i
ii
PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN KELAUTAN (SEMITAN II) TAHUN 2020
__________________________________________________________________________________________
“Peran Ilmu Kebumian dan Kemaritiman dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam, Kebencanaan, serta Geoheritage”
Halaman Tautan
https://ejurnal.itats.ac.id/semitan/
PROFIL PENERBIT Nama Penerbit:
LPPM – Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)
Redaksi:
LPPM - Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) Jl. Arief Rachman Hakim, No. 100, Surabaya 60117 Tlp/Fax: 0315945043 / 0315997244
Email: [email protected]
Hak cipta dilindungi undang-undang,
Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun
Tanpa izin tertulis dari penerbit
iii
SUSUNAN PANITIA PELAKSANA
SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN KELAUTAN KE-2, TAHUN 2020
Panitia Pelaksana:
Pembina
Penanggung Jawab Ketua
Wakil Sekretaris
Bendahara Sie. Acara
Sie. Humas
Sie. Konsumsi
Sie. Perlengkapan
Sie. Publikasi
: : : : :
: :
:
:
:
:
Syamsuri, S.T., M.T., Ph.D.
Dr. Yulfiah, S.T., M.Si.
Lena Maretha Salindeho, S.T., M.T.
Lakon Utamakno, S.T., M.T.
Fairus Atika Redanto Putri, S.T., M.T.
Heni Siska Wiyanti, S.T., M.T.
Diah Wully Agustine, S.T., M.T.
Ratih Hardini Kusuma Putri, S.T., M.T.
Norita Prasetya Wardhani, S.Pd., M.Pd.
Avellyn Shintya Sari, S.T., M.T.
Yudho Dwi Galih Cahyono, S.T., M.T.
Sulistyani Dwi Hartanto
Erifive Pranatal, S.T., M.T.
Moch. Kalamollah, S.Ag., M.PdI.
Sapto Heru Yuwanto, S.Si., M.T.
Hendra Bahar, S.T., M.T.
Tim Editor:
1. Fajar Rizki Widiatmoko, S.T., M.Sc.
2. Yazid Fanani, S.T., M.T.
3. Dr. Hj. Esthi Kusdarini, S.T., M.T.
4. Sapto Heru Yuwanto, S.T., M.T.
5. Maria Margareta Zeu Beu, S.T., M.T.
6. Jusfarida, S.Si., M.T.
Tim Reviewer:
1. Dr. Ir. Minto Basuki, M.T.
2. Dr. Mat Syai’in, S.T., M.T. Ph.D.
3. Dr. H. Agus Budianto, S.T., M.T.
4. Avellyn Shintya Sari, S.T., M.T.
5. Ir. Budiarto, M.T.
iv
SAMBUTAN KETUA PANITIA
SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN KELAUTAN II INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA
Assalamualaikum Wr. Wb.,
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena rahmat dan ridhoNya kita dapat bertemu pada acara Seminar Nasional Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) ke-II tahun 2020 dengan tema “Peran ilmu kebumian dan kemaritiman dalam pengelolaan sumber daya alam, kebencanaan serta geoheritage”. Kegiatan Seminar ini merupakan acara tahunan yang diinisiasi oleh para dosen Fakultas Teknologi Mineral dan Kelautan ITATS sebagai wadah publikasi para ahli kebumian dan kelautan untuk bisa menambah dan memperbaharui ilmu, isu dan teknologi terkini, mengingat Indonesia khususnya Jawa Timur kaya dengan sumber daya alamnya seperti migas, bahan galian logam/non logam dan bidang kemaritiman yang bisa lebih dioptimalkan demi kemakmuran rakyat.
Tema SEMITAN II 2020 yang diangkat kali ini untuk mengingatkan bahwa sekarang kita berada pada era revolusi industri 4.0, dengan perubahan yang begitu cepat pada semua bidang terutama pada migas, minerba dan maritim menuntut kita untuk berinovasi dalam menghadapi tantangan di era global saat ini.
SEMITAN II 2020 mengundang pembicara dari ketua PERHAPI Jawa Timur Bapak Dr.Ir.Pancanto Kuat Prabowo, M.M.T.; ketua IAGI Jawa Timur Bapak Handoko Teguh Wibowo, ST.MT.; dan Direktur Rekayasa Umum PT PAL INDONESIA Bapak Sutrisno, S.T, M.T. Seminar ini diikuti 91 pemakalah dari berbagai perguruan tinggi negeri/swasta, instansi dan praktisi industri pertambangan, perkapalan dan ilmu kebumian di Indonesia.
Akhir kata kami ingin menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para reviewer, pemakalah dan semua panitia yang sudah berkontribusi dengan kerja kerasnya sehingga Seminar Nasional Teknologi Kebumian dan Kelautan II 2020 dapat berjalan dengan sukses dan lancar ditengah pandemi global akibat covid-19.
Selamat berkarya, kerja nyata untuk bangsa dan negara!
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Surabaya, 12 Juli 2020
Ketua Panitia SEMITAN II 2020 FTMK-ITATS
Lena Maretha Salindeho, S.T., M.T.
v
Daftar Isi
Kelengkapan umum
Halaman Depan ………..
Penanggung Jawab dan Panitia………..
Sambutan Ketua………..
Daftar Isi………...
ii iii iv v
Daftar Paper
NO Judul dan Penulis Halaman
1 PROSES FILTRASI DAN DISPERSI JENIS TANAH SANDY LOAM PADA PENGOLAHAN AIR SUNGAI 1 - Kasianus Kelvin Tanga, Maritha Nilam Kusuma, Musarofa, dan H. Refaldin 4 2 PENGARUH BESARNYA ARUS LAS SMAW TERHADAP KEKERASAN DAN KEKUATAN TARIK PADA
SAMBUNGAN PLAT A36 PADA PEMBUATAN PELAT BAJA BADAN KAPAL 5 -
Hudiono, Pramudya Imawan Santoso 9
3 PENILAIAN RISIKO PEKERJAAN BUNKER UNTUK MENCEGAH TUMPAHAN MINYAK DI ATAS KAPAL
SESUAI ISGOTT PADA KM. CAMARA NUSANTARA I 11 -
Irma Rif’atus Sholihah, Minto Basuki, Pramudya Imawan Santosa 18 4 DELINEASI CEKUNGAN AIR TANAH BANDAR LAMPUNG SEBAGAI LANDASAN KONSERVASI UNTUK
MENJAGA KETERSEDIAAN SECARA BERKELANJUTAN 19 -
Rustadi, Arief I.H., Ahmad Z., Nandi Haerudin dan Suharno 22 5 STUDY IMPLEMENTASI ISPS CODE PADA PELABUHAN DILI TIMOR-LESTE 23 -
Agosto Taequi , Minto Basuki 27
6 PERENCANAAN PENAMBANGAN JANGKA MENENGAH DALAM MENCAPAI TARGET PRODUKSI
20.000 TON BATU ANDESIT PT. X 29 -
Dhini Andhini , Dedi Yulhendra , Adree Octova 33
7 Analisis Fondasi Disposal Tambang Terbuka PT Bara Anugrah Sejahtera, Muara Enim, Sumatera
Selatan 35 -
Wangga Sebayang dan Stevanus Nalendra Jati 40
8 KAJIAN STABILITAS LERENG PADA LAHAN BEKAS TAMBANG ANDESIT 41 - Mochammad Jihad, Ratih Hardini Kusuma Putri, Avellyn Shinthya Sari 46 9 SESAR NAIK KALI JEBUG SEBAGAI INDIKASI PENGONTROL NAIKNYA BATUAN PRATERSIER DI
KARANGSAMBUNG, KABUPATEN KEBUMEN-JAWA TENGAH 47 -
Asmoro Widagdo , Rachmad Setijadi , Eko Bayu Purwasatriya, Huzaeli Latief Sunan, Maulana Rizki
Aditama dan FX Anjar Tri Laksono 51
10 KAJIAN TEKNIS ANALISIS RESIKO JALAN TAMBANG BATUBARA PT. PASIR WALANNAE,
KABUPATEN BONE, PROVINSI SULAWESI SELATAN 53 -
Avellyn Shinthya Sari, Ahmad Fadillah, Rengga Ade Saputra 59 11 MODEL IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH MENGENAI BALLAST WATER MANAGEMENT
DI PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA 61 -
Nuris Samsi Aningtyas , dan Minto Basuki 66
12 STUDI SIFAT FISIK DAN SIFAT MEKANIK UNTUK MENGETAHUI KARAKTERISTIK BATUPASIR
FORMASI BALIKPAPAN PADA LERENG PENAMBANGAN BATUPASIR, SAMARINDA 67 -
Bukit Andika, Ardi Purnawan 70
13 RANCANGAN PIT PENAMBANGAN BATUBARA PADA PIT X PT. PROLINDO CIPTA NUSANTARA, SITE SIE LOBAN, KABUPATEN TANAH BUMBU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN 71 - Eka Nurohman Hadi Prasetyono, Esthi Kusdarini, Yudho Dwi Galih C 78
vi 14 PENILAIAN RISIKO LINGKUNGAN AKIBAT AIR PEMBUANGAN AIR BALAS DI PELABUHAN TANJUNG
PERAK SURABAYA 79 -
Dany Djaya Prakaatmaja, Minto Basuki, Erifive Pranatal 84
15 PENGARUH VARIASI SUDUT KAMPUH V PADA SAMBUNGAN LAS FCAW DARI MATERIAL BAJA SS
400 85 -
Moch Anjana Putra Famoesa, Pramudya Imawan S, dan Erifive Pranatal 93 16 RANCANGAN PEMODELAN SETTLING POND PADA DAERAH IMKASU DI PT. GAG NIKEL, PULAU GAG,
KABUPATEN RAJA AMPAT, PAPUA BARAT 95 -
Lakon Utamakno, Budiarto, dan Sisca Resca Prichalia Tinungki 104 17 ESTIMASI BIAYA PEKERJAAN REPARASI DOK APUNG SURABAYA I DENGAN MENGGUNAKAN
METODE PERHITUNGAN JAM ORANG DI PT DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA 105 - Elbanov Kharisma Fabiantara, Pramudya Imawan Santosa, Erifive Pranatal 110 18 PERENCANAAN PENGEMBANGAN SARANA PENGEDOKAN DI GALANGAN PT.TRI WARAKO UTAMA 111 -
Riyan Prayogo Kurniawan dan Erfive Pranatal 119
19 PENGARUH VARIASI ARUS LAS PADA PENGELASAN FCAW DARI MATERIAL BAJA KAPAL ASTM SS
400 121 -
Indra Utama, Pramudya Imawan S, dan Erifive Pranatal 130
20 ANALISA TEKNIS PENAMBAHAN PANJANG KAPAL UNTUK MENAMBAH KAPASITAS MUATAN STUDI
KASUS KMP. RODITHA MILIK PT. ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO) 131 - Wilan Ramadhan Kirmandi , Erifive Pranatal , dan Pramudya Imawan Santosa 138 21 PENGARUH VARIASI JENIS GAS PELINDUNG PADA PENGELASAN FCAW DENGAN MATERIAL SS 400 139 -
Rizky Iqiyat Tillah, Pramudya Imawan S, Erifive Pranatal 145 22 MORFOTEKTONIK DAN GEOMETRI MEANDER KALITIRTO BERBAH DIKONTROL OLEH
KARAKTERISTIK INTERAKSI SESAR AKTIF 147 -
Agus Sutiono, Bambang Prastistho, C. Prasetyadi[1], dan Supartoyo 162 23 PEMETAAN KESADAHAN AIRTANAH DI KABUPATEN BANGKALAN 163 -
Herce Farida Solossa dan Yulfiah 170
24 Penerapan Konsep Waste Hierarchy Pada Kegiatan Pengolahan Bijih Tembaga-Emas PT. Freeport
Indonesia di Mimika Papua 171 -
Mycelia Paradise, Nurkhamim 176
25 ANALISIS PEMANFAATAN BATU ANDESIT DI DESA KLAKAH DAN SEKITARNYA, KECAMATAN
PASREPAN, KABUPATEN PASURUAN – JAWA TIMUR 177 -
Sapto Heru Yuwanto dan Nelson Santiago Ribeiro Araujo 181
26 STUDI KELAYAKAN PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI GALANGAN KAPAL TRADISIONAL DI
DAERAH PELABUHAN LOSPALOS DI TIMOR–LESTE DITINJAU DARI ASPEK TEKNIS DAN EKONOMIS 183 - Gerson Garcia Guterres, Minto Basuki, dan Pramudya Imawan Santosa 187 27 STUDI KASUS PENOLAKAN WARGA TERHADAP PENGEBORAN BARU PT LAPINDO BRANTAS KAB.
SIDOARJO, PROVINSI JAWA TIMUR 189 -
Marshellino Azry Gowarno, Wilbert Hamongan purba, Seftian Mahendra, Ahmad Jefri Al Bukhari, Anastasia Nadia Gaidah, Osfaldo Try Sa’ban, Nakhlah AmirohRisyda Chaq, Arya Fernando, Sherina
Manopo, Ikal Don Lelewa, Avellyn Shinthya Sari, S.T., M.T. 192 28 ANALISIS PERBANDINGAN METODE SIMULASI SOFTWARE MAXSURF DENGAN METODE
MATEMATIS UNTUK PERHITUNGAN HAMBATAN DAN DAYA MESIN UTAMA KAPAL TANKER 6500
DWT 193 -
Rizal Rachman, Erifive Pranata, dan Pramudya Imawan S 201
29 PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN SMAW UNTUK POSISI PENGELASAN 1G PADA MATERIAL
BAJA KAPAL SS 400 TERHADAP CACAT PENGELASAN 203 -
Ranu Yudistira Pratama, Minto Basuki, dan Erifive Pranatal 209 30 PERANCANGAN KAPAL FERRY UNTUK DAERAH PENYEBERANGAN DILI DAN PULAU ATAURO
(TIMOR-LESTE) 211 -
Mercia Pascoela Gacia Guteres, Minto Basuki, Erifive Pranatal C 216 31 STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN GALANGAN KAPAL KAYU DI KAWASAN KABUPATEN SUMENEP
KECAMATAN KALIANGET DITINJAU DARI ASPEK TEKNIS DAN EKONOMIS 217 -
Ilham Prastyo, Minto Basuki,Erifive Pranatal 225
vii 32 PERBANDINGAN METODE NEAREST NEIGBOUR POINT (NNP) DAN METODE INVERSE DISTANCE
WEIGHTED (IDW) DALAM MENGESTIMASI KETEBALAN BATUBARA DI KEC. TANAH GROGOT, KAB.
PASER, KALIMANTAN TIMUR 227 -
Rizky Pratama Pakudewa, Recky Fernando L. Tobing, Ratih Hardini Kusuma Putri 231 33 KAJIAN REVEGETASI LAHAN PERTAMBANGAN BATU ANDESIT PT. X 233 -
Min Sai’in Nikmah dan Yulfiah 238
34 PEMANFAATAN LAHAN BEKAS TAMBANG PT. POLOWIJO GOSARI SEBAGAI GEO WISATA KARST
KAB. GRESIK, PROVINSI JAWA TIMUR 239 -
Alexander Tantra Wardhana, Alwi Syahid, Dewa Rizalzi, Frananda Rizki Kartiko, Intan Lestari, Jitro valerius tekmauk, Lucintania Grasella, Ramdan Nurul, Viven Kastera, Avellyn Shinthya Sari 245 35 PERHITUNGAN BERAT KAPAL KOSONG SEBAGAI FUNGSI DARI DAYA MESIN UTAMA 247 -
Rifki Fajar, Minto Basuki, 254
36 PERANCANGAN SARANA TRANSPORTASI UNTUK ANGKUTAN SUNGAI DI WILAYAH KABUPATEN
MIMIKA PAPUA 255 -
M. Afrizal Krisna Danas dan Pramudya I. S. 260
37 ANALISIS EMISI CO2 YANG DISERAP TANAMAN PADA RUANG TERBUKA HIJAU DI KABUPATEN
BANGKALAN 261 -
Rosa Canina Pissera dan Yulfiah 265
38 PERBANDINGAN HASIL ANALISIS KERENTANAN AIRTANAH DENGAN METODE SVV DAN DRASTIC
BERDASAR LITERATUR 267 -
Genadi Toar Nainggolan , Tedy Agung Cahyadi , dan Nur Ali Amri 271 39 PENERAPAN WASTE HIERARCHY PADA LIMBAH B3 ABU BATUBARA PT. AMNT 273 -
Hendra Pratama, Abdul Rauf 276
40 PEMANFAATAN LAHAN PASCA TAMBANG PT SEMEN INDONESIA SEBAGAI DESTINASI WISATA
TAMAN REKLAMASI “BUKIT DAUN” KAB. TUBAN, PROV. JAWA TIMUR 277 - Putri Rizka Sania , Aldy Maulana , Abel Danyswara , Nathanael Della , Iqbal Arif , Benhur Soloha ,
Adnan Pattihua , Risa Afrianti , Wahyu Anugrah , Avellyn Shintya Sari 282 41 STUDI KASUS EFEK EPIDEMI COVID - 19 TERHADAP PENAMBANGAN DAN KARYAWAN PT.
PERTAMINA DI MIGAS CEPU KAB. BOJONEGORO, JAWA TIMUR 283 -
Fitri Indah Dwi Suci, Priskilla Latekay , Abdan Said Halim Limtar , Wendy Muhammad Ibnu Farid , King Christ Majesty Spencer Assa , Iksan , Angga Pratama Putra Kobba , Moch. Fahni Mahindra ,
Martinus Lousiano Geri , Poppy Paulina Miru , Avellyn Shinthya Sari 285 42 MODEL PENGOLAHAN AIR BALLAST KAPAL AKIBAT DEBALLASTING DI PELABUHAN TELUK
LAMONG BERBASIS RISIKO 287 -
Ikhwan Abdillah, dan Minto Basuki 291
43 PERANCANGAN KAPAL PEMBERSIH SAMPAH (TRASH SKIMMER) UNTUK WILYAH PERAIRAN
TELUK SUMENEP 293 -
Romzatul Widad, Erifive Pranatal 298
44 PERBANDINGAN KEBUTUHAN ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT (BY REGION VS BASELINE) DALAM RANGKA MENCAPAI TARGET PRODUKSI 82.611.762 TON/TAHUN PADA PT. VALE
INDONESIA Tbk, SOROWAKO SULAWESI SELATAN 299 -
Kadek Nando Setiawan, dan Nurkhamim 306
45 PERBANDINGAN HASIL PREDIKSI LAJU EROSI DENGAN METODE USLE, MUSLE, RUSLE BERDASAR
LITERATUR REVIEW 307 -
Dwi Mayanti Mega Lesmana , Tedy Agung Cahyadi , Waterman SB , Edy Nursanto , Eddy Winarno 312 46 ANALISA SEAKEEPING KAPAL PEMBERSIH SAMPAH (TRASH SKIMMER) DI WILAYAH PERAIRAN
TELUK SUMENEP 313 -
Ahmad Ma’ruf , dan Erifive Pranatal 318
47 ANALISIS TINGKAT KERENTANAN GERAKAN TANAH DI DESA TUGUREJO DAN SEKITARNYA,
KECAMATAN SLAHUNG, KABUPATEN PONOROGO PROVINSI JAWA TIMUR 319 - Aquilis Bernardo Goncalves, Sapto Heru Yuwanto, Hendra Bahar 324 48 ANALISIS PENGARUH FAKTOR KERUSAKAN AKIBAT PELEDAKAN TERHADAP KESTABILAN LERENG
PADA PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK, DESA SUMBERARUM, KEC. KEREK, KAB. TUBAN,
JAWA TIMUR 325 -
Afdol Firdausyanto , Yudho Dwi Galih Cahyono 332
viii 49 KAJIAN TINGKAT KEBERHASILAN REKLAMASI TAHAP OPERASI PRODUKSI PADA PT. GUNUNG
BALE DESA ARGOTIRTO KECAMATAN SUMBERMANJING WETAN KABUPATEN MALANG JAWA
TIMUR 333 -
Agung Wicaksono, Yazid Fanani, Lakon Utamakno 348
50 KAJIAN PENGARUH TINGAT PELAPUKAN TERHADAP KEKUATAN BATUAN PADA BATU ANDESIT,
PARANGTRITIS, KEC. KRETEK, KAB. BANTUL, PROV. D.I. YOGYAKARTA 349 - Agustina Elfira Ridha , Yulius Romario Farian , S. Koesnaryo 358 51 ANALISA KEKUATAN SAMBUNGAN DINDING RUMAH GELADAK DENGAN SYSTEM BOLTING 359 -
Elsy Putri Bellarina, Ali Azhar , Tri Agung Kristiyono , Bagus Kusuma Aditya 365 52 HIDROGEOLOGI DAN KUALITAS AIR TANAH DESA SUMBER BANTENG, KECAMATAN KEJAYAN,
KABUPATEN PASURUAN, JAWA TIMUR 367 -
Andi Ilham Fadli, Sapto Heru Yuwanto, Hendra Bahar 379
53 ANALISIS KUALITAS AIR TANAH BERDASARKAN JENIS KANDUNGAN KIMIA FISIK AIR PADA AKUIFER BEBAS CEKUNGAN AIR TANAH (CAT) PALU DI KABUPATEN SIGI PROVINSI SULAWESI
TENGAH 381 -
Arif Rachman, Sapto Heru Yuwanto, dan Hendra Bahar 385
54 MEMBANGUN LINGKUNGAN BISNIS UMKM DALAM PEMANFAATAN DIGITAL FINANCIAL
TECHNOLOGY 387 -
Budianto Tedjasuksmana 390
55 EVALUASI SISTEM PENYALRAN TAMBANG TERBUKA DI PIT A SITE SEKAYAN PT PESONA
KHATULISTIWA NUSANTARA BULUNGAN KALIMANTAN UTARA 391 -
Cein Penias Tony , Hasywir Thaib Siri , A.A. Inung Arie Adnyano 397 56 PENGARUH TEGANGAN DISEKITAR INCLINE SHAFT TERHADAP KESTABILAN PENYANGGA PADA
TAMBANG BAWAH TANAH 399 -
Diana Irmawati Pradani , Ratih Hardini Kusuma Putri , Sulfajar Asmaul 404 57 PERUMUSAN STRATEGI PEMULIHAN KALI SURABAYA BERBASIS PERAN SERTA MASYARAKAT 405 -
Yulfiah 410
58 PENGARUH KINERJA TERINTEGRASI ANTARA EKSPLORASI, EKSPLOITASI, DAN ANALISIS REKAHAN
BATUAN PADA UJI KUAT TEKAN UNIAKSIAL 411 -
Edward Dinoy , Yohanes Gilbert Tampaty , Imelda Srilestari Mabuat, Joseph Alexon Dwine Sutiray ,
Yudho Dwi Galih Cahyono 415
59 ANALISIS PENGARUH KUAT TEKAN BATU ANDESIT TERHADAP MODEL DAN ARAH REKAHAN 417 - Elton Pe Leba , Filda Nanda Oktaviani Erong , Zukipli Marasabesy , Yudho Dwi Galih Cahyono 421 60 ANALISA KESTABILAN LERENG BERDASARKAN PROBABILITAS KELONGSORAN PADA TAMBANG
