Pokok permasalahan yang akan dibahas adalah sebagai berikut: “Bagaimana pemikiran Zakiah Drajat tentang metode pendidikan Islam?” Sebagai calon guru, penelitian ini merupakan kajian teoretis dan praktis dalam penerapan metode pengajaran Islam yang tertuang dalam Al-Qur'an. Sehingga tidak fokus pada pembahasan Metode Pendidikan Islam (Studi Analisis Pemikiran Zakiah Darajat) secara detail dan jelas.
Zakiah Drajat Perkembangan Psikologi Agama dan Pendidikan Islam di Indonesia dan Gelar Zakiah dalam Pendidikan Islam. Hal ini bertujuan untuk mengetahui koherensi dan kedalaman metode analisis pendidikan Islam Zakiah Daradjat. Tujuan pendidikan Islam adalah melatih peserta didik menjadi hamba Allah yang bertaqwa dan bertanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan duniawi dan ukrowi.
Arifin, Pendidikan Islam (Kajian Teori dan Praktik Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner), (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2011), 7. Cakupan pendidikan Islam dalam kurikulum 1999 ditemukan terdiri dari lima unsur yaitu: al-Qur'an , iman, akhlak Adapun bahan ajar Islam berdasarkan pendapat di atas, semuanya bersumber dari Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai pokok ajaran Islam.
Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa metode pendidikan Islam digunakan untuk mengembangkan potensi peserta didik guna mencapai suatu tujuan pendidikan Islam. Zakiah Drajat Perkembangan Psikologi Agama dan Pendidikan Islam di Indonesia, Cet I, (Cupitat: Logos Wacana Ilmu, 1999), 5. Zakiah Drajat Perkembangan Psikologi Agama dan Pendidikan Islam di Indonesia, Cet I, (Cupitat: Logos Wacana Ilmu.
Zakiah Drajat Perkembangan Psikologi Agama dan Pendidikan Islam di Indonesia, Cet I, (Cupitat: Logos Wacana Ilmu Hakikat Pendidikan Islam. Sebagai pemikir dalam pendidikan Islam, Zakiah Daradjat memiliki hakikat dan tujuan pendidikan Islam yang dirumuskan , Landasan Pendidikan Islam, dan Lingkungan Pendidikan Islam Konsep pendidikan Islam Zakiah Daradjat merupakan konsep pendidikan yang berupaya mewujudkan pendidikan manusia sepanjang hayat.
Oleh karena itu, menurut Zakiah Daradjat, tujuan akhir pendidikan Islam adalah terbentuknya pribadi-pribadi muslim yang akan meninggal dalam keadaan taqwa. Zakiah Drajat Perkembangan Psikologi Agama dan Pendidikan Islam di Indonesia, Cet I, Cupitat: Logos Discourse of Science, 1999.
PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
Metode Penelitian
- Jenis dan Sifat Penelitian
- Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
Konsep Pendidikan Islam
- Pengertian Pendidikan Islam
- Dasar Pendidikan Islam
- Tujuan Pendidikan Islam
- Ruang Lingkup Pendidikan Islam
- Metode Pendidikan Islam
Biografi Zakiah Daradjat
- Riwayat Pendidikan Zakiah Daradjat
- Hasil Karya Zakiah Darajat
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Perbandingan Pemikiran Pendidikan Abdullah Syafi’i
Abdullah Syafi'i dan dua saudara perempuannya, yaitu Rugoyah dan Aminah, lahir dari pasangan suami istri ini. Abdullah Syafi'i berkeyakinan bahwa semua ilmu bisa dipelajari, baik ilmu agama maupun ilmu umum seperti kedokteran. Menurut pandangannya, Abdullah Syafi'i berpendapat bahwa materi pendidikan Islam mencakup disiplin ilmu yang luas atau mencakup disiplin ilmu agama maupun disiplin ilmu umum.
Pendidikan Islam tidak cukup hanya mengajarkan satu bidang ilmu agama saja, tetapi juga mengajarkan bidang ilmu umum, bahkan termasuk seni dan keterampilan. Pandangan Abdullah Syafi tentang materi pendidikan tersebut di atas tidak lepas dari tujuan pendidikan itu sendiri. Abdullah Syafi'i berbicara tentang metode pendidikan berdasarkan pandangan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Pemikiran Zakiah Darajat menunjukkan pandangannya tentang pendidikan Islam secara integral dan komprehensif, meliputi segala dimensi, eksistensi. Oleh karena itu, pendidikan Islam sebagai upaya pembentukan umat harus memiliki landasan yang terkait dengan segala aktivitas dan rumusan tujuan pendidikan Islam. Landasan pendidikan Islam yang ketiga adalah ijtihad, yaitu istilah fuqaha, yaitu berpikir dengan menggunakan segala ilmu yang dimiliki oleh para ulama syariat Islam untuk menetapkan suatu hukum syariat Islam dalam hal-hal yang tidak tampak dikukuhkan oleh hukum. . dalam Al-Qur'an dan as-Sunnah ijtihad dimaksudkan untuk mengikuti dan membimbing perkembangan zaman yang terus berubah.
Menurut Zakiah Darajat dalam bukunya Abuddin Nata yang berjudul Tokoh-tokoh Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia, tujuan mendasar Pendidikan Islam adalah mendorong manusia menjadi hamba Allah yang bertakwa dalam segala aspek kehidupan, perbuatan, pikiran dan perasaannya. Dilihat dari sifat, corak dan ruang lingkupnya, pemikiran pendidikan Abdullah Syafi nampaknya cukup penting. Zakiah Daradjat Selain menjadi seorang psikolog agama yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan As-Sunnah, Zakiah Daradjat juga seorang pemikir di bidang pendidikan Islam.
Hal ini dapat dimaklumi, karena psikologi agama dan ilmu pendidikan Islam sangat erat kaitannya, bahkan tidak dapat dipisahkan. Aspek pendidikan lainnya, seperti metode pengajaran dan kurikulum, terlibat dalam perdebatan tentang hakikat dan tujuan pendidikan Islam dan lain-lain. Dari fungsi dan corak pemikirannya dalam bidang pendidikan Islam sebagaimana tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa Zakiah Daradjat adalah seorang pembaharu pendidikan Islam pada masanya.
Analisis Metode Pendidikan Islam Menurut Zakiah
Metode ini mengajarkan dengan menggunakan demonstrasi untuk memperjelas suatu pemahaman atau menunjukkan kepada siswa cara melakukan sesuatu. Klarifikasi makna ini dalam prakteknya dapat dilakukan oleh guru sendiri atau langsung oleh siswa. Metode ini merupakan suatu cara dalam proses belajar mengajar ketika guru memberikan tugas dan siswa menyelesaikannya, kemudian tugas tersebut dipertanggung jawabkan kepada guru.
Metode ini dapat digunakan khususnya dalam kajian seni rupa atau dapat diimplementasikan dalam bidang sejarah. Metode pelatihan ini dimaksudkan agar pengetahuan dan keterampilan menjadi milik pembelajar dan dikuasai sepenuhnya, bukan pengulangan, yang hanya mengukur seberapa baik ia telah menyerap pelajaran. Metode ini dilakukan agar siswa lebih memahami atau menguasai materi yang diberikan oleh pendidik, dan pendidik juga dapat mengukur sejauh mana siswa telah menyerap pemahaman dalam pelajaran.
Dapat disimpulkan bahwa guru dalam memberikan latihan harus mempersiapkan terlebih dahulu, tidak hanya memberikan latihan secara spontan, tetapi juga melihat aspek kemajuan siswa, termasuk tanggung jawab, ketangkasan dan ketelitian berpikir masing-masing. siswa yang diberi tugas latihan. H. Metode ini digunakan ketika guru dalam menghadapi siswa di kelas merasa perlu membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk memecahkan suatu masalah dan bekerja sama, maka metode pengajaran ini disebut Metode Kerja Kelompok. Kelompok ini dapat dilakukan di dalam kelas dalam waktu singkat ± 20 menit dan bermanfaat agar siswa ditanamkan rasa gotong royong dan kerjasama dalam pelaksanaan tugas.
Metode ini merupakan teknik pengajaran yang dapat membantu kekurangan yang terdapat pada metode ceramah. Metode tanya jawab dapat digunakan oleh guru untuk mengetahui secara umum apakah siswa yang mendapat giliran bertanya telah memahami materi ajar. Jika guru menyatakan jawaban siswa salah, maka siswa yang berani cenderung mempertahankan jawabannya, bahkan siswa yang bersangkutan mampu menegaskan bahwa pertanyaan tersebut mempunyai banyak kemungkinan jawaban.
Sikap guru dalam mendapatkan jawaban dari siswa adalah berusaha untuk tidak mematahkan semangat, misalnya “Kamu benar-benar bodoh”, tetapi menghargai jawaban mereka dan mengarahkan mereka ke arah yang baik. Pusat kegiatan metode ini terletak pada siswa dan guru berfungsi sebagai pemandu mekanisme kerja siswa bekerja sama 94 Tujuan metode ini adalah agar siswa dapat berpikir lebih ilmiah dan sistematis. Pusat kegiatan metode ini terletak pada siswa dan guru bertindak sebagai pembimbing bagi siswa yang bekerja sama.
Pembahasan
Namun yang paling sering digunakan guru adalah metode ceramah, metode tanya jawab dan metode diskusi. Berdasarkan temuan penelitian tersebut, Zakiah Daradjat juga menyatakan bahwa pendidikan Islam berlangsung seumur hidup, sehingga tujuan akhir dari pendidikan Islam itu sendiri adalah ketika kehidupan di dunia ini berakhir. Oleh karena itu, menurut Zakiah Darajat, tujuan akhir dari proses pendidikan Islam adalah: “Insan Kamil, yang meninggal dunia dan akan menghadap Tuhannya.”95 Yang dimaksud dengan kematian adalah dalam keadaan berserah diri kepada Allah sebagai seorang muslim, masih dalam keadaan taqwa sampai akhir hayatnya.
Menurut Zakiah Daradjat, ada 10 metode yang digunakan dalam pengajaran yaitu metode ceramah, metode diskusi, metode eksperimen, metode demonstrasi. Tidak semua metode dalam pelajaran di atas akan digunakan dalam pembelajaran, namun jika dilihat dari lingkungan dan sarana prasarana yang ada di sekolah, banyak guru atau pendidik yang sering menggunakan metode pengajaran yaitu metode ceramah, metode diskusi dan metode tanya jawab. karena metode ini sangat praktis dan tidak membutuhkan banyak alat peraga. Hal ini menunjukkan bahwa beliau adalah seorang ulama yang memiliki pengetahuan agama yang mendalam, khususnya dalam bidang tafsir, al-hadits, al-akhlak al-kerimah dan keyakinan Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah.
Dari pemikiran berbagai tokoh dalam bidang pendidikan Islam seperti di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan itu sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri, dan mendekatkan manusia kepada Allah serta memberikan tugas menjadi hamba dan khalifah di muka bumi. dengan dilengkapi dengan unsur yang sama pentingnya yaitu unsur akal. , jasmani dan rohani, dan akan dikembangkan oleh manusia sesuai dengan bakatnya masing-masing, dan tentunya pelaksanaan tugasnya di muka bumi. Konsep pendidikan Islam merupakan penegasan akan pentingnya pendidikan bagi manusia kapanpun, dimanapun, atau dengan kata lain pendidikan Islam tidak mengenal usia manusia. Menurut Zakiah Daradjat metode pembelajaran ada 10 yaitu metode ceramah, metode diskusi, metode eksperimen, metode demonstrasi, metode penugasan, metode sosiodrama, metode drill (praktik), metode kerja kelompok, metode tanya jawab. dan metode jawaban dan akhirnya metode proyek.
Tidak semua metode pembelajaran di atas akan digunakan dalam pembelajaran, namun jika dilihat dari sarana dan prasarana yang ada di sekolah, banyak guru atau pendidik yang sering menggunakan metode pengajaran yaitu metode ceramah, metode diskusi dan metode pengajaran. Hal ini menunjukkan bahwa beliau adalah seorang ulama yang memiliki ilmu agama yang mendalam, khususnya dalam tafsir, al-hadits, al-akhlaq al-karimah dan akidah ahl al-Sunnah wa al-jama'ah. Kondisi masyarakat inilah yang mendorong Abdullah Syafi'i untuk mewujudkan obsesinya membangun manusia maju secara seimbang antara ilmu agama dan ilmu umum, antara dunia dan akhirat sesuai dengan tuntunan al-Qur'an dan hadits.
Konsep pendidikan Islam yang digagas dari sudut pandang Zakiah Daradjat patut menjadi perhatian para praktisi pendidikan dan dijadikan sebagai masukan untuk mengatasi permasalahan pendidikan kontemporer yang berkaitan dengan akhlak peserta didik. Ahmad Tafsir, Filsafat Pendidikan Islam, Memadukan Jasmani, Rohani dan Hati Memanusiakan Manusia, Bandung: Pemuda Rosdakarya, 2010. Al-Quran dan Terjemahannya, Kementerian Agama RI, Jakarta: al-Hidayah, 1998 Armai Arif, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Jakarta: Ciputat.
PENUTUP
Saran
- Surat Bebas Pustaka Jurusan
- Surat Bebas Pustaka
- Kartu Konsultsi Bimbingan
- Outline