menggambarkan bahwa 20 dari 54 siswa atau 65% setuju saya ingin pergi ke perpustakaan yang lebih lengkap dari itu. Sumber hasil angket penelitian pada tabel di atas menggambarkan bahwa 39 dari 54 siswa atau 80% setuju jika di perpustakaan terdapat buku (sumber bacaan) yang ingin diketahui maka cobalah meminjamnya, 12 dari 54 siswa atau 15% sangat setuju jika di perpustakaan ada buku (sumber bacaan) yang ingin diketahui, maka cobalah meminjamnya, 3 dari 54 siswa atau 5% tidak setuju jika ada buku (sumber bacaan) di perpustakaan yang ingin tahu maka cobalah meminjamnya 0 dari 54 siswa atau 0% tidak setuju jika ada buku (sumber bacaan) di perpustakaan yang ingin diketahui maka cobalah meminjamnya.

Sumber hasil angket penelitian pada tabel di atas menggambarkan bahwa 48 dari 54 siswa atau 95% setuju siswa datang ke perpustakaan karena ingin mencari. Sumber hasil angket penelitian pada tabel di atas menggambarkan bahwa 41 dari 54 siswa atau 85% setuju bahwa jadwal (no. 23) harus selalu dipatuhi, 8 dari 54 siswa atau 10% sangat setuju bahwa jadwal (no. 23 ) harus selalu dipatuhi, 5 dari 54 siswa atau 5% tidak setuju bahwa jadwal (no. 23) harus selalu dipatuhi, dan 0 dari 54 siswa atau 0% tidak setuju bahwa jadwal (no. 23) harus selalu dipatuhi dipatuhi.

Tabel 4.1 Buku diletakkan dan tersusun rapi di lemari atau rak.
Tabel 4.1 Buku diletakkan dan tersusun rapi di lemari atau rak.

Pembahasan

Dengan demikian terbukti bahwa hubungan antara perencanaan fisik Perpustakaan Sekolah dengan minat membaca siswa adalah linier (positif), dan saling berkorelasi. Dimana hubungan antara perencanaan fisik Perpustakaan Sekolah memberikan kontribusi terhadap minat membaca siswa sebesar 32,94% dan sisanya sebesar 67,06% ditentukan oleh faktor atau variabel lain. Artinya jika guru menata perpustakaan dengan baik maka minat membaca juga akan lebih baik.

Hal ini terbukti menurut pendapat Rahim bahwa keinginan yang kuat, diiringi dengan usaha seseorang untuk membaca, disertai dengan kecenderungan yang terus-menerus untuk mencari informasi termasuk isinya, untuk memahami makna dengan tujuan memperolehnya, merupakan minat membaca. Jadi, siswa kelas IX.A,IX.G SMP Negeri 1 Bangkala Kabupaten Jeneponto mempunyai minat membaca yang tinggi. Jadi, perpustakaan SMP Negeri 1 Bangkala Kabupaten Jeneponto berperan dalam meningkatkan minat membaca siswa kelas IX.A, IX.G. Hal ini terbukti menurut pendapat para ahli bahwa perpustakaan dapat mengembangkan minat dan budaya membaca yang mengarah pada kebiasaan belajar mandiri dan memperluas pengetahuannya (Septiantono dalam Rahaayuningsih, 2007: 5).

Perpustakaan SMP Negeri 1 Bangkala Kabupaten Jeneponto menawarkan koleksi buku paket Departemen Pendidikan Nasional yang baik dan sesuai dengan kurikulum. Jadi, buku-buku yang ada di perpustakaan SMP Negeri 1 Bangkala Kabupaten Jeneponto dapat menunjang proses belajar mengajar di sekolah. Menurut para ahli, hal ini juga telah dibuktikan bahwa perpustakaan sekolah harus menyediakan koleksi buku paket Departemen Pendidikan Nasional yang baik dan fasilitas lain yang diharapkan dapat menunjang proses belajar mengajar (Sinaga, 2004:26).

