IDE KREATIF DALAM
BAHASA RUPA
KREATIVITAS DALAM SENI
Semua merupakan gambaran invidual bertabrakan dengan kenyataan yang tak sesuai.
Maka terjadilah kondisi gelisah, tak nyaman, tak sesuai, tidak senang. Ketenangan jiwa akan tercapai apabila ada kesesuian, di sinilah orang yang kreatif menemukan apa yang dicarinya, disingikan secara intuisi, nalar dan rasa indrawi. Kreatifitas muncul tidak hanya dorongan perasaan tetapi melibatkan kebenaran intuitif. Jadi kreatifitas selalu dimulai dengan ketidakpuasan batin.
Menurut Jakob Sumardjo dalam buku Filsafat Seni (2000) menjelaskan kreativitas muncul kalau muncul obsensi dalam diri manusia kreatif. Obsensi muncul kalau yang diinginkan individu tak sesuai dengan kenyataan di luar dirinya. Manusia kreatif bukanlah manusia kosong mental. Manusia kreatif adalah manusia yang memiliki gambaran suatu sikap baru, pandangan baru, konsep baru, sesuatu yang sifatnya esensial.
2
PROSES KREATIF
Proses kreatif dimulai dari dalam diri manusia
berupa pikiran, perasaan atau imajinasi kreatif
manusia kemudian dituangkan menggunakan media
dan teknik tertentu, sehingga melahirkan karya-
karya kreatif . Utami Munandar menyatakan bahwa
secara luas kreativitas bisa berarti sebagai potensi
kreatif, proses kreatif dan produk kreatif. Proses
kreativitas melalui kegiatan seni adalah jalan
sebaik-baiknya yang dapat dilakukan sebab
melakukan kegiatan seni berarti terjadi suatu proses
kreatif (Eny Kusumastut, 1990).
TAHAPAN PROSES KREASI
Menurut Herman Von Helmholtz:
Pertama, tahap saturation yaitu pengumpulan fakta-fakta, data-data serta sensasi-sansasi yang digunakan oleh alam pikiran sebagai
bahan landasan untuk melahirkan ide-ide baru.
Hal ini, semakin banyak pengalaman atau
informasi yang dimiliki oleh seniman mengenai masalah atau tema yang digarapnya semakin memudahkan dan melancarkan dirinya dalam proses menciptakan karya seni.
4
Kedua, tahap incubation yaitu tahap
pengendapan. Semua data informasi
serta pengalaman-pengalaman yang
telah terkumpul kemudian diolah dan
diperkaya dengan masukan-masukan
dari alam prasadar seperti intuisi, di
sinilah seniman berimajinasi tinggi
untuk mendapatkan karya yang baru.
Ketiga, tahap illumination, merupakan tahap terakhir dalam kreasi, apabila informasi dan pengalaman sudah
lengkap, penyusunan sempurna. Maka tahap ini mengekpresikan wujud karya seni yang diinginkan.
6
Jadi proses kreatifitas dalam melahirkan karya seni tidak selamanya harus melahirkan
sesuatu yang belum ada. Akan tetapi
kreatifitas menuntut seniman menciptkan
sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Pada dasarnya karya seni berangkat dari realitas sosial. Begitu juga dengan kreatifitas seniman dalam berkarya, mewujudkan karya berangkat dari realita, lingkungan, budaya yang telah
dialami akan tetapi dalam kreasi yang baru.
Kreasi yang baru merupakan proses kreatif
seniman dalam mencari ide dan mewujudkan
karya seni.
Budaya Sebagai Ide Kreatifitas
Seniman
Berkarya
“
Kroeber dan Kluckhohn (dalam Endaswara, 2006:4) menyebutkan
definisi kebudayaan dapat digolongkan
menjadi tujuh hal,
yaitu:
“
Pertama, kebudayaan sebagai keseluruhan hidup
manusia yang komplek, meliputi hukum, seni, moral, adat istiadat dan
segala kecakapan lain, yang diperoleh manusia
sebagai anggota masyarakat.
10
Kedua, menekankan “
sejarah kebudayaan, yang memandang kebudayaan sebagai
warisan tradisi.
“
Ketiga, menekankan kebudayaan yang bersifat normatif, yaitu
kebudayaan dianggap sebagai cara dan aturan hidup manusia,
seperti cita-cita, nilai dan tingkah laku.
12
“
Keempat, pendekatan kebudayaan dari aspek psikologis, kebudayaan sebagai langkah penyesuaian
diri manusia kepada
lingkungan sekitarnya.
“
Kelima kebudayaan dipandang sebagai
struktur, yang membicarakan pola-
pola dan organisasi kebudayaan serta
fungsinya.
14
“
Keenam, kebudayaan sebagai hasil
perbuatan atau
kecerdasan.
“
Ketujuh, definisi kebudayaan yang tidak lengkap dan kurang bersistem.
16
Pendorong Seniman
Berkreatifitas
dalam Karya Seni
Secara
psikologis ada sepuluh
pendorong kreatifitas
seniman dalam menciptakan karya seni
1. Naluri: merupakan dorongan dari dalam diri individu untuk melalukan sesuatu.
Seniman dalam dirinya melahirkan kreasi-kreasi baru merupakan salah satu dari dorongan nalurinya.
18
2. Ego: yaitu suatua usaha untuk
melakukan suatu
kegiatan sebab adanya dorongan dari naluri.
Berusaha dengan
sekuat tenaga seorang seniman untuk
mewujudkan karya yang sesuai dengan konsep yang diingikan merupakan bagian dari dorongan ego terhadap diri individu.
3. Penguatan: yaitu suatu pengokohan berupa dorongan yang kuat baik datangnya dari luar maupun dari diri sendiri.
Ketika seorag seniman berkarya, kemudian karyanya mendapat pujian atau pemberian hadiah.
Pujian dan hadiah tersebut akan memotivasi seniman untuk mengulangi kegiatan itu lagi.
Itulah yang dikatkan sebagai penguat berdasarkan kebaiakan.
Begitu juga sebaliknya, apabila mendapat kritikan terhadapa karya. Seniman akan berusaha untuk untuk lebih baik lagi dalam berkarya.
4. Berpikir tidak biasa:
merupkan suatu pola pikir di luar kebiasaan.
Cara berpikir tidak biasa memiliki tiga karakteristik, yaitu : Fluency (Kelancaran mencari ide) Flexibility (Kelenturan dalam
proses) Originality ( menampilkan keaslian karya)
5. Kecerdasan:
merupakan
kemampuan untuk mengolah pikiran, emosional dan
kecakapan. Seniman yang cerdas akan berusaha
melahirkan ide-ide yang lebih baik dan dapat diterima oleh orang lain.
20
6. Penemuan masalah:
merupakan
kemampuan untuk memecahkan masalah dalam segala kesulitan.
Kesulitan yang biasanya dihadapi
seniman adalah dalam proses perwujudan karya, seniman yang kreatif tidak pernah buntu dengan ide-ide.
7. Bakat:
merupakan kemampuan individu
melakukan tugas atas dorongan dirinya. Orang yang berbakat
akan lebih mudah mendapat ide
untuk melahirkan
suatu karya.
8. Proses berpikir kreatif:
merupakan suatua usaha seniman
untuk
menciptakan suatu ide dan karya yang baru dan belum pernah ada yang serupa dengannya.
9. Pengeraman tidak sadar: yaitu kemampuan yang mendorong
seniman untuk berkarya dalam keadaan di alam bawa sadar.
22
10. Pengeraman “
sadar : kemampuan yang mendorong
seniman untuk berkaraya dalam
keadaan sadar.
unsur budaya
yang dapat dijadikan
sebagai landasan ide
penciptaan karya seni.
24
1. Kehidupan sosial:
Sarya seni dalam kontek sosial masa lalu, akan lebih cepat dipahami oleh penikmat seni.
karena penikmat seolah- olah merasakan apa yang wujudkan oleh seniman. sehingga komunikasi seniman sampai kepada
penikmatnya.
26
2. Religi/kepercayaan:
Salah satu bagian terpenting dari budaya adalah
kepercayaan. Karena dapat mempengeruhi seluruh sistem
budaya. Karya seni dalam konteks religi akan mengingatkan pengkarya dan
penikmat seni kepada penciptanya
3. Nilai moral:
salah satu unsur budaya ini
apabila dijadikan sebagai ide,
karya seni akan memberi nasehat dan amanat
kepada
masyarakat.
4. Adat istiadat: pada zaman globalisasi ini adat sudah mulai punah, masyarakat sudah
mengalami perubahan budaya disebabkan
masuknya budaya asing.
Karya seni yang mampu mempebaiki adat
istiadat di lahirkan dalam bentuk simbol- simbol.
28
5. Sistem
pemerintahan:
sebagai unsur budaya yang selalu mengikuti perkembagan zaman.
Karya seni dalam kontek sistem
pemerintahan akan memberikan keritikan kepada para
pemimpin bangsa.
Thanks!
Any questions?
30