• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dokumen Tentang INOVASI LITERASI

N/A
N/A
Nur Laelly

Academic year: 2023

Membagikan "Dokumen Tentang INOVASI LITERASI"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Ketika mendengar kata literasi, tentu pertanyaan pertama yang ada adalah terkait pengertian literasi.

Mengikuti perkembangan zaman, definisi literasi juga selalu berevolusi sesuai dengan tantangan zaman.

Jika dulu literasi diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis, maka kini literasi sudah mulai digunakan dalam arti yang lebih luas.

Literasi kini telah menjadi salah satu parameter penilaian terhadap siswa dan sistem belajar yang diberikan oleh guru di kelas.

Hal ini berlaku sejak Ujian Nasional ditiadakan dan diubah menjadi AKM (Asesmen Kompetensi Minimum).

Sekolah menjadi wadah yang tepat untuk meningkatkan kemampuan literasi bangsa.

Mengingat semua siswa sekolah adalah generasi penerus bangsa, untuk itu sudah seharusnya siswa memiliki tingkat literasi yang tinggi.

Apa Itu Literasi?

Sederhananya, literasi adalah kemampuan dalam membaca dan menulis. Dimana membaca dapat diartikan sebagai proses menerjemahkan lambang-lambang bahasa hingga diproses menjadi suatu pengertian.

Sedangkan menulis berarti mengungkapkan pemikiran dengan mengukirkan lambang-lambang bahasa hingga membentuk suatu pengertian.

Kini, istilah literasi dapat diartikan dengan lebih luas. Literasi mencakup banyak bidang, seperti literasi komputer, literasi media, literasi digital, dan sebagainya.

Untuk meningkatkan tingkat literasi di Indonesia, kini pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Nah, Gerakan yang satu ini bertujuan untuk menjadikan sekolah sebagai tempat untuk membaca dan menulis agar kelak penerus bangsa dapat selalu literat sepanjang hidup dengan melibatkan peran publik.

Setiap sekolah kini wajib mengadakan gerakan literasi sekolah karena minat membaca dan menulis siswa kini sudah tergolong minum.

(2)

Dengan adanya program literasi sekolah diharapkan dapat membangkitkan minat membaca dan menulis siswa sejak dini.

Apa Tujuan Literasi?

Perlu kamu ketahui bahwa literasi memiliki beberapa tujuan, antara lain sebagai berikut.

1. Membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan cara membaca berbagai informasi bermanfaat.

2. Membantu meningkatkan tingkat pemahaman seseorang dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang dibaca.

3. Meningkatkan kemampuan seseorang dalam memberikan penilaian kritis terhadap suatu karya tulis.

4. Membantu menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti yang baik di dalam diri seseorang.

5. Meningkatkan nilai kepribadian seseorang melalui kegiatan membaca dan menulis.

6. Menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi di tengah-tengah masyarakat secara luas.

7. Membantu meningkatkan kualitas penggunaan waktu seseorang sehingga lebih bermanfaat.

Baca Juga :

3 Contoh Literasi Singkat Berbagai Topik dan Cara Membuatnya dalam Bahasa Indonesia

Apa Manfaat Literasi?

Literasi tentu memiliki berbagai manfaat, adapun berikut beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dari literasi.

1. Menambah perbendaharaan kata “kosakata” seseorang.

2. Mengoptimalkan kinerja otak karena sering digunakan untuk kegiatan membaca dan menulis.

3. Mendapat berbagai wawasan dan informasi baru.

4. Kemampuan interpersonal seseorang akan semakin baik.

5. Kemampuan memahami makna suatu informasi akan semakin meningkat.

6. Meningkatkan kemampuan verbal seseorang.

7. Meningkatkan kemampuan analisis dan berpikir seseorang.

8. Membantu meningkatkan daya fokus dan kemampuan konsentrasi seseorang.

9. Meningkatkan kemampuan seseorang dalam merangkai kata yang bermakna dan menulis.

(3)

Apa saja Prinsip Literasi?

Diketahui terdapat tujuh prinsip literasi, menurut Alwasilah (2012) sebagaimana dikutip dalam buku Pemahaman Konsep Literasi Gender. Adapun ketujuh prinsip literasi tersebut antara lain sebagai berikut.

1. Literasi adalah kecakapan hidup.

2. Literasi mencakup kemampuan reseptif dan produktif dalam upaya berwacana secara tertulis maupun secara lisan.

3. Literasi berhubungan dengan kemampuan memecahkan masalah.

4. Literasi adalah refleksi penguasaan dan apresiasi budaya.

5. Literasi adalah kegiatan refleksi (diri).

6. Literasi adalah hasil kolaborasi.

7. Literasi adalah kegiatan untuk melakukan interpretasi atau penafsiran.

Baca Juga :

5 Contoh Soal AKM Kelas SMA 11 Numerasi dan Literasi Beserta Jawabannya Lengkap

Jenis-jenis Literasi

Literasi dibedakan ke dalam beberapa jenis, yakni sebagai berikut.

1. Literasi Dasar

Literasi dasar merupakan kemampuan dasar dalam membaca, menulis, mendengarkan dan berhitung.

Jenis literasi yang satu ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan kamu dalam membaca, menulis, berkomunikasi dan berhitung.

2. Literasi Perpustakaan

Literasi perpustakaan adalah kemampuan dalam memahami dan membedakan karya tulis berbentuk fiksi dan non-fiksi, dan memahami cara menggunakan katalog dan indeks.

Selain itu, juga kemampuan memahami informasi ketika membuat suatu karya tulis dan penelitian.

3. Literasi Media

(4)

Literasi media adalah kemampuan dalam mengetahui dan memahami berbagai bentuk media seperti media elektronik, media cetak dan lain-lain.

Literasi ini bertujuan untuk memahami cara penggunaan setiap media tersebut.

4. Literasi Teknologi

Literasi teknologi adalah kemampuan dalam mengetahui dan memahami hal-hal yang berhubungan dengan teknologi.

Misalnya saja hardware dan software, mengerti cara menggunakan internet, serta memahami etika dalam menggunakan teknologi.

5. Literasi Visual

Literasi visual adalah pemahaman yang lebih kemampuan dalam menginterpretasi dan memberi makna dari suatu informasi yang berbentuk gambar atau visual.

Literasi visual hadir dari pemikiran bahwa suatu gambar bisa “dibaca” dan artinya bisa dikomunikasikan dari proses membaca.

Komponen Literasi Sekolah

Literasi sekolah terdiri dari enam komponen. Adapun komponen literasi sekolah yang dimaksud adalah sebagai berikut.

1. Komponen literasi usia dini

Pada komponen literasi usia dini, pihak yang harus ikut aktif berperan adalah orang tua, keluarga, guru PAUD, dan pengasuh (jika ada).

2. Komponen literasi dasar

Pada komponen literasi dasar, pihak yang harus ikut aktif berperan adalah pendidikan formal.

3. Komponen literasi perpustakaan

Pada komponen literasi perpustakaan, pendidikan formal adalah pihak yang harus ikut aktif berperan.

4. Komponen literasi teknologi

Di era digital seperti sekarang ini, arus teknologi tidak dapat dibendung. Kemampuan literasi setiap anak harus selalu ditingkatkan agar tidak mudah terjerumus dalam hal-hal yang tidak benar.

(5)

Oleh karena itu, komponen literasi teknologi harus melibatkan peran pendidikan formal dan keluarga.

5. Komponen literasi media

Arus informasi yang disampaikan melalui media tidak bisa diterima mentah-mentah begitu saja.

Seringkali, Bapak/Ibu mendapatkan berita hoax yang menyesatkan. Oleh karena itu, komponen literasi media ini harus melibatkan pendidikan formal, keluarga, dan lingkungan sosial.

6. Literasi visual

Komponen literasi visual membutuhkan peran aktif pendidikan formal dan lingkungan sosial.

Contoh Kegiatan Literasi di Sekolah

Berikut adalah beberapa contoh kegiatan literasi di sekolah beserta penjelasannya

1. Membaca senyap

Contoh kegiatan literasi di sekolah beserta penjelasannya yang pertama mengajak siswa secara sadar untuk mengambil buku sesuai dengan keinginannya di pojok buku dalam kelas.

Setiap siswa dapat memilih topik atau judul buku yang berbeda.

Nantinya, seluruh siswa dapat membaca senyap atau membaca dalam hati (diam) selama sekitar 10 menit. Setelah itu, siswa dapat merangkum bacaan tersebut dalam durasi waktu 5 menit.

2. Membaca dan mendengarkan bersama

Contoh kegiatan literasi di sekolah beserta penjelasannya yang kedua adalah membaca dan mendegarkan bersama.

Ini artinya akan ada perwakilan seorang siswa untuk membaca dan kemudian disimak oleh siswa lainnya.

Topik dan bahan bacaan yang didengar sama, namun siswa diminta untuk dapat menyimpulkan cerita yang didengar dengan kalimat berbeda.

3. Mendengarkan guru bercerita

Contoh kegiatan literasi di sekolah beserta penjelasannya yang ketiga adalah mendengarkan guru bercerita. Peran seorang guru memang berperan penting di dalam kegiatan literasi di sekolah.

(6)

Kegiatan literasi yang ketiga adalah mendengarkan guru bercerita di muka kelas dengan nada nyaring. Setelah mendengarkan guru bercerita, siswa diminta untuk merangkum cerita tersebut.

4. Mendengarkan siswa bercerita

Contoh kegiatan literasi di sekolah beserta penjelasannya yang keempat adalah mendengarkan siswa bercerita. Kegiatan literasi keempat ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa di dalam kelas.

Dimana ada perwakilan siswa yang membaca cerita secara lisan di muka kelas, kemudian siswa lainnya bertugas untuk meresume. Cerita yang dibaca bersifat faktual atau cerita fiksi.

5. Menyimak video pembelajaran

Kegiatan literasi kelima adalah menyimak video pembelajaran yang ditampilkan oleh guru melalui LCD proyektor.

Seluruh siswa menyimak video tersebut dan kemudian merangkumnya dengan bahasa sendiri.

6. Menyimak berita audio visual

Kegiatan literasi keenam adalah menyimak berita aktual dan faktual secara online atau memutar rekaman ulang berita di muka kelas.

Setelah menyimak, siswa diminta untuk meresume terkait dengan konteks terjadinya peristiwa yang ada dalam berita tersebut. Ketika meresume, siswa wajib menjelaskan menggunakan rumus 5W+1H.

7. Menyimak berita radio

Kegiatan literasi ketujuh adalah menyimak berita radio dalam bentuk audio.

Setelah menyimak, siswa diminta untuk meresume. Sama halnya dengan kegiatan literasi keenam tadi, siswa wajib meresume dengan memuat beberapa pertanyaan konteks peristiwa menggunakan rumus 5W+1H.

8. Meresume kegiatan di hari libur

Kegiatan literasi kedelapan adalah siswa meresume kegiatan selama hari libur sekolah.

Siswa diminta untuk menuliskan pengalaman selama berlibur, mengingat setiap siswa tentu memiliki pengalaman berbeda dalam berlibur.

9. Siswa menulis predikasi cerita

(7)

Kegiatan literasi selanjutnya adalah menulis predikasi cerita. Dimana guru menampilkan gambar, sedangkan siswa bertugas untuk menuliskan prediksi cerita dari gambar tersebut.

Satu gambar diceritakan secara tertulis oleh siswa dan melanjutkan ceritanya sampai akhir.

10. Siswa menulis prediksi berita

Kegiatan literasi selanjutnya adalah menulis prediksi berita.

Dimana guru menampilkan contoh kasus dalam bentuk gambar, sedangkan siswa bertugas untuk menuliskan prediksi beritanya termasuk latar dan konteks peristiwanya.

11. Menulis cerita pendek berdasarkan pengalaman

Kegiatan literasi yang satu ini mengajak siswa untuk menulis cerita pendek sebanyak tiga paragraf.

Siswa dapat menulis cerita pendek berdasarkan pengalaman masing-masing. Melalui tiga paragraf yang ditulis dapat memberikan kesan unik pada setiap tulisan masing-masing siswa.

12. Menciptakan puisi

Kegiatan literasi selanjutnya adalah menciptakan puisi. Seperti yang kita ketahui, puisi juga menjadi bagian dari literasi.

Siswa dapat menulis puisi secara bebas sesuai dengan kesukaan masing-masing.

13. Mendengarkan guru berpuisi dan siswa memprosakan

Kegiatan literasi yang satu ini mengajak siswa untuk mendengarkan puisi yang dibacakan oleh guru di muka kelas.

Kemudian, siswa bertugas untuk memprosakan isi dari puisi tersebut sesuai kemampuan.

14. Membaca puisi dan menentukan pesan penyair

Kegiatan literasi keempat belas ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa di dalam kelas.

Dimana ada perwakilan siswa yang membaca puisi di muka kelas, kemudian siswa lainnya bertugas untuk menentukan amanat dari puisi tersebut.

15. Menyimak gambar

(8)

Contoh kegiatan literasi di sekolah beserta penjelasannya yang terakhir adalah menyimak

gambar seri yang ditampilkan oleh guru. Kemudian, siswa wajib menuliskan arti gambar tersebut dalam bentuk cerita.

Itulah informasi yang bisa Mamikos bagikan terkait contoh kegiatan literasi di sekolah beserta penjelasannya.

Seperti yang kita ketahui, kini literasi telah menjadi salah satu parameter penilaian terhadap siswa dan sistem belajar yang diberikan oleh guru di kelas.

Referensi

Dokumen terkait

untuk memfasilitasi siswa untuk membaca. Buku-buku tersebut dapat dibaca saat kegiatan literasi sekolah berlangsung. Selain itu, saat istirahat siswa juga dapat membaca

Guru mengembangkan target kepada siswa untuk membaca minimal dalam satu hari membaca satu ayat (one day one ayat). Pada kegiatan lain siswa membaca buku-buku di pojok

Mendatangi pojok baca antara 3-5 kali, mengambil buku yang disediakan, dan membaca di bangku siswa Mendatangi pojok baca sebanyak 1-2 kali saja Tidak mendatangi pojok baca

Dibutuhkan komitmen yang kuat agar kita dapat membumikan budaya literasi, budaya literasi dimulai dari pembiasaan membaca buku, membiasakan membaca akan mudah

siswa). Siswa bersama guru menyanyikan lagu Garuda Pancasila diiringi dengan instrument musik.. Guru mengajak siswa membaca senyap buku bacaan yang mereka bawa. Hal

Anak-anak dan remaja yang aktif membaca dan terlibat dalam aktivitas literasi di pojok baca dapat memiliki peluang lebih baik untuk mencapai prestasi akademis yang lebih tinggi.. Selain

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat baca siswa yaitu membuat pojok literasi, menambah buku bacaan, menerapkan kegiatan literasi, dan mendampingi siswa yang belum

Adapun, hampir sama dengan pojok baca dikelas, namun diadakan dimasyrakat, beda tempat namun dengan misi memudahkan peserta didik dlam mendapatkan ilmu, literasi membaca.16