IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENANGANI MASALAH PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH)
DI DESA MUARA JOLOI I KECAMATAN SERIBU RIAM KABUPATEN MURUNG RAYA
Wendi Renaldi1), Deli Anhar2), Dewi Merdayanty3)
1) 2) 3)FISIP, Universitas Islam Kalimantan MAAB (UNISKA) Banjarmasin
Email : [email protected] Abstract
The purpose of this research is the implementation of local government policies Family Hope Program in Muara Joloi I Village, Seribu Riam District, Murung Raya Regency and to find out what are the factors supporting and inhibiting factors for the implementation of PKH.
This research method uses a qualitative approach with the qualitative descriptive research.
Data collected by interview: Head of Muara Joloi I Village, Secretary of the Social Service, and KPM for the Family Hope Program. The sample was determined using observation and documentary techniques. Data analysis of information collection, data reduction, data presentation at the last stage draws conclusions.
The results of the study show that policy implementation in the form of others, namely in the form of cash for people who receive assistance PKH in Muara Joloi I Village. The supporting factor for implementing the policy is the good coordination between the parties involved in the implementation of the Family Hope Program (PKH) in Muara Joloi I Village, Seribu Riam District. While the inhibiting factor. namely the obstacles experienced in the distribution of PKH assistance are conflict factors that occur between individuals and PKH facilitators.
Keywords: Implementation, Regional Policy, Family Hope Program
PENDAHULUAN
Kemiskinan merupakan salah satu bentuk masalah yang fenomenal di negara- negara seluruh dunia. Kemiskinan tidak hanya terjadi pada negara-negara berkembang atau terbelakang, namun juga terjadi pada negara-negara maju seperti Negara Inggris yang merupakan salah satu negara di Benua Eropa. Kecenderungan ini disebabkan adanya kondisi upah rendah, pekerjaan yang rentan, dan penghentian pemberian bantuan kepada keluarga miskin yang menjebak mereka yang hidup pada garis kemiskinan.
Kemiskinan merupakan permasalahan yang besar dalam pembanguan ekonomi di Negara berkembang seperti di Indonesia.
Kemiskinan yang terjadi di Indonesia membatasi masyarakat untuk memperoleh haknya mendapat pekerjaan yang layak,
perlindungan hukum, rasa aman, kehidupan yang layak, pendidikan yang layak, kesehatan yang layak, keadilan, partisipasi dalam menata dan mengelola pemerintah yang baik. Agar dapat tercapainya tujuan tersebut, maka kemiskinan harus disembuhkan atau dikurangi. Kemiskinan merupakan persoalan yang kompleks.
Kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan masalah rendahnya tingkat pendapatan dan konsumsi, tetapi berkaitan juga dengan rendahnya tingkat pendidikan, kesehatan, ketidak berdayaannya untuk berpartisipasi dalam pembangunan serta berbagai masalah yang berkenaan dengan pembangunan manusia. Dimensi kemiskinan tersebut termanifestasikan dalam bentuk kekurangan gizi, air, perumahan yang sehat, perawatan kesehatan yang kurang baik, dan tingkat pendidikan yang rendah.
Menurut penelitian Rahadian (2010), salah satu permasalahan yang dihadapi secara serius oleh setiap negara di dunia adalah masalah kemiskinan. Dimensi kemiskinan sangatlah luas dan bisa terjadi dimana saja. Kemiskinan bisa terjadi pada siapa saja, baik ditingkat usia maupun ditingkat pendapatannya.
Menurut penelitian Andika dan Hastarini (2011:2), kemiskinan merupakan masalah kompleks tentang kesejahteraan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, antara lain tingkat pendapatan masyarakat, pengangguran, kesehatan, pendidikan, akses terhadap barang dan jasa, lokasi, geografis, gender, dan lokasi lingkungan. Kemiskinan tidak lagi dipahami hanya sebatas ketidak mampuan ekonomi, tetapi juga kegagalan memenuhi hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau kelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. Hak-hak dasar yang diakui secara umum meliputi terpenuhinya kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, air bersih, pertanahan, sumber daya alam, lingkungan hidup, rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan, dan hak berpartisipasi dalam kehidupan sosial politik.
Dilihat dari cita-cita para pendiri negara, yang dituangkan dalam pembukaan UUD 1945 untuk mensejahterakan rakyat, tentu pemerintah telah mengupayakan segala macam bentuk kebijakan yang diharapkan dapat menanggulangi kemiskinan. Program-program bantuan sosial yang dilaksanakan selama ini telah memberi perhatian penuh dalam pengentasan kemiskinan karena pada dasarnya pembangunan dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu program yang
diharapkan mampu meningkatkan perekonomian bangsa dan menanggulangi kemiskinan ialah PKH.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dipilihnya metode penelitian kualitatif ini agar peneliti dapat memahami dan menggambarkan bagaimana fenomena yang sedang terjadi pada penelitian secara aktual mengenai Implimentasi Kebijakan Pemerintah daerah Program Keluarga Harapan di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dimana akan diuraikan dan dianalisis permasalahan penelitian. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi pada saat sekarang. Penelitian deskriptif memusatkan perhatian kepada pemecahan masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian dilaksanakan.
Sumber data penelitian ini terdiri dari berbagai macam jenis, meliputi : dokumen, tempat, aktivitas, dan manusia sebagai narasumber. Proses analisis data dilakukan secara terus menerus dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu dari wawancara, pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen dan sebagainya sampai dengan penarikan kesimpulan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pelaksanaan kebijakan pemerintahdalam Program keluarga Harapan di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya adalah untuk memberi bantuan berupa beras dan telur atau pun berupa uang tunai kepada masyarakat yang menerima bantuan
program keluarga harapan di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya.
Faktor pendukung dalam menyarulkan bantuan program keluarga harapan di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya adalah kordinasi antar pihak-pihakyang terkait dalam implementasi program keluarga harapan di Desa Muara Joloi I sudah bagus.
Hambatan yang dialami dalam menyalurkan bantuan program keluarga harapan di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya adalah faktor konflik yang terjadi antar individu dan pendamping program keluarga harapan sering kali kesulitan untuk menjelaskan kepada para peserta.
Mendaftarkan diri ke Desa / Kelurahan setempat dengan membawa (KTP dan KK).
Waktu yang dibutuhkan untuk menyalurkan bantuan program keluarga harapan di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya adalah sekitar satu tahun adapun bantuan akan dilakukan dalam tiga bulan sekali.
Untuk keluarga penerima manfaat (KPM) PKH, april 2022 ini dapat dicairkan bantuan PKH hingga Rp 750 ribu ditambah bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng Rp 300 ribu. BLT minyak goreng merupakan peningkatan program perlindungan masyarakat.
Kalau tidak salah tahun 2020 akhir saya mendapatkan PKH.
Cuma membawa KTP asli dengan Kartu Keluarga (KK).
Kendala yang sering dihadapi itu diinformasikan pengambilan PKH sering terlambat.
Sejak jokowi dilantik pada tanggal 20 oktober 2014 sejak itu lah program
keluarga harapan masuk di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya.
Jumlah penerima program keluarga harapan di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya sekitar 15 (lima belas) kepala keluarga (KK).
Jumlah yang diterima seriap orang dalam setahun sekitar 3 juta.
Program ini dilaksanakan oleh kementrian sosial untuk membantu mengatasi kemiskinan. Tujuan utama PKH adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama bidang pendidikan dan kesehatan pada kelompok keluarga miskin.
Sejak tahun 2012, untuk memperbaiki sasaran penerima PKH, data awal untuk penerima manfaat PKH diambil dari basis data terpadu hasil PPLS 2011, yang dikelola oleh TNP2K. Sampai dengan tahun 2014, ditargetkan cakupan PKH adalah sebesar 3,2 juta keluarga. Sasaran PKH yang sebelumnya berbasis rumah tangga, terhitung sejak saat tersebut berubah menjadi berbasis keluarga.
Perubahan ini untuk
mengakomodasi prinsip bahwa keluarga (yaitu orang tua – ayah, ibu – dan anak) adalah satu orang tua memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan masa epan anak. Karena itu keluarga adalah unit yang sangat relevan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam upaya memutus rantai kemiskinan antar generasi. Beberapa keluarga dapat berkumpul dalam satu rumah tangga yang mencerminkan satu kesatuan pengeluaran konsumsi (yang dioperasionalkan dalam bentuk satu dapur).
PKH diberikan kepada keluarga sangat miskin (KSM). Data keluarga yang dapat menjadi peserta PKH didapatkan dari
basis data terpadu dan memenuhi sedikitnya satu kriteria kepesertaan program berikut, yaitu :
1. Memiliki ibu hamil /nifas / anak belita;
2. Memiliki anak usia 5-7 tahun yang belum masuk pendidikan dasar (anak pra sekolah);
3. Anak usia SD / MI / Paket A / SDLB (usia 7-12 tahun);
4. Anak SLTP / MTs / Paket B / SMLB (usia 12-15);
5. Anak 15-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar termasuk anak dengan disabilitas.
Seluruh keluarga di dalam suatu rumah tangga berhak menerima bantuan tunai apabila memenuhi kriteria kepesertaan program dan memenuhi kebwajibannya.
