• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hukum Perbankan.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Hukum Perbankan.pdf"

Copied!
175
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

PRINSIP-PRINSIP DALAM PERBANKAN

Hakikat Fungsi Dan Tujuan Perbankan

Peran masyarakat dalam industri perbankan begitu besar, perbankan merupakan lembaga yang mendapat kepercayaan dari masyarakat.32 Fakta membuktikan bahwa bank merupakan simbol dari kepercayaan masyarakat, jika suatu bank ‘sakit’ maka dampaknya akan sangat terasa. perekonomian negara. Pengertian risiko kepatuhan dalam ketentuan POJK Manajemen Risiko Bank sebagaimana dimaksud pada Pasal 1 angka 8 menyatakan bahwa merupakan risiko akibat bank yang tidak mematuhi ketentuan yang ada.

Prinsip-Prinsip Dalam Kegiatan Perbankan

  • Prinsip Demokrasi Ekonomi (Democracy Economy
  • Prinsip Kepercayaan (Fiduciary Principle)
  • Prinsip Kehati-hatian (Prudential Principle)
  • Prinsip Kerahasiaan (Secrecy Principle)
  • Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer
  • Prinsip Transparansi (Transparency Principle)
  • Prinsip Integritas (Integrity Principle)

PRODUK BANK (CORE BUSINESS)

Bank Sebagai Badan Usaha

Bank yang menjalankan fungsi intermediasi dalam menghimpun uang dan mengembalikannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dana serta menyelenggarakan jasa perbankan, termasuk jasa pembayaran, menggambarkan bank sebagai badan usaha yang melakukan usaha untuk memperoleh keuntungan. 7/6/PBI/2005 yang menyatakan bahwa produk perbankan adalah produk dan/atau jasa perbankan yang juga mencakup produk lembaga keuangan lainnya yang dijual oleh bank sebagai agen pemasaran/penjualan. Undang-Undang Perbankan telah mengatur kegiatan perbankan sebagai usaha inti bank yang meliputi tiga kegiatan usaha yaitu pembiayaan, kredit, dan jasa.

Fungsi bank sebagai lembaga perwalian berkaitan dengan kegiatan bank sebagai lembaga intermediasi yang mempunyai hubungan kepercayaan dengan nasabah. Simorangkir, mempertegas pengertian bank sebagai pemberi kredit dengan menggunakan modal bank atau simpanan pihak ketiga, termasuk pemberian jasa dan sebagai pedagang giro untuk sarana pembayaran, sehingga bank merupakan badan usaha lembaga keuangan. 71 Black’s Law Dictionary, mendefinisikan bank sebagai: “A financial Institution for the deposit, loan, exchange or issue of money and for transfer of funds.”72 Definisi ini menitik beratkan pada fungsi bank sebagai lembaga keuangan yang menerima simpanan, menyediakan kredit, tukar uang. dan mentransfer dana. Pengertian bank secara otentik dirumuskan dalam Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Perbankan yang mendefinisikan bank sebagai badan usaha yang menjalankan kegiatan usahanya sebagai penghimpun dana simpanan dan penyalur dana.

Transaksi Bank

Dalam transaksi keagenan bank, bank dapat berperan sebagai bank kustodian, yaitu berperan sebagai kustodian bagi nasabah yang membeli produk reksa dana dari bank dan bekerja sama dengan manajer investasi. Jadi reksa dana bukanlah produk simpanan di bank, melainkan instrumen pasar modal seperti produk investasi yang pengelolaannya ditangani oleh manajer investasi. Selanjutnya terdapat empat jenis reksa dana, yaitu: Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Saham, dan Reksa Dana Campuran.

Dana investasi pendapatan tetap menginvestasikan setidaknya 80% dari total pengelolaan portofolionya pada surat utang. Reksa Dana Saham berinvestasi pada saham atau saham, minimal 80% dari total portofolio pengelolaan dengan kontribusi return berupa keuntungan. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23/POJK.04/2016 tanggal 13 Juni 2016 tentang Dana Investasi Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.

