PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Dalam penelitian ini peneliti bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pendidikan agama Islam dan implikasinya terhadap perkembangan emosi remaja di Desa Talang Empat Bengkulu Tengah. Dalam hal ini wawancara utama dilakukan terhadap remaja di Desa Talang Empat Bengkulu Tengah. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Bapak Jumidul selaku warga desa Talang Empat.
Implikasi Perkembangan Emosi Remaja Oleh Pengajian Agama Ibu Bapa di Kampung Talang Empat. 2 Implikasi perkembangan emosi ibu bapa remaja dalam pengajian agama Islam di kampung Talang Empat.
Rumusan Maslah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian adalah: “Untuk mengetahui implikasi perkembangan emosional remaja dalam pendidikan agama Islam di Desa Talang Empat Bengkulu Tengah”. Memperluas pengetahuan tentang implikasi perkembangan emosi remaja dan pendidikan agama Islam di desa Talang Empat pada khususnya dan bagi penulis sendiri serta mahasiswa pendidikan agama Islam. Bagi sarjana merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada program studi Pendidikan Agama Islam.
Untuk dijadikan panduan meningkatkan emosi remaja dalam belajar dan mengembangkan agamanya dengan lebih semangat.
LANDASAN TEORI
Hasil Peneliti Yang Relevan
Disertasi Bayu Ashari tahun 2015 berjudul Komunikasi Keluarga dalam Penerapan Nilai-Nilai Islam pada Remaja di RT 37 Kelurahan Pagar Dewa Kota Bengkulu. Penelitian M Bayu Ashari sama-sama membahas tentang remaja dan mengaplikasikannya pada pendidikan Islam, namun terdapat perbedaan yaitu peneliti (mengembangkan emosi remaja) dengan penelitian M Bayu Ashari (menerapkan nilai-nilai Islam pada remaja). Objek penelitian peneliti berlokasi di Desa Talang Empat Bengkulu Tengah, sedangkan objek penelitian M Bayu Ashari berlokasi di RT 37 Kelurahan Pagar Dewa Kota Bengkulu.
Disertasi Melina tahun 2015 berjudul Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Kemandirian Belajar Siswa SMP Negeri 3 Kota Bengkulu. Dari para peneliti di atas, peneliti merangkum persamaan dan perbedaan antara penelitian tersebut dengan penelitian yang dilakukan Opianesti. Variabel Y dalam penelitian peneliti dan penelitian yang dilakukan Melina adalah tentang emosi siswa atau remaja.
Pada variabel Selain itu juga terdapat perbedaan pada objek penelitian, objek penelitian yang dilakukan peneliti berada di desa Talang Empat Bengkulu Tengah, sedangkan objek penelitian yang dilakukan Melina berada di SMP.
Kerangka Berpikir
METODE PENELITIAN
- Setting Penelitian
- Informan Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
Penelitian ini terdiri dari kepala desa, tokoh masyarakat, orang tua dan anak remaja di Desa Talang Empat Bengkulu Tengah. Sebab tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya pengembangan emosi remaja dan implikasinya terhadap pendidikan agama Islam di desa Talang Empat Bengkulu Tengah. Hal ini peneliti dapatkan dari wawancara yang peneliti lakukan dengan Kepala Desa Talang Empat yaitu Bapak. Taeran.
35 Wawancara Pak Rasulin selaku Imam Masjid Al-Munawwarah Desa Talang Empat, 20 Agustus 2021, di Desa Talang Empat. 36 Wawancara Pak Rasulin selaku Imam Masjid Al-Munawwarah Desa Talang Empat, 20 Agustus 2021, di Desa Talang Empat. 39 Wawancara Pak Rasulin selaku Imam Masjid Al-Munawwarah Desa Talang Empat, 20 Agustus 2021, di Desa Talang Empat.
Peneliti mendapatkan hasil bahwa aparat Desa Talang Empat selalu berusaha menyiratkan ilmu agama terhadap emosi remaja di Desa Talang Empat. Berdasarkan hasil wawancara di atas, peneliti menemukan bahwa ada beberapa upaya yang dilakukan perangkat desa dalam mengembangkan pendidikan agama Islam untuk emosi remaja di Desa Talang Empat. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada orang tua warga Desa Talang Empat, peneliti menemukan.
Berdasarkan hasil wawancara di atas, peneliti menemukan bahwa beberapa upaya telah dilakukan oleh perangkat desa untuk mengembangkan pendidikan agama Islam untuk emosi remaja di desa Talang Empat. Peneliti menyimpulkan bahwa upaya pendidikan agama Islam dan implikasinya terhadap perkembangan emosional remaja di Desa Talang Empat meliputi beberapa upaya, antara lain: Berdasarkan hasil wawancara di atas, peneliti menemukan bahwa beberapa upaya telah dilakukan oleh perangkat desa untuk melakukan pendidikan agama Islam. untuk mengembangkan pendidikan agama Islam untuk emosi remaja di desa Talang Empat.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti, peneliti menemukan bahwa masyarakat Desa Talang Empat selalu berusaha mengenalkan ilmu agama khususnya kepada para remaja. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Bapak. Hal ini juga didukung oleh pernyataan yang disampaikan oleh Bapak. Rasul sebagai Imam Masjid Al-Munawwarah Desa Talang Empat.
Setelah melakukan wawancara dengan Pak Taeran dan Pak Rasulin diatas, peneliti menemukan bahwa penerapan pendidikan agama bagi remaja merupakan suatu hal yang dianggap penting bagi masyarakat Desa Talang Empat. Menurut Pak Taeran dan Pak Rasulin, pendidikan agama bagi remaja sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat. dengan generasi muda yang mempunyai ilmu agama maka desa akan aman dan tenteram. Berdasarkan pengamatan peneliti, memang benar bahwa anak-anak di Desa Talang Empat sudah diajarkan ilmu agama sejak dini, baik melalui lembaga sekolah seperti TK dan Madrasah Ibtidaiyah maupun lembaga non formal tempat orang tua menitipkan anaknya untuk belajar. . Pengajian Al-Quran oleh Guru Pengajian di Desa Talang Empat.37. Berdasarkan hasil wawancara di atas, peneliti menemukan bahwa perkembangan emosi remaja di Desa Talang Empat masih tergolong belum stabil.
Peneliti kemudian melakukan wawancara kepada kepala desa, pendeta, masyarakat dan remaja di desa Talang Empat. Wawancara dilakukan untuk mengetahui upaya apa saja yang dilakukan dalam menyampaikan ilmu agama kepada remaja di desa Talang Empat, agar penelitian lebih mudah dipahami. hasil. “Jika pemuda desa ini mempunyai akhlak yang baik, maka desa Talang Empat juga akan baik.” Selain itu, peneliti melakukan wawancara kepada masyarakat desa Talang Empat untuk mengetahui upaya apa saja yang dilakukan untuk mengembangkan emosi remaja.
Pendidikan agama Islam merupakan sesuatu yang wajib dipelajari dan diketahui agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pendidikan agama Islam sangat penting karena untuk membimbing kehidupan yang lebih baik dan saya menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak saya dari kecil hingga remaja, selain di sekolah, di rumah mereka juga dilibatkan dalam kegiatan spiritual yang diselenggarakan oleh Talang. Karang Taruna Desa Empat.” Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap Ibu Amilawti dan Ibu Zuraida selaku warga Desa Talang Empat, peneliti menemukan bahwa upaya orang tua dalam menerapkan ilmu agama terhadap perkembangan emosional remaja di Talang Empat Desa Empat sedang memberikan bimbingan kepada anak-anak, anaknya di rumah mengajarkan ilmu pengetahuan. Pendapat kedua informan diatas sependapat dengan hasil observasi peneliti dimana peneliti menemukan dengan benar bahwa anak-anak di Desa Talang Empat diajar di lembaga pendidikan berbasis agama seperti seperti Madrasah Ibtidaiyah, MTS dan pesantren lainnya.
Pembahasan Hasil Penelitian
Pendapat kedua informan di atas sesuai dengan hasil observasi peneliti, dimana benar sekali peneliti menemukan bahwa anak-anak Desa Talang Empat disekolahkan di lembaga pendidikan agama seperti Madrasah Ibtidaiyah, MTS dan pondok pesantren lainnya. e) Tarbiyah, merupakan pendidikan yang menitikberatkan pada masalah pendidikan, pembentukan, pengembangan pribadi serta pembentukan dan pelatihan kode etik atau norma moral. f) Ta'dib, adalah pendidikan yang memandang proses pendidikan sebagai suatu usaha yang berusaha membentuk suatu tatanan struktur pengetahuan yang harus melaksanakan kewajiban dan fungsinya berdasarkan niat atau sistem yang diwujudkan dalam kemampuan bertindak secara teratur46. Pendidikan agama Islam dianggap penting dalam penelitian ini Pendidikan agama Islam mempengaruhi perkembangan emosi remaja. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti, peneliti juga menemukan bahwa emosi remaja di Desa Talang Empat masih labil, seperti halnya fase remaja sendiri yang merupakan masa transisi dimana anak masih mencari jati dirinya.
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dan diperkuat dengan observasi observasi, peneliti menemukan bahwa menurut Bapak. Taeran, Rasulin dan beberapa warga Desa Talang Empat, pendidikan agama Islam mempunyai peranan penting dalam perkembangan emosi remaja. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap Ibu Amilawti dan Ibu Zuraida selaku warga Desa Talang Empat, peneliti menemukan bahwa upaya orang tua untuk menanamkan ilmu agama terhadap perkembangan emosional remaja di Desa Talang Empat adalah dengan memberikan bimbingan kepada anak, anak di rumah, mengajarkan ilmu agama dan memahami perasaan anak Selain itu orang tua juga berusaha memasukkan anaknya ke lembaga pendidikan seperti sekolah yang bagus. Pendapat 2 informan di atas sejalan dengan hasil observasi peneliti, dimana peneliti menemukan benar bahwa anak-anak di Desa Talang Empat disekolahkan di lembaga pendidikan berbasis agama seperti Madrasah Ibtidaiyah, MTS dan pesantren lainnya.
Menurut Rasulullah SWT, fungsi dan peran orang tua bahkan mampu menentukan arah keyakinan anaknya. Upaya-upaya di atas diharapkan dapat mengembangkan emosi dan memperdalam ilmu agama remaja, sehingga dapat mengendalikan emosi, berakhlak mulia, dan berperilaku lebih baik. Pendapat kedua informan di atas sesuai dengan hasil observasi peneliti, dimana benar sekali jika peneliti mengamati bahwa anak-anak Desa Talang Empat dididik di lembaga pendidikan berbasis agama seperti Madrasah Ibtidaiyah, MTS dan Pondok Pesantren.
1 Bagi orang tua hendaknya lebih memperhatikan pendidikan keluarga khususnya dalam pendidikan agama Islam dan perkembangan emosi anak 2 Bagi remaja diharapkan dapat meningkatkan ilmu agamanya. 3 Bagi perangkat Desa agar meningkatkan dan memperhatikan organisasi Desa yang dapat meningkatkan pendidikan agama dan pengembangan emosi remaja di Desa Talang Empat. 2018, “Skripsi”, Kematangan Emosi Remaja Yang Memiliki Orang Tua Tunggal, Yogyakarta: Fakultas Pendidikan Guru Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
PENUTUP
Saran
Tesis”, Hubungan Konsep Diri Dengan Penerimaan Teman Sebaya Pada Remaja Kelas XI MAN Malang 1 Malang: Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Malang. Tesis”, Hubungan Kematangan Emosi Dengan Kepatuhan Pada Mahasiswa Muda Mabna Faza Di Ma'had Putri UIN Malang Malang: Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.