IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MAN 1
MAKASSAR
Skripsi
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Jurusan Pendidikan Bahasa Arab
Pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar
Oleh:
Khiyarah Nuril Akhyar NIM: 20200119017
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR 2023
ii
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI Mahasiswa yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Khiyarah Nuril Akhyar
NIM : 20200119017
Tempat/Tgl. Lahir : Makassar, 08 Agustus 2001 Jurusan : Pendidikan Bahasa Arab Fakultas : Tarbiyah dan Keguruan Alamat : Jln. Tidung IX No. 138 B
Judul : Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar
Menyatakan dengan sesungguhya dan penuh kesadaran bahwa skripsi ini benar merupakam hasil karya sendiri. Jika kemudian hari terbukti bahwa ini merupakan duplikat, tiruan, plagiat atau dibuat oleh orang lain sebagian atau seluruhnya, maka skripsi dan gelar yang diperoleh karenanya batal demi hukum.
Gowa, 13 Maret 2023 Penyusun,
Khiyarah Nuril Akhyar NIM: 20200119017
iii
PENGESAHAN SKRIPSI
iv
KATA PENGANTAR
مْيِحهرلا ِنَْحْهرلا ِهللَّا ِمْسِب
َو ِنْيِِّدلاَو اَيْ نُدلا ِروُمُا ىَلَع ُْيِْعَتْسَن ِهِب َو َْيْمِلاَعلا ِِّبَر ِِللَّ ُدْمَلحا ِفَرْصَأ ىَلَع ُمَلاهسلا َو ُةلاهصلا
ُدْعَ ب اهمأ .ُْيِْعَْجَْأ ِهِبْحهصلاَو ِهِلأ ىَلَع َو َْيِْلَسْرُلما َو ِءاَيِبْنَلأا
segala puji bagi Allah swt., Tuhan semesta alam dan kepada-Nya kami meminta pertolongan atas segala urusan dunia dan agama. Do’a dan keselamatan semoga terlimpahkan kepada Nabi besar Muhammad saw., dan juga atas keluarga dan para sahabat serta pengikut-pengikutnya hingga akhir zaman.
Penulis menyadari bahwa sejak persiapan dan proses penelitian ini terdapat banyak kesulitan dan tantangan yang dihadapi, namun berkat ridha dari Allah swt., dan bimbingan dari berbagai pihak maka segala kesulitan dan tantangan yang dihadapi dapat teratasi. Oleh karena itu, lewat tulisan ini penulis banyak mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang turut membantu dalam proses penyelesaian skripsi ini.
Penulis mengucapkan permohonan maaf dan rasa terima kasih yang sebesar- besarnya kepada Ayahanda Akhyar Ahmad dan ibunda Nurlidiawati tercinta yang dengan penuh cinta dan kesabaran serta kasih sayangnya dalam membesarkan dan mendidik penulis serta kepada kedua adik saya, keluarga dan sahabat-sahabat saya tercinta yang selalu memberikan energi positif dan semangat kepada penulis. Begitu pula penulis mengucapkan terima kasih kepada:
v
1. Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., selaku Rektor UIN Alauddin Makassar beserta Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Mardan, M.Ag., Wakil Rektor II, Prof. Dr.
H. Wahyuddin Naro, M.Hum., Wakil Rektor III, Prof. Dr. H. Darusalam Syamsuddin, M.Ag., dan Wakil Rektor IV, Dr. H. Kamaluddin Abu Nawas, M.Ag., yang telah membina dan memimpin UIN Alauddin Makassar menjadi tempat bagi peneliti untuk memperoleh ilmu baik dari segi akademik maupun ekstrakurikuler.
2. Dr. H. Marjuni, S.Ag., M.Pd.I., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. M. Shabir U., M.Ag., Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Dr. M. Rusdi, M.Ag., dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Ilyas Ismail, M.Pd., M.Si., yang telah membina penulis selama proses penyelesaian studi.
3. Dr. Rappe, M.Pd.I., dan Ahmad Munawwir, Lc., M.Pd.I., selaku ketua dan sekretaris jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Alauddin Makassar yang telah memberikan petunjuk dan arahannya selama penyelesaian kuliah.
4. Dr. Awaliah Musgamy, M.Ag dan Dr. Sitti Aisyah Chalik, M.Pd., selaku pembimbing I dan II yang telah bersedia dan bersabar meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam membimbing dan mengarahkan penulis dari awal hingga selesainya skripsi ini.
5. Prof. Dr. H. Syahruddin Usman, M.Pd., dan Dr. H. Abdul Muis Said, M.Ed., selaku penguji I dan II yang telah memberikan arahan, koreksi dan pengetahuan baru dalam penyusunan skripsi ini, serta membimbing penulis sampai tahap penyelesaian.
vi
6. Para dosen, karyawan/karyawati Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang memberikan bantuan secara konkrit baik secara langsung maupun tidak langsung.
7. Kepala Sekolah, guru-guru dan para staf pendidik serta adik-adik di MAN 1 Makassar yang telah membantu dalam memperoleh informasi.
8. Seluruh dewan senior Jurusan Pendidikan Pendidikan Bahasa Arab dan jurusan lainnya yang telah memberi sumbangsih dalam penyusunan skripsi ini.
9. Para sahabat member Until Jannah yang senantiasa membersamai dari awal semester hingga akhir semester meberikan motivasi, saran dan kritik.
10. Teman-teman seperjuangan di Jurusan Pendidikan Bahasa Arab angkatan 2019 tanpa terkecuali, terkhusus kepada teman-teman mahasiswa kelas PBA-A yang telah banyak membantu dan memberikan masukan serta kenangan yang tidak akan pernah terlupakan kepada penulis selama menjalani Pendidikan di UIN Alauddin Makassar.
11. Rekan Demisioner DEMA FTK UIN Alauddin Makassar Ihwana dan Nurul Eka yang senantiasa menunggu kabar jadwal ujian satu sama lain.
12. Seluruh pihak yang tidak dapat penyusun sebutkan namanya satu persatu yang telah banyak memberikan uluran bantuan baik bersifat moril dan materi kepada penulis selama kuliah hingga penyusunan skripsi ini.
Gowa, 13 Maret 2023 Penyusun,
Khiyarah Nuril Akhyar NIM: 20200119017
vii DAFTAR ISI
JUDUL ... i
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... ii
PENGESAHAN SKRIPSI ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... vii
ABSTRAK ... ix
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Fokus Penelitian dan Deskripsi Fokus ... 3
C. Rumusan Masalah ... 5
D. Kajian Pustaka ... 5
E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ... 10
BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Implementasi ... 12
B. Kurikulum ... 13
C. Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Kurikulum ... 18
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Lokasi Penelitian ... 27
B. Pendekatan Penelitian ... 28
C. Sumber Data ... 28
D. Metode Pengumpulan Data ... 29
E. Instrumen Penelitian ... 30
F. Teknik Pengolahan Data dan Analisis Data ... 31
viii
G. Pengujian Keabsahan Data ... 33
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran dan Lokasi Penelitian ... 36
B. Deskripsi Data Hasil Penelitian ... 40
C. Kegiatan Hasil Pembelajaran Bahasa Arab di MAN 1 Makassar ... 44
D. Faktor yang Mempengaruhi Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Meningkatankan Kualitas Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar ... 47
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 51
B. Implikasi Penelitian ... 53
DAFTAR PUSTAKA ... 54
LAMPIRAN ... 55
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 70
ix ABSTRAK Nama : Khiyarah Nuril Akhyar
NIM : 20200119017
Jurusan : Pendidikan Bahasa Arab
Judul : Implementasi Kurikulum 2013 dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar
_________________________________
Pokok masalah penelitian ini adalah implementasi kurikulum 2013 dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar. Pokok masalah tersebut selanjutnya di-breakdown ke dalam beberapa submasalah atau pertanyaan penelitian yang bertujuan untuk: 1) mengetahui gambaran kurikulum 2013, 2) mengetahui implementasian kurikulum 2013 di MAN 1 Makassar, dan 3) mengetahui dampak implementasi kurikulum 2013 dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab di MAN 1 Makassar.
Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah: fenomenologi dan deskriptif. Adapun sumber data penelitian ini adalah Wakil Kepala Bidang Kurikulum, guru-guru bahasa Arab dan peserta didik.
Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Lalu, teknik pengolahan data dan analisis data melalui tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kurikulum 2013 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar telah diterapkan sejak tahun 2015 dan kini sudah berjalan delapan tahun. Delapan standar nasional Pendidikan (SNP) pun hampir tercapai dengan maksimal. Dalam pembelajaran bahasa Arab yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam perencanaan guru telah menyiapkan silabus dan RPP yang sesuai dengan kurikulum 2013. Sedangkan dalam proses pembelajaran menyentuh pada tiga ranah yaitu, sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Sedangkan pada tahapan evaluasi guru sudah menggunakan penilaian autentik (Authentic Assesment).
Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) Dalam perbaikan sistem penilaian yang sesuai dengan kurikulum 2013. 2) Metode pembelajaran yang dibawakan oleh guru belum dapat meningkatkan kualitas minat belajar bahasa Arab peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar meningkat. 3) Kerja sama antara stakeholder sekolah dalam hal pembenahan sarana dan pra-sarana.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Di Indonesia kurikulum telah 11 kali mengalami dinamika perubahan dimulai dari kurikulum 1947 sampai kurikulum 2013 yang pada awal peluncurannya menuai banyak pro dan kontra dari berbagai kalangan. Berbagai kebijakan perubahan kurikulum tersebut didasarkan pada hasil analisis, evaluasi, prediksi dan berbagai tantangan yang dihadapi baik internal maupun eksternal yang terus berubah. Dalam konteks ini, kurikulum sebagai produk kebijakan bersifat dinamis, kontekstual dan relatif. Dinamis sebab terus berkembang dan disesuaikan dengan perkembangan zaman serta terbuka terhadap kritik. Kontekstual karena sangat dibutuhkan dan didasarkan pada konteks zamannya, dan relatif sebab kebijakan kurikulum yang dihasilkan dipandang bagus atu sempurna pada zamannya dan akan menjadi tidak relevan pada zaman-zaman berikutnya. Oleh karenanya, prinsip dalam kebijakan kurikulum adalah change and continuity, yaitu perubahan yang dilakukan secara terus menerus.
Disrupsi teknologi, khususnya teknologi informasi telah mewarnai revolusi industry 4.0 sehingga mendorong perubahan kebutuhan dan perkembangan masyarakat dalam berbagai kehidupan, termasuk pendidikan. Pendidikan yang hanya berorientasi pada pengembangan kemampuan intelektual otak kiri tidak dapat dipertahankan lagi.
Hal ini merupakan salah satu pemicu perlunya dilakukan revisi terhadap kurikulum 2013 yang telah diberlakukan sejak 8 tahun silam. Revisi kurikulum diperlukan terutama untuk mengantisipasi perkembangan dan kebutuhan abad 21, sesuai dengan
2
kebutuhan zaman now dan karakteristik peserta didik. Hal itu tentunya agar pendidikan dapat menyiapkan lulusan-lulusan berkualitas yang mampu bersaing, bersanding, bahkan bertanding dalam era globalisasi, yang penuh dengan berbagai permasalahan dan tantangan yang semakin hari semakin rumit dan kompleks. Untuk kepentingan tersebut, proses pendidikan harus lebih diorentasikan pada pengembangan kreativitas otak kanan, yang harus dipersiapkan melalui kurikulum yang realistis, dinamis dan fleksibel.
Esesnsi mendasar dari Kurikulum 2013 sebagaimana ditentukan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang telah diubah beberapa kali dan terakhir melalui Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah perubahan terhadap empat dari delapan Standar Nasional Pendidikan. Keempat standar tersebut adalah Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses dan Standar Penilaian. Oleh sebab itu, proses pembelajaran mengalami perombakan dan perubahan dalam konsep dan strateginya. Kurikulum 2013 merupakan hasil penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau yang sering disingkat KTSP 2006. KTSp merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2004 (KBK), yaitu berbasis kompetensi.1 Menurut Abdullah Idi:
“Pada dasarnya perkembangan kurikulum di Indonesia berpijak pada perkembangan pendidikan di Indonesia. Di mana pendidikan sangat penting dalam kehidupan setiap manusia. Dengan adanya pendidikan akan mampu memperluas wawasan pengetahuan manusia dalam membentuk suatu nilai, sikap dan perilaku yang berperan penting dalam maju mundurnya peradaban suatu bangsa, karena melalui pendidikan seorang manusia dapat berubah ke arah yang
1Suyadi dan Dahlia, Implementasi Kurikulum Paud 2013 Program Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), h. 13-14.
lebih baik. Pendidikan selalu berperan menanamkan norma dan moral, berarti pendidikan akan menjadikan manusia lebih bermoral untuk terletak pada proses pembentukan kepribadian setiap individu itu sendiri. Peran pendidik sebagai pembangun mentalis generasi muda sangat penting.”2
Kurikulum yang telah diimplementasikan di MAN 1 Kota Makassar ini memberikan model dan desain yang baru terutama pada proses pembelajaran, sehingga pihak madrasah harus melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam kurikulum ini. Pada kurikulum ini pendidik memberikan materi pembelajaran dengan model yang ada dalam kurikulum 2013 dan menggunakan pendekatan saintifik approach.
Pendidik sebagai pemeran utama dalam menerapkan kurikulum 2013, proses pembelajaran di pusatkan kepada peserta didik dan pendidik sebagai fasilitator mulai dari awal pembelajaran berlangsung sampai selesai. Pendidik hanya mengarahkan sehingga pembelajaran efektif.
B. Fokus Penelitian dan Deskripsi Fokus
Fokus penelitian dan deskripsi fokus sebagai jembatan peneliti untuk mendapatkan data di lapangan. Fokus penelitian ini pada penelitian ini adalah implementasi kurikulum 2013 dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab. Hal tersebut dimaksudkan untuk melihat bagaimana hasil kualitas pembelajaran bahasa Arab dari implementasi kurikulum 2013 di Madrasa Aliyah Negeri 1 Kota Makassar. Kualitas yang dimaksud dapat dijabarkan dalam bentuk tabel seperti di bawah ini:
2Abdullah Idi, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik (Cet. III; Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2010), h. 15.
4
Tabel 1.1
Fokus Penelitian dan Deskripsi Fokus
Fokus Penelitian Deskripsi Fokus
Implementasi Kurikulum 2013 dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Bahasa Arab
Kualitas pembelajaran dari Implementasi kurikulum 2013 yang ingin dilihat dalam penelitian ini adalah:
1. Kesesuaian Indikator dengan karakteristik peserta didik
2. Pembelajaran yang memiliki daya tarik yang kuat serta suasana yang akrab dan hangat merangsang pembentukan kepribadian peserta didik.
3. Efisiensi pembelajaran antara waktu biaya dan tenaga yang digunakan.
4. Produktivitas pembelajaran dengan perubahan proses pembelajaran (dari menghafal, dan mengingat ke menganalisis dan mencipta), penambahan masukan dalam proses pembelajaran (dengan menggunakan berbagai sumber belajar) dan peningkatan intensitas interaksi peserta didik dengan sumber belajar
C. Rumusan Masalah
Sehubung dengan latar belakang yang telah dipaparkan di atas maka yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana gambaran Kurikulum 2013?
2. Bagaimana Implementasi Kurikulum 2013 dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab di MAN 1 Kota Makassar?
3. Bagaimana Dampak Implementasi Kurikulum 2013 terhadap kualitas pembelajaran bahasa Arab di MAN 1 Kota Makassar?
D. Kajian Pustaka
Fokus penelitian dan deskripsi fokus sebagai jembatan peneliti untuk mendapatkan data di lapangan. Fokus penelitian pada penelitian ini adalah implementasi kurikulum 2013 dalam meningkatkan pembelajaran bahasa Arab. Hal tersebut dimaksudkan untuk melihat bagaimana peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Arab setelah diterapkannya kurikulum 2013. Implementasi kurikulum 2013 dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa arab yang dimaksud dapat dijabarkan dalam bentuk tabel seperti di bawah ini:
1. Penelitian yang dilakukan oleh Nurul Purnamasari dengan judul penelitian Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Kelas X MA Al-Hikmah Kedaton Bandar Lampung. Penelitian ini membahas tentang implementasi kurikulum 2013 di kelas x MA Al-Hikmah serta faktor pendukung dan penghambat pengimplementasian kurikulum 2013 dalam pembelajaran bahasa Arab. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kurikulum 2013 di kelas x MA Al-Hikmah Bandar Lampung dilaksanakan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan
6
intrakulikuler. Adapun faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi kurikulum 2013 berasal dari faktor internal. 3
Persamaan antara penelitian di atas dengan penelitian ini adalah membahas tentang implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran bahasa Arab. Adapun perbedaannya tedapat pada lokasi penelitian dan penelitian di atas tidak menjelaskan hasil yang diperoleh setelah dilakukan implementasi kurikulum 2013 sedangkan dalam skripsi ini dijelaskan hasil kualitas pembelajaran bahasa Arab dari pengimplementasian kurikulum 2013.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Eka Rahmawati dengan judul penelitian Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Di Kelas X MAN Godean Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini membahas tentang implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran bahasa Arab telah berjalan dengan baik dan pada proses penilaian madrasah juga telah menggunakan penilaian otentik yang merupakan tuntunan kurikulum 2013 serta madrasah telah mampu mengembangkan format penilaian ke dalam aplikasi sehingga pendidik di MAN Godean tidak hanya menggunakan teknologi informasi sebagai media pembelajaran saja tetapi digunakan juga untuk media penilaian.
Persamaan antara penelitian di atas dengan penelitian ini adalah membahas tentang implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran bahasa Arab. Adapun perbedaanya terdapat pada lokasi penelitian. Selain itu, penelitian di atas terfokus pada
3Nurul Purnamasari, “Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Kelas X MA Al-Hikmah Kedaton Bandar Lampung”, Skripsi (Lampung:. Fak Tarbiyah dan Kependidikan IAIN Raden Intan, 2016)
implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran bahasa Arab, sedangkan dalam penelitian ini terfokus pada implementasi kurikulum 2013 dalam bahasa arab beserta hasil kualitas dari implementasi kurikulum 2013.4
3. Penelitian yang dilakukan oleh Yuni Nafisah dengan judul penelitian Implementasi Kurikulum 2013 pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pakerti Di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Wates. Penelitian ini membahas tentang implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kurikulum 2013 pada mata pelajaran pendidikan agama Islam sudah berjalan cukup baik dan telah menjalankan proses penilaian otentik seusai tuntunan kurikulum 2013. Guru dan sekolah melakukan upaya-upaya untuk keberhasilan kurikulum 2013 serta berusaha meningkatkan tenaga pendidiknya
Persamaan antara penelitian di atas dengan penelitian ini adalah membahas tentang implementasi kurikulum 2013. Adapun perbedaannya terletak pada lokasi penelitian serta subjek penelitian yang diteliti ialah dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, sedangkan dalam skripsi ini subjek penelitiannya ialah mata pelajaran bahasa Arab.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Jauhari dengan judul penelitian
جهنلما قيبطت ى ساردلا ا ةتس ةيوناثلا ةسردلما يف ةيبرعلا ةغللا سرد ىلع 2013
.يبماج ةنيدم ةيموكحل
Penelitian ini membahas tentang usaha atau upaya guru bahasa Arab terhadap implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran bahasa Arab di MTs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bahasa Arab paham tentang kurikulum
4Eka Rahmawati, “Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Di Kelas X MAN Godean Tahun 2014/2015”, Skripsi (Yogyakarta: Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga, 2014).
8
2013 dan sudah bisa menerapkan kurikulum 2013 pada pembelajaran bahasa Arab serta kurikulum 2013 sedikit meringankan beban guru dan bisa meningkatkan hasil belajar siswa yang semula belum bisa menjadi bisa karena siswa dituntut untuk lebih aktif dan agresif dalam mempelajari bahasa arab.
Persamaan antara penelitian di atas dengan penelitian ini adalah membahas tentang implementasi kurikulum 2013 pada pembelajaran bahasa Arab Adapun perbedaanya terdapat pada lokasi penelitian. selain itu, penelitian di atas terfokus pada pemahaman guru tentang kurikulum 2013 dalam pembelajaran bahasa arab, sedangkan dalam penelitian ini terfokus pada bagaimana implementasi kurikulum 2013.5
5. Penelitian yang dilakukan oleh Nur Hariyanto dengan judul penelitian
تلاكشم ميلعتلا جهنم قيبطت
.امولس احجانلا ةيوناثلا ةسردلماب ةيبرعلا ةغللا
Penelitian ini membahas tentang upaya guru bahasa Arab dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan cara berusaha mengatasi kekurangan sarana dan prasarana di madrasah yang membuat minimnya motivasi siswa untuk belajar bahasa Arab. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam menanggulangi kekurangan sarana dan prasarana ialah mencari banyak perusahaan yang dapat membantu sehingga pihak sekolah bisa menggunakan dana bantuan operasional sekolah untuk memenuhi dan mencapai keberhasilan penyelesaian sarana dan prasarana sekolah yang dirasa kurang memadai untuk berlangsungnya proses belajar siswa.5 Jauhari, “
ةتس ةيوناثلا ةسردلما يف ةيبرعلا ةغللا سرد ىلع 2013 ى ساردلا جهنلما قيبطت
.يبماج ةنيدم ةيموكحلا”,
Skripsi ( Jambi: Fak. Tarbiyah dan Pendidikan UIN Sultan Thaha Saifuddin, 2021)Persamaan antara penelitian di atas dengan penelitian ini adalah membahas tentang implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran bahasa Arab. Adapun perbedaanya terletak pada lokasi penelitian, faktor-faktor yang mempengaruhi permasalahan penerapan kurikulum 2013 serta upaya guru dalam mengatasi kendala dalam menerapkan kurikulum 2013 dalam pengajaran bahasa Arab sedangkan dalam penelitian ini terfokus pada kualitas pembelajaran bahasa Arab dari implementasi kurikulum.6
Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu yang telah peneliti uraikan di atas mengenai implementasi kurikulum 2013 di madrasah dapat disimpulkan bahwasanya hampir seluruh sekolah maupun madrasah di Indonesia telah menerapkan kurikulum 2013, akan tetapi masih banyak sekolah ataupun madrasah yang berusaha merangkak ke kurikulum 2013 meskipun sarana dan prasarana sekolah atau madrasah tersebut tidak memadai, sementara itu implementasi kurikulum 2013 bertujuan untuk:
a. Meningkatkan mutu pendidikan dengan menyeimbangkan Soft Skills dan Hard Skill melalui kemampuan sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam rangka menghadapi tantangan global yang terus berkembang.
b. Membentuk dan meningkatkan sumber daya manusia yang produktif, kreatif dan inovatif sebagai modal pembangunan bangsa dan negara Indonesia.
c. Meringankan tenaga pendidikan dalam menyampaikan materi dan menyiapkan administrasi mengajar, sebab pemerintah telah
6 Nur Hariyanto, “ امولس احجانلا ةيوناثلا ةسردملاب ةيبرعلا ةغللا ميلعتلا جهنم قيبطت تلاكشم”, Tesis ( Malang:
Program Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim, 2017).
10
menyiapkan semua komponen kurikulum beserta buku teks yang digunakan dalam pembelajaran.
d. Meningkatkan peran serta pemerintah pusat dan daerah serta warga masyarakat secara seimbang dalam menentukan dan mengendalikan kualitas, dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan.
e. Meningkatkan persaingan yang sehat antar-satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai. Sebab sekolah diberikan keleluasaan untuk mengembangkan kurikulum 2013 sesuai kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik dan potensi daerah.7
E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui:
a. Untuk mendeskripsikan kurikulum 2013.
b. Untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum 2013 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Makassar.
c. Untuk mendeskripsikan dampak implementasi kurikulum 2013 dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab.
2. Kegunaan Penelitian a. Kegunaan Ilmiah
Peneelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan menambah khazanah ilmu pengetahuan bagi penulis pendidikan dan
7 M. Fadillah, Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2014), h. 24-25
kemungkinan dapat dijadkan bahan penelitian lanjutan atau dikembangkan oleh pihak yang berkepentingan.
b. Kegunaan Praktis
1) Bagi Madrasah, sebagai sumbangan pemikiran dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab.
2) Bagi pendidik, sebagai bahan acuan dalam membimbing dan mendidik peserta didik sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab.
3) Bagi penulis, sebagai bekal untuk meningkatkan pengetahuan serta menambah wawasan dibidang pendidikan agar nantinya dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya.
12 BAB II
TINJAUAN TEORITIS A. Implementasi
Defenisi implementasi menurut Dean L. Fixsen, dkk "implementation is defined as a specified set of activities designed to put into practice an activity or program of known dimension”.1 Menurut definisi ini, proses implementasi memiliki tujuan dan dijelaskan dengan cukup rinci sehingga pengamat independen dapat mendeteksi keberadaan dan kekuatan rangkaian kegiatan tertentu yang terkait dengan implementasi.
Implementasi merupakan suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang telah disusun secara matang dan juga terperinci. Implementasi biasanya dilakukan setelah perencanaan dianggap sudah matang ataupun sempurna. Menurut Nurdin Usman, implementasi adalah bermuara pada aktivitas, aksi tindakan atau adanya mekanisme suatu sistem, implementasi bukan sekedar aktivitas, tapi suatu kegiatan yang terencana untuk mencapai tujuan kegiatan.2
Implementasi dianggap sebagai wujud utama dan tahap yang sangat menentukan dalam proses kebijakan.3 Pandangan tersebut dikuatkan dengan pernyataan Edwards III bahwa tanpa implementasi yang efektif keputusan pembuat kebijakan tidak akan berhasil dilaksanakan. Implementasi kebijakan merupakan aktivitas yang terlihat setelah dikeluarkan pengarahan yang sah dari suatu kebijakan
1 Dean L. Fixsen, dkk, Implementation Research A Synthesis of the Literature (National Implementation Research Network University of South Florida; Florida, 2005), h. 5.
2 Nurdin Usman, Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum (Grasindo: Jakarta, 2002), h. 70.
3 Rendal B. Ripley dan Grace A. Franklin, Policy Implementation and Bureaucracy (Cet, II;
Chicago: The Dorsey Press, 1986), h. 15
yang meliputi upaya mengelola input untuk menghasilkan outpun atau outcomes masyarakat.4
Menurut Purwanto dan Sulistyastuti, implementasi intinya adalah kegiatan untuk mendistribusikan keluaran kebijakan (to deliver policy output) yang dilakukan oleh para implementor kepada sasaran (target group) sebagai upaya untuk mewujudkan kebijakan.5
Dapat disimpulkan implementasi ialah suatu kegiatan yang terencana, bukan hanya suatu aktivitas dan dilakukan secara sungguh-sungguh berdasarkan acuan norma-norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan. Implementasi tidak berdiri sendiri tetapi dipengaruhi oleh objek berikutnya yaitu kurikulum. Implementasi kurikulum adalah proses pelaksanaan ide, program atau aktivitas baru dengan harapan orang lain dapat menerima dan melakukan perubahan terhadap suatu pembelajaran dan memperoleh hasil yang diharapkan.
B. Kurikulum
a. Konsep Kurikulum
Istilah kurikulum pada umumnya digunakan dalam dunia Pendidikan.
Sebagaimana halnya kurikulum Pendidikan nasional, kurikulum suatu institusi atau lembaga pendidikan, mulai dari kurikulum pendidikan anak usia dini sampai kurikulum perguruan tinggi, dan kurikulum program studi, seperti kurikulum bidang studi agama, bahasa, sains, matematika, ilmu pengetahuan sosial dan sebagainya.
4 George C Edward, Public Policy Implementing (London: Jai Press, 1990), h. 1.
5 Purwanto dan Sulistyastuti, Analisis Kebijakan dari Formulasi ke Implementasi Kebijakan (Jakarta: Bumi Aksara, 1991), h. 21.
14
Kurikulum merupakan rancangan yang memuat seperangkat mata pelajaran atau materinya yang akan dipelajari atau yang akan diajarkan guru kepada siswa. Dengan kata lain, kurikulum mengacu pada cetak biru pembelajaran (specific blue print for learning) untuk memetik suatu hasil yang diinginkan. Tetapi, bagi kebanyakan siswa, kurikulum identik dengan tugas pelajaran, latihan atau isi buku pelajaran. Para orang tua sering cenderung memaknai kurikulum sebagai latihan atau pekerjaan rumah anaknya. Bagi guru, kurikulum sering kali dianggap petunjuk atau pedoman tentang konten kurikulum (materi pelajaran) yang akan di ajarkan kepada siswa, di samping strategi, metode atau teknik mengajar serta buku sumber materi ajar.6
Kurikulum merupakan sebuah alat pembelajaran yang turut berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan nasional, sehingga kedudukannya memegang peranan penting dalam mewujudkan sekolah bermutu yang dilihat dari sisi keberkualitasan peserta didiknya. 7
Bagaimanapun ideal dan bagusnya suatu kurikulum seperti Kurikulum 2013, tetapi jika tidak dapat diimplementasikan oleh guru di lapangan, maka tentunya kurikulum tersebut hanya akan menjadi sebuah dokumen tertulis semata.
b. Pengertian Kurikulum
Secara etimologi, kurikulum (curriculum) berasal dari bahasa Yunani, yaitu curir yang berarti berlari dan currere yang artinya tempat berpacu. Dalam
6 Mohammad Ansyar, Kurikulum; Hakikat, Fondasi, Desain dan Pemgembangan (Cet. II;
Jakarta: Kencana, 2017), h. 22-23.
7 St Marwiyah, dkk., Perencanaan Pembelajaran Kontemporer Berbasis Penerapan Kurikulum 2013 (Cet. I; Yogyakarta: Deepublish, 2018), h. 2.
bahasa Latin, ”curriculum” semula berarti a running course, or race course, especially a chariot race course dan terdapat pula dalam bahasa Prancis
“courier” artinya “to run berlari”. Kemudian istilah itu digunakan untuk sejumlah “courses” atau mata pelajaran yang harus ditempuh untuk mencapai suatu gelar atau ijazah. 8
Sedangkan menurut Undang-Undang No.2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar. 9
Memperhatikan makna kurikulum secara harfiah, menurut Ellis (2004) kata kurikulum dalam dunia pendidikan merupakan suatu metafora yang mengambil makna kiasan dari arti harfiahnya. Mengacu pada pengertian secara harfiah, kemudian para ahli pendidikan dan ahli kurikulum menerapkannya dalam bidang pendidikan, sehingga muncul pengertian bahwa kurikulum adalah suatu arena tempat peserta didik bertanding untuk menguasai mata pelajaran dalam rangka memperoleh diploma, ijazah, atau gelar kesarjanaan.10
Revisi Kurikulum 2013 merupakan perubahan kurikulum yang disesuaikan dengan penataan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Standar Proses (SP) dan Standar Penilaian Pendidikan (SPP). Kurikulum 2013 Revisi merupakan wujud penyempurnaad dari kurikulum yang berbasis karakter sekaligus berbasis kompetensi dan diberlakukan secara berangsur-angsur.
8 Imam Machali dan Ara Hidayat, The Handbook of Education Management Teori dan Praktik Pengelolaan Sekolah/Madrasah di Indonesia (Cet. II; Jakarta: Prenadamedia Group, 2016), h. 422.
9 Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran (Cet. II; Jakarta: Rajawali Pers, 2012), h. 2.
10 Leli Halimah, Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di Era Globalisasi (Cet. I;
Bandung: PT Refika Aditama, 2020), h. 2.
16
Dalam upaya pengembangan kurikulum ini juga relevan denga napa yang tertuang dalam firman Allah SWT dalam Q.S Ar-Ra’d 13:11
ْم ِه ِس ُفْنَاِب اَم اْوُرِ يَغُي ىهتَح ٍمْوَقِب اَم ُرِ يَغُي َلَ َ هاللّٰ َّنِا ...
…
Terjemahnya;
Sesungguhnya Allah SWT., tidak mengubah suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka…11
Ayat di atas menunjukkan bahwsanya Allah SWT., mengajak manusia dalam menggapai sebuah hasil, itu dikembalikan kepada usaha manusia itu sendiri. Bagaimana usaha mereka dalam mengubah nasib mereka yang berada ditangan mereka itu sendiri, seberapa besar usaha dan ikhtiar mereka terhadap hasil yang ingin dicapai. Jika dikontekstualisasikan dalam dunia pendidikan, usaha tersebut berupa keputusan para pemegang kebijaksanaan yang sedang merancang sebuah pengembangan kurikulum KTSP ke kurikulum 2013, yang diharapkan mampu membawa dunia pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik.
c. Kedudukan dan Fungsi Kurikulum 2013
Kurikulum memiliki posisi sentral dalam setiap upaya pendidikan, yang utama adalah interaksi akademik antara peserta didik, pendidik, sumber dan lingkungan. Posisi sentral ini menunjukkan pula bahwa setiap interaksi akademik adalah jiwa dari pendidikan.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 ayat 3, menyatakan bahwa kurikulum disusun sesuai dengan
11 Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya (Cet. X; Bandung: CV Diponegoro, 2012), h. 250.
jenjang dan jenis pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan memperhatikan:
a) Peningkatan iman dan tak.wa b) Peningkatan akhlak mulia.
c) Peningkatan potensi, kecerdasan dan minat peserta didik.
d) Keragaman potensi daerah dan lingkungan.
e) Tuntunan pembangunan daerah dan nasional.
f) Tuntunan dunia kerja.
g) Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
h) Agama.
i) Dinamika perkembangan global.
j) Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.
Adapun untuk mewujudkan tujuan kurikulum dalam implementasi kurikulum perlu adanya tuntunan terhadap untuk merancang pembelajaran yang efektif , bermakna, menyenangkan, mengorganisasikan pembelajaran, memilih pendekatan pembelajaran yang tepat, menentukan prosedur pembelajaran dan pembentukan kompetensi secara efektif serta menetapkan kriteria keberhasilan.
d. Landasan Kurikulum 2013
Dalam penyusunan kurikulum 2013 dilandasi beberapa aspek sebagai berikut:
18
a) Aspek Filosofis
Dalam konteks ini landasan Kurikulum 2013, yaitu pendidikan berbasis nilai-nilai luhur, akademik, kebutuhan peserta didik dan masyarakat.
Kurikulum berorientasi pada pengembangan kompetensi b) Aspek Yuridis
Aspek yuridis adalah suatu lembaga yang digunakan sebagai payung hukum dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum. Landasan yuridis yang digunakan salah satunya yaitu Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013.
c) Aspek Konseprual
Aspek konseptual adalah suatu landasan yang didasarkan pada ide atau gagasan yang diabstraksikan dari peristiwa konkret.12
C. Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Kurikulum 2013
Sebelum peneliti menjelaskan tentang pembelajaran bahasa Arab berdasarkan Kurikulum 2013, maka peneliti akan menguraikan tentang pembelajaran, bahasa Arab dan tujuan pembelajarannya.
Kata pembelajaran adalah terjemahan dari instruction yang banyak dipakai dalam dunia pendidikan di Amerika Serikat. Istilah ini dipengaruhi oleh aliran psikologi holistik yang menempatkan peserta didik sebagai sumber dari kegiatan.
Selain itu, istilah pembelajaran juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang diasumsikan dapat mempermudah peserta didik mempelajari segala sesuatu lewat
12 M. Fadlillah, Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2014), h. 24-25
berbagai macam media seperti bahan-bahan cetak, program televisi, gambar, audio dan sebagainya, sehingga semua itu mendorong terjadinya perubahan peranan guru dalam mengelola proses belajar-mengajar, dari guru sebagai sumber belajar menjadi guru sebagai fasilitator dalam mengajar.13
Bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan oleh orang Arab dan semenanjungnya sebagai sarana komunikasi antara mereka di dalam mengekspresikan tujuan tertentu sehingga mereka mampu berinteraksi didasari oleh letak geografis budaya dan peradaban.14
Pada awalnya kegiatan pengajaran bahasa Arab masih sebatas untuk kepentingan bisa membaca Al-Qur’an yang ditulis dengan kebutuhan untuk memahami isi kandungan Al-Qur’an, Hadits dan buku-buku keislaman lainnya yang masih ditulis dengan bahasa Arab,maka pengajaran bahasa Arab tidak lagi sebatas untuk bisa membaca huruf Arab, tetapi lebih dari itu yakni untuk memahami dan mendalami lebih jauh ajaran-ajaran islam. Materi yang perlu menjadi perhatian dalam belajar bahasa Arab terbagi dalam tiga bagian yaitu tata bunyi, kosakata dan tata kalimat.15
Biasanya, akar satu kata akan melahirkan banyak kata lain. Ini menunjukkann bahwa bahasa Arab dinamis, namun di balik itu tersimpan kekuatan yang menampakkan bahwa bahasa Arab berdiri kokoh, tidak mudah tergoyahkan, dinamika
13 Ajat Rukajat, Manajemen Pembelajaran (Cet. I; Yogyakarta: Deepublish, 2018), h. 10-11.
14 Zulhanan, Paradigma Baru Pembelajaran Bahasa Arab (Bandar Lampung: An-Nur Press, 2004), h. 1.
15 Ismail Suardi Wekke, Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah (Cet. I; Yogyakarta:
Deepublish, 2018), h. 89.
20
dan kekuatan bahasa Arab tidak ditopang oleh standar yang keabsahannya dapat dipertanggung jawabkan sampai saat ini.16
a. Standar Isi Mata Pelajaran Bahasa Arab
Standar isi adalah kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.17 Ruang lingkup dan tingkat kompetensi peserta didik yang garus dipenuhi atau dicapai pada suatu satuan pendidikan dalam jenjang dan jenis pendidikan tertentu dirumuskan dalam standar isi untuk setiap mata pelajaran.
Standar isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Dalam penelitian ini jenjang pendidikan dan jenisnya adalah Madrasah Aliyah (MA) dan difokuskan pada mata pelajaran bahasa Arab. Mata pelajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah terdiri atas bahan yang berupa wacana lisan dan tulisan berbentuk paparan atau dialog tentang perkenalan, keluarga, hobi, pekerjaan, kesehatan, remaja, fasilitas umum, pariwisata, kisah-kisah Islam, wawasan Islam, hari-hari besar Islam dan tokoh-tokoh. Bahasa Arab di Madrasah Aliyah dipersiapkan untuk pencapaian kompetensi dasar berbahasa, yang mencakup empat keterampilan berbahasa yang diajarkan secara integral, yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Meskipun begitu, pada tingkat pendidikan dasar dititikberatkan pada kecakapan menyimak dan berbicara sebagai landasan berbicara.
16 Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab (Cet. II; Bandung: PT Remaja Rosdakarya), h. 71.
17 Lampiran Keputusan Mentri Agama Republik Indonesia, h. 37.
b. Standar Proses Pembelajaran Bahasa Arab
Dalam standar proses pembelajaran Kurikulum 2013 merupakan untuk pengembangan moral dan perilaku yang terkait dengan sikap melalui kegiatan yang terjadi selama belajar di sekolah dan di luar baik dalam kegiatan kulikuler atau ekstrakulikuler. Proses pembelajaran dalam kurikulum 2013 mencakup lima pengalaman belajar pokok, yaitu: 1) Mengamati, 2) Menanya, 3) Mengumpulkan Informasi, 4) Mengasosiasi, 5) Mengkomunikasikan. Sehingga dalam pembelajaran bahasa Arab akan mengikuti pada kelima pengalaman belajar tersebut, kelima pengalaman belajar ini disebutkan pendekatan saintific dan dirinci dalam berbagai kegiatan belajar.
Langkah Pembelajaran Kegiatan Belajar
Kompetensi yang Dikembangkan
Mengamati Membaca, mendengar,
menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat)
Melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi Menanyakan Mengajukan pertanyaan tentang
informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pernyataan untuk mendapatkan
Mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
22
informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan hipotetik).
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pemikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.
Mengumpulkan informasi/eksperimen
Melakukan eksperimen, membaca sumber lain.
Melakukan eksperimen membaca sumber lain
Mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam
menyampaikan.
Mengasosiasikan/mengolah informasi
Mengelolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun dari hasil kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari
Mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur
dan kemampuan berpikir induktif dalam
menyampaikan Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil pengamatan
kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis atau media lainnya.
Dalam standar proses ada dua tahapan, yaitu silabus dan perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dan standar alur proses pembelajaran bahasa Arab meliputi pendahuluan,
24
kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Alur proses pembelajaran ini telah ditentukan buku bahasa Arab. 18
c. Standar Penilaian Pembelajaran Bahasa Arab
Standar penilaian pembelajaran bahasa Arab adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik setelah diadakannya proses pembelajaran bahasa Arab. Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengelolaan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik, penilaian dalam hal ini: mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional dan ujian madrasah dalam pembelajaran bahasa Arab. Adapun dalam buku bahasa Arab telah ditentukan tata cara penilainnya. Sehingga pendidik tidak perlu lagi menentukan jenis penilaian yang akan digunakan. Penilaian ini untuk mengetahui kemampuan sikap, pengetahuan dan keterampilan.
d. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Standar pendidik merupakan kriteria profesional yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik dan tenaga kependidikan, baik prajabatan maupun dalam masa jabatan serta kelayakan fisik dan mental. Kualifikasi akademik S1 dan empat macam kompetensi yang wajib dikuasai guru.
Menurut Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dijelaskan bahwasanya seorang guru harus memiliki empat standar, yaitu:
• Kompetensi Pedagogis, merupakan kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta
18 Buku Guru Bahasa Arab Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013
didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.19
• Kompetensi Kepribadian, merupakan kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, serta teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia.
• Kompetensi Sosial, merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif.
• Kompetensi Profesional, Ada dua hal yang perlu diketahui, dipahami dan dukuasai sehubungan dengan kompetensi professional yaitu (1) kemampuan dasar guru dan (2) keterampilan dasar guru , keduanya yang harus dimiliki seorang guru dan merupakan kemampuan yang berkenaan dengan penguatan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan substansi isi materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materi kurikulum tersebut serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru.20
e. Standar Sarana dan Prasarana
Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 Tanggal 28 Juni 2007 mengenai Standar Sarana dan Prasarana Sekolah/Madrasah Pendidikan Umum bahwasanya standar sarana dan prasarana disusun untuk lingkup formal, jenis pendidikan umum, jenjang pendidikan dasar dan menengah, yaitu:
19 Marselus R Payong, Setifikasi Profesi Guru (Konsep Dasar, Problematika dan Implementasinya). (Jakarta: PT Indeks Jakarta, 2011), h. 28.
20 H.M Hattas HS, Empat Kompetensi Untuk Membangun Profesionalisme Guru (Cet.I;
Sidoarjo: Nizamia Learning Center, 2018), h. 31-32.
26
Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Standar sarana dan prasarana ini mencakup:
• Kriteria minimum sarana yang terdiri dari perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, teknologi informasi dan komunikasi, serta perlengkapan lain yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah.
• Kriteria umum prasarana yang terdiri dari lahan, bangunan, ruang- ruang dan instalasi daya dan jasa yang wajin dimiliki oleh setiap sekolah/madrasah.21
21 “Lampiran Permen 24 2007 Standar Sarana Prasarana”, Situs Resmi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, http://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/sarana-dan-prasarana (4 Agustus 2022).
27 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian
1. Jenis Penelitian
Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang dilakukan untuk mengumpulkan data dengan tujuan tertentu, diantaranya untuk menguji kebenaran suatu penelitian.1 Penelitian adalah upaya dalam ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh faktor-faktor dan prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati dan sistematis untuk mewujudkan suatu kebenaran.2
Adapun jenis penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif, oleh karena itu tahap pertama yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena yang ada. Penelitian kualitatif yaitu penelitian yang sistematis digunakan untuk mengkaji atau meneliti suatu objek pada pada latar alamiah tanpa ada manipulasi di dalamnya dan tanpa ada hipotesis, dengan metode-metode alamiah ketika hasil penelitian yang diharapkan bukanalah generalisasi berdasarkan ukuran-ukuran kuantitas, namun makna (segi kualitas) dari fenomena yang diamati.3
1 Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2008), h. 3.
2 Mardalis, Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: Bumi Aksara, 1999), h. 24.
3 Andi Prastowo, Metode Penelitian Kualitatif Dalam Perspektif Rancangan Penelitian (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2012), h. 24.
28
2. Lokasi Penelitian
Penelitian ini mengambil lokasi yakni di MAN 1 Kota Makassar, yang berlokasi di Kota Makassar. Lokasi penelitian ini mudah diakses sehingga faktor biaya dan waktu penelitian dapat dijangkau oleh penulis. Selain itu, data yang dibutuhkan juga mudah diperoleh karena ada personalis di sekolah tersebut yang dapat memberikan informasi.
B. Pendekatan Penelitian
1. Pendekatan Deskriptif Kualitatif
Pendekatan didalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dipahami berutujuan untuk menggambarkan, menerangkan, menjelaskan dan menjawab secara lebih rinci permasalahan yang akan diteliti.
2. Pendekatan Fenomenologi
Pendekatan ini dipandang sangat relevan dalam penelitian ini, karena bertujuan untuk mendeskripsikan makna pengalaman hidup yang dialami oleh beberapa individu, tentang konsep atau fenomena tertentu, dengan menelusuri struktur kesadaran manusia.
C. Sumber Data
Sumber data adalah orang, benda atau hal lain yang dijadikan sumber penelitian. Sumber data dari penelitian ini adalah subyek dari mana data dapat diperoleh atau dikumpulkan. Dalam penelitian ini sumber data yang diambil adalah:
1. Data Primer
Sumber data primer adalah data yang diperoleh dari informasi yang erat kaitannya dengan masalah yang diteliti, yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru serta peserta didik.
2. Data Sekunder
Data sekunder yaitu sumber data yang mendukung dan bisa melengkapi data-data primer. Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah buku-buku, artikel, majalah, jurnal dan sumber data lainnya yang bisa dijadikan data pelengkap untuk mendukung penelitian ini.
D. Metode Pengumpulan Data 1. Observasi
Sugiyono dan Nasution, menyatakan bahwa obseravsi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuwan hanya biasa bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi.4 Observasi menjadi salah satu teknik pengumpulan data apabila sesuai dengan tujuan penelitian, direncanakan dan dicatat secara sistematis dapat dikontrol keandalan (reabilitas) dan kesahihannya (validitasnya).5
2. Wawancara
Wawancara adalah suatu metode penelitian yang bertujuan mengumpulkan keterangan secara lisan dari seorang responden secara langsung atau bertatap muka untuk mengenali informasi responden. Wawancara
4 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Cet.
VI; Bandung: Alfabeta, 2008), h. 310.
5 Husaini Usma dan Purnomo Setaiady Akbar, Metodologi Penelitian Sosial (Cet. I; jakarta: PT Bumi Aksara, 2008), h. 52.
30
dilakukan oleh dua belah pihak, yaitu wawancara yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberikan jawaban atas pertanyaan.6
3. Dokumentasi
Data-data pendukung melalui dokumen-dokumen penting, seperti dokumen lembaga yang diteliti. Di samping itu, foto maupun sumber tertulis lainnya yang dapat mendukung juga digunakan dalam proses penelitian.
E. Instrumen Penelitian
Intrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data atau informasi dari objek penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Pedoman Observasi
Pedoman observasi (lembar pengamatan) adalah alat untuk dijadikan panduan dalam mengamati objek penelitian di lapangan yakni untuk memperoleh data mengenai pembinaan implementasi kurikulum 2013 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Makassar.
2. Pedoman Wawancara
Pedoman wawancara digunakan sebagai alat yang berisi daftar pertanyaan yang dibuat untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, peneliti akan melakukan wawancara terhadap guru dan peserta didik di MAN 1 Kota Makassar.
3. Alat Dokumentasi
Alat dokumentasi yang digunakan seperti handphone berkamera, alat perekam dan kamera digital.
6 Ruslan Rosady, Metode Penelitian: Public Relations dan komunikasi (Raja Grafindo Persada, 2003), h. 31.
F. Teknik Pengolahan dan Analisis Data 1. Teknik Pengolahan Data
Data yang diperoleh di lapangan selama melakukan penelitian melalui observasi, wawancara dan dokumentasi diolah dengan teknik induktif.
Teknik induktif adalah teknik pengolahan data dimulai dari masalah yang sifatnya khusus, kemudian dari hasil tersebut ditarik suatu kesimpulan secara umum.
2. Analisis Data
Analisis data adalah suatu proses pengklasifikasian, pengkategorian, penyusunan dan elaborasi, sehingga data yang telah terkumpul dapat diberikan makna untuk menjawab masalah penelitian yamg telah di rumuskan atau untuk mencapai tujuan penelitian. Analisis data ini bertujuan untuk mencari dan menata data secara sistematis dari hasil rekaman atau catatan wawancara, observasi dan dokumen yang telah dilakukan.7
a. Reduksi Data
Analisis data dimulai beriringan dengan proses pengumpulan data dilanjutkan dengan pengkajian dan penilaian data dengan tetap memperhatikan prinsip keabsahan data, dalam rangka memperoleh data yang benar-benar berguna bagi peneliti.
Di sini data yang telah dikumpulkan direduksi dengan melakukan penyerderhanaan mengabstrakkan, pemilihan dan pemetaan sesuai
7 Syamsuddin AB, Paradigma Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif (Makassar: Shofia, 2016), h. 72.
32
dengan fokus penelitian secara sistematis dan integral. Reduksi data ini berlangsung hingga sampai pada penarikan kesimpulan.
b. Penyajian Data
Penyajian data yang dimaksud menampilkan berbagai data yang telah diperoleh sebagai sebuah informasi yang lebih sederhana, selektif dan memudahkan untuk memaknainya.
Penyajian data dalam penelitian ini disusun secara naratif, bentuk label dan gambar, yang dibuat setelah pengumpulan dan reduksi data dengan didasarkan pada konteks dan teori yang telah dibangun untuk mengungkapkan fenomena yang terjadi sesuai dengan fokus penelitian.
c. Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan merupakan akhir dari rangkaian analisis data setelah sebelumnya dilakukan reduksi dan penyajian data, yang menjelaskan alur sebab akibat suatu fenomena terjadi.
Dalam proses ini selalu disertai dengan upaya verifikasi (pemikiran kembali), sehingga di saat ditemukan ketidaksesuaian antara fenomena, noumena, data dengan konsep dan teori yang dibangun, maka peneliti kembali melakukan pengumpulan data, atau reduksi data atau perbaikan dalam penyajian data kembali, sehingga dapat diperoleh kesimpulan yang benar-benar utuh. Dalam penarikan kesimpulan peneliti menggunakan kerangka teori yang dipakai sebagai kerangka berpikir dalam penelitian.8
8 Syamsuddin AB, Paradigma Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif (Makassar: Shofia, 2016), h. 72-73.
G. Pengujian Keabsahan Data 1. Perpanjangan Pengamatan
Apabila peneliti perpanjangan pengamatan, berarti peneliti kembali ke lapangan, melakukan observasi, wawancara kembali dengan sumber data yang telah ditemui dan yang baru. Perpanjangan pengamatan ini berarti hubungan peneliti dengan narasumber akan semakin akrab, semakin terbuka, saling mempercayai sehingga tidak ada informasi yang disembunyikan lagi.9 Jadi, perpanjangan pengamatan ini secara langsung memperluas partisipasi peneliti dengan informan di lapangan.
