ICRA Infection Control Risk Assessmen RENOVASI
PEMERINTAH KOTA JAYAPURA DINAS KESEHATAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RAMELA MUARA TAMI
Alamat : Jl. PROTOKOL KOYA BARAT, DISTRIK MUARA TAMI, KOTA JAYAPURA Email: [email protected]
LATAR BELAKANG
Renovasi :
Menghasilkan Debu
Penularannya Melalui Airborne
Jamur Patogen : Aspergillus
Plafon >>>> Penyebaran Jutaan Spora Jamur
Masuknya Air Saat Renovasi >> Kelembaban >> Meningkatnya Risiko Pertumbuhan Jamur
Pengkajian Resiko Dan Rencana Tindak Lanjut
1. PRE RENOVASI
1. Sebelum renovasi ada rapat koordinasi Antara bagian Tehnik, Komite PPIRS, K3RS dan Unit Sanitasi dan vendor
2. Komite PPIRS melakukan pengkajian resiko dan membuat izin renovasi 3. Sebelum pelaksanaan pembangunan dan renovasi bangunan Komite
PPIRS, K3RS dan Unit Sanitasi Lingkungan memberikan edukasi kepada pihak perencana dan pelaksana proyek.
Lanjutan
4. Sebelum pelaksanaan pembangunan/renovasi dan pembongkaran bangunan, pihak pelaksana proyek harus menutup area kerja, Komite PPIRS akan memastikan dengan cek list ” Renovasi bagunan “ dan memastikan kontraktor memasang informasi bahwa area tersebut sedang ada pembangunan/renovasi dan pembongkaran bangunan sesuai standar K3RS dan PPI
5. Selama proses pembangunan pelaksana proyek wajib mengenakan APD sesuai K3.
6. Setelah pembangunan selesai Komite PPIRS melakukan evaluasi kembali melalui cek list renovasi bangunan
Selama Renovasi
Selama dalam proses pembangunan, Tim pengawas proyek (Bagian Tehnik, Komite PPIRS, K3RS dan Unit Sanitasi Lingkungan) melakukan monitoring terhadap pelaksanaan pekerjaan sesuai surat kesepakatan bersama.
2. AKTIVITAS KONSTRUKSI BERDASARKAN TIPE
Tipe aktivitas ditentukan dengan :
Banyaknya debu yang ditimbulkan
Potensial terjadinya aerosol air
Lama pekerjaan konstruksi
Jumlah sistem pendingin ruangan dan ventilasi yang terpadu Ada 4 tipe : Tipe A, B, C dan D
TIPE A :
PEMERIKSAAN DAN KEGIATAN PEMELIHARAAN UMUM
Pengangkatan plafon untuk inspeksi visual (terbatas untuk 1 ubin per 5m2);
pengecatan (tetapi bukan pengamplasan);
Instalasi penutup dinding
Pekerjaan listrik; Pekerjaan pipa saluran air yang ringan;
Kegiatan apa saja yang tidak menghasilkan debu atau perlu memotong dinding atau akses ke langit-langit, selain untuk pemeriksaan visual.
TIPE B :
SKALA KECIL, KEGIATAN JANGKA PENDEK, YANG MENGHASILKAN DEBU SEDIKIT
Skala Kecil, Durasi Aktivitas Pendek Yang Dapat Menghasilkan Debu Minimal
Termasuk, Tapi Tidak Terbatas Pada :
Instalasi Telepon Dan Kabel Computer
Akses Untuk Ke Ruangan
Memotong Dinding Atau Langit-langit Dimana Migrasi Debu Dapat Dikontrol
TIPE C :
KERJA APAPUN YANG MENGHASILKAN DEBU SEDANG ATAU TINGKAT TINGGI
Pembongkaran atau pengangkatan komponen bangunan built-in atau rakitan,
Pengamplasan dinding untuk mengecat atau memasang lapisan dinding
Pengangkatan lapisan lantai/wallpaper, plafon, dan casework
Konstruksi dinding baru,
Pekerjaan ringan saluran dan listrik di plafon
Kegiatan perkabelan yang banyak.
