• Tidak ada hasil yang ditemukan

jawaban kuliah sesi 4

N/A
N/A
Nisa Aliya

Academic year: 2024

Membagikan " jawaban kuliah sesi 4"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ORGANISASI

Berikan Analisa Anda mengenai hubungan antara kompleksitas organisasi dengan diferensiasi.

Jawab :

Diferensiasi dapat timbul akibat kompleksitas organisasi. Kompleksitas organisasi merujuk pada tingkat kerumitan atau kesulitan dalam suatu organisasi, yang dapat timbul akibat pertumbuhan, perkembangan, atau faktor-faktor eksternal. Semakin kompleks sebuah organisasi, semakin mungkin terdapat diferensiasi dalam struktur organisasinya.

Saat organisasi mengalami pertumbuhan dan perkembangan, tugas dan tanggung jawab perlu dipisah menjadi unit-unit yang lebih kecil dan spesifik agar pengelolaan dapat dilakukan dengan lebih efisien dan efektif. Pentingnya pemisahan ini terletak pada kemampuannya untuk membantu organisasi mengatasi kompleksitas yang timbul. Dalam sebuah organisasi yang semakin kompleks, sering kali diperlukan unit-unit khusus, contohnya departemen keuangan, pemasaran, produksi, dan sebagainya.

Dengan membedakan ini, setiap unit dapat memusatkan perhatian pada tugas dan tanggung jawab yang khusus, yang seharusnya meningkatkan efisiensi manajemen. Oleh karena itu, kompleksitas organisasi menciptakan kebutuhan akan diferensiasi.

Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan dinamis antara

kompleksitas organisasi dan diferensiasi. Sementara diferensiasi mungkin menambah tingkat kompleksitas, namun hal ini juga dapat membantu organisasi dalam menghadapi tantangan dan mengoptimalkan peluang yang ada. Oleh sebab itu, pemimpin organisasi harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang konsep ini dan harus mengambil keputusan yang sesuai dengan konteks khusus organisasi mereka.

Sumber :

Dr. Ir. S.B. Hari Lubis. 2023. Organisasi (EKMA4157). Tangerang Selatan. Penerbit Universitas Terbuka.Modul 5 Hal: 5.4-5.19.

MANAJEMEN OPERASI

Sinar Makmur merupakan perusahaaan yang bergerak dibidang manufaktur. Permintaan per tahun 8000 unit, dimana permintaan harian tiga puluh dua unit, dan tingkat produksi perhari enam puluh empat unit. Adapun biaya penyimpanan Rp 8000, dan biaya simpan Rp 400 per unit per tahun. Berapakah tingkat produksi optimalnya?

jawab : Diketahui:

D = 8.000 unit/tahun (Permintanan/tahun) d = 32 unit/hari (Permintaan Harian ) p = 64 unit/hari (Tingkat Produksi/hari) H = Rp 400 unit/tahun (Biaya Simpan)

S = Rp 8.000 (Biaya Penyimpanan atau penyiapan) Ditanyakan:

(2)

Tingkat produksi optimalnya? (Q*) Jawab:

Q* = √ {2DS / H (1- d/p)}

= √ {(2*8.000*8.000) / (400)(1- 32/64)}

= √ {128.000.000 / (400)(1/2)}

= √ {128.000.000 / 200}

= √ 640.000

= 800 unit

Jadi, tingkat produksi optimalnya Perusahaan sinar makmur per tahun adalah 800 unit.

Sumber:

Ariani, Dorothea Wahyu. (2022). Manajemen Operasi: Manajemen Kualitas dan Standar Internasional. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

MSDM

Apakah kompensasi yang tinggi, akan selalu meningkatkan kinerja karyawan dalam suatu perusahaan? Berikan pendapat Saudara dan sertakan referensi yang mendukung pernyataan Saudara.

Jawab :

Menurut pendapat saya, tingkat kompensasi yang tinggi belum tentu selalu meningkatkan kinerja karyawan akan tetapi hal tersebut bisa menjadi motivasi karyawan untuk

meningkatkan kinerja dalam bekerja. Namun ada hal yang perlu dipahami bahwa realita di lapangan untuk mendapatkan sebuah kompensasi tinggi tersebut tentu bukan hal yang cuma- cuma dilakukan oleh Perusahaan akan tetapi mungkin ada beban kerja meningkat yg

diberikan oleh sebuah Perusahaan yang menjadikan peningkatan kinerja seorang karyawan tersebut belum tentu terus meningkat ataupun bertahan. Peningkatan kinerja karyawan tidak hanya didukung oleh kompensasi yang tinggi. Fasilitas perusahaan untuk mendukung kinerja karyawan, tujuan perusahaan, strategi hingga sumber daya pendukung lain dan lingkungan perusahaan sangat berpengaruh atas kualitas dan peningkatan kinerja karyawan sehingga banyak faktor lain yang menentukannya. Untuk itu meski diberikan kompensasi tinggi tetap perlu adanya evaluasi terhadap kinerja karyawan setelah diberikan kompensasi.

