PENDAHULUAN
Latar Belakang
Lembaga keuangan harus terus berinovasi agar dapat bersaing dengan lembaga lain, dengan perkembangan yang sudah serba digital, sektor keuangan sudah memasuki wilayah tersebut. Lembaga keuangan syariah merupakan suatu lembaga yang keseluruhan sistemnya harus mengacu pada prinsip syariah, dengan demikian seluruh aktivitas lembaga keuangan harus tetap berada dalam koridor hukum syariah. Lembaga keuangan syariah mempunyai tujuan utama melaksanakan perintah Allah SWT dalam bidang perekonomian dan muamalah serta membebaskan masyarakat Islam dari kegiatan-kegiatan yang dilarang oleh agama Islam.
Dalam mengeluarkan produk syariah, lembaga keuangan syariah mempunyai izin operasional sebagai lembaga keuangan syariah. Seiring dengan terus berkembangnya kecanggihan teknologi, lembaga keuangan syariah juga harus terus mengikuti tren yang ada. Misalnya saja saat ini munculnya fintech di dunia keuangan untuk memudahkan transaksi bagi lembaga keuangan.
Fintech di Indonesia memiliki potensi yang besar karena dapat memberikan solusi ketika terdapat kebutuhan mendesak yang tidak dapat dipenuhi oleh lembaga keuangan tradisional. 8 Fathur Rohman Djamil, Penerapan Hukum Akad dalam Transaksi di Lembaga Keuangan Syariah, (Jakarta: Sinar Graphics, 2013), 14.
Fokus Masalah
Dana Syariah dan Penerapan Prinsip Tertulis (Al-Kitabah) dalam transaksi fintech di PT Dana Syariah. Azwar Anas (2020) dengan judul “Kepatuhan Praktik Pembiayaan Murabahah Pada Perusahaan Teknologi Keuangan Syariah Dengan Peraturan Perundang-undangan Fatwana dan DSN-MUI (Studi Kasus PT. Syarfi. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembiayaan murabahah dilakukan oleh PT. Syarfi Teknology Financial belum sesuai dengan fatwa DSN-MUI.
Implementasi dan mekanisme aliran pembiayaan murabahah belum bisa dimiliki oleh pihak promotor yaitu PT Syarfi Teknology Finansial. 18 Azwar Anas, Kepatuhan Praktik Pembiayaan Murabahah Pada Perusahaan Teknologi Keuangan Syariah Dengan Fatwa dan Peraturan Perundang-undangan DSN-MUI (Studi Kasus PT. Syarfi Tevhnology Financial), Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Dana Syariah (PT. Dana Syariah) adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan ketentuan POJK No. 77 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang dan Program Pinjaman Berbasis Teknologi Informasi, sebagai perusahaan yang memberikan layanan pinjam meminjam antar pihak yang memberikan pinjaman dan pihak yang membutuhkan pinjaman, termasuk pembiayaan, baik dari perseorangan, organisasi, maupun badan hukum.
Penerapan prinsip tertulis (Al-Kitabah) dalam perjanjian fintech di PT. Dana Syarih, secara umum prinsip-prinsip perjanjian pada PT. Kepatuhan Praktik Pembiayaan Murabahah Pada Perusahaan FinTech Syariah Dengan Fatwa dan Peraturan Perundang-undangan DSN-MUI Studi Kasus PT Syarfi Tevhnology Financial.
Tujuan Penelitiam
Manfaat Penelitian
Dalam melaksanakan suatu kegiatan pasti ada tujuan tertentu yang bersifat dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Secara teoritis manfaat penelitian ini adalah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang hukum PT Fintech. Dapat memperluas pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti serta menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
Dapat memberikan pengembangan dan pendalaman ilmu penulis pada perkuliahan di fakultas Syariah dan diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru tentang hukum ekonomi Islam khususnya mengenai penerapan prinsip-prinsip tertulis (Al-Kitabah) dalam perjanjian PT Fintech. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan referensi bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian dan tambahan referensi literatur mengenai penerapan prinsip-prinsip tertulis (Al-Kitabah) dalam perjanjian PT Fintech. Sebagai sumber informasi kedepannya bagi para akademisi yang ingin melakukan penelitian dan sebagai bahan evaluasi penelitian khususnya mengenai penerapan nilai-nilai hukum ekonomi Islam dalam transaksi fintech di PT.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemberi pinjaman modal untuk menanamkan modalnya sesuai dengan kaidah Islam dan tidak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perusahaan Financial Technology untuk menerapkan standar operasional prosedur yang sesuai dengan prinsip hukum Islam.
Definisi Istilah
Penerapan Prinsip Tertulis (Al-Kitabah) merupakan penerapan nilai-nilai hukum ekonomi Islam pada transaksi fintech di PT.
Sistematika Pembahasan
Dana Syariah adalah fintech Peer to Peer Financing berbasis syariah di Indonesia yang berizin, terdaftar dan diawasi oleh OJK serta didampingi oleh MUI (dewan pengawas syariah).16 PT. Dana Syariah hadir sebagai perusahaan start-up yang menyediakan layanan pendanaan syariah bagi pemilik usaha atau perorangan yang berfokus pada properti yang telah memiliki klien dan pembeli yang sudah ada maka PT. Dana syariah (sebagai perantara) antara investor (penyedia pendanaan) dan pungusaha/browser (penerima pendanaan) dalam proyek pendanaan.
Pada akhir penelitian ini kami simpulkan dengan saran bagi para pembaca dari berbagai kalangan, baik untuk kepentingan akademis, yang kemudian digunakan untuk menambah referensi dan pengetahuan.
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Penelitian Terdahulu
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan kualitatif dengan pendekatan hukum empiris dan normatif serta sumber data berupa data primer dan data sekunder yaitu hasil wawancara dan pengumpulan data pada PT.Syarfi Teknology Financial. Hasil dari penelitian ini adalah teknologi keuangan berbasis Peer To Peer Lending merupakan transaksi pinjaman online yang sejalan dengan teori hifdzu mal dan berkaitan dengan maqashid ammah (ketentuan umum) yaitu dalam upaya perlindungan aset terdapat kegiatan investasi dan penyaluran. aset sehingga aktivitasnya tidak melibatkan penipuan aset. Mengenai transaksi bisnis berbasis financial technology berdasarkan prinsip syariah” Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif, dimana jenis penelitian ini adalah kualitatif.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris berdasarkan studi literatur dan juga studi lapangan. Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa kegiatan layanan fintech syariah peer to peer lending PT Investree telah sesuai dengan fatwa DSN MUI Nomor 117/DSN-MUI/II/2018 tentang teknologi informasi berbasis syariah.21. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah penelitian terdahulu membahas tentang peer-to-peer lending dalam hukum keuangan syariah, sedangkan penelitian ini membahas tentang penerapan Prinsip Tertulis (Al-Kitabah) dalam akad di PT.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah kesesuaian praktik pembiayaan murabahah pada perusahaan financial technology syariah dengan fatwa dan peraturan perundang-undangan DSN Mui, sedangkan penelitian ini membahas tentang penerapan prinsip tertulis (Al-Kitabah) dalam akad di PT. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah penelitian terdahulu membahas tentang perlindungan hukum fintech berdasarkan prinsip syariah, sedangkan penelitian ini membahas tentang penerapan Prinsip Tertulis (Al-Kitabah) dalam akad di PT.
Kajian Teori
- Asas Hukum Ekonomi Islam
- Financial Technology
- PT. Dana Syariah
04/DSN-MUI/IV/2000 Tentang Pembiayaan Murabahah di Lingkungan Perbankan Syariah, Perspektif Maqashid Syariah Jaseer Auda, Jurnal Rechtenstudent, Vol 2, No.3, Fakultas Syariah UIN Khas Jember, (Desember 2021), 253. Ini Asas ini memberikan dasar bagi kedua belah pihak dalam membuat suatu perjanjian dengan kedudukan yang sama antara satu pihak dengan pihak lainnya. Setiap orang mempunyai kesempatan untuk mengadakan perjanjian, dan ketidakadilan tidak diperbolehkan. 31 Dalam mengadakan perjanjian di sini para pihak mempunyai hak untuk menentukan hak dan kewajibannya berdasarkan asas kesetaraan atau keadilan. 32 Sebagaimana dijelaskan dalam V.S Al Hujurat ( 49) :13.
Asas persamaan atau keadilan dapat juga disebut dengan asas keseimbangan antara para pihak pada saat mengadakan suatu perjanjian. Sebagaimana asas persamaan di depan hukum, kedudukan para pihak ketika mengadakan suatu perjanjian adalah setara. Islam sangat menganjurkan untuk selalu berlaku adil dalam menjalankan bisnis dan melarang melakukan penipuan.35.
Pelaksanaan prinsip ini, di mana para pihak yang mengadakan akad mempunyai kewajiban untuk bertindak jujur dalam mengungkapkan keadaan, memenuhi perjanjian yang dibuat dan segala kewajibannya.38 Hal ini sesuai dengan (QS. Kesediaan antara pihak yang membuat kontrak adalah salah satu syarat untuk merealisasikan perjanjian, jika prinsip ini tidak ada dalam perjanjian, maka kontrak itu tidak sah. Nilai kebenaran ini mempengaruhi pelanggan yang bersetuju untuk tidak berbohong, menipu dan melakukan pemalsuan.
Ketika membuat suatu perjanjian, bagaimana memastikan bahwa para pihak selalu mengingat perjanjian yang telah dicapai dan mencapai kesepakatan. Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah menganjurkan agar manusia membuat perjanjian tertulis dengan para saksi. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris (DPR menyetujui rancangan undang-undang perubahan UU No. 30 Tahun 2004 menjadi UU pada tanggal 6 Maret 2012) ditegaskan bahwa Notaris wajib membacakan akta tersebut di hadapan audiensi dengan disaksikan oleh sekurang-kurangnya 2 (dua) orang saksi dan pada waktu itu ditandatangani oleh peserta pameran, saksi dan notaris.
Ketentuan yang mewajibkan konsumen untuk membacanya juga terdapat dalam Pasal 5 huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Poin keempat Fatwa DSN MUI Nomor 17 tentang ketentuan pedoman umum jasa pembiayaan teknologi informasi yang menyatakan bahwa kegiatan transaksi tidak boleh mengandung unsur riba, tadlis, dharab, gharar, maysir, haram dan zalim. Saat ini, sebagian besar masyarakat yang mengidentikkan fintech sebagai layanan peminjaman menggunakan media elektronik.
Syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi baik oleh sistem maupun pengguna layanan fintech p2p lending ini dijelaskan dalam POJK No.77 Tahun 2016 sebagai berikut:. Dana Syariah merupakan badan hukum yang didirikan berdasarkan ketentuan POJK No. 77 Tahun 2016 tentang layanan peminjaman uang dan program pinjaman berbasis teknologi.
METODE PENELITIAN
- Metode Penelitian
- Jenis Penelitian
- Pendekatan Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Jenis Data
- Teknik Analisis Data
- Keabsahan Data
- Tahap-tahap Penelitian
Dana syariah membahas langsung dan tidak langsung terkait transaksi fintech di PT. Dana Syariah Berikut ini adalah hasil akad atau perjanjian yang terjadi antara investor (penyedia pembiayaan) dan pihak PT.
PENYAJIAN DAN ANALISIS
Gambaran Objek
- Perjanjian antara investor dengan PT. Dana Syariah
- Implementasi Asas Tertulis (Al-Kitabah) dalam perjanjian antara
Dana syariah (penyelenggara) akad yang digunakan adalah wakalah bill ujrah, sebelum akad wakalah bill ujrah (perwakilan) berlangsung, terdapat transaksi sebelumnya antara kedua belah pihak, investor dan Browwer, menggunakan akad Musyarakah (kerjasama antara dua) pihak) untuk memudahkan transaksi kedua-dua pihak, maka muncullah aplikasi PT. Dana Syariah di sini antara pelabur (penyedia pembiayaan) dan pelayar (penerima pembayaran) adalah mengikut prinsip keadilan dari segi memberi hak masing-masing antara pihak. Dana Syariah berperanan sebagai perantara sehingga terjadi multi-kontrak sehingga akad pertama yang merupakan akad Musyakarah (kerjasama antara kedua belah pihak) tidak akan sempurna jika tidak ada akad kedua, yang wakalah bil ujrah (perwakilan). ) ialah. antara pelabur.
PENUTUP
Kesimpulan
Dana syariah termasuk dalam perjanjian yang bersifat privat yang ditandai dengan penggunaan tanda tangan elektronik antara para pihak, dimana tanda tangan digitalnya didaftarkan oleh OJK.
Saran
04/DSN-MUI/IV/2000 Tentang Pembiayaan Murabahah Dalam Lingkungan Perbankan Syariah, Maqashid Syariah Perspektif Jaseer Auda, Jurnal Rechtenstudent. Apriyani, Implementasi Layanan Pembiayaan Teknologi Informasi Berbasis Syariah Berdasarkan Fatwa DSN-MUI Nomor 117/DSN-MUI/II/2018 (Studi PT Investree Radhika Jaya). Mualim, Imam, Financial Technology Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Berbasis Peer-to-Peer Lending (Studi Kasus Komunitas Bina Karya Mandiri Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah).