1 corresponding author: email
*KarenFahira ͣ, FaridaNuraniᵇ
ͣ ᵇ Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Indonesia
ABSTRACT
This study aims to determine the effect of leadership style on employee performance. leaders become the most important source in achieving employee performance improvement and company profitability. Leadership is the ability to influence others, or subordinates group, ability to direct the behavior of subordinates or groups, has the ability or special expertise in the field desired by group, to achieve the goals of the organization or group.
Leader who both are leaders who are able to bring their organization or company become a great organization and able to compete healthy while still paying attention to the welfare of its employees. A study showed that each leadership style has a different effect on employee performance.
INTISARI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan. pemimpin menjadi sumber terpenting dalam mencapai peningkatan kinerja karyawan dan profitabilitas perusahaan.
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, atau kelompok bawahan, kemampuan untuk mengarahkan perilaku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus di bidang yang diinginkan oleh kelompok, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok. Pemimpin yang sama-sama adalah pemimpin yang mampu membawa organisasi atau perusahaan mereka menjadi organisasi yang hebat dan mampu bersaing sehat sambil tetap memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa setiap gaya kepemimpinan memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kinerja karyawan.
Keywords:
Implementasi, kepemimpinan, Gaya Kepemimpinan, Kinerja,
1. Pendahuluan
Sumber daya manusia menjadi bagian paling penting dalamkelangsungan suatu perusahaan.
Sumber daya manusia merupakan investasi paling berharga dan pondasi paling kokoh untuk menunjang keberhasilan suatu perusahaan. Pondasi atau kontribusi lainnya seperti fasilitas dan sistem itu bisa saja sama dengan perusahaan yang lain,
namun ketika berbicara mengenai sumber daya manusia, hal ini menjadi sesuatu yang unik, spesial, dan memiliki kemampuan yang membedakan suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Perusahaan merupakan salah satu bentuk organisasi yang menjalani fungsi manajemen antara lain perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan.Dalam hal ini perusahaan akan mencari potensi sumber daya
2 manusia yang berkualitas dan mengembangkannya menjadi sosok yang kaya akan kompetensi sehingga dapat mendukung kinerja perusahaan ke depannya.
Senada dengan Hasibuan (2016:10) yang mengatakan “manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni yang mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien untuk membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat”. Peran seorang pemimpin dalam mempengaruhi bawahannya sangatlah penting bagi kemajuan organisasi tersebut.
Koesmono (2007, h.30) mengungkapkan bahwa keberadaan seorang pemimpin dalam organisasi dibutuhkan untuk membawa organisasi kepada tujuan yang telah ditetapkan. Pemimpin biasanya menerapkan gaya kepemimpinan tertentu untuk mempengaruhi kinerja bawahannya
Setiap pemimpin mempunyai sifat, watak, dan karakter masing-masing yang berbeda-beda dan dipengaruhi oleh faktor sifat yang dibawanya dari lahir maupun pembentukan dari lingkungan tempat dimana pemimpin itu bekerja. Sifat dan karakter pemimpin yang berbeda-beda itulah disebut dengan gaya kepemimpinan.
Gaya kepemimpinan yang sesuai dengan keinginan instansi pemerintahan dan keinginan bawahan akan mendorong peningkatan kerja bagi pegawai. Karena kinerja yang baik akan dapat menunjang pencapaian sasaran dan tujuan instansi pemerintahan. Kepemimpinan yang diharapkan akan memberikan motivasi dan menerapkan disiplin kerja kepada pegawainya untuk menunjang pekerjaan di suatu organisasi.
Kemajuan perusahaan sangat ditentukan oleh kinerja karyawan dalam menjalankan seluruh tugas dan tangghung jawabnya. Maka dari itu perlu adanya gaya kepemimpinan yang mampu mengelola karyawan agar dapat bekerja secara baik untuk memajukan perusahaan.
2. Teori
2.1 Kajian Pustaka
2.1.1 Kepemimpinan
Kepemimpinan secara harfian berasal dari kata pimpin. Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi.
Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik secara
fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan ke-pemimpinannya.
Menurut Wahjosumidjo (2005: 17) kepemimpinan di terjemahkan kedalam istilah sifat- sifat, perilaku pribadi, pengaruh terhadap orang lain, pola- pola, interaksi, hubungan kerja sama antarperan, kedudukan dari satu jabatan administratif, dan persuasif, dan persepsi dari lain- lain tentang legitimasi pengaruh.