PIROFILIT DI PT GUNUNG BALE, KABUPATEN MALANG, PROVINSI JAWA TIMUR 423 - Fadel Haritsa Putra Santosa, Yudho Dwi Galih Cahyono 435 61 OPTIMALISASI PRODUKTIVITAS ALAT ANGKUT TAMBANG PASIR 437 -
Fairus Atika Redanto Putri 411
62 PENGARUH STRUKTUR KETIDAKMENERUSAN PADA KESTABILAN LERENG PENGGALIAN BATUAN 443 -
Finanti P. Dwikasih dan S. Koesnaryo 450
63 IDENTIFIKASI ICHNOFOSIL DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI KEBO-BUTAK, LINTASAN
TEGALREJO, GEDANGSARI, GUNUNG KIDUL, D.I YOGYAKARTA 451 -
Juan Calfrin Koly , Lifta Laurent Arista 455
64 PERANCANGAN GALANGAN KAPAL UNTUK PEMBANGUNAN DAN REPARASI KAPAL DI DILI TIMOR-
LESTE DITINJAU DARI ASPEK TEKNIS DAN EKONOMIS 457 -
Julio de Deus Xavier Freitas, Minto Basuki , Pramudya Imawan 465 65 ANALISIS PENGARUH POROSITAS TERHADAP UJI KUAT TEKAN UNIKASIAL PADA BATU GAMPING 467 -
Kevin Dave Ariyanto, Serin Rabin , Dewy Belavista Saleky , Aloysius Titirloloby , Yudho Dwi Galih
Cahyono 471
66 IMPLEMENTASI PARAMETER HIDROLIKA GUNA ZONASI KAWASAN RAWAN BANJIR PADA SUB DAS
KOMERING ULU, SUMATERA SELATAN 473 -
Lorensius Vemo Viandaru dan Stevanus Nalendra Jati 483
ix 67 KONTROL GEOMORFOLOGI DAN KARAKTERISTIK PANTAI TERHADAP KERENTANAN TSUNAMI DI
YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT, KABUPATEN KULONPROGO 485 - Nazwa Khoiratun Hisan , Silvanus Sefrian Prakoso , Dissa Firlina Aya Chania , Arhananta 487 68 HIDROKIMIA AIR TANAH MANIFESTASI GEDONGSONGO PANASBUMI UNGARAN, SEMARANG, JAWA
TENGAH, INDONESIA 489 -
Nazwa Khoiratun Hisan , Pius Artdanno Bernaldo, Ludovicus Damardika Jasaputra , Arhananta 493 69 KAJIAN KUALITAS AIR PADA TAMBANG TEMBAGA-EMAS PORFIRI 495 -
Nindi Virginia , Waterman Sulistyana Bargawa , dan Rika Ernawati 505 70 KUALITAS SUB DAS SIULAK DAN BATANG MERAO DAERAH MUKAI TINGGI DAN SEKITARNYA,
KECAMATAN SIULAK MUKAI, KABUPATEN KERINCI, PROVINSI JAMBI 507 -
Nita Ayu Wandira, Anggi Deliana S. , Heri Junedi 515
71 DAMPAK USAHA PERTAMBANGAN NIKEL PT. VALE AKIBAT PEMBANGUNAN SMELTER DI PROVINSI
SULAWESI 517 -
Novi Ambarwati, Dyah Aziz Suwitaningsih , Lalu M Ridho H. S , Christian Vieri Haisoo , Yusuf
Pramujaningtyas N. P , Mhd. Hilal Fikri , Edrian , Kalvarius Thomas W.B , Melkianus Markus Enus 520
72 ETIKA LINGKUNGAN HIDUP 521 -
P. Julius F. Nagel 525
73 RENCANA REKLAMASI PADA LAHAN BEKAS PENAMBANGAN BATU ANDESIT DI CV TIRTA BARU LAKSANA DESA HARGOROJO KECAMATAN BAGELEN KABUPATEN PURWOREJO PROVINSI JAWA
TENGAH 527 -
ahensah Anand Anggian Rambe, Nurkhamim, Dwi Herniti 533
74 PENCEGAHAN ABRASI PANTAI TIMUR SURABAYA MELALUI DESAIN EKOWISATA HUTAN
MANGROVE WONOREJO SURABAYA 535 -
Suci Ramadhani 541
75 ANALISA MATCH FACTOR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA PENAMBANGAN SIRTU PT. PASIRINDO PERKASA KABUPATEN LUMAJANG JAWA
TIMUR 543 -
Syarifudin Zuhri, Yudho Dwi Galih Cahyono 548
76 ANALISIS PLAN REHAB BERDASARKAN PLAN BLASTING DAN LEAD & LAG TERHADAP DAMAGE PADA TAMBANG BAWAH TANAH GRASBERG BLOCK CAVING (GBC) PT. FREEPORT INDONESIA
(PTFI) DISTRIK TEMBAGAPURA KABUPATEN MIMIKA PROVINSI PAPUA 549 -
Yance Sani, Yudho Dwi Galih Cahyono 556
77 ANALISIS SMOKE CLEARING DI LEVEL UNDERCUTING TAMBANG BAWAH TANAH GRASBERG
BLOCK CAVE (GBC) PT. FREEPORT INDONESIA TEMBAGAPURA, MIMIKA, PAPUA 557 -
Adi Supriyanto , Yudho Dwi Galih Cahyono 561
78 EVALUASI NILAI POWDER FACTOR UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI PELEDAKAN QUARRY BATU ANDESIT DI PT. ARGA WASTU DESA SANETAN, KECAMATAN SLUKE, KABUPATEN REMBANG, JAWA
TENGAH 563 -
Firman Aulia, Yudho Dwi Galih Cahyono, dan Agus Budianto 568 79 EVALUASI PENGGUNAAN ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS
ANDESIT DI PT. BINA NUGRAHAUTAMA KEC. KEJAYAN KAB. PASURUAN PROV. JAWA TIMUR 569 -
Jeremy Gievani Wahono , Yudho Dwi Galih Cahyono 579
80 KAJIAN TEKNIS PEMASANGAN CABLE BOLT PADA TAMBANG BAWAH TANAH DI LEVEL CRUSHER (2730 L) AREA 602 TAIL CHAMBER 2nd PASS, 602 MAGNET CHAMBER 2nd PASS, 602 CONVEYOR DAN 602 TRANSFORMER, GRASBERG BLOCK CAVE PT. FREEPORT INDONESIA, DISTRIK
TEMBAGAPURA, KABUPATEN MIMIKA, PROVINSI PAPUA
577 -
Beny Jeckson Kemong, dan Yudho Dwi Galih Cahyono 586
81 PENGARUH EFEK SKALA TERHADAP UJI TRIAKSIAL PADA BATU ANDESIT 587 - Aprilia Dwi Astuti , Denis Rocky Pradana , Anggy Dessyana Doni , Melly Shintia Dewi , Yudho Dwi
Galih Cahyono 592
82 DATABASE PROCESSING PADA MANAJEMEN DATA SEISMIK LAPANGAN RIMAU, SUMATERA
SELATAN 593 -
Diah Wully Agustine , Lena Maretha Salindeho 598
83 PENGARUH PELAPUKAN TERHADAP KEKUATAN BATUAN ANDESIT 599 - Melkianus.A. Tamanak , Theo Berhitu , Dandi Gusti Ode , Yudho Dwi Galih Cahyono 604
x
84 PENGARUH UJI KUAT GESER TERHADAP BATU ANDESIT 605 -
Viona Rumbiak , Avelar I. N. Dc. E. Silva , Jose Ogelivio Agapito Da Costa , Yudho Dwi Galih Cahyono 609 85 ANALISIS PENGARUH DEFORMASI BATUAN UTUH TERHADAP BESARNYA REGANGAN PADA UJI
KUAT TEKAN UNIAKSIAL BATUAN ANDESIT 611 -
Meilinda Makmara, Klotilda Delfiana Anok, Iva Nurul Octavia, Andres Kevi Paki, Yudho Dwi Galih
Cahyono 614
86 KAJIAN TEKNIS DIMENSI SUMP DAN KEBUTUHAN POMPA PADA PENYALIRAN TAMBANG TERBUKA DI PIT 1 PT. SENAMAS ENERGINDO MINERAL KECAMATAN JAWETAN, KABUPATEN BARITO
TIMUR, PROPINSI KALIMANTAN TENGAH 615 -
Grains Silvester Sapan, Yudho Dwi Galih Cahyono, Yazid Fanani 622 87 KAJIAN TEKNIS ALAT BOR UNTUK PEMBUATAN LUBANG LEDAK PADA TAMBANG BATU GAMPING