Pemberian kompensasi tinggi kepada karyawan di suatu perusahaan berdampak terhadap peningkatan kinerja mereka. Tetapi, perlu dipahami bahwa kinerja karyawan dipengaruhi oleh banyak faktor, dan kompensasi hanya salah satu dari faktor-faktor tersebut. Faktor- faktor tersebut antara lain :

1. Motivasi: Tingginya kompensasi dapat menjadi pendorong bagi karyawan untuk meningkatkan usaha dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Namun, motivasi juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti lingkungan kerja, pengakuan, serta kesempatan untuk mengembangkan karir.

2. Keadilan: Karyawan akan merasa termotivasi dan berkinerja dengan baik apabila mereka merasa bahwa sistem kompensasi yang diterapkan di perusahaan adalah adil.

Apabila karyawan merasa bahwa kompensasi yang mereka terima tidaklah sepadan

(3)

dengan kontribusi dan kinerja yang mereka berikan, maka hal ini bisa berdampak buruk terhadap motivasi dan kinerja yang mereka tunjukkan.

3. Kondisi Kerja: Karyawan bisa dipengaruhi oleh lebih dari sekadar kompensasi dalam menjalankan tugas mereka. Faktor seperti suasana kerja yang mendukung, dukungan dari para atasan, dan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan juga dapat memainkan peran penting dalam peningkatan kinerja mereka. Meskipun kompensasi yang tinggi, tetapi jika kondisi kerja yang buruk masih ada, masalah-masalah ini mungkin tidak dapat teratasi sepenuhnya.

Sumber :

Deci, E. L., Koestner, R., & Ryan, R. M. (1999). A meta-analytic review of experiments examining the effects of extrinsic rewards on intrinsic motivation. Psychological Bulletin, 125(6), 627-668.

Iswanto Yun, Adie Yusuf. (2023). Manajemen Sumber Daya Manusia. Universitas Terbuka: Tangerang Selatan

Hubungan Industrial

1. Uraikan beberapa teori tentang negosiasi dan berikan pendapat anda mengenai teori mana yang terbaik untuk digunakan di tempat anda bekerja atau dalam lingkungan sosial anda.

2. Zubek et al. (1992) mengemukakan beberapa cara mediator yang dapat

mengintervensi secara efektif dalam memfasilitasi penyelesaian konflik. Jelaskan cara mediator tersebut berdasarkan pemahaman anda.

Jawab :

1. Ada beberapa teori yang mendasari pengertian negoisasi, khususnya teori monopoli bilateral yang digunakan oleh para ekonom dan mendasari konsep perjanjian distributif dan teori permainan. Negosiasi adalah cara paling penting dalam melaksanakan transaksi dalam organisasi yang kompleks. Negosiasi adalah ciri hubungan industrial. Ada dua strategi perdagangan Walton dan McKersie, yaitu perdagangan terdistribusi dan perdagangan terintegrasi. Kedua strategi berurutan tersebut bukan merupakan alternatif yang berbeda. Ada dua jenis negosiasi: negosiasi distributif dan negosiasi integratif. Namun dalam perkembangannya, negosiasi dibedakan menjadi empat jenis, yaitu negosiasi distributif, integratif, sikap, dan intra- organisasi. Teori perilaku Watson dan McKersie mengemukakan bahwa ada empat sistem: kesepakatan bersama, kesepakatan distributif, kesepakatan integratif, struktur sikap, dan kesepakatan intra-organisasi (Smith & Turkington, 1996 ).

1) Negosiasi Distributif

Negosiasi Distributif adalah suatu pendekatan yang didasarkan pada gagasan bahwa satu pihak hanya menerima apa yang mendasari persaingan. Perjanjian distribusi merupakan suatu proses penyelesaian konflik kepentingan dengan memaksimalkan keuntungan salah satu pihak. Tawar-menawar distributif terjadi ketika masing-masing pihak berusaha memaksimalkan suatu hasil dengan mengalahkan apa yang dicapai pihak lain. Negosiasi distributif berupaya membagi sumber daya dalam jumlah tetap

(4)

atau dikenal dengan situasi menang-kalah. Tujuan dari negosiasi distributif adalah untuk mendapatkan sebanyak mungkin keadilan, dan dinamikanya adalah menang- kalah. Perundingan ini digunakan untuk melawan pihak lain sehingga tidak terjadi pertukaran informasi dan jangka waktu perundingan yang singkat.

2) Negosiasi Integratif

Negosiasi integratif adalah suatu proses di mana para pihak berusaha memahami sisi mereka untuk meningkatkan hasil secara keseluruhan. Negosiasi ini didasarkan pada prinsip bahwa dua orang negosiator dapat bekerja sama dan berkomunikasi secara terbuka serta mencari solusi yang mendamaikan keinginan atau kepentingan mereka.

Perdebatan mengenai strategi distribusi dan integrasi menghadirkan dua pendekatan dengan dua alternatif yang jelas dan dapat dipahami. Pengaturan terpadu memerlukan keterbukaan, kepercayaan dan komitmen terhadap proses (keterbukaan dan

fleksibilitas). Perundingan integratif lebih memperhatikan kepentingan bersama atau saling melengkapi dan menyelesaikan permasalahan konflik antara kedua pihak.

3) Negosiasi Sikap

Negosiasi sikap, juga dikenal sebagai pembentukan sikap, merupakan upaya negosiator untuk secara formal mempengaruhi kualitas dan bentuk atau karakter hubungan. Penataan sikap adalah proses interpersonal dan sosioemosional di mana pihak-pihak berupaya mengubah persepsi, sikap, dan lingkungan negosiasi orang lain.

Dalam hal ini, kepercayaan sangatlah penting. Struktur sikap merupakan suatu proses yang mempengaruhi pola hubungan antar atau antar pihak dengan sikap terhadap teman, rasa saling percaya, kemauan tanggap, dan motivasi.

4) Negosiasi dalam organisasi

Negosiasi dalam organisasi, terutama mengingat terbatasnya peran beberapa

negosiator, merupakan sumber konflik internal dalam negosiasi. Kesepakatan dalam suatu organisasi adalah proses mempengaruhi harapan kelompok untuk mencapai kompromi yang diperlukan untuk keberhasilan negosiasi.

Untuk itu menurut pendapat saya teori yang terbaik untuk digunakan di tempat bekerja atau dalam lingkungan sosial tergantung dalam konteks negosiasi dan tujuan negosiasi untuk apa. Jika tujuan adalah menciptakan nilai tambahan dan membangun hubungan yang baik, teori integratif mungkin lebih cocok. Namun, jika berada dalam situasi di mana sumber daya terbatas dan perlu memaksimalkan keuntungan sendiri, teori distributif mungkin lebih relevan

2. Mediator adalah pihak yang netral dan tidak memihak yang bertugas untuk membantu pihak-pihak yang terlibat dalam konflik untuk mencapai penyelesaian yang saling menguntungkan. Berdasarkan pemahaman saya, berikut adalah beberapa cara

mediator yang dapat mengintervensi secara efektif dalam memfasilitasi penyelesaian konflik antara lain:

a. Mendengarkan secara aktif

Mediator harus mampu mendengarkan secara aktif, artinya memperhatikan dan memahami sepenuhnya argumentasi dan kepentingan masing-masing pihak yang berkonflik. Melalui mendengarkan secara aktif, mediator dapat menciptakan lingkungan yang aman dan terbuka untuk berbagi pendapat dan perasaan.

b. Identifikasi kepentingan

(5)

Mediator harus menentukan kepentingan masing-masing pihak yang berkonflik.

Hal ini melibatkan penggalian lebih dalam untuk memahami apa yang sebenarnya diinginkan masing-masing pihak dan apa motivasi di balik posisi mereka. Dengan memahami kepentingan yang mendasarinya, mediator dapat membantu

menemukan solusi yang memenuhi kebutuhan semua pihak.

c. Mengelola Emosi

Konflik sering kali melibatkan emosi yang kuat dan dapat menghambat

penyelesaian. Mediator harus memiliki keterampilan dalam mengelola emosi yang muncul selama sesi mediasi. Mereka harus menciptakan suasana tenang dan mendorong komunikasi konstruktif antar pemangku kepentingan.

