Tujuan penyusunan buku ini adalah untuk memberikan bahan ajar yang lengkap baik bagi guru maupun siswa dalam mempelajari dan memahami ilmu-ilmu hukum perbankan di Indonesia dan lembaga keuangan syariah. Perbankan di Indonesia mulai berkembang ketika kehadiran VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) mempengaruhi berdirinya lembaga keuangan seperti pembiayaan dan perbankan.
PENGERTIAN DAN SUMBER HUKUM PERBANKAN
Pengertian Hukum Perbankan
Dilihat dari sistem hukum nasional, hukum perbankan telah berkembang menjadi hukum sektoral dan fungsional, oleh karena itu hukum perbankan dalam kajiannya menghilangkan pembedaan antara hukum publik dan hukum privat, sehingga cakupannya menjadi sangat luas. Jika ingin diuraikan, hukum perbankan mencakup bidang hukum administrasi, hukum perdata, hukum dagang, hukum pidana, dan hukum internasional.
Sumber-sumber Hukum Perbankan
- Sumber hukum tertulis
- Sumber Hukum Tidak Tertulis a. Yurisprudensi
- Alasan Perubahan Atas UU Perbankan a. Perkembangan ekonomi nasional yang
- Beberapa subtansi Perubahan Atas UU Perbankan 1992
- Secara Sistematis Subtansi Perubahan UU Perbankan 1992
Sifat peraturan perundang-undangan perbankan kita adalah peraturan perundang-undangan yang bersifat imperatif atau peraturan perundang-undangan yang bersifat memaksa, artinya bank harus mengikuti pedoman yang telah termuat dalam peraturan perundang-undangan tersebut dalam menjalankan usahanya. Apabila peraturan perbankan dilarang, Bank Indonesia berwenang menindak bank yang bersangkutan dengan mengenakan sanksi administratif seperti pencabutan izin. Namun sebagai bagian dari pengendalian internal, bank diperbolehkan untuk mengambil peraturan internal (self-regulation) dengan berpedoman pada kebijakan umum Bank Indonesia.
ASAS, FUNGSI, TUJUAN DAN JASA-JASA PERBANKAN
Asas Hukum Perbankan
Adapun asas perbankan yang dianut di Indonesia diatur oleh ketentuan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan yang menyatakan bahwa. Menurut penjelasan resminya, demokrasi ekonomi berarti demokrasi ekonomi yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Fungsi dan Tujuan Hukum Perbankan
Sistem ekonomi kapitalis pada dasarnya bersifat kosmopolitanisme, sehingga dalam mengejar keuntungan tidak mengenal batas negara; Kelima, sistem perekonomian Pancasila yang tegas dan jelas dalam keseimbangan antara perencanaan pusat (nasional) dan penekanan pada desentralisasi dalam penyelenggaraan kegiatan perekonomian. “Perbankan Indonesia bertujuan untuk mendukung pelaksanaan pembangunan nasional guna meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.”
Pengertian Jasa-jasa Perbankan
Prinsip mengenal nasabah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia No.3/1 0/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. Perlu diketahui bahwa prinsip kenali nasabah masih sangat terikat dengan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
HUBUNGAN BANK DENGAN NASABAH PENYIMPAN DANA
Hubungan Bank
- Hubungan hukum antara bank dan nasabah penyimpan dana
- Hubungan hukum antara bank dan nasabah debitur
Berdasarkan fungsi tersebut dapat diketahui adanya hubungan hukum antara bank dengan nasabah penyimpan dan hubungan hukum antara bank dengan nasabah debitur. Bentuk hubungan hukum antara bank dengan nasabah pemegang uang terlihat dari hubungan hukum yang timbul dari produk perbankan, seperti deposito, tabungan, giro, dan lain sebagainya.
Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Bank Pada dasarnya hakikat dari perlindungan
- Perlindungan Hukum Tidak Langsung Perlindungan hukum secara tidak
- Prinsip Kehati-hatian (Prudential Principle) Menurut ketentuan Pasal 2 UU
- Kewajiban Mengumumkan Neraca Perhitungan Laba Rugi
- Merger, Konsolidasi, dan Akuisisi Bank Alasan dan tujuan dilakukannya
- Perlindungan Hukum Langsung
Dalam Pasal 11 ayat (2) UU No. 10 Tahun 1998, perubahan undang-undang no. 7 Tahun 1992 bagi bank menyatakan bahwa : “Batas maksimal menurut. 37B ayat (2) UU No. 10 Tahun 1998 Perubahan Atas UU No. 7 Tahun 1992 tentang Bank menyatakan bahwa, “Untuk menjamin simpanan masyarakat pada bank, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibentuk Lembaga Penjamin Simpanan.”
JENIS-JENIS BANK
Jenis jenis Bank berdasarkan Fungsinya 1. Bank Sentral
- Bank Umum
- Bank Perkreditan Rakyat
Penghimpunan dana masyarakat dalam bentuk simpanan dalam bentuk deposito, tabungan dan/atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu. Penempatan dana dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito dan/atau tabungan pada bank lain.
Jenis-Jenis Bank Berdasarkan Kepemilikannya 1. Bank Milik Pemerintah
- Bank Milik Koperasi
- Bank Devisa
- Bank Non-Devisa
Bank milik koperasi adalah bank yang sahamnya dimiliki oleh suatu perusahaan yang berbadan hukum koperasi. Bank campuran adalah bank yang kepemilikan sahamnya bercampur antara pihak asing dan pihak swasta nasional.
Jenis-jenis Bank berdasarkan Kegiatan Operasionalnya
- Bank Konvensional
- Bank Syariah
Bank konvensional umumnya beroperasi dengan mengeluarkan produk-produk untuk menyerap dana masyarakat, antara lain tabungan, deposito, tabungan giro; penyaluran dana yang telah terkumpul melalui pemberian kredit, antara lain kredit investasi, kredit modal kerja, kredit konsumsi, kredit jangka pendek; dan jasa keuangan termasuk kliring, penagihan, transfer uang, letter of credit dan jasa lainnya seperti jual beli surat berharga, bank draft, wali amanat, penjamin emisi dan perdagangan surat berharga. Perbankan syariah adalah perbankan yang mengurusi segala sesuatu yang berkaitan dengan perbankan syariah dan badan usaha syariah, termasuk kelembagaan, kegiatan usaha, cara dan metodenya.
Jenis-jenis Bank menurut Bentuk Badan Usaha a. Bank berbentuk Perseroan Terbatas (PT)
Jenis-jenis Bank menurut Organisasinya 1. Unit banking
- Branch banking
- Correspondency banking
- Bank Sentral
- Bank Komersial
- Bank Umum
- Bank Perkreditan Rakyat
- Bank Investasi
- Bank Devisa
- Bank Retail
- Bank Korporat
- Bank Syariah
- Bank Pembangunan Daerah (BPD)
Bank syariah adalah bank yang menjalankan usahanya sesuai dengan prinsip syariah Islam, artinya bank yang dalam operasionalnya mengikuti ketentuan syariah Islam, khususnya yang berkaitan dengan tata cara berjamaah Islam. Dalam perkembangannya ternyata kehadiran bank syariah tidak hanya dilakukan oleh masyarakat muslim saja, namun juga masyarakat non muslim.
LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH
Pendahuluan
Dalam menerima simpanan dan investasi, lembaga keuangan syariah harus mematuhi fatwa Dewan Pengawas Syariah; Sumber Daya Manusia (SDI) yang dibutuhkan oleh lembaga keuangan syariah adalah orang-orang yang mempunyai
Pengertian Lembaga Keuangan
Kasmir mendefinisikan lembaga keuangan sebagai perusahaan apa pun yang beroperasi di sektor keuangan, menghimpun uang, mendistribusikan uang, atau kedua-duanya. Lembaga perantara keuangan berdasarkan kemampuannya dalam menghimpun uang masyarakat dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu lembaga keuangan penyimpanan dan lembaga keuangan non penyimpanan.