DI PT. PERTAMA MINA SUTRA PERKASA KABUPATEN JEMBER PROVINSI JAWA TIMUR 625 -
Adi Paulus Wakim, Yudho Dwi Galih Cahyono 628
88 AKTIVITAS TEKTONIK SEBAGAI PEMICU MUNCULNYA MUD VULCANO BUHJEL TASE’ MADURA 629 -
Jusfarida, Aleik Ainu Abdilbar 635
89 ESTIMASI CADANGAN DAN STUDI GEOKIMIA KAOLIN DESA ANDONGREJO, KEC. TEMPUREJO, KAB.
JEMBER JAWA TIMUR 637 -
Hyasentus Salwey 644
90 PENERAPAN TEMA ARSITEKTUR MODERN TROPIS PADA DESAIN PUSAT PELATIHAN DAN
PEMBINAAN PEMAIN MUDA PERSEBAYA DI SURABAYA 645 -
Yogi Aruna Sakti, Ir. Ika Ratniarsih, Failasuf Herman Hendra 648 91 PENGARUH SUDUT DEADRISE TERHADAP TAHANAN PLANNING HULL 649 -
Erifive Pranatal 655
92 KAJIAN BAHAYA, RISIKO, DAN MITIGASI BENCANA GERAKAN TANAH DI DAERAH SENDANGREJO
DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SAMBENG, KABUPATEN LAMONGAN, PROVINSI JAWA TIMUR 657 -
Rima Rosaliana, Hendra Bahar, dan Sapto Heru Yuwanto 663
93 RANCANGAN PENAMBANGAN DI PIT FERRARI PINANG BALABA 12 PT.VALE INDONESIA,TBK DESA SOROWAKO KECAMATAN NUHA KABUPATEN LUWU TIMUR PROVINSI
SULAWESI SELATAN 665
Rudi Prayogo 670
94 ANALISIS MIKROFOSIL DESA DAGANGAN DAN WUKIRHARJOKABUPATEN TUBAN CEKUNGAN JAWA
TIMUR UTARA 671
Lena Maretha Salindeho, Diah Wully Agustine, Sugeng Purwo, Zakin Naufal 676
DENGAN SYSTEM BOLTING
Elsy Putri Bellarina [1], Ali Azhar *[2], Tri Agung Kristiyono [3], Bagus Kusuma Aditya [4]
[1], [2],[3],[4] Program Studi Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Universitas Hang Tuah Surabaya
Jl. Arief Rachman Hakim No. 150, Surabaya 60111
*e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kekuatan sambungan dinding rumah geladak dengan menentukan jenis dan jumlah sambungan bolting (baut) yang terpasang pada konstruksi rumah geladak. Penggunaan diameter baut yang bervariasi yaitu baut berdiameter M12, M14 dan M16 dengan 2 titik baut serta baut berdiameter M12, M14 dan M16 dengan 1 titik baut yang akan dilakukan pengujian dengan software inventor 2015. Setelah itu akan dibandingkan dengan kekuatan sambungan las sebagai standar acuan kekuatan sambungan. Hasil yang diperoleh bahwa sambungan bolting dengan variasi diameter telah memenuhi syarat dalam aspek kekuatan seuai aturan BKI Vol 2, bab 18 tentang tegangan geser yang diijinkan sebesar 360 N/mm2 dan tegangan normal sebesar 171 N/mm2, sehingga sambungan bolting dinyatakan layak untuk diaplikasikan dalam konstruksi sambungan dinding rumah geladak.
Kata kunci: tegangan normal, tegangan geser, software inventor PENDAHULUAN
Ditinjau dari segi teknis, salah satu faktor kekuatan kapal adalah beban yang menumpu konstruksi bangunan. Teknologi produksi dengan menggunakan bahan baku logam, pengelasan merupakan proses pengerjaan yang memegang peranan sangat penting.
Hampir tidak ada logam yang tidak dapat dilas karena telah banyak teknologi baru yang ditemukan dengan cara-cara pengelasan. Pengelasan didefinisikan sebagai penyambungan dua logam atau paduan logam dengan memanaskan diatas batas cair atau dibawah batas cair logam disertai penetrasi maupun tanpa penetrasi, serta diberi logam pengisi atau tanpa logam.
Merancang suatu konstruksi bangunan kapal yang menggunakan sambungan las banyak faktor yang harus diperhatikan seperti track record skill dalam mengelas, teknologi yang memadai, serta pemahaman tentang prosedur pengelasan, sifat-sifat bahan yang akan di las, waktu pengerjaan sambungan las lebuh lebih lama (Artono. H, 2014). Sambungan las juga memiliki kelemahan, diantaranya adalah timbulnya lonjakan tegangan yang besar disebabkan oleh perubahan struktur mikro pada daerah sekitar las yang menyebabkan turunnya kekuatan bahan dan akibat adanya tegangan sisa, serta adanya retak akibat proses pengelasan (Anang S & Yusa A. 2006).
Eksisting saat ini pengelasan banyak digunakan untuk tipe sambungan. Pembaruan metode sambungan yaitu dengan sambungan dengan system bolting ini adalah
yang akan diteliti. Sambungan baut merupakan salah satu jenis alat sambung mekanis atau pengencang yang banyak digunakan dalam sambungan kayu. Baut umumnya digunakan untuk memikul beban-beban yang lebih besar dibandingkan dengan beban yang dipikul oleh alat sambung lain. Sambungan lebih mudah dipasang dan disetel saat pembuatan konstruksi di lapangan.
Penggunaan sambungan baut dapat memungkinan penambahan atau pengurangan ruang-dalam atau konstruksi tanpa biaya besar, fleksibilitas penggunaan material yang dapat dibongkar pasang, penggunaan bahan lokal tanpa mengurangi nilai ekonomi dan nilai estetika. (Abd. Ghani & Pudji, 2008). Sangatlah harus diperhatikan dalam sambungan adalah kekuatan sambungan agar terealisasikan pembaruan metode menggunakan sambungan baut.
Pembahasan tentang analisa kekuatan sambungan dinding rumah geladak dengan system bolting ini yang akan dianalisa untuk mengetahui kekuatan sambungan. Oleh sebab itu, studi karakteristik baut mutu tinggi ini penting karena membantu mencapai mutu pelaksanaan sambungan baja yang tepat.
Diperlukannya material yang mendukung sambungan baut ini juga dengan menggunakan material dari aluminium.
