• Tidak ada hasil yang ditemukan

Adaptasi, Pengamatan, dan Laut

N/A
N/A
20-068 Yessica Putri Pangaribuan

Academic year: 2024

Membagikan "Adaptasi, Pengamatan, dan Laut"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi

1. Pengertian Adaptasi

Adaptasi merupakan langkah-langkah yang dimbil dalam rangka mengantisipasi dampak-dampak tehadap perubahan iklim dimana dalam menghadapi kondisi perubahan iklim, kita harus mengambil langkah dalam bertahan dan mengantisipasi dampak yang ada.

2. Pengertian Pengamatan

Pengamatan atau observasi merupakan aktivitas yang dilakukan untuk mengamati secara langsung suatu objek tertentu dengan tujuan memperoleh sejumlah data dan informasi terkait objek tersebut.

3. Pengertian Laut

Laut merupakan suatu kumpulan air asin dalam jumlah yang banyak dan luas yang menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau. Jadi laut merupakan air yang menutupi permukaan tanah yang sangat luas dan umumnya mengandung garam dan berasa asin. Biasanya air mengalir yang ada di daart akan bermuara ke laut (KBBI, 2020). Sementara itu menurut (Muthalib, 2007) Laut adalah sekumpulan air asin yang memiliki jumlah yang sangat luas sehingga mampu untuk memisahkan benua, pulau, dan lain sebagainya.

4. Pengertian Cuaca

Cuaca merupakan keadaan atmosfer pada waktu tertentu yang sifatnya berubah – ubah setiap waktu atau dari waktu ke waktu 7 (Kartasapoetra, 2010) sementara itu menurut (Nasir and Sugiarto 1999) Cuaca merupakan keadaan sesaat dari atmosfer selama suatu periode tertentu. Cuaca dan iklim merupakan keadaan atau kondisi fisik atmosfer yang terbentuk melalui interaksi dari berbagai unsur atau komponen yang disebut unsur-unsur cuaca dan iklim yang saling berinteraksi satu dengan lainnya. Unsur-unsur tersebut meliputi radiasi atau lama penyinaran matahari, suhu, kelembaban, tekanan udara, angin, awan, presipitasi dan evaporasi (Sabaruddin, 2012).

5. Pengertian Angin

Penjelasan unsur-unsur cuaca dan iklim menurut (kartasapoetra, 2004). Angin merupakan gerakan atau perpindahan masa udara dari satu tempat ke tempat lain secara horizontal. Gerakan angin berasal dari daerah bertekanan tinggi ke 7 daerah bertekanan rendah. Angin mempunyai arah dan kecepatan. Arah angin dilihat dari mana arah angin itu datang, misal dari barat disebut angin barat. Menurut (Atmaja, 2009) Angin merupakan gerakan atau perpindahan massa udara dari satu tempat ke tempat lain secara horizontal. Massa udara adalah udara dalam ukuran yang sangat

(2)

besar yang mempunyai sifat fisik yang seragam dalam arah yang horizontal. Sifat massa udara ditentukan oleh daerah di mana massa udara terjadi, jalan yang dilalui oleh massa udara, dan umur dari massa udara itu. Gerakan angin berasal dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah. Terdapat banyak jenis- jenis angin seperti angin darat, angin laut, angin gunung, angin lembah dan angin lokal (Fohn) yang sifatnya kering. Angin lokal ini biasanya tidak begitu baik bagi tanaman karena sifatnya yang kering sehingga menyebabkan besarnya evaporasi dan trasnpirasi yang akan dilakukan oleh tanaman. Kadang-kadang hal ini akan menyebabkan tanaman menjadi layu karena tanaman tersebut tidak dapat mengimbangi jumlah air yang hilang dengan pengambilan air dari dalam tanah.

6. Pengertian Pesisir/Pantai

Menurut N. Yuwono (2005) daerah pantai atau pesisir adalah suatu daratan beserta perairannya dimana pada daerah tersebut masih dipengaruhi baik oleh aktifitas darat maupun aktifitas laut. Pantai adalah daerah di tepi perairan sebatas antara surut terendah dan pasang tertinggi. Garis pantai adalah garis batas pertemuan antara daratan dan lautan.

2.2 Kaitan Kasus Dengan Perubahan Iklim

(Trewartha, Glenn, Horn, & Lyle, 1995) mengatakan bahwa iklim merupakan suatu konsep yang abstrak, dimana iklim merupakan komposit dari keadaan cuaca hari ke hari dan elemen-elemen atmosfer di dalam suatu kawasan tertentu dalam jangka waktu yang panjang. Iklim bukan hanya sekedar cuaca rata-rata, karena tidak ada konsep iklim yang cukup musiman serta suksesi episode cuaca yang ditimbulkan oleh gangguan atmosfer yang bersifat selalu berubah, meski dalam studi tentang iklim penekanan diberikan pada nilai rata-rata, namun penyimpangan, variasi dan keadaan nilai-nilai yang ekstrim juga mempunyai arti penting

Cuaca adalah keadaan atmosfer pada waktu tertentu yang sifatnya berubah-ubah setiap waktu atau dari waktu ke waktu. Iklim rata – rata keadaan cuaca dengan jangka waktu yang cukup lama minimal 30 tahun dan sifatnya tetap (Kartasapoetra, 2010) Sementara itu menurut (Nasir & Sugiarto, 1999) cuaca merupakan keadaan sesaat dari atmosfer selama suatu periode tertentu. Cuaca dan iklim merupakan keadaan atau kondisi fisik atmosfer yang terbentuk melalui interaksi dari berbagai unsur atau komponen yang disebut unsur – unsur tersebut meliputi radiasi atau lama penyinaran matahari, suhu, kelembaban, tekanan udara, angin, awan, presipitasi dan evaporasi (Sabaruddin, 2012) Ilmu yang mempelajari cuaca disebut meteorologi, yakni cabang ilmu yang membahas pembentukan dan perubahan cuaca serta proses – proses fisika yang terjadi di atmosfer.

