Judul: Intervensi Terapi Relaksasi Benson pada Pasien yang Didiagnosis Secara Medis dengan "Hiperplasia Prostatik Pasca Jinak dengan Masalah Nyeri". DOSEN PENULISAN TUGAS AKHIR NERS Kakak Mantasiah.R, S.Kep Nim, Mahasiswa Program Studi Profesi Keperawatan Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar, usai melakukan analisis kasus Tugas Akhir Keperawatan Tesis yang berjudul “Intervensi Terapi Relaksasi Benson pada Pasien dengan Diagnosis Medis “Post Benign Prostate Hyperlasia with Pain Problems”, menilai skripsi tugas akhir perawat telah memenuhi persyaratan ilmiah dan dapat disetujui untuk diseminarkan. Rekan-rekan mahasiswa studi profesi kesehatan Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar serta semua pihak yang telah banyak membantu dalam penyusunan Proposal Tugas Akhir Keperawatan ini.
PENDAHULUAN
- Rumusan Masalah
- Tujuan Umum
- Tujuan Khusus
- Manfaat
Bagaimana memberikan asuhan keperawatan pada klien BPH (benign prostatic hyperplasia) pasca operasi dengan masalah nyeri akut di RS Labuang Baji Makssar. Melakukan pengkajian keperawatan pada klien BPH pasca operasi dengan masalah nyeri akut di Ruang Baji Kamase RSUD Labuang Baji Makssar. Dapat meningkatkan soft skill perawat dalam menangani masalah keperawatan nyeri akut pada klien BPH pasca operasi.
TINJAUAN TEORI TINJAUAN TEORI
Definisi
Etiologi
Diferensiasi dan pertumbuhan sel epitel prostat secara tidak langsung dikendalikan oleh sel stroma melalui mediator tertentu (faktor pertumbuhan). Estrogen diduga dapat memperpanjang umur sel prostat, sedangkan faktor pertumbuhan TGF-B berperan dalam proses apoptosis (Nuari, 2017). Terjadinya proliferasi sel pada BPH diduga karena aktivitas sel induk yang tidak tepat sehingga mengakibatkan produksi sel stroma dan sel epitel yang berlebihan (Nuari, 2017).
Patofisiologi
Manifetasi klinis
Penatalaksanaan
Kedudukan al-Quran tentang sains dan teknologi boleh dijelaskan dengan mencari sumber ilmu dan sumber bagaimana ilmu itu boleh dikembangkan menjadi teknologi. Al-Quran sebagai sumber ilmu menyediakan benih-benih asas untuk dikembangkan oleh umat manusia menjadi ilmu dan teknologi yang tidak terhingga kepelbagaiannya dan arah realisasinya. Terjemahan: “(1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan (2) Dia menciptakan manusia dari segumpal darah (3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, (4) Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan pena (5) Dia mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya.RI Kementerian Agama, Al-Quran dan Terjemahannya, 2011).
Pemeriksaan Penunjang
Padahal, Al-Qur'an yang pertama kali diturunkan adalah ayat-ayat mulia yang merupakan rahmat pertama yang Allah anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya dan nikmat pertama yang Allah anugerahkan kepada mereka, yaitu peringatan awal mula penciptaan manusia melalui segumpal darah. . Selain itu, sitoskopi juga dapat memberikan informasi mengenai ukuran prostat dengan mengukur panjang ureter prostat dan melihat penonjolan prostat ke dalam uretra. Digunakan untuk memeriksa konsistensi, volume dan ukuran prostat, serta kondisi kandung kemih, termasuk sisa urin II.
Prognosis
Konsep Nyeri 1. Definisi Nyeri
Untuk tujuan definisi, nyeri akut dapat digambarkan sebagai nyeri yang berlangsung dari beberapa detik hingga enam bulan. Fungsi nyeri akut adalah untuk memperingatkan akan terjadinya cedera atau penyakit (Smeltzer & Bare, 2016). Nyeri akut terkadang disertai aktivitas sistem saraf simpatis yang akan menunjukkan gejala seperti peningkatan pernapasan, peningkatan tekanan darah, peningkatan denyut jantung, diaforesis, dan pelebaran pupil.
Konsep keperawatan a. Pengkajian
Menurut Andarmoyo (2017), untuk membantu pasien mengungkapkan keluhannya secara utuh, pengkajian yang dilakukan untuk mengetahui karakteristik nyeri dapat menggunakan pendekatan analisis gejala. Pekerjaan mempengaruhi risiko tertular penyakit ini; orang yang pekerjaannya melibatkan mengangkat benda berat mempunyai risiko lebih besar. Cedera fisik (misalnya abses, dahak, luka bakar, trauma, prosedur pembedahan) Gejala dan tanda utama subjektif.
Definisi: keadaan emosional dan pengalaman subjektif individu terhadap suatu objek yang samar dan spesifik akibat antisipasi bahaya yang memungkinkan individu tersebut mengambil tindakan untuk menghadapi ancaman tersebut. Implementasi merupakan realisasi rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, kegiatannya meliputi pengumpulan data secara terus menerus, observasi respon pelanggan selama dan setelah pelaksanaan tindakan (Purnomo, 2016).
Evidance Based Nursing a. Pengertian
Anjurkan pasien untuk bernapas perlahan melalui hidung, fokuskan kesadaran pasien pada mengembangnya perut, tahan napas sejenak hingga hitungan ke tiga.
IDENTITAS
RIWAYAT KESEHATAN
KEADAAN UMUM
KEBUTUHAN DASAR NYERI
Aktivitas Senggang : Keluarga klien dan klien mengatakan bahwa aktivitas klien sebelum sakit adalah memancing dan menyelam mencari ikan. Keluhan Saat Ini: Klien menyatakan merasa tidak nyaman dengan kateter dan merasakan nyeri pada bekas operasi. Kebiasaan tidur: Keluarga klien melaporkan bahwa ia tidur dengan cara yang sama selama sakitnya seperti sebelum ia sakit, biasanya terbangun di tengah malam untuk buang air kecil.
Riwayat cedera yang tidak disengaja: Tidak ada riwayat - Fraktur/dislokasi: Tidak ada patah tulang - Artritis/sendi tidak stabil: Tidak ada masalah. Masalah Punggung : Tidak Ada Masalah - Perubahan Tahi Lalat : Tidak Ada Kelainan - Pembesaran Nodus : Tidak Ada Kelainan - Kekuatan Umum : Komposmentis - Cara Berjalan : Dibantu Keluarga - Roma : Tidak.
PENYULUHAN DAN PEMBELAJARAN 1. Bahasa dominan (khusus) : Indonesia
DATA GENOGRAM
Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas nyeri Hasil: Nyeri pada operasi prostat berlangsung selama 3-5 menit, datang dan pergi, parah, klien tampak meringis. Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas nyeri Hasil: Nyeri pada balutan operasi prostat, 3-5 menit, datang dan pergi, sedangkan klien tampak meringis. Pantau tanda dan gejala infeksi lokal dan sistemik Hasil: balutan luka perut klien masih berwarna merah - Terapeutik.
Pantau tanda dan gejala infeksi lokal dan sistemik Hasil: balutan luka perut klien masih berwarna merah.
PEMBAHASAN
Analisis Intervensi
Analisis intervensi nyeri akut pada pasien hiperplansia prostat jinak (SIKI DPP PPNI, 2018) adalah penatalaksanaan nyeri dengan cara mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas nyeri, mengidentifikasi skala nyeri, mengidentifikasi faktor yang memperparah dan meredakan nyeri. Analisa intervensi nyeri akut dimana peneliti melakukan intervensi penatalaksanaan nyeri dengan terapi non farmakologi yang diberikan relaksasi Benson pada hari Selasa tanggal 9 Maret 2021, dimana sebelum dilakukan terapi relaksasi Benson skala nyeri pasien adalah 7 (parah), dimana skala nyeri yang dirasakan pasien adalah 7 (parah). diperoleh hasil Q : nyeri seperti terbakar, R : nyeri pada daerah yang dioperasi (di atas area kemaluan), S : skala nyeri 7, T : nyeri yang dirasakan datang silih berganti dengan durasi 3-4 menit, Lokasi nyeri: di area prostat yang telah menjalani operasi pembalut. Dimana klien mengatakan masih merasakan nyeri pada skala 6 dan setelah dilakukan intervensi terapi relaksasi Benson mendapatkan hasil dimana klien mengatakan masih merasakan nyeri pada skala 5 sehingga dilanjutkan dengan intervensi.
Pada hari ketiga, Kamis 11 Maret 2021 pukul 14:26 WITA dimana saya melakukan asesmen klien dimana klien mengatakan nyerinya sudah turun skalanya. Penelitian ini sesuai dengan (Dewi, 2018) bahwa uji yang dilakukan dengan menggunakan uji t berpasangan menunjukkan hasil sig. 2-tailed) atau p value 0,000 dan nilai thitung 9,283 > nilai tabel 2,228 karena p value kurang dari 0,05 (p<α) maka hipotesis nol (Ho) ditolak sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh Benson terapi relaksasi terhadap intensitas nyeri pasien pasca operasi BPH di bangsal Kamboja RSUD Buleleng. Penelitian ini sejalan (Arifianto, 2019) bahwa tingkat nyeri responden setelah diberikan terapi relaksasi Benson menunjukkan sebanyak 23 responden (71,9%) mengalami nyeri ringan.
Relaksasi Benson merupakan relaksasi yang memadukan teknik respon relaksasi dan sistem keyakinan atau faktor keyakinan individu (terpusat pada ekspresi tertentu berupa nama Tuhan, atau kata-kata yang mempunyai makna menenangkan bagi pasien itu sendiri) yang diulang-ulang secara teratur. irama disertai sikap pasrah.
Alternatif pemecahan masalah
Dari sekian banyak rencana tindakan keperawatan nyeri akut yang disajikan dalam SIKI 2018, (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dan disesuaikan dengan kondisi pasien, penulis justru melakukan penatalaksanaan nyeri dengan memberikan relaksasi benson untuk mengurangi nyeri dan dapat menurunkan kecemasan, menurunkan otot dan tulang. ketegangan, dan secara tidak langsung dapat menurunkan ketegangan yang berkaitan dengan fisiologi tubuh. Sesuai dengan teori bahwa relaksasi Benson dapat mengurangi nyeri, menurut beberapa penelitian bahwa relaksasi Benson dapat mengurangi nyeri dan tidak hanya menurunkan derajat nyeri, tetapi juga dapat membantu kualitas tidur pasien (Dewi, 2018). Menurut penelitian Arifianto tahun 2019, salah satu manfaat terapi relaksasi Benson dikatakan dapat meredakan nyeri.
Bagi penderita yang sangat membutuhkan teknik untuk menurunkan skala nyeri, terapi relaksasi Benson terbukti berhasil dengan cara menghambat saraf simpatis dan mengaktifkan saraf parasimpatis sehingga otot-otot tubuh menjadi rileks dan menekan nyeri yang dialami pasien. Relaksasi Benson merupakan relaksasi yang menggabungkan teknik respon relaksasi dan sistem kepercayaan atau faktor kepercayaan individu (fokus pada ungkapan tertentu berupa nama Tuhan, atau kata-kata yang mempunyai arti menenangkan dan menyejukkan pasien itu sendiri) yang diucapkan secara berulang-ulang dengan a ritme yang teratur disertai dengan sikap pasrah. . Relaksasi Benson bertujuan untuk mengatasi atau mengurangi kecemasan, serta menurunkan ketegangan otot dan tulang, serta secara tidak langsung dapat mengurangi nyeri dan mengurangi stres yang berkaitan dengan fisiologi tubuh.
Penelitian ini konsisten dengan penelitian (Sueb, 2018) bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara intensitas nyeri sebelum dan sesudah pemberian terapi relaksasi Benson pada pasien TURP (p 0,02). Dimana relaksasi Benson juga dapat mengakibatkan penurunan konsumsi oksigen oleh tubuh dan selanjutnya mengendurkan otot-otot tubuh sehingga menimbulkan perasaan tenang dan tenteram.
PENUTUP
Diharapkan agar selalu berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya dalam memberikan asuhan keperawatan yang optimal kepada pasien, khususnya pada pasien pasca operasi BPH, perawat diharapkan dapat memberikan pelayanan yang profesional dan komprehensif. Dapat meningkatkan mutu pelayanan pendidikan menjadi lebih berdaya dan profesional, lebih terampil, lebih inovatif dan bermutu, serta mampu memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif berdasarkan kode etik. “Relaksasi Benson dapat mengurangi nyeri pasca reseksi transurethral prostat (Turp) pada pasien yang menderita hiperplasia prostat jinak” Jurnal Keperawatan Soedirman, Vol 11 No 2 Juli 2018.
Dewi Sintya Indah Putu, Astriani Yunica Dwi membuat Ni 2018 Pengaruh Terapi Relaksasi Benson Terhadap Intensitas Nyeri Pasien Pasca Operasi Hipertensi Prostat Program Studi Sarjana Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng, Vol. Sutanto Larope Reynardi 2021, Benign Prostatic Hyperplasia: Penatalaksanaan dan Pencegahan, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta ISSN: 23026391 Part 8 No. Sueb dkk, 2018 Relaksasi Benson dapat mengurangi nyeri pasca reseksi transurethral prostat (TURP) Jurnal Keperawatan Soedirman Volume : 11 Nomor : 2 Tahun 2018.
Mulyadi Sakinah Triana Hafizhah, Sugiarto, 2020 Forekomst af prostatahyperplasi og prostataadenokarcinom histopatologisk i Anatomic Pathology Laboratory of Cibinong Regional General Hospital ISSN VOL.1 NO.1 Muhamddiya Journal Of Geriatric.