Aluminium yang digunakan untuk membangun kapal adalah marine use dengan tipe 5083 yang sudah di setujui oleh klasifikasi. Aluminium menjadi salah satu jenis material yang dipakai sebagai bahan utama
359
Tingkat rasio kekuatan dan berat yang dimiliki aluminium sangat baik dibanding material lain yang sering digunakan sebagai material untuk konstruksi kapal. Begitu juga dengan beratnya yang relatif ringan dibandingkan dengan material lain sebagai bahan utama dalam pembangunan kapal seperti baja, ferro semen, bahkan kayu sekalipun. Campuran logam dalam material aluminium yang akan digunakan harus melalui proses pembakaran yang sempurna dan telah diuji dengan beberapa pengujian diantaranya uji tarik, uji tekan, uji korosi, dan pengujian lain. Kualitas material yang digunakan haruslah material yang bebas cacat permukaan atau kerusakan lain yang disebabkan oleh kondisi alam yang mengakibatkan bahaya saat penggunaannya.
(Ricky, A.S dan Triwilaswandio. 2012)
Dianalisanya kekuatan sambungan dinding rumah geladak dengan system bolting material aluminium ini diharapkan dapat menciptakan metode pembaruan dari sambungan menggunakan pengelasan dengan sambungan dengan system bolting.
KAJIAN PUSTAKA Bolt
Baut (bolt) merupakan salah satu jenis alat sambung mekanis atau pengencang yang banyak digunakan dalam sambungan kayu. Baut umumnya digunakan untuk memikul beban-beban yang lebih besar dibandingkan dengan beban yang dipikul oleh alat sambung lain seperti paku. Pemakaian baut umumnya pada sambungan dengan pembebanan secara lateral (Breyer, et al., 2007). Baut untuk sambungan kayu cenderung memiliki rasio L/d (L adalah panjang baut dan ( d ) adalah diameter baut) lebih besar dibandingkan dengan sambungan baja karena kebutuhan untuk menyambungkan penampang kayu yang lebih tebal (Ozelton, 2006).
Pengukuran dimensi baut meliputi panjang dan diameternya. Baut yang digunakan berasal dari satu merek dagang untuk memudahkan identifikasi pengaruh komposisi bahan penyusunnya.
Kerapatan baut dihitung dari perbandingan antara berat dan volume baut. Baut ditimbang dan ditentukan volumenya dengan metode pencelupan dalam air (water immersion). (Evalina. H & Sucahyo.
S. 2017)
Baut memiliki beberapa bagian baut ukuran, beberapa bentuk bolt memiliki ketentuan penentuan ukuran panjang yang berbeda dalam penunjukkan ukuran bolt sebagai berikut:
Gambar 1: Spesifikasi ukuran baut (Sumber: ASTM A193, 2014) Kontruksi Rumah Geladak
Rumah Geladak atau deck house adalah struktur bangunan yang berada diatas geladak kekuatan dengan pelat samping yang berada diatas kapal dengan jarak lebih dari 4 % lebar kapal diukur dari pelat sisi kapal. Rumah geladak dapat diartikan juga sebagai struktur bangunan yang berada diatas geladak kekuatan dengann lebar bangunan kurang dari 94 % lebar kapal.
Perencanaan Penyambungan
Suatu konstruksi bangunan baja adalah tersusun atas batang batang baja yang digabung membentuk suatu kesatuan bentuk konstruksi dengan menggunakan berbagai macam teknik sambungan. Dalam proses penyambungan profil pada panel ini sambungan adalah hal yang harus diperhatikan.
Adapun fungsi atau tujuan sambungan baja, antara lain untuk mendapatkan ukuran baja yang sesuai kebutuhan (panjang, lebar, tebal dan sebagainya), dapat memudahkan dalam penyetelan konstruksi baja di lapangan dan dapat memudahkan penggantian bila suatu bagian atau batang konstruksi mengalami rusak.
Aluminium menjadi salah satu jenis material yang dipakai sebagai bahan utama konstruksi secara umum ataupun konstruksi tertentu. Aluminium adalah suatu bahan yang memiliki tingkat rasio kekuatan dan beratnya sangat baik dibanding material lain yang sering digunakan sebagai material untuk konstruksi kapal. Begitu juga dengan beratnya yang relatif ringan dibandingkan dengan material lain sebagai bahan utama dalam pembangunan kapal seperti baja, ferro semen, bahkan kayu sekalipun. Campuran logam untuk material aluminium yang akan digunakan harus melalui proses pembakaran yang sempurna dan telah diuji dengan beberapa pengujian
360
pengujian lain. Kualitas material yang digunakan haruslah material yang bebas cacat permukaan atau kerusakan lain yang disebabkan oleh kondisi alam yang mengakibatkan bahaya saat penggunaannya.
(Ricky, A.S dan Triwilaswandio. 2012)
Penggunaan aluminium alloy tipe 5083 dipilih sebagai pelat yang digunakan sebagai bangunan atas dan deck yang mengunakan pelat baja. Penentuan ukuran pelat, profil, dan sampai dirakit menjadi panel mempengaruhi kuatnya penyambungan pada baut.
Pemilihan penyambungan pada panel ini yaitu menggunakan baut galvanis yang memiliki diameter M12, M16 dan M18 sebagai variasi baut yang akan dianalisa kekuatan sambungannya. Serta penggunaan karet atau seal agar dapat menjaga kekedapan pada sambungan.
Perencanaan Pembebanan Bangunan Atas Geladak
Pada geladak yang menerus dan teratas, terdapat bangunan yang diperuntukkan sebagai ruang navigasi, ruang akomodasi, gudang-gudang untuk penempatan peralatan. Bila ditinjau dari segi konstruksi, bangunan-bangunan ini dapat dibedakan menjadi bangunan atas yang efektif dan bangunan atas yang tidak efektif. Bangunan atas yang efektif adalah semua bangunan atas yang terletak di atas geladak menerus teratas, membentang sampai daerah 0,4 L bagian tengah kapal, dan panjangnya melebihi 0,15 L. Pelat kulit lambung harus diteruskan sampai ke geladak bangunan atas, sehingga pelat sisi bangunan atas ini dapat diperlakukan sebagai pelat kulit dengan geladak sebagai geladak kekuatan.
Bangunan atas yang tidak efektif, jika terletak di luar 0,4 L bagian tengah kapal atau mempunyai panjang kurang dari 0,15 L atau kurang dari 12 m. Pada persyaratan lain dari bangunan atas adalah bangunan tersebut harus mempunyai lebar, selebar kapal setempat. Bangunan atas yang terletak di bagian haluan kapal dinamakan akil, di bagian tengah disebut anjungan, dan di belakang disebut kimbul.
Software Autodesk Inventor
Autodesk Inventor adalah aplikasi ali untuk desain mekanik 3D, simulasi, visualisasi, dan dokumentasi yang dikembangkan oleh Autodesk. Inventor memungkinkan integrasi data 2D dan 3D dalam satu lingkungan tunggal, menciptakan representasi virtual dari produk akhir yang memungkinkan pengguna untuk memvalidasi bentuk, kesesuaian, dan fungsi produk sebelum dibuat. Autodesk Inventor termasuk parametrik yang kuat, edit langsung, dan alat pemodelan bentuk bebas serta kemampuan terjemahan multi- CAD dan dalam gambar DWG standar mereka. Inventor menggunakan Shape
Autodesk.
METODE
Berikut langkah-langkah proses penelitian yang dilakukan dalam kegiatan ini.
Gambar 2: Diagram metode penelitian Studi Literatur
Tahap ini, dilakukan proses literatur untuk dijadikan sebagai tinjauan pustaka pada penelitian. Dalam hal ini, sumber-sumber yang digunakan untuk tinjauan pustaka diambil dari internet, buku-buku penunjang, jurnal, serta para dosen pembimbing guna untuk mengumpulkan data dalam melakukan penelitian.