Ilmu Yang mempelajari iklim disebut klimatologi, yakni ilmu yang mengkaji gejala- gejala cuaca tetapi sifat-sifat fisik dan gejala-gejala.

Perubahan iklim adalah fenomena terbaru dan faktor eksternal yang sangat berpengaruh terhadap masyarakat pede-saan saat ini, khususnya di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Secara ilmiah, peru-bahan iklim dan dampaknya telah menim-pa banyak wilayah dan berdampak buruk pada sektor pertanian, makanan, air, sosial dan sistem ekologi (IPCC, 2007) Perubahan iklim akan menekan pilihan mata penca-harian

(3)

yang ada, dan bahkan lebih penting lagi, membuatnya tidak dapat diprediksi ka-rena ketidakstabilan dampak peningkatan iklim (Rosenzweig & Parry, 1994; Yohe & Tol, 2002). Tantangan yang akan dihadapi masy-arakat pesisir akibat perubahan iklim akan lebih mengkhawatirkan mengingat penga-ruhnya yang multi-dimensional melampaui perubahan-perubahan lingkungan dan eko-nomi politik yang selama ini telah membuat masyarakat pesisir dalam keadaan rentan (Howden et al. 2007; IPCC, 2007). Secara kolektif, jutaan rumah tangga di wilayah pe-sisir dapat hancur karena kerusakan infra- struktur, permukiman, dan fasilitas yang di-perlukan untuk hidup dan kehidupan serta kemiskinan dan marginalisasi yang dialami komunitas pesisir sepanjang sejarah mereka diperkirakan akan semakin intensif di masa mendatang di bawah perubahan iklim.

Perubahan iklim berdampak pada berbagai sektor dan sangat kompleks karena mencakup berbagai aspek kehidupan manusia. Di sektor kelautan perubahan iklim mengakibatkan kenaikan suhu permukaan air laut; peningkatan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrim; perubahan pola curah hujan dan limpasan air tawar yang dipicu oleh fenomena El-Nino dan La-Nina; perubahan pola sirkulasi laut dan kenaikan muka air laut.

El Nino dan La Nina adalah salah suatu fenomena interaksi global laut dengan atmosfir yang berakibat adanya fluktuasi suhu permukaan air laut yang tentunya akan berpengaruh terhadap usaha perikanan. Perubahan iklim akan berdampak pada masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir dan mereka yang menggantungkan hidupnya pada pertanian dan perikanan yang peka terhadap iklim. Hal ini berarti, 65% masyarakat Indonesia yang berada di kota pesisir maupun masyarakat desa yang pada umumnya adalah masyarakat miskin di Indonesia dan memiliki sumber daya terbatas dalam menghadapi dampak perubahan iklim akan terpengaruh dampak dari perubahan iklim (Bank Dunia, 2009).

perubahan iklim komunitas nelayan di Desa Kawasan Pesisir Utara Pulau Ambon Maluku bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi komunitas nelayan terhadap dampak perubahan iklim. Perubahan iklim akan menekan pilihan mata pencaharian yang ada, dan bahkan lebih penting lagi, membuatnya tidak dapat diprediksi karena ketidakstabilan dampak peningkatan iklim. Secara kolektif, jutaan rumah tangga di wilayah pesisir dapat hancur karena kerusakan infrastruktur, permukiman, dan fasilitas yang diperlukan untuk hidup dan kehidupan serta kemiskinan dan marginalisasi yang dialami komunitas pesisir sepanjang sejarah mereka diperkirakan akan semakin intensif di masa mendatang di bawah perubahan iklim.

2.2 Rencana Aksi

(BELUM KARNA KATANYA INI KERJAIN RAME”)

(4)

DAFTAR PUSTAKA

Gerald, C. L. (2020). Pengamatan Laut Dan Cuaca Menggunakan Automatic Weather Station (Aws) Bmkg Bitung Di Km.Tilongkabila Dalam Wilayah Perairan Gorontalo – Bitung.

Repository Universitas Maritim Amni (Unimar Amni) Semarang, 6–13.

http://repository.unimar-amni.ac.id/2431/

Bank Dunia. 2009. Laporan Analisa Lingkungan Indonesia: Berinvestasi untuk Indonesia yang Lebih Berkelanjutan. Jakarta: The World Bank Group.

Referensi

Dokumen terkait

Perencanaan Adaptasi Non Struktural  Pemba- ngunan rumah susun sederha- na di kawasan permu- kiman kumuh  Kawasan industri selektif di Pesisir dan Perairan Laut (PPL)

Dengan mengetahui perbedaan yang terdapat pada nilai tinggi muka air laut hasil dari pengamatan pasut menggunakan GPS dan hasil dari co-tidal terhadap data pengamatan

Dokumen ini membahas pengaruh pertukaran panas antara laut dan atmosfer terhadap iklim global beserta konsep El Niño dan La

Makalah ini membahas tentang respons dan adaptasi

Dokumen ini membahas tentang masalah limbah plastik dan partikel mikroplastik di lingkungan dan efeknya terhadap produksi makanan serta kehidupan

Dokumen ini membahas tentang perangkat lunak Delft3D yang digunakan untuk simulasi kondisi danau dan

Dokumen ini membahas tentang adaptasi skala Psychological Well-Being (PWB) ke dalam bahasa Indonesia untuk mengukur keberfungsian psikologis individu dalam konteks budaya