• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Penghimpunan Dan Pengelolaan Wakaf Uang Berdasarkan Fatwa Mui No 2 Tahun 2002 Tentang Wakaf Uang Dan Undang-Undang No 41 Tahun 2004 (Studi Kasus Bank Syariah Indonesia Pusat Dan Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Implementasi Penghimpunan Dan Pengelolaan Wakaf Uang Berdasarkan Fatwa Mui No 2 Tahun 2002 Tentang Wakaf Uang Dan Undang-Undang No 41 Tahun 2004 (Studi Kasus Bank Syariah Indonesia Pusat Dan Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat)"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI PENGHIMPUNAN DAN PENGELOLAAN WAKAF UANG BERDASARKAN FATWA MUI NO 2

TAHUN 2002 TENTANG WAKAF UANG DAN UNDANG-UNDANG NO 41 TAHUN 2004

(Studi Kasus Bank Syariah Indonesia Pusat dan Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat)

Tesis

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Master Hukum (M.H) Dalam Bidang Hukum Ekonomi Syariah

Disusun Oleh:

Siti Nur Afifah NIM: 221420422

PROGRAM STUDI HUKUM EKONOMI SYARIAH PROGRAM PASCASARJANA

INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA 1445H/2023M

(2)

IMPLEMENTASI PENGHIMPUNAN DAN PENGELOLAAN WAKAF UANG BERDASARKAN FATWA MUI NO 2

TAHUN 2002 TENTANG WAKAF UANG DAN UNDANG-UNDANG NO 41 TAHUN 2004

(Studi Kasus Bank Syariah Indonesia Pusat dan Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat)

Tesis

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Master Hukum (M.H) Dalam Bidang Hukum Ekonomi Syariah

Disusun Oleh:

Siti Nur Afifah NIM: 221420422

Pembimbing:

Dr. Syarif Hidayatullah, S, S.I, M.A Dr. Hendra Kholid, M.A

PROGRAM STUDI HUKUM EKONOMI SYARIAH PROGRAM PASCASARJANA

INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA

1445H/2023M

(3)

i

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Tesis dengan judul Implementasi Penghimpunan dan Pengelolaan Wakaf Uang Berdasarkan Fatwa MUI No 2 Tahun 2002, Tentang Wakaf Uang dan Undang- Undang No 41 Tahun 2004 (Studi Kasus Bank Syariah Indonesia Pusat dan Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat), oleh Siti Nur Afifah dengan Nomor Induk Mahasiswa 221420422, telah melalui bimbingan dengan baik dan dinilai oleh pembimbing, telah memenuhi syarat ilmiah untuk diajukan disidang munaqasyah.

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Syarif Hidayatullah, S, S.I, M.A Tanggal : 15 Agustus 2023

Dr. Hendra Kholid, M.A Tanggal : 15 Agustus 2023

(4)

ii

LEMBAR PENGESAHAN

Tesis dengan judul “Implementasi Penghimpunan dan Pengelolaan Wakaf Uang Berdasarkan Fatwa MUI No 2 Tahun 2002 Tentang Wakaf Uang dan Undang-Undang No 41 Tahun 2004 (Studi Kasus Bank Syariah Indonesia Pusat dan Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat)” oleh Siti Nur Afifah NIM 221420422 telah diujikan disidang munaqasyah. Program Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, pada tanggal 31 Agustus 2023. Tesis tersebut telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Magister Hukum (M.H) dalam bidang Hukum Ekonomi Syariah.

No. Nama Jabatan Tanda Tangan

1 Dr. Muhammad Azizan Fitriana, MA

Ketua

2 Dr. Hidayat, MA. Sekertaris

3 Dr. M. Dawud Arif Khan, SE., Ak., M.Si., CPA

Penguji I

4 Dr. Hidayat, MA. Penguji II

5 Dr. Syarif Hidayatullah, S, S.I, MA

Pembimbing I

6 Dr. Hendra Kholid, MA Pembimbing II

(5)

iii

PERNYATAAN PENULIS Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Siti Nur Afifah

NIM : 221420422

Tempat Tanggal Lahir : Karawang, 15 Agustus 1996

Program Studi : Hukum Ekonomi Syariah (HES)

Menyatakan bahwa tesis dengan judul “Implementasi Penghimpunan Dan Pengelolaan Wakaf Uang Berdasarkan Fatwa MUI No 2 Tahun 2002, Tentang Wakaf Uang Dan Undang-Undang No 41 Tahun 2004 (Studi Kasus Bank Syariah Indonesia Pusat dan Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat)” benar adalah hasil karya penulis sendiri. Jika dikemudian hari terbukti bahwa tesis ini adalah duplikat, tiruan, plagiat, atau dibuat oleh orang lain, sebagian atau seluruhnya, maka tesis dan gelar yang diperoleh karenanya batal demi hukum.

Jakarta, 15 Agustus 2023

Penulis Siti Nur Afifah

(6)

iv

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai civitas akademik Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Siti Nur Afifah

NIM : 221420422

Program Studi : Hukum Ekonomi Syariah

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta berhak menyimpan, mengali media/formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan Tesis saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai pemilik Hak Cipta.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di : Jakarta

Pada Tanggal : 15 Agustus 2023 Yang Menyatakan

Siti Nur Afifah

(7)

v

ABSTRAK

Implementasi Penghimpunan dan Pengelolaan Wakaf Uang Berdasarkan Fatwa No 2 MUI Tahun 2002 Tentang Wakaf Uang dan Undang-Undang No 41 Tahun 2004 (Studi Kasus Bank Syariah Indonesia Pusat dan Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat)

Siti Nur Afifah, 221420422

Implementasi penghimpunan dan pengelolaan wakaf uang di Indonesia belum optimal secara menyeluruh. Saat ini Bank Syariah Indonesia sudah menjadi LKS-PWU dan memiliki beberapa nazir, salah satunya Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat. Kedua lembaga ini mengalami pertumbuhan dalam hal penghimpunan dan pengelolan. Saat ini pelaksanaan wakaf uang sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 dan Fatwa MUI Nomor 2 tahun 2002.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian implementasi penghimpunan dan pengelolaan wakaf uang berdasarkan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2002 dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi kasus dengan pendekatan yuridis, baik itu empiris maupun normatif. Adapun data primer berupa data, yang diperoleh dari hasil wawancara dengan pihak Bank Syariah Indonesia, dan data sekunder berupa data yang diperoleh melalui jurnal, artikel, dan buku-buku mengenai wakaf uang.

Hasil penelitian ini menunjukan: Pertama, mekanisme penghimpunan wakaf uang di Bank Syaraiah Indonesia pusat dilakukan dengan dua cara, yaitu wakaf yang dilakukan secara langsung dan wakaf yang dilakukan secara tidak langsung. Kedua, mekanisme pengelolaan wakaf uang di BSI Maslahat dilakukan dengan dua cara, yaitu menginvestasikan melalui instrumen keuangan syariah dan menginvestasikan melalui instrumen sektor riil. Ketiga, implementasi mekanisme penghimpunan wakaf uang di Bank Syariah Indonesia sudah sesuai dengan ketentuan Fatwa MUI Tahun 2002 dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004. Keempat, implementasi mekanisme pengelolaan wakaf uang di BSI Maslahat sudah sesuai dengan ketentuan Fatwa MUI Nomor 2 tahun 2002 dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 karena telah mengelola wakaf secara produktif, menjaga kelestarian nilai pokok wakaf dengan tetap memperhatikan prinsip syariah.

Kata Kunci: Penghimpunan, Pengelolaan, Wakaf Uang, Fatwa MUI No 2 Tahun 2002 dan Undang-Undang No 41 Tahun 2004.

(8)

vi

صخللما

مقر يسينودنلإا ءاملعلا سلمج ىوتف ىلع ءانب ىدقنلا فقولا ةرادإو عجم قيبطت 2

ماعل 2002

يسينودنلإا ةعيرشلا كنبل ةلاح ةسارد(

ىزكرلما 2004 ماعل 41 مقر نوناقلاو ىدقنلا فقولا نأشب (Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahatو

/ةفيفع رون تيس 221420422

, يحاونلا عيجم فى لثملأاوه ا يسينودنإ فى ىدقنلا فقولا ةرادإو عجم ةيلمع قيبطت نكي لم حبصأ دق ايلاح و ةعيرشلا كنب

يسينودنلإا LKS-PWU

هيدل و اهدحأ ريذنلا نم ديدعلا BSI

Maslahat ىدقنلا فقولا ةيلمع نلآا ّتم دقو ,ةرادإو عجم ثيح نم اونم ناتسسؤم تنم دقل

ىلع

مقر ىموكلحا نوناقلا 41

ماعل 2004 مقر يسينودنلإا ءاملعلا سلمج ىوتف و 2

ماعل 2002 .

