No Judul Hasil Analisis 1 PROBLEMATIKA
PEMBELAJARAN KIMIA PESERTA DIDIK PADA PEMAHAMAN KONSEP DAN PENYELESAIAN SOAL SOAL HITUNGAN
Permasalahan:
Kemampuan peserta didik pada penyelesaian soal soal hitungan kimia stoikiometri dan konsep mol masih rendah dengan ketuntasan kelas rata-rata 60% - 65%
Metode ceramah dan metode penugasan yang membuat siswa kurang aktif dan mengalami kesulitan dalam mempelajari ilmu kimia
Rendahnya kemampuan peserta didik dalam menganalisa soal
Hasil/solusi:
Untuk mengatasi permasalahan dapat digunakan Model Pembelajaran Problem Base learning atau pembelajaran berbasis masalah
Pemberian permasalahan dalam pembelajaran dapat mengembangkan kemampuan dan daya pikir dalam menyelesaikan soal soal hitungan dan memahami konsep dalam pembelajaran kimia
Pembelajaran dengan cara memecahkan masalah yang dihadapi dengan tidak terpaku pada penghapalan rumus dapat membuat peserta didik termotivasi dan mudah dalam penyelesaian soal soal hitungan dan pemahaman konsep
2.
PENGEMBANGAN
MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA MINYAK BUMI BERBASIS GREEN CHEMISTRY
BERBANTUAN
ARTICULATE STORYLINE
Permasalahan:
Pembelajran konvensional (ceramah) membuat menurunnya minat belajar siswa dan mudahnya merasa bosan
Penggunaan media pembelajaran yang tetap atau tidak mengikuti perkembangan
membuat siswa bosan dan sulit memahami materi yang disampaikan
Kurangnya media pembelajaran yang
mendukung gaya belajar siswa yang berbeda- beda
Kurangnya ketertarikan untuk belajar materi kimia
Solusi/hasil:
Digunakan media pembelajaran interaktif articulate storyline berbasis green chemistry pada materi minyak bumi
Materi dikemas dalam bentuk tulisan, audio, dan video animasi yang menarik.
Media pembelajaran articulate storyline berbasis green chemistry pada materi minyak bumi mendapatkan respon siswa dengan persentase rata-rata sebesar 71%
menunjukkan kategori baik.
3. VIDEO PEMBELAJARAN ANIMASI PADA MATERI LAJU REAKSI KELAS XI DI SMA
Permasalahan:
Kesulitan dalam memahami materi laju reaksi terutama dalam memahami konsep reaksi- reaksi yang bersifat mikroskopik.
Penggunaan media yang kurang dapat menjelaskan konsep kimia yang bersifat makroskopik, sehingga siswa mudah bosan Hasil/Solusi:
Kegiatan belajar mengajar dengan
menggunakan media pembelajaran berupa video eksperimen dan animasi untuk meningkatkan penguasaan konsep materi kimia terutama dalam aspek makroskopik, mikroskopik, dan simbolis.
Membuat siswa menjadi sangat antusias dalam proses pembelajaran sehingga terlihat aktivitas dan motivasi belajar siswa menjadi meningkat.
4. PENERAPAN MULTIMEDIA BASED LEARNING (MBL) PADA MATA PELAJARAN KIMIA UNTUK
MENINGKATKAN SELF-REGULATED LEARNING (SRL) SISWA SMA N 1 SLEMAN
Permasalahan:
Terbatasnya jam pelajaran di sekolah yang tidak sebanding dengan banyaknya materi yang harus dikuasai siswa.
Kurangnya kesempatan lebih kepada siswa untuk berlatih mengasah otak.
Kemandirian siswa dalam belajar dan Self Regulated Learning (SRL) siswa
Hasil/Solusi:
Meningkatkan SRL siswa dengan melakukan inovasi dalam pembelajaran kimia dengan penggunaan multimedia based learning
(1) tidak ada perbedaan yang signifikan pada SRL siswa SMA N 1 Sleman yang mengikuti pembelajaran kimia yang terlihat bahwa nilai probabilitas sebesar 0,711 atau nilai
probabilitas > 0,05 (2) ada perbedaan yang signifikan pada SRL siswa SMA N 1 Sleman sebelum dan sesudah mengikuti
pembelajaran kimia yang menerapkan MBL, yakni dilihat dari hasil uji paired samples t- test, harga p (0,000) < 0,05.
5. PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KIMIA SMA/MA MATERI HIDROKARBON DAN MINYAK BUMI BERWAWASAN LINGKUNGAN HIDUP
Permasalahan:
Kegiatan pembelajaran di kelas penggunaan buku paket dan LKS sebagai sumber belajar siswa masih kurang dalam mengaitkan materi kimia dengan wawasan lingkungan hidup
Penggunaan sumber belajar lain yang terintegrasi dengan wawasan lingkungan hidup juga masih terbatas
Hasil/Solusi:
Dibuatkan modul pembelajaran berbasis cetak berisi materi hidrokarbon dan minyak
bumi yang dilengkapi materi wawasan lingkungan hidup yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa peduli lingkungan peserta didik.
Berdasarkan hasil respon sepuluh peserta didik terhadap modul pembelajaran hidrokarbon dan minyak bumi berwawasan lingkungan hidup didapatkan respon positif dengan memperoleh skor 164 dari skor maksimal 170 sehingga memperoleh persentase keidealan 96,4%.