d. Menggunakan teknik komunikasi yang efektif

Mediator harus mempunyai kemampuan komunikasi yang efektif untuk

memfasilitasi dialog yang efektif antara pihak-pihak yang terlibat. Mereka dapat mengajukan pertanyaan yang relevan, mengklarifikasi pernyataan, dan

memfokuskan pembicaraan pada penyelesaian konflik.

e. Mengembangkan pilihan solusi

Mediator dapat membantu pihak-pihak yang terlibat dalam konflik

mengembangkan pilihan solusi yang tepat. Hal ini melibatkan identifikasi alternatif yang dapat memenuhi kepentingan semua pihak dan menemukan titik temu yang saling menguntungkan.

f. Mendorong kerja sama

Mediator harus mendorong pihak-pihak yang terlibat untuk bekerja sama

mencapai penyelesaian konflik. Mereka dapat membantu membangun kepercayaan dan memfasilitasi kerja sama antar pemangku kepentingan.

g. Mengarahkan proses

Mediator bertanggung jawab mengarahkan proses mediasi secara efektif. Mereka harus memastikan bahwa masing-masing pihak mempunyai kesempatan yang adil untuk berbicara, menjaga diskusi terfokus pada isu-isu yang relevan, dan

membantu para pihak mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Dalam praktiknya, mediator dapat menggunakan kombinasi dari cara-cara ini untuk memfasilitasi penyelesaian konflik yang efektif. Setiap konflik memiliki dinamika yang unik, dan mediator harus dapat menyesuaikan pendekatan mereka sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik konflik yang ada.

Sumber :

Ariani, D. W. (2023). Hubungan Industrial. Banten: Penerbit Universitas Terbuka.

Riset Operasi

(6)

Rekan2 mahasiswa, silahkan diskusikan hal ini dengan melihat diskusi 3 sebelumnya

1. tuliskan fungsi tujuannya dan

2. Apakah kasus pada diskusi 3 dapat diselesaikan dengan programme linear metode simpleks

Jawab

1. Dengan melihat kasus pada diskusi 3 maka fungsi tujuan dalam diskusi 3 tersebut adalah untuk memperoleh keuntungan maksimal yang terdiri dari laba masing-masing jenis produk di PT Kembang Api.

Berikut contoh fungsi tujuan Maksimumkan Z = 3X1 + 4X2

2. Metode simpleks merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam memecahkan permasalahan linear programming dalam menentukan solusi optimal yang memiliki dua atau lebih variabel keputusan dimana dalam menentukan kombinasi optimal dilakukan melalui literasi secara berulang terhadap tabel simpleks sampai ditemukan nilai yang optimum dalam masalah optimasi yang diteliti. Dalam dunia bisnis masalah optimasi meliputi memaksimumkan keuntungan (maksimasi) atau meminimumkan biaya (minimasi) dimana keduanya dapat diselesaikan menggunakan metode simpleks. Inti dari permasalahan Linear Programming adalah pemilihan penggunaan sumber-sumber yang terbatas untuk memperoleh hasil optimal artinya kita mempunyai beberapa pilihan kegiatan yang ingin dilakukan tetapi setiap kegiatan menggunakan sumber yang sama dan terbatas sehingga kita harus memilih untuk melaksanakan kegiatan kita tersebut sampai diperoleh hasil yang terbaik/optimal dengan menggunakan sumber-sumber yang terbatas tersebut.

Jadi kesimpulannya, kasus produksi optimal PT Kembang Api ini dapat diselesaikan dengan program linear metode simpleks karena memenuhi syarat- syaratnya. Dengan metode simpleks akan didapatkan kombinasi produksi produk 1 dan produk 2 yang menghasilkan keuntungan maksimal.

Sumber referensi:

Nurmayanti, Lima & Sudrajat, Ajat. (2021). Implementasi linear programming metode simpleks pada home industry. JURNAL MANAJEMEN, Vol 13, 431- 438.

Subagyo, Pangestu. (2023). Riset Operasi. Tangerang Selatan : Penerbit Universitas Terbuka.

(7)

Ekonomi Moneter

Perbedaan antara inflasi demand-pull dan inflasi cost-push. Berikan contoh situasi yang dapat memicu masing-masing jenis inflasi.

1. Demand Pull Inflation

Merupakan jenis inflasi yang muncul dikarenakan adanya permintaan barang maupun jasa yang tinggi. Meski permintaan barang atau jasa tersebut sangat tinggi produsen harus mampu dan bisa memenuhi semua permintaan tersebut, itulah yang disebut dengan demand pull inflation.