ىوتف ىلع ىدقنلا فقولا ةرادإو عجم ةيلمع قباطت قفاوت ىدم ليلتح لىإ ةسرادلا هذه تفدهتسإ

سلمج مقر يسينودنلإا ءاملعلا 2

ماعل 2002 مقر نوناق و 41

ماعل 2004 .

يارايعم و ايبيرتج نوناق جهنم مادختسبإ ةيعقاولا ةسارد لكش في ايعون اجهنم ثحبلاذه مدختسإ

ةئيه عم تلاباقلما نم اهيلع لوصلحا تم تىلا تناايبلا يأ ةيساسلأا تناايبلا رداصم مادختسإ ةفاضلإ با يرشلا كنب وضع و تلالمجا للاخ نم اهيلع لوصلحا تم تىلا ةيعرفلا تناايبلا رداصم و ةع

ا بتكو تلااقلم

.ىدقنلا فقولا نع ثحبي ىذلا : اهنم ثحبلا جئاتن رهظت ةساردلا هذه للاخ نمو

لاوأ فى ىدقنلا فقولا لاومأ عجم ةيفيك :

كنب لا ةعيرش يسينودنلإا لكشب فقولا عجم اهمو ينتقيرطب ىزكرلما

شابم .رشابم يرغ لكشب فقولا عجمو ر

اينثا ىدقنلا فقولا ةيلمع ةيفيك : فى

BSI Maslahat ةيلالما تاودلأا للاخ نم رامثتسلإا: ينتقيرطب

ةيملاسلإا ةيلالما تاودأ للاخ نم رامثتسلإاو

ا .ىلعف عاطقل اثلثا

ىدقنلا فقولا لاومأ عجم ةيفيك قيبطت :

كنب فى لا قل قفاوم يسينودنلإا ةعيرش ماعل يسينودنلإا ءاملعلا سلمج ىوتف رار

2002 مقر نوناقو 41

ماعل 2004 كنب نلأ لا ئداببم يعاري لازامو ادقن يادقن افقو ملتسا دق يسينودنلإا ةعيرش لا

.ةعيرش :اعبار

فى ىدقنلا فقولا ةيلمع ةيفيك قيبطت BSI Maslahat

يسينودنلإا ءاملعلا سلمج ىوتف رارقل قفاوم

ماعل 2002 مقر نوناقو 41

ماعل ظفاحو جتنم و رمثم لكشب فقولا رّثمو لمعو رادأ دق ّنلأ 2004

.ةعيرشلا ئداببم ةاعارم عم فقولل ىساسلأا نثم ىلع ةيحاتفلما تاملكلا ,يسينودنلإا ءاملعلا سلمج ,ىدقنلا فقولا ,ةيلمع ,عجم ,قبيطت :

مقر نوناق 41

ماعل

2004

.ىوتف

(9)

vii ABSTRACT

Implementation of Collection and Management of Cash Waqf Based on MUI Fatwa No. 2 of 2002 concerning Cash Waqf and Law No. 41 of 2004 (Case Study of Central Indonesian Sharia Bank and Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat)

Siti Nur Afifah, 221420422

The implementation of collecting and managing cash waqf in Indonesia has not been optimal as a whole. Currently, Bank Syariah Indonesia has become an LKS-PWU and has several institutions, one of which is Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat. These two institutions experienced growth in terms of collection and management. Currently, the implementation of cash waqf is regulated in Law No. 41 of 2004 and MUI Fatwa No. 2 of 2002.

This research aims to analyze the suitability of the implementation of cash waqf collection and management based on MUI Fatwa Number 2 of 2002 and Law Number 41 of 2004.

This research uses qualitative methods in the form of case studies with a juridical approach, both empirical and normative. The primary data is data obtained from interviews with Bank Syariah Indonesia, and secondary data is data obtained through journals, articles and books regarding cash waqf.

The results of this research show: First, the mechanism for collecting cash waqf at central Bank Syaraiah Indonesia is carried out in two ways, namely waqf which is done directly and waqf which is done indirectly. Second, the cash waqf management mechanism at BSI Maslahat is carried out in two ways, namely investing through sharia financial instruments and investing through real sector instruments. Third, the implementation of the cash waqf collection mechanism at Bank Syariah Indonesia is in accordance with the provisions of the 2002 MUI Fatwa and Law No. 41 of 2004. Fourth, the implementation of the cash waqf management mechanism at BSI Maslahat is in accordance with the provisions of MUI Fatwa No. 2 of 2002 and Law No. 41 of 2004 because it has managed waqf productively, preserving the basic value of waqf while still paying attention to sharia principles.

Keywords: Collection, Management, Cash Waqf, MUI Fatwa No. 2 of 2002 and Law No. 41 of 2004.

(10)

viii

PERSEMBAHAN

Tesis ini penulis persembahkan kepada kedua orang tua penulis, Bapak Asyari dan Ibu Siti Jualeha yang telah memberikan dukungan moril dan materil serta doa yang selalu dipanjatkan, semoga Allah muliakan dan mengangkat derajat beliau. Amīn

(11)

ix

KATA PENGANTAR

Pertama puji syukur kita haturkan kehadirat Allah SWT, sampai dengan saat ini selalu dan terus melimpahkan Rahmat dan hidayahnya dan atas izin keridhoan-Nya, sehingga penulis mampu menyelesaikan tugas akhir (tesis). Kedua, shalawat serta salam senatiasa kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang senantiasa selalu kita rindukan, berserta keluarga dan para Sahabat Beliau semoga kita semua kelak mendapatkan syafaat al uzma fii yaumil qiyamah nanti.

Berkat taufik dan hidayah Allah, penulis mampu menyelesaikan penelitian dengan judul “IMPLEMENTASI PENGHIMPUNAN DAN PENGELOLAAN WAKAF UANG BERDASARKAN FATWA MUI NO 2 TAHUN 2002 TENTANG WAKAF UANG DAN UNDANG-UNDANG NO 41 TAHUN 2004 (Studi Kasus Bank Syariah Indonesia Pusat dan Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat)”. Tentunya dibalik kesuksesan dalam penelitian ini, penulis selalu mendapat support dan dorongan dari berbagai pihak. Sehingga penulis bisa menyelesaikan penelitian ini tepat waktu. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terimaksih kepada semua pihak, yang telah memberikan bantuan baik itu berupa materi, support dan hal lainnya.

Penulis menyampaikan terimakasih kepada para pihak yang mempunyai peran besar atas selesainya tesis ini. Khususnya penulis sampaikan kepada :

1. Bapak Moch. Asyari dan Mamah Siti Julaeha adalah orang tua penulis yang tidak pernah lepas dan lupa untuk selalu mendoakan dan mendukung dalam hal mendidik penulis hingga sampai saat ini.

2. Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Ibu Dr. Hj. Nadjematul Faizah, S.H., M. Hum.

(12)

x

3. Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Institut Ilmu Al- Qur’an (IIQ) Jakarta, Bapak Dr. H. M. Dawud Arif Khan, S.E., M.Si, Ak., CPA.

4. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Ibu Dr. Hj. Romlah Widayati, M. Ag.

5. Direktur Program Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Bapak Dr. Muhammad Azizan Fitriana, M.A.

6. Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Program Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Bapak Dr. Hidayat, M.A. Senantiasa membimbing dan memberikan support serta perhatian penuh kepada penulis mengayomi dan memberihkan arahan dalam bidang akademik.

7. Dosen Pembimbing I, Bapak Dr. Syarif Hidayatullah, S, S.I, M.A dan Dosen Pembimbing II, Bapak Dr. Hendra Kholid, MA yang sudah bersedia untuk meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk membimbing dan mendoakan penulis dalam menyelesaikan penelitian ini senantiasa selalu memberikan masukan dan arahan serta motivasi kepada penulis selam proses penelitian.

8. Dosen Program Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Bapak dan Ibu yang sudah memberikan ilmu, pengalaman dan hal lainnya, kepada penulis selama proses studi berlangsung. Seluruh staf program pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, yang sudah banyak membantu penulis selama proses perkuliahan sampai dengan penulis menyelesaikan tesis.

9. Teman terbaik (Tunangan), Miftahul Fikri, Lc yang dengan penuh kesabaran mendampingi, mensuport, membimbing, memberikan solusi, membantu dalam menyelesaikan bahkan membantu untuk mencari data yang dijadikan sebagai referensi dalam penelitian ini.

Penulis yakin ucapan terimakasih yang penulis ucapkan tidak akan mampu membalas semua kebaikan yang selalu diberikan kepada penulis.

(13)

xi

Penulis hanya mampu berdoa agar semua kebaikan, keberkahan semua yang diberikan menjadi catatan amal kebaikan untuk semuanya.

Dengan penuh kesadaran penulis mengakui bahwa dalam penulisan tesis ini masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran serta kritik yang sifatnya membangun dan mampu untuk menyempurnakan tesis ini.