Penghimpun Dana (Funding)

Pemberian Kredit (Lending)

Dalam menyalurkan kredit kepada nasabah bank harus diperhatikan kepentingan masyarakat karena dana kredit berasal dari masyarakat dan disimpan di bank, sebagaimana diatur dalam Pasal 29 Undang-Undang Perbankan yang menyatakan agar tidak menimbulkan kerugian. bank dan nasabah yang menyimpan dana, kegiatan melakukan usaha, maka bank wajib 68. Berkenaan dengan itu, ada empat unsur dalam pemberian kredit, yaitu unsur pertama Trust, yaitu keyakinan bank terhadap nasabah bahwa kredit akan dikembalikan oleh pelanggan sesuai kesepakatan. Kedua, Time yaitu masa tenggang yang ditentukan untuk pelunasan kredit oleh nasabah.

Ketiga, terdapat risiko dalam jangka waktu kredit, yang mana jika jangka waktu kredit semakin panjang maka risikonya juga semakin besar. Untuk melaksanakan fungsi perkreditan tersebut, karena dalam perekonomian nasional terdapat berbagai jenis bidang usaha yang menunjang sistem perekonomian agar dapat berjalan sesuai dengan tujuannya, maka pemberian kredit juga diklasifikasikan menurut kebutuhan dan bidang usaha nasabah. . Kredit tanpa jaminan adalah kredit yang diberikan tanpa agunan dalam bentuk apapun, sehingga analisis kreditnya adalah karakter, cara pandang usaha dan nama baik debitur yaitu hanya berdasarkan kepercayaan bank atau kepercayaan nasabah.

Pelayanan Jasa Bank (Services)

8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal99 yang mengatur bahwa Reksa Dana adalah tempat menghimpun dana dari investor yang akan digunakan untuk investasi pada portofolio efek yang dilakukan oleh manajer investasi. Reksa dana pasar uang berinvestasi pada surat berharga di pasar uang dan bersifat utang untuk jangka waktu kurang dari satu tahun. Kedua, Reksa Dana Bergaransi, yaitu memberikan jaminan atas nilai investasi awal pada akhir jangka waktunya.

Selain itu, ketiga jenis dana investasi tersebut di atas diatur lebih lanjut dalam POJK No. 48/POJK.04/2015. Dana investasi dalam bentuk kontrak investasi kolektif dengan penyertaan terbatas merupakan suatu cara menghimpun dana yang berasal dari investor profesional yang kemudian diinvestasikan oleh manajer investasi dalam portofolio efek. Rahardjo, Sapto, Panduan Investasi Reksa Dana: Pilihan Bijak Dalam Berinvestasi dan Mengembangkan Reksa Dana, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2004.

PRODUK NON BANK (NON CORE BUSINESS) 83

Karakteristik Produk Non Bank

Industri perbankan memiliki produk tabungan selain pinjaman dan jasa, sedangkan pasar modal dan industri asuransi memiliki produk investasi. Bahkan, kolaborasi antar industri jasa keuangan saat ini semakin meningkat, terbukti dengan banyaknya bank yang menjual produk investasi sebagai produk non perbankan berupa reksa dana dan bancassurance yang merupakan hasil kerjasama dengan manajer investasi dan perusahaan asuransi. . Oleh karena itu, ciri-ciri produk non perbankan sebagai produk investasi mempunyai ciri-ciri umum, yaitu:

Tidak ada jaminan artinya berhubungan dengan ketidakpastian karena produk investasi dikaitkan dengan kondisi pasar yang tidak menentu dan fluktuatif sehingga tidak ada jaminan Anda akan mendapat keuntungan. Adanya potensi risiko merupakan ciri umum suatu produk investasi mempunyai potensi risiko, karena jika tidak ada risiko berarti bukan produk investasi. Memiliki return yang lebih besar atau sama dengan tingkat inflasi merupakan ciri suatu produk investasi yang membedakannya dengan produk lainnya.

