• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTRUMEN SELF-ASSESSMENT GP2SP

N/A
N/A
Dimas Bayu

Academic year: 2023

Membagikan "INSTRUMEN SELF-ASSESSMENT GP2SP "

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

INSTRUMEN SELF-ASSESSMENT GP2SP

A. IDENTITAS

1 Nama Perusahaan :

2 Alamat Kantor :

3 No Telepon kantor/ fax :

4 Alamat perusahaan :

5 No Telephone perusahaan/

fax

:

6 Email :

7 Kabupaten / kota :

8 Provinsi :

9 Jenis usaha :

10 Mulai berusaha :

11 Nama Direktur :

12 Tanggal Pengisian : 13 Tim GP2SP/K3 Perusahaan :

14 Pengisi :

- Nama :

- Jabatan :

- No. HP :

- Email :

15 Jumlah pekerja :

Kelompok Umur

Belum

Menikah Menikah Jumlah

L P L P L P Total

< 18 tahun 18 - 64 tahun

> 64 tahun Jumlah

(2)

B. KEGIATAN GP2SP YANG DILAKSANAKAN

NO PERTANYAAN & JAWABAN DESKRIPSI

A KOMPONEN PERSIAPAN A.I KEBIJAKAN

A.I.1 Apakah bentuk kebijakan tentang GP2SP di tempat kerja?

a. Tertulis b. Tidak tertulis

Kebijakan merupakan bentuk komitmen dari manajemen terkait penerapan GP2SP di tempat kerja, biasanya tertuang dalam Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB)

Keterangan :

A.I.2 Siapakah penandatangan kebijakan tentang GP2SP di tempat kerja?

a. Orang yang tertinggi jabatannya pada perusahaan dan tertuang dalam PP/PKB

b. Orang yang tertinggi jabatannya pada perusahaan dan tidak tertuang dalam PP/PKB

c. Orang yang tertinggi jabatannya di klinik perusahaan atau supervisor

d. Lainnya

Orang yang menandatangani kebijakan tentang GP2SP di tempat kerja

Keterangan :

A.I.3 Bentuk komitmen yang tertuang dalam kebijakan tertulis:

1) Jaminan kesehatan pekerja perempuan

2) Program kesehatan reproduksi pekerja perempuan 3) Program ASI di tempat kerja

4) Gizi pekerja perempuan

5) Pengendalian penyakit menular dan tidak menular bagi pekerja perempuan

6) Penyediaan dan penggunaan APD

Bentuk komitmen yang tertuang dalam kebijakan tertulis (bisa lebih dari 1)

Keterangan :

(3)

NO PERTANYAAN & JAWABAN DESKRIPSI A.1.4 Apakah kebijakan-kebijakan tersebut disosialisasikan pada pekerja:

a. Disampaikan secara langsung b. Disampaikan secara tidak langsung c. Belum disampaikan

Penyampaian kebijakan tentang GP2SP di tempat kerja :

a. Secara langsung misalnya melalui announcement, safety meeting, safety briefing, safety talk, konseling, dsb

b. Secara tidak langsung misalnya melalui serikat pekerja, mandor, dsb Keterangan :

A.II SUMBER DAYA SARANA DAN SDM

A.II.1 Adakah fasilitas pelayanan kesehatan di tempat kerja?

a. Ada b. Tidak ada

Fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia di tempat kerja

Keterangan :

A.II.2 Jenis petugas kesehatan yang tersedia:

1) Dokter 2) Perawat 3) Bidan 4) Ahli Gizi

5) Tenaga Kesehatan Lingkungan

Ketersediaan petugas kesehatan dalam melakukan pelayanan kesehatan bagi pekerja, baik secara purna waktu ataupun paruh waktu.

Keterangan :

(4)

NO PERTANYAAN & JAWABAN DESKRIPSI A.II.3 Pelayanan kesehatan yang dilakukan :

1) Pelayanan kesehatan umum

2) Pemeriksaan kehamilan (antenatal care) 3) Pelayanan KB

4) Kegawatdaruratan 5) Pelayanan konseling gizi 6) Pelayanan konseling ASI

7) Pelayanan konseling lainnya (HIV/AIDS, TBC, dll) 8) Pemeriksaan kesehatan umum (medical check up) 9) Pelayanan konseling stress kerja (psikologi)

Pelayanan kesehatan yang dilakukan bagi pekerja perempuan

Keterangan :

A.II.4 Apakah tersedia Ruang ASI di tempat kerja?

a. Ya b. Tidak

Penyediaan ruang ASI di tempat kerja sesuai ketentuan berlaku

Keterangan :

A.II.5 Bagaimana sistem pendanaan Ruang ASI?

a. Biaya operasional ditanggung perusahaan

b. Biaya operasional ditanggung perusahaan dan mandiri (pekerja)

c. Biaya operasional ditanggung mandiri (pekerja) d. Sumber dana lainnya

Sistem pendanaan dalam pengelolaan Ruang ASI

Keterangan :

(5)

NO PERTANYAAN & JAWABAN DESKRIPSI B KOMPONEN PELAKSANAAN

B.I KESEHATAN REPRODUKSI

B.I.1 Apakah dilakukan pelayanan kesehatan reproduksi sebelum hamil?

a. Ya b. Tidak

Pelayanan kesehatan reproduksi bagi pekerja perempuan sebelum masa kehamilan.

Keterangan :

B.I.2 Pelayanan kesehatan reproduksi sebelum hamil yang dilakukan : 1) Promosi dan edukasi kesehatan reproduksi

2) Pemberian imunisasi Tetanus/ TT pada pekerja perempuan 3) Lainnya

Pelayanan kesehatan reproduksi sebelum hamil yang diberikan pada pekerja perempuan

Keterangan :

B.I.3 Apakah dilakukan pelayanan kesehatan reproduksi saat hamil?

a. Ya b. Tidak

Pelayanan kesehatan reproduksi bagi pekerja perempuan pada masa kehamilan.

Keterangan :

B.I.4 Pelayanan kesehatan reproduksi pada masa kehamilan yang dilakukan:

1) Promosi dan edukasi kesehatan reproduksi saat hamil 2) Kelas ibu hamil

3) Pemberian perlakuan khusus pekerja hamil 4) Pemeriksaan kehamilan (antenatal care) 5) Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD)

6) Pemberian Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

7) Pemberian jaminan persalinan dan penanganan komplikasi

Pelayanan kesehatan reproduksi sebelum hamil yang diberikan pada pekerja perempuan pada masa kehamilan

Keterangan :

(6)

NO PERTANYAAN & JAWABAN DESKRIPSI B.I.5 Cuti yang diberikan pada pekerja perempuan:

1) Cuti melahirkan 2) Cuti gugur kandung 3) Istirahat haid

Cuti atau izin istirahat yang diberikan secara khusus pada pekerja perempuan

Keterangan :

B.I.6 Pelayanan KB yang diberikan :

a. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) b. Non MKJP

Jenis pelayanan KB :

a. MKJP antara lain Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/IUD, Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK)/Implan, Metode Operatif Wanita (MOW), Metode Operatif Pria (MOP)

b. Non MKJP antara lain suntik, pil, kondom Keterangan :

B.II KESEHATAN LINGKUNGAN KERJA

B.II.1 Apakah dilakukan identifikasi bahaya dan risiko terhadap kesehatan reproduksi perempuan di tempat kerja?

a. Ya b. Tidak

Kegiatan identifikasi bahaya dan risiko spesifik terhadap kesehatan reproduksi pekerja perempuan.

Keterangan :

(7)

NO PERTANYAAN & JAWABAN DESKRIPSI B.II.2 Upaya identifikasi bahaya dan pengendalian risiko kesehatan

reproduksi perempuan di tempat kerja:

a. Identifikasi bahaya dan penilaian risiko di tempat kerja (fisik, kima, biologi, ergonomi, psikososial)

b. Identifikasi bahaya dan penilaian risiko dalam proses kerja yang berisiko terhadap kesehatan reproduksi

c. Sosialisasi hasil identifikasi bahaya dan penilaian risiko d. Pekerja perempuan hamil ditempatkan di tempat dan waktu

kerja aman dan tidak berisiko (berdasarkan hasil identifikasi bahaya dan penilaian risiko)

Upaya identifikasi bahaya dan pengendalian risiko terhadap kesehatan reproduksi perempuan di tempat kerja yang sudah dilakukan

Keterangan :

B.III ASI DI TEMPAT KERJA

B.III.1 Apakah perusahaan memberikan kesempatan memerah ASI ? a. Ya

b. Tidak

Pemberian waktu atau kesempatan bagi pekerja perempuan (yang meyusui) untuk memerah ASI

Keterangan :

B.III.2 Apakah pekerja perempuan menggunakan ruang ASI untuk memerah dan menyimpan ASI?

a. Ya b. Tidak

Pekerja perempuan menggunakan Ruang ASI untuk memerah dan menyimpan ASI.

Keterangan :

(8)

NO PERTANYAAN & JAWABAN DESKRIPSI B.III.3 Bentuk komitmen manajemen dalam meningkatkan program ASI di

tempat kerja:

1) Tersedia data cakupan ASI eksklusif pada pekerja perempuan menyusui

2) Penghargaan/ reward bagi pekerja yang berhasil memberikan ASI eksklusif

3) Tersedianya media KIE tentang peningkatan pemberian ASI 4) Lainnya

Upaya manajemen yang dilakukan untuk meningkatkan pelaksanaan program ASI di tempat kerja.

Keterangan :

B.IV GIZI DI TEMPAT KERJA

B.IV. 1 Apakah dilakukan pemenuhan kecukupan gizi pada pekerja perempuan?

a. Ya b. Tidak

Upaya pemenuhan kecukupan gizi khususnya pada pekerja perempuan di tempat kerja

Keterangan :

B.IV. 2 Upaya pemenuhan kecukupan gizi pekerja perempuan:

1) Pemberian makanan tambahan bagi pekerja perempuan hamil dan menyusui

2) Pemberian makanan tambahan bagi pekerja perempuan yang bekerja di malam hari 3) Pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi

pekerja perempuan

4) Tersedianya media KIE gizi pekerja

Upaya yang sudah dilakukan dalam rangka pemenuhan kecukupan gizi pekerja perempuan di tempat kerja.

Keterangan :

(9)

NO PERTANYAAN & JAWABAN DESKRIPSI B.V DETEKSI DINI PENYAKIT MENULAR DAN TIDAK MENULAR

B.V.1 Apakah dilakukan deteksi dini terhadap penyakit menular dan tidak menular pada pekerja perempuan?

a. Ya b. Tidak

Deteksi dini yang dilakukan terkait penyakit menular dan tidak menular pada pekerja perempuan

Keterangan :

B.V.2 Upaya terkait deteksi dini penyakit menular dan tidak menular:

1) Skrining kanker leher rahim (cervix) 2) Deteksi dini kanker payudara

3) Skrining penyakit tidak menular (tekanan darah, gula darah, kolesterol, dll)

4) Tersedianya media KIE berhenti merokok

5) Tersedianya media KIE pencegahan penyakit menular dan tidak menular

Upaya yang sudah dilakukan dalam rangka deteksi dini penyakit menular dan tidak menular pada pekerja perempuan di tempat kerja.

Keterangan :

B.V.3 Apakah dilakukan program pencegahan dan pengendalian TBC di tempat kerja?

a. Ya b. Tidak

Kegiatan dalam rangka pencegahan dan pengendalian Tuberculosis (TBC) pada pekerja perempuan di tempat kerja.

Keterangan :

(10)

NO PERTANYAAN & JAWABAN DESKRIPSI B.V.4 Program pencegahan dan pengendalian TBC yang dilakukan :

1) Skrining TBC

2) Jejaring dengan Puskesmas atau Dinas Kesehatan

3) Tersedianya media KIE pencegahan dan pengendalian TBC di tempat kerja

Upaya yang sudah dilakukan dalam rangka pencegahan dan pengendalian TBC pada pekerja perempuan di tempat kerja.

Keterangan :

B.V.5 Apakah dilakukan program pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS dan IMS di tempat kerja?

a) Ya b) Tidak

Kegiatan dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyakit Human Immunodefficiency Virus (HIV)/ Acquired Immune Defficiency Syndrome (AIDS) dan Infeksi Menular Seksual (IMS) pada pekerja perempuan di tempat kerja.

Keterangan :

B.V.6 Program pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS dan IMS yang dilakukan:

1) Skrining HIV dan IMS 2) Konseling dan tes HIV/AIDS

3) Jejaring dengan Puskesmas atau Dinas Kesehatan 4) Tersedianya media KIE pencegahan dan pengendalian

HIV/AIDS dan IMS

Upaya yang sudah dilakukan dalam rangka pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS dan IMS pada pekerja perempuan di tempat kerja.

Keterangan :

(11)

NO PERTANYAAN & JAWABAN DESKRIPSI C KOMPONEN PENUNJANG

C.I KOORDINASI PERUSAHAAN DENGAN PUSKESMAS DAN DINAS KESEHATAN C.I.1 Program Puskesmas yang dilakukan di tempat kerja:

1) TBC Directly Observed Treatment (DOT)

2) Tindak lanjut atas konseling dan tes HIV/AIDS dan IMS

Program dari Puskesmas yang dilaksanakan di perusahaan.

Keterangan :

C.I.2 Jenis pencatatan dan pelaporan yang ada di tempat kerja:

1) Kunjungan pemeriksaan pertama (K1) pekerja hamil 2) Kunjungan pemeriksaan keempat (K4) pekerja hamil 3) Persalinan pekerja perempuan dengan tenaga kesehatan 4) Pemberian TTD

5) Cakupan ASI Eksklusif 6) Distribusi buku KIA

7) Faktor risiko penyakit tidak menular 8) Kasus TB

Pencatatan dan pelaporan atas kegiatan yang sudah dilakukan.

Keterangan :

C.I.3 Apakah pencatatan dan pelaporan tersebut dilaporkan ke Puskesmas atau Dinas Kesehatan setempat?

a. Dilaporkan dan ditindaklanjuti oleh Puskesmas/Dinas Kesehatan setempat

b. Dilaporkan namun tidak ditindaklanjuti oleh Puskesmas/Dinas Kesehatan setempat c. Belum dilaporkan

Pencatatan dan pelaporan oleh perusahaan dilaporkan ke Puskesmas atau Dinas Kesehatan setempat.

Keterangan :

(12)

NO PERTANYAAN & JAWABAN DESKRIPSI C.I.4 Adakah forum komunikasi tentang program kesehatan pekerja

perempuan yang melibatkan Puskesmas, Dinas Kesehatan setempat, dan tempat kerja?

a. Ya b. Tidak

Forum komunikasi yang melibatkan Puskesmas, Dinas Kesehatan setempat dan tempat kerja dimana membahas program kesehatan khususnya pada pekerja perempuan.

Keterangan :

Referensi

Dokumen terkait