• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hukum Bisnis Ahmad Fitrandi

N/A
N/A
Fajar Uddin

Academic year: 2024

Membagikan "Hukum Bisnis Ahmad Fitrandi"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

NAMA : AHMAD FITRANDI NIM : C0222529

KELAS : AKUNTANSI G 2022

HUKUM BISNIS

“PERUSAHAAN,USAHA,dan PENGUSAHA”

PERUSAHAAN Pengertian

Perusahaan adalah suatu badan hukum yang dibentuk oleh beberapa orang atau kelompok yang memiliki keterlibatan dalam menjalankan badan usaha yang bertujuan untuk komersial atau industri.Dengan kata lain, perusahaan adalah lembaga yang berbentuk organisasi yang dijalankan berdasarkan tujuan untuk menyediakan barang atau jasa untuk masyarakat luas dengan motif mendapatkan keuntungan.Struktur bisnis pada perusahaan ditentukan oleh lini bisnis yang dipilih dan menunjukkan struktur kepemilikan perusahaan.

Contohnya adalah kemitraan, koperasi, atau perseorangan. Biasanya, perusahaan memiliki bangunan secara fisik di lokasi tertentu yang di dalamnya menjalankan segala bentuk operasionalnya, serta memiliki catatan administrasi yang berkaitan dengan produksi dan penjelasan tentang struktur biaya. Dalam perusahaan akan terdapat beberapa orang atau sebuah kelompok yang bertanggung jawab pada operasional yang dijalankan.

Mereka juga bertanggungjawab atas segala bentuk resiko bisnis atau usaha yang sedang berjalan.

Unsur-unsur pada perusahaan

Perusahaan memiliki beberapa unsur pokok yang harus dipenuhi. Berikut ini adalah unsur- unsur pada perusahaan di antaranya:

1. Badan Usaha

Badan Usaha merupakan unsur pokok yang harus dimiliki pada sebuah perusahaan.

Perusahaan tersebut harus memiliki badan usaha yang jelas, seperti berbadan hukum atau bukan badan hukum.Contoh: Usaha dagang, CV, Koperasi, PT, dan lainnya.

(2)

2. Kegiatan pada Bidang Ekonomi

Unsur pokok berikutnya adalah perusahaan harus memiliki kegiatan pada bidang ekonomi, seperti perindustrian, jasa, perdagangan, dan pembiayaan.

3. Terus-menerus

Maksud dari terus-menerus adalah kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan tersebut merupakan mata pencaharian yang dilakukan secara terus-menerus, bukan merupakan kegiatan pada waktu-waktu tertentu atau insidentil.

4. Bersifat tetap

Unsur pokok berikutnya adalah kegiatan usaha yang dioperasionalkan oleh perusahaan tersebut bukan usaha yang berubah-ubah pada jangka waktu singkat.

Walaupun berubah harus dalam jangka waktu yang panjang.

5. Diketahui Publik

Unsur pokok berikutnya mengharuskan usaha yang sedang berjalan harus diketahui publik, ditujukan kepada publik secara umum, dan diakui oleh Undang-Undang.

6. Mendapatkan laba

Perusahaan memiliki tujuan utama yaitu untuk mendapatkan laba atau keuntungan dari setiap kegiatan usaha yang dilakukan.

7. Pembukuan

Perusahaan diwajibkan memiliki pencatatan yang berisi tentang hak dan kewajiban terkait aktivitas usaha.

USAHA

Pengertian menurut para ahli

Menurut Amirullah Imam Hardjanto dalam buku Proses Pengembangan Usaha oleh Karyoto, usaha atau bisnis adalah kegiatan menghasilkan produk untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dengan harapan mendapatkan keuntungan melalui penciptaan nilai dan proses transaksi.

Mengutip penelitian yang diterbitkan UIN Suska Riau, berdasarkan Undang-undang No. 3 Tahun 1982 tentang wajib daftar perusahaan, usaha adalah tindakan, perbuatan, atau kegiatan apa pun dalam perekonomian yang dilakukan setiap pengusaha atau individu untuk tujuan memperoleh keuntungan atau laba.

Sedangkan menurut Harmaizar Z dalam buku Menangkap Peluang Usaha, usaha adalah kegiatan secara tetap dan terus-menerus dengan tujuan memperoleh keuntungan, baik yang diselenggarakan oleh perorangan maupun badan usaha yang berbentuk badan

(3)

hukum atau tidak berbentuk badan hukum, yang didirikan dan berkedudukan di suatu daerah dalam suatu negara.

Jenis-jenis usaha

Masih menurut penelitian yang diterbitkan UIN Suska Riau, jenis-jenis usaha dibagi berdasarkan empat jenis, di antaranya:

1. Usaha Mikro

Merupakan usaha yang dilakukan atau dimiliki oleh perorangan atau badan usaha perorangan. Kriteria usaha mikro memiliki kekayaan bersih tidak lebih dari Rp 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Mereka memiliki penghasilan paling banyak Rp 300 juta per tahun.

2. Usaha Kecil

Usaha kecil merupakan usaha informal yang memiliki aset, modal, omzet yang sangat kecil. Jenis komoditi usahanya sering berganti, tempat usaha kurang tetap, tidak dapat dilayani perbankan dan umumnya tidak memiliki legalitas usaha. Kriteria usaha kecil, yakni memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50 juta sampai Rp 500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Hasil penjualannya mencapai lebih dari Rp 300 juta hingga 2,5 miliar per tahun.

3. Usaha Menengah

Usaha menengah merupakan usaha yang dilakukan per orang atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung atau tidak langsung usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan.Usaha menengah mempunyai kriteria kekayaan bersih di luar tanah dan bangunan tempat usaha lebih besar dari Rp 200 juta sampai paling banyak Rp 10 miliar.

4. Usaha Besar

Merupakan kegiatan produktif yang dilakukan badan usaha dengan jumlah kekayaan bersih atau penjualan tahunan lebih besar dari usaha menengah. Biasanya berupa usaha nasional milik negara atau swasta, dan usaha asing yang dilakukan di Indonesia.

(4)

PENGUSAHA Pengertian

Pengusaha adalah seseorang yang memulai dan mengelola usaha atau bisnis dengan tujuan mencari keuntungan. Seorang pengusaha harus memiliki kemampuan untuk mengenali peluang bisnis, merencanakan dan mengelola sumber daya yang tersedia, serta meminimalkan risiko yang terkait dengan usaha tersebut.

Pengusaha dapat memulai bisnis mereka sendiri atau membeli bisnis yang sudah ada.

Mereka juga dapat bekerja secara mandiri atau bersama dengan orang lain untuk membangun bisnis yang sukses. Pengusaha seringkali memiliki kemampuan untuk mengatasi tantangan dan mengambil keputusan penting dalam situasi yang sulit.

Seorang pengusaha dapat terlibat dalam berbagai jenis bisnis, mulai dari bisnis kecil seperti toko kecil hingga bisnis besar seperti perusahaan multinasional. Mereka dapat mengelola bisnis dalam berbagai sektor, termasuk bidang teknologi, kesehatan, keuangan, dan pendidikan.

Jenis-jenis Pengusaha

Berikut ini adalah beberapa jenis pengusaha dan karakteristiknya:

Pengusaha Kecil dan Menengah

Pengusaha kecil dan menengah (UKM) adalah pengusaha yang memiliki usaha dengan skala kecil atau menengah. UKM seringkali dimiliki oleh satu atau beberapa orang dan memiliki modal terbatas.

Karakteristik pengusaha UKM adalah mereka memiliki sumber daya yang terbatas, tetapi memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar dan teknologi.

Pengusaha Skala Besar

Pengusaha skala besar adalah pengusaha yang memiliki usaha dengan skala besar, memiliki jumlah karyawan yang banyak, dan memiliki modal yang besar. Karakteristik pengusaha skala besar adalah mereka memiliki sumber daya yang cukup besar, memiliki kemampuan untuk mengelola risiko yang besar, dan memiliki pengaruh besar terhadap pasar.

(5)

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN Perbedaan

1.Perusahaan:

 Definisi: Entitas hukum yang menjalankan kegiatan bisnis untuk mencari keuntungan.

 Struktur: Memiliki struktur organisasi yang jelas, seperti manajemen, karyawan, dan departemen.

 Hukum: Dapat berbadan hukum, seperti CV (Commanditaire Vennootschap) atau PT (Perseroan Terbatas).

2. Usaha:

 Definisi: Kegiatan atau proses yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, biasanya berkaitan dengan kegiatan ekonomi.

 Ruang Lingkup: Usaha bisa bersifat kecil atau besar, dan tidak selalu harus berbadan hukum.Contoh: Bisnis rumahan, warung makan, atau perusahaan besar.

3.Pengusaha:

 Definisi: Individu yang mengelola dan menjalankan usaha, mengambil risiko untuk mendapatkan keuntungan.

 Karakteristik: Mempunyai jiwa kewirausahaan, inovatif, dan memiliki kemampuan manajerial.

 Fokus: Lebih pada peran individu dalam menciptakan dan mengelola usaha.

Persamaan

1. Tujuan: Ketiganya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.

2. Keterkaitan: Usaha dijalankan oleh pengusaha, dan perusahaan merupakan bentuk atau wadah dari usaha tersebut.

3. Pentingnya: Ketiga komponen ini penting dalam perekonomian, karena menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Daftar Referensi

https://www.idntimes.com/business/economy/yunisda-dwi-saputri/apa-itu- perusahaan?page=all

https://kumparan.com/pengertian-dan-istilah/pengertian-usaha-dalam-bisnis-dan-jenis- jenisnya-20Tfn1tDpFY/full

https://pasarind.id/blog/Pengertian-Pengusaha-Mengenal-Jenis-dan-Berbagai-Macam

Referensi

Dokumen terkait

Dalam mata kuliah ini dibahas tentang: Definisi, tujuan dan sumber-sumber hukum bisnis, Subjek dan Objek hukum, Hukum Perikatan, Organisasai Bisnis, Surat

Ahmad Hanafi mendefinisikan istihsan dengan mengecualikan (memindahkan) hukum sesuatu peristiwa dari hukum-hukum peristiwa lain yang sejenisnya dan memberikan kepadanya hukum

Dalam melakukan bisnis tidak mungkin pelaku bisnis terlepas dari hukum karena hukum sangat berperan mungkin pelaku bisnis terlepas dari hukum karena hukum sangat

Dari pandangan sosiologi hukum pelaksanaan CSR sebagai etika bisnis dan etika sosial merupakan suatu tanggung jawab badan hukum mengingat badan hukum merupakan

Dari pandangan sosiologi hukum pelaksanaan CSR sebagai etika bisnis dan etika sosial merupakan suatu tanggung jawab badan hukum mengingat badan hukum merupakan

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI Nama : Regita Windi Pramesti NIM : 2017.353.979 Prodi : S1 Akuntansi/ Akuntansi Perpajakan Judul Skripsi : Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, dan

ADJI SURATMAN.,PROF.,Dr.,Ak.,M.M Lingkungan Bisnis dan Hukum Bisnis 2 SKS Tanggal Mengajar : Thursday, 01 January 1970 Pertemuan : 01 File Materi : File Tugas : Mahasiswa FOTO NIM

Dokumen ini merupakan tugas mata kuliah Pengantar Hukum Bisnis yang membahas tentang perusahaan go public, pasar modal, anti monopoli dan persaingan curang, serta penanaman modal