Fungsi Lembaga Keuangan
Fungsi lembaga keuangan ditinjau dari kedudukan lembaga keuangan dalam sistem perbankan, yang berfungsi sebagai satu kesatuan unit yang diberi wewenang atau mempunyai kewenangan untuk menerbitkan giro (penciptaan uang) dan simpanan (deposito). Fungsi keuangan dilihat dari kedudukan lembaga keuangan dalam sistem moneter yang fungsinya menghasilkan uang.
Prinsip Operasional Lembaga Keuangan Syariah (LKS)
Fungsi lembaga keuangan dilihat dari kedudukan lembaga keuangan dalam sistem keuangan, berfungsi sebagai bagian dari jaringan terpadu seluruh lembaga keuangan dalam sistem perekonomian. Struktur sistem keuangan terdiri dari sistem perbankan, sistem moneter dan lembaga keuangan lainnya. Sebagai lembaga sosial, LKS berfungsi sebagai pengelola dana sosial yang menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah.
Lemabaga Fasilitator Sistem Keuangan Syariah Di Indonesia
Bapepam-LK merupakan gabungan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan Kementerian Keuangan. Sebagai perwakilan DSN pada lembaga keuangan syariah yang bersangkutan, dibentuklah Dewan Pengawas Syariah (DPS).
PERBANKAN SYARIAH
Pengertian Perbankan Syariah
Dengan demikian, bank syariah adalah bank yang tidak mengandalkan bunga, dan produk operasionalnya, baik penghimpunan dan penyaluran dana maupun lalu lintas pembayaran serta peredaran uang dari dan ke debitur didasarkan pada prinsip hukum Islam. 1. Sedangkan bank yang menjalankan usahanya sesuai dengan prinsip syariah Islam adalah bank yang mengikuti ketentuan syariah Islam dalam operasionalnya, khususnya yang berkaitan dengan pengurusan.
Latar Belakang Kemunculan Bank Syariah Dalam sejarah2 diketahui bahwa
Namun penggunaan nama baitutamwil belum bisa serta merta diterapkan di beberapa negara Islam bekas jajahan negara-negara Eropa. Namun mengingat Indonesia merupakan negara bekas jajahan Belanda yang menganut peraturan perundang-undangan Belanda, maka lembaga ini tidak dikenal.
Peran Perbankan Syariah
Pemberian pelayanan sosial seperti pinjaman kebajikan (qardul hasan), zakat dan dana sosial lainnya sesuai dengan ajaran Islam.
Prinsip Dasar Perbankan Syariah 4
- Wadiah
Musyarakah Muwafadhah, yaitu kerjasama antara dua orang atau lebih pada suatu benda dengan syarat masing-masing pihak menanamkan modal yang sama besarnya dan melakukan perbuatan hukum (pekerjaan) yang sama, sehingga masing-masing pihak dapat melakukan perbuatan hukum atas nama orang yang bekerja sama. .Musayarakah Al-Wujuh yaitu kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang tidak mempunyai modal sama sekali dan mereka melakukan pembelian secara kredit dan menjualnya secara tunai dengan membagi keuntungan yang diperoleh bersama-sama.
Dasar Hukum Perbankan Syariah
Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945 dalam ilmu hukum disebut sebagai sumber dari segala sumber hukum. Oleh karena itu, UU No. 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU No. 7 Tahun 1992 untuk memberikan peluang peningkatan peranannya.
PERATURAN BANK INDONESIA MNGENAI PERBANKAN SYARIAH
Selain landasan hukum tersebut di atas, landasan hukum Islam yang dimaksud dalam perbankan syariah adalah fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga tertentu yang berwenang sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat 12. Meski tidak disebutkan secara tegas, undang-undang tersebut menunjuk Dewan Syariah Nasional MUI sebagai lembaga yang berwenang. kekuasaan untuk segera mengeluarkan fatwa.
ASURANSI SYARIAH
- Pengertian Asuransi
- Pandangan Ulama dan Dasar Hukum Asuransi Syariah
- Jenis-Jenis Asuransi
- Prinsip Asuransi Syariah
- Perbedaan antara asuransi konvensional dengan asuransi syariah
Prinsip asuransi syariah adalah sebuah konsep dimana terdapat saling berbagi risiko antar sesama peserta. Asuransi syariah yang berlandaskan konsep gotong royong dalam kebaikan dan ketakwaan memungkinkan seluruh anggota keluarga besar untuk saling melindungi dan menanggung risiko finansial yang timbul di antara mereka.
PENGADAIAN
SYARIAH (RAHN)
- Definisi Gadai (Rahn)
- Dalil Hukum Islam Disyariatkannya Rahn Dalil hukum Islam tentang
- Rukun dan Syarat Rahn 1. Rukun Rahn 20
- Ketentuan pelaksanaan pegadaian Islam 1. Kedudukan barang gadai
- Prosedur Pemberian Kredit Gadai
- Berakhirnya Akad Rahn
Sebagai permulaan, tidak ada manfaat yang dapat diambil dari barang yang digadaikan, baik oleh pemiliknya maupun oleh penerima gadai. Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat, ulama Syafi’iyah dan Hanabilah berpendapat bahwa biaya pemeliharaan barang gadai menjadi tanggung jawab pegadaian dengan alasan barang tersebut berasal dari pegadaian dan tetap menjadi miliknya.
PASAR MODAL SYARIAH
Pengertian Pasar Modal Syari’ah
Menurut John Downes dan Jordan Elliot Goodman, pasar modal adalah pasar di mana dana modal – utang dan ekuitas – diperdagangkan. Pasar modal syariah adalah pasar modal yang seluruh mekanisme penyelenggaraannya, terutama yang berkaitan dengan penerbit, jenis efek yang diperdagangkan, dan mekanisme perdagangannya sesuai dengan prinsip syariah.
Fungsi dan Karakteristik Pasar Modal Syari’ah
Modal yang diperdagangkan di pasar modal adalah modal yang diukur dalam waktu merupakan modal jangka panjang. Memisahkan pengoperasian aktivitas perusahaan dari fluktuasi harga saham jangka pendek, yang merupakan ciri umum pasar modal konvensional.
Struktur Pasar Modal Syari’ah 1. Pengelola Pasar Modal
- Lembaga Penunjang Pasar Modal a. Lembaga Penunjang Pasar Perdana
Tujuan Bapepam – LK adalah menciptakan kegiatan pasar modal yang tertib, adil dan efisien serta melindungi kepentingan investor dan masyarakat. Manajer dana adalah perusahaan yang beroperasi di pasar modal dengan mengelola modal yang diberikan oleh investor.
Instrumen Pasar Modal Syari’ah
- Saham Syariah
- Obligasi Syariah (Sukuk)
Sukuk istishna' adalah sukuk yang diterbitkan atas dasar akad atau akad istishna' dimana para pihak menyepakati jual beli guna membiayai suatu proyek/barang. Sukuk korporasi merupakan salah satu jenis obligasi syariah yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang sesuai dengan prinsip syariah.
Resiko Pasar Modal Syari’ah
Oleh karena itu, investor pasar modal syariah harus memposisikan dirinya sebagai mitra perusahaan yang siap membagi keuntungan dan kerugian. Risiko ini berkaitan dengan kemampuan suatu sekuritas untuk segera diperdagangkan tanpa mengalami kerugian yang berarti.
BATUL MAL WATAMWIL
Pengertian Baitul Mal Wa Tanwil (BMT) Baitul Man Wa Tanwil ialah balai usaha
Oleh karena itu, keberadaan BMT dapat dianggap sebagai media penyaluran penggunaan aset keagamaan seperti infaq, zakat, dan sedekah. Bisa juga dianggap sebagai lembaga yang bergerak di bidang investasi produktif, seperti bank. Sebagai lembaga keuangan mempunyai tugas menghimpun dana dari masyarakat (anggota BMT) dan menyalurkannya kepada masyarakat (anggota BMT), sebagai lembaga perekonomian juga mempunyai hak untuk melakukan kegiatan.
Dasar hukum Baitul Mal Wa Tanwin
Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No. 16/Per/M.KUKM/IX/2015 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Oleh Koperasi. Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No. 11/Per/M.KUKM/IX/2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Penanaman Modal Pada Koperasi.32.
Ciri-ciri, Tujuan dan Fungsi BMT
Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 10/Per/M.KUKM/IX/2015 tentang Lembaga Koperasi.