• Tidak ada hasil yang ditemukan

hukum bisnis lala viola

N/A
N/A
Lala Viola

Academic year: 2024

Membagikan " hukum bisnis lala viola"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Nama: Lala viola NPM: 41183403220057 Mata kuliah: Hukum bisnis Prodi: Akuntasi

Soal!

1. Jelaskan bagaimana hubungan antara manajemen dengan hukum bisnis?

2. Sebuah perjanjian serisi syarat subjektif dan objektif. Kedua syarat tersebut mempengaruhi berlakunya perjanjian. Jelaskna kedua syarat sah perjanjian tersebut dan apakah akibat hukum dari masing-masing syarat tersebut?

3. Sebuah perjanjian dapat mengalami wanprestasi, apa yang dimaksud? Hal apa yang menyebabkannya?

4. Dalam organisasi bisnis, sebuah perusahaan wajib membuatkan dokumen atas aktivitas yang sudah dilakukan, sebutkan apa saja dokumen tersebut!

5. Berikan penjelasan dan contoh untuk perjanjian dapat dilakukan pembatalan karena keadaan memaksa!

Jawab!

1. Hubungan manajemen dengan hukum bisnis adalah dimana manajemen yang berarti mengatur, mengelola dan memimpindalam dunia bisnis. Bedasarkan hukum bisnis dan etika bisnis. Contoh sebagai keputusan yang diambil oleh manajer harus sesuai hukum dan etika bisnis yang berlaku, hukum bisnis memberikan pedoman dan perlindungan bagi manajer dalam menjalankan bisnis mereka. Dimana manajer harus berkerja sama dengan tim hukum untuk memastikan keputusan yang diambil sesuai dengan hukum bisnis yang berlaku.

2. Syarat sah subjektif, dalam perjanjian dimana perlu memenuhi unsur kesapakatan kedua belah pihak. Jika kesepakatan sudah dicapai, maka pihak sudah mencapai kesesuain mengenai hal - hal yang menjadi pokok perjanjian

Syarat sah objektif, berdasarkan pasal 1320 KHUP syarat sah objektif terdiri dari hal tertentu dan kausa halal atau yang diperbolehkan perihal tertentu dalam hal ini merupakan yang menjadi objek perjanjian harus berkaitan dengan hal tertentu dibenarkan hukum dan jelas apakah akibat hukum. Akibat dari hukum jika syarat subjektif tidak terpenuhi, maka

perjanjian dapat dibatalkan dengan gugatan “ dibatalkan “ (VOIDABLLE) yang menghasilkan konstitutif. Sedangkan jika syarat objektif yang tidak terpenuhi, maka perjanjian batal demi hukum dengan gugatan “ batal demi hukum “ ( VOID ) yang menghasilkan deklarator 3. Wanpresentasi adalah istilah yang diambil dari Bahasa belanda wanpretatie dengan arti

tidak dipenuhinya prestasi atau kewajiban dalam suatu perjanjian. Dalam hukum,

wanprestasi berarati kegagalan dalam memenuhi prestasi yang sudah ditetapkan prestasi merupakan sesuatu hal yang dapat dituntut. Hal yang menyebabkan wanprestasi jika ada pihak yang lalai harus memberikan pengantian berupa biaya, kerugian dan Bunga. Akibat atau sanksi wanprestasi ini dimuat dalam pasal 1239 KHU perdata yang menerangkan bahwa

(2)

tiap perikatan untuk berbuat sesuatu, atau tidak berbuat sesuatu wajib diselesaikan dengan memberikan pergantian biaya, kerugian dan bunga bila debitur tidak memenuhi kewajiban 4. 1. Dokumen keuangan terdiri dari catatan ( neraca, laporan laba rugi , rekening , jurnal ) bukti

transaksi dan data keuangan yang merupakan bukti adanya hal dan kewajiban serta kewajiban usaha perusahaan ( wajib disimpan 10 tahun sejak akhir tahun buku )

2. Dokumen lainnya terdiri dari data atau tulisan yang berisi keterangan yang mempunyai nilai guna bagi perusahaan meskipun tidak terikat langsung dengan dokumen keuangan ( disimpan 30 tahun )

5. Keadaan memaksa dimana menurut pasal KHUP sebagaimana akan ditunjukan bahwa keadaan memaksa adalah keadaan yang melepaskan seseorang atau suatu pihak yang mempunyai kewajiban untuk dipenuhi nya berdasarkan suatu perikatan (cyber hutang atau debitur ) yang tidak dapat memenuhi kewajiban nya , dari tanggung jawab untuk memberi ganti rugi, biaya dan bunga, dan dari tanggung jawab untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Contohnya terjadi bencana alam seperti gempa bumi, tanah longsor, perang dan sebagainya.

Referensi

Dokumen terkait

Jadi dapat kita simpulkan bahwa menurut Pasal 1338 perjanjian yang dibuat secara sah, yaitu memenuhi syarat-syarat Pasal 1320 KUHPerdata berlaku

Adapun kesesuaian antara syarat sahnya perjanjian berdasarkan Pasal 1320 KUHPerdata dengan perjanjian leasing pada Perusahaan Multiguna yaitu syarat yang pertama “sepakat”,

Ketentuan hukum kontrak di Indonesia memang menekankan bahwa kesepakatan yang dicapai para pihak sebagai salah satu dasar fundamental pembentukan perjanjian atau kontrak yang

Tanggung Jawab dan Perlindungn Hukum Para Pihak Dslam Transaksi Bisnis Elektronik yaitu, bersumber pada Pasal 1320 KUH Perdata menyebutkan bahwa syarat sahnya

20 Jika keempat syarat sah dalam Pasal 1320 BW tersebut dipenuhi dalam perjanjian jual beli secara online atau digital dengan sistem dropship maka telah terjadi perjanjian di

Pemenuhan syarat-syarat perjanjian dalam transaksi konvensional, berlaku pula pada pembuatan perjanjian dokumen elektronik sebagaimana diatur dalam pasal

Adapun kesesuaian antara syarat sahnya perjanjian berdasarkan Pasal 1320 KUHPerdata dengan perjanjian leasing pada Perusahaan Multiguna yaitu syarat yang pertama “sepakat”,

syarat sahnya suatu perjanjian yang diatur dalam pasal 1320 KUHPerdata, maka kontrak yang dibuat para pihak tersebut tidak memiliki kekuatan hukum, seperti yang dipertegas dalam pasal