Penulis berharap semoga tesis ini mampu memberikan manfaat dan wawasan lebih bagi khazanah ke ilmuan Hukum Ekonomi Syariah dan pembacanya. Semoga Allah selalu meridoi sehingga semua harapan penulis bisa menjadi nyata. Amiin Yaa Rabbal ‘Alamin.

Jakarta, Selasa 15 Agustus 2023

Penulis Siti Nur Afifah

(14)

xii

DAFTAR ISI

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN PENULIS ... iii

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... iv

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... iv

ABSTRAK ... v

PERSEMBAHAN ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xvi

PEDOMAN LITERASI ... xvii

BAB I ... 171

PENDAHULUAN ... 171

A. Latar Belakang Masalah ... 171

B. Permasalahan... 185

C. Tujuan Penelitian ... 187

D. Kegunaan Penelitian... 187

E. Kajian Pustaka ... 188

F. Metode Penelitian... 200

G. Sistematika Penulisan ... 204 BAB II ... Error! Bookmark not defined.

KONSEP WAKAF UANG BERDASARKAN FATWA MUI NO 2 TAHUN 2002 TENTANG WAKAF UANG DAN UNDANG-UNDANG NO 41 TAHUN 2004 ... Error! Bookmark not defined.

A. Wakaf Uang ... Error! Bookmark not defined.

1. Definisi Wakaf Uang... Error! Bookmark not defined.

2. Dasar Hukum Wakaf Uang ... Error! Bookmark not defined.

(15)

xiii

3. Rukun dan Syarat Wakaf Uang ... Error! Bookmark not defined.

4. Prinsip Wakaf Uang ... Error! Bookmark not defined.

5. Tujuan Wakaf Uang ... Error! Bookmark not defined.

6. Hikmah Wakaf Uang ... Error! Bookmark not defined.

7. Implementasi Penghimpunan Wakaf Uang ... Error! Bookmark not defined.

8. Implementasi Pengelolaan Wakaf Uang ... Error! Bookmark not defined.

9. Hal-Hal Yang Dilarang Dalam Wakaf Uang . Error! Bookmark not defined.

B. Ketentuan Implementasi Wakaf Uang Menurut Fatwa MUI No 2 Tahun 2002 ... Error! Bookmark not defined.

1. Sejarah MUI ... Error! Bookmark not defined.

2. Komisi Fatwa MUI dan Tugasnya ... Error! Bookmark not defined.

3. Latar Belakang Fatwa ... Error! Bookmark not defined.

4. Ketentuan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Wakaf Uang.

……….Er ror! Bookmark not defined.

C. Ketentuan Implementasi Wakaf Uang Menurut Undang-Undang No 4 Tahun 2004. ... Error! Bookmark not defined.

1. Pengertian Undang-Undang ... Error! Bookmark not defined.

2. Sejarah Undang-Undang ... Error! Bookmark not defined.

3. Latar Belakang Mengenai Undang-Undang Wakaf ... Error!

Bookmark not defined.

4. Ketentuan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf.

………Er ror! Bookmark not defined.

BAB III ... Error! Bookmark not defined.

IMPLEMENTASI PENGHIMPUNAN DAN PENGELOLAAN WAKAF UANG DI BANK SYARIAH INDONESIA PUSAT DAN BANGUN

SEJAHTERA INDONESIA (BSI) MASLAHAT ... Error! Bookmark not defined.

A. PT Bank Syariah Indonesia ... Error! Bookmark not defined.

(16)

xiv

1. Profil Bank Syariah Indonesia ... Error! Bookmark not defined.

2. Sejarah Berdiri Bank Syariah Indonesia ... Error! Bookmark not defined.

3. Visi dan Misi Bank Syariah Indonesia ... Error! Bookmark not defined.

4. Sturktur Organisasi Bank Syariah Indonesia . Error! Bookmark not defined.

B. Penghimpunan Wakaf uang di Bank Syariah Indonesia ... Error!

Bookmark not defined.

1. Mekanisme Wakaf Uang di Bank Syariah Indonesia ... Error!

Bookmark not defined.

2. Syarat dan Ketentuan Wakaf Uang di Bank Syariah Indonesia Error! Bookmark not defined.

3. Program Wakaf Uang di Bank Syariah Indonesia Error! Bookmark not defined.

C. Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat ... Error! Bookmark not defined.

1. Profil Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat ... Error!

Bookmark not defined.

2. Sejarah Berdiri BSI Maslahat ... Error! Bookmark not defined.

3. Visi dan Misi BSI Maslahat ... Error! Bookmark not defined.

4. Struktur Organisasi BSI Maslahat ... Error! Bookmark not defined.

5. Perluasan Jangkauan Jaringan Digital ... Error! Bookmark not defined.

6. Produk Wakaf BSI Maslahat ... Error! Bookmark not defined.

D. Pengelolaan Wakaf Uang Di BSI Maslahat ... Error! Bookmark not defined.

1. Program Wakaf Uang di BSI Maslahat ... Error! Bookmark not defined.

2. Jasa dan Layanan Wakaf Uang di BSI Maslahat .. Error! Bookmark not defined.

3. Syarat dan Ketentuan Wakaf Uang di BSI Maslahat ... Error!

Bookmark not defined.

(17)

xv

4. Optimalisasi Penghimpunan Wakaf Uang di BSI Maslahat .... Error!

Bookmark not defined.

5. Optimalisasi Pengelolaan Wakaf Uang di BSI Maslahat ... Error!

Bookmark not defined.

BAB IV ... Error! Bookmark not defined.

ANALISIS IMPLEMENTASI PENGHIMPUNAN DAN PENGELOLAAN WAKAF UANG DI BANK SYARIAH INDONESIA PUSAT DAN

BANGUN SEJAHTERA INDONESIA (BSI) MASLAHAT ... Error!

Bookmark not defined.

A. Analisis Mekanisme Penghimpunan Wakaf Uang di Bank Syariah Indonesia. ... Error! Bookmark not defined.

B. Analisis Mekanisme Pengelolaan Wakaf Uang di BSI Maslahat Sebagai Salah Satu Nāẓir Bank Syariah Indonesia. ... Error! Bookmark not defined.

C. Analisis Kesesuaian Implementasi Penghimpunan Wakaf Uang Di Bank Syariah Indonesia Pusat Dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Wakaf Uang Dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf Uang. ... Error! Bookmark not defined.

D. Analisis Kesesuaian Implementasi Pengelolaan Wakaf Uang Di Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat Dengan Fatwa MUI No 2 Tahun 2002 Tentang Wakaf Uang Dan Undang-Undang No 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf Uang. ... Error! Bookmark not defined.

BAB V ... 207

PENUTUP ... 207

A. Kesimpulan ... 207

B. Saran ... 208

DAFTAR PUSTAKA ... 173

LAMPIRAN………..191

(18)

xvi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Struktur Organisasi Kantor Pusat Bank Syariah Indonesia ... Error!

Bookmark not defined.

Gambar 2 Dewan Pembina Yayasan BSI Maslahat ... Error! Bookmark not defined.

Gambar 3 Dewan Pengawas BSI Maslahat. ... Error! Bookmark not defined.

Gambar 4 Badan Pelaksana BSI Maslahat. .... Error! Bookmark not defined.

Gambar 5 Pengelolaan Wakaf 2020-2022 ... Error! Bookmark not defined.

(19)

xvii

Gambar 6 pengelolaan wakaf sosial dan produktif ... Error! Bookmark not defined.

Gambar 7 tren returd wakaf produktif tahun 2021-2022 .... Error! Bookmark not defined.

Gambar 8 Pengelolaan Wakaf 2020-2022 ... Error! Bookmark not defined.