Simpulan

Ruang perpustakaan sekolah di SMP Negeri 1 Bangkala Kabupaten Jeneponto mempunyai hubungan yang signifikan terhadap minat membaca siswa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 1 Bangkala Kabupaten Jeneponto diperoleh hasil penelitian nilai r sebesar 0,574, kemudian nilai sebesar 0,574 diinterpretasikan dalam tabel interval koefisien yaitu terhadap koefisien korelasi antara 0,400 sampai dengan 0,600 dengan interpretasi “ cukup kuat". Oleh karena itu hipotesis yang diajukan dinyatakan diterima yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara tata letak perpustakaan sekolah dengan minat baca siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Bangkala Kabupaten Jeneponto.

Saran

Membaca Lebih Baik di Sekolah Menengah (Prinsip dan Prosedur untuk Guru), New York: Perusahaan Penerbitan Hafner. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online', diakses 2 Mei 2015 di http://kbbi.web.id/perspeksi. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online', diakses 26 Mei 2015 dari http://kbbi.web.id/tabulasi.http://kbbi.web.id/perspeksi.

Teaching the Child to Read, New York: The Macmillan Company, http://www.eprints.Walisongo.ac.id/172.

S bila kalimat SETUJU dengan keadaan di perpustakaan

CS bila kalimat CUKUP SETUJU dengan keadaan di perpustakaan C. KS bila kalimat KURANG SETUJU dengan keadaan di perpustakaan

Di perpustakaan SMPN 1 BANGKALA harus tersedia berbagai sumber bacaan yang sesuai dengan kurikulum yang ada. Selain sumber bacaan, pasti ada berbagai sumber bacaan lain seperti majalah, koran, internet dan lain sebagainya. Jika ada tugas yang diberikan oleh guru, gunakanlah sumber bacaan yang berkaitan dengan tugas tersebut.

27. Untuk lebih memperkaya ilmu pengetahuan, selain menggunakan sumber bacaan yang berkaitan dengan pelajaran, sebaiknya juga membaca buku cerita dan surat kabar. Jika tidak ada guru yang mengajar, manfaatkan waktu tersebut untuk membaca buku, majalah, dan koran di perpustakaan. Jika ada buku (sumber bacaan) di perpustakaan yang ingin Anda pelajari lebih lanjut, cobalah meminjamnya.

Dengan membaca sumber bacaan yang ada di perpustakaan SMPN 1 BANGKALA, siswa dapat mengikuti perkembangan dunia khususnya perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Gambar 1.1 Penulisan Daftar Nama Pengunjung Perpustakaan
Gambar 1.1 Penulisan Daftar Nama Pengunjung Perpustakaan

Gambar

Gambar 2.1 : Struktur Tata Ruang Perpustakaan Sekolah Kepala
Tabel 4.1 Buku diletakkan dan tersusun rapi di lemari atau rak.
Tabel 4.4 Mudah dalam mengambil dan mengembalikan buku
Tabel 4.5 Koleksi buku di perpustakaan bervariasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Bertitik tolak dari latar belakang di atas, yang menyatakan tata ruang kantor dapat menjadi salah satu faktor pendukung upaya pemilik perusahaan dalam

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya, maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: “Apakah terdapat hubungan antara Self esteem dengan Self

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “apakah ada hubungan tingkat personal hygiene dan kebersihan

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “apakah ada hubungan self efficacy dengan stres akademik pada

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “apakah ada hubungan antara tipe kepribadian dari

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, penelitian ini memiliki rumusan masalah sebagai berikut : “Apakah ada hubungan budaya sekolah berbasis

Rumusan Masalah Dari latar belakang yang telah dituliskan sebelumnya, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah ada hubungan karakteristik individu dan kinerja perawat dengan

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah yang dapat penulis kemukakan adalah: “Apakah Ada Hubungan Mobilisasi Pada Pasien Tirah Baring Lama dengan