Kegiatan Keagenan Produk Non Bank

  • Kegiatan Keagenan Reksa Dana
  • Kegiatan Keagenan Bancassurance

100Sapto Rahardjo, Panduan Investasi Reksa Dana: Pilihan Bijaksana Berinvestasi dan Mengembangkan Dana, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2004, hal Berdasarkan Pasal 18 Undang-Undang Pasar Modal dan penjelasannya, ada tiga bentuk dan ciri-ciri reksa dana, yaitu reksa dana yang berbentuk perseroan, berbentuk perjanjian penanaman modal bersama (KIK), dan kedua bentuknya dapat bersifat terbuka (penanaman modal terbuka) dan tertutup. (investasi jangka pendek). Reksadana campuran melakukan investasi wajib pada saham dan surat utang, instrumen pasar uang tidak lebih dari 79% dari total portofolio pengelolaan.

Reksadana terstruktur adalah reksa dana yang jual belinya oleh investor hanya dapat dilakukan pada waktu-waktu tertentu sesuai dengan ketentuan Manajer Investasi. Ketiga, Indeks Reksa Dana, yang portofolio efeknya merupakan bagian dari indeks yang diacunya, yaitu berinvestasi pada efek pada bagian indeks tersebut. Dalam hal ini yang dimaksud dengan Investor Profesional adalah investor yang mempunyai kemampuan untuk membeli Unit Penyertaan dan dapat menganalisis risiko Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif Penyertaan Terbatas.

Hakikat Risiko Pada Bank

Kelima, risiko adalah kemungkinan terjadinya suatu hasil, yaitu kemungkinan terjadinya berbagai hasil atau akibat. Di satu sisi risiko berhubungan positif dengan keuntungan (return), jika ingin mendapatkan keuntungan yang besar juga harus rela menghadapi risiko yang besar, istilahnya high risk, high return. Bank tidak mungkin dapat menghindari risiko yang ada, namun bank harus menghadapi dan mengelola atau mengendalikan (mitigasi) risiko tersebut karena merupakan kejadian yang diperkirakan dan tidak diharapkan yang berdampak negatif terhadap keuntungan.

Keinginan untuk mencapai tingkat keuntungan yang tinggi, dengan memperhitungkan besarnya risiko yang dihadapi kemudian menetapkan target keuntungan. Jadi profil risiko merupakan rangkuman yang menggambarkan hal-hal terpenting yang harus diperhatikan dalam manajemen risiko, dan setiap bank pasti memiliki profil risiko yang berbeda-beda. Apabila hasil keputusan mengenai kegiatan tersebut akan terus berlanjut, maka pengurangan risiko harus dilakukan secara lebih mendalam, karena risiko tidak mungkin dihilangkan, namun potensinya dapat dikurangi dan diminimalkan oleh manajemen berdasarkan penerapan konsep manajemen risiko yang berkualitas.

Manajemen Risiko Dalam Perbankan

Pengukuran profil risiko dilakukan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi risiko yang melekat pada berbagai aktivitas bisnis dan menilai kualitas mekanisme pengendaliannya. Oleh karena itu, fungsi manajemen risiko adalah sebagai penyaring sekaligus memberikan peringatan dini (early warning system) terhadap kegiatan usaha suatu bank, baik dilanjutkan atau tidak mengingat terdapat potensi risiko. Oleh karena itu manajemen risiko sebenarnya bertujuan untuk menjaga tingkat kesehatan bank sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan profitabilitas bank sesuai dengan rencana bisnis bank.

