Pendahuluan: Konteks Pengukuran Pembangunan Pemuda
Pengukuran Pembangunan Pemuda Indonesia melalui Sebuah Indeks
Selain itu, pemutakhiran IPP penting untuk menetapkan tujuan rencana investasi masa depan dalam pengembangan pemuda. Selain itu, laporan ini secara khusus mengkaji lebih dalam pencapaian pembangunan pemuda di suatu provinsi.
Pemuda di Indonesia dalam Deskripsi Statistik Umum
Dilihat dari sebarannya, jumlah generasi muda di perdesaan yang tidak pernah bersekolah lebih besar (1,45%) dibandingkan di perkotaan (0,35%). Pemuda di perkotaan yang bekerja di sektor formal mencapai 72,30%; Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan angka di perdesaan yang hanya 40,41%.
Sistematika Laporan
Sedangkan provinsi dengan nilai indeks domain lapangan dan lapangan kerja terendah pada tahun 2018 adalah Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat. Nilai indeks domain lapangan dan kesempatan kerja serta partisipasi dan kepemimpinan tidak mengalami perubahan, sedangkan nilainya.
Dinamika Capaian Pembangunan Pemuda Indonesia dalam Periode 2015–2018
Capaian IPP secara Umum
Garis putus-putus pada Gambar 5 menunjukkan perkiraan pertumbuhan IPP yang dapat dicapai oleh suatu provinsi berdasarkan nilai IPP pada tahun 2015. Jika suatu provinsi memiliki nilai IPP sebesar 60 pada tahun 2015 (tepat pada garis putus-putus), maka diharapkan provinsi tersebut dapat mencapai Tingkat pertumbuhan IPP adalah 2%.
Dinamika Domain IPP
Profil Indeks Pembangunan Pemuda 34 Provinsi di Indonesia
Provinsi Aceh
Peningkatan ini disebabkan oleh nilai indeks lapangan dan kesempatan kerja yang meningkat signifikan di saat bidang lain tidak banyak mengalami perubahan atau bahkan mengalami penurunan. Meski demikian, lapangan kerja dan kesempatan kerja masih tercatat sebagai domain dengan nilai indeks terendah di provinsi Aceh pada tahun 2018.
Provinsi Sumatra Utara
Provinsi Sumatra Barat
Peningkatan prestasi di lapangan dan kesempatan kerja, serta di bidang partisipasi dan kepemimpinan akan meningkatkan nilai IPP Provinsi Sumatera Barat secara keseluruhan. Tantangan lain yang dihadapi Provinsi Sumatera Barat adalah pada bidang gender dan diskriminasi yang mengalami penurunan prestasi.
Provinsi Riau
Pada ranah gender dan diskriminasi, tantangan yang dihadapi Provinsi Riau adalah meningkatkan angka partisipasi perempuan muda yang bekerja di sektor formal. Pemerintah Provinsi Riau sebaiknya melakukan upaya yang lebih serius untuk meningkatkan skor domain partisipasi dan kepemimpinan guna meningkatkan skor IPP provinsi ini secara keseluruhan.
Provinsi Jambi
Sementara itu, perbaikan di lapangan dan kesempatan kerja didorong oleh penurunan angka pengangguran kaum muda dari 17,13% pada tahun 2015 menjadi 14,76%. Sedangkan penurunan nilai indeks domain partisipasi dan kepemimpinan disebabkan oleh penurunan porsi generasi muda yang mengikuti kegiatan sosial dan porsi generasi muda yang memberikan nasehat.
Provinsi Sumatra Selatan
Meskipun skor indeks seluruh domain mengalami peningkatan, namun pembangunan pemuda di Provinsi Sumatera Selatan masih menghadapi beberapa tantangan. Ketiga, meskipun trennya membaik, namun skor indeks domain pendidikan remaja Provinsi Sumatera Selatan masih berada pada posisi terendah ketiga secara nasional.
Provinsi Bengkulu
Pertama, proporsi pemuda wirausaha kerah putih masih kecil dan kinerjanya menurun dari 0,19% pada tahun 2015 menjadi 0,08% pada tahun 2018. Sedangkan kinerja ranah pendidikan di Provinsi Bengkulu pada tahun 2018 sebesar 70, meningkat sebesar 3,30 poin dari sebelumnya sebesar 66,70 pada tahun 2015.
Provinsi Lampung
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Provinsi Kepulauan Riau
Sementara itu, kinerja pendidikan dan partisipasi serta kepemimpinan di Provinsi Kepulauan Riau relatif hampir sama dengan kinerja nasional. Kinerja Pembangunan Pemuda di Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2018. Keterangan: X1 (rata-rata lama pendidikan), persentase generasi muda yang merokok), X13 (persentase pernikahan anak),
Provinsi DKI Jakarta
Provinsi Jawa Barat
Provinsi Jawa Tengah
Perbaikan di bidang kesehatan dan kesejahteraan lebih banyak didorong oleh penurunan angka penyakit remaja dari 11% pada tahun 2015. Tantangan kedua terletak pada bidang kesehatan dan kesejahteraan, yaitu angka penyakit remaja (8%) yang masih berada di atas angka nasional. angka.
Provinsi DI Yogyakarta
Persentase remaja putri hamil pada tahun 2018 yang mencapai 24% merupakan tertinggi kelima di Indonesia dan melampaui angka nasional yang hanya sebesar 16,67%. Tantangan ketiga terletak pada bidang gender dan diskriminasi, yaitu rendahnya persentase perempuan muda usia 16-24 tahun yang sedang mengenyam pendidikan menengah dan tinggi (35,73%); Angka ini lebih kecil dibandingkan angka nasional.
Provinsi Jawa Timur
Provinsi Banten
Tantangan pada ranah partisipasi dan kepemimpinan antara lain (i) tingkat partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial yang turun dari 80,16% menjadi 74,08%, (ii) tingkat aktivitas pemuda dalam organisasi (2,92%) yang menempati urutan kedua terendah. Tantangan di bidang pendidikan adalah meningkatkan indikator kinerja rata-rata lama sekolah dan APK sekolah menengah.
Provinsi Bali
Provinsi NTB
Peningkatan nilai indeks domain lapangan dan kesempatan kerja didorong oleh indikator tingkat pengangguran kaum muda yang menurun dari 13,55% pada tahun 2015 menjadi 8,58%. Sementara itu, peningkatan nilai indeks domain partisipasi dan kepemimpinan didorong oleh peningkatan kinerja seluruh indikator antara tahun 2015 hingga 2018, yaitu (i) peningkatan partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial dari 88,77% menjadi 92,85%, (ii) peningkatan partisipasi generasi muda dalam kegiatan sosial, partisipasi dalam organisasi dari 5,02% menjadi 11,21%, dan (iii) peningkatan porsi generasi muda yang memberikan saran/pendapat dalam pertemuan dari 8,76% menjadi 11,07%.
Provinsi NTT
Tantangan terbesar yang dihadapi provinsi NTB adalah bidang kesehatan dan kesejahteraan serta gender dan diskriminasi. Di bidang gender dan diskriminasi, tantangan pertama adalah tingginya angka perkawinan anak (15,48%) dan melebihi angka nasional (11,21%).
Provinsi Kalimantan Barat
Tantangan pertama yang dihadapi provinsi Kalimantan Barat dalam hal pembangunan pemuda adalah pada domain gender dan diskriminasi yaitu (i) tingginya angka pernikahan anak (17,46%) dan melebihi angka nasional ii) angka remaja perempuan yang sedang menempuh pendidikan menengah dan tinggi pendidikan (34,44%), lebih rendah dari angka nasional (38,67%), dan (iii) proporsi perempuan yang bekerja di sektor formal (18,47%), lebih kecil dari angka nasional (24,13%). Hasil Pembangunan Pemuda di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018 Keterangan: X1 (Rata-Rata Sekolah), Persentase Remaja Merokok), X7 (Persentase Remaja Hamil), (Persentase Remaja Memberikan Saran/Pendapat dalam Rapat), X13 (Persentase Pernikahan Anak),
Provinsi Kalimantan Tengah
Sebaliknya, provinsi ini masih tertinggal dalam hal pendidikan, gender dan diskriminasi, serta partisipasi dan kepemimpinan. Tantangan di bidang partisipasi dan kepemimpinan adalah (i) persentase generasi muda yang berpartisipasi dalam kegiatan sosial lebih kecil dibandingkan angka nasional, (ii) persentase generasi muda yang aktif berorganisasi (4,33%) yaitu lebih kecil dari angka nasional (6,36%) dan (iii) persentase generasi muda yang memberikan saran/pendapat dalam rapat (4,72%), juga lebih kecil dari angka nasional (6,72%).
Provinsi Kalimantan Selatan
Sedangkan tantangan pada ranah kesehatan dan kesejahteraan adalah tingginya jumlah remaja perempuan usia 15–18 tahun yang hamil yaitu sebesar 22,29%. Tantangan terakhir terletak pada bidang pendidikan; Nilai seluruh indikator pada domain ini masih berada di bawah angka nasional.
Provinsi Kalimantan Timur
Provinsi Kalimantan Timur harus memberikan perhatian khusus pada domain ini karena nilai indeksnya paling rendah diantara semua domain. Tantangan selanjutnya terletak pada domain partisipasi dan kepemimpinan, yaitu turunnya tingkat partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial dari 77,25% menjadi 70,55%.
Provinsi Kalimantan Utara
Provinsi Sulawesi Utara
Peningkatan nilai indeks domain pendidikan didorong oleh peningkatan APK perguruan tinggi dari 27,68% pada tahun 2015 menjadi 35% pada tahun 2018. Menurunnya nilai indeks domain domain pemuda dan Kepemimpinan daerah harus dibenahi dengan Pemerintahan Daerah Sulut dengan mengoptimalkan peran pemuda dalam masyarakat.
Provinsi Sulawesi Tengah
Pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tengah juga harus memperhatikan upaya peningkatan bidang kerjasama dan kepemimpinan serta bidang gender dan diskriminasi. Capaian Pembangunan Pemuda di Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2018 Keterangan: X1 (Rata-rata lama sekolah), Persentase remaja perokok), X7 (Persentase remaja putri yang hamil), (Persentase remaja yang memberikan saran/pendapat dalam pertemuan), X13 (Perkawinan menilai anak),
Provinsi Sulawesi Selatan
Dari sisi gender dan diskriminasi, tantangannya adalah angka perkawinan anak yang relatif tinggi (14,10%) dan berada di atas angka nasional (11,21%). Pemda Sulsel juga harus meningkatkan partisipasi pemuda melalui peningkatan partisipasi pemuda dan kepemimpinan pembangunan.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Perbaikan di bidang pendidikan harus diikuti dengan perbaikan di bidang kesehatan dan kesejahteraan, serta lapangan kerja dan lapangan kerja, agar produktivitas generasi muda di wilayah ini optimal. Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara perlu memberikan perhatian lebih pada bidang yang prestasinya menurun, yaitu bidang kesehatan dan kesejahteraan serta kerjasama dan kepemimpinan.
Provinsi Gorontalo
Pemerintah daerah Provinsi Gorontalo perlu memberikan perhatian lebih pada bidang yang mengalami penurunan prestasi, yaitu bidang kesehatan dan kesejahteraan. Selain itu, Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo harus memperhatikan daerah-daerah yang nilainya tidak berubah seiring dengan meningkatnya capaian indikator daerah tersebut.
Provinsi Sulawesi Barat
Tantangan di lapangan dan kesempatan kerja adalah persentase wirausahawan muda kerah putih masih rendah (0,16%) dan menempati urutan kelima terendah. Tantangan di bidang gender dan diskriminasi antara lain tingginya angka pernikahan anak (19,43%); Bahkan, angka tersebut merupakan yang tertinggi di Indonesia.
Provinsi Maluku
Tantangan dalam ranah partisipasi dan kepemimpinan antara lain rendahnya partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial dan kecilnya proporsi pemuda yang memberikan masukan dalam pertemuan. Domain partisipasi dan kepemimpinan juga harus mendapat perhatian karena nilai indeksnya turun akibat memburuknya kinerja seluruh indikator yang membentuk indeks domain tersebut, yaitu (i) partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial sebesar 3 poin persentase menjadi 77,15%. , (ii) partisipasi aktif.
Provinsi Maluku Utara
Namun persentase perempuan muda yang bekerja di sektor formal masih lebih rendah dibandingkan angka nasional (24,13%). Penurunan ini terjadi seiring dengan meningkatnya persentase remaja korban kejahatan (dari 0,85% menjadi 2,09%) dan persentase remaja hamil (dari 11,34% menjadi 16,17%).
Provinsi Papua Barat
Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara perlu memberikan perhatian khusus pada bidang-bidang yang mengalami penurunan prestasi, yaitu bidang kesehatan dan kesejahteraan serta gender dan diskriminasi.
Provinsi Papua
Hasil FGD menunjukkan beberapa faktor yang menghambat remaja perempuan bekerja di sektor formal di Provinsi Jawa Barat. Catatan lainnya, dinamika persoalan pembangunan pemuda tidak seragam di setiap kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat.
Fokus Khusus: Analisis Pembangunan Pemuda di Provinsi Jawa Barat
Pendahuluan
Pada tahun 2018, nilai IPP Provinsi Jawa Barat merupakan nilai terendah diantara seluruh provinsi yaitu sebesar 46,20. Analisis dilakukan dengan memaparkan dan mengimplementasikan dinamika IPP Provinsi Jawa Barat pada tingkat kabupaten/kota.
Metodologi
Mengingat dinamika pembangunan pemuda di tingkat provinsi tidak dapat dipisahkan dari dinamika kabupaten/kota, maka penting untuk memahami kondisi perkembangan pemuda di kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Karena hanya 8 dari 15 indikator yang dapat diperoleh datanya, maka perhitungan nilai IPP setiap kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat tidak dapat dilakukan.
Analisis dan Diskusi
Korelasi proporsi remaja perokok dengan angka kematian remaja berdasarkan data tingkat kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat tahun 2018. Angka pengangguran remaja di Provinsi Jawa Barat menurut kategori wilayah, tingkat pendidikan dan gender tahun 2018.
Benang Merah Langkah Ke Depan
Provinsi Jawa Barat dijadikan sebagai daerah uji coba untuk membangun kerangka kerja guna menganalisis situasi dan tantangan pembangunan pemuda. Persentase perempuan muda berusia 16-24 tahun yang sedang bersekolah di sekolah menengah/sederajat atau lebih tinggi.
Penutup
Potret Kinerja Pembangunan Pemuda Indonesia
Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Kalimantan Selatan merupakan dua dari lima provinsi dengan nilai IPP terendah sejak tahun 2015. Nilai IPP Provinsi Kalimantan Selatan mengalami peningkatan yang cukup progresif yaitu sebesar 4,20 poin dari 43,83 pada tahun 2015.
Membangun Kerangka Analisis Situasi dan Tantangan Pembangunan Pemuda di
Kesetaraan Pembangunan Pemuda menurut Status Disabilitas
Capaian Pembangunan Pemuda Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 Keterangan: X1 (rata-rata lama sekolah), persentase remaja perokok), X7 (persentase remaja hamil), (persentase remaja yang memberikan saran/pendapat dalam berpacaran), X13 (angka perkawinan anak ), Pada tahun 2018, persentase generasi muda yang menjadi korban kejahatan di Provinsi Jawa Barat lebih besar dibandingkan angka nasional.