PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Masih terdapat remaja yang belum memiliki tingkat kesadaran remaja untuk mengikuti kegiatan yang dilakukan di masjid. Beberapa remaja di Desa Permu merasa sudah cukup dengan pendidikan agama yang mereka peroleh di sekolah.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui program kegiatan Masjid Syuhadah dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam bagi remaja di desa Permu Kabupaten Kepahiang Kabupaten Kepahiang. Untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung Program Kegiatan Masjid Syuhadah dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam bagi remaja di Desa Permu Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang.
Manfaat Penelitian
LANDASAN TEORI
Masjid
Sebagai lembaga pendidikan, masjid pada awal perkembangannya dimanfaatkan sebagai sarana informasi dan transmisi ajaran Islam. Masjid merupakan lembaga pendidikan ekstrakurikuler yang merupakan lembaga terpenting dan penting dalam mendidik dan mengembangkan umat. Umat Islam baru mengenal lembaga pendidikan sekolah yang dekat dengan sistem dan wujudnya seperti sekarang ini hanya pada abad ke lima belas Hijriah atau abad kesebelas Masehi.
Hasan Langgulung menyatakan bahwa masjid merupakan lembaga pendidikan terpenting pada masa Nabi dan khulafa' ar-rasyidin. Selain itu masjid merupakan sumber pancaran akhlak karena di sanalah umat Islam menikmati akhlak yang mulia.15. Masjid berfungsi sebagai tempat belajar mengajar khususnya ilmu agama yang fardu ‘ain bagi umat Islam.
Dengan hadirnya umat Islam disekitarnya, maka masjid berperan mengkoordinasikan mereka untuk menyatukan potensi dan kepemimpinan masyarakat. Masjid merupakan jantung kehidupan umat Islam yang selalu berdetak untuk menyebarkan dakwah Islam dan budaya Islam.
Pendidikan Islam
19Moh Roqib, Ilmu Pendidikan Islam Pengembangan Pendidikan Integratif di Sekolah, Keluarga dan Masyarakat, (Yogyakarta: LKis Yogyakarta, 2009), p Arifin menyatakan bahwa pendidikan Islam adalah suatu upaya untuk mengubah perilaku individu dalam kehidupan pribadi atau kehidupan sosial dan kehidupan dalam alam. lingkungan sekitar.21. Menurut Yusuf Qardhawi dengan memberikan pengertian bahwa pendidikan Islam adalah pendidikan seseorang seutuhnya akal dan hatinya, ruhani dan jasmani, akhlak dan ketrampilan.
Secara sederhana pendidikan Islam juga dapat diartikan sebagai pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai ajaran Islam sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an dan hadis dalam pendapat para ulama dan dalam praktik sejarah umat Islam. 22. Pendidik atau guru, yaitu subyek penyelenggara pendidikan Islam yang mempunyai peranan penting dalam kelangsungan pendidikan. Metode pendidikan Islam, yaitu cara tercepat yang digunakan oleh suatu lembaga pendidikan untuk menyampaikan materi atau materi pendidikan Islam kepada peserta didik.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup pendidikan Islam mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan Islam. Menurut Muhammad Oemar al-Toumy al-Syaibani menegaskan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah meningkatkan nilai-nilai akhlak hingga mencapai akhlak al-karimah. Rahman Saleh Abdullah, menemukan bahwa tujuan utama pendidikan Islam meliputi tujuan jasmani, tujuan spiritual, dan tujuan mental.
Pendidikan Islam berlangsung seumur hidup, sehingga menjadi tujuan akhir ketika kehidupan di dunia ini berakhir. Tujuan akhir pendidikan Islam dapat dipahami dalam firman Allah SWT dalam surat Q.S. Ali Imran : 102). Kamil Manusia yang mati dan akan disembah sebagai tuhannya merupakan tujuan akhir dari proses pendidikan Islam.
Pendidikan Islam bertujuan untuk memajukan pola kepribadian manusia yang utuh melalui pelatihan kejiwaan, kecerdasan otak, penalaran, perasaan dan panca indra. Dengan demikian, tujuan pendidikan Islam mempunyai arti yang luas, yaitu pengenalan manusia sebagai hamba Allah SWT sebagai khalifah, dan pengenalan manusia sebagai makhluk sosial. Ijtihad dalam pendidikan harus tetap bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah yang berlandaskan akal sehat para ahli di bidang pendidikan Islam.
Ijtihad dalam bidang pendidikan masih harus bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah yang disikapi oleh akal sehat para ahli pendidikan Islam. 51 Muhaimin, Nuansa Baru Pendidikan Islam Mengurai Benang Kusut Dunia Pendidikan, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2006), hal.
Kajian Penelitian Terdahulu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kegiatan Masjid Syuhadah dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam bagi remaja di Desa Permu Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang. Faktor Penghambat dan Pendukung Kegiatan Masjid Syuhada Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Islam Remaja Di Desa Permu Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang. Banyak kegiatan keagamaan yang dilakukan di desa Permu, seperti peringatan hari besar keagamaan, upacara kematian, khitanan, aqikah dan lain sebagainya.
Pada bagian ini peneliti akan memaparkan hasil berupa informasi tentang peran kegiatan Masjid Syuhada dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam bagi remaja di Desa Permu Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang. Hal tersebut kemudian didukung oleh Sintia Dwi Putri selaku remaja putri asal Desa Permu Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang yaitu: .. kami mengikuti pengajian di Masjid Syuhada. 77 Hasil wawancara dengan Sintia Dwi Putri pada tanggal 02 Juli 2020. Hal ini juga didukung oleh Aprillianti remaja Desa Permu Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang yaitu: .. banyak sekali ilmu yang kami peroleh dari pengajian yang kami hadiri Masjid Syuhada yang tidak kami ketahui.
Kemudian hal tersebut kembali diperkuat oleh Devina selaku remaja asal Desa Permu Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang yaitu: .. pengajian rutin yang diadakan di Masjid Syuhada Desa Permu sangat bermanfaat bagi kami. Selain mendapat ilmu tentang Islam, kita juga diajarkan untuk bertumbuh secara mental. Berdasarkan hasil wawancara di atas terlihat bahwa di Desa Permu Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang masih sering diadakan pengajian yang melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok umur. Hebatnya lagi, para remaja di Desa Permu kerap mengadakan lomba keagamaan setiap ada hari raya Islam.
Berdasarkan hasil wawancara di atas terlihat bahwa remaja di desa Permu masih aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan. Berdasarkan hasil wawancara di atas terlihat bahwa Desa Permu mempunyai kegiatan keagamaan yang dapat dilakukan secara aktif. Dilihat dari pendapat beberapa responden, Masjid Syuhada di desa Permu banyak menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang melibatkan masjid sebagai sarananya.
Program kegiatan Masjid Syuhada dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan Islam bagi remaja di Desa Permu Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang berjalan dengan lancar dan berkesinambungan. Keberadaan majelis ta’lim, TPQ, tadarusan dan kegiatan perayaan hari besar Islam sangat bermanfaat dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam bagi remaja di Desa Permu Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang. Kepada jamaah agar selalu menunaikan shalat lima waktu secara berjamaah dan selalu mengikuti berbagai kegiatan peningkatan mutu pendidikan Islam bagi remaja di Desa Permu Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang.
Kerangka Berfikir
METODOLOGI PENELITIAN
- Waktu dan tempat penelitian
- Subyek dan Informan
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
Letak Geografis Desa Permu, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Desa Permu merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kabupaten Kepahiang yang merupakan jalan lalu lintas menuju Pagar Alam. Desa Permu berjarak 2 km dari pusat Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang dengan kondisi jalan yang sangat baik. Di antara sekian banyak desa yang ada di wilayah Kabupaten Kepahiang, Desa Permu merupakan salah satu desa yang masih aktif dalam kegiatan keagamaan.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti dengan Bapak. Abdul Rozak selaku Pengurus Masjid Syuhada Desa Permu Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang... di Masjid Syuhada kami mempunyai kegiatan pengajian rutin yang kami lakukan seminggu sekali setiap hari jumat menjelang Ashar. doa. Dalam kegiatan ini biasanya para generasi muda ini akan dididik menjadi imam shalat dan dakwah.” yaitu: .. setiap hari Jum’at Menjelang Sholat Ashar kami mengadakan pengajian rutin yang diikuti oleh ibu-ibu desa Permu dan beberapa remaja Permu. desa dalam pengajian.Sedangkan dari hasil observasi yang dilakukan peneliti, faktor pendukung program kegiatan Masjid Syuhada dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam bagi remaja adalah tingginya partisipasi masyarakat ditambah dukungan dari lurah. desa Permu atas setiap kegiatan yang dikembangkan dan kesiapan dana untuk setiap kegiatan.
Berdasarkan hasil observasi dan penelitian yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa aktivitas pengurus masjid di Desa Permu Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang cukup aktif dalam melaksanakan kegiatan keagamaan yang melibatkan lingkungan masjid. Kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di masjid mempunyai peranan penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan Islam bagi remaja di desa Permu.Kegiatan tersebut sangat erat kaitannya dengan agama, sehingga dikalangan pengurus masjid, Risma, Majelis Ta’lim dan masyarakat terciptalah hubungan kerjasama yang sangat baik.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Temuan penelitian
Sore harinya setelah salat Isya, dilakukan tadarus rutin yang dilakukan oleh para bapak-bapak kampung Permu serta beberapa remaja laki-laki. “Sebelum takbir keliling ini dimulai, para remaja di Desa Permu akan bergotong royong membuat alat-alat yang akan digunakan untuk melakukan perjalanan takbir.”81. Kegiatan ini juga bermanfaat agar jamaah tidak mudah bosan dengan kegiatan yang hanya bersifat materi.
Analisis hasil penelitian
Sedangkan dari hasil observasi yang dilakukan peneliti, faktor penghambat program kegiatan Masjid Syuhada untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam bagi remaja adalah kegiatan seperti silaturahmi ta’lim cenderung monoton sehingga banyak jamaah yang merasa cepat. bosan ketika mendengar bagaimana materi disampaikan dan banyak peserta jamaah yang membuat keributan ketika materi disampaikan. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan umur baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Kegiatan tersebut biasanya didasarkan pada berbagai metode, logika atau rencana, bukan berdasarkan ilusi dan dugaan belaka.
Dengan demikian, kegiatan keagamaan yang dilakukan benar-benar berfungsi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam bagi remaja. Pihak pengelola Masjid Syuhada berupaya mengoptimalkan peran Masjid Syuhada sebagaimana mestinya, yaitu selain digunakan sebagai tempat ibadah juga digunakan sebagai tempat menerima pendidikan Islam. Mengatasi krisis spiritual remaja di Banda Aceh dengan merevitalisasi dan mengoptimalkan fungsi masjid sebagai sarana Pendidikan Islam, Jurnal Pendidikan Islam, Vol 1, No.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran