IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN M-APOS PADA MATA KULIAH STRUKTUR ALJABAR I
UNTUK MENINGKATKAN DAYA MATEMATIK MAHASISWA Suatu Penelitian Tindakan Kelas
di Jurusan Pendidikan Matematika – UPI
Oleh:
Elah Nurlaelah
[email protected] atau [email protected] Jurusan Pendidikan Matematika – FPMIPA
Universitas Pendidikan Indonesia
Latar Belakang Masalah
Terdapat kendala pada pembelajaran
Mata kuliah Struktur Aljabar yang berbasis komputer dengan Teori APOS.
Diperlukannya alternatif aktivitas yang
dapat menggantikan peran komputer tetapi memiliki peran yang sama (pemberian
tugas resitasi)
Pemberian tugas resitasi dalam
meningkatkan daya matematik mahasiswa.
RUMUSAN MASALAH
Bagaimana implementasi model
pembelajaran M-APOS pada mata kuliah Struktur Aljabar I ?.
Bagaimana kualitas daya matematik
mahasiswa pada mata kuliah Struktur Aljabar I yang pembelajarannya dengan model M-APOS ?
Bagaimana pengembangan daya matematik
mahasiswa selama belajar dengan model
M-APOS ?.
Kajian Pustaka
Model pembelajaran berdasarkan teori APOS
Model pembelajaran modifikasi APOS (M-APOS)
Daya Matematik Mahasiswa
Model Pembelajaran Berdasarkan TEORI APOS
Interiorization
AKSI
PROSES S OBJEK
Encapsulate De-encapsulate LATIHAN
SOAL
AKTIVITAS
DISKUSI KELAS
Model Pembelajaran M-APOS
DISKUSI KELAS LATIHAN Soal
AKTIVITAS
Laboratorium Komputer
Tugas Resitasi
APOS M-APOS
DAYA MATENATIK
Pemecahan Masalah
Komunikasi
Penalaran
Koneksi
Representasi
Pelaksanaan Penelitian
P E R E N C A N A A N
Aktivitas (LKT 1)
Diskusi Kelas (LKD)
1
Aktivitas (LKT 2)
Diskusi Kelas (LKD) 2
Aktivitas (LKT 3)
Diskusi Kelas (LKD) 3
Aktivitas (LKT 4)
Diskusi Kelas (LKD) 4 Perencanaan
Perencanaan
Refleksi Perencanaan
Perencanaan
Rrefleksi T E S F O R M A T I F 1
R
E F L E K S I
P E R E N C A N A A N
Aktivitas (LKT 5)
Diskusi Kelas (LKD)
5
Aktivitas (LKT 6)
Diskusi Kelas (LKD) 6
Aktivitas (LKT 7)
Diskusi Kelas (LKD) 7
Aktivitas (LKT 8)
Diskusi Kelas (LKD) 8 Perencanaan
Perencanaan
Refleksi Perencanaan
Perencanaan
T E S F O R M A T I F 2
SIKLUS 1 SIKLUS 2
Refleksi
Refleksi Refleksi
HASIL PENELITIAN
99.00 29.00
15.10643 68.1905
Total 84
97.00 41.00
14.31902 71.3810
42 Tes Formatif 2
99.00 29.00
15.36507 65.0000
Tes Formatif 1 42
Nilai Maximum Nilai
Minimum Std. Devisi
Rata-Rata N
Hasil Tes
x x x x x x
Komp D M Tes
PM Kom Kon Pen Rep Total
Rata-
Rata sd Rata-
Rata sd Rata-
Rata sd Rata-
Rata sd Rata-
Rata sd Rata-
Rata sd
TF1 10,5 4,0 13,7 4,1 14,1 4,3 13,8 4,4 13,9 4,8 65 15,4
TF2 11,6 3,8 14,5 3,8 15,0 3,6 15,5 3,6 14,6 4,6 71,4 14,3
PM Kom Kon Pen Rep Total
TF1 14 Orang 27 Orang 29 Orang 28 Orang 30 Orang 29 Oarng
TF2 22 Orang 30 Orang 34 Orang 35 Orang 29 Orang 32 Orang
KESIMPULAN
Terdapatnya peningkatan capaian rata-rata dari siklus satu ke siklus dua. Hal ini berarti bahwa model
pembelajaran M-APOS berpotensi untuk memperbaiki capaian hasil belajar mahasiswa, jika diterapkan secara benar dan sungguh-sungguh.
Kualitas daya matematik mahasiswa yang
pembelajarannya dengan model M-APOS mengalami peningkatan, hal ini dapat dilihat dengan jumlah mahasiswa yang berhasil mancapai standar minimal ketuntasan. Pada siklus satu jumlah mahasiswa yang tuntas sebesar 70,03%, sedangkan pada siklus kedua jumlah mahasiswa yang mencapai standar minimal ketuntasan ada 78,05%.
Hampir seluruh komponen daya matematik mengalami peningkatan dari siklus satu ke siklus dua. Walaupun untuk komponen representasi terjadi sedikit penurunan capaian kuantitas, dan komponen pemecahan masalah menempati posisi paling rendah capaian kuantitasnya untuk setiap siklus pelaksanaan PTK tersebut.
KRITERIA DAYA MATEMATIK
Pemecahan Masalah mahasiswa dapat; merumuskan persoalan, menggunakan berbagai macam strategi dalam menyelesaikan
permasalahan, menerjemahkan hasil yang diperoleh, dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh.
Komunikasi Matematik; Mahasiswa dapat; menyajikan ide-ide
matematika secara tulisan dalam bentuk simbol, tabel, atau gambar;
kemampuan memahami, menerjemahkan dan mengevaluasi ide-ide yang disajikan secara tertulis; dan kemampuan menggunakan, simbol, dan struktur matematika dalam pembentukan model.
Penalaran Matematik; Mahasiswa dapat; mengenali bentuk, data, ataupun simbol untuk menyusun suatu konjektur; mengembangkan argumen dalam menyelesaikan persoalan, menimbang suatu validitas, dan menganalisa sifat dan struktur secara umum.
Koneksi Matematik Mahasiswa dapat; mengenali konsep yang ekuivalen, mengaitkan suatu topik atau prosedur dengan topik atau prosedur lain, baik di dalam matematik ataupun dengan ilmu yang lain.
Representasi Matematik mahasiswa dapat; menyajikan informasi, data, tabel, dan model matematik ke dalam bentuk atau model matematik yang lain.