PENDAHULUAN
Latar Belakang
1 Waston, Masa Depan Kemanusiaan dan Keberagaman: Era Pasca-Pandemi di Indonesia Melalui Teropong Filsafat, (Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2021), 2. Karena jumlah mahasiswa yang terdampak pada masa pandemi cukup tinggi, maka berbagai permasalahan Apa yang terjadi di masa pandemi ini merupakan suatu hal yang patut dijadikan sebagai pembelajaran dan kesiapsiagaan untuk mempersiapkan kondisi mental dan masa depan yang baik setelah menghadapi musibah akibat Covid-19. 12 Indriani Safitri, “Hubungan Konsep Diri dan Dukungan Keluarga dengan Orientasi Masa Depan Mahasiswa,” (Skripsi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2021) 3-4.
Rumusan Masalah
Penelitian ini akan mengkaji dampak resiliensi terhadap kecemasan dan orientasi masa depan. Dari uraian di atas terlihat bahwa orientasi masa depan siswa terakhir pasca pandemi Covid-19 pada penelitian ini berada pada kategori sedang. Dari jumlah tersebut terlihat bahwa banyak mahasiswa baru IAIN Ponorogo yang memiliki tingkat orientasi masa depan sedang.
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
- Teoritis
- Kegunaan praktis
Dari penelitian ini diharapkan dapat menguji teori ada tidaknya hubungan antara resiliensi dan kecemasan dengan orientasi masa depan mahasiswa akhir IAIN Ponorogo pasca pandemi Covid-19. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan khususnya mengenai hubungan resiliensi dan kecemasan serta orientasi masa depan mahasiswa akhir IAIN Ponorogo pasca pandemi Covid-19. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan data dan pertimbangan kepada pihak-pihak terkait serta menjadi media untuk mengetahui keadaan resiliensi, kecemasan dan orientasi masa depan mahasiswa akhir IAIN Ponorogo pasca pandemi Covid-19.
Kajian Terdahulu
Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan adalah subjek penelitian terdahulu adalah masyarakat, sedangkan pada penelitian kali ini adalah mahasiswa. Persamaan dalam penelitian ini adalah variabel-variabel yang digunakan yaitu resiliensi sebagai variabel X dan orientasi masa depan sebagai variabel Y. Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama menggunakan resiliensi sebagai variabel X dan orientasi karir sebagai variabel Y.
Landasan Teori
- Kecemasan
- Orientasi masa depan
- Resiliensi
- Kerangka Berpikir
Orientasi masa depan juga dapat dikatakan sebagai gambaran sadar melihat masa depan seseorang yang secara sadar direpresentasikan dan dikomunikasikan oleh dirinya sendiri. 39 Elsa Nadila, “Hubungan Harga Diri dan Efikasi Diri dengan Orientasi Masa Depan Remaja Akhir di Desa Kedondong,” (Disertasi, Ponorogo, Iain Ponorogo, 2022), 20. 41 Yusis Nopirda, Oki Oktavianto, Nurfidha R, “Tesis Hubungan Harga Diri Dengan Orientasi Masa Depan Bidang Pendidikan Siswa Kelas Xi Di Palembang,” Glasser Education Journal 4, No.
Hipotesis Penelitian
METODE PENELITIAN
Rancangan Penelitian
Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel
Menurut Reivich dan Shatte, resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk mengatasi dan meningkatkan ketahanannya dalam situasi stres seperti kehilangan pekerjaan, kegagalan dalam hubungan sosial dan trauma yang pernah terjadi dalam hidup seseorang69. Dalam penelitian ini resiliensi disusun berdasarkan tujuh aspek yang dijelaskan oleh Reivich dan Shatte, yaitu regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, empati, analisis penyebab masalah, efikasi diri, dan upaya menjangkau70. Semakin tinggi nilai resiliensi maka semakin baik pertahanan individu ketika mengalami peristiwa atau keadaan buruk.
69. 70 Rachel Jackson & Cris Watkin, “Inventarisasi Ketahanan Tujuh Keterampilan Penting untuk Mengatasi Hambatan Hidup dan Mengidentifikasi Kemungkinan,” Tinjauan Seleksi dan Pengembangan. Menurut Greenberger dan Padesky, kecemasan adalah ekspresi kegugupan atau ketakutan sementara yang dialami seseorang baik sebelum atau pernah mengalami pengalaman hidup yang menantang71.
Kecemasan akan diungkapkan dengan menggunakan aspek Greenberger dan Padesky yang terdiri dari reaksi fisik, pikiran, perilaku dan suasana hati72. Nurmi menyatakan bahwa orientasi masa depan adalah gambaran individu tentang diri sendiri dalam konteks masa depan, yang menjadi dasar dalam menetapkan tujuan, merencanakan dan mengevaluasi sejauh mana tujuan yang telah dibuat itu terwujud, terutama dalam hal pendidikan, karir dan keluarga73. Orientasi masa depan akan diukur berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan Nurmi yang terdiri dari tiga tahap yaitu motivasi, perencanaan dan evaluasi74.