Studi Lapangan
Studi lapangan dilakukan untuk mengenali proses di lapangan secara langsung dan sebagai acuan data materi serta jumlah yang terkait. Survei lapangan dengan menentukan jumlah baut yang terpasang, dan variasi jumlah baut yang ada pada rumah geladak.
Pengumpulan Data
Tahap ini dilakukan proses pengumpulan data jenis kapal yang akan dirancang dan akan menjadi perbandingan dengan rancangan bangunan atas yang sudah ada dan dengan yang menggunakan system sambungan bolting. Data yang diambil untuk menunjang penelitian ini adalah konstruksi antar
361
bolting.
Perancangan Sambungan dengan Sytem Bolting Tahap ini akan dilakukan merancang konstruksi antar dinding pada rumah geladak dengan sambungan system bolting sesuai kebutuhan kapal yang menjadi acuan atau perbandingan. Perancangan konstruksi menggunakan Autocad 2016, setelah itu menghitung beban konstruksi dan beban sisi pada konstruksi bangunan atas yang sudah terpasang baut menggunakan 2 variasi baut dengan 2 titik dan 1 titik yang berbeda menggunakan software inventor 2015.
Perbandingan yang dilakukan dengan membandingan tegangan dari sambungan bolting yang dengan tegangan maksimal yang sudah diatur dalam BKI . Sambungan bolting yang digunakan adalah baut berdiameter 12, 16 dan 20 inch.
Permodelan Sambungan dengan Sytem Bolting Tahap ini akan dilakukan permodelan pada sambungan bolting, permodelan yang dilakukan adalah dengan menentukan panjang sambungan bolting yaitu sepanjang 500 mm. Selanjutnya menginput material yang terdapat pada tabel 3.1.
Lalu menentukan gaya dan tekanan atau stress pada permodelan, arah gaya dan tekanan pada permodelan harus sesuai dengan beban. Beban yang sudah ditentukan adalah beban sisi dan beban geladak.
Penentuan beban sisi yaitu dari samping dan beban geladak yaitu dari atas. Selanjutnya adalah menentukan tumpuan, tumpuan yang berada dibagian profil L dan sambungan las pada geladak. Setelah tumpuan sudah ditentukan lalu dilakukan proses running penugujian kekuatan pada sambungan.
Analisa Kelayakan System Bolting
Tahap ini akan dilakukan analisa pada sambungan bolting yang sudah di uji kekuatannya pada software inventor, sambungan bolting t diameter 12 yaitu 2 titik baut akan dilakukan perbandingan dengan diameter 16 dengan 2 titik baut dan diameter 20 dengan 2 titik baut. Setelah itu akan dilakukan juga pengujian sambungan bolting diameter 12 dengan 1 titik baut, diameter 16 dengan 1 titik baut dan diameter 20 dengan 1 titik baut. Setelah semua selesai akan dilakukan analisa pada kekuatan 2 titik baut dan 1 titik baut dengan diameter yang berbeda.
Setelah selesai dapat di analisa dengan kekuatan sambungan las, dan sambungan bolting yang sudah bisa memenuhi standar sambungan las dilihat dari segi kuat sambungan tersebut setelah diberikan beban pada sambungan. Dapat dikatakan sudah layak yaitu kekuatan konstruksi sudah memenuhi pada kekuatan sambungan bolting yang dijadikan acuan kekuatan sambungan.
Tahap ini penulis akan menarik kesimpulan untuk menjawab permaslahan dan tujuan penelitian.
HASIL
Perhitungan Beban Konstruksi Panel Dinding Rumah Geladak
Berdasarkan studi lapangan didapatkan data ukuran konstruksi rumah geladak Kapal Hiu Macan Tutul 001, selanjutnya data tersebut akan digunakan untuk membantu dalam proses perhitungan beban pada main deck.
n = ………..(1)
Sumber: BKI vol 2 bab 15, 2013
Hasil perhitungan didapatkan beban pada main deck yaitu 6150 kN/m2.
Perhitungan Beban Sisi Konstruksi Panel Dinding Perhitungan beban pada konstruksi rumah geladak pada sisi panel dinding didapatkan dari perhitungan berat beban sisi rumah geladak .
Ps1M = ……..(2)
Sumber: BKI vol 2 bab 15, 2013
Hasil dari perhitungan pada beban sisi bangunan total atas yaitu 375 kN/m2.
Perhitungan Beban dalam Tekanan Beban Sisi Rumah Geladak = 375 kN/m2 Luas Penampang = 145558 mm2
Hasil dari perhitungan diatas didapat beban sisi bangunan atas, beban pada main deck dalam tekanan adalah sebagai berikut: 375 kN/m2 dalam tekanan 0.0252476676 Mpa; 6150 kN/m2 dalam tekanan 0.176744868 Mpa
Perancangan Sambungan Bolting dengan 2 Titik Baut
Desain sambungan bolting yang akan ditempatkan pada geladak dengan panel dinding bagian bawah Kapal Hiu Macan Tutul 001 dengan jarak baut 500 mm, berikut adalah hasil dari permodelan 2D pada flat bar pada deck dan panel dinding bagian bawah dengan software autocad 2014.
362
Gambar 3: Desain 2D sambungan bolting pada panel dinding bagian bawah dengan geladak
Gambar 3 memperlihatkan dari pembagian jarak bolt 500 mm dengan sisa jarak bolt sebesar 250 mm pada sisi samping dinding geladak, jumlah pada bolt yang terpasang sebanyak 48 buah bolt yang terpasang.
Detail desain bolting yang terletak pada geladak pada panel dinding Kapal Hiu Macan Tutul 001 menggunakan baut tipe M 12 dengan 2 titik baut, berikut adalah hasil dari permodelan 2D pada geladak dan panel dinding dengan software Autocad 2016.
Gambar 4: Detail desain sambungan bolting pada geladak dengan dinding
Gambar 4 memperlihatkan desain penempatan 2 bolt dengan jarak 50 mm, jarak geladak navigasi pada bolt dengan jarak 75 mm, serta jarak dinding aluminium dengan geladak navigasi dengan jarak 50 mm akan diberikan beban dan dilakukan pengujian pada kedua bolt yang berjarak 50 mm.
Detail desain bolting yang terletak pada dinding dengan atap atau top deck Kapal Hiu Macan Tutul 001 menggunakan baut tipe M 12,berikut adalah hasil dari permodelan 2D pada geladak dan panel dinding dengan software Autocad 2016.
Gambar 5: Detail desain sambungan bolting pada dinding atap
Gambar 5 memperlihatkan desain penempatan 2 bolt dengan jarak 50 mm, jarak dinding aluminium pada bolt dengan jarak 25 mm serta kekuatan desain sambungan bolting tetap kuat dengan beban yang dibebankan pada atap geladak navigasi desain sambungan 2 bolt pada dinding atap.
Permodelan Sambungan Las dan Bolting
Setelah ditentukan perancangan jarak baut dan jumlah baut lalu dilakukan permodelan dengan software Inventor 2015. Permodelan yang dilakukan menggunakan sambungan las dan sambungan bolting 2 titik baut dan 1 titik baut.
Gambar 6: Hasil simulasi pada sambungan las Gambar 6 menunjukkan hasil simulasi permodelan sambungan las nilai tegangan maksimum yang berada pada panah Max yaitu 0,09993 Mpa. Perubahan warna terjadi akibat tegangan maksimal yang terjadi pada daerah atau area sambungan las.
363
Gambar 7. Hasil simulasi pada sambungan bolting M16 dengan 2 titik
Gambar 7 menunjukkan hasil simulasi permodelan sambungan bolting nilai tegangan maksimum yang berada pada Max yaitu 0,2087 Mpa. Perubahan warna terjadi akibat tegangan maksimal yang terjadi pada daerah atau area sambungan bolting. Sehingga warna pada sambungan bolting masih berwarna biru dan hanya terjadi perubahan warna pada daerah tertentu yang terdapat tegangan pada daerah tersebut.
Hasil yang diperoleh setelah dilakukannya simulasi pada masing masing sambungan terdapat pada tabel berikut:
Tabel 1: Nilai tegangan maksimum dan minimum
Beban yang terdapat pada sambungan dengan tekanan maksimal terletak pada sambungan bolting diameter M20 dengan 2 titik baut yaitu sebesar 0,256009 MPa.
Menghitung Tegangan yang Diizinkan
Menghitung tegangan yang diizinkan bertujuan untuk mengetahui tegangan yang diizinkan oleh BKI serta mengetahui sambungan mana yang sudah dapat dikatakan layak dengan tegangan yang sudah bisa melewati ditentukannya tegangan tersebut oleh BKI serta dapat diaplikasikan pada sambungan bangunan atas kapal.
Tabel 2: Tegangan yang diizinkan di BKI Vol: 2, Bab 18. 2016
Berikut tabel hasil simulasi pada sambungan las dan sambungan bolting:
Tabel 3: Hasil simulasi sambungan las dan sambungan bolting
Tabel 3 menunjukkan bahwa sambungan bolting berada pada tegangan dibawah tegangan maksimal, maka sambungan bolting tersebut masih layak atau dari kekuatan sambungan sudah kuat dengan tidak melewati tegangan maksimal yang sudah ditentukan KESIMPULAN
Berdasakan hasil penelitian yang telah dilakukan, kekuatan sambungan bangunan atas antar dinding dengan system bolting diperoleh simpulan sudah memenuhi syarat dalam BKI Vol: 2, Bab 18 yang mengatur tegangan yang diizinkan pada las sudut.
Perbandingan sambungan system bolting menggunakan variasi 2 titik baut dan 1 titik baut maka diameter M12, M16 dan M20 dengan 2 titik dan 1 titik baut sudah dapat dikatakan layak karena tegangan yang diperoleh dari sambungan baut berada dibawah tegangan maksimal yaitu tegangan yang diizinkan oleh BKI.
DAFTAR PUSTAKA
Abd. Gani. A & Pudji. A. 2008. Disain Rumah Tinggal Konstruksi “Knock Down” Vol. 6, No. 1, Pebruari 2008: 18 – 28.
Agussalim, 2010. Desain Kekuatan Sambungan Kayu Sambungan
Hasil Simulasi Tegangan (MPa)
Max Min
Las 0,09993 0
M12 2 Titik 0,2111 0
M16 2 Titik 0,2087 0
M20 2 Titik 0,2560 0
M12 1 Titik 0,2399 0
M16 1 Titik 0,2085 0
M20 1 Titik 0,2379 0
Bahan
Baja konstruksi lambung dengan kekuatan normal (KI- A/B/D/E)
Al Mg 4,5 Mn0,7 / 5083
Tegangan Normal 235 N/ mm2 115 N/ mm2 Tegangan Gesek 125 N/ mm2 56 N/ mm2
Total 360 N/ mm2 171 N/ mm2
Sambungan Tegangan Normal
(XX) N/mm2
Tegangan Geser
(XY) N/mm2
Memenuhi / Tidak memenuhi Las 0.018375 0.013278 - M12 2 titik 0,00420 0,0246 Memenuhi
syarat M16 2 titik 0,00929 0,0241 Memenuhi
syarat M20 2 titik 0,0319 0,0241 Memenuhi
syarat M12 1 titik 0,0184 0,02363 Memenuhi
syarat M16 1 titik 0,00842 0,0235 Memenuhi
syarat M20 1 titik 0,0166 0,0228 Memenuhi
syarat
364
pada Lima Jenis Kayu Indonesia [tesis].
Institut Pertanian Bogor, Bogor.
AISC, 2010, Specification for Structural Steel Building (ANSI/AISC 360-10)”, American Institute of Steel Construction, Chicago, Illinois, June 2010.
Anang S & Yusa A. 2006. Analisa Ketangguhan dan Struktur Mikro pada Daerah Las dan HAZ Hasil Pengelasan Sumerged Arc Welding pada Baja SM 490. JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 8, No. 2, Oktober 2006: 57 – 63.
Artono H. 2014. Perbandingan Produksivitas Sambungan Adhesive Bonding Dengan Sambungan Las. Universitas Islam Malang.
ASTM A 193, 2004. Standard Specification for Alloy-Steel and Stainless Steel Bolting for High Temperature or High Pressure Service and Other Special Purpose Applications, ASTM International, West Conshohocken, PA, www.astm.org
ASTM A 325, 2016. Standard Specification for Structural Bolts, Steel, Heat Treated, 120/105 ksi Minimum Tensile Strength (Withdrawn 2016) International, West Conshohocken, PA, www.astm.org
AutoCad 2016 ( 2020 ) Autodesk Inc.
Autodesk Inventor 2015. ( 2020 ) Autodesk Inc.
BKI, 2013. Rules For Hull Construction Volume 2.
PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), Jakarta
Breyer, D.E., Fridley, K.J., Cobeen, K.E., and Pollock, D.G. 2007. Design of Wood Structures ASD/ LRFD Sixth Edition, McGraw-Hill, New York.
BSN. SNI ASTM A325. 2012. Spesifikasi Baut Baja Hasil Perlakuan Panas Dengan Kuat Tarik Minimum 830 MPa. (ASTM A 325 M – 04,IDT).
Evalina. H & Sucahyo. S. 2017. Karakteristik Kekuatan Leleh Lentur Baut Besi Dengan Beberapa Variasi Diameter Baut. Jurnal
10.5614/jts.2017.24.3.4.
Imam, K. 2016. Analisa Teknis Pengelasan Dissimilar Material Antara AA 6063 DAN AA 5083 Ditinjau Dari Aspek Mekanik Dan Metalurgi Pada Bangunan Kapal.
Kelvin. 2016. Studi Perilaku Keruntuhan Tarik Baut A325 dan Grade 8.8, Skripsi Jurusan Teknik Sipil, Universitas Pelita Harapan (unpublished).
Ozelton, E.C. 2006. Timber Designer’s Manual Third Edition, Blackwell Publishing, Oxford.
Pranata, Y.A., Suryoatmojo, B., dan Tjondro, J.A.
2013. Penelitian Eksperimental Kuat Leleh Lentur (Fyb) Baut, Jurnal Teknik Sipil, 12(2):98-103.
RCSC. 2004. Specification for Structural Joints Using ASTM A325 or A490 Bolts. American Institute of Steel Construction, Inc.
Ricky, A.S dan Triwilaswandio. 2012. Produksi Kapal Ikan Tradisional dengan Kulit Lambung dan Geladak Kayu Laminasi serta Konstruksi Gading dan Geladak Aluminium.
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, No. 1 (Sept.
2012) ISSN: 2301-9271.
Soegiarto B.Sc, dan Sudarsono, Tjitro D. 1987.
Konstruksi Bangunan Kapal.
Tjondro, J.A. 2007. Perilaku Sambungan Kayu Dengan Baut Tunggal Berpelat Sisi Baja Akibat Beban Uniaksial Tarik [disertasi], Bandung, Universitas Katolik Parahyangan.
Winarputro. A & Achmad. R. 2014. Studi Kekuatan Sambungan Dengan Baut Tunggal Pada Pultruded Fiber Reinforced Polymer (PFRP).
Wiryanto. D & Lanny H. 2016. Studi Karakteristik Baut Mutu Tinggi (A325 dan Grade 8.8) Terhadap Tarik dan Pengaruhnya pada Perencanaan Sambungan.