• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Strategi Multiple Intelligence

N/A
N/A
Sylvia Faori Maulana

Academic year: 2023

Membagikan "Implementasi Strategi Multiple Intelligence"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

Orang yang memiliki kecerdasan verbal-linguistik cocok bekerja sebagai guru, pendongeng, presenter, jurnalis, sastrawan, pengarang, kepala sekolah, pelawak, penyair, dan lain-lain. Selain itu, orang dengan kecerdasan ini sangat pandai mempelajari atau membaca diagram, peta, dan lain-lain. Karir yang cocok bagi orang-orang dengan kecerdasan visual-spasial antara lain: Arsitek, Pematung, Penjahit, Perancang Busana, Guru Seni, Seniman, Dekorator Interior, Ahli Kecantikan, Kartunis, dll.

Kecerdasan fisik-kinestetik adalah kemampuan menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan sesuatu atau memecahkan masalah. 13 Orang yang memiliki kecerdasan ini mempunyai perasaan yang kuat dan kesadaran yang mendalam terhadap gerakan fisik. Orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal cenderung suka menyendiri, lebih suka bekerja sendiri dibandingkan bekerja sama dengan orang lain, dan lebih suka menghabiskan waktunya untuk merenung sendiri guna memikirkan tujuannya. Profesi yang cocok bagi orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal adalah teolog, penulis, penemu, psikolog, motivator, musisi, pendeta, guru, peneliti, penyair, filsuf, dll.

Dengan demikian, orang dengan kecerdasan intrapersonal mempunyai sifat-sifat yang positif, antara lain: tabah, jujur ​​pada diri sendiri, jujur, mawas diri, kreatif, disiplin, religius dan hati-hati. Seseorang yang memiliki kecerdasan ini sangat peka terhadap alam, mencintai alam, hewan dan tumbuhan. Maka dari penjelasan di atas, orang dengan kecerdasan naturalistik tidak hanya mencintai alam tetapi juga bisa mengelolanya.

Sedangkan profesi yang cocok bagi orang dengan kecerdasan ini adalah filsuf, pendeta, ahli agama, imam, pemimpin Yahudi, duta besar, penulis dan pembicara inspiratif, guru sejarah, dan guru agama.

Implementasi Strategi Multiple Intelligence

Siswa diajak ke perpustakaan dan diminta membaca buku biografi tentang tokoh pendidikan, kemudian merangkumnya dan membacanya di depan kelas. Guru dapat menggunakan strategi ini ketika bercerita tentang perilaku terpuji atau kisah para nabi, atau cerita tentang situasi nyata di masyarakat yang memiliki nilai moral. Sedangkan pada jenjang SMP dan SMA, guru dapat bercerita langsung kepada siswanya, atau juga bercerita kepada temannya dengan siswa yang sebelumnya sudah membaca buku terlebih dahulu dan topiknya ditentukan oleh guru.

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, kemudian guru membagi setiap kelompok ke dalam tema yang berbeda-beda. Guru dapat menggunakan strategi ini di kalangan siswa SMA karena mereka sudah dewasa dan dapat diajak berpikir kritis atau mendalam mengenai persoalan agama atau moral. Suatu strategi pembelajaran dimana siswa diberikan suatu kasus dan kemudian siswa diminta untuk memecahkan kasus atau masalah tersebut.

Strategi ini dapat digunakan pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits yaitu potongan ayat dan terjemahan yang disiapkan guru dibagikan kepada siswa. Siswa yang menerima potongan ayat maju ke depan untuk menempelkannya pada kertas manila yang telah disiapkan. Kemudian siswa yang menerima potongan terjemahan maju ke depan dan potongan terjemahan tersebut ditempelkan pada kertas manila.

Guru dapat memotivasi siswa dengan memberikan hadiah yaitu kaligrafi terbaik akan mendapat hadiah dan dipajang di kelas. Siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok, kemudian masing-masing ketua kelompok membagikan peran kepada masing-masing anggota. Siswa secara bergiliran mendemonstrasikan tata cara mencuci kepada guru, guru mengevaluasi dan mengoreksi jika siswa kurang melaksanakannya dengan benar.

Untuk mata pelajaran PAI, guru dapat melakukan studi lapangan di tempat-tempat keagamaan, misalnya: ziarah ke makam para wali, pesantren, masjid, dll. Guru dapat menggunakan strategi ini dengan cara : guru membagi kelompok Jigsaw menjadi kelompok-kelompok kecil, setelah itu guru menugaskan ketua kelompok dari masing-masing kelompok, guru membagikan materi kepada setiap kelompok, ketua kelompok membagi subbab untuk anggotanya. Masing-masing anggota mempelajari subbab yang dibagi kemudian dijelaskan kepada anggotanya, setelah itu guru membentuk kelompok ahli sementara yang anggotanya berasal dari masing-masing kelompok Jigsaw, kelompok ahli sementara membahas materi yang dibahas pada masing-masing kelompok. Sebuah program yang bertujuan untuk membantu siswa yang membutuhkan bantuan akademik dalam mata pelajaran tertentu.

Guru dapat memberikan tugas mandiri kepada siswanya untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan yang dimiliki siswanya. Dalam mata pelajaran PAI, guru juga dapat menggunakan model pembelajaran melalui alam, hal ini bertujuan agar siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan belajar langsung tentang kondisi nyata disekitarnya.31 Misalnya saja yang dibicarakan tentang kerusakan lingkungan.

Minat Belajar Pendidikan Agama Islam 1. Pengertian Minat Belajar

Peran Minat Bagi Proses Belajar

Karena peranan minat belajar sangat besar dan sangat penting untuk menunjang keberhasilan proses belajar siswa, maka sebaliknya masalah belajar akan timbul apabila seorang anak tidak mempunyai minat terhadap suatu pelajaran. minatnya, mungkin tidak sesuai dengan bakatnya, tidak sesuai dengan kebutuhan, keterampilan dan kemampuannya. Menurut anak tipe khusus, banyak permasalahan yang timbul pada dirinya, karena belajar tidak pernah berlangsung di otak, akibatnya timbullah kesulitan. Aspek-aspek tersebut di atas untuk setiap peranannya merupakan faktor pembelajaran yang sangat diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan pembelajaran secara efektif, efisien dan konduktif. Apabila aspek-aspek tersebut dapat dikembangkan sedemikian rupa melalui pembinaan dan pengembangan minat belajar siswa, maka secara logis hal ini akan mengantarkan siswa pada hasil belajar yang diinginkan.

Jika seseorang berminat atau menyukai pelajaran maka siswa dapat dengan mudah melaksanakan dan mengingat tugas tersebut, selain itu siswa akan memperoleh hasil yang maksimal.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat

Misalnya, seorang anak yang membutuhkan penghargaan status akan mengembangkan minat terhadap segala aktivitas dimanapun dia berada sebagai upaya untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Dengan demikian, minat siswa akan tumbuh atau ada apabila siswa merasa membutuhkan materi yang diajarkan oleh gurunya. Siswa yang memiliki cita-cita yang tinggi juga menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi minat siswa.

Misalnya: siswa yang bercita-cita menjadi guru agama akan mempunyai minat yang besar terhadap pelajaran agama. Seorang anak yang mempunyai bakat pada suatu keterampilan akan cenderung menekuninya dengan penuh perhatian sehingga ia akan terus berupaya untuk terlibat aktif di dalamnya. Siswa yang mempunyai bakat dibidangnya akan mudah melakukan apapun yang berkaitan dengan bakatnya.

Seringkali keinginan atau hal yang tidak diinginkan anak merupakan akibat dari tekanan budaya. Seorang anak mempunyai minat membaca dan mempunyai kesempatan, maka ia akan terus tertarik ke arah tersebut, sebaliknya jika seseorang tidak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan minat tersebut maka potensi yang dimilikinya akan terbuang percuma. Sebagaimana dikatakan Jalahudin bahwa: menurut pendidik, keluarga adalah wilayah pendidikan yang pertama, dan pendidik adalah orang tua.

Mereka adalah pendidik bagi anak-anaknya karena secara fitrah ayah dan ibu diberikan anugerah dari Tuhan sang pencipta berupa naluri orang tua.40. Bahkan mereka selalu membawa warisan orang tuanya sehingga anak selalu berusaha meniru, mengenali kebiasaan orang tua dan keluarganya. Dalam hal ini Gilbert Highest (1961) mengemukakan seperti yang dikutip oleh Jalahudin bahwa “Kebiasaan anak dibentuk terutama oleh pendidikan keluarga, sejak bangun tidur hingga tertidur kembali, anak mendapat pengaruh dan pendidikan dari lingkungan keluarga. "41.

Dari penjelasan di atas terlihat jelas bahwa peran orang tua mempunyai pengaruh yang besar terhadap minat belajar siswa, karena orang tua merupakan pendidik pertama dalam keluarga. Sekolah yang sarana dan prasarananya baik juga akan mempengaruhi minat belajar siswa. Selain itu, guru juga penting dalam menumbuhkan minat siswa. Jika guru dapat merancang pembelajaran dan menggunakan metode yang dapat menarik perhatian siswa, maka dengan sendirinya siswa akan merasa tertarik dan tertarik untuk belajar.

Cara Menumbuhkan Minat Belajar

Pengaruh Implementasi Strategi Multiple Intelligence Dalam Meningkatkan Minat Belajar Pendidikan Agama Islam

Di sini guru berperan penting sebagai penentu dan pencipta kondisi pembelajaran, yaitu dengan menggunakan metode pengajaran yang tepat dan interaktif. Sistem pendidikan di Indonesia juga cenderung menggeneralisasi standar kecerdasan, padahal setiap siswa memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Multiple Intelligence adalah istilah atau teori dalam kajian kecerdasan yang berarti “kecerdasan ganda”.

Dengan strategi kecerdasan majemuk 44 ini, guru hendaknya memperhatikan perbedaan kecerdasan siswa. Untuk mengetahui kecerdasan setiap siswa, guru dapat menggunakan tes yang berbentuk checklist. Setelah guru mengetahui kecerdasan setiap siswa, maka guru diharapkan membuat rencana pembelajaran dan memilih metode yang sesuai dengan karakteristik atau kecerdasan siswa.

Kecerdasan linguistik/verbal: guru dapat menggunakan metode curah pendapat, bercerita, berdiskusi, dan lain-lain. Kecerdasan musikal: guru dapat mengajak siswa belajar dengan pola musik, menyenandungkan suara instrumen sambil belajar. Dan yang terakhir, kecerdasan spiritual: guru dapat meminta siswa bercerita tentang peristiwa dan mengambil hikmah dari peristiwa tersebut.

Jika siswa merasa tertarik, maka cepat atau lambat siswa akan tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan melihat karakteristik siswa, guru dapat mengetahui kecerdasan setiap siswa yang diajarnya sehingga memudahkan guru dalam menentukan strategi pengajaran yang sesuai dengan bakat siswanya. Selain siswa menyukai mata pelajarannya, siswa juga dapat dengan mudah memahami apa yang disampaikan guru, dengan cara ini minat siswa dalam mempelajari mata pelajaran pendidikan agama Islam akan meningkat karena guru dalam mengajar memperhatikan karakteristik siswa. .

Hipotesis

Referensi

Dokumen terkait

siswa yang memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik antara siswa dengan tingkat kecerdasan intrapersonal tinggi, sedang, dan rendah; (3) pada

 Mengenali sifat-sifat /keyakinan tidak baik (limiting belief) yang harus dibuang.  Mengganti dengan

Kecerdasan interpersonal, sebagai sisi lain dari kecerdasan intrapersonal, sangat berhubungan dengan kemampuan untuk memahami orang lain.7. Dua keterampilan pokok

dalam wilayah tertentu. Teori multiple intelligences menekankan keanekaragaman cara orang menunjukkan bakat, baik dalam satu kecerdasan tertentu maupun kecerdasan

Di antara indikator kecerdaan intrapersonal adalah kemampuan mengenali perasaan diri dan mengelolanya secara positif serta dapat mengungkap kepada orang lain secara

Mengacu pada konsep multiple intelligencesnya Gardner yang menyatakan ada sembilan (linguistik, musik, matematika-logis, visual-spasial, kinestetik tubuh, kecerdasan

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel kecerdasan intrapersonal dengan variabel prestasi

Mengacu pada pernyataan angket, dapat ditemukan bahwa peserta didikdengan kecerdasan kinestetik memiliki kecenderungan dalam belajar yang meliputi: a menyukai kegiatan merakit, memotong