Semakin tinggi skor orientasi masa depan menunjukkan bahwa siswa mempunyai sikap optimis terhadap masa depannya.
Instrumen Penelitian
Lokasi, Populasi, dan Sampel
34; Ketahanan dan Kecemasan Keluarga di Era New Normal (Studi di Kota Banda Aceh).” “ Jurnal Noken Universitas Muhammadiyah Sorong 3. 34; Pengaruh Moderasi Ketekunan Terhadap Hubungan Perfeksionisme Dengan Kecemasan Penulisan Disertasi.” Jurnal Psikologi Gadjah Mada 186.
34; Resiliensi berhubungan dengan tingkat kecemasan masyarakat pada masa pandemi Covid-19.” Jurnal Ilmiah Permas : Jurnal Ilmiah Stikes Kendal 932.34; Hubungan Orientasi Masa Depan Dunia Kerja dengan Motivasi Berprestasi pada Mahasiswa Psikologi Angkatan 2001 Uin Sgd Bandung.” Jurnal Ilmiah Psikologi 72.34; Psikoedukasi Orientasi Masa Depan Pada Masa Dewasa Dini di Dusun Tegal Bedug Desa Tamansari Kabupaten Indramayu.” E-Journal Universitas Tarumanegara 985.
34; Hubungan antara harga diri dan orientasi masa depan dalam bidang pendidikan kelas Psychoborneo 62. 34; Hubungan Penyesuaian Diri Dengan Kecemasan Menghadapi Pensiun Pada PNS Daerah Istimewa Yogyakarta.” Fpsi 2-3.
34; Model praktik pengelolaan keuangan pribadi berbasis literasi keuangan, orientasi masa depan dan kecerdasan spiritual pada generasi “Y” di Kota Medan.” Riset & Jurnal Akuntansi 1531.
Tahap- Tahap Penelitian
Analisis Data
- Uji Validitas dan Reliabilitas
- Uji Asumsi
- Teknik Analisis Data
34;Psychological Resilience: Definitions Brief and Key Theoretical, Conceptual and Methodological Issues." Defense Research and Development Canada 15. 34;Student Mental Health Amidst the Covid-19 Pandemic: A Call for Further Research and Immediate Solutions." Journal of Social Psychiatry. 34;Tingkat Kecemasan Sungang Terhadap Pemberlakuan New Normal Dan Pengetahuan Terhadap Imunitas Tubuh." Sport Sciene & Education Journal 20.
34;The Resilience Inventory Seven Essential Skills For Overcoming Life's Obstacles And Determining Happing." Selection & Development Review 15. 34;The Effect Of Affect On Foreign Language Learning: A Review Of Anxiety Research." Wiley Online Library 132. 34;Pengaruh Resiliensi Terhadap Orientasi Karir Siswa Kels Xii Sma Se- Kecamatan Candisari Semarang." Indonesia Journal of Counseling And Development 1.
HASIL PENELITIAN
Deskripsi Data Penelitian
Deskripsi data mengenai ketahanan akhir mahasiswa pasca pandemi Covid-19 di IAIN Ponorogo, diperoleh dari angka angket yang peneliti bagikan kepada responden. Dari tabel diatas terlihat nilai rata-rata data (Mean) sebesar 84.6, nilai median data (Mean) sebesar 85.0, nilai frekuensi (mode) sebesar 84 dari hasil SPSS, dapat Terlihat juga bahwa standar deviasi data adalah 6,9 dengan rentang 34,0, nilai minimum data adalah 65,0, dan nilai maksimum adalah 99,0. Dari statistik yang diperoleh, hasil tinggi, sedang dan rendah untuk ketekunan akhir siswa dapat dikategorikan dengan rumus: 99.
Uraian di atas menunjukkan bahwa ketahanan lulusan mahasiswa pasca pandemi Covid-19 di IAIN Ponorogo pada penelitian ini berada pada kategori sedang. Deskripsi data kecemasan akhir pada mahasiswa IAIN Ponorogo diperoleh dari skor angket yang dibagikan kepada responden. Dari tabel diatas diketahui nilai rata-rata data (mean) sebesar 75,2, nilai tengah (median) sebesar 75,8 dan nilai yang sering muncul (mode) sebesar 76,0. Hasil SPSS juga menunjukkan standar deviasi sebesar 6,5 dengan rentang 31,0, nilai data minimum 57,0 dan nilai maksimum 88,0.
Dari statistik yang diperoleh, skor akhir resiliensi siswa tinggi, sedang, dan rendah dapat dikategorikan dengan menggunakan rumus: 100. Dari hasil penghitungan skor kategori di atas terlihat bahwa masuk dalam kategori skor tinggi (X > 81) responden berjumlah 22 orang dengan persentase 20,0%, kategori sedang (68 < X < 81) berjumlah 73 responden. responden dengan persentase 66,4%. Dari uraian di atas terlihat bahwa kecemasan yang dialami mahasiswa pascapandemi IAIN Ponorogo berada pada kategori sedang.
Deskripsi data mengenai orientasi masa depan mahasiswa akhir pasca pandemi Covid-19 di IAIN Ponorogo, diperoleh dari angka kuesioner yang dibagikan kepada responden.