PEDOMAN LITERASI

Transliterasi adalah penyalinan dengan penggantian huruf dari abjad yang sat uke abjad yang lain. Dalam penulisan tesis dan disertasi di Program Pascasarjana IIQ transliterasi Arab-Latin mengacu pada berikut ini :

1. Konsonan Tunggal

(20)

xviii Huruf

Arab

Nama Huruf Latin Keterangan

أ Alif Tidak dilambangkan Tidak dilambangkan

ب Bā’ b -

ت Tā’ t -

ث Śā’ ś s (dengan titik di atas)

ج Jim J -

ح Hā’ ḥa’ h (dengan titik di

bawah)

خ Khā’ kh -

د Dal d -

ذ Źal ź z (dengan titik di atas)

ر Rā’ r -

ز Zai z -

س Sīn s -

ش Syīn Sy -

(21)

xix

ص Şād Ş s (dengan titik di

bawah)

ض Dād ḍ d (dengan titik di

bawah)

ط Tā’ ţ t (dengan titik di

bawah)

ظ Zā’ ẓ z (dengan titik di

bawah)

ع ’ Ayn ‘ Koma terbalik ke atas

غ Gain g -

ف Fā’ f -

ق Qāf q -

ك Kāf k -

ل Lām l -

م Mīm n -

ن Nūn m -

و Waw w -

ه Hā’ h -

(22)

xx

ء Hamzah ’ Apostrof

ي Yā y -

2. Konsonan rangkap karena tasydid ditulis rangkap:

ة ّدعتم Ditulis muta‘addidah

ة ّدع Ditulis ‘iddah

3. Tā’ marbūtah di akhir kata.

a. Bila dimatikan, ditulis h:

ةمكح Ditulis hikmah

ةيزح Ditulis jizyah

(Ketentuan ini tidak diperlukan terhadap kata-kata Arab yang sudah terserap ke dalam bahasa Indonesia seperti zakat, shalat dans sebagainya, kecuali dikehendaki lafal aslinya).

b. Bila Ta’ Marbūtah diikuti dengan kata sandang “al” serta bacaan kedua itu terpisah, maka ditulis dengan h

ءايلوألا ةمارك Ditulis karāmah al-auliyā’

c. Bila Ta’ Marbūtah hidup atau dengan harakat, fathah, kasrah dan dammah ditulis t

(23)

xxi

يرطفلا ةاكز Ditulis zākat al-fitr

4. Vokal Pendek

ه fathah ditulis A

ه kasrah ditulis I

ه dammah ditulis U

5. Vokal Panjang

6. Vokal Rangkap

1. Faţḥah + ya’ mati ditulis Ai

مكنيب ditulis bainakum

2. Faţḥah + wawu mati ditulis Au

لوق ditulis Qaul

1. Faţḥah + alif ditulis Ā

ةيله اج ditulis jāhiliyyah

2. Faţḥah + ya’ mati ditulis Ā

يسنت ditulis Tansā

3. Kasrah + ya’ mati ditulis Ī

ميرك ditulis Karīm

4. ḍammah + wawu mati ditulis Ū

ضورف ditulis Furūd

(24)

xxii

7. Vokal Pendek yang berurutan dalam satu kata, dipisahkan dengan apostrof

متناا Ditulis a'antum

تدعا Ditulis u'iddat

متركش نئل Ditulis la'in syakartum

8. Kata sandang Alif+ Lām

a. Bila diikuti huruf Qamar riyyah

ن ارقلا ditulis al-Qur'ān

س ايقلا ditulis al-Qiyās

b. Bila diikuti huruf Syamsiyyah, ditulis dengan huruf Syamsiyyah yang mengikutinya serta menghilangkan huruf l (el)-nya.

ءامسلا ditulis as-samā'

سمشلا ditulis asy-syams

9. Penulisan kata-kata dalam rangkaian Ditulis menurut bunyi atau pengucapannya

ضورفلا ىوذ ditulis zawi al-furūd

ةنسلا لها ditulis ahl al-sunnah

(25)

xxiii

(26)

171 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Wakaf yaitu menahan harta atau menahan suatu barang, yang dapat dipindahkan kepemilikannya dan memiliki nilai manfaat. Para ulama ahli fiqh memiliki pendapat yang berbeda dalam mendefinisikan wakaf.1 Di dalam Islam dijelaskan, bahwa manusia sesungguhnya bukanlah sebagai pemilik resmi dari apa yang mereka miliki. Pada hakikatnya apa yang mereka miliki dibatasi dengan hak-hak yang dimiliki Allah. Sebagaimana firman Allah di dalam Al-Qur’an:

ْنَل

ۗ َنْوُّ برُتح اَّرمِ اْوُقرفْنُ ت ىّتىَح َّربِْلا اوُلاَنَ ت هرب َىّللّا َّنراَف ٍءْيَش ْنرم اْوُقرفْنُ ت اَمَو

مْيرلَع

Artinya: “Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya”. (QS. Al-Imran [92]:3).2

Konsep wakaf pada saat ini memiliki dan mengalami perubahan dan perluasan, baik dari segi makna ataupun mekanismenya. Oleh sebab itu, manefestasi dalam kehidupan perihal pelaksanaan wakaf mengenai objek yang dijadikan harta wakaf, termaktub di dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004. Undang-Undang No 41 Tahun 2004, menjelaskan bahwa objek wakaf terdiri dari dua jenis katagori yaitu benda bergerak dan tidak bergerak. Adapun pengertian benda bergerak yaitu harta atau benda yang tidak akan habis, jika harta atau benda tersebut dimanfaatkan seperti uang tunai, logam mulia, surat

1 M. Nur Rianto Al Arif, Lembaga Keuangan Syariah: Suatu Kajian Teoritis Praktis (Bandung : Pustaka Setia, 2012), h.407.

2 Terjemah Al-Qur’an Kemenag 2019, Q.S Al-Imran 92:3, (Surakarta: Pustaka Al Hanan), h.62.

(27)

172

berharga, kendaraan, hak atas kekayaan intelektual, hak sewa dan benda bergerak lainnya, yang sesuai dengan prinsip hukum Islam dan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.

Melihat kemajuan pertumbuhan yang signifikan pada saat ini, di mana objek wakaf dalam bentuk benda bergerak sudah dipandang sebagai salah satu alternatif menjadikan wakaf lebih produktif.3 Adapun pengertian dari wakaf uang yaitu wakaf yang diserahkan kepada nāẓir, dalam bentuk uang yang memiliki sifat selamanya atau dalam waktu tertentu. Kemudian uang yang telah diwakafkan akan diinvestasikan, dan hasil investasi yang diperoleh digunakan sesuai dengan tujuan wakaf.

Sebelum adanya Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Majelis Ulama Indonesia, terlebih dahulu membuat fatwa mengenai wakaf uang. Wakaf uang (waqf al-nuqd) ialah wakaf yang dilaksanakan oleh pihak individu, kelompok, lembaga atau badan hukum. Ketentuan bentuk wakaf tunai berdasarkan fatwa di antaranya adalah:

1. Pengertian uang atau tunai termasuk ke dalam surat berharga.

2. Wakaf uang hukumnya boleh

3. Wakaf uang hanya dapat diberikan dan dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak dilarang atau bertentangan dengan syariah

4. Nilai pokok wakaf tunai harus terjamin kelestariannya dan tidak boleh diperjualbelikan, dihadiahkan atau bahkan diwariskan.4

3 Sri Herianingrum, “Peran Pemberdayaan Wakaf Tunai, (Studi kasus pada BMT Amanah Ummah Surabaya)”, Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, Vol.3 No.1 2016, h. 857.

4 Jadil Kamal dkk, “Cash Waqf Invesment Management In Indonesia: Study Of Literatur”, Internasional Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS), Volume 2 Issue 1 Tahun 2022, h.105.

(28)

173

Para ulama ahli fiqh memiliki pandangan yang berbeda mengenai status hukum wakaf uang.5 Terdapat beberapa ulama yang tidak melarang (membolehkan), namun ada sebagian ulama yang melarangnya (tidak boleh). Hal tersebut didasarkan pada masing-masing pendapat yang memiliki alasan atau dalil yang dijadikan landasan hukum.6 Selain itu, pendapat Ibnu Qudamah dalam kitabnya al-mughni mengatakan bahwa, wakaf uang tidak sesuai dengan syariah atau konsep wakaf, dengan mewakafkan uang untuk diambil manfaatnya berarti sudah merubah fungsi utama uang sebagai alat tukar. Hal tersebut, sama dengan larangan mewakafkan pohon untuk jemuran, karena fungsi utama dari pohon bukanlah untuk menjemur pakaian.7

Wakaf uang sudah lama menjadi bahan kajian atau diskusi diberbagai negara, bahkan sudah sampai dipraktikan dan sudah diatur ke dalam Peraturan Perundang-Undangan. Namun hingga saat ini hal yang sering menjadi permasalahan dalam wakaf uang, baik itu di Indonesia bahkan di negara lainnya adalah dalam hal pengelolaan dana wakaf yang sudah terhimpun.

Adapun salah satu ciri khas perwakafan uang setelah adanya Undang-Undang wakaf Nomor 41 Tahun 2004, adalah ditunjuknya lembaga perbankan syariah sebagai penghimpun dana wakaf uang.

Hal tersebut menjelaskan bahwa setelah dipilih dan diresmikan sebagai LKS-PWU, perwakafan uang harus dilaksanakan melalui

5 Ahmad Haq Faishal, Hukum Perwakafan di Indonesia, (Jakarta: Rajawali Press, 2017), h. 50.

6 Uswatun Hasanah, “Urgensi Pengawasan Dalam Pengelolaan Wakaf Produktif”, Jurnal Pemikiran Hukum Islam Al-Ahkam Universitas Indonesia, Vol 22 No.1 April 2012.

7 Badan Wakaf Indonesia,Wakaf Uang Perspektif Hukum dan Ekonomi Islam, https://www.bwi.go.id/624/2011/08/16/wakaf-uang-perspektif-hukum-dan-ekonomi-islam/, Diakses Pada Hari Selasa 20 Desember 2022 Pukul 12:18 WIB.

(29)

174

perbankan syariah yang sudah ditentukan sebagai LKS-PWU.

Ditentukannya perbankan syariah dalam menghimpun dana wakaf uang, karena secara global perbankan syariah mempunyai beberapa kelebihan yang diharapkan dapat mengoptimalkan operasional wakaf uang. Berdasarkan keputusan Menteri Agama No 92-96 Tahun 2008. Ditunjuk lima perbankan syariah di antaranya Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia, Bank Nasional Indonesia Syariah, Bank Mega Syariah, dan Bank DKI Syariah.8 Berdasarkan data pada bulan September tahun 2022 total lembaga keuangan syariah penerima wakaf tunai (LKS-PWU) terdapat 34 lembaga di antaranya adalah: Bank Muamalat Indonesia, Bank Mega Syariah, Bank DKI Syariah, Bank BTN Syariah, Bank Syariah Bukopin, BPD Jogya Syariah, BPD Kalbar Syariah, BPD Jateng Syariah, BPD Riau Syariah, BPD Jatim Syariah, BPD Sumut Syariah, Bank CIMB Niaga Syariah, Bank Panin Dubai Syariah, BPD Sumsel & Babel Syariah, BPD BJB Syariah, BPD Kaltim dan Kaltara Syariah, BPRS Harta Insan karimah, BPD Kalimantan Selatan Syariah, Bank Danamon Indonesia (Unit Usaha Syariah), Bank Permata Syariah, Bank Syariah Indonesia, BPRS Bina Rahmah, BPRS Mitra Amal Mulia, BPRS As Salam Amal Salman, BPD Sumatra Barat Unit (Usaha Syariah), Bank Pembiyaan Rakyat Syariah Bangun Derajat Warga, Bank Pembiyaan Rakyat Syariah Lantabur Tebuireng, Bank Pembiyaan Rakyat Syariah Barokah Dana Sejahtera, Bank Pembiyaan Rakyat Syariah Way Kanan, BPRS Sukowati Sragen,

8 Ahmad Furqon,”Praktik Wakaf Uang di Bank Syariah Mandiri”, Jurnal Al-Manhaj ,Vol.VI No 1 Januari 2012.

(30)

175

BPRS Bakti Makmur Indah, BPRS Hikmah Wakilah, BPD NTB Syariah dan BPRS Riyal Irsyadi.9

Adapun yang menjadi dasar dari sebuah kegiatan atau aktivitas di dalam dunia perbankan syariah berpedoman dengan Undang- Undang, Fatwa DSN-MUI, Peraturan Pemerintah, dan Peraturan Bank Indonesia. Regulasi yang mengatur perihal wakaf terdapat pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004, yaitu tentang wakaf dan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2002 yang membahas tentang wakaf uang. Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa mengenai kebolehan wakaf tunai pada tanggal 28 shafar 1423 H / 11 Mei 2002. Fatwa tersebut menjelaskan bahwa wakaf tunai (cash waqf/waqf al-nuqud) adalah wakaf yang dilakukan pihak individu, kolompok, lembaga atau badan hukum dalam bentuk tunai.

Oleh karena itu, wakaf seharusnya dihimpun dan dikelola lembaga LKS-PWU dan oleh nazir secara professional, transparan dan akuntabel agar harta wakaf bisa menjadi berkembang secara baik. 10 Penghimpun dan pengelolaan wakaf uang yang maksimal, dapat terjadi dengan mengoptimalkan lembaga yang sudah ditunjuk sebagai LKS-PWU dan nazir, karena secara umum lembaga yang sudah secara resmi ditunjuk sebagai LKS-PWU dan nazir adalah lembaga penghimpun dan pengelola yang professional dalam mengelola dana wakaf.

Jika merujuk pada peraturan Badan Wakaf Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 mengenai pengelolaan wakaf uang yang terdapat dalam bab V pasal 12 yang berbunyi:

9 Andi, Daftar LKS-PWU 2022, https://s.id/daftar-lks-pwu-september-2022, Diakses Pada Hari Rabu 15 Februari 2023 Pukul 09:00 WIB.

10 Beny Witjaksono, Fudraising Wakaf Uang Melalui Perbankan Syariah, h.17

(31)

176

(1) Nazir wajib membedakan pengelolaan antara wakaf uang untuk jangka waktu tertentu dengan wakaf uang untuk waktu selamanya.

(2) Pengelolaan wakaf uang yang terhimpun di rekening nazir di LKS-PWU dilakukan berdasarkan kesepakatan antara nazir dengan LKS-PWU dimaksud.

(3) Dalam hal wakaf uang untuk jangka waktu tertentu, nazir hanya dapat melakukan pengelolaan wakaf uang di LKS- PWU, dan nazir wajib memastikan terpenuhinya pembayaran atas wakaf uang untuk jangka waktu tertentu yang jatuh waktu.

(4) Dalam hal pengelolaan wakaf uang di Bank Syariah tidak termasuk dalam program lembaga penjamin simpanan, nazir tetap wajib menjamin tidak berkurangnya dana setoran wakaf uang.11

Saat ini kegiatan operasional lembaga keuangan syariah yang menjadi LKS-PWU memiliki ketentuan secara resmi, meskipun demikian masih ditemukan lembaga keuangan syariah yang sudah ditunjuk sebagai LKS-PWU namun belum siap beroperasional sebagai LKS-PWU.

Siti Fatimah mengemukakan dalam penelitiannya. Adapun hasil penelitiannya adalah Bank Muamlat Indonesia Lampung Timur sudah terpilih sebagai LKS-PWU. Hal ini dibuktikan dengan adanya surat edaran resmi yang diberikan lembaga Badan Wakaf Indonesia. Faktanya Bank Muamalat Indonesia cabang Lampung

11 Peraturan Badan Wakaf Indonesia No 1 tahun 2020 Tentang Pengelolaan dan Pengembangan Harta Benda Wakaf Bab V Pasal 12. https://www.bwi.go.id/wp- content/uploads/2020/08/Peraturan-BWI-No.-01-Th-2020-.pdf, Diakses Pada Hari 15 Mei 2023 Pukul 14:19 WIB.

(32)

177

Timur, belum menyediakan blangko-blangko dan sertifikat wakaf tunai. Pihak bank tersebut memberikan klarifikasi, bahwa sampai saat ini belum ada yang melakukan wakaf tunai.

Selain itu, Kementrian Agama Lampung Timur sama sekali belum menyediakan formulir pendaftaran dan hal-hal lain yang diperlukan untuk pelaksaanan wakaf tunai. Bahkan lembaga tersebut, belum menerima PMA Nomor 4 Tahun 2009 dan keputusan Dirjend Bimas Islam mengenai model, bentuk dan spesifikasi formulir wakaf tunai.12

Jika melihat dari permasalahan tersebut, maka tidak sesuai dengan ketentuan peraturan Menteri Agama tentang administrasi pendaftaran wakaf uang. Pada BAB II Pasal 3 yang berbunyi:

(1) LKS-PWU wajib menerbitkan sertifikat wakaf uang setelah nazir menyerahkan AIW.

(2) Sertifikat wakaf uang diberikan kepada wakif dan tembusannya diberikan kepada nazir.13

Ahmad Furqon mengemukakan hasil penelitiannya, bahwa LKS-PWU Bank Syariah Mandiri sudah melakukan pengelolaan dana wakaf. Namun secara operasional masih belum sesuai, faktanya Bank Syariah Mandiri belum memiliki unit khusus untuk melayani calon wakif. Hal ini tidak sesuai dengan aturan wakaf uang yang mengamanatkan kehadiran saksi dan nazir.14

12 Siti Fatimah, “Implementasi Wakaf Tunai Dalam UU No 41 Tahun 2004 di Bank Muamalat Indonesia Lampung Timur”, jurnal As-Salam Vol.IV, No 2, Tahun 2019.

13 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 Bab 2 Pasal 3, Kementrian Agama RI Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Direktorat Pemberdayaan Wakaf Tahun 2010, h.30

14 Ahmad Furqan, “Praktik Wakaf Uang Di Bank Syariah Mandiri”, Al-Manahij:

Jurnal Vol 6. No 1 IAIN Purwokerto.

(33)

178

Permasalahan yang sering ditemui bukan hanya menengai kesiapan lembaga keuangan syariah sebagai LKS-PWU. Selain itu, permasalahan lainnya mengenai wakaf uang ialah, tidak kuatnya (lemah) manajemen pengelolaan dan pengembangan wakaf.