Program-program yang digunakan oleh pemerintah dalam penenganan masalah kemiskinan saat ini kiranya masih belum mampu menuntaskan masalah kemiskinan di Indonesia terlebih lagi di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya, sehingga tujuan dari pembangunan nasional terkait dengan masalah kemiskinan masih belum memberikan dampak yang besar. Maka dari itu pemerintah meluncurkan PKH untuk menanggulangi masalah kemiskinan di Indonesia. PKH merupakan program yang dibuat bertujuan untuk memberikan kontribusi sebagai upaya menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Terkait dengan hal tersebut pelaksanaan pelaksanaan kebijakan PKH di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya di dasarkan pada jumlah rumah tangga miskin.
Hasil dari penelitian ini peneliti menemukan bahwa proses PKH di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya menjadi penentu
salah satunya seperti strategi awal langkah persiapan pelaksanaan yang nanti akan menjadi langkah menuju penvapaian. Proses strategi awal langkah persiapan PKH dimulai dari pemilihan kabupaten /kota oleh Badan Pusat Statistik (BPS), penentuan lokasi penerima PKH, pemilihan pendamping dan juga menentukan peserta PKH. Adapun hal lainnya, dlam proses informasi dan juga pengumpulan data harus ada kerjasama tim maka proses pengerjaan lebih mudah dan tujuan program yang ingin dicapai sesuai apa yang diharapkan saat perencanaan. Proses strategi selanjutnya yaitu strategi pelaksanaan yang dilakukan oleh pelaksana program yaitu dengan cara melakukan kunjungan sosialisasi yang rutin pada seriap rumah tangga sangat miskin (RTSM), memantau kebutuhan anak sekolah dan juga ibu hamil. Pemantauan penggunaan data bertujuan agar fungsi setiap kali pencairan apakah sudah sesuai dengan fungsinya. Kgiatan ini agar startegi untuk mensukseskan PKH di Desa Muara Joloi I Kecamatan seribu Riam Kabupaten Murung Raya dapat berjalan baik dan sesuai dengan yang direncanakan.
Proses sosialisasi yang dilakukan pendamping PKH di desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya pemberi arahan dengan cara melakukan sosialisasi secara rutin denganpeserta PKH. Dilakukannya musyawarah seperti ini dan keikutsertaan ataupun partisipasi setiap warga PKH maupun pendamping dan kelompok terkait dapat membentu melancarkan pelaksanaan PKH.
Pelaksanaan kebijakan pmerintah dalam PKH di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya adalah untuk memberikan bantuan berupa sembako dimana didalamnya berisi kebutuhan masyarakat sehari-hari adapun
dalam bentuk lainnya yaitu berupa uang tunai untuk masyarakat yang menerima bantuan PKH di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya.
Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya tidak lepas dari adanya faktor pendukung. Dalam penelitian ini faktor pendukung program bantuan PKH yaitu dalam menyalurkan bantuan program keluarga harapan (PKH) di Desa Muara Joloi I Kcamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya adalah koordinasi antar pihak- pihak yang terkait dalam implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya sudah bagus.
Maka dari itu pelaksanaan ini berjalan dengan lancar. Pihak-pihak tersebut meliputi perangkat desa, dibidang pendidikan seperti guru/wali kelas yang dimana guru harus memberikan pendidikan agar terciptanya anak Indonesia yang berkembang dan kegiatan di sekolah pun seperti belajar mengajar dapat terpantau, sedangkan dibidang kesehatan ada dokter dan bidan desa yang harus selalu memantau kesehatan dan gizi dari ibu hamil, ibu nifas (masa pemulihan paska persalinan) dan balita yang sedang melakukan posyandu.
Dengan adanya kerjasama dengan pihak- pihak yang terkait maka diharapkan program ini akan berjalan dengan baik dan sesuai apa yang direncanakan. Oleh karena itu dukungan dari berbagai pihak ini diharapkan lebih mampu lagi untuk meningkatkan kesejahteraan RTSM.
Selain adanya faktor pendukung peneliti juga mendapatkan faktor penghambat dari Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung
Raya bahwa faktor penghambat merupakan sebuah acuan bagi pelaksanaan program sebagai hasil evaluasi. Adapun faktor penghambat dari Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabuapten Murung Raya yaitu hambatan yang dialami dalam penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya yaitu hambatan yang dialami dalam penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribbu Riam Kabupaten Murung Raya adalah faktor konflik yang terjadi antar individu dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya yang sering sekali kesulitan untuk menjelaskan kepada penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya.
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian hasil penelitian dan pembahasan penulis menarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Hasil dari penelitian ini peneliti menemukan bahwa Implimentasi Kebijakan pemerintah dalam Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Muara Joloi I Kecamatan seribu Riam Kabupaten Murang Raya sudah dilaksanakan dan berjalan dengan lancar namun dapat dikatakan belum maksimal. Sehingga perlu dievaluasi dengan baik. Dari jumlah 207 Kepala Keluarga di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murang Raya terdapat 15 Keluarga Penerima Manfaat, sehingga
implementasi sudah dapat di simpulkan tepat sasaran.
2. Faktor pendukung dan Penghambat a. Program bantuan PKH yaitu dalam
menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murng Raya adalah koordinasi antar pihak- pihak yang terkait dalam implementasi Program Kelaurga Harapan (PKH) di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murng Raya sudah bagus. Maka dari itu pelaksanaan ini berjalan dengan lancar.
b. Faktor penghambat dari Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Muara Joloi I Kecamatan seribu Riam Kabupaten Murung Raya yaitu hambatan yang dialami dalam penyaluran dalam bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) adalah faktor konflik yang terjadi anytar individu dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang sering sekali kesulitan untuk menjelsakan kepada penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Muara Joloi I Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, A. (2009). Ilmu Sosial Dasar.
Jakarta: PT Rineka cipta.
Aini, N. (2018). Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Pemberdayaan Masyarakat Miskin Kota di Kelurahan Way Dadi Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung.
Bellon, C. J. (2001). Organization Theory and the New Publik. Jakarta:
Gramedia.
Intan Zahra, M. &. (2019). Evaluasi program keluarga Harapan (PKH) dalam Mengurangi Kemiskinan di Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. JURNAL HUMANIS- VOL 05, NO. 02, 2019, 92-124.
Fachruddin Azmi, Kebijakan Pendidikan Islam Memberdayakan Peradaban, (Medan : Manhaji, 2016), h.4 Kartono, K. (1997). Metodologi Research
Social. Bandung: Alumni Bandung.
Meter, Donald Van, dan Carl Van Horn.
(1975) (Ratri, 2014:4). "The Policy Implementation Process: A Conceptual Framework dalam Administration and Society 6, 1975, London: Sage.
Mulyadi, Dedy. (2015:45, 47). Studi Kebijakan Publik dan Pelayanan Publik: Konsep dan Aplikasi Proses Kebijakan Publik dan Pelayanan Publik. Alfabeta.
Bandung.
Muslim, Muhammad Rahadian. 2010.
Analisis Faktor-Faktor yang Mem- pengaruhi Kemiskinan di Indonesi Tahun 1981-2007. Skripsi.
Universitas
Muhammadiyah Surakarta. Tidak Diterbitkan
Oktasri (2015). Teori Implementasi Kebijakan. Jurnal Universitas Medan Area.
Purwanto. (2013). Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Memutus Rantai Kemiskinan (kajian di Kecematan Mojosari Kabupaten Mojokerto). (2013). Wacana-Vol 16, No.2 (2013), 79-96.
Royani, I. (2021). Implementasi Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Menamgami Masalah Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Teluk Kecamatan Pamayung Kabupaten Batanghari.
Solichin Abdul Wahab, Analisa Kebijakan : Dari Formulasi ke Implementasi Kebijaksanaan Negara (Jakarta : Bumi Aksara, 2007), h. 4.
Subarsono, A. (Yogyakarta). Analisis Kebijakan Publik konsep, teori dan aplikasi. 2006: Pustaka Pelajar.
Suharto, E. (2010). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat.
Bandung: PT Refika Aditama.
Wahab, S. A. (2007). Analisis Kebijakan dari Formulasi ke. Jakarta: Bumi Aksara.
Yeremias Keban T, Enam Dimensi Strategis Admistrasi Publik: Konsep, Teori dan Isu (Yogyakarta : Gaya Media, 2004), h. 51.
Zubaedi. (2013). Pengembangan Masyarakat Wacana dan Praktik.
Jakarta: Kencana.