• Tidak ada hasil yang ditemukan

Inventaris Arsip Nahdlatul Ulama 1948-1979

N/A
N/A
Narusena

Academic year: 2025

Membagikan "Inventaris Arsip Nahdlatul Ulama 1948-1979"

Copied!
641
0
0

Teks penuh

(1)

INVENTARIS ARSIP NAHDLATUL ULAMA 1948 - 1979

DIREKTORAT PENGOLAHAN

DEPUTI BIDANG KONSERVASI ARSIP ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

JAKARTA

2015

(2)
(3)

ii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I PENDAHULUAN ... v

A. Sejarah Organisasi ... v

B. Sejarah Arsip ... ix

C. Pertanggungjawaban Penyusunan Inventaris Arsip ... x

1. Pengolahan Arsip ... x

2. Petunjuk Penggunaan Inventaris Arsip ... xii

3. Petunjuk Penggunaan Arsip sebagai Sumber Data ... xiii

DAFTAR PUSTAKA BAB II URAIAN DESKRIPSI ... 1

A. Kesekretariatan ... 1

1. Ketatausahaan ... 1

2. Kepegawaian ... 5

3. Keuangan ... 8

4. Kerumahtanggaan ... 26

5. Hubungan Kelembagaan ... 36

B. Keorganisasian... 110

1. Muktamar ... 110

2. Musyawarah ... 111

3. Konferensi ... 114

4. Rapat ... 153

5. Badan Otonom ... 171

a. Fatayat ... 171

b. Anshor ... 174

c. Himpunan Pengusaha Muslimin Indonesia ... 197

d. Ikatan Bekas Pejuang Islam Indonesia ... 200

e. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama/Ikatan Putra-Putri Nahdlatul ... 203

(4)

iii

f. Ikatan Sarjana Muslim Indonesia ... 208

g. Jam’iyatul Qurra wal Huffazh ... 209

h. Yayasan Muawanah Nahdlatul Ulama ... 210

i. Lajnah Pemilihan Umum Nahdlatul Ulama ... 210

j. Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia ... 219

k. Ma’arif ... 224

l. Mabarrat ... 233

m. Missi Islam ... 238

n. Muslimat ... 239

o. Persatuan Pengasuh Rakyat Muslimin Indonesia ... 250

p. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama ... 251

q. Persatuan Petani Nahdlatul Ulama... 253

r. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ... 260

s. Robithatul Maahidil Islamiyah ... 268

t. Sarikat Buruh Muslimin Indonesia ... 269

u. Serikat Nelayan Muslimin Indonesia ... 288

v. Thariqat Mu’tabarah ... 290

6. Kepengurusan dan Keanggotaan ... 290

C. Keagamaan ... 361

D. Politik ... 371

1. Pemilihan Umum ... 371

2. Pemerintahan ... 379

3. Parlemen ... 396

E. Ekonomi ... 429

F. Sosial ... 452

G. Pendidikan ... 455

H. Kebudayaan ... 464

I. Ketenagakerjaan ... 466

J. Hukum ... 477

K. Keamanan ... 481

L. Luar Negeri... 491

(5)

iv LAMPIRAN

A. INDEKS ... 501 B. DAFTAR SINGKATAN ... 556

(6)

ii KATA PENGANTAR

Pasal 19 ayat (2) Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan menyebutkan bahwa Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) wajib melaksanakan pengelolaan arsip statis yang berskala nasional yang diterima dari lembaga negara, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan. Pengelolaan arsip statis oleh ANRI ditujukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban nasional dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Arsip statis yang dikelola oleh ANRI merupakan memori kolektif, identitas bangsa, bahan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan serta sumber informasi publik. Oleh karena itu, untuk meningkatkan mutu pengelolaan arsip statis, maka khazanah arsip statis yang tersimpan di ANRI harus diolah dengan benar berdasarkan kaidah-kaidah kearsipan sehingga arsip statis dapat ditemukan dengan cepat, tepat dan lengkap.

Berkaitan dengan hal tersebut, Sub Direktorat Arsip Konvensional Setelah Tahun 1945 Direktorat Pengolahan pada Tahun Anggaran 2014 melaksanakan penyusunan Inventaris Arsip Nahdlatul Ulama 1948-1979. Kami menyadari inventaris arsip ini masih belum sempurna. Namun, setidaknya inventaris arsip ini sudah dapat digunakan sebagai finding aid untuk mengakses, menelusuri, dan menemukan arsip Nahdlatul Ulama 1948 - 1979 yang tersimpan di ANRI dalam rangka pelayanan arsip statis kepada pengguna arsip (user).

Akhirnya, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pimpinan ANRI, anggota tim dan semua pihak yang telah membantu penyusunan inventaris arsip ini. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa membalas amal baik yang telah Bapak/Ibu/Sdr berikan. Amin.

Jakarta, Maret 2015 Direktur Pengolahan

Azmi

(7)

iii

(8)

v

BAB I

PENDAHULUAN

A. Sejarah Organisasi

Nahdlatul Ulama, yang memiliki singkatan NU merupakan organisasi kemasyarakatan sosial keagamaan yang didirikan pada 31 Januari 1926 M/16 Rajab 1344 H di Surabaya. Nahdlatul Ulama, berarti “kebangkitan ulama” didirikan oleh K.H.

M.Hasyim Asy’ari, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur dan sebagai motor penggerak adalah K.H. Abdul Wahab Hasbullah, pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) dipengaruhi oleh perkembangan pemikiran dan politik dunia Islam saat itu, antara lain: runtuhnya Kekhalifahan Turki Utsmani pada 1924, naiknya Ibn Saud sebagai Raja Arab Saudi, dan pengaruh pembaharuan Jamaluddin al Afghani dan Muhammad Rasyid Ridha (Noer, 1996: 242 – 244; Lombard II, 2005: 139). Dua tahun kemudian, pada 4 Oktober 1924 berdiri Komite Khilafat di Surabaya. Komite itu dengan ketua Wondosudirdjo—lalu lebih dikenal sebagai Wondoamiseno—dan wakil ketua Wahab Hasbullah.

Pada Kongres al Islam ke-4 pada 21 – 27 Agustus 1925 di Yogyakarta dan ke-5 pada 6 Februari 1926 di Bandung, beberapa organisasi keislaman yang terutama berasal dari kalangan pembaharu hadir untuk menjawab undangan dari Ibn Sa’ud. Wahab Hasbullah yang mewakili kalangan tradisi mengusulkan kepada Kongres al Islam Ke-4 untuk tetap memperbolehkan kebiasaan-kebiasaan yang sudah mentradisi.

Setelah menerima usulan Wahab Hasbullah, sebagian besar peserta Kongres menolak usulan tersebut. Selanjutnya Wahab Hasbullah dan tiga pendukungnya menyatakan keluar dari Komite Khilafat untuk kemudian bertemu kalangan tradisi di berbagai kota: Surabaya, Semarang, Pasuruan, Lasem, dan Pati. Pertemuan itu membuahkan hasil untuk segera mendirikan Komite Hijaz . Kelak pada 31 Januari 1926 melalui suatu rapat di Surabaya, komite ini berubah menjadi Nahdlatul Ulama (Noer, 1996: 242 – 243; Latief, 2012: 307 – 309).

(9)

vi Pada 1927, NU merumuskan tujuan organisasi dalam Anggaran Dasar yang pertama, yaitu memperkuat ikatan kepada salah satu dari empat mazhhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali) dan pembentukan badan-badan untuk memajukan usaha para anggotanya. Atas dasar tujuan tersebut, NU kemudian melakukan beberapa kegiatan, antara lain:

1. Memperkuat persatuan ulama yang masih setia kepada mazhhab;

2. Memberikan bimbingan tentang jenis-jenis kitab yang diajarkan pada lembaga- lembaga pendidikan Islam;

3. Penyebaran agama Islam yang sesuai dengan tuntutan empat mazhhab;

4. Memperluas jumlah madrasah dan memperbaiki organisasinya;

5. Membantu pembangunan masjid-masjid, langgar dan pondok pesantren;

6. Membantu anak-anak yatim piatu dan fakir miskin.

Pada perkembangannya NU menjadi sebuah organisasi yang besar. Cabang- cabang NU telah menjangkau Jawa, Banjar dan Martapura di Kalimantan pada 1930.

Tercatat NU telah memiliki 71 cabang pada 1937 dan berkembang hingga memiliki 120 cabang pada 1942 (Noer, 1996: 250 – 252). Ketika masa pendudukan Jepang, NU bersama Muhammadiyah, ikut mendirikan wadah perjuangan yang bagi umat Islam Indonesia yang dinamai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi). Beberapa tokoh NU, ikut pula berperan dalam usaha mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dengan tergabung dalam Badan Penyeledik Usaha Persiapan-persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Tokoh tersebut antara lain K.H. A. Wahid Hasyim, K.H. A. Wahab Hasbullah, K.H. Masjkur dan K.H. Zainul Arifin.

Ketika Belanda berusaha untuk menguasai kembali Indonesia yang telah memproklamasikan kemerdekaannya, NU mengeluarkan Fatwa Jihad pada 22 Oktober 1945. Fatwa ini mewajibkan bagi setiap muslim untuk mempertahankan kemerdekaan tanah air dari serangan musuh, terutama Belanda. Fatwa yang dikenal dengan Resolusi Jihad NU ini mampu membakar semangat perjuangan kaum muslimin.

NU yang tergabung dalam Masyumi, memiliki peranan pada bidang pemerintahan dengan menempatkan tokohnya menjadi Menteri Agama. Akan tetapi pada tahun 1952, terjadi konflik yang menyebabkan NU keluar dari Masyumi. Konflik tersebut disebabkan

(10)

vii tidak adanya keterwakilan anggota NU dalam kabinet khususnya posisi Menteri Agama.

Akhirnya pada 5 April 1952, NU menyatakan keluar dari Masyumi.

Pada Oktober 1952 melalui Kongres NU di Palembang, ditegaskan kembali sikap NU yang keluar dari Masyumi, sebagaimana uraian Teks Putusan Muktamar NO ke-19:

Menjetudjui putusan P.B.N.O tanggal 5/6 April 1952, bahwa N.O. setjara organisatoris memisahkan diri dari Masjumi serta mengusulkan pada Masjumi, agar mereorganisasi dirinya mendjadi badan federatief.” (Noer, 2000: 87 – 92).

Melalui Muktamar NU ke-19 di Palembang pada 1952 tersebut NU resmi menjadi partai politik sendiri, setelah sekian lama bergabung dalam Masyumi. Selepas dari Masyumi, Partai Nahdlatul Ulama (PNU) bersama-sama dengan Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII), Persatuan Tarbiyah Indonesia (Perti), Dar al Da’wah wa al Irsyad, dan Persyarikatan Tionghoa Islam Indonesia (PTII) mendirikan Liga Muslimin Indonesia (LMI), suatu federasi partai-partai politik Islam di Indonesia (Noer, 2000: 96 – 102).

Pada 1955 dilakukan Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan anggota Konstituante sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 1953 (Mandan [ed.], 2008: 280). Pada Pemilu pertama ini, PNU memperoleh 6.989.333 suara dan 91 kursi, menduduki posisi ketiga setelah Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Masyumi (Lev dalam Noer, 2000: 372).

Sekalipun NU telah berpisah dari Masyumi, keduanya tetap bahu-membahu menyusun undang-undang baru menggantikan Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) 1950 dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 hingga Dekrit Presiden 5 Juli 1959 membubarkan Konstituante.

Pada Demokrasi Terpimpin, terjadi beberapa peristiwa politik-keamanan yang menyebabkan Masyumi dibubarkan. Selanjutnya, PNU, PSII, dan Perti menjadi wakil partai politik Islam selama pemerintahan Soekarno yang mengusung nasionalisme, agama, dan komunisme (Nasakom) bersama PNI dan PKI. Perhatian utama ketiga partai politik Islam tersebut terletak pada kelangsungan pendidikan agama, terutama pendidikan tinggi yang berujung pada pendirian Institut Agama Islam Negeri (IAIN) pada 1960.

Pada 1 Oktober 1960 Idham Chalid selaku Ketua Umum Partai NU menandatangani Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang merupakan tanggapan atas Penetapan Presiden Nomor 7/1959 dan Peraturan Presiden Nomor

(11)

viii 13/ 1960. Penyusunan AD/ART ini berlangsung setelah Muktamar XXII pada 13 – 16 Desember 1959 di Jakarta. Pada Fasal 1, terdapat pernyataan: “Partai ini bernama Nahdlatul Ulama ….”, lalu Pokok Usaha Partai NU tercantum pada Fasal 4 dalam lapangan “ … membentuk masjarakat islamijah, … politik, … ekonomi, … sosial, … pendidikan-pengajaran-kebudayaan, … perburuhan, … pertahanan dan keamanan, dan politik luar negeri.” Perihal yang sama juga tercantum pada Pasal 10 – 16.

Pada masa Demokrasi Pancasila dilakukan perubahan sistem kepartaian yang berpengaruh pada kehidupan partai-partai politik di Indonesia. Perubahan ini dilakukan setelah pemilu pada 1971 dengan bergabungnya 10 partai peserta pemilu menjadi tiga partai. Partai Nahdlatul Ulama (PNU), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Persatuan Tarbiyah Indonesia (Perti) bergabung menjadi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berdiri pada 5 Januari 1973.

Pada perkembangannya, pengaruh pemerintah dianggap semakin kuat, sehingga ketika muktamar di Semarang pada 1979, mulai mengemuka keinginan kembali ke khittah 1926. Dalam pembukaan seminar, Abdurrahman Wahid menyatakan tiga hal, yakni: (1) NU hendaknya lebih memperhatikan masalah kemasyarakatan yang lebih luas;

(2) NU mampu laksanakan suksesi kepemimpinan; (3) NU lebih jelas merumuskan hubungan antara Islam dengan pancasila.

Pada 1982, Partai Nahdlatul Ulama melakukan walk out pada Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat sewaktu membahas UU tentang Pemilihan Umum. Setahun berikutnya, dalam perhelatan Musyawarah Nasional Alim Ulama semakin mengemuka keinginan mengembalikan NU sebagai organisasi keagamaan, sebagaimana terlihat pada beberapa kop surat PBNU yang bertuliskan organisasi sosial non-politik, organisasi keagamaan, atau coretan pada kata “partai”.

Akhirnya melalui Muktamar NU XVII di Situbondo pada 1984 NU menyatakan kembali ke Khittah 1926, yakni menjadi organisasi keagamaan bukan partai politik.

Peristiwa ini dikenal dengan istiah kembali ke Khittah 1926. NU telah lepas dari politik praktis dan kembali ke jam’iyah diniyah (organisasi keagamaan) yang mengurusi dakwah dan pendidikan.

(12)

ix B. Sejarah Arsip

Khazanah Arsip NU 1948 – 1979 merupakan arsip yang merekam kegiatan NU sebagai organisasi partai politik dan menjelang NU kembali sebagai organisasi keagamaan.

Berdasarkan data dalam Laporan Penerimaan Arsip 1973 – 1990/1991 di ANRI disebutkan bahwa pada 1985 NU menyerahkan arsipnya kepada ANRI. Namun, dalam Berita Acara Serah Terima Arsip Tahun 1983 terdapat data penyerahan arsip NU kepada ANRI dilaksanakan pada 29 Agustus 1983.

Berita Acara Serah Terima Arsip tersebut ditandatangani oleh kedua belah pihak, yakni H. M Moenasir, pada saat itu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBNU dan bertindak atas nama PBNU. Drs. Machfudi Mangkudilaga pada saat itu menjabat sebagai Pjs. Kepala Pusat Konservasi Kearsipan dan bertindak atas nama Arsip Nasional. Sebelum penyerahan arsip dilaksanakan, Soemartini selaku Kepala Arsip Nasional pada saat itu (sekarang ANRI) menyetujui permintaan Ketua PBNU untuk dilaksanakan pembenahan arsip NU terlebih dahulu di kantor PBNU.

Awalnya aksesibilitas arsip NU yang diserahkan kepada ANRI bersifat terbatas bagi masyarakat. Dalam Surat Pengurus PBNU tertanggal 15 Januari 1985 disebutkan bahwa salah satu hasil keputusan Muktamar NU XXVII di Situbondo menetapkan bagi masyarakat yang ingin menggunakan arsip NU yang disimpan di ANRI harus mendapat izin tertulis dari PBNU. Izin tertulis ini harus yang ditandatangani oleh salah seorang dari tiga orang Pengurus PBNU pada saat itu, yakni. Abdurrahman Wahid (Ketua), H.M. Anwar Haris (Sekjen), dan Drs. Ahmad Bagja (Wakil Sekjen).

Berdasarkan hasil identifikasi arsip di depo penyimpanan arsip ANRI, arsip NU 1948 - 1979 semuanya merupakan arsip kertas yang berjumlah 9,4 ml atau sama dengan 47 boks besar. Sebagian dari jumlah ini, sebanyak 6,2 ml (32 boks) arsip sudah pernah diolah dan dibuat inventaris arsipnya. Namun pengolahan arsip masih bersifat umum, inventaris arsip masih sederhana dan belum mencerminkan fungsi dan tugas NU sebagai organisasi kemasyarakatan sosial keagamaan dan politik.

Sebagian besar fisik arsip NU 1948-1979 dalam kondisi baik, akan tetapi terdapat beberapa arsip yang rapuh dan robek sehingga sulit dideskripsikan informasinya. Dalam hal ini, ANRI telah melakukan laminasi terhadap sebagian fisik arsip yang rusak.

(13)

x Sebagai organisasi sosial yang sudah lama berdiri dengan sendirinya NU memiliki peran sosial, keagamaan bahkan politik yang sangat besar. Sejarah NU tidak linier, terlahir pada 1926 sebagai organisasi kemasyarakatan sosial keagamaan, kemudian menjadi partai politik sejak 1952, dan pada 1984 kembali menjadi organisasi kemasyarakatan sosial keagamaan hingga saat ini. Hal ini dengan sendirinya mengondisikan beragamnya jenis informasi terdapat dalam khazanah arsip NU 1952-1982, antara lain masalah hubungan kelembagaan, kerumahtanggaan, keuangan, kepegawaian, ketatausahaan, dan keorganisasian.

Selain masalah di atas, terdapat pula informasi kegiatan NU dalam bidang politik (pemilihan umum, parlemen, dan pemerintahan), ekonomi (pengelolaan badan usaha), pendidikan (pendidikan dasar dan menengah, pondok pesantren dan perguruan tinggi), sosial (pemberdayaan keluarga melalui Badan Koordinasi Oeroesan Wanita), ketenagakerjaan (pemberdayaan melalui beragam profesi yang onderbouw NU kelola), hubungan luar negeri (jaringan NU dengan lembaga keagamaan negara lain atau kementerian keagamaan negara lain), hukum (keterlibatan NU dalam advokasi), keamanan (periode rawan pergolakan daerah seperti Peristiwa Irian Barat, Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera), dan Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia).

C. Pertanggungjawaban Pembuatan Inventaris Arsip 1. Pengolahan Arsip

Pengolahan arsip Nahdlatul Ulama (NU) 1948-1979 ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pengolahan arsip NU yang diserahkan kepada ANRI. Arsip NU ini sebelumnya sudah memiliki sarana bantu temu baliknya (finding aid) berupa inventaris arsip. Namun, seiring dengan upaya peningkatan akses dan mutu pelayanan arsip NU kepada masyarakat, maka dilakukan revisi terhadap Inventaris Arsip NU yang lama.

Kegiatan revisi inventaris arsip diawali dengan research terhadap Inventaris Arsip NU yang lama, fungsi dan tugas NU, khazanah arsip statis NU yang tersimpan di ANRI, tingkat akasesibilitas arsip NU, dan jenis informasi yang terdapat dalam khazanah arsip NU 1948-1979.

(14)

xi Berdasarkan hasil research, didapatkan beberapa kelemahan dalam Inventaris Arsip NU yang lama, antara lain:

1. Pengaturan informasi arsip belum sepenuhnya menggambarkan fungsi dan tugas NU pada saat itu, yakni sebagai organisasi kemasyarakatan sosial keagamaan dan politik;

2. Ketidaksesuaian antara deskripsi arsip dengan fisik arsip yang diberkaskan dalam boks;

3. Terdapat berkas arsip yang terdiri atas item-item arsip yang tidak memiliki keterkaitan informasi satu dengan yang lainnya;

4. Masih terdapat arsip NU (15 boks besar) yang belum diolah, sehingga informasinya belum terdapat dalam Inventaris Arsip NU yang lama.

Atas hasil research tersebut, maka untuk meningkatkan aksesibilitas dan mutu pelayanan khazanah arsip NU kepada masyarakat di ANRI, maka dipandang perlu dilakukan revisi terhadap Inventaris Arsip NU yang lama. Revisi dilakukan mencakup aspek berikut ini.

1. Pengaturan informasi arsip berdasarkan fungsi dan tugas NU sebagai organisasi sosial keagamaan dan politik;

2. Validasi keakuratan informasi/deskripsi arsip dalam inventaris arsip dengan fisik arsip yang diberkaskan/ditata dalam folder dan boks arsip;

3. Memberkaskan arsip yang terdiri atas item-item yang memiliki keterkaitan informasi dan konteks;

4. Mengolah informasi dan fisik arsip yang belum diolah untuk disatukan dengan arsip NU lainnya.

Pengolahan arsip dilakukan oleh tim kerja pengolah arsip statis di lingkungan Direktorat Pengolahan Arsip berdasarkan Surat Perintah No. KN.03.01/36/2013 yang terdiri dari Azmi sebagai Penanggung Jawab Kegiatan, Retno Wulandari selaku Penanggung Jawab Pelaksana Teknis Pengolahan; Raistiwar Pratama selaku Koordinator;

Arshanti Kurnianingrum, Tri Yekti Mufidati, Tri Artasari, Surti Widayati, Arum Esthu Domaz Kusumaning Bawono, dan Bakat Untoro selaku Anggota.

Pengolahan arsip NU 1948-1979 dilaksanakan selama dua belas bulan, mulai Januari s.d. Desember 2014. Prosedur pengolahan arsip mengacu kepada Peraturan

(15)

xii Kepala ANRI No. 27/2012 tentang Pedoman Penyusunan Sarana Bantu Penemuan Kembali Arsip Statis dan kaidah-kaidah pengolahan arsip statis.

Prosedur pengolahan arsip NU 1948-1979 dilaksanakan melalui kegiatan identifikasi arsip, penyusunan rencana teknis, penelusuran sumber referensi, pembuatan skema pengaturan arsip sementara, rekonstruksi arsip, deskripsi arsip, penyusunan skema pengaturan arsip definitif, manuver data/penyatuan informasi dan fisik arsip, penomoran definitif, pemberian label arsip, penataan arsip dalam boks, penyusunan inventaris arsip, penilaian dan uji petik, pengesahan inventaris arsip

Pengaturan informasi arsip disusun berdasarkan fungsi fasilitatif dan substantif.

Organisasi NU sebagai organisasi formal. Fungsi fasilitatif merupakan fungsi pendukung (supporting). Fungsi substantif merupakan fungsi pokok (core bussines) NU sebagai organisasi kemasyarakatan sosial keagamaan dan politik.

Skema pengaturan informasi arsip NU 1948-1979 adalah sebagai berikut:

a. Fasilitatif, meliputi hubungan kelembagaan, kerumahtanggaan, keuangan, kepegawaian, keorganisasian (kepengurusan dan keanggotaan, rapat, musyawarah, konferensi, muktamar, dan badan otonom

b. Substantif, meliputi keagamaan, politik, pendidikan, sosial, ekonomi, ketenagakerjaan, hubungan luar negeri, hukum, keamanan.

2. Petunjuk Penggunaan Inventaris Arsip

Inventaris Arsip NU 1948-1979 merupakan salah sarana bantu temu balik arsip statis NU periode 1948-1979 yang tersimpan di ANRI. Inventaris ini terdiri atas pendahuluan, uraian deskripsi arsip, dan lampiran yang memuat indeks (nama, masalah, tempat), daftar singkatan.

Pengaturan informasi arsip dalam Inventaris Arsip NU 1948-1979 disusun berdasarkan fungsi tugas NU sebagai organisasi sosial keagamaan dan politik. Inventaris arsip ini memuat 3092 nomor arsip yang dilengkapi dengan indeks (nama, masalah, dan tempat).

Dengan telah tersusunnya Inventaris Arsip NU 1948-1979, maka akses arsip statis NU 1948-1979 yang tersimpan di ANRI menggunakan inventaris arsip ini sebagai pengganti inventaris arsip NU yang lama. Untuk efektivitas penelusuran dan pencarian

(16)

xiii arsip yang terdapat dalam Inventaris Arsip NU 1948-1979, sebaiknya pengguna arsip statis (user ) di ANRI perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini.

a. Membaca seluruh pendahuluan inventaris arsip, karena dalam pendahuluan terdapat informasi mengenai sejarah organisasi NU, sejarah arsip NU sejak arsip masih disimpan di PBNU hingga dikelola di ANRI, dan pertanggungjawaban pembuatan inventaris arsip NU periode 1948-1979 oleh Tim ANRI;

b. Memperhatikan daftar isi inventaris arsip secara keseluruhan, karena daftar isi inventaris arsip merupakan cerminan pengaturan kelompok informasi yang terdapat dalam khazanah arsip NU periode 1948-1979;

c. Untuk mencari nama orang, nama organisasi, masalah, dan tempat yang terdapat dalam khazanah arsip dapat menggunakan indeks yang terdapat pada lampiran inventaris arsip ini;

d. Untuk mengetahui kepanjangan suatu singkatan yang terdapat dalam deskripsi arsip, dapat menggunakan daftar singkatan yang terdapat pada lampiran inventaris arsip ini.

3. Petunjuk Penggunaan Arsip sebagai Sumber Data

Arsip sebagai informasi terekam merupakan sumber data primer untuk penelitian ilmiah. Penulisan kutipan penggunaan arsip NU yang terdapat dalam inventaris arsip ini sebagai sumber data penelitian/penulisan karya ilmiah dilakukan sebagai berikut.

Contoh:

Arsip Nasional Republik Indonesia, Inventaris Arsip Nahdlatul Ulama 1948-1979, Jakarta, 2014, Nomor Inventaris …

atau

ANRI, Inventaris Arsip Nahdlatul Ulama 1948-1979, Jakarta, 2014, No. Inventaris …

(17)

xiv DAFTAR PUSTAKA

Latief, Yudi. 2012.

Inteligensia Muslim dan Kuasa; Genealogi Inteligensia Muslim Indonesia Abad XX.Terjemahan.Edisi Digital. Jakarta: Yayasan Abad Demokrasi.

Lombard, Denys. 2005.

Nusa Jawa Silang Budaya 2; Jaringan Asia.Terjemahan. Jakarta: Pustaka Utama Gramedia.

Mandan, Arief Mudatsir. 1991.

“Subchan Z. E dalam Konstelasi Politik Pasca 1965”. Prisma Edisi Khusus 20 Tahun 1971 – 1991.

Mandan, Arief Mudatsir (ed.). 2008.

Napak Tilas Pengabdian Idham Chalid; Tanggung Jawab Politik NU dalam Sejarah.

Jakarta: Pustaka Indonesia Satu.

Mudatsir, Arief. 1985.

“Dari Situbondo Menuju NU Baru; Sebuah Catatan Awal”. Prisma Nomor Ekstra Tahun XIII.

Noer, Deliar. 1996.

Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900 – 1942. Terjemahan. Jakarta: LP3ES.

---. 2000.

Partai Politik Islam di Pentas Nasional. Bandung: Mizan.

Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Sarana Bantu Penemuan Kembali Arsip Statis

(18)

1 Surat-surat mengenai pemakaian, pembuatan stempel, arti lambang, pencetakan kop surat, pembuatan amplop kecil dan besar, pengiriman poster serta pengambilan tanda gambar PBNU.

5 Juni 1952 - 14 November 1977 tembusan, pertinggal, kopi 1 sampul 2 Buku agenda surat masuk dan surat keluar PBNU.

1953-1969 asli 1 sampul 3 Surat dari PBNU kepada R. Noerjaman mengenai penjelasan tentang

contoh - contoh buku administrasi.

12 Februari 1953 asli 1 lembar 4 Surat-surat mengenai penjelasan tentang ketentuan surat menyurat baik surat masuk maupun keluar di lingkungan PBNU. NB: terdapat arsip robek.

9 Oktober 1953 - 18 Maret 1970 pertinggal, asli 1 sampul 5 Surat dari PBNU kepada PB Muslimaat mengenai pembuatan stencil

(penggandaan) dan stempel muslimaat baru.

26 Oktober 1953 asli 1 lembar

A. KESEKRETARIATAN BAB II

URAIAN DESKRIPSI ARSIP

1. Ketatausahaan

1

(19)

6 Surat dari Wakil Ketua Tanfiziyah PBNU kepada Konsul PBNU wilayah Jawa Timur mengenai tata cara mengundang PBNU dalam rapat.

30 Desember 1953 pertinggal 1 lembar 7 Surat dari PBNU kepada Konsul PBNU Kalimantan Selatan mengenai

penyalahgunaan tanda gambar kombinasi Masjumi-PSII dan NU.

22 Juni 1954 asli 1 lembar 8 Surat-surat dari PP Persatuan Pejuang Islam Bekas Bersenjata Seluruh Indonesia kepada PBNU mengenai pertemuan dan pemberitahuan pindah alamat.

24 & 29 Maret 1955 asli 3 lembar 9 Kumpulan telegram dari PBNU.

28 Mei 1955 - 24 Februari 1972 asli 1 sampul 10 Surat dari Lapunu Jatim kepada Ketua Cabang Lapunu Jatim mengenai

pembuatan lampion (damar kurung jawa).

02 September 1955 tembusan 1 lembar 11 Surat-surat mengenai penyesuaian penggunaan istilah-istilah dalam

Partai NU.

14 Maret 1957 - 11 Oktober 1958 asli 6 lembar 12 Surat-surat mengenai urusan administrasi anggota parlemen dari Partai

NU.

11 Mei 1958-2 Desember 1970 pertinggal 3 lembar

2

(20)

13 Surat dari PBNU Bagian Penerbitan kepada Abang Mesir bin Abang Rijat mengenai pengembalian pos wessel.

23 September 1858 pertinggal 1 lembar 14 Surat dari Lapunu Wilayah Sumatra Utara kepada Lapunu, PWNU Sumatra Utara mengenai penggantian stempel Lapunu wilayah Sumatra Utara.

24 November 1958 tembusan

1 lembar 15 Surat dari PC Lesbumi Kotabesar T. Karang/ T. Betung kepada PP Lesbumi mengenai permohonan perlengkapan sekretariat berkenaan dengan pelaksanaan rencana kerja pendek dalam tahun 1963 dibidang perluasan organisasi.

08 April 1963 tembusan 1 lembar 16 Surat dari PBNU kepada Kepala Bagian Publissiteit Departemen Penerangan RI mengenai permintaan brosur Departemen Penerangan sejumlah 500 exp.

31 Juli 1963 pertinggal 1 lembar 17 Surat-surat mengenai permintaan bahan-bahan dokumentasi partai dan

dokumentasi kerja.

11 Maret & 13 April 1965 tembusan

2 lembar 18 Surat dari PWNU Jawa Tengah kepada PBNU mengenai permohonan penjelasan tentang keabsahan instruksi PB karena perbedaan orang yang menandatanganinya.

28 Mei 1970 asli 1 lembar

3

(21)

19 Surat dari PWNU Jawa Timur kepada PCNU di Jawa Timur mengenai penertiban/penyeragaman papan nama.

2 November 1970 kopi 1 lembar 20 Surat dari PW Pepermi Kalimantan Selatan kepada PP Pepermi mengenai koreksi terhadap Surat PP Tanggal 25 Agustus 1970 No.

03/PP/A/VIII/1970.

17 November 1970 tembusan 1 lembar 21 Surat dari PWNU Sumatra Utara kepada PCNU seluruh Sumatra Utara

mengenai team khusus untuk mengurus surat-surat pencalonan.

16 Desember 1970 tembusan 1 lembar 22 Surat dari PBNU kepada Ketua Lembaga Pemilihan Umum mengenai

keterangan Wakil Sekjen PBNU menyangkut protes PP Lapunu.

18 Agustus 1971 asli 1 lembar 23 Surat keputusan tentang pencabutan nomor nota persetujuan Kepala Kantor Urusan Pegawai Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara.

5 Oktober 1973 kopi 3 lembar

24 Pengumuman dari Ketua Yayasan Madrasah Pondok Pesantran Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang mengenai peraturan persuratan, status bangunan dan tanah, pengaturan surat permohonan, dan pertanggungjawaban permohonan.

20 Juni 1977 kopi

1 lembar 4

(22)

25 Surat dari PBNU kepada PBNU Bagian Keuangan Surabaya mengenai penempatan tenaga di Ma'arif dan Mabarrat.

12 Juni 1952 asli 1 lembar 26 Surat dari PBNU kepada PBNU Bagian Keuangan, Da'wah, Ma'arif, Ekonomi, Pertanian, Sjuriah, Mubarrat, dan Penerbitan mengenai formasi staf bagian-bagian PBNU.

02 Juli 1952 asli 1 lembar 27 Surat dari PBNU kepada Sukardi mengenai penawaran tenaga.

19 Agustus 1952 asli 1 lembar 28 Berkas mengenai pembentukan panitia penempatan tenaga pada PBNU.

11 Februari 1953 - 21 Agustus 1963 asli 1 sampul 29 Surat-surat mengenai penempatan tenaga NU Yogyakarta ke PBNU

Pusat dan pelantikan Sjuriyah Yogyakarta.

14 Oktober 1953 &10 Agustus 1958 asli 2 lembar 30 Surat-surat mengenai permintaan bantuan pekerjaan dan masalah

kepegawaian lainnya di PBNU.

9 Juni 1954 - 28 April 1969 asli 1 sampul 2. Kepegawaian

5

(23)

31 Surat dari PCNU Jambi kepada Koordinator Penerangan Agama Daerah Jambi mengenai pengajuan calon yang diminta dari NU.

8 Oktober 1954 tembusan 1 lembar 32 Surat-surat Keputusan Ketua Umum Lapunu Pusat tentang pengangkatan pegawai dan pembantu pegawai Lapunu Pusat. NB: sebagian arsip rapuh dan robek.

10 Maret 1955 tembusan 5 lembar 33 Surat Ketetapan Majelis Konsul PBNU Sumatra Tengah tentang penetapan Kariman Petoradjo Tuanku Labuh unuk menjadi Pembangun (Oprichter) NU di Bungus.

3 November 1955 tembusan 1 lembar 34 Surat-surat mengenai permohonan mutasi.

11 Mei 1956 - 1 Maret 1962 turunan, pertinggal, tembusan

5 lembar 35 Surat-surat dari PBNU mengenai jawaban soal kepegawaian umum.

17 Mei 1956 - 30 September 1958 pertinggal 1 sampul 36 Surat-surat PBNU mengenai pemberhentian dari tugas pekerjaannya

pada Sekretariat PBNU.

9 Oktober 1956 - 20 Januari 1973 pertinggal 9 lembar

6

(24)

37 Surat dari PB Muslimat kepada PB Sarbumusi mengenai pengadaan orientasi untuk mengisi tenaga dalam Sarbumusi Surabaya.

6 November 1956 tembusan

1 lembar 38 Surat dari Achmad Japara kepada Rois Suriah PWNU Jawa Timur

mengenai pernyataan keluar K.H. Chasan Sjaifurridjal dari Partai NU.

29 April 1958 tembusan 1 lembar 39 Pengumuman No. 060/A/V-1958 dari PCNU Salatiga kepada Ketua NU/

GP Ansor MWT/ Anak Cabang Ranting di Cabang Salatiga mengenai pengaturan piket PC masuk kantor.

12 Mei 1958 tembusan

1 lembar 40 Surat dari PBNU kepada PBNU Bagian Keuangan mengenai pengalihan

tugas Abdul Latief ke Tanah Suci Mekkah kepada Zainuddin Dachlan.

15 Juni 1958 asli 1 lembar 41 Surat dari PBNU kepada PB Sarbumusi mengenai permintaan wakil dari

Sarbumusi dalam Seksi yang mengurusi masalah penempatan tenaga.

11 Oktober 1958 pertinggal 1 lembar 42 Surat penetapan diangkat sebagai full-timer sekretaris pada Sekretariat

Sjurijah PBNU a.n. A. Foeqoha Dahlan.

09 Februari 1961 asli 1 lembar

7

(25)

43 Surat dari Pimpinan Nasional Missi Islam kepada Biro Penempatan Tenaga pada PBNU mengenai permohonan pedoman kerja penempatan tenaga.

16 September 1963 asli 1 lembar 44 Surat dari Sekretaris II PBNU kepada Komandan Kursus Kader "Missi

Islam" mengenai bantuan tenaga yang pandai mengetik.

21 Juni 1964 asli 2 lembar 45 Daftar giliran kerja karyawan Sekretariat PBNU bulan Mei 1971.

28 April 1971 pertinggal

2 lembar 46 Surat-surat mengenai penetapan pembagian dan pengisian formulir untuk

piket di Kantor PBNU.

25 Maret 1972 & 4 Maret 1974 pertinggal, asli 3 lembar

47 Surat-surat mengenai pemungutan dan pengiriman uang i'anah sanawiyah.

4 Juni 1952 - 1 November 1971 asli 6 lembar 48 Surat-surat dari PBNU kepada PBNU Bagian Keuangan di Surabaya mengenai pengiriman uang, pemotongan gaji dan rencana keuangan NU.

10 Juni - 17 Juli 1952 asli 5 lembar 3. Keuangan

8

(26)

49 Surat keterangan PBNU yang menerangkan bahwa Abdul Kadir diberikan tugas untuk mengumpulkan uang guna mendirikan madrasah NU diranting NU Geylangserai Singapore.

11 Juni 1952 pertinggal 1 lembar 50 Surat dari Bekas Menteri Agama kepada Kepala Jawatan Perjalanan di Jakarta mengenai pembelian mobil dengan angsuran sendiri sebesar Rp.500,-.

19 Juni 1952 asli 1 lembar 51 Surat dari PBNU kepada Konsul PBNU Jawa Timur mengenai

permintaan sumbangan ongkos perjalanan.

05 Februari 1953 asli 1 lembar

52 Surat-surat mengenai keuangan gedung Madrasah Musyawarah.

12 Oktober 1953 asli 2 lembar 53 Surat dari PBNU kepada Konsul PB Muslimat NU Sumatra Selatan mengenai permohonan keterangan tentang jumlah uang yang belum diselesaikan.

15 Oktober 1953 asli 1 lembar 54 Surat-surat mengenai penyelesaian hutang piutang antara PBNU dan

PCNU.

14 Mei 1954 - 1 Juni 1972 asli 1 sampul

9

(27)

55 Surat-surat dari Abdulmanab Murtadlo kepada Lapunu Pusat dan PBNU mengenai pengiriman uang dari pemasukan penjualan gelas bersimbol NU dan penjualan bendera serta lencana.

16 Mei & 27 September 1954 asli 2 lembar 56 Surat dari PCNU Kebumen kepada PBNU mengenai perongkosan

persewaan gudang Haven Semarang.

19 Mei 1954 asli 1 lembar 57 Surat dari PBNU kepada Ketua PBNU Bagian Keuangan mengenai

pembayaran uang untuk Percetakan "Quick".

16 Juni 1954 asli 1 lembar 58 Surat-surat mengenai permohonan bantuan keuangan yang digunakan untuk membantu pondok pesantren, madrasah, pembayaran hutang, pembiayaan kegiatan, dll.

7 Juli 1954 - 21 Desember 1976 asli 1 sampul 59 Surat dari PB Persatuan Umat Islam (PUI) kepada Menteri Agama mengenai sumbangan kementerian agama bagi pembiayaan organisasi Islam.

24 September 1954 asli 1 lembar 60 Surat dari Majelis Konsul PBNU Sumatra Utara kepada PBNU mengenai pendaftaran "Firma Ichwan" sebagai anggota guna menambah usaha- usaha pemasukan uang partai NU.

26 September 1954 asli 1 lembar

10

(28)

61 Surat-surat dari PBNU kepada Konsul PBNU Sulawesi di Makasar mengenai penyelesaian dan penggantian ongkos perjalanan.

14 Februari 1955-6 April 1957 asli 3 lembar 62 Surat dari PBNU kepada Majelis Konsul PBNU Jakarta Raya mengenai

pembiayaan majelis konsul.

28 Februari 1955 asli 1 lembar 63 Surat dari PBNU kepada H. Moh Saprin mengenai timbang terima

keuangan PBNU.

12 Maret 1955 asli 1 lembar 64 Surat dari Komda PBNU Kalimantan Selatan untuk Kalimantan Tenggara kepada Majelis Konsul PBNU Kalimantan Selatan mengenai permintaan uang untuk membeli alat-alat seperti kertas, perangko,

amplop, dll. 14 Maret 1955

tembusan 1 lembar 65 Berkas mengenai tambahan subsidi sebesar Rp 25.000,- untuk Lapunu

Wilayah Sulawesi. NB: arsip rusak.

17 & 25 Maret 1955 asli 2 lembar 66 Surat dari PBNU kepada Zainul Arifin mengenai permintaan karcis

kereta api untuk tahun 1955.

17 Maret 1955 asli 1 lembar 67 Surat dari PP Ikatan Pelajar NU (IPNU) kepada PBNU mengenai

permohonan pinjaman dana untuk menerbitkan majalah PP IPNU.

25 Maret 1955 asli 1 lembar

11

(29)

68 Surat dari PCNU Jember kepada PBNU mengenai permohonan tentang kebenaran uang KM sebesar 25 juta yang dipergunakan modal bagi Bank Persatuan Dagang milik pribadi dari gembong-gembong NU. NB: arsip rapuh dan robek.

28 Maret 1955 asli 1 lembar 69 Surat dari PBNU kepada PCNU Serang mengenai stabilisasi keuangan

partai.

28 April 1955 asli 1 lembar 70 Surat dari PBNU kepada S. Abdullah Gathmyr di Pelembang mengenai permintaan penjelasan pertanggungjawaban administratief atas pengiriman uang sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah).

29 April 1955 asli 1 lembar 71 Surat dari PBNU kepada PC GP Anshar Lamongan mengenai penjelasan

uang haji.

06 Mei 1955 pertinggal 8 lembar 72 Surat dari PBNU kepada H. Moh. Aprin (Ketua PBNU Bagian

Keuangan) mengenai hadiah lebaran pegawai-pegawai PBNU.

06 Mei 1955 asli 1 lembar 73 Surat-surat mengenai pembiayaan Lapunu.

18 Mei 1955 - 2 Oktober 1958 asli 4 lembar

12

(30)

74 Surat dari PCNU Batang kepada Ketua CD NU Pekalongan mengenai pengiriman uang hasil dari Agnija'.

08 September 1955 tembusan 1 lembar 75 Surat dari PCNU Tegal kepada Kepala Kantor Pos di Tegal mengenai

pengiriman postwissel kepada PBNU.

08 September 1955 tembusan 1 lembar 76 Surat dari S.W. Soebroto Konsul PBNU Jawa Barat mengenai permohonan penggantian uang voorschot pelaksanaan konferensi Cabang Krawang yang hilang.

03 November 1955 asli 1 lembar 77 Surat dari Majelis Konsul PBNU Wilayah Jawa Barat kepada Komisaris Daerah Cirebon mengenai sumbangan keuangan kepada cabang-cabang di Jawa Barat

03 November 1955 tembusan 1 lembar 78 Surat dari Majelis Konsul PBNU Wilayah Sumatra Tengah kepada Ustad

Ridwan dkk mengenai laporan keuangan keperluan ongkos kampanye.

07 November 1955 tembusan 1 lembar 79 Surat dari Lapunu Pusat kepada Konsul PBNU Wilayah NTB Kp. Arab Singaraja (Bali) mengenai belum adanya bantuan biaya untukcampagne pemilihan anggota Dewan Konstituante dan penggantian keanggotaan PP oleh Sdr. Marchum.

15 November 1955 tembusan

1 lembar

13

(31)

80 Surat dari NV. Janeha kepada JM Presiden RI, dll mengenai gugatan terhadap Bank Negara Indonesia. NB: beserta lampiran.

27 Maret 1956 asli 7 lembar 81 Surat-surat mengenai pengiriman uang dari PBNU.

11 & 12 Juni 1956 pertinggal 2 lembar 82 Surat dari PBNU kepada PCNU Tasikmalaya mengenai tidak dapat mengabulkannya permintaan untuk membebaskan Djadja dari kewajiban iuran bulanan.

13 Juni 1956 tembusan

1 lembar 83 Surat Keterangan dari PCNU Meranjat tentang penetapan Jahja Muksin sebagai pengambil mobil dan penanggungjawab tanda penerimaan setoran uang.

07 Juli 1956 tembusan 1 lembar 84 Surat dari PB GP Ansor kepada Anggota PBNU Suriah dan Tanfiziah serta Anggota PB GP Ansor mengenai penjelasan tentang keuangan yang diterima PP GP Anshar.

16 Agustus 1956 tembusan

1 lembar 85 Surat-surat mengenai penjelasan dan surat kuasa tentang keuangan

penyelenggaraan pendirian gedung Madrasah di Semarang.

8 September 1956 & 8 April 1957 asli 2 lembar 86 Surat dari PBNU kepada PB Sjurijah NU mengenai kenaikan

honorarium.

01 Oktober 1958 asli

1 lembar 14

(32)

87 Surat dari PBNU kepada MWTNU Rembang, Purbolinggo mengenai penjelasan keadaan ekonomi dan bantuan madrasah.

30 Oktober 1956 asli 1 lembar 88 Surat dari PCNU Kuningan kepada PBNU mengenai sisa hutang. NB:

beserta lampiran kuitansi.

11 Januari 1957 - 7 Juli 1958 asli 1 sampul 89 Berkas mengenai iuran anggota NU dan daftar nama-nama penyumbang

untuk PBNU pada Januari - Desember 1960.

24 Januari 1957 - 31 Desember 1960 asli 1 sampul 90 Surat kuasa dari PBNU kepada H. Djamaluddin Malik, H.Munir Abu Sjudja' dan MR. R. Soeparman untuk mengadakan timbang terima keuangan dan hal lainnya yang berkenaan dengan kekayaan partai dari Ketua Umum PBNU yang lama yaitu Bapak K.H.M. Dachlan.

26 Januari 1957 tembusan

1 lembar 91 Surat dari PBNU kepada Moh. Marchum Wakil Ketua I NU Wilayah Denpasar mengenai pengiriman uang dari PT. Harapan kepada H. Munir Abi Sjudja.

17 April 1957 asli 1 lembar 92 Surat dari PWNU Sumatra Selatan kepada PBNU mengenai keuangan

PWNU Tahun Buku 1957.

04 Februari 1958 asli 4 lembar

15

(33)

93 Surat dari PP GP Anshar kepada Mu'tamad Arghobi (PC GP Ansor Pemalang) mengenai penagihan pinjaman uang.

18 Februari 1958 tembusan 1 lembar 94 Berkas mengenai pinjaman Zain Alhadsji sebesar Rp. 5000,- kepada J.P.H.I. Pusat guna pembiayaan penyelenggaraan perjalanan 2 (dua) orang tamu dari Mesir ke Palembang.

30 Maret - 5 November 1958 asli 1 sampul 95 Pertanggungjawaban keuangan PB Sarbumusi tahun 1958.

1 April - 31 Desember 1958 tembusan 1 sampul 96 Surat dari PWNU Kalimantan Selatan Bagian Mabarrat (Sosial) kepada PBNU Bagian Mubarrat mengenai usaha keuangan untuk Panti Asuhan Hasjim Asj'ari Banjarmasin.

29 April 1958 tembusan 1 lembar 97 Surat dari PCNU Surabaya kepada MWTNU dan PRtNU Surabaya

mengenai laporan keuangan dan pedoman khusus keuangan.

07 Mei 1958 tembusan 1 lembar 98 Berkas mengenai daftar honorarium para petugas staf PBNU tahun 1958,

1960, 1963, 1964, 1966, 1968, 1972.

17 Mei 1958 - 01 Agustus 1972 asli 1 sampul 99 Surat dari PBNU kepada Abdullatief Dimjati di Jakarta mengenai

penyelesaian uang untuk penerbitan majalah/berita.

26 Mei 1958 asli

1 lembar 16

(34)

100 Surat-surat mengenai keuangan Yayasan Mu'awanah NU (Jamunu). NB:

terdapat arsip rapuh dan robek.

29 Mei & 2 Juni 1958 asli 2 lembar 101 Surat-surat mengenai SK Kepala Inspeksi Pengajaran Rendah Kabupaten Jakarta Selatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang pemberian gaji dan penghasilan-penghasilan lain yang berhubungan dengan pangkatnya.

10 - 23 Juli 1958 asli 1 sampul 102 Surat dari PP Lapunu kepada PBNU Bagian Keuangan mengenai mandat

untuk meneken/mengetahui segala bon untuk keperluan Lapunu Pusat.

14 Juli 1958 asli 1 lembar 103 Surat dari Lapunu Pusat kepada Bagian Keuangan PBNU mengenai

penanggungjawab keuangan Lapunu.

14 Juli 1958 tembusan

1 lembar 104 Surat dari PBNU kepada Pimpinan Biro Pemerintahan Umum NU

mengenai biaya biro pemerintahan umum NU.

12 Desember 1958 asli 1 lembar 105 Berkas mengenai laporan pengeluaran pembelian perangko PBNU tahun

1959.

6 Juli - 30 Desember 1959 asli 1 sampul

17

(35)

106 Berkas mengenai neraca keluar masuknya uang PBNU pada Januari s/d Desember 1962.

31 Januari 1961 - 1 Januari 1963 asli 1 sampul 107 Kumpulan kuitansi pengeluaran PBNU tahun 1961.

9 September - 30 Desember 1961 asli 1 sampul 108 Surat dari PBNU kepada H. Bisri Sansuri mengenai kiriman uang untuk

tambahan pembelian obat-obatan.

10 Februari 1962 asli 1 lembar 109 Surat dari PBNU kepada PCNU Sukabumi mengenai pinjaman uang

untuk menebus textiel bagi guru-guru negeri.

11 Februari 1962 asli 1 lembar 110 Surat dari PWNU Kalimantan Tengah kepada PBNU Bagian Keuangan

mengenai pemasukan keuangan.

13 Oktober 1962 asli 1 lembar 111 Surat dari PBNU kepada M.T. Notohardjo mengenai permintaan

kejelasan tentang kiriman uang sebesar 500 rupiah.

3 November 1962 asli 1 lembar 112 Pertanggungjawaban keuangan PP Lesbumi tahun 1963.

1 Januari - 31 Desember 1963 tembusan 1 sampul

18

(36)

113 Surat-surat mengenai pengiriman uang untuk Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga.

06 April 1963 asli 3 lembar 114 Surat dari PP Lapunu kepada PBNU mengenai permohonan keuangan

tetap.

22 April 1963 asli 1 lembar 115 Surat dari PBNU Bagian Keuangan kepada Koordinator Bagian Keuangan mengenai permohonan pembuatan rencana anggaran belanja bulan April, Mei dan Juni 1963.

24 April 1963 asli 1 lembar 116 Surat dari PBNU kepada PWNU Jambi mengenai pembiayaan partai.

09 Mei 1963 asli 1 lembar 117 Surat dari PWNU Sumatra Utara kepada PC, dll mengenai instruksi untuk menggiatkan usaha mencari keuangan partai dan membantu menggerakkan bagian-bagian otonom dan keluarga NU.

22 Mei 1963 tembusan

1 lembar 118 Berkas mengenai rincian keuangan PBNU bulan Januari s/d Desember

1964.

28 Juni-31 Desember 1964 asli 1 sampul

19

(37)

119 Surat dari Drs. Husein Segaf kepada JM Menteri Agama RI mengenai permohonan ijin hotel dan keringanan beban materiil sebagai Sekretaris Bagian Da'wah PBNU dan mengasuh Akademi Da'wah.

17 Agustus 1964 tembusan

1 lembar 120 Surat dari PBNU kepada PCNU Tebing Tinggi mengenai biaya

administrasi partai.

2 Januari 1965 pertinggal 1 lembar 121 Surat-surat Keputusan PBNU tentang penetapan honorarium dan uang

pesangon Sekretariat PBNU.

20 Mei 1965 & 12 Agustus 1977 asli 3 lembar 122 Surat-surat mengenai iuran/uang pangkal dan badan usaha untuk biaya

partai dari Pengurus NU Wilayah Kalimantan Timur

25 Juni 1965 asli 3 lembar 123 Surat dari PP GP Ansor kepada Ketua Umum Panitia Harlah Partai NU

mengenai anggaran pembiayaan Program 6 bulan PP Pemuda Ansor.

20 November 1965 tembusan 2 lembar 124 Tanda Penyetoran dari MWTNU Losari untuk Team Pemeriksa

Pepekuper Kabupaten Brebes.

06 Desember 1965 turunan 1 lembar

20

(38)

125 Surat dari PBNU kepada Pimpinan Panitia Langgar mengenai penyampaian penghentian subsidi sementara untuk kesejahteraan umat Islam.

12 Januari 1966 pertinggal 1 lembar 126 Berkas mengenai anggaran belanja PBNU bulan November 1966 dan

rincian neraca pengeluaran PBNU bulan Desember 1966.

29 November 1966 - 2 Januari 1967 asli 4 lembar 127 Berkas mengenai laporan pertanggungjawaban keluar/ masuk keuangan

rutin Bagian Keuangan Sekretariat PBNU tahun 1967.

18 April - 29 Juli 1967 asli 1 sampul 128 Berkas mengenai pertanggungjawaban keuangan PBNU 1968, 1969 dan

1970.

1 Januari 1968 - September 1970 asli 2 sampul 129 Surat-surat mengenai sumbangan keuangan Ja Mu'allim.

22 Januari & 20 Oktober 1969 pertinggal 3 lembar 130 Berkas mengenai laporan perhitungan uang masuk dan keluar dalam

pembangunan Gedung Sekolah Lanjutan Islam.

30 Juni - 5 Agustus 1969 asli, pertinggal 3 lembar 131 Surat PWNU Kalimantan Tengah dan PCNU Kabupaten Kuala Pembuang mengenai tidak membenarkan peminjaman dana ke bank atas nama NU namun menggunakan nama personal.

6 Januari - 1 Maret 1970 tembusan 2 lembar

21

(39)

132 Surat dari PBNU kepada PCNU Meulaboh atau Solok mengenai tanggapan pembiayaan keuangan di cabang.

12 Februari 1970 pertinggal 1 lembar 133 Surat dari Panitia Perumus Likwidasi G.B. Mestrical Sarbumusi Cabang Banjarbaru kepada Ketua G.B. Mestrikal Sarbumusi Cabang Proyek Besi Baja Kalimantan mengenai konsepsi (job discription) dan daftar uang pesangon.

18 - 25 Februari 1970 asli 1 sampul 134 Surat dari PWNU Sumatra Selatan kepada Muhammad Said di Palembang mengenai permintaan penyerahan uang tunai milik PW partai NU.

26 Februari 1970 tembusan 1 lembar 135 Surat-surat mengenai pembiayaan partai NU dari para fungsionaris Partai

NU tingkat Wilayah/Propinsi.

11 - 26 Maret 1970 asli 4 lembar 136 Surat-surat kuasa PBNU untuk mengurus dan menerima uang eksploitasi

kendaraan bulan April, Juni 1970 dan Oktober 1971.

15 April 1970 - 12 Oktober 1971 pertinggal 3 lembar 137 Surat dari Sekjen PBNU kepada Direktur Muda Kekarjaan BNI 1946 mengenai permohonan bantuan untuk meminjamkan surat keterangan Sdri. Siti Chodidjah ex-Pegawai Bank Indonesia Cabang Tegal.

3 Juni 1970 pertinggal 1 lembar

22

(40)

138 Berkas mengenai daftar rincian pemberian zakat dan hadiah lebaran untuk NU dari GKBI.

19-20 November 1970 asli 1 sampul 139 Kumpulan bukti pengeluaran biaya operasional PBNU tahun 1971-1976.

1 Januari 1971 - 7 Agustus 1976 asli 1 sampul 140 Surat dari Wakil Sekjen PBNU kepada Kantor Pusat Perusahaan Air Minum DCI Jakarta mengenai surat peringatan I untuk membayar tunggakan rekening pemakaian air ledeng.

26 Oktober 1971 pertinggal 2 lembar 141 Surat dari PWNU DKI Jakarta kepada Wakil NU DKI Jakarta di

DPR/DPRD mengenai pembiayaan rutin.

27 November 1971 asli 1 lembar 142 Surat dari PBNU kepada PWNU DKI Jakarta mengenai reduksi kereta

api.

16 Desember 1971 pertinggal

1 lembar 143 Surat dari PBNU kepada PWNU Jawa Timur mengenai pemberian petunjuk untuk mencari dana-dana bagi kelancaran pembangunan daerah.

11 Maret 1972 pertinggal 1 lembar

23

(41)

144 Surat dari PBNU kepada PWNU Provinsi Kalimantan Selatan mengenai pertimbangan PBNU terkait penjualan tanah untuk pembangunan madrasah/sekolah.

22 Maret 1972 asli 1 lembar 145 Surat-surat mengenai besaran infak bagi anggota dewan dari Partai NU.

20 & 27 Juli 1972 pertinggal 2 lembar 146 Berkas mengenai rincian honorarium dan uang transport staf Sekretariat

PBNU bulan Juli s/d Desember 1972.

3 Agustus-1 Desember 1972 asli 1 sampul 147 Surat dari PBNU kepada PCNU-PCNU dan PWNU-PWNU mengenai

petunjuk-petunjuk pendanaan untuk pembiayaan Partai.

03 Agustus 1972 asli 2 lembar 148 Surat dari PBNU kepada PWNU Jambi mengenai penanggulangan

pembiayaan Partai.

21 November 1972 pertinggal 1 lembar 149 Surat dari PWNU Sumatra Barat kepada Anyar Dewi di Padang

mengenai sewa kantor ex. PWNU Sumatra Barat.

10 & 17 Mei 1973 tembusan 2 lembar 150 Surat dari PCNU Banjarmasin kepada H. Asmaw Syakhroni mengenai

sumbangan keuangan rutin untuk PCNU Banjarmasin.

10 Agustus 1973 pertinggal 1 lembar

24

(42)

151 Surat dari PBNU kepada K.H.M. Nasir (Anggota DPR RI FPP) mengenai kewajiban membayar tanah syahriyah untuk Jambi.

27 Agustus 1973 pertinggal 1 lembar 152 Surat dari Kepala Kantor Urusan Perumahan Surabaya kepada PCNU Surabaya mengenai pembayaran sewa rumah bubutan Gg. VI/2 Surabaya.

27 November 1973 asli 1 lembar 153 Surat dari MWCNU MA. Tembesi kepada PBNU mengenai permohonan

gaji.

10 Februari 1974 asli 1 lembar 154 Surat dari PBNU kepada PCNU Nganjuk mengenai penjelasan tentang

laporan keuangan cabang Nganjuk.

02 September 1974 pertinggal 1 lembar 155 Tanda bukti pembayaran biaya Rumah Sakit Doktor Sudarso Pontianak.

22 Oktober 1976 foto kopi 2 lembar 156 Surat dari PCNU Kotamadya Banjarmasin kepada Tim Verifikasi

Keuangan NU Kotamadya Banjarmasin mengenai penyampaian laporan hasil kerja.

30 Mei 1977 tembusan 1 lembar

25

(43)

157 Surat Keputusan PWNU Jawa Barat No. 45 Tahun 1977 tentang pembiayaan bagi pembangunan kantor/ sekretariat PWNU Jawa Barat.

9 Juni 1977 tembusan

2 lembar 158 Surat dari PWNU Semarang kepada anggota DPR-RI/DPR-D Tk. I Jawa

Tengah mengenai keuangan PWNU Jateng.

25 Juni 1977 tembusan

1 lembar 159 Surat dari PCNU Blitar kepada MWCNU dan PRtNU di Blitar mengenai

penetapan sumbangan wajib dalam rangka pembangunan kantor NU.

22 Agustus 1977 tembusan 1 lembar 160 Surat dari PCNU Pasuruan kepada H. Moch. Zaky Ubaid mengenai

penetapan membayar sumbangan wajib bulanan sebesar Rp. 20.000.

29 Oktober 1977 tembusan

1 lembar 161 Daftar mengenai tarif plane dan kereta api.

tt pertinggal 1 lembar

162 Surat-surat mengenai permasalahan tanah, rumah, kantor, barang wakaf dan pembangunan gedung milik NU.

16 Oktober 1953 - 27 Maret 1976 tembusan 1 sampul 4. Kerumahtanggaan

26

(44)

163 Surat dari PC Muslimaat Serang kepada PBNU mengenai permohonan penjelasan tentang cara mengambil barang-barang dan jenis barang apa yang telah disediakan.

30 September 1954 asli 1 lembar 164 Surat dari an. PCNU Kebumen kepada PBNU mengenai penjelasan tidak mengenalnya nama Direktur Urut Sewu dalam pembuatan gelas untuk PCNU Kebumen.

1 Oktober 1954 asli 1 lembar 165 Surat K.H.M. Dahlan mengenai penangguhan pengembalian mobil

"Moris Minor".

7 Maret 1955 pertinggal 1 lembar 166 Surat dari Konsul Majelis Konsul PBNU Wilayah Jawa Barat kepada PCNU Bandung mengenai permintaan maaf telah menggunakan ruangan yang diminta untuk rapat-rapat Majelis Konsul Wilayah Jawa Barat. NB:

arsip rapuh dan robek.

14 Maret 1955 tembusan

1 lembar 167 Surat-surat mengenai penyerahan dan permintaan mesin tulis.

1 April 1955 - 9 Agustus 1969 pertinggal, asli 1 sampul 168 Surat dari PBNU kepada 2 Pimpinan Kedai Pusat Ansor mengenai permohonan untuk segera melayani pesanan barang-barang yang dipesan oleh Kepanduan Ansor Cabang Sidoarjo.

2 Mei 1955 pertinggal

1 lembar

27

(45)

169 Surat dari PCNU Gorontalo kepada K. Laya mengenai mandat untuk NU di Jakarta menerima segala keperluan PCNU Gorontalo.

2 Oktober 1955 salinan 1 lembar 170 Surat dari PBNU kepada PP Ikatan Pelajar Partai NU mengenai permohonan mempersiapkan bantuan untuk pembangunan gedung Asrama Pelajar Partai.

30 Mei 1956 pertinggal 1 lembar 171 Surat dari PCNU Serang kepada Konsulat PBNU Wilayah Jawa Barat mengenai mobil Kementerian Agama yang dipergunakan oleh orang- orang tertentu. NB: arsip rapuh dan robek.

18 Juni 1956 asli 1 lembar 172 Surat kuasa (mandaat) dari Sekretaris PBNU kepada H. Abdulmadjid

untuk menyelesaikan pengambilan kitab-kitab PBNU.

9 November 1956 asli 1 lembar

173 Surat dari PBNU Bagian Da'wah kepada PBNU mengenai permohonan pemberian alat-alat yang dibutuhkan dalam penyusunan Perpustakaan dan Dokumentasi NU. NB: beserta lampiran.

8 Februari 1958 pertinggal, tembusan 2 lembar 174 Surat dari an. PCNU Bangkalan kepada PBNU mengenai permohonan untuk penjelasan tentang pembangunan Akademi Militer ALRI yang ditempatkan antara kecamatan Kamal s/d daerah perbatasan kecamatan- kecamatan Sukolilo/Labang dan Kwanjar.

14 Juli 1958 asli 1 lembar

28

(46)

175 Surat dari PP GP Ansor kepada PC GP Ansor mengenai pembangunan sebuah Gedung Pertemuan di Pemalang.

23 Agustus 1958 tembusan

1 lembar 176 Surat dari PBNU kepada PB Pertanu mengenai permintaan kebutuhan

peralatan dan perlengkapan PW Pertanu Jawa Barat.

1 Januari 1959 asli 1 lembar 177 Surat dari PCNU Karo kepada PBNU mengenai permohonan mengenai

stempel dan ART Pertanu.

26 Mei 1959 asli 1 lembar 178 Daftar mengenai kartu makan.

1962 kopi 1 lembar 179 Surat dari PBNU kepada Pimpinan Gedung Wanita mengenai permintaan ijin menggunakan Gedung Wanita untuk pertemuan keperluan pelantikan

"Lembaga Seniman-Budayawan Muslimin Indonesia" dan Halal bi Halal.

28 Februari 1962 asli 1 lembar 180 Surat dari PCNU Kabupaten Karo kepada PBNU mengenai permohonan bantuan alat-alat yang diperlukan untuk dua Madrasah Rendah/Ibtidaiyah di Manukmulia dan Kota Kabandjahe.

5 Mei 1962 asli 1 lembar

29

(47)

181 Surat dari para Anggota MPRS kepada Ketum/Wakil Menteri Pertama mengenai permohonan turut membeli radio televisi.

2 Juni 1962 asli 1 lembar 182 Surat dari PBFN Jakarta kepada PBNU Jakarta mengenai peminjaman

ruangan untuk testing.

16 Oktober 1962 asli 1 lembar 183 Surat-surat mengenai ijin pemakaian ruangan aula PBNU.

20 November 1962 - 23 Oktober 1968 asli 3 lembar 184 Surat dari Komisariat Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia Kalimantan Tengah Palangkaraya kepada Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Tengah mengenai permohonan pembelian kain untuk keperluan Seksi Seni Hadrah.

3 Desember 1962 tembusan

1 lembar 185 Surat-surat mengenai penyelenggaraan pinjaman barang-barang oleh

Marchum.

18 Maret - 25 April 1963 asli 3 lembar 186 Surat dari Haji Achmad Sjahri kepada Menteri Pertanian dan Agraria d.p. Panitia Pelaksana Penguasaan Milik Belanda mengenai permohonan untuk membeli rumah/tanah berdasarkan UU No. 3 Prp tahun 1960 jo.

PP No. 223 tahun 1961.

25 Juli 1963 asli 1 lembar

30

(48)

187 Surat dari PBNU kepada PPLPAI Ma'arif mengenai pindah ruang untuk menerbitkan ruang- ruangan dilingkungan kantor.

29 Juli 1963 pertinggal 1 lembar 188 Surat dari PBNU kepada Menteri Agama mengenai permohonan dibentuknya kantor Pengadilan Agama/Mahkamah Sjar'ijah di Manna Bengkulu.

10 Agustus 1963 pertinggal 1 lembar 189 Surat dari PBNU kepada Iskandar mengenai pemberitahuan untuk

memastikan terlebih dahulu tentang fasilitatif yang telah didapat.

28 Agustus 1963 pertinggal 1 lembar 190 Surat dari PBNU kepada PP Sernemi mengenai pemberitahuan

penempatan kantor.

20 Juli 1964 pertinggal

1 lembar 191 Surat dari PBNU kepada Pengurus Yayasan Usaha Muslimaat Bukittinggi mengenai permintaan penjelasan tentang kader ulama serta kantor/gedung Yayasan yang dipakai oleh instansi P.D.K. Bukittinggi.

3 Agustus 1964 pertinggal 1 lembar 192 Surat-surat mengenai permohonan pembelian, bantuan, penggunaan dan

pengembalian kendaraan bermotor dilingkungan PBNU.

19 Agustus 1964 - 28 Agustus 1971 pertinggal, asli 1 sampul

31

(49)

193 Surat dari PCNU Magetan kepada PBNU mengenai permohonan kendaraan bagi KUA Daerah Tk. II Magetan. NB: arsip robek dan rapuh.

22 Oktober 1964 asli 1 lembar 194 Surat dari PP Lembaga Pendidikan Ma'arif NU kepada PC LP Ma'arif

Ngawi mengenai pemberitahuan tentang uang gedung.

13 Januari 1965 tembusan

1 lembar 195 Surat dari Staf Sekretariat PBNU kepada H.A. Sjaichu mengenai pengiriman daftar nama-nama petugas Sekretariat PBNU untuk memperoleh pembagian pakaian.

4 Maret 1965 pertinggal 2 lembar 196 Surat dari PWNU Kalimantan Timur kepada PCNU-PCNU di Kalimantan Timur mengenai permohonan pemasangan papan merk dari cabang-cabang dan ranting.

12 Juni 1965 asli 1 lembar 197 Surat dari PCNU Pinrang kepada Ketua SOPREDA/PEPELRADA Sulawesi Selatan dan Tenggara mengenai permohonan membeli tekstil untuk pakaian seragam Sukarelawan dan Sukarelawati daerah Tingkat II Pinrang.

12 Juni 1965 tembusan

2 lembar 198 Surat dari PBNU kepada PWNU-PWNU mengenai alat-alat

perlengkapan yang telah tersedia di bagian keuangan.

05 September 1965 asli 2 lembar

32

(50)

199 Surat dari DPC Sarbumusi Kabupaten Asahan kepada Pimpinan Sektor/Sub Sektor Sarbumusi seluruh Kabupaten Asahan mengenai permintaan sumbangan untuk pembelian gedung baru Sarbumusi.

27 Desember 1965 tembusan

1 lembar 200 Surat dari PBNU kepada Persatuan Pamong Rakyat Muslimin Indonesia

(Pepermi) DKI Jakarta mengenai pembagian ruangan kerja.

20 September 1966 pertinggal 1 lembar 201 Surat dari Pimpinan I "AGSA" kepada Pimpinan PBNU mengenai daftar perincian harga service dan penggantian beberapa onderdil mesin stencil merk "Gestetner" (listrik).

24 Juni 1969 asli 1 lembar 202 Surat dari PBNU mengenai nota tentang bergabungnya pegawai yang menempati ruang atas PBNU dengan Kantor PP.PMII dan kemudian ruang atas PBNU diserahkan pada PP PEPERMI.

1 Agustus 1970 pertinggal 1 lembar 203 Surat dari PW PMII DKI Jakarta kepada PBNU mengenai penolakan nota PBNU tanggal 1 Agustus 1970 tentang perintah untuk mengosongkan ruangan sekretariat.

5 Agustus 1970 asli 1 lembar 204 Surat dari PCNU Ngada kepada Kepala Kantor Urusan Agama Provinsi NTT mengenai permohonan agar didirikannya Kantor Urusan Agama c.q Bagian Pendidikan dan Penerangan Agama Kab. Ngada.

21 September 1970 tembusan 1 lembar 205 Surat-surat mengenai pemberitahuan bahwa Yayasan Al Hidayah telah

siap digunakan sebagai tempat menginap apabila ditugaskan di Jakarta.

6 Oktober - 29 September 1971

33

(51)

pertinggal 4 lembar 206 Surat dari PWNU DKI Jakarta kepada Ketua Umum PP Ansor mengenai

permohonan penggunaan tempat PP Ansor.

30 November 1971 asli 1 lembar 207 Surat dari PBNU kepada PWNU DKI Jakarta mengenai peninjauan ke

Setiabudi yang berkaitan dengan pendirian Gedung Student Center. 23 Maret 1972

pertinggal 1 lembar 208 Surat dari PCNU Cianjur kepada PP LP Maarif mengenai permohonan izin penggunaan vila di kompleks IAIN Pacet untuk kegiatan PC PMII Pacet.

21 April 1972 tembusan 1 lembar 209 Surat dari PBNU kepada PCNU-PCNU mengenai jawaban atas belum dapatnya memenuhi permintaan seperti tape recorder, pengeras suara, dan lain sebagainya.

1 Juni 1972 asli 1 lembar 210 Surat dari PBNU kepada PP LP Maarif dan Pimpinan Nasional Missi Islam mengenai pemberian dukungan untuk mengembalikan tanah milik LP Maarif Pacet, Cianjur.

17 Juli 1972 pertinggal 1 lembar

211 Berita Acara serah terima inventaris eks PWNU Sumatra Barat dengan Pengurus Sementara PWNU Sumatra Barat.

25 Februari 1973 tembusan 6 lembar

34

(52)

212 Berkas mengenai pembangunan pertokoan di halaman Gedung Sekretariat PWNU Kalimantan Selatan

3 Februari - 13 April 1976 asli, tembusan 1 sampul 213 Surat dari PWNU Jawa Tmur kepada Walikota Kepala Daerah Tk.II Kotamadya Surabaya up. Kepala Sub Direktorat Agraria mengenai permohonan pemberian pengukuhan hak pakai atau guna bangunan untuk memperluas RSI Surabaya.

09 Oktober 1977 tembusan 2 lembar 214 Surat dari Lapunu Pusat kepada A. Mudjib Ridwan mengenai pengiriman sebuah contoh naam bord Lapunu untuk diperbanyak. NB: arsip rapuh dan robek.

tt tembusan

1 lembar 215 Pemberitahuan dari P.N. Garuda Indonesian Airways Sub Seksi Penerimaan Barang-barang Masuk kepada Ketua PBNU mengenai telah tibanya barang-barang dari Baghdad .

tt asli 1 lembar 216 Surat dari PCNU Pemalang kepada Kepala Polisi Negara Kabupaten Pemalang mengenai keberatan dicantumkannya nama Partai NU didalam plakat di Bantarbolang. NB: arsip rapuh dan robek.

tt tembusan

1 lembar

5. Hubungan Kelembagaan

35

(53)

217 Surat dari PCNU Purwokerto kepada MWCNU Purwokerto mengenai instruksi mengadakan rapat rutin pengurus harian.

9 Oktober 1950 tembusan

2 lembar 218 Surat-surat mengenai penerbitan, pengiriman, permintaan dan pencetakan buku, risalah, majalah, brosur, dan usulan pembundelan amanat.

2 Juni 1952 - 10 November 1977 asli, tembusan 1 sampul 219 Surat dari PBNU kepada PCNU Barabai mengenai permohonan untuk

mendekati Komandan tertinggi di Kalimantan.

2 Juni 1952 pertinggal 1 lembar 220 Surat-surat PBNU mengenai permintaan laporan pertemuan Swantara di

Surabaya.

3 & 6 Juni 1952 asli 2 lembar 221 Surat dari PBNU kepada PBNU Bagian Da'wah mengenai profil delegasi

NU yang telah berunding dengan DPP Masyumi.

4 Juni 1952 asli 1 lembar 222 Surat-surat PBNU mengenai pemberian ucapan selamat.

5 Juni 1952 - 27 Oktober 1977 asli, tembusan 1 sampul

223 Surat dari Ketua Muda PBNU kepada K.R. Amar Faqih mengenai permintaan ijin untuk perbaikan gramatika pada usul-usul yang telah dikirimkan.

36

(54)

12 Juni 1952 asli 1 lembar 224 Surat dari Ketua Muda II PBNU kepada PCNU Bawean mengenai

laporan terhadap peristiwa-peristiwa. NB: tidak ada lampiran.

15 Juni 1952 asli 1 lembar 225 Surat-surat mengenai pengiriman, pembelian, permintaan, dan penerbitan

almanak atau kalender.

19 Juni 1952 - 21 Maret 1979 pertinggal, tembusan, asli 1 sampul 226 Surat-surat mengenai ucapan duka cita atau belasungkawa, sholat goib,

tahlil, dan peringatan haul.

19 Juni 1952 - 21 Desember 1977 tembusan 1 sampul 227 Surat dari Ketua Muda PBNU kepada Ketua Muda PBNU Bagian Ma'arif mengenai permintaan kedatangannya ke Jakarta untuk merundingkan keperluan Dinas Pemerintahan dan perundingan dengan PBNU Tanfiziah tentang madrasah S.G.A.I.N.O.

2 Juli 1952 asli 1 lembar

228 Surat-surat mengenai permohonan permintaan pengiriman alamat kantor Persatuan Muslim di Cesar Rapids dan alamat partai-partai NU tingkat daerah se-Indonesia.

2 Juli 1952 & 11 September 1970 asli

37

(55)

2 lembar 229 Surat dari PBNU kepada PCNU Baturadja mengenai laporan oleh Ch.

Nawawi. NB: tidak ada lampiran.

8 Juli 1952 asli 1 lembar 230 Surat dari PBNU kepada Kepala Djawatan Urusan Agama Pusat

mengenai laporan dari Baturadja. NB: tidak ada lampiran.

9 Juli 1952 asli 1 lembar 231 Surat dari PC GP Anshor Lumajang kepada MWTNO-MWTNO

mengenai rapat umat Islam usaha bersama.

9 Juli 1952 asli 2 lembar 232 Surat kuasa dari PBNU kepada K.H.M. Dahlan untuk menghadiri sidang

kilat Masumi.

13 Juli 1952 pertinggal 1 lembar 233 Surat-surat mengenai keburukan instansi-instansi kantor agama.

14 Juli 1952 asli 2 lembar

234 Surat-surat mengenai ketidakhadiran K.H.A. Wahab karena melakukan perjalanan ke Mekkah.

24 Juli 1952 asli

38

(56)

2 lembar 235 Surat dari PBNU kepada K.H. Ma'shum Chalil mengenai surat-menyurat

yang bersangkutan dengan PBNU Syuriah.

31 Juli 1952 asli 1 lembar 236 Surat dari PBNU kepada PBNU Bagian Da'wah mengenai penerbitan

majalah "Gema Muslimin".

5 Februari 1953 asli 2 lembar 237 Surat-surat mengenai kunjungan PBNU kedaerah-daerah.

7 Februari 1953 - 19 Desember 1977 tembusan, pertinggal

1 sampul 238 Surat dari PBNU kepada PCNU Brebes mengenai pengiriman putusan

konferensi ulama-ulama ke Redaksi Lino Malang.

11 Februari 1953 asli 1 lembar 239 Surat-surat mengenai undangan rapat, sidang segitiga, ceramah tafsir,

sidang, konferensi, wawancara, dll.

14 Februari 1953 - 19 Maret 1979 tembusan, asli, pertinggal 1 sampul 240 Surat-surat PBNU mengenai harian Mimbar Indonesia.

21 Februari & 6 Oktober 1953 pertinggal 2 lembar

241 Surat-surat PBNU mengenai ucapan terima kasih.

21 Februari 1953 - 4 Februari 1978 tembusan, pertinggal 1 sampul

39

(57)

242 Surat dari PBNU kepada PC GP Anshor di Surabaya mengenai minta penjelasan atas interviewyang dilakukan K.A. Wahib Wahab yang dimuat di Harian Merdeka edisi Jawa Timur.

03 Oktober 1953 asli 1 lembar 243 Surat-surat PBNU mengenai permintaan jawaban atas pertanyaan, permintaan perhatian dan penjelasan atas surat yang dikirimkan dan permintaan bantuan persoalan.

6 Oktober 1953 - 6 Juni 1956 pertinggal 6 lembar 244 Surat dari PBNU kepada PCNU Jambi mengenai keseragaman bundel-

bundel indeks.

14 Oktober 1953 asli 1 lembar 245 Surat dari PBNU kepada PCNU Jatinegara mengenai kesanggupan K.H.

Abdul Wahab Hasbullah untuk menghadiri pertemuan silaturahmi di Pondok Bambu.

17 Oktober 1953 asli 1 lembar 246 Surat dari PBNU kepada Zainul Arifin mengenai Prae-advies dalam

kongres bekas pejuang Islam Indonesia.

28 Oktober 1953 asli 1 lembar

247 Surat dari PBNU kepada PCNU-PCNU mengenai penyiaran pernyataan.

29 Oktober 1953 asli

40

(58)

1 lembar 248 Surat dari PBNU kepada PC GP Anshor Solo mengenai pidato Mr.

Kasman yang tidak perlu ditangapi secara umum karena keterangan itu diucapkan dalam rapat Masjumi secara tertutup.

23 November & 2 Desember 1953 asli 3 lembar 249 Surat-surat mengenai perayaan ulang tahun PBNU.

5 Desember 1953 - 18 Juli 1977 asli, tembusan 1 sampul 250 Surat dari PBNU kepada PCNU Indramayu mengenai permohonan untuk dicarikan barang-barang milik A.S. Bachmid utusan PBNU yang tertinggal di Indramayu.

7 Desember 1953 pertinggal 1 lembar 251 Surat-surat mengenai penyelenggaraan kongres pemuda.

7 Desember 1953 & 24 Juli 1973 asli, pertinggal 3 lembar 252 Surat Mandat dari PBNU kepada Muhammad Nur A.G.N dan H. Fatah

Jasien untuk menghadiri Kongres Serikat Buruh Islam Indonesia.

09 Desember 1953 asli 1 lembar

253 Surat dari K.H.M. Dachlan kepada Abdul Halim mengenai ketidakhadiran dalam acara pernikahan karena sedang berada di Bukittinggi, Sumatra Tengah untuk menyelesaikan peleburan PPTI

kedalam NU. 16 Desember 1953

asli

41

Referensi

Dokumen terkait

Undang-Undang No 7 tahun 1971 Arsip Nasional, Tentang Pokok Kearsipan.. Jakarta : Arsip Nasional

bahwa Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2010 tentang Hasil Analisis Jabatan di Lingkungan Arsip Nasional Republik Indonesia

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Tahun 2010 ini disusun berdasarkan Inpres Nomor 7 Tahun

Kedua : Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan 2018 Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia yang tercantum dalam lampiran ini menjadi acuan dan tolak ukur

Asuransi Jiwa Perspektif Lajnah Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM-NU) dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) (Studi tentang Karakteristik

Pada tahun 1961 sebagai masa emas awal mula kebangkitan bangsa (Nahdlatul Wathon) karena pada saat itu Indonesia berada dalam kekuasaan penjajah, maka para

Terkait dengan pencapaian kinerja ANRI tersebut, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Tahun 2012

Kabupaten Sidoarjo. Peran Nahdlatul Ulama Cabang Sidoarjo Dalam Pilkada Kabupaten Sidoarjo Tahun 2005.. 46.. Sudah diketahui bahwa Nahdlatul Ulama’ bukanlah sebuah