2. Meningkatkan Ketekunan
Ketekunan pengamatan dimaksudkan untuk menemukan data dan informasi yang relevan dengan masalah yang sedang dicari oleh peneliti, kemudian peneliti memfokuskan pada hal-hal tersebut secara rinci. Jika perluasan pasrtisipasi bermaksud untuk memungkinkan peneliti terbuka terhadap pengaruh ganda, yaitu faktor konstektual dan pengaruh timbal balik pada peneliti dan subjek yang pada akhirnya mempengaruhi fenomena yang diteliti. Jadi ketekunan pengamatan bermaksud untuk menemukan karakteristik dan elemen dalam situasi yang sangat relevan dengan masalah atau masalah yang dicari dan kemudian berfokus pada hal-hal ini secara rinci. Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu.10
9Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif dan R&D, h. 338-340.
10Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2005), h. 124-125
34
3. Triangulasi
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu selain data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut :
a. Triangulasi Sumber
Triangulasi sumber digunakan peneliti untuk menguji kredibilitas data dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. 11 Data atau informasi tersebut digali dari tiga sumber, yaitu Kepala bagian kurikulum, guru bidang studi bahasa Arab, dan peserta didik MAN 1 kota Makassar
b. Triangulasi Teknik
Triangulasi teknik digunakan peneliti untuk menguji kredibilitas data dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan tiga macam teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.
c. Triangulasi Waktu
Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Triangulasi waktu digunakan oleh peneliti untuk menguji kredibiltas data dengan cara mengecek dengan wawancara, observasi, atau teknik lain dalam waktu, hari dan kondisi yang berbeda. Kemudian pengecekan dapat
11 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2005), h. 124-125
dilakukan secara langsung berulang-ulang sampai kepastian data ditemukan.
36 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Sejarah singkat berdirinya Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar
Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar adalah salah satu sekolah yang terletak di Jl. Tala’salapang No. 46 dengan nomor NPSN 40320479-NSM 131173710026 dengan akreditasi A dan berada pada lokasi yang strategis, terletak beberapa meter dari jalan raya.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Makassar, merupakan Madrasah Aliyah Negeri pertama di makassar yang awalnya bernama Madrasah Aliyah Negeri Ujung Pandang. Sejarah singkat MAN 1 Makassar, bermula sejak dikeluarkannya SKB 3 Mentri. Mentri Agama, No. 6, Tahun 1975, Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, No.
37/U/1975 dan Mentri Dalam Negeri No. 36 Tahun 1975 Tanggal 24 Maret 1975.
Pada awal pendiriannya, MAN Ujung Pandang, berstatus sebagai pusat rayon penyelenggara Ujian Negara dengan mewilayahi beberapa Madrasah di 11 kabupaten antara lain, kota Ujung Pandang, Kab. Gowa, Kab. Takalar, Kab. Jeneponto, Kab.
Bantaeng, Kab. Bulukumba, Kab. Sinjai, Kab. Selayar, Kab. Maros, Kab. Pangkep, Kab. Barru dengan 4 jurusan yaitu, jurusan Agama, Bahasa, IPA dan IPS.
Pada TA 1982/1983, MAN Ujung Pandang tidak lagi menjadi pusat Rayon dalam Penyelenggaraan Ujian Negara, tapi menjadi penyelenggara Ujian. Pada Tahun 1987 dibentuk Kelompok Kerja Madrasah (KKM) yang anggotanya terdiri dari MAN Ujung Pandang dan 36 Madrasah swasta yang ada dalam wilayah penyelenggara Ujian Negara di beberapa kabupaten.
2. Visi dan Misi Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar a. Visi
Terwujudnya MAN 1 Makassar sebagai madrasah yang unggul, inovatif dan populis
b. Misi
1) Menjadikan MAN 1 Makassar sebagai salah satu madrasah Unggulan.
2) Meningkatkan prestasi dibidang akademik, olahraga dan seni.
3) Meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan.
4) Mewujudkan pembentukan karakter islam yang mampu menjalankan ajaran agama dengan baik.
5) menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran islam dalam kehidupan masyarakat.
3. Tenaga Pengajar Mata Pelajaran Bahasa Arab MAN 1 Makassar
Dalam proses belajar mengajar tidak terlepas dari adanya tenaga pengajar sebagai penggerak dan motivator bagi peserta didik sehingga materi yang disajikan dapat tercapai dengan baik. Keterkaitan dengan peran serta tenaga pengajar dalam mencapai tujuan Pendidikan, maka MAN 1 Makassar juga tidak terlepas dari adanya pengajar khusus guru bahasa Arab. Agar lebih jelasnya peneliti jelaskan mengenai data guru-guru bahasa Arab di MAN 1 Makassar.
38
Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar terdapat empat guru mata pelajaran bahasa Arab diantaranya yakni, Bapak Ansar, S.Pd,I., adalah guru bahasa Arab kelas X di Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar, beliau mulai aktif mengajar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar pada tahun 2019 sampai sekarang, sedangkan latar belakang beliau adalah S-1 Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Pare-pare. Bapak Kaharuddin Palo, S. Ag., adalah guru bahasa Arab kelas X di Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar, beliau mulai aktif mengajar pada tahun 2005 sampai sekarang, sedangkan latar belakang beliau adalah S-1 Jurusan Sastra Arab IAIN Alauddin Makassar. Bapak Awaluddin, S.S., adalah guru bahasa Arab kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar, beliau mulai aktif mengajar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar sejak tahun 2019 sampai sekarang. dan Bapak Gufran Walad, S.Ag., adalah guru bahasa Arab kelas XII di Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar, beliau mulai aktif mengajar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar pada tahun 2000 sampai sekarang, sedangkan latar belakang beliau adalah S-1 Jurusan Sastra Arab di IAIN Alauddin.
Kegiatan pembelajaran yang baik senantiasa berawal dari rencana yang matang, perencanaan yang matang menunjukkan hasil yang optimal dalam pembelajaran.
Sebagai seorang guru, guru-guru bahasa Arab Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar juga memiliki keterampilan dalam mempersiapkan rencana pembelajaran sebelum melakukan proses pembelajaran. Dilihat dari hasil dokumentasi, beliau sudah mempersiapkan beberapa perencanaan sebelum pembelajaran seperti silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (rpp), program tahunan, program semester, buku absen, buku penilaian, portofolio dan juga media.
4. Data Jumlah Peserta Didik Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar
Keberadaan peserta didik dalam proses belajar mengajar merupakan unsur pokok yang tidak terpisahkan dalam dunia pendidikan dikarenakan peserta didik adalah objek penelitian yang dituju. Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan di Madrasah Aliyah negeri 1 Makassar dengan jumlah total keseluruhan peserta didik 1.196 orang, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut
Tabel 4.1
Jumlah Peserta Didik Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar Tahun Ajaran 2022/2023
No. Kelas Program
Jumlah Total
IPA IPS Agama
1. X 223 145 36
2. XI 175 137 33
3. XII 278 141 27 1.196
Sumber: Dokumentasi Tata Usaha Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar
5. Data Sarana dan Prasarana Madrasah Aliyah Negeri 1 Makassar Dalam proses belajar mengajar diperlukan adanya sarana dan prasarana sebagai salah satu penunjang pembelajaran, karena tanpa adanya sarana dan prasarana tersebut, tujuan yang diharapkan tidak akan tercapai. Berkenaan dengan pentingnya sarana dan prasarana dalam menunjang tercapainya Pendidikan, maka di Madrasah Aliyah negeri 1 Makassar menyediakan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran bahasa Arab sebagai berikut: