INSTALASI TENAGA LISTRIK PENGUKURAN TEGANGAN
Disusun untuk Memenuhi Matakuliah Gangguan dan Sistem Proteksi Dibimbing oleh Bapak Quota Alief Sias, S.T, M.T.,
Oleh:
ASHARI PUJO SULISTYO 190534646473
S1 PTE 19 OFF A
UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO September 2021
I. Tujuan Praktikum
a. Mahasiswa dapat mengetahui nilai tegangan di rumah masing-masing.
b. Mahasiswa dapat menggunakan software dalam pengukuran tegangan.
c. Mahasiswa dapat menganalisis hasil pengukuran.
II. Dasar Teori
Multimeter dapat digunakan sebagai amper meter dan volt meter. Agar dapat berfungsi sebagai volt meter, selector pemilih fungsi diletakkan pada V (volt). Pada pengukuran tegangan, volt meter dipasang parallel dengan resistor atau komponen yang akan điukur tegangannya. Untuk keamanan pilih batas ukur terbesar, kemudian diturunkan sampai diperoleh tampilan yang benar dan mudah dibaca.
Amper meter adalah instrument yang digunakan untuk mengukur arus listrik Agar berfungsi sebagai amper meter, selectot fungsi pada multimeter diletakkan pada posisi A (amper meter). Arus listrik akan mengalir jika ada perbedaan potensial pada rangkaian tertutup. Oleh karena itu dalam pengukuran arus listrik, amper meter dipasang seri dengan sumber daya dan resistor beban yang sedang diukur arusnya. Dan membentuk rangkaian tertutup.
Pengukuran arus listrik mengandung resiko yang lebih besar dibanding pengukuran nilai resistor. Kesalahan dalam pengukuran arus akan dapat merusak amper meter. Jika polaritas amper meter terbalik dapat menyebabkan amper meter rusak. Demikian juga apabila arus yang mengalir jauh lebih besar dari batas ukur atau kemampuan amper meter akan merusak meter. Apulagi jika arus yang mengalir adalah arus AC sedangkan amper meter pada posisi DC, maka multimeter akan terbakar. Olch karena itu, sebelum melakukan pengukuran, perlu dihitung dulu besarnya arus secara teori. Kemudian dipilih batas ukur yang sesuai dan jenis arus yang sesuai pula.
Untuk menghindari terjalinya kesalahan yang bisa menyebabkan keruwkan, setelah rangkaian pengukuran selesai disusun, perlu diperiksa sekali lagi kebenarannya. Setelah yakin benar rangkaiannya barulah dihidupkan catu daya dan multimeternya. Untuk lebih jelasnya perhatikan sekali lag gambar 2.1
Gambar 1.1 Multimeter digital dan analog
Pada multimeter digital, DCA merupakan arus DC, jika selector diletakkan pada posisi DCA besaran yang akan diukur adalah arus DC. ACA merupakan arus AC, jika selector diletakkan pada posisi ACA, multimeter berfungsi sebagai pengukur arus AC.
Sedangkan DCV berarti tegangan DC dan ACV artinya tegangan AC. Pada multimeter analog, tanda sinus A- sebagai anus AC, dan tanda searah A- sebagai arus DC. Tanda V- sebagai tegangan AC dan tanda V- sebagai tegangan DC.
Untuk pengukuran tegangan, multimeter dipasang parallel, polaritas positif catu daya terhubung dengan positif multimeter dan negative catu daya terhubung dengan negative multimeter. Untuk mengoperasikan multimeter, probe hitam dihubungkan ke COM, sedangkan probe lainnya ke A jika untuk mengukur arus dan V jika akan digunakan untuk mengukur tegangan. Dalam hal ini A atau V sebagai polaritas positif (+) dan COM sebugai polaritas negative (-).
Untuk mengukur arus dan tegangan diperlukan catu daya. Pada catu daya, besarnya tegangan yang dikeluarkan dapat diatur dengan selector pengatur. Besarnya tegangan yang keluar dapat ditunjukkan oleh jarum pada skala yang tersedia. Terdapat tiga terminal output, yaitu negative (-), GND dan positif (). Jika dikehendaki tegangan yang keluar 0 - 10 Volt misalnya, maka probe penghubung dimasukkan ke terminal GND dan positif.
Sedangkan jika dikehendaki -15 V sampai 15 V misalnya, maka probe penghubung dimasukkan ke terminal negative (-) dan positif (+).
III. K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
1. Berdoalah sebelum dan sesudah melakukan praktikum.
2. Gunakan peralatan tangan yang sesuai dengan fungsinya jika diperlukan.
3. Periksa terlebih dahulu semua alat dan bahan yang digunakan.
4. Perhatikan dan pahami petunjuk praktikum pada lembar kegiatan belajar.
5. Pastikan untuk menghubungkan atau menempelkan probe positif daan probe negatif dari alat ukur ke fasa dan ground secara benar.
6. Pastikan aliran listrik terputus sebelum menyambungkan rangkaian.
IV. Praktikum 1
1. Alat dan Bahan
1) Avometer/Multimeter/Multitester 1 buah
2) Tespen 1 buah
3) Saklar 1 buah
4) Kotak kontak 1 buah
5) MCB 1 buah
2. Langkah Percobaan
1) Persiapkan alat ukur (Avometer/Multimeter/Multitester).
2) Nyalakan alat ukur, lalu pilih alat ukur agar berada pada posisi AC Volt Meter dengan skala yang dibutuhkan (>220 Volt).
3) Tentukan sambungan fasa yang ada pada komponen yang akan diukur, seperti kotak maupun saklar menggunakan tespen.
4) Hubungkankan atau tempelkan probe berwarna merah dari alat ukur fasa pada komponen yang akan diukur.
5) Hubungkan probe lainnya ke sambungan ground pada kotak kontak saklar.
Gambar 1.2 Contoh Pengukuran Nilai Pada Kotak Kontak
6) Amati yang muncul pada layar multimeter anda dan catat hasil pengukurannya di hasil percobaan.
7) langkah nomor 3 hingga 6 dengan waktu dan tempat pengukuran yang berbeda.
3. Hasil Percobaan
Tabel 1.1 Pengukuran Tegangan No. Waktu/Jam Lokasi/KomponenTerukur
Nilai tegangan (V) dan frekuensi
(optional) Gambar
1 18:30
23/09/2021
Kamar Tidur
/Steker 230V 50-60Hz
2 07.00
24/09/2021 Kamar Tidur
/Steker 224V 50-60Hz
3 18.30 24/09/2021
Kamar Tidur
/Steker 222V 50-60Hz
4 15.40
25/092021 Fiting lampu 219V 50-60Hz
5 10.20
27/09/2021 Kamar Tidur
/Steker 225V 50-60Hz
6 19.30
26/09/2021 Kamar Tidur
/Steker 243V 50-60Hz
7 17.05
27/09/2021 Dapur / Steker 225V 50-60Hz
8 21.10
27/09/2021
Ruang Tamu/
Steker 226V 50-60Hz
Soal
Jelaskan penyebab nilai pengukuran tegangan tidak bisa secara tepat bernilai selalu sama pada setiap pengukuran pada tabel yang didapatkan! Tambahkan analisa frekuensi jika avometer/multimeter yang digunakan support/dapat untuk mengukurnya.
Analisis Data
Kesimpulan
Kendala
V. Praktimum 2 (Percobaan Simulasi) 1. Load Flow Program ETAP
Tujuan
1) Mahasiswa dapat memahami pengoprasian program ETAP.
2) Mahasiswa dapat memahami single line diagram sistem tenaga listrik dan setting komponen di ETAP.
3) Mahasiswa dapat menganilisis drop tegangan dan rugi daya yang terjadi pada sistem yang dibuat.
Gambar Sistem
Power Grid : sumber tegangan untuk suplai daya baik dari generator atau gardu induk bagian dari sebuah sistem tenaga listrik interkoneksi yang cukup besar.
Busbar : biasa disebut Bus yaitu tempat penyambungan beberapa komponen dari sistem tenaga listrik baik dari saluran transmisi, jaringan distribusi, power grid, atau dari beban.
Drop Tegangan
Vd=Vs−Vr Dimana : Vd = Tegangan drop
Vs = Tegangan kirim Vr = Tegangan terima
Langkah Percobaan
1) Buka software ETAP, klik file kemudian new project.
2) Beri nama file program dan setting unit system ke matric (50Hz) 3) Rangkaialah single line diagram seperti gambar berikut:
4) Setting komponen sesuai data percobaan 1
5) Klik Load flow analysis kemudian klik run load flow maka akan muncul Data Block pada tiap komponen. Setting Data Block sesuai data yang ingin ditampilkan
6) Klik Display Options untuk menampilkan nilai-nilai pada rangkaian.
7) Klik Report manager untuk mendapatkan data Losses dan Alert Complete.
8) Lakukan kembali sesuai data percobaan 2.
Data Percobaan 1. Percobaan 1
Data komponen sistem tenaga listrik yang perlu disetting sebagai berikut:
1) Power grid 220V
2) Rating Fuse 480 V size 10 A
3) Rating Circuit Breaker size 10;10 A; 480 V 4) Kabel 01 panjang 20 meter, ukuran 6 mm 5) Kabel 02 panjang 30 meter; ukuran 6 mm 6) Kabel 03 panjang 5 meter; ukuran 6 mm 7) Kabel 04 panjang 25 meter; ukuran 6 mm 8) Rating Load01 250V; 50Watt
9) Rating Load02 250V; 750Watt 10)Rating Load03 240V; 200Watt 11)Rating Load04 240V; 75Watt 2. Percobaan 2
Data komponen sistem tenaga listrik yang perlu di setting sebagai berikut:
1. Power grid 311 V
2. Rating Fuse 480V; size 10 A
3. Rating Circuit Breaker size 10; 10 A; 480 V 4. Kabel 01 panjang 20 meter; ukuran 6 mm 5. Kabel 02 panjang 30 meter; ukuran 6 mm 6. Kabel 03 panjang 5 meter; ukuran 6 mm 7. Kabel 04 panjang 25 meter; ukuran 6 mm 8. Rating Load01 250 V; 60 Watt
9. Rating Load02 250V; 780 Watt 10.Rating Load03 240V; 300 Watt 11.Rating Load04 240V; 100 Watt 2. Hasil Percobaan
Simulasi 1
Rangkaian