• Tidak ada hasil yang ditemukan

Interaksi Makhluk Hidup

N/A
N/A
agni marwa

Academic year: 2024

Membagikan "Interaksi Makhluk Hidup"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... 2

BAB I ... 4

PENDAHULUAN ... 4

A. Latar Belakang ... 4

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan ... 5

BAB II... 6

PEMBAHASAN ... 6

A. Pengertian ... 6

B.Definisi dan Karakteristik... 9

BAB III ... 12

PENUTUP... 12

Kesimpulan ... 12

DAFTAR PUSTAKA ... 13

(2)

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam kehidupan, manusia sebagai makhluk social tidak bisa hidup sendiri. Kita hidup suatu kelompok manusia, dimana masing masing individu melakukan aktivitas untuk menunjung kehidupan. Di sekitar terdapat makhluk hidup. Makhluk tersebut bisa berupa masyarakat sekitar,lingkungan alam,tumbuhan maupun hewan. Sebagian besar makhluk hidup melakukan aktivitas seperti makan, bergerak, dan berkembang biak untuk

memenuhi kebutuhan hidupnya. Tumbuhan melakukan fotosintesis dan bernafas untuk mempertahankan hidupnya. Semua makhluk hidup yang tinggal di suatu tempat saling berinteraksi dan saling mempengaruhi. Seperti manusia yang menanam tumbuhan untuk dimanfaatkan buah, daun, atau batangnya. Tumbuhan pun juga bergantung kepada manusia untuk pemeliharaannya agar ia tetap tumbuh dengan subur.

Individu adalah satuan terkecil dari suatu kelompok masyarakat yang tidak dapat dibagi lagi. Istilah ini berasal dari bahasa Latin, "individuum", yang artinya tidak terbagi. Secara sederhana, individu dapat diartikan sebagai seorang manusia yang unik dan berdiri sendiri.Contoh individu adalah seekor kucing,sebatang pohon mangga,atau seorang manusia. Sedangkan Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang sama dan dapat melakukan perkawinan satu sama lain.

Contoh populasi adalah semua ikan nila di sebuah danau,semua pohon jati di sebuah hutan,atau semua manusia di sebuah kota.

(3)

B. RUMUSAN MASALAH

a. Apa yang dimaksud dengan individu?

b. Apa yang dimaksud dengan populasi?

c. Apa yang dimaksud dengan komunitas?

d. Apa yang dimaksud dengan ekosistem?

C. TUJUAN

a. Menjelaskan pengertian individu b. Menjelaskan pengertian populasi c. Menjelaskan pengertian komunitas d. Menjelaskan pengertian ekosistem

(4)

BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN

Ekologi merupakan ilmu tentang hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungan hidupnya.

Dalam ilmu lingkungan seperti halnya ekologi, makhluk hidup (organisme pada dasarnya dipelajari dalam unit populasi. Populasi ialah sekelompok individu- individu makhluk hidup yang sejenis yang hidup dalam suatu lingkungan tertentu.

Adapun cakupan wilayah kerja dalam ekologi adalah individu, populasi, komunitas, dan ekosistem.

a. Individu

Bahasa Latin untuk "individu" dalam konteks biologi adalah "individuum".

Kata "individuum" ini memiliki arti yang sangat dekat dengan pengertian

"individu" dalam bahasa Indonesia, yaitu merujuk pada satu organisme tunggal yang dapat dibedakan dari organisme lainnya.

Dalam konteks biologi, kata "individuum" sering digunakan untuk

menekankan keunikan setiap organisme. Setiap individu memiliki kombinasi gen yang unik, yang membuatnya berbeda dari individu lain dalam

spesiesnya. Individu merupakan bagian terkecil dari suatu kelompok

masyarakat yang tidak dapat dipisahkan ke bagian kecil. Istilah “individu” ini berasal dari bahasa yunani, yakni “individuum” yang artinya tidak terbagi.

Dalam ilmu sosiologi, individu juga diartikan sebagai sebuah organisasi atau perorangan yang bebas dan tidak terikat dengan organisasi yang lain, baik itu tindakan, pikiran, atau tingkah laku.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, individu memiliki arti organisme tunggal yang hidup dan berdiri sendiri. Secara fisiologis individu mempunyai sifat bebas yang sama dengan pengertian individu

(5)

dengan berdasarkan konsep sosiologis yang berarti bahwa hidup berdiri sendiri.

Setiap individu dalam masyarakat berperan dengan statusnya yang berbeda- beda. Dalam lingkungan masyarakat individu mempunyai peran sebagai makhluk sosial. Tidak hanya berperan di lingkungan masyarakat saja, individu juga mempunyai peran di dunia politik. Peran individu dalam dunia politik, misalnya sebagai seorang yang menyumbangkan pendapat, salah satu seorang yang berperan dalam kegiatan politik, dan ikut serta dalam membantu

menyelesaikan masalah dalam organisasi maupun dunia politik.

b. Populasi

Populasi berasal dari bahasa latin yaitu populous yang berarti penduduk atau rakyat. Populasi dari suatu negara itu dimaksudkan adalah penduduk dari negara tersebut. Di dalam pelajaran ekologi yang dimaksud dengan populasi adalah sekelompok individu yang sejenis. Apabila kita membicarakan populasi, haruslah disebut jenis serta tempatnya. Misalnya populasi komodo pada tahun 1983 di pulau Komodo. Jadi yang sama yang menduduki ruang atau tempat yang terbuka, dan memiliki pelbagai ciri atau sifat yang merupakan milik yang unik dari kelompok dan tidak merupakan milik individu.Populasi mempunyai karakteristik yang khas untuk kelompok yang tidak memiliki oleh masing-masing individu anggotanya. Karakteristik ini antara lain adalah kepadatan, natalitas (laju kelahiran), motalitas (laju kematian), potensi biotik, penyebaran umur dan bentuk pertumbuhan

Natalitas dan mortalitas menentukan pertumbuhan populasi. Populasi tumbuh bila natalis melebihi mortalitas. Dalam suatu daerah atau suatu ekosistem petumbuhan dipengaruhi pula oleh imigrasi dan emigrasi (perpindahan keluar), tetapi dalam biosfer, yang merupakan suatu ekosistem juga, tidak ada imigrasi dan emigrasi.

(6)

Penyebaran populasi membantu natalis dan mortalitas di dalam memberi wujud bentuk pertumbuhan dan kepadatan populasi. Namun sering terjadi penyebaran populasi ini secara berangsur-angsur sehingga tidak dirasakan perubahannya atau memberikan pengaruh kecil terhadap seluruh populasi, terutama apabila satuan populasinya besar. Hal ini mungkin karena adanya emigrasi yang diimbangi oleh migrasi atau karena pertambahan dan

pengurangan itu diimbangi oleh natalis dan mortalitas

c. Komunitas

Secara genetika, individu adalah anggota dari suatu populasi setempat dan secara ekologi adalah anggota dari ekosistem. Bagian terbesar dari ekosistem adalah terdiri dari kumpulan tumbuhan dan hewan yang secara bersama sama membentuk suatu masyarakat tumbuhan dan hewan yang disebut dengan komunitas. Suatu komunitas terdiri dari banyak jenis dengan berbagai macam fluktuasi populasi dan interaksi satu dengan yang lain.

Komunitas terdiri dari berbagai organisme-organisme dan saling berhubungan pada suatu lingkungan tertentu. Kesatuan dari berbagai organisme itu dapat merupakan perwakilan misalnya dari jenis-jenis tropis. Atau dapat juga dikatakan bahwa komunitas adalah sekelompok makhluk-makhluk hidup dari berbagai jenis yang hidup bersama pada suatu daerah. Ringkasnya komunitas adalah seluruh populasi yang hidup bersama pada suatu daerah.

d. Ekosistem

Ekosistem merupakan tingkat organisasi yang lebih tinggi dari komunitas, atau merupakan kesatuan dari suatu kesatuan dari suatu komunitas dengan lingkungannya dimana terjadi antar hubungan. Disini tidak hanya mencakup serangkaian spesies tumbuhan dan hewan saja, tetapi juga segala macam bentuk materi yang melakukan siklus dalam sistem itu serta energi yang

(7)

menjadi sumber kekuatan. Untuk mendapatkan energi dan materi yang diperlukan untuk hidupnya semua komunitas bergantung pada lingkungan abiotik. Organisme produsen memerlukan energi, cahaya, oksigen, air, dan garam-garam yang semuanya diperoleh dari lingkungan abiotik. Energi dan materi dari konsumen tingkat pertama diteruskan ke konsumen tingkat kedua dan seterusnya ke konsumen-konsumen lainnya melalui jaring-jaring

makanan.

Dalam suatu ekosistem terdapat suatu keseimbangan yang dinamakan hemostatis, yaitu kemampuan ekosistem untuk menahan berbagai perubahan dalam sistem secara keseluruhan. Keseimbangan itu diatur oleh berbagai faktor yang sangat rumit. Dalam mekanisme ini, termasuk mekanisme yang mengatur penyimpangan bahan-bahan, perlepasan hara makanan,

pertumbuhan organisme dan produksi, serta dekomposisi bahan-bahan organic.

B. DEFINISI DAN KARAKTERISTIK

a. Individu

Definisi: Individu adalah organisme tunggal yang mandiri. Setiap individu memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari individu lain dalam spesies yang sama.

Contoh: Seekor kucing, sebatang pohon mangga, atau seorang manusia adalah contoh individu.

Karakteristik:

 Struktur: Setiap individu memiliki struktur tubuh yang khas.

 Fungsi: Individu memiliki berbagai fungsi kehidupan seperti tumbuh, berkembang biak, dan beradaptasi.

 Genetik: Setiap individu memiliki susunan genetik yang unik b. Populasi

(8)

Definisi: Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang hidup di suatu daerah tertentu pada waktu yang sama dan dapat saling berinteraksi.

Contoh: Semua kucing yang hidup di sebuah perumahan membentuk sebuah populasi kucing.

Karakteristik:

 Ukuran populasi: Jumlah individu dalam populasi.

 Kepadatan populasi: Jumlah individu per satuan luas atau volume.

 Sebaran populasi: Pola penyebaran individu dalam suatu area.

c. Komunitas

Definisi: Komunitas adalah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup bersama di suatu habitat dan saling berinteraksi.

Contoh: Semua makhluk hidup yang hidup di sebuah danau membentuk sebuah komunitas.

Karakteristik:

 Keanekaragaman: Jumlah spesies yang berbeda dalam komunitas.

 Struktur komunitas: Hubungan antar spesies dalam komunitas, seperti predator-mangsa, kompetisi, dan simbiosis.

d. Ekosistem

Definisi: Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup (komponen biotik) dengan lingkungan fisiknya (komponen abiotik).

Contoh: Hutan hujan tropis, sungai, dan laut adalah contoh ekosistem.

Unsur-unsur penyusunan, komponen ekosistem dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu :

1) Bahan tak hidup atau abiotik, yaitu komponen fisik dan kimia yeng terdiri atas tanah, air, udara, sinar matahari yang merupakan medium bagi

berlangsungnya kehidupan.

(9)

2) Produsen yaitu organisme autotrofik (organisme yang dapat mensintesa makanannya sendiri atau dapat menyediakan makanannya sendiri).

3) Konsumen yaitu organisme heterotrofik (organisme yang hanya dapat memeanfaatkan bahan makanan yang disediakan makanannya sendiri)

4) Pengurai, perombak atau dekomposor, yaitu heterotrofik yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati.

Dalam ekosistem tidak hanya mencakup serangkaian spesies tumbuhan, tetapi juga segala macam bentuk materi yang melakukan siklus dalam sistem itu dan energi yang menjadi sumber kekuatan bagi ekosistem. Sinar matahari merupakan sumber energi dalam sebuah ekosistem, yang oleh tumbuhan dapat diubah menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis. Pembentukan

jaringan hidup selanjutnya tentu saja bergantung pula pada kemampuan tumbuhan menyerap pelbagai bahan mineral dari dalam tanah, yang

seterusnya diolah dalam proses metabolisme. Beberapa bagian jaringan hidup yang dibentuk, seperti daun, buah, biji, dan umbi dapat dimakan oleh

herbivora.

(10)

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. Ekologi merupakan ilmu tentang hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungan hidupnya.

2. Ekologi terdiri dari individu,populasi,komunitas, dan ekosistem

3. Individu adalah suatu satuan yang membangun suatu kehidupan dalam bentuk makhluk.

4. Populasi kumpulan individu suatu spesies makhluk hidup yang sama.

5. Komunitas adalah kumpulan dari beberapa populasi atau kelompok makhluk hidup dalam suatu tempat yang bersamaan.

6. Pada ekosistem terdapat hubungan timbal balik antara organisme yang hidup dan lingkungan abiotiknya,yang membentuk suatu system yang dapat diketahui aliran energi.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

https://amp.kompas.com/skola/read/2022/06/16/150803169/individu-populasi-komunitas- ekosistem-dan-biosfer

https://bobo.grid.id/amp/083854714/mengenal-perbedaan-individu-populasi-komunitas-dan- ekosistem-materi-ipa

https://www.slideshare.net/slideshow/tugas-biologi-pengeritan-individu-populasi-dan- komunitas/18851554

Referensi

Dokumen terkait

Banyak cara pendekatan yang dapat digunakan untuk mempelajari makhluk hidup. Salah satu cara pendekatan dalam mempelajari makhluk hidup adalah ekologi. Ekologi adalah ilmu

perubahan yang terjadi pada makhluk hidup dan hal-hal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak (makanan, kesehatan, rekreasi, istirahat dan olah

KLASIFIKASI

Makhluk hidup yang tingkat reproduksinya tinggi mempunyai peluang yang lebih besar untuk tetap lestari dibandingkan dengan makhluk hidup yang tingkat

A Memudahkan proses pengkajian makhluk hidup B Mempermudah pengenalan makhluk hidup C Membantu penelusuran asal usul suatu makhluk hidup D Memilih makhluk hidup yang dimakan 14..

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP Klasifikasi merupakan suatu cara yang sistematis dalam mempelajari obyek dengan melihat persamaan dan perbedaan ciri-ciri makhluk hidup Ilmu yang

Daftar yang memuat sejumlah keterangan suatu makhluk hidup yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan menentukan kelompok makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya

Penjelasan ciri khas makhluk hidup, kebutuhan nutrisi, dan cara manusia menjaga kehidupan secara alami dan