• Tidak ada hasil yang ditemukan

i BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "i BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MEDIA VIDEO DALAM

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI SISWA KELAS V SD NEGERI 24 BANDA ACEH

SKRIPSI

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Memenuhi Syarat-Syarat Guna Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh Mariska 1811080004

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BINA BANGSA GETSEMPENA BANDA ACEH

2022

(2)

i

(3)

i DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI ... i

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 5

1.3 Batasan Masalah... 6

1.4 Rumusan Masalah ... 6

1.5 Tujuan Penelitian ... 6

1.6 Manfaat Penelitian ... 6

1.7 Definisi Istilah ... 7

1.8 Hipotesis Penelitian ... 8

BAB II LANDASAN TEORETIS 2.1 Deskripsi Teoritik ... 9

2.1.1 Media Pembelajaran ... 9

2.1.2 Video ... 10

2.1.3 Keterampilan ... 12

2.1.4 Menulis ... 13

2.1.5 Puisi ... 15

2.2 Penelitian Relevan ... 17

2.3 Kerangka Berfikir... 19

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 22

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 22

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ... 22

3.4 Variabel Penelitian ... 23

3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 24

3.6 Teknik Analisis Data ... 26

DAFTAR PUSTAKA ... 27

(4)

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kehidupan, dimana pendidikan menjadi salah satu tempat untuk melatih seseorang untuk terampil baik dari segi berhitung maupun berkomunikasi. Pada dasarnya pendidikan tidak hanya mesti diperoleh melalui pembelajaran formal tetapi juga bisa diperoleh melalui pembelajaran non formal. Pada lembaga yang bersifat formal seperti sekolah, dimana keberhasilan suatu pendidikan dan pengetahuan dapat dilihat dari hasil prestasi belajarnya.

Dalam pembelajaran proses belajar merupakan proses interaksi peserta didik, pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajarnya. Namun, permasalahan pendidikan selalu muncul bersamaan dengan perkembangan situasi dan kondisi lingkungan yang ada. Informasi dan kebudayaan, serta berkembangnya ilmu teknologi juga berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Ilmu yang diberikan pendidik diharapkan bisa membentuk pengetahuan, penguasaan, kemahiran dan tabiat, serta sikap dan kepercayaan pada peserta didik (Aprida.

2017:333).

Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi belajar dan kreativitas pengajar. Selain itu juga, dapat ditunjang dengan fasilitas yang memadai dan kreativitas guru yang akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar. Pembelajar yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pengajar yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut, motivasi dan

(5)

2

pembelajaran membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Dalam proses belajar mengajar tersebut seorang guru dituntut mahir mengelola sebuah kelas dengan kreatif, ataupun strategi yang direncanakan sebelumnya, hal ini merupakan kunci sekaligus ujung tombak pencapaian tujuan pembaharuan pendidikan. Seorang guru dituntut untuk dapat mengarahkan dan menciptakan suasana kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

Strategi pembelajaran merupakan serangkaian rencana kegiatan yang termasuk di dalamnya penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam mencapai suatu keberhasialan pembelajaran yang diinginkan. Strategi pembelajaran di dalamnya mencakup pendekatan, model, metode dan teknik pembelajaran secara spesifik. Suatu keberhasilan dalam belajar mengajar, dapat dilihat dari metode dan pengunaan media yang tepat dari seorang guru. Penggunaan media yang tepat dalam pengajaran akan menimbulkan minat siswa dalam mengikuti suatu pembelajaran. Pentingnya media pembelajaran bagi peningkatan kualitas pendidikan semakin tampak dengan perkembangan teknologi sekarang ini. Dengan perkembangan teknologi, pelaksanaan pendidikan dapat diperbarui. Kelengkapan media pembelajaran sangat dibutuhkan untuk menunjang proses kelancaran belajar mengajar, sehingga akan tercipta suatu pembelajaran yang menarik dan mengasikkan.

Media pembelajaran merupakan bentuk saluran yang digunakan untuk menyalurkan sebuah pesan, informasi maupun bahan pelajaran kepada penerima

(6)

3

pesan. Penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan pengetahuan yang baru terhadap siswa.

Oleh karena itu, salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan adalah media video. Seperti yang dikemukakan oleh (Azhar, 2014:141) “Media video adalah bentuk media pembelajaran yang mudah dilakukan serta dapat memotivasi tingkat kemampuan siswa.” Dengan demikian, media video menunjukkan salah satu cara yang dapat digunakan pada pembelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam perolehan keterampilan menulis siswa. Media video misalnya, merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat memotivasi peserta didik dalam proses belajar, sehingga siswa menjadi lebih aktif dan merespon materi yang telah dilihat dan didengarnya.

Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia diharapkan siswa memiliki kemampuan berbahasa yang meliputi keterampilan mendengarkan (menyimak), berbicara, membaca, dan menulis. Dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia terdapat materi menulis seperti menulis puisi. Dalam K13 (2011: 317- 318), dikemukakan bahwa mata pelajaran bahasa Indonesia bertujuan agar siswa memiliki kemampuan diantara kemampuan tersebut yakni berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulisan.

Keterampilan menulis merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa. Keterampilan menulis merupakan kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain dengan melalui bahasa tulis. Ketepatan pengungkapan gagasan harus juga didukung

(7)

4

dengan ketepatan bahasa yang digunakan. Menurut Tarigan (2008:3), Melalui keterampilan menulis, siswa dapat mengungkapkan gagasan, pikiran, dan perasaanya dengan baik dan terbuka, sehingga siswa dapat mengungkapkan perasaan dan pikirannya secara tidak langsung melalui menulis diantaranya seperti menulis sebuah karangan yaitu puisi.

Puisi merupakan salah satu materi dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang sangat penting. Sebuah karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian fisik dan struktur batinnya.

Keindahan sebuah puisi didukung oleh diksi, majas, rima, dan irama yang terkandung dalam karya sastra tersebut.

Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan, dimana pengetahuan siswa terhadap karya sastra khususnya puisi masih sangat terbatas, terlebih lagi untuk dapat menulis puisi. Dari pengamatan yang peneliti amati hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain pemahaman siswa terhadap karya sastra masih kurang, guru belum menggunakan media yang menarik sehingga seingga siswa belum bisa praktek secara langsung. Oleh karena demikian, agar siswa dapat maksimal dalam menulis perlu distimulus dengan bahan ajar yang menarik. Untuk itu, guru perlu mencari upaya yang dapat membuat siswa tertarik agar siswa dapat menulis dengan baik dan dapat menjadikan pembelajaran puisi sebagai materi yang lebih menyenangkan.

Guru yang kreatif dalam mengajar juga bisa memberikan semangat atau keinginan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar. Tentu saja dari hal

(8)

5

tersebut dapat mendukung kesuksesan dalam belajar mengajar, dengan demikian tujuan dalam pembelajaran tersebut tercapai dengan maksimal. Dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, guru harus dapat menemukan bahan ajar dan media yang tepat. Penggunaan media yang tepat untuk pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia akan merangsang siswa untuk lebih bersemangat dan lebih menyenangi pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang sedang berlangsung. Dengan demikian, materi yang sedang diajarkan akan lebih mudah ditangkap oleh para siswa.

Penulis tertarik untuk melakukan penelitian peningkatan pengetahuan siswa terhadap puisi, dengan menggunakan media video. Media video dipilih dengan pertimbangan bahwa media ini merupakan media yang paling digemari, mudah diingat oleh siswa. Selain itu, media video juga belum pernah diterapkan di Kelas V SD Negeri 24 Banda Aceh pada mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, dengan mengunakan media video akan mempermudah guru dalam mengajar, dan siswa dapat mengingat apa yang dilihat dan didengar serta dapat mengembangkan kreativitas, daya imajinasi, serta mempermudah siswa dalam menuangkan ide-ide kreatif mereka. Dengan media video diharapkan siswa dapat menangkap atau mengingat pelajaran yang diberikan oleh guru, juga dapat mengungkapkan ide-ide kreatif mereka dalam sebuah tulisan yaitu, puisi.