3. BERDASARKAN KELOMPOK RESIKO
Berdasarkan kelompok risiko yang telah ditetapkan oleh tim pengendalian infeksi, maka renovasi bangunan dibagi menjadi :
Risiko rendah
Risiko sedang
Risiko tinggi
Risiko sangat tinggi
TIPE D :
PENGHANCURAN BESAR DAN PROYEK KONSTRUKSI
Penghancuran Mayor Dan Proyek Bangunan
Termasuk, Tapi Tidak Terbatas Pada :
Aktivitas Yang Membutuhkan Kerja Shift Yang Berkelanjutan
Membutuhkan Penghancuran Besar Atau Pengangkatan System Kabel Yang Lengkap
Konstruksi Baru
DEFINISI AREA PENGENDALIAN RISIKO INFEKSI / LOKASI
KELOMPOK 1 RENDAH
• Area kantor
• Tanpa pasien/ area resiko rendah yang tidak terdaftar dimanpun
KELOMPOK SEDANG
• Perawatan pasien dan tidak tercakup dalam Grup 3 / 4
• Laundry
• Cafeteria
• Dietary
• Manajemen Material
• PT/OT/Speech
• Penerimaan/Pemulangan
• MRI
• Obat-obatan nuklir
• Echocardiography
• Laboratorium tidak spesifik seperti Grup 3
• Koridor Umum (yang dilewati pasien, suplai, dan linen)
KELOMPOK 3 SEDANG TINGGI
• UGD
• Radiology
• Recovery Rooms
• Ruang Maternitas / VK
• High Dependency Unit
• Kamar bayi
• Pediatrics (kecuali yang tertulis di Grup 4)
• Lab Microbiologi
• Long term sub-acute units
• Farmasi
• Dialisis
• Endoskopi
• Area Bronchoskopi
KELOMPOK 4 TINGGI
• Unit Onkologi
• Terapi Radiasi
• Area klinis
• Chemo Infusion
• Transplant
• Pharmacy Admixture – Ruang bersih
• Kamar Operasi
• Departemen Proses Sterilisasi
• Kateterisasi Jantung
• Kamar prosedur invasif pasien rawat jalan
• Area Anastessi & pompa jantung
• Newborn Intensive Care Unit (NICU)
• Semua Intensive Care Unit (kecuali yang tertulis di Grup 4)
4. LEVEL ICRA
Ditentukan berdasarkan tabel antara Tipe Pekerjaan Konstrusi dan Kelompok Risiko Bangunan.
Terbagi menjadi :
•Level I
•Level II
•Level III
•Level IV
LEVEL RISIKO
KONSTRUKSI TIPA A TIPA B TIPA C TIPA D
Kelompok Risiko
Rendah Kelas I Kelas II Kelas II Kelas III/IV
Kelompok Risiko
Medium Kelas I Kelas II Kelas II Kelas IV
Kel Risiko Tinggi Kelas I Kelas II Kelas III/IV Kelas IV
Kelompok Risiko
Tertinggi Kelas II Kelas III/IV Kelas III/IV Kelas IV
PEDOMAN KONTROL INFEKSI KONSTRUKSI
KELAS I
Melaksanakan pekerjaan dengan metode yang meminimalkan debu dari lokasi konstruksi.
Mengganti plafon yang dilepaskan untuk inspeksi visual sesegera mungkin KELAS II
Menyediakan sarana aktif untuk mencegah debu terbang ke dalam atmosfer.
Segel pintu yang tidak terpakai dengan lakban.
Tempatkan sampah konstruksi dalam wadah yang tertutup rapat sebelum dipindahkan.
Pel basah dan/atau vakum dengan alat vacuum dengan filter HEPA.
Tempatkan keset di pintu masuk dan keluar dari area kerja, dan diganti atau dibersihkan ketika sudah tidak efektif.
Isolasi sistem HVAC pada lokasi tempat berlangsungnya pekerjaan.
Pembersihan area kerja dan permukaan horizontal pada penyelesaian proyek.
KELAS III
Isolasi sistem HVAC pada lokasi tempat berlangsungnya pekerjaan untuk mencegah kontaminasi sistem saluran.
Lengkapi semua barier konstruksi sebelum konstruksi dimulai.
Pertahankan tekanan udara negatif di lokasi kerja menggunakan unit ventilasi dengan filter HEPA atau metode lain untuk mempertahankan tekanan negatif.
Keamanan publik akan memonitor tekanan udara.
Jangan menghilangkan barier dari area kerja sampai proyek selesai dibersihkan secara menyeluruh.
Pel basah atau vakum dua kali per 8 jam pada kegiatan konstruksi, atau sebagaimana diharuskan untuk meminimalkan pelacakan.
Buang material barier dengan hati-hati untuk meminimalkanpenyebaran kotoran & debris yg terkait dengan konstruksi. Material barier harus diseka basah, divacum dengan HEPA atau disemprot air sebelum dibuang.
Tempatkan sampah konstruksi dalam wadah yang tertutup rapat sebelum dipindahkan
Tempatkan keset di pintu masuk dan keluar dari area kerja, dan diganti atau dibersihkan ketika sudah tidak efektif.
Bersihkan area kerja dan permukaan horizontal pada penyelesaian proyek.
KOMPONEN EFEKTIF PROGRAM PPI
Melakukan penilaian risiko
Pengembangan berbasis risiko pencegahan dan pengendalian infeksi , ada rencana tertulis dengan tujuan dan sasaran terukur, strategi dan metode evaluasi
Merancang program survailens :
- Sistem untuk mendapatkan, mengelola dan pelaporan data dan informasi penting
- Penggunaan temuan dalam kegiatan penilaian dan perbaikan
Membangun sistem komunikasi internal dan external
Mengembangkan kebijakan dan prosedur tertulis berdasarkan praktek berbasis bukti
Menjaga kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, standar, pedoman dan akreditasi.
KESIMPULAN
ICRA harus ditinjau dan diidentifikasi setidaknya setiap tahun
Memperioritaskan risiko
Tidak membuat semuanya menjadi prioritas
Jangan menggunakan beberapa jenis tools untuk diprioritaskan
Lakukan pendokumentasian prioritas risiko dan diseleksi secara rasional
Sertakan saat pasien rawat jalan