Mekanisme penerapan manajemen risiko meliputi identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan bank untuk mengukur apakah tingkat risiko wajar, terintegrasi dan berkelanjutan. Menurut James Essinger dan Joseph Rosen121, konsep manajemen risiko adalah suatu pendekatan dan strategi, dimana alat yang digunakan untuk menentukan parameter strategi manajemen risiko harus dilakukan secara sistematis, fleksibel dan konsisten. Di bidang perbankan, penerapan manajemen risiko dalam POJK Manajemen Risiko Bank diatur dan ditetapkan, sebagai tindakan minimal yang harus dilakukan oleh bank, meskipun terdapat variasi risiko antar bank yang ada, karena pada prinsipnya dampak yang terjadi sebagai akibat dari hal tersebut. Kegagalan mengelola risiko pada setiap bank adalah sama, yaitu selain kerugian finansial secara langsung juga berdampak pada pemangku kepentingan, pemegang saham, karyawan, dan nasabah.

Jenis-Jenis Risiko Dalam Perbankan

  • Risiko Kredit (Credit Risk)
  • Risiko Pasar (Market Risk)
  • Risiko Likuiditas (Liquidity Risk)
  • Risiko Operasional (Operational Risk)
  • Risiko Kepatuhan (Complience Risk)
  • Risiko Hukum (Legal Risk)
  • Risiko Reputasi (Reputation Risk)
  • Risiko Strategis (Strategy Risk)

Kegiatan pemberian kredit sebagai salah satu kegiatan utama bank merupakan sumber pendapatan bank yang terbesar dibandingkan dengan kegiatan perbankan lainnya. Oleh karena itu, risiko hukum timbul akibat lemahnya aspek hukum pada potensi transaksi perbankan. Risiko strategis merupakan risiko yang diakibatkan oleh kesalahan atau lemahnya strategi suatu bank dalam menjalankan aktivitasnya.

Pengertian risiko stratejik dalam ketentuan POJK Manajemen Risiko Bank tercantum dalam Pasal 1 angka 11 yang menyatakan bahwa risiko disebabkan oleh ketidaktepatan dalam pengambilan dan pelaksanaan keputusan strategis serta kegagalan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1999, tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2017, tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan.

Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33 /SEOJK.03/2016 tanggal 1 September 2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang melakukan kegiatan kerjasama pemasaran dengan perusahaan asuransi (Bank Insurance). Risiko Stratejik: risiko yang antara lain disebabkan oleh ketidaktepatan penetapan dan penerapan strategi Bank, pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat, atau kurangnya respons Bank terhadap perubahan eksternal.

Referensi

Dokumen terkait

penyelenggaraan uang elektronik mengatur masalah perizinan bagi bank, lembaga selain bank (LSB), dan agen individu dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai

a) Keuntungan atau kerugian dari penyaluran dan menjadi hak milik atau ditanggung bank, sedangkan pemilik dana tidak dijanjikan imbalan dan tidak menanggung kerugian. b)

pidana yang dilakukan oleh komisaris, direksi atau pegawai bank yang menguntungkan diri sendiri atau keluarganya (karena menerima.. komisi/ menerima

Selain itu juga eksploitasi seksual pada anak adalah penggunaan anak untuk tujuan seksual dengan imbalan tunai atau dalam bentuk lain antara anak, pembeli jasa seks, perantara

secara eksplisit mengenai perbankan syariah, tetapi kemungkinan suatu bank umum dan bank perkreditan rakyat memberikan fasilitas kredit dengan imbalan atau pembagian

Hanya saja karena pemberian fee tersebut semata-mata bertujuan memanfaatkan situasi sulit untuk meraih keuntungan pribadi, dan dilatarbelakangi "kesepakatan" untuk tidak mentaati aturan

Selain itu, pihak Shopee lebih memperhatikan kepentingan dan hak Afiliasi dalam menerima komisi, tidak untuk memperoleh komisi saja tapi juga memperbaiki sistem terkait kendala pada

Dimana praktik tersebut diselenggarakan bukan hanya semata-mata mencari keuntungan saja, namun juga demi kemaslahatan bersama antara penjual dan pembeli agar transaksi yang dilakukan