Statistik data penelitian
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara resiliensi dengan orientasi masa depan mahasiswa akhir pasca pandemi Covid-19, dengan hubungan yang kuat.
PEMBAHASAN
Korelasi resiliensi dengan kecemasan
106 Akhmad Yanuar Fahmi, dkk, “Resiliensi berkaitan dengan tingkat kecemasan masyarakat pada masa pandemi Covid-19” Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Kendal Ilmia Stike, 11, no Senada dengan penelitian Febi Dwi yang menunjukkan bahwa peningkatan resiliensi tidak diikuti dengan penurunan kecemasan, hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang dapat digolongkan menjadi faktor internal dan eksternal yang dialami siswa.107 Sejalan dengan penelitian Lisdayanti. Kecemasan tertinggi cenderung terjadi pada wanita dan lamanya pelatihan juga menjadi faktor penyebab meningkatnya kecemasan pada individu, tingkat kecemasan tersebut sebesar 87,5% pada residen non bedah dan 12,5% pada residen bedah dari total 140 residen. 108 Meski memiliki resiliensi yang baik, namun terdapat pengaruh antara usia dan jenis kelamin terhadap tingkat kecemasan siswa pasca pandemi Covid-19109. 111 Virliana Aulia Intan, dkk., “Sosiodemografi dan Tingkat Kecemasan Mahasiswa Pada Masa Pandemi Covid-19” Jurnal Psikologi Sosial 20, no.
Meskipun hasil analisis data menunjukkan bahwa 68,2% siswa memiliki tingkat resiliensi sedang, 17,3% siswa memiliki tingkat resiliensi tinggi, dan 14,5% siswa memiliki tingkat resiliensi rendah, maka kecemasan yang dialami siswa pascapandemi berada pada tingkat sedang. kecemasan dengan persentase siswa yang mempunyai tingkat kecemasan rendah, dan 20,0% siswa mempunyai tingkat kecemasan tinggi. Data tersebut menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat resiliensi sedang lebih banyak dan siswa dengan tingkat kecemasan sedang juga mendominasi. Dalam hal ini resiliensi mahasiswa tingkat akhir IAIN Ponorogo pasca pandemi Covid-19 berada pada kategori sedang-tinggi dengan 68,2% mahasiswa mempunyai tingkat resiliensi sedang, 17,3% berlevel tinggi karena mampu mengatur dirinya sendiri. emosi, keinginan, optimis, kompeten memahami perasaan orang lain, memiliki rasa percaya diri dan meningkatkan aspek positif dalam diri.
Mahasiswa pascasarjana yang tidak resilient lebih mudah mengalami kecemasan karena belum mampu meningkatkan aspek positif dalam dirinya dan mengendalikan emosi dan keinginannya. 115 Mustika Myra Permata Delima Prasodjo, “Hubungan Tingkat Resiliensi Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Yang Memiliki Lansia Terkait Pandemi Covid-19 Di Wilayah Desa Ketajen Kecamatan Gedangan” (Disertasi, Surabaya, Hang Tuah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya, 2021), 6 mahasiswa pascasarjana yang sedang menyelesaikan skripsi di IAIN Ponorogo digunakan sebagai responden dalam penelitian ini. Setelah dilakukan analisis data, ditemukan bahwa responden perempuan cenderung lebih cemas ketika menghadapi situasi stres meskipun mereka memiliki ketahanan yang kuat.
Berdasarkan teori kecemasan yang dikemukakan oleh Greenberger dan Padesky yang terdiri dari beberapa aspek kecemasan, diketahui bahwa kecemasan yang dialami mahasiswa akhir skripsi berjumlah 77 mahasiswa akhir dengan tingkat kecemasan sedang dan 22 mahasiswa akhir dengan tingkat kecemasan sedang. kategori kecemasan tinggi.
Korelasi resiliensi dengan orientasi masa depan
PENUTUP
Kesimpulan
Dari uraian dan analisis bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara resiliensi dengan kecemasan. Kecemasan yang dialami siswa sebagian besar berada pada tingkat sedang, meskipun resiliensi siswa cukup banyak pada tingkat sedang hingga tinggi, namun kecemasan yang dialami masih tergolong tinggi. Tingginya tingkat kecemasan dipengaruhi oleh beberapa faktor, hal ini dibuktikan dari hasil analisis statistik dengan melihat hasil korelasi product moment Pearson memberikan nilai sebesar 0,672 dengan arah positif dan tingkat hubungan kuat.
Hal ini juga terlihat dari hasil analisis data statistik dengan melihat hasil Korelasi Product Moment Pearson yang memberikan nilai sebesar 0,615 dengan arah positif dan derajat hubungan yang kuat.
Saran
- Kuisioner Resiliensi
- Kuisioner Kecemasan
- Kuisioner Orientasi Masa Depan
- Surat izin membimbing skripsi
- Surat izin tempat penelitian
- Surat peminjaman buku
Hubungan antara harga diri dan efikasi diri dengan orientasi masa depan remaja akhir di Desa Kedondong.