PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Strategi yang digunakan guru masih kurang efektif sehingga masih ada beberapa siswa yang belum memiliki sarana dan prasarana untuk mengikuti pembelajaran daring. Strategi online yang digunakan guru tidak dapat diterapkan secara maksimal dalam proses belajar mengajar.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Lembaga sekolah mendapatkan sumbangsih dari peneliti terhadap masalah kesulitan belajar khususnya bidang studi agama Islam yang dihadapi siswa dan cara mengatasinya, agar lembaga sekolah dapat dengan cepat mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa dan meningkatkan kualitas pendidikan. sedang belajar. pendidikan agama Islam di sekolah tersebut agar tujuan pendidikan di sekolah tersebut dapat tercapai. Peneliti dapat memperoleh banyak pengetahuan tentang kesulitan belajar yang dihadapi siswa khususnya siswa SMA XI Negeri 06 Bengkulu Tengah.
LANDASAN TEORI
Tinjauan Tentang Kesulitan Belajar
Namun kenyataan sehari-hari tampak jelas bahwa siswa memiliki perbedaan kemampuan intelektual, kemampuan fisik, latar belakang keluarga, kebiasaan dan pendekatan belajar, yang terkadang sangat mengejutkan antara siswa yang satu dengan yang lainnya. Tips Mengatasi Gangguan Belajar, (Jogjakarta: Katahati, 2007), h. 52 Marno dan Idris, Strategi dan metode pengajaran, h. Disabilitas siswa mengacu pada gejala dimana siswa tidak mampu belajar, sehingga hasil belajarnya berada di bawah potensi intelektualnya. Hal itu merujuk pada siswa yang memiliki tingkat potensi intelektual di atas normal, tetapi prestasinya relatif rendah.
Ia tergolong slow learner dalam proses pembelajaran, sehingga membutuhkan waktu yang lama dibandingkan dengan siswa lain yang memiliki tingkat potensi intelektual yang sama53. Langkah mengamati indikator kesulitan belajar siswa pada hakekatnya adalah upaya untuk menemukan secara utuh permasalahan kesulitan belajar yang dihadapi siswa. Karena kegiatan ini melibatkan layanan tutorial, langkah ini menganalisis: kesulitan belajar yang dialami siswa. 54.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa siswa yang mengalami kesulitan belajar adalah siswa yang tidak dapat mencapai tujuan pembelajaran baik dari segi penguasaan materi pembelajaran. Faktor eksternal dalam diri siswa, yaitu hal-hal atau keadaan yang berasal dari luar diri siswa itu sendiri. Jadi dapat diasumsikan bahwa kesulitan belajar yang dialami siswa disebabkan oleh faktor internal atau hal-hal dan keadaan yang timbul dari dalam diri siswa sehingga dapat menghambat proses belajar mengajar.
Padahal, siswa yang mengalami sindrom di atas pada umumnya memiliki potensi IQ yang normal bahkan ada yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Oleh karena itu, kesulitan belajar yang dialami siswa hanya disebabkan oleh gangguan ringan pada otak.
Konsep Mata Pelajaran PAI
Pendidikan agama Islam merupakan upaya pembinaan dan pembinaan peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara utuh. Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar dan terencana untuk mempersiapkan peserta didik mengenal, memahami dan menghayati ajaran Islam disertai tuntunan untuk menghormati pemeluk agama lain dengan memperhatikan kerukunan antar umat beragama sehingga terwujud persatuan dan kesatuan bangsa. Dilihat dari cakupan topik pendidikan agama Islam secara keseluruhan mencakup berbagai materi seperti Al-Qur'an dan al-Hadits, Aqidah, Akhlak, Fiqh, SKI.
Pelajaran agama Islam juga dibarengi dengan syarat agar peserta didik memiliki kompetensi keagamaan agar mampu menghargai pemeluk agama lain dalam kaitannya dengan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat, sehingga peserta didik dapat berpartisipasi dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Ruang lingkup pendidikan agama Islam meliputi keselarasan, keserasian dan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia dan hubungan manusia dengan makhluk lain (selain manusia) dan lingkungan. Ruang lingkup pendidikan agama Islam di SMP menitikberatkan pada lima aspek yaitu agama, al-Qur'an/al-Hadits, Syariah, akhlak dan SKI.70.
Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam memuat minimal keterampilan yang harus dikuasai siswa selama belajar pendidikan agama Islam di sekolah menengah kejuruan. Kemampuan ini menitikberatkan pada perilaku afektif dan psikomotorik dengan dukungan pengetahuan kognitif untuk memperkuat keimanan, ketakwaan dan ibadah kepada Allah SWT.
Kajian Penelitian Terdahulu
Strategi guru mengatasi kesulitan siswa pada mata pelajaran PAI pada masa pandemi Covid 19 di SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah. Hal senada juga ditekankan Ny. Yepi Susita sebagai guru PAI di SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah. Ibu mengungkapkan hal yang sama. Yepi Susita sebagai guru PAI di SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah.
Kesulitan yang dihadapi guru dalam mengajarkan pelajaran PAI pada masa pandemi Covid 19 di SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah. Hal senada diungkapkan Kepala Sekolah SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah, Ny. Fawid Farida Lestari Utami. Hal senada diungkapkan oleh guru lainnya yaitu mr. Rojinsontu sebagai guru IPA di SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah.
Strategi guru mengatasi kesulitan siswa dalam menghadapi topik PAI pada masa pandemi Covid 19 di SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah. Demikian strategi guru mengatasi kesulitan siswa dalam menghadapi mata pelajaran PAI pada masa pandemi Covid 19 di SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah antara lain. Selama proses belajar mengajar di SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah masih berlangsung tatap muka.
Bagaimana strategi guru mengatasi permasalahan siswa mata pelajaran PAI pada masa pandemi Covid 19 di SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah. Permasalahan yang dihadapi guru dalam mengajar mata pelajaran PAI pada masa pandemi Covid 19 di SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah.
Kerangka Berfikir
METODE PENELITIAN
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan selama kurang lebih satu bulan dan menunggu SK penelitian turun.
Sumber Data
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari subjek dengan menggunakan alat ukur atau alat pengambilan data langsung pada subjek sebagai sumber informasi yang dicari. Data primer dalam penelitian ini adalah data strategi guru mengatasi kesulitan siswa dalam memahami materi PAI di masa pandemi Covid 19 yang diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan, sedangkan data primer diperoleh dari sebanyak 10 orang. , terdiri dari kepala sekolah (1 orang), asisten siswa (1 orang), perwakilan kurikulum (1 orang), guru PAI (1 orang), guru mata pelajaran lain (1 orang), dan siswa kelas XI SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah di berjumlah (5 orang). Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui pihak lain dan tidak langsung diperoleh peneliti dari subjek.79 Data sekunder berupa data dokumentasi atau data laporan yang tersedia.
Data sekunder dalam penelitian ini adalah arsip atau dokumentasi yang ada di SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah, baik sejarah sekolah, visi-misi dan sistem serta implementasi pendidikan karakter jujur pada kepribadian siswa.
Instrumen Penelitian
Karena instrument atau alat ini juga mencerminkan bagaimana pelaksanaannya, maka sering juga disebut teknik penelitian. Observasi yang dilakukan peneliti meliputi fokus kajian yang diteliti yaitu: Bagaimana strategi guru mengatasi kesulitan siswa dalam memahami mata pelajaran PAI pada masa pandemi Covid 19 di SMA Negeri 06 Untuk mengatasi Bengkulu Tengah. Sedangkan melalui wawancara, peneliti menyiapkan beberapa pertanyaan untuk dijadikan bahan data atau sumber yang relevan dalam penelitian.
Agar guru dapat memahami strategi yang digunakan agar siswa dapat memahami mata pelajaran PAI.
Teknik Pengumpulan Data
Observasi adalah “sarana pengumpulan data dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematis fenomena yang diselidiki”. 81 Metode ini digunakan untuk menemukan strategi guru dalam mengatasi kesulitan siswa dalam memahami mata pelajaran PAI di masa pandemi Covid 19. Wawancara adalah metode penelitian yang meliputi pengumpulan data melalui interaksi verbal langsung antara pewawancara dan responden 82 Wawancara dilakukan untuk memperoleh data tentang pendidikan karakter jujur. Untuk mendapatkan data yang valid, penulis mewawancarai langsung kepala sekolah, guru PAI, siswa kelas XI SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah tentang strategi guru dalam memahami kesulitan siswa dalam memahami mata pelajaran PAI di masa pandemi Covid 19.
Dokumentasi adalah “metode yang meneliti benda-benda tertulis seperti buku, jurnal, dokumen, peraturan, risalah.
Teknik Keabsahan Data
Metode ini digunakan untuk menganalisis strategi guru dalam mengatasi kesulitan siswa dalam memahami mata pelajaran PAI pada masa pandemi Covid 19 di SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah. Data hasil penelitian ini perlu direduksi meliputi hasil wawancara, dokumentasi dan observasi yang berisi tentang strategi guru dalam mengatasi kesulitan siswa dalam memahami mata pelajaran PAI pada masa pandemi Covid 19 di SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah. Hal senada diungkapkan salah satu siswa kelas XI SMA Negeri 06 Bengkulu Muhammad Geo mengiyakan.
Menurut saya dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah kita masih melaksanakan sistem tatap muka, namun dalam hal ini kita tetap melaksanakan anjuran yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dari pernyataan kedua informan di atas, ditegaskan kembali oleh guru SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah lainnya yaitu Ny. kata Tebi. Hal senada diungkapkan salah satu siswa kelas XI SMA Negeri 06, kata Putri Anjani Bengkulu.
Perbedaan strategi yang digunakan guru PAI SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah dalam mengatasi kesulitan siswa dalam proses belajar mengajar khususnya mata pelajaran PAI, pihak sekolah juga menerapkan proses tersebut selain menggunakan sistem online. Dari wawancara di atas, hal ini ditegaskan kembali oleh salah satu guru di SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah, kata Bapak Rojinsontu. Dari wawancara di atas, Kepala Sekolah SMA Negeri 06 Bengkulu, Ny. Fawid Farida Lestari Utami, menegaskan hal itu.
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan seorang guru dalam mengajar dari rumah ke rumah, hal ini diungkapkan oleh Ny. Yepi Susita sebagai guru PAI di SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah. Proses pembelajaran PAI di SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah pada masa pandemi saat ini terdapat beberapa kesulitan yang dihadapi para guru diantaranya. Dalam pembelajaran mata pelajaran PAI yang kami ajarkan di kelas XI SMA Negeri 06 Bengkulu, kami menemukan beberapa kesulitan.
Salah satu kendala guru dalam menangani proses pembelajaran mata pelajaran PAI dengan sistem online ini adalah mahalnya kuota internet, seperti diungkapkan Kepala Sekolah SMA Negeri 06 Bengkulu Tengah Ny. Fawid Farida Lestari Utami.
Teknik Analisa Data