• Tidak ada hasil yang ditemukan

implementasi peraturan daerah nomor 6 - UMSU REPOSITORY

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "implementasi peraturan daerah nomor 6 - UMSU REPOSITORY"

Copied!
100
0
0

Teks penuh

Penulis memilih tesis ini dengan judul: “Implementasi Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2003 tentang Larangan Gelandangan dan Pengemis serta Praktik Kesusilaan Dalam Rangka Pengawasan dan Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis di Dinas Sosial Kota Medan”. Kota Medan sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia tidak lepas dari keberadaan gelandangan dan pengemis.

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

  • Manfaat Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Perda No. 6 Tahun 2003 tentang Larangan Gelandangan dan Pengemis serta Praktik Etika dalam Pengawasan dan Pembinaan Gelandangan dan Pengemis di Dinas Sosial Kota Medan. Kami berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi khususnya kepada dinas sosial kota Medan dalam melakukan pembinaan dan pembinaan terhadap gelandangan dan pengemis.

Sistematika Penulisan

Dengan melakukan penelitian diharapkan dapat memberikan pengalaman yang berguna bagi peneliti untuk berpikir secara analitis dan dinamis di masa yang akan datang.

Berisiskan uraian teori yang menguraikan pengertian implementasi , pengertian kebijakan, pengertian kebijakan publik, cirri-ciri kebijakan

Penutup, kesimpulan dan saran-saran

Pengertian Kebijakan

Menurut Dye (2005:17), kebijakan adalah segala sesuatu yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh pemerintah, mengapa kebijakan itu harus dilaksanakan dan apakah manfaat hidup bersama harus dipikirkan secara matang agar kebijakan tersebut mengandung manfaat yang besar bagi warga negaranya. Dan. Menurut Dunn (2003:20), kebijakan adalah daftar pilihan tindakan yang saling terkait yang dibuat oleh badan atau pejabat pemerintah di bidang-bidang seperti pertahanan, kesehatan, pendidikan, peradilan pidana, dan pembangunan perkotaan.

Pengertian Kebijakan Publik

Kebijakan barang publik adalah kebijakan yang mengatur penyediaan barang dan jasa untuk kepentingan masyarakat. Pemantauan memberikan wawasan kebijakan penting ke dalam konsekuensi dari kebijakan yang diadopsi sebelumnya.

Pengertian Implementasi Kebijakan Publik

Evaluasi memberikan pengetahuan yang relevan dengan kebijakan tentang perbedaan antara kinerja kebijakan yang diharapkan dan aktual, sehingga membantu pembuat kebijakan dalam fase penilaian kebijakan dari proses pembuatan kebijakan. Keberhasilan implementasi kebijakan publik dapat diukur atau dilihat dari proses dan pencapaian hasil akhir (output), yaitu: tercapai atau tidaknya tujuan yang ingin dicapai.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Implementasi Kebijakan

Disposisi atau sikap para pelaksana akan membawa permasalahan yang akan timbul dalam pelaksanaan kebijakan jika para pegawai tidak melaksanakan kebijakan yang dikehendaki oleh pejabat senior. Oleh karena itu, dalam suatu masyarakat atau kelompok terdapat banyak permasalahan yang membelenggu dan membutuhkan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

Konsepsi Gelandangan dan Pengemis a. Pengertian Gelandangan dan pengemis

Menurut PP 31/1980, gelandangan adalah orang yang hidup dalam keadaan yang tidak sesuai dengan norma-norma kehidupan yang layak dalam masyarakat setempat dan tidak mempunyai tempat tetap untuk tinggal dan bekerja di daerah tertentu serta hidup mengembara di tempat umum. . tempat. Pengemis adalah orang yang mencari nafkah dengan mengemis di muka umum dengan berbagai alasan untuk mengharapkan belas kasihan dari orang lain. Model mengemis ini terbagi menjadi dua yaitu terus menerus dan sementara. a) Mengemis terus menerus, yaitu kegiatan mengemis yang dilakukan secara terus menerus untuk mendapatkan nafkah.

Ada kegembiraan tersendiri bagi sebagian besar gelandangan dan pengemis yang hidup gelandangan karena merasa tidak terikat dengan aturan dan norma yang terkadang memberatkan mereka. Banyak program yang diberikan pemerintah untuk mengatasi masalah gelandangan dan pengemis, kebijakan pemerintah yang melarang gelandangan dan pengemis berada di tempat umum juga menjadi salah satu programnya. Dan beberapa kebijakan pemerintah seperti larangan mengemis di tempat umum, operasi peradilan di kota Medan untuk rakyat.

Konsepsi Pengawasan a. Pengertian pengawasan

Untuk mencapai tujuan yang diharapkan, fungsi pengawasan harus dilakukan sebelum ketidaksesuaian terjadi, sehingga lebih bersifat preventif daripada tindakan pengawasan setelah terjadinya ketidaksesuaian. Standar untuk tujuan pengendalian harus dinyatakan dalam referensi terukur, strategi pengendalian harus konsisten dengan tujuan organisasi. Tindakan korektif didefinisikan sebagai tindakan yang diambil untuk menyesuaikan hasil kerja aktual yang menyimpang dari standar atau rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.

Teknik pelatihan bertujuan untuk mengenali alur informasi yang dibutuhkan secara andal, yang diperoleh dari suatu kegiatan pelatihan dalam bentuk data, dimana setiap orang terlibat secara lebih detail dan telah dipraktikkan secara luas dalam kegiatan pelatihan. seperti pemikiran Mintzberg yang dikutip oleh Alfonsus Sirait dalam bukunya Management menjelaskan empat cara mengenai teknik dalam suatu latihan, yaitu. Teknik yang didasarkan pada pilihan-pilihan rasional mengenai peluang dan ancaman yang ada di lingkungan dan disusun sedemikian rupa agar sesuai dengan misi dan kemampuan lembaga/organisasi. Dengan teknik ini paling cocok untuk situasi tertentu untuk mendorong lembaga/organisasi selangkah demi selangkah menuju tujuannya.

Materi pelatihan yang meliputi cara pembagian dalam pelaksanaan suatu kegiatan yang berkaitan dengan prosedur pengambilan keputusan dan cara pengorganisasiannya, sehingga materi pelatihan tersebut diinformasikan dalam pelaksanaannya.

Kerangka Konsep

Metode penelitian bersifat deskriptif dengan pengolahan data kualitatif yaitu metode yang dengannya kita menganalisis fenomena di lapangan dan mendeskripsikan temuan di lapangan. Menurut Moleong (2007:6), penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud memahami fenomena yang dialami subjek penelitian, seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik dan dengan bantuan deskripsi dalam bentuk linguistik. kata-kata, dalam konteks tertentu secara alami dan menggunakan berbagai metode alami. Data deskriptif karenanya merupakan indikator norma dan nilai kelompok serta kekuatan sosial lainnya yang menyebabkan perilaku manusia itu sendiri, sedangkan metode kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif, yaitu ucapan, tulisan atau perilaku yang diamati orang (subjek itu sendiri.

Kajian ini menjelaskan bagaimana Implementasi Perda No. 6 Tahun 2003 tentang Pelarangan Gelandangan dan Pengemis serta praktik moral dalam rangka pembinaan dan pembinaan gelandangan dan pengemis di Dinas Sosial Kota Medan. Pelaksanaan Perda no. 6 Tahun 2013 tentang Pelarangan Gelandangan dan Pengemis serta Praktik Kesusilaan di Kota Medan. PERATURAN DAERAH NOMOR 6 TAHUN 2013 TENTANG LARANGAN VARIETAS DAN KONEKTOR SERTA PENINGKATAN PRAKTIK DI KOTA MEDAN TASSAR.

Proses Implementasi Perda Nomor 6 Tahun 2013 Tentang Larangan Gelandangan dan Pengemis serta Praktik Kesusilaan di Kota Medan.

Defenisi Konsep

Kategorisasi

Narasumber

Untuk mendapatkan data yang akurat dan relevan, serta untuk memberikan akuntabilitas, penulis menggunakan teknik yang berbeda dalam pengumpulan data, karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Yaitu pengumpulan data yang digunakan secara langsung di lokasi penelitian atau objek yang akan diteliti atau data yang diperoleh melalui wawancara dengan informan yang telah ditentukan. Wawancara adalah tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih yang secara langsung mengidentifikasi informasi dengan mengidentifikasi secara langsung informasi atau penjelasan apa yang diperoleh melalui sumber yang kompeten.

Dengan mempelajari literatur penelitian menggunakan data-data yang relevan dengan masalah yang dihadapi yang diperoleh dari buku-buku dan referensi buku serta manuskrip lainnya.

Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif, artinya dilakukan pemaparan dan interpretasi mendalam dari data yang diperoleh. Data dianalisis sedetail mungkin sehingga diharapkan dapat diperoleh kesimpulan yang cukup yang dapat digeneralisasikan. Verifikasi dapat sesingkat memikirkan kembali pikiran peneliti, tinjauan catatan lapangan, atau upaya ekstensif untuk menempatkan salinan temuan di kumpulan data lain.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, kata-kata dan tindakan merupakan hal yang utama dalam penelitian kualitatif, sehingga wawancara mendalam sangat penting dalam penelitian kualitatif. Observasi adalah teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti melalui pengamatan langsung di lapangan terhadap objek yang menjadi topik penelitian. Menurut Lincoln dan Guba, alasan penggunaan metode observasi dalam penelitian kualitatif adalah (1) Teknik observasi ini didasarkan pada pengalaman langsung, (2) Teknik observasi memungkinkan untuk melihat dan mengamati diri sendiri, (3) Observasi memungkinkan peneliti merekam peristiwa dalam situasi. terkait dengan pengetahuan proporsional serta pengetahuan langsung berasal dari data, (4) Sering ada keraguan tentang peneliti, (5) teknik observasi memungkinkan peneliti untuk memahami situasi yang kompleks, dan (6) dalam kasus tertentu di mana teknik komunikasi lain tidak dapat ditanggung , pengamatan dapat menjadi alat yang berguna. 3) Dokumentasi.

Metode dokumentasi digunakan untuk mencari data berupa catatan, dokumen, sebagai pelengkap data primer yang tidak ditemukan di lapangan.

Lokasi dan Waktu penelitian

  • Struktur Organisasi Dinas Sosial Kota Medan
  • Visi dan Misi Dinas Sosial Kota Medan
  • Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Sosial Kota Medan a. Kepala Dinas Sosial Kota Medan
  • Penyajian Data

Lokasi penelitian dilakukan di Dinas Sosial Kota Medan yang berada di jalan raya. Kemudian dilakukan evaluasi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap gelandangan dan pengemis di Dinas Sosial Kota Medan. Berdasarkan hasil wawancara pada hari Rabu tanggal 21 Februari 2017 pukul 11.00 WIB dengan Fakhruddin, SH selaku sekretaris di Dinas Sosial Kota Medan.

Dikatakannya, struktur birokrasi di Dinas Sosial dalam menjalankan tugasnya sejalan dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Sosial Kota Medan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa struktur birokrasi di Dinas Sosial Kota Medan sudah sesuai dengan SOP yaitu kegiatan yang dilakukan secara rutin. Berdasarkan hasil wawancara pada hari Senin tanggal 27 Februari 2017 pukul 12.00 WIB dengan Nur Fajirah selaku Tahanan di Dinas Sosial Kota Medan.

Berdasarkan hasil wawancara pada hari Senin 27 Februari 2017 pukul 10.00 WIB dengan Farida selaku sprawl di Dinas Sosial Kota Medan. Namun sarana dan prasarana di Dinas Sosial Kota Medan kurang memadai sehingga kinerja pelaksana terhambat. Saran dan harapan kepada Dinas Sosial Kota Medan agar sarana dan prasarana dapat lebih ditingkatkan lagi.

PENUTUP

Saran

Sebaiknya pemerintah atau pihak terkait di lapangan dapat berkomunikasi lebih baik dalam sosialisasi atau dalam menyampaikan himbauan agar lebih dipahami oleh masyarakat. Dengan komunikasi yang lebih baik, diharapkan hubungan antara pelaksana kebijakan dengan masyarakat dapat terjalin dengan baik sehingga tujuan dari kebijakan dapat tercapai. Pemerintah harus dapat meningkatkan jumlah pelaksana kebijakan dan dapat memaksimalkan penggunaan fasilitas dan keuangan agar tujuan dari peraturan daerah tersebut dapat tercapai.

6 Tahun 2003 tentang Gelandangan dan Pengemis di Kota Medan yang kurang detail dan ada poin-poin yang isinya masih dipertanyakan. Sebaiknya kualitas semangat, tanggung jawab pelaksana lebih ditingkatkan lagi, sehingga seluruh pemangku kepentingan mampu memaksimalkan perannya masing-masing dalam mensukseskan kebijakan. Ida, Nuraida, 2008, Manajemen Administrasi Perkantoran, Kanisius, Yogyakarta Islamy, 2003, Pokok-pokok Perumusan Haluan Negara, Bumi Aksara,.

Peraturan Perundang-undangan

Internet

Referensi

Dokumen terkait

Implementasi peraturan daerah nomor 3 tahun 2019 dalam rangka pembinaan penyelenggaran perlindungan anak di kota Medan, digunakan konsep-konsep sebagai berikut: Implementasi Peraturan