Contoh situasi

Permintaan telur yang meningkat saat menjelang lebaran ataupun natal yang cukup banyak sehingga mendorong harga meningkat karena produksi telur tidak terlalu cepat.

2. Cost Push Inflation

Merupakan inflasi yang muncul atau timbul karena ada kenaikan pada biaya produksi. Biaya produksi yang meningkat menyebabkan harga penawaran barang ikut naik, disitulah yang namanya cost push inflation.

Contoh situasi

Naiknya harga minyak goreng mempengaruhi produksi makanan yang cenderung ikut meningkat hal ini disebabkan karena minyak goreng adalah salah satu bahan utama dalam pembuatan berbagai macam makanan karena minyak goreng menjadi salah satu bahan baku utama itu naik maka otomatis harga produk makanan juga ikut naik dan kenaikan tersebut dibebankan kepada harga barang yang dibeli oleh konsumen.

Sumber referensi:

Lestari, Etty Puji. (2023). Ekonomi Moneter. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Manajemen Pemasaran

Salah satu teori yang dikenal dalam perilaku konsumen adalah theory of planned behavior yang dikemukakan oleh Ajzen (1991). Silahkan anda analisis penerapan teori tersebut secara singkat, padat, dan jelas, Ketika diterapkan dalam perilaku memilih universitas untuk studi lanjut

Jawab :

Analisis penerapan teori theory of planned behavior yang dikemukakan oleh Ajzen (1991). Ajzen (1991) menyatakan bahwa seseorang akan memiliki niat untuk melakukan suatu perilaku ketika mereka memiliki persepsi bahwa perilaku tersebut mudah untuk ditunjukkan atau dilakukan, karena adanya hal-hal yang mendukung perilaku tersebut.

Contoh penerapan nya ketika teori ini diterapkan pada pemilihan universitas untuk studi lanjut misalnya memilih Universitas Terbuka (UT) jurusan manajemen karena saat ini bekerja di bidang digital marketing agar semakin memperdalam ilmu tentang marketing serta Universitas Terbuka memberikan kesempatan lebih luas dan fleksibel

(8)

bagi yang berminat untuk melanjutnya studi sembari bekerja dan juga waktu untuk mengakses kuliah di elearning kita sendiri bebas menentukannya. Untuk itu berkaitan dengan hal tersebut maka harapan nya selain mendapatkan gelar tetapi juga skill meningkat karena sudah didasari ilmunya.

Sumber Referensi:

Dharmmesta, B. Swastha. (2023). Manajemen Pemasaran. Tangerang Selatan:

Universitas Terbuka.

nilai ekonomi bagus atau tinggi dan didukung oleh orang tua maka memilih jurusan ekonomi dengan harapan akan diterima di universitas yg diinginkan.

Referensi

Dokumen terkait

keterlibatan pihak ketiga yang netral (mediator) , yang secara aktif membantu pihak-pihak yang bersengketa untuk mencapai suatu kesepakatan yang dapat diterima oleh semua

 Mediasi adalah proses penyelesaian Sengketa yang melibatkan mediator untuk membantu para pihak yang bersengketa guna mencapai penyelesaian dalam bentuk kesepakatan sukarela

Menurut Rachmadi Usman, mediasi adalah proses negosiasi penyelesaian masalah (sengketa) dimana suatu pihak luar, tidak memihak, netral, tidak bekerja dengan para

Mediasi juga adalah proses negosiasi penyelesaian masalah (sengketa) dimana suatu pihak luar, tidak memihak, netral, tidak bekerja dengan para pihak yang besengketa, membantu

Konsiliasi mirip dengan mediasi, yakni juga merupakan suatu proses penyelesaian sengketa berupa negosiasi untuk memecahkan masalah melalui pihak luar yang netral dan tidak

Mediasi diartikan penyelesaian sengketa melalui proses perundingan para pihak dengan di bantu oleh mediator, yaitu pihak netral yang membantu para pihak dalam proses

190 mencapai kesepakatan yang disetujui bersama dengan cara mengatur pertemuan dan diskusi yang efektif; Mediasi Musyawarah: Mediator membantu pihak-pihak yang terlibat untuk mencapai

Gary Godpaster mengemukakan mediasi adalah proses negosiasi penyelesaian masalah atau sengketa dimana pihak ketiga atau pihak luar tidak memihak impartial dan netral berkerja dengan