Berdasarkan uraian di atas peneliti memiliki ketertarikan untuk meneliti dengan judul “Pengaruh Media Video Dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas V SD Negeri 24 Banda Aceh”.

(9)

6

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, maka masalah yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut:

1. Kurangnya penggunaan media dalam pembelajaran puisi;

2. Pembelajaran puisi membosankan dan tidak menarik;

3. Pengetahuan siswa terhadap karya sastra sangat terbatas;

4. Kurangnya kemampuan siswa dalam menulis puisi;

5. Perlunya media yang tepat untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa.

1.3 Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini dibatasi pada pengaruh penggunaan media video dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas V SD Negeri 24 Banda Aceh.

1.4 Rumusan Masalah

Sebagaimana uraian latar belakang diatas maka dapat disimpulkan rumusan masalahnya adalah rendahnya keterampilan menulis anak, dari rumusan masalah tersebut diperoleh permasalahan: Apakah Media Video Berpengaruh Dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Pada Siswa Kelas V SD Negeri 24 Banda Aceh ?

(10)

7

1.5 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media video berpengaruh dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi pada siswa kelas V SD Negeri 24 Banda Aceh.

1.6 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.6.1 Manfaat Teoretis

Penelitian ini dapat memberikan sedikit ilmu kepada guru dan calon guru dalam mengetahui kondisi anak dalam proses mengajar khususnya penggunaan media video langkah sebagai suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi pada siswa.

1.6.2 Manfaat Praktis

1. Bagi siswa, dengan adanya media video siswa tidak bosan dalam pembelajaran, dan akan memacu siswa untuk aktif dalam belajar.

2. Bagi peneliti, selain menambah wawasan peneliti juga dapat pelajaran baru 3. Bagi guru, untuk guru dan calaon guru agar tidak memenuhi keinginan

sendiri dan sebagai bahan masukan betapa pentingnya menggunakan media secara langsung khususnya dalam mengembangkan kemampuan menulis pada anak sebagai persiapan kejenjang selanjutnya.

4. Bagi sekolah, Penelitian ini digharapkan bagi pihak sekolah agar memperhatikan fasilitas sekolah untuk mendukung kemampuan dalam menulis pada siswa.

(11)

8

1.7 Hipotesis Penelitian

H0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media video terhadap peningkatan keterampilan menulis puisi siswa kelas V SD Negeri Banda Aceh.

H1 : Terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media video terhadap peningkatan keterampilan menulis puisi siswa kelas V SD Negeri Banda Aceh.

(12)

Referensi

Dokumen terkait

Model pembelajaran yang diterapkan guru masih konvensional, monoton, dan berpusat pada guru ( teacher centered ), sehingga hasil belajar siswa masih rendah. Selain

menarik dan aktif dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional yang biasa diterapkan oleh guru. 2) Meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 1

Pembelajaran yang aktif merupakan tujuan dari penggunaan video pembelajaran interaktif, penggunaan video interaktif akan menimbulkan hubungan dua arah yaitu antara media

Apakah peningkatan hasil belajar siswa yang menggunakan media video dan iringan musik instrumental lebih baik secara signifikan dibandingkan dengan siswa yang menggunakan

Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka digunakanlah model pembelajaran TANDUR berbantu video sebagai suatu inovasi baru terhadap model pembelajaran yang

Bagaimanakah peningkatan aktivitas siswa kelas IV SD 4 Kalirejo Undaan Kudus setelah menerapkan model Think Pair Share pada mata pelajaran IPS.. Bagaimanakah peningkatan

Dalam penelitian ini, khalayak yang menjadi subjek penelitian juga merupakan khalayak sastra, yakni mereka yang menerima pesan dari karya sastra sebagai media massa..

Apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa antara kelas eksperimen yang diberi perlakuan media audio visual berbasis video dengan siswa