Fadillah Mughnisani dan Mukhtar Lutfi dalam penelitiannya menjelaskan, bahwa di lembaga Yayasan Wakaf UMI secara garis besar sudah sesuai Undang-Undang No 41 Tahun 2004. Namun secara operasional belum sepenuhnya merujuk pada Undang- Undang. Hal tersebut mengakibatkan adanya peralihan jabatan, serta kurangnya kader-kader yang dipercayakan untuk melanjutkan kepengurusan. Sehingga pengelolaanya masih sebatas diperuntukan dalam ruang lingkup internal Yayasan Wakaf UMI.15

Permasalahan lain yang ditemukan oleh Ahmad Yuanfahmi Nugroho dalam penelitiannya menjelaskan, bahwa di Lembaga Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Semarang sampai saat ini belum melakukan pengelolaan wakaf uang. Hal ini terjadi karena pihak BWI belum melakukan uji kompetensi untuk para karyawan.

Sehingga saat ini karyawan belum mendapatkan sertifikat nazir.

Secara kelembagaan, YBWSA sudah terdaftar dan memperoleh sertifikat sebagai nazir wakaf uang pertama di Indonesia. Selain itu, YBWSA belum memiliki unit khusus untuk mengelola program wakaf uang program wakaf uang.16

15 Fadillah Mughnisani dan Mukhtar Lutfi, “Pengelolaan Wakaf Tunai Di Yayasan Wakaf UMI”, E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar, Diakses Pada Hari Selasa Tanggal 05 Juli 2023 Pukul 10:40 WIB.

16 Ahmad Yuanfahmi Nugroho, “Analisis Pengelolaan Dan Permasalahan Wakaf Uang Di Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Semarang”, https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5489/1/102411016.pdf, Diakses Pada Hari Rabu 5 Juli 2023 Pukul 11:14 WIB.

(34)

179

Indonesia memiliki potensi wakaf uang yang sangat tinggi, melihat komposisi penduduk muslim di Indonesia hampir 210 juta jiwa. Selain itu, pendapatan perkapita mengalami kenaikan seiring dengan pertumbuhan ekonomi Negara Indonesia selama sepuluh tahun terakhir.17 Namun masih ditemukan permasalahan yang berkaitan dengan pengelolaan.

Mustafa Edwin Nasution mengemukakan dalam bukunya yang berjudul fiqh wakaf, berasumsi bahwa penduduk muslim kelas menengah di Indonesia sebanyak 10 juta jiwa, dengan pendapatan rata-rata 0,5-10 juta per bulan. Menurut perhitungannya, hal tersebut ialah potensi yang sangat besar. Seperti jika masyarakat yang memiliki pendapatan 0,5 juta sebanyak 4 juta orang dan setiap tahun masing-masing berwakaf Rp.60.000, maka setiap tahun akan terkumpul Rp. 240 miliar. Jika masyarakat memiliki pendapatan 1- 2 juta sebanyak 3 juta orang, dan setiap tahun masing-masing berwakaf Rp. 120.000, maka dana tersebut akan terkumpul Rp. 360 miliar. Jika masyarakat memiliki pendapatan 2,5 juta sebanyak 2 juta orang dan setiap tahun masing-masing berwakaf Rp. 600.000, maka dana akan terkumpul Rp. 1,2 Triliun. Jika masyarakat memiliki pendapatan 5-10 juta sebanyak 1 juta orang dan setiap tahun masing-masing berwakaf Rp. 1,2 juta, maka dana akan terkumpul Rp. 1,2 triliun. Kesimpulannya dana yang akan terkumpul mencapai 3 triliun dalam setahun.18 Apabila melihat asumsi yang sudah dipaparkan oleh Mustafa Edwin Nasution, maka menggambarkan potensi yang sangat besar, karena dalam satu tahun pendapatan yang akan diperoleh sekitar Rp. 3 triliun.

17 Beny Witjaksono, Fudraising Wakaf Uang Melalui Perbankan Syariah, (Jakarta Selatan : Loka Media, 2020), h.17.

18 Direktorat Pemberdayaan Wakaf, Fiqh Wakaf, (Dirjen Bimas Depag, 2007), h. 98.

(35)

180

Pemerintah Indonesia (Presiden Ir. Joko Widodo) pada Senin 25 Januari 2021, meresmikan sebuah nama (brand) ekonomi syariah dan gerakan wakaf uang di Indonesia. Hal tersebut, berdasarkan potensi dana wakaf yang sangat besar. Adapun penjelasan mengenai pemanfaatan asset wakaf, masih perlu pengembangan. Jika wakaf dapat dikelola dengan baik, maka mampu meningkatkan sosial ekonomi dan memiliki pengaruh yang sangat tinggi. Hal ini untuk mengurangi angka kemiskinan dan ketimpangan sosial masyarakat.19

Wakil presiden Prof. Dr. K.H Ma’ruf Amin menyatakan, pada tahun 2021 mengenai perubahan dalam pengelolaan wakaf uang nasinonal. Selain memiliki tujuan untuk memberikan dorongan dalam hal percerpatan asset wakaf, dan untuk meningkatkan manfaat dari wakaf yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan wawasan serta kesadaran masyarakat mengenai wakaf uang.20

Jika wakaf secara optimal terkumpul dan mampu dikelola dengan baik. Hal ini menjadi salah satu cara untuk mensejahterakan masyarakat. Melihat permasalahan yang sering ditemui dan potensi dari wakaf uang. Oleh karena itu, pentingnya lembaga keuangan syariah penerima wakaf uang (LKS-PWU) dan lembaga pengelola wakaf uang atau nazir yang mampu menghimpun, mengelola dan menyalurkan dana wakaf uang secara professional dan efektif.

Direktur pemberdayaan zakat dan wakaf yaitu Tarmizi Tohor menegaskan dalam forum FGD, menegaskan bahwa Kementerian

19 Hisam Ahyani dan Muharir, “Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Tentang Wakaf Unag di Era Revolusi Industri 4.0 “, Lan Tabur: Jurnal Ekonomi Syariah, Vol 2 Nomor 2 Maret 2021.

20 Kominfo.go.id, Diakses Pada Hari Selasa, 26 Oktober 2022 Pukul 14:52 WIB.

(36)

181

Agama mendukung upaya penguatan sektor keuangan syariah melalaui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023, tentang pengembangan dan penguatan sektor keuangan (UU P2SK).

Menurutnya Undang-Undang tersebut memberi inovasi baru bagi pengelolaan wakaf uang. Undang-Undang Nomor 4 tahun 2023 (UUP2SK, menjelaskan bahwa Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah (UUS) dapat menghimpun dana sosial yang berasal dari wakaf uang, dan menjadi nazir atau menyalurkan melalui nāẓir sesuai dengan kehendak pemberi wakaf.

Bank Syariah Indonesia merupakan gabungan dari tiga lembaga keuangan syariah, di antaranya adalah Bank BRI Syariah, Bank Mandiri Syariah dan Bank BNI Syariah. Hal tersebut menjadi salah satu faktor terkumpulnya jumlah dana wakaf uang yang cukup besar. Selain itu, memberikan pengaruh yang sangat besar bagi penerima wakaf. Jika wakaf uang dikelola secara efektif dan professional.21

Bank Syariah Indonesia merupakan salah satu lembaga perbankan syariah yang dipilih sebagai penerima wakaf uang (LKS-PWU). Berdasarkan data pada tahun 2020 Bank Syariah Indonesia memiliki nilai transaksi konsolidasi wakaf sebesar Rp. 3 milyar, nilai tersebut berasal dari 23 ribu transaksi. Adapun jika dalam skala nasional nilai wakaf yang sudah diterima di lembaga keuangan syariah penerima wakaf uang mencapai Rp. 328 milyar.

Fasilitas yang disediakan oleh Bank Syariah Indonesia untuk nasabah yang ingin berwakaf uang, aksesnyapun dipermudah melalui fitur wakaf yang ada di BSI Mobile. Selain itu, Bank

21 Bank Syariah Indonesia, https://ir.bankbsi.co.id/corporate_history.html, n.d, Dikases Pada Hari Senin 12 Juni 2023 pukul 19: 23 WIB.

(37)

182

Syariah Indonesia saat ini sudah menjalin kerja sama dengan beberapa nazir besar, di antaranya yaitu Badan Wakaf Indonesia (BWI), BSI Maslahat (CWLS Aceh), BSIM (Wakaf Uang BSI Maslahat), Badan Wakaf Indonesia (Kemenag), Lazismu dan Lazisnu.

Bank Syariah Indonesia menghimpun dana nasabah melalui aplikasi BSI Mobile.22 Berdasarkan data pada bulan Maret 2021 sebanyak RP.3,26 milyar dana ZISWAF, yang diterima melalui aplikasi BSI Mobile. Dana tersebut berasal dari 99.000 donatur dengan jumlah transaksi mencapai 303.000. Wakaf uang yang diterima dari wakif disetorkan kerekening rekanan Bank Syariah Indonesia, salah satunya adalah rekening Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat.23

Status LKS-PWU pada Bank Syariah Indonesia menggambarkan, bahwa Bank Syariah Indonesia hanya sebagai lembaga penerima wakaf uang dan bukan sebagai lembaga pengelola. Hal tersebut, menjadikan Bank Syariah Indonesia tidak terlalu aktif dalam pengelolaan. Pengelolaan sepenuhnya adalah tanggung jawab nazir. Oleh karena itu, dalam hal pengelolaan wakaf uang Bank Syariah Indonesia berkerjasama dengan lembaga pengelola. Salah satunya adalah dengan lembaga pengelola BSI Maslahat.24

22 Agatha Olivia Victoria, Nilai Wakaf Melalui Bank Syariah Indonesia Masih Rendah, https://katadata.co.id/yuliawati/finansial/6094d6f120a14/nilai-wakaf-melalui-bank- syariah-indonesia-masih-rendah, Diakses Pada Hari Rabu 23 Maret 2022 Pukul 14:30 WIB.

23Selvi Mayasari, Bank Syariah Indonesia (BSI) Ambil Peran Dalam Optimalisasi Ziswaf Di Indonesia, https://keuangan.kontan.co.id/news/bank-syariah-indonesia-bsi-ambil- peran-dalam-optimalisasi-ziswaf-di-indonesia, Diakses Pada Hari 27 Maret 2022 ukul 01:24 WIB.

24 Wawancara dengan Trainer BSI Bapak Hatifudinn Via Whatssap Pada Hari Rabu Tanggal 07 Juni 2023 Pukul 09:36 WIB.

(38)

183

Hal ini sebagai bentuk implementasi fungsi sosial yang termaktub di dalam Undang-Undang Nomor 21 tahun 2008, tentang perbankan syariah yang terdapat di dalam pasal 4 ayat 3 berisikan “Bank Syariah dan UUS dapat menghimpun dana sosial yang berasal dari wakaf uang dan menyalurkannya kepada pengelola wakaf nazir sesuai dengan kehendak pemberi wakaf (wakif)”.25

BSI Maslahat sebelum menjadi mitra Bank Syariah Indonesia adalah lembaga yayasan ZIS (zakat, infaq dan shadaqah).26 BSI Maslahat berdiri pada tanggal 21 November 2001. Pada tahun 2022 BSI Maslahat ditunjuk oleh Badan Wakaf Indonesia, sebagai nāẓir atau lembaga pengelola wakaf. Hal tersebut diperkuat dengan adanya surat keputusan atau SK Menteri Agama RI NO 1010/2021, dan SK yang diberikan oleh Badan Wakaf Indonesia dengan nomor 3.3.00201 pada tanggal 16 Januari 2019. 27

BSI Maslahat saat ini ialah salah satu nazir yang bermitra dengan Bank Syariah Indonesia. Oleh karena itu, BSI Maslahat mendapatkan amanah untuk menjalankan aktivitas sosial yang dimiliki oleh BSI salah satunya adalah wakaf uang. Saat ini wakaf uang yang dikelola oleh BSI Maslahat 90 persen berasal dari nasabah Bank Syariah Indonesia.

Pada tahun 2021 Bank Indonesia mengaudit program yang dijalankan oleh BSI Maslahat. Adapun hasil audit Bank Indonesia

25 Undang-Undang No 21 tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah Pasal 4 Ayat, https://www.ojk.go.id/waspada-

investasi/id/regulasi/Documents/UU_No_21_Tahun_2008_Perbankan_Syariah.pdf, Diakses Pada Hari Senin 17 Juli 2023 Pukul 15:11 WIB.

26 Wawancara dengan PIC BSI Maslahat Bapak Indra Via Whatssap Pada Hari Senin Tanggal 15 Mei 2023 Pukul 11:20 WIB

27 BSI Maslahat, Profil Lembaga, https://www.bsimaslahat.org/tentang-kami/, Diakses Pada Hari Senin Tanggal 05 Juni 2023 Pukul 09:00 WIB.

(39)

184

menunjukan, bahwa BSI Maslahat menjadi salah satu nazir yang berhasil (memberikan efek manfaat kepada mauquf ‘alaih), dan diapresiasi oleh BI dalam menjalankan program cash wakaf link sukuk (CLWS). 28

Persoalan yang mengemuka dalam penelitian ini ialah mengenai penghimpunan dan pengelolaan wakaf uang. Besarnya potensi dana yang terkumpul menimbulkan kekhawatiran mengenai pengelolaan dan penyelewengan dana wakaf uang. Oleh karena itu, diperlukannya suatu lembaga yang memiki akreditas bagus dan baik, untuk mengelola wakaf uang yang sudah diterima.

Keberadaan lembaga LKS-PWU dan nazir merupakan alternatif yang cukup respresentatif, untuk mengelola dana wakaf uang. Hasil pengelolaan wakaf uang yang cukup besar, memiliki kemungkinan perolehan pendapatan bagi lembaga nazir.

Sebagaimana yang sudah diatur di dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004, terdapat di dalam pasal 28 sampai pasal 31. Oleh karena itu, pengelolaan dan pengembangan wakaf yang ada di Indonesia sangat membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah, ulama dan masyarakat.29

Setelah penulis memaparkan apa yang melatarbelakangi dalam penelitian ini. Penulis meneliti lebih mendalam perihal implementasi wakaf uang, yang dilakukan oleh lembaga Bank Syariah Indonesia Pusat, dan salah satu nazir Bank Syariah Indonesias Pusat yaitu BSI Maslahat. Oleh karena itu, penulis perlu

28 Wawancara dengan Manager Pengelola Wakaf BSI Maslahat Bapak Sunarto Via Zoom Pada Hari Senin Tanggal 29 Mei 2023 Pukul 13:30 WIB.

29 Badan Wakaf Indonesia, https://www.bwi.go.id/554/2011/04/05/peranan- perbankan-syariah-dalam-implementasi-wakaf-uang/, The Role Of Islamic Banking In The Implementation Of Cash Waqf, Diakses Pada Hari Rabu 5 April 2023 Pukul 13:30 WIB.

(40)

185

melihat dan membuktikan secara langsung proses penghimpunan wakaf uang yang terjadi di lembaga Bank Syariah Indonesia pusat, dan proses pengelolaan yang terjadi di Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat.

Dari uraian di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai “Implementasi Penghimpunan dan Pengelolaan Wakaf Uang Berdasarkan Fatwa MUI No 2 Tahun 2002 Tentang Wakaf Uang dan Undang-Undang No 41 Tahun 2004 (Studi Kasus Bank Syariah Indonesia Pusat dan Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat) ”

B. Permasalahan

1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan, penulis mengidentifikasi permasalahan-permasalahan sebagai berikut:

a. Pandangan Peraturan Perundang-Undang terhadap wakaf uang.

b. Mekanisme implementasi wakaf uang berdasarkan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2002 tentang wakaf uang dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf.

c. Implementasi pengelolaan wakaf uang di BSI Maslahat.

d. Kesiapan Bank Syariah Indonesia sebagai LKS-PWU.

e. Kesiapan BSI Maslahat sebagai nazir.

f. Pengelolaan wakaf uang di BSI Maslahat.

g. Praktik wakaf uang yang dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia.

h. Signifikansi pengelolaan dan pengembangan wakaf uang di Bank Syariah Indonesia dengan lembaga nazir BSI Maslahat

(41)

186

i. Kesesuaian implementasi wakaf uang di BSI Maslahat dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2002 tentang wakaf uang dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf.

2. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, batasan masalah dalam penelitian ini, yaitu:

a. Penghimpunan wakaf uang yang dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia Pusat.

b. Pengelolaan wakaf uang yang dilakukan oleh BSI Maslahat.

c. Kesesuaian implementasi penghimpunan wakaf uang di Bank Syariah Indonesia dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2002 tentang wakaf uang dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf.

d. Kesesuaian implementasi pengelolaan wakaf uang di Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2002 tentang wakaf uang dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf.

3. Perumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah tersebut, yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Bagaimana mekanisme penghimpunan wakaf uang yang

dilakukan oleh LKS-PWU Bank Syariah Indonesia Pusat ? b. Bagaimana mekanisme pengelolaan wakaf uang yang

dilakukan oleh BSI Maslahat ?

c. Apakah implementasi penghimpunan wakaf uang di Bank Syariah Indonesia sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2002 tentang wakaf uang dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf ?

(42)

187

d. Apakah implementasi pengelolaan wakaf uang di Bangun Sejahtera Indonesia (BSI) Maslahat sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2002 tentang wakaf uang dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf ?

C. Tujuan Penelitian

Ada beberapa tujuan yang diharapkan oleh penulis dari penelitian ini di antaranya adalah :

1. Untuk memahami dan menganalisis mekanisme penghimpunan wakaf uang di Bank Syariah Indonesia Pusat.

2. Untuk memahami dan menganalisis mekanisme pengelolaan wakaf uang di BSI Maslahat.

3. Untuk memahami dan menganalisis kesesuaian implementasi penghimpunan wakaf uang di Bank Syariah Indonesia Pusat dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2002 tentang wakaf uang dan Undang- Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf.

4. Untuk memahami dan menganalisis kesesuaian implementasi penghimpunan wakaf uang di Bank Syariah Indonesia Pusat dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2002 tentang wakaf uang dan Undang- Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf.

D. Kegunaan Penelitian

Pada penelitian ini penulis berharap penelitian ini dapat bermanfaat. Adapun manfaat dan kegunaan yang terdapat pada penelitian ini di antaranya:

1. Kegunaan Teoritis

a. Penelian ini diharapkan dapat memberikan khazanah keilmuan di bidang Hukum Ekonomi Syariah untuk civitas Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta.

(43)

188

b. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi peneliti selanjutnya, yang melakukan penelitian ilmiah lanjutan. Mengenai kesesuaian penghimpunan dan pengelolaan berdasarkan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2002 tentang wakaf uang dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf, dan mengetahui beberapa hal mengenai prosedur implementasi wakaf uang.

2. Kegunaan Praktis

a. Penelitian ini dapat memberikan khazanah keilmuan.

Menambah wawasan mengenai Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2002 tentang wakaf uang dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf.

b. Penelitian ini dapat memberikan wawasan mengenai profesionalisme untuk pihak LKS-PWU dan nazir, yang sudah diberikan amanat untuk menghimpun, mengelola dan mengembangkan wakaf uang.

c. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat, untuk mengetahui informasi mengenai wakaf uang, meningkatkan pemahaman dan rasa keinginan masyarakat untuk berwakaf uang.

E. Kajian Pustaka

Penelitian terdahulu yang ada hubungannya dengan penelitian ini di antaranya sebagai berikut:

(44)

189

No Nama Peneliti Syifa Mudifah dan Ida Nurlaeli

1 Judul Implementasi Wakaf Uang di KSPPS Mitra Anda Sejahtera Semarang dan Fungsinya Bagi Kesejahteraan Umat.30

Katagori Jurnal, 2019

Temuan Penghimpunanan wakaf oleh Baitul Maal KSPPS Mitra Anda Sejahtera melalui mekanisme jemput bola ke wakif, syiar di sosial media, transfer, atau wakif langsung menyetorkan ke kantor Baitul Maal KSPPS Mitra Anda Sejahtera. Mekanisme pengelolaan wakaf uang di lembaga ini masih belum sesuai prosedur yang sudah ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah, contohnya Lembaga ini belum mempunyai sertifikat wakaf, menuliskan dan membacakan ikrar, menuliskan secara jelas identitas wakif, asal usul dana tersebut serta kemanfataan dan wakaf tersebut.Selaian itu kurangnya SDM dan relasi yang dimiliki juga menjadi penyebab.31

Metode penelitian

Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian lapangan (field research) dan menggunakan pendekatan

30 Syifa Mudifah dan Ida Nurlaeli,” Implementasi Wakaf Uang di KSSPS Mitra Anda Sejahtera Semarang dan Fungsinya Bagi Kesejahteraan Umat”, Jurnal Hukum Ekonomi, Vol 3 No 2 Tahun 2019.

31 Syifa Mudifah dan Ida Nurlaeli, “Implementasi Wakaf Uang di KSSPS Mitra Anda Sejahtera Semarang dan Fungsinya Bagi Kesejahteraan Umat”, Jurnal Hukum Ekonomi, Vol 3 No 2 Tahun 2019.

(45)

190

kualitatif deskriptif analitik, yaitu mengumpulkan, mengolah, serta menyajika data secara deskriptif.

Persamaan Peneliti dengan penulis adalah membahas wakaf uang dari segi pengelolaan dan metode penelitian yang digunakan.

Perbedaan Peneliti hanya membahas dari segi pengelolaan wakaf uang secara umum.

Sedangkan penulis akan meneniliti implementasi wakaf uang yang berdasarkan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2002 dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004.

2 Nama Peneliti Dwi Retno Sari

Judul Analisis Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Pengelolaan Wakaf Uang (Studi Kasus pada Dompet Dhuafa).32

Katagori Tesis, 2022

Temuan Hasil penelitian tentang pengelolaan wakaf uang yang terdapat di Dompet Dhuafa dengan pendekatan ushul fikih dan dengan teori maslahah mursalah. Dalam implementasi pengeloaanya wakaf uang yang ada di Dompet Dhuafa yaitu dalam bentuk program, di antaranya adalah:

program pendidikan, program sosial,

32 Dwi Retno Sari, “Analisis Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Pengelolaan Wakaf Uang (Studi Pada Dompet Dhuafa) (Tesis)”, http://repository.radenintan.ac.id/20968/, Diakses Pada Hari Kamis Tanggal 15 Desember 2022 Pukul 13:00 WIB.

(46)

191

program kesehatan, dan program ekonomi.33

Metode penelitian

Metode yang digunakan oleh peneliti adalah dengan jenis penelitian lapangan (field research) serta penelituan kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang menggunakan literatur kepustakaan, baik berupa buku, catatan maupun laporan hasil penelitian terdahulu.

Persamaan Memiliki persamaan untuk meneliti wakaf uang wakaf uang.

Perbedaan Peneliti membahas tentang pengelolaan wakaf uang berdasarkan Hukum Ekonomi Syariah. Sedangkan penulis akan meneliti tentang implementasi wakaf uang berdasarakan Fatwa MUI No 2 Tahun 2002 dan Undang-Undang No 41 Tahun 2004 3 Nama Peneliti Aulya Murfi’atul Khoiriyah

Judul Analisis Undang-Undang No 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf Terhadap Implementasi Wakaf Uang di Bank Muamalat Ponorogo.34

Katagori Tesis, 2021

33 Dwi Retno Sari, “Analisis Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Pengelolaan Wakaf Uang (Studi Pada Dompet Dhuafa)(Tesis)”, http://repository.radenintan.ac.id/20968/, Diakses Pada Hari Kamis Tanggal 15 Desember 2022 Pukul 13:00 WIB.

34 Aulya Murfi’atul Khoiriyah, “Analisis Undang-Undang No 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf Uang Terhadap Implementasi Wakaf Uang di Bank Muamalat Ponorogo (Tesis)”, http://etheses.iainponorogo.ac.id/13755/, Diakses Pada Hari Kamis Tanggal 15 Desember 2022 Pukul 12:30 WIB.

(47)

192

Temuan Adapun temuan dalam penelitian tersebut menunjukan bahwa dalam penerapan cash waqf linked sukuk di Bank Muamalat sebagai LKS-PWU, ialah sarana untuk menerima dan menempatkannya pada instrument sukuk negara. LKS-PWU memiliki peranan yang penting untuk memaksimalkan dana wakaf uang, karena wakaf uang tidak diberikan kepada nāẓir langsung. Oleh karena itu, mereka harus mempunyai manajemen yang professional dalam pengumpulan, kemudia pengelolaan dan pengembangan wakaf uang yang dilakukan oleh bank syariah sesuai dengan Perundang-Undangan.35

Metode penelitian

Metode yang digunakan oleh peneliti adalah dengan jenis penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yaitu mengumpulkan, mengolah, menganalisis, serta menyajika data secara deskriptif

Persamaan Peneliti dan penulis adalah membahas wakaf uang berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004.

35 Aulya Murfi’atul Khoiriyah,”Analisis Undang-Undang No 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf Uang Terhadap Implementasi Wakaf Uang di Bank Muamalat Ponorogo (Tesis)”, http://etheses.iainponorogo.ac.id/13755/, Diakses Pada Hari Kamis Tanggal 15 Desember 2022 Pukul 12:30 WIB.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian, perwujudan Implementasi ibadah wakaf uang sebagaimana sekarang ini telah dilegalisasikan melalui Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, merupakan

Pemaparan mengenai praktik wakaf uang di Bank CIMB Niaga Syariah telah memberikan gambaran yang jelas mengenai tugas LKS PWU dalam menghimpun dana wakaf uang

Oleh sebab itu, dalam Undang-Undang No.41 Tahun 2004 tentang Wakaf, pemerintah berupaya memfokuskan perhatiaannya pada penataan administratif wakaf yang memberi kepastian hukum

Akan tetapi, wakaf dalam Undang-Undang pasal 1 ayat 1 Undang-Undang No 41 Tahun 2004 tentang wakaf diyatakan bahwa Dalam Undang-Undang ini yang dimakud

41 Tahun 2004 Dalam pasal 1 ayat 1 Undang-undang No 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, menyebutkan bahwa wakaf adalah perbuatan hukum waqif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian

Sejatinya, hal ini sesuai dengan fungsi wakaf sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf, yakni “wakaf berfungsi mewujudkan potensi

Fatwa MUI dan DSN tidak termasuk hierarki perundang-undangan di Indonesia, tetapi fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) merupakan hukum positif yang

Dokumen ini membahas tentang pandangan Islam terhadap uang dan mekanisme jual beli mata uang menurut fatwa