Menurut Miftah Thoha (2010: 9) kepemimpinan adalah kegiatan untuk memengaruhi perilaku orang lain, atau seni memengaruhi perilaku manusia baik perorangan maupun kelompok.
Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu organisai karena sebagian besar keberhasilan dan kegagalan suatu
2.1.1 Gaya Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan pemimpin dalam berinteraksi dengan bawahannya. Menurut University of Iowa Studies yang dikutip Robbins dan Coulter (2002), Lewin menyimpulkan ada tiga gaya kepemimpinan; gaya kepemimpinan autokratis, gaya kepemimpinan demokratis, gaya kepemimpinan Laissez-Faire (Kendali Bebas).
Robbins dan Coulter (2002) menyatakan gaya kepemimpinan autokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung memusatkan kekuasaan kepada dirinya sendiri, mendikte bagaimana tugas harus diselesaikan, membuat keputusan secara sepihak, dan meminimalisasi partisipasi karyawan.
Sedangkan menurut Handoko dan Reksohadiprodjo (1997), ciri-ciri gaya kepemimpinan autokratis : 1. Pemimpin kurang memperhatikan kebutuhan bawahan.
2. Komunikasi hanya satu arah yaitu kebawah saja.
3. Pemimpin cenderung menjadi pribadi dalam pujian dan kecamannya terhadap setiap anggota.
4. Pemimpin mengambil jarak dari partisipasi kelompok aktif kecuali bila menunjukan keahliannya.
Menurut Robbins dan Coulter (2002), gaya kepemimpinan demokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung mengikutsertakan karyawan dalam pengambilan keputusan, mendelegasikan kekuasaan, mendorong partisipasi karyawan dalam menentukan bagaimana metode
3 kerja dan tujuan yang ingin dicapai, dan memandang umpan balik sebagai suatu kesempatan untuk melatih karyawan.Lebih lanjut ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis menurut Handoko dan Reksohadiprodjo (1997):
1. Lebih memperhatikan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi.
2. Menekankan dua hal yaitu bawahan dan tugas.
3. Pemimpin adalah obyektif atau fact-minded dalam pujian dan kecamannya dan
4. Pemimpin mencoba menjadi seorang anggota kelompok biasa.
Gaya kepemimpinan kendali bebas mendeskripsikan pemimpin yang secara keseluruhan memberikan karyawannya atau kelompok kebebasan dalam pembuatan keputusan dan menyelesaikan pekerjaan menurut cara yang menurut karyawannya paling sesuai menurut Robbins dan Coulter (2002).
Ciri-ciri gaya kepemimpinan kendali bebas menurut Handoko dan Reksohadiprodjo (1997):
1. Pemimpin membiarkan bawahannya untuk mengatur dirinya sendiri.
2. Pemimpin hanya menentukan kebijaksanaan dan tujuan umum.
Bawahan dapat mengambil keputusan yang relevan untuk mencapai tujuan dalam segala hal yang mereka anggap cocok.
2.1.2 Kinerja
Siagian (2006) mengatakan bahwa kinerja dapat diartikan sebagai prestasi atau kemampuan seseorang yang mencakup unsur-unsur keandalan, prakarsa, inovasi, ketelitian, hasil kerja, kehadiran, sikap, kerja sama, kerapian, mutu pekerjaan dan lain-lain. Kinerja (performance) menunjuk pada prestasi pegawai terhadap tugas yang diberikan.
Seorang pegawai dikatakan memiliki kinerja baik manakala pegawai tersebut memiliki prestasi yang baik dalam pelaksanaan tugas yang diembannya.
Dalam pengertian tersebut, nampak jelas bahwa kinerja berkaitan dengan pencapaian (achievement) suatu pelaksanaan tugas.
Dessler (2006), kinerja merupakan prosedur yang meliputi (1) penetapan standar kinerja; (2) penilaian kinerja aktual pegawai dalam hubungan dengan standar-standar ini; (3) memberi umpan balik kepada pegawai dengan tujuan memotivasi orang tersebut
untuk menghilangkan kemerosotan kinerja atau terus berkinerja lebih tinggi lagi.
Mangkunegara (2001) mendefinisikan kinerja sebagai hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Hariandja (2002) kinerja atau unjuk kerja merupakan hasil kerja yang dihasilkan oleh pegawai atau perilaku nyata yang ditampilkan sesuai dengan peranannya dalam organisasi. Kinerja atau unjuk kerja pegawai merupakan suatu hal yang sangat penting dalam usaha organisasi untuk mencapai tujuannya, sehingga berbagai kegiatan harus dilakukan organisasi untuk meningkatkannya.
Handoko (2000), Prestasi kerja atau kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Secara teoritis penilaian atau pengukuran prestasi kerja atau kinerja memberikan informasi yang dapat digunakan pimpinan untuk membuat keputusan tentang promosi jabatan. Penilaian prestasi kerja atau kinerja memberikan kesempatan kepada pimpinan dan orang yang dinilai untuk secara bersama membahas perilaku kerja dari yang dinilai. Pada umumnya setiap orang menginginkan dan mengharapkan umpan balik mengenai prestasi kerjanya.
Penilaian memungkinkan bagi penilai dan yang dinilai untuk secara bersama menemukan dan membahas kekurangan-kekurangan yang terjadi dan mengambil langkah perbaikannya. Keberhasilan suatu organisasi baik sebagai keseluruhan maupun berbagai kelompok dalam suatu organisasi tertentu, sangat tergantung pada mutu kepemimpinan yang terdapat dalam organisasi yang bersangkutan.
Bahkan kiranya dapat dikatakan bahwa mutu kepemimpinan yang terdapat dalam suatu organisasi memainkan peranan yang sangat dominan dalam keberhasilan organisasi tersebut dalam menyelenggarakan berbagai kegiatannya terutama terlihat dalam kinerja para pegawainya menurut Siagian (2006). Berdasarkan uraian tentang kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah prestasi atau kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas organisasi yang diberikan berdasarkan tugas, wewenang, tanggung jawab yang dilimpahkan kepadanya Untuk mengukur kinerja, indikator penilaian kinerja mencakup antara lain:
1) kemampuan pegawai membuat dan melaksanakan program kerja, 2) mutu dan hasil kerja
4 3) prakarsa dan sikap
4) kemampuan bekerja dalam kelompok, 5) kecermatan
3. METODE PENULISAN
Metode yang digunakan yaitu metode studi pustaka (library reserch). Metode studi pustaka dengan cara mengumpulkan data dan mempelajari berbagai literatur berupa buku-buku salah satunya yaitu Thoha, Miftah berjudul “Kepemimpinan Dalam Manajemen”, diktat perkuliahan dan lain sebagainya yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti dan dibahas dan dengan cara mengutip hasil wawancara dan penyebaran quisioner. Populasi dalam penelitian yaitu seluruh karyawan yang bekerja sebanyak 50 orang, dan sampel sebanyak 20 orang diambil secara acak (random sampling).
Teknik analisis data dari 2 variabel penelitian yang sudah diketahui yaitu variabel independent adalah Gaya Kepemimpinan dan variabel dependent adalah kinerja karyawan, bisa dihitung dengan menggunakan regresi linier sederhana, analisa koefisien korelasi, koefisien determinasi, dan uji hipotesis menggunakan uji t.
4. DISKUSI DAN HASIL
4.1 Implementasi Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan di Kantor Kecamatan Cilandak
Faktor yang mempengaruhi pencapaian kinerja adalah faktor kemampuan (ability) dan faktor motivasi (motivation), sesuai dengan pendapat Davis dalam Mangkunegara (2009:67) yang mengungkapkan faktor yang mempengaruhi pencapaian kinerja adalah faktor kemampuan dan faktor motivasi (motivation).
Thoha (2010, h.42), mengungkapkan bahwa dengan mempergunakan kepemimpinan maka pemimpin akan mempengaruhi persepsi bawahan dan memotivasinya, dengan cara mengarahkan karyawan pada kejelasan tugas, pencapaian tujuan, kepuasan kerja, dan pelaksanaan kerja yang efektif.
Hal ini Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 3, No. 7, Hal. 1268-1272| 1270 dipertegas oleh Robbins (2007, h.432), yang mengungkapkan bahwa kepemimpinan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok menuju pencapaian sasaran. Kemampuan karyawan untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi tersebut merupakan
pencerminan dari kinerja karyawan. Sehingga dapat disimpulkan jika gaya kepemimpinan memiliki peran yang besar dalam meingkatkan kinerja karyawan.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan penulis dalam menggunakan library searching, gaya kepemimpinan memberikan efek yang sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Kelebihan dan kelemahan pasti ada di setiap gaya kepemimpinan.gaya kepemimpinan yang partisipatif dimana terdapat pendelegasian wewenang berdasarkan jabatan. Setiap karyawan diberikan tugas dan tanggung jawab yang sesuai dengan jabatan. Setiap pimpinan di divisi masing-masing selalu melibatkan karyawannya dalam mengambil keputusan dan melibatkan ide serta saran dari masing-masing karyawan. Adanya penilaian kinerja yang dilakukan setiap semester dimana satu semester terdiri dari 6 bulan mengakibatkan timbulnya motivasi kerja dari para karyawan untuk dapat mencapai yang terbaik.
5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
Setelah dilakukan pengujian dengan menggunakan teknik library searching maka dapat disimpulkan :
1. Setiap pemimpin mempunyai sifat, watak, dan karakter masing-masing yang berbeda-beda dan dipengaruhi oleh faktor sifat yang dibawanya dari lahir maupun pembentukan dari lingkungan tempat dimana pemimpin itu bekerja. Sifat dan karakter pemimpin yang berbeda-beda itulah disebut dengan gaya kepemimpinan.
2. gaya kepemimpinan memberikan efek yang sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Kelebihan dan kelemahan pasti ada di setiap gaya kepemimpinan.
3. kepemimpinan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok menuju pencapaian sasaran. Kemampuan karyawan untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi tersebut merupakan pencerminan dari kinerja karyawan. Sehingga dapat disimpulkan jika gaya kepemimpinan memiliki peran yang besar dalam meingkatkan kinerja karyawan.
5 5.2 Saran
Berdasarkan pada pembahasan hasil penelitian dan kesimpulan yang dipaparkan sebelumnya, maka dapat dikemukakan saran-saran sebagai masukan baik bagi kepentingan akademis maupun bagi kepentingan praktis, yaitu:
1. Gaya Kepemimpinan perlu ditingkatkan dengan lebih memperhatikan pemberian kompensasi pada pegawai yang telah bekerja dengan baik. Melibatkan karyawan dalam pemecahan masalah, karena memiliki pengaruh yang signifikan dan positif dalam meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan.
2. Pimpinan perlu memberikan kesempatan atau kebebasan yang seluas-luasnya kepada karyawan untuk meningkatkan motivasi, kemampuan, gagasan dan mengembangkan potensi diri yang dimilikinya.
Dengan adanya kesempatan atau kebebasan itu dapat menciptakan dukungan dan perkembangan yang positif terhadap semua kegiatan yang dilaksanakan karyawan dalam rangka menghasilkan kinerja.
3. Pimpinan perlu melakukan program-program pembinaan secara terpadu dan intensif kepada karyawan, yaitu melaksanakan program pendidikan dan pelatihan baik yang diadakan didalam (In-House Training) maupun diluar organisasi (Ex-House Training). Program pembinaan tersebut dapat dilakukan melalui kerjasama dengan instansi pemerintah atau instansi swasta lainnya yang berkompeten dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada di percetakan. Dengan adanya program pembinaan tersebut maka keterampilan dan kualitas pengetahuan teknis, serta pengalaman kerja yang dimiliki karyawan semakin meningkat, sehingga karyawan tersebut dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan secara baik.
DAFTAR PUSTAKA
Hasibuan,Melayu S.P, 2007, Manajemen Sumber Daya Manusia, cetakan kesembilan, Jakarta, PT Bumi Aksara,
Kartono,Kartini, 2009, Pemimpin dan Kepemimpinan, Jakarta , Rajawali Press.
Mangkunegara,A.A Anwar Prabu, 2000, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bandung, PT Remaja Rosdakarya.
Mathis,Robert dan Jackson, Jaka H, 2006,
Manajemen Sumber Daya Manusia, Buku I, Jakarta, Salemba emapat.
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta.
Jakarta.
Cahyono, Bambang Tri. 1996. Manajemen Sumber Daya Manusia. Badan Penerbit IPWI.
Jakarta.
Dessler, Gary. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia (Edisi kesepuluh jilid 1).
PT.Indeks. Jakarta.
Rivai, Veithzal. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan, Dari Teori ke Praktek. Edisi 1. Cetakan 1. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.
Handoyo, Laura Natalia. 2015. The Influence Of Leadership Styles On Employee’s Performance Through Work Motivation (An Organizational Study at Four Hotels in Malang). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB).
Vol. 22 No. 1 Mei 2015 Hardian, Ferry. 2015. Pengaruh Gaya
Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Studi Pada Karyawan Tetap Service Center Panasonic Surabaya. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB). Vol. 1 No. 1 Januari 2015.