PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitan
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Relevan
Hasil penelitian Zahra Nurul Liza adalah sebagai berikut: Penelitian Zahra berkaitan dengan pesan moral berdasarkan stratifikasi sosial dengan data penelitian terdiri dari kata, frase, klausa, kalimat dan paragraf. Penelitian kedua adalah karya Elita Sartika pada tahun 2014: Universitas Mulawarman dengan judul “Analisis Kualitatif Pesan Moral dalam Film Kita Versus Korupsi”. Penelitian Elita Sartika menjelaskan, ada dua pesan moral yang paling menonjol dalam penelitian Elita Sartika, yaitu pesan manifes dan pesan laten.
Kajian Teori
- Pengertian Sasatra
- Jenis dan Bentuk Karya Sastra
- Sastra Lisan
- Sastra Tulisan
- Struktur Pembangun Karya Sastra
- Sosiologi Sastra
- Nilai-Nilai Karakter Di Masyarakat
- Kebudayaan dan Masyarakat
Kebudayaan Batti'-Batti' pada masyarakat Kepulauan Selayar di Desa Padang terbentuk karena adanya rasa kepedulian masyarakat terhadap adat dan kebiasaan budaya tertentu. Peneliti perlu mengetahui bagaimana cara menjaga nilai-nilai karakter kelong Batti'-batti' pada masyarakat Kepulauan Selayar khususnya di Desa Bontotangnga Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar. Dalam penelitian tersebut penulis akan membahas tentang sejarah, koherensi, perbandingan, pelestarian dan pemahaman kelong Batti'-batti' di kalangan masyarakat Kepulauan Selayar.
Kelong Batti'-batti' merupakan lagu yang diiringi alat musik kecapi yang mulai populer di kalangan masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar. Saat panen kapas, laki-laki dan perempuan bernyanyi bolak-balik dalam puisi yang disebut Batti'-batti'. Kesenian Kelong Batti'-batti' saat ini kembali ditekuni oleh beberapa penggiat di Kepulauan Selayar.
Untuk mengatasi kepenatan dalam mementaskan kesenian ini, kelompok pemain akan bergiliran menampilkan kelong batti'-batti' ini. Sepenggal lirik tentang pesan religi dalam puisi kelong Batti'-batti': laki-laki dan perempuan mannasungguki rilinoa andi, panra linota2x ya sijauh banggi. Penelitian karya ilmiah ini menemukan tiga data yang disebut sebagai jenis pesan moral yang terkandung dalam lirik lagu kelong batti'-batti'.
Budaya batti'-batti' pada masyarakat Kepulauan Selayar di Desa Padang dapat terbentuk karena adanya rasa kepedulian masyarakat terhadap adat istiadat dan adat istiadat. Dalam prakteknya pantun para pemain batti'-batti' diucapkan secara bergantian antara kelompok putra dan kelompok putri. Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan batti'batti', yakni syair-syair yang dinyanyikan secara bergantian oleh para penyanyi.
Kerangka Pikir
METODE PENELITIAN
- Pendekatan Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Data dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Instrumen Penelitian
- Teknik Analisis Data
Data dalam penelitian ini adalah data verbal dan informasi yang diperoleh tentang pemeliharaan nilai-nilai karakter dalam batti'-batti'. di kalangan masyarakat Selayar khususnya di Desa Bontotangnga Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi titik penelitian para peneliti. Begitu pula dengan tradisi jasang-dinging di tanah adat Tendro, Assigorai dalam tradisi masyarakat Tanete, dan tradisi Batti'-batti' di kalangan masyarakat Kepulauan Selayar yang hampir tidak pernah ada lagi. terlihat. Seiring dengan masuknya agama Islam dan gambus di daerah tersebut, mereka mulai memadukan adat istiadat menyanyikan Kelong Batti'-Batti' dengan alat musik gambus.
Para penyanyi kembali bernyanyi seolah sudah tahu apa yang harus dinyanyikan setelah rekan bernyanyinya mengucapkan lirik lagu kelong batti'-batti'. Pesan moral dalam lirik lagu kelong batti'-batti' adalah tetap mengedepankan adat istiadat dan adab padahal banyak hal yang dipertaruhkan, sekalipun efeknya adalah kisah cinta. Pernyataan Kleden di atas menguatkan keyakinan peneliti bahwa budaya sastra lisan pantun batti’-batti’ di atas merupakan media yang tepat untuk mewariskan nilai-nilai karakter yang terdapat pada masyarakat Kepulauan Selayar.
Di bawah ini Lirik kelong batti'-batti' yang mengandung makna nilai keharmonisan dalam hubungan romantis pasangan pria dan wanita, dalam kehidupan masyarakat Selayar berikut ini :. Pesan moral dalam batti'-batti' sangat mementingkan adat istiadat dan adab, padahal banyak hal yang harus dipertaruhkan, meskipun yang menjadi pengaruh adalah cinta dan kasih sayang. Penelitian karya ilmiah ini menemukan tiga data yang disebutkan dalam jenis pesan moral yang terkandung dalam lirik lagu kelong batti'-batti', yaitu mengutamakan adat istiadat, ramah tamah, lemah lembut, saling menghormati dan saling mencintai. lainnya.
Pembaca diharapkan dapat memahami dan mengambil pelajaran dari hasil penelitian untuk menemukan nilai-nilai karakter dan pesan moral dalam masyarakat yang terkandung dalam batti’batti.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Dahulu Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan jalur perdagangan menuju pusat rempah-rempah Maluki. HUT Selayar diambil dari tahun masuknya agama Islam di wilayah Kepulauan Selayar yang dibawakan oleh Datuk Ribandang, setelah 19 hari kejadian Hotel Yamato di Surabaya, dipimpin oleh sekelompok pemuda dari berbagai kelompok yang berjumlah sekitar 200 orang. oleh mantan pemuda Heiho bernama Rauf Rahman masuk ke kantor polisi kolonial (sekarang kantor PD. Berdikari). Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan satu-satunya kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang secara geografis terpisah dari Pulau Sulawesi.
Kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar dari masa ke masa pada dasarnya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sebagian sebagai suatu dinamika. Pementasan yang dilakukan menjelang pernikahan sebenarnya untuk menghibur para tamu yang akan menjadi tuan rumah pernikahan, karena biasanya di acara seperti ini banyak tamu yang dengan sukarela membantu mempersiapkan pernikahan besok. akan mengadakan acara pernikahan dan mengadakan pertunjukan kelong batti'-batti' dengan tujuan untuk menghibur para tamu yang datang membantu. Penyanyi wanita dan pemain kecapi dalam hal ini penyanyi pria mengambil posisi saling berhadapan di tengah-tengah posisi pemain rebana dengan formasi U, namun untuk mengurangi kelelahan biasanya penyanyi pria hanya memainkan alat musik rebana karena relatif mudah dan ringan untuk dimainkan, tahan dan tidak menguras tenaga sambil menyanyikan lagu batti'-batti'.
Menyanyi atau melantunkan lirik kelong batti'batti', Ny. Rosdiana (penyanyi) di Kemendikbud mengaku spontan apa yang dinyanyikannya keluar begitu saja dan kemudian sang penyanyi pria akan menjawab tanpa ada jeda berpikir. adalah salah satu hal unik dari seni ini.
Pembahasan hasil Penelitian
Penyampaian pesan moral nilai-nilai karakter melalui karya sastra dinilai lebih berkesan di benak masyarakat, khususnya bagi peserta didik pada berbagai jenjang pendidikan formal. Jika ditelusuri lebih dalam, puisi-puisi dalam batti'-batti' mengandung pesan-pesan penting bagi kehidupan masyarakat Kepulauan Selayar. Ada beberapa nilai kehidupan yang menjadi kearifan lokal masyarakat Kepulauan Selayar yang perlu dilestarikan dan dilestarikan dari generasi ke generasi. Dilihat dari penggunaannya, batti'-batti' ini dilakukan pada saat penyambutan tamu terhormat, upacara pernikahan dan acara adat lainnya. Dari segi pertunjukannya mereka masih menggunakan alat musik harpa dan rebana yang dibuat langsung oleh masyarakat Kepulauan Selayar. Salah satu keunikan alat musik gesek pengiring kelong batti'-batti' ini adalah adanya cermin kecil yang sengaja dipasang di ujung gagang benaar agar pemain senar dapat melihat wajah penyanyi tersebut, meskipun sedang memandang. satu sama lain.
Nilai budaya merupakan pengetahuan tentang suatu sistem nilai dan sikap atau perilaku, dimana kedua pola tersebut menyebabkan munculnya cara berpikir tertentu dan sebaliknya gaya berpikir ini memberikan kesan terhadap tindakan dan perilaku dalam hal mengambil keputusan penting. dalam kehidupan (Sayogyo dan Pudjiwati: 1992). Selain mempunyai makna dan mengacu pada diri pribadi saudara, makna puisi dalam batti'-batti' juga dapat mempengaruhi kehidupan berumah tangga, seperti dalam puisi kelonga batti'-batti' merupakan implementasi dari meminta pendapat dan meminta kelonggaran. persetujuan keluarga besar. Nilai saling menghargai merupakan sikap yang ditampilkan oleh para pemain batti-'batti, yaitu sikap yang menunjang terjalinnya ikatan persaudaraan dan saling menghormati. Hal ini terlihat dari cara duduk mereka yang saling berhadapan, juga terlihat dari kebiasaan para pemain gambus yang meletakkan cermin di ujung dudukan senar. dia, meskipun mereka saling berhadapan satu sama lain.
Nilai harmonisasi, dimana para penyanyi wanita secara bergiliran membawakan puisi kelong yang mereka bawakan tanpa saling mengolok-olok dalam puisi tersebut, dan para penyanyi pria menyikapi dengan baik tanpa membanding-bandingkan dengan para penyanyi wanita. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan sosiologi sastra dalam penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa kelong batti'-batti' merupakan kesenian tradisional berupa lagu-lagu khas kabupaten Kepulauan Selayar dan dinyanyikan oleh laki-laki dan perempuan. . perempuan dalam menanggapi atau menanggapi pantun berupa nyanyian spontan dan diiringi alat musik gesek dan rebana khas Kepulauan Selayar. Penerapan nilai-nilai karakter di kalangan masyarakat Kepulauan Selayar dapat dinilai dan dilihat dari berbagai aspek, antara lain prinsip sosial, sistem keagamaan dan mitologi keanekaragaman alam, serta bahasa dan seni.
Mahasiswa diharapkan mampu mengkaji dan meneliti pesan-pesan moral dan nilai-nilai budi pekerti dalam karya sastra batti’-batti’ kuna dengan objek penelitian formal dengan menggunakan berbagai metode pengkajian sebagai bentuk pengembangan keilmuan di bidang Bahasa dan Sastra Indonesia.
PENUTUP
Simpulan
Meski terkesan banyak mengandung unsur humor dan romansa, namun kalimat atau liriknya banyak mengandung peribahasa dan kalimat bijak yang mengandung unsur nilai karakter dalam masyarakat. Secara historis, masyarakat Selayar telah lama mengenal stratifikasi sosial berdasarkan keturunan, seperti Opu atau karaeng (keluarga Karaeng), panrita (kiamat adat) atau pasompo-sompo poke (keturunan opu atau pengawal karaeng yang bersenjata tombak). Penerapan nilai-nilai komunikasi dapat dilihat dari segi bahasa suku Selayar. Bahasa Selayar diketahui berkerabat dengan bahasa Konjo pesisir yang dituturkan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Dalam tradisi Manca' Pa'dang kita dapat melihat nilai-nilai saling menghormati, seperti pada pendopo dalam pertunjukan Manca' Pa'dang yang diiringi oleh berbagai jenis alat musik seperti seruling, gong, rencong-rencong dan lain sebagainya. pada. Alat musik ini biasa dimainkan oleh anak-anak dari SD sampai SMA dan yang memainkan Manca' Pa'dang, dimainkan oleh orang tua atau sesepuh daerah, terlihat antara penabuh dan pemain Manca' Pa'dang, Saling menghormati dan sikap harmonis mereka sangat terjalin, sehingga pertunjukan adat Pa'dang yang bertaraf internasional dapat berlangsung.
Saran
Jurnal: “Kebudayaan Sigorai Pada Masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar, Kecamatan Bontomatene, Desa Tanete”: Disertasi Doktor, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Jurnal “Analisis Pesan Moral Berdasarkan Stratifikasi Sosial Tokoh Dalam Novel Karya Arafah Nur” Magister Bahasa.