• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jawaban UAS Mata Kuliah Kesehatan Global

N/A
N/A
dewi kartika

Academic year: 2024

Membagikan "Jawaban UAS Mata Kuliah Kesehatan Global"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Jawaban Ujian Akhir Semester (UAS), 20 Januari 2024 Nama : Dewi Kartika

NIM : 2309049001 Matakuliah : Global Health

1. Jelaskan tentang:

a. Berbagai Isu (tantangan) Kesehatan Global yang Saudara ketahui 1 tahun terakhir ini!

Jawaban:

Adapun isu Kesehatan yang saya ketahui yang terjadi dan menjadi trending topik dibidang Kesehatan Masyarakat adalah long covid, infeksi saluran pernafasan bawah, Kesehatan mental, dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 terjadi penurunan angka stunting.

b. Keterlibatan berbagai Lembaga/Institusi/Kelompok dalam berbagai Isu Kesehatan terutama berkaitan dengan orientasi dan spesifik programnya di Indonesia!

Jawaban:

salah satu isu yang masih hangat adalah covid 19.

Usaha untuk memerangi pandemi Covid-19 melalui kolaborasi nyata merupakan wadah negara-negara anggotanya untuk menjalankan diplomasi kesehatan dan menunjukkan eksistensinya dalam dunia internasional. Peran Indonesia sebagai ketua dalam beberapa sidang bertujuan untuk menjalankan politik luar negeri Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa dalam menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia melalui keamanan Kesehatan. Langkah kebijakan yang diambil oleh Indonesia dalam menanggulangi pandemi Covid-19 melalui FPGH merupakan upaya menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang dalam isu kesehatan global. Ketimpangan akses vaksin dan nasionalisme vaksin menjadi fokus yang disuarakan oleh Indonesia. Penguatan sistem kesehatan nasional menjadi landasan terciptanya sistem kesehatan global yang tangguh untuk menerapkan keamanan kesehatan. Di samping itu, Indonesia menyerukan aksi kolaborasi dan kemitraan seluruh pihak atau yang dikenal dengan pendekatan “One Health” dalam mengatasi pandemi dan mendorong negara anggota untuk membangun kesiapan dan ketahanan kesehatan terhadap ancaman biologi dan pandemi di masa mendatang. Dalam perkembangannya, kebijakan Indonesia dalam menangani pandemi

(2)

diapresiasi oleh WHO yang disampaikan oleh Tedros pada sidang HMM G20 tahun 2022 di Bali, Indonesia. Diplomasi kesehatan menjadi prioritas kebijakan luar negeri Indonesia dengan menekankan pada penguatan arsitektur keamanan global melalui layanan kesehatan primer, seperti cakupan vaksinasi yang tinggi, pemberian booster vaksin untuk meningkatkan resistensi tubuh, serta sistem kesehatan nasional. Inisiasi Indonesia dalam berbagai forum internasional menjadi penggerak negara- negara untuk mengambil langkah dalam menghadapi pandemi. Pencapaian tersebut tidak lepas dari keketuaan Indonesia dalam FPGH tahun 2020 yang menggagas tema kesetaraan akses dan layanan kesehatan.

2. Sebutkan dan jelaskan tentang bentuk keterlibatan Indonesia dalam Global Health Security Agenda, bagaimana efektifitasnya bila dikaitkan dengan post Pandemi Covid-19 dan kemungkinan penyakit lain yang mungkin hadir di masa datang? Jelaskan!

Jawaban:

kebijakan Indonesia dalam menangani pandemi diapresiasi oleh WHO yang disampaikan oleh Tedros pada sidang HMM G20 tahun 2022 di Bali, Indonesia.

Diplomasi kesehatan menjadi prioritas kebijakan luar negeri Indonesia dengan menekankan pada penguatan arsitektur keamanan global melalui layanan kesehatan primer, seperti cakupan vaksinasi yang tinggi, pemberian booster vaksin untuk meningkatkan resistensi tubuh, serta sistem kesehatan nasional.

Inisiasi Indonesia dalam berbagai forum internasional menjadi penggerak negara-negara untuk mengambil langkah dalam menghadapi pandemi.

Pencapaian tersebut tidak lepas dari keketuaan Indonesia dalam FPGH tahun 2020 yang menggagas tema kesetaraan akses dan layanan kesehatan.

3. Apa pendapat Saudara tentang Upaya Pencegahan dan Pengendalian penyakit AIDS/HIV, Tuberculosis dan Malaria (ATM) beserta capaiannya hingga saat ini di Indonesia? Bagaimana Saudara melihat Faktor Penentu baik Kegagalan ataupun Kesuksesannya saat ini?

Jawaban:

Pendekatan pencegahan dan pengendalian penyakit AIDS/HIV, tuberkulosis (TB), dan malaria (ATM) adalah upaya krusial dalam sektor kesehatan global, termasuk di Indonesia. Di Indonesia sendiri, erkembangannya setiap tahun mengalami perbaikan yang cukup signifikan. kerjasama lintas-sektor, inovasi dalam pendekatan pencegahan dan pengendalian, serta komitmen sumber daya yang berkelanjutan untuk mencapai kemajuan yang lebih lanjut erlu menjadi perhatian bersama. Dimana menurt saya, terdapat beberappa faktor penentu kegagalan sepperti; Keterbatasan Sumber Daya, ini terjadi terutama di daerah dengan keterbatasan infrastruktur kesehatan dan keuangan. Stigmatisasi dan

(3)

Diskriminasi, Masih menjadi kendala dalam penanganan AIDS/HIV. Perubahan Sosial dan Demografi, Perubahan perilaku masyarakat dan migrasi dapat memengaruhi penularan dan pengendalian penyakit.Ketidaksetaraan Akses:

Terutama terkait dengan akses ke layanan kesehatan dan obat-obatan.

4. Bagaimana langkah-langkah yang tepat dalam mewujudkan Misi Transformasi Sistem Kesehatan di Indonesia? Jelaskan hal-hal pokok yang perlu dilakukan secara lengkap beserta contoh dan indikator keberhasilannya menggunakan Health System Framework Perspective!

Jawaban:

Mewujudkan misi transformasi sistem kesehatan memerlukan komitmen dan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan. Keberhasilan dapat diukur melalui indikator-indikator kesehatan, akses pelayanan, dan keadilan dalam sistem Kesehatan. langkah-langkah berikut dapat diambil dengan mempertimbangkan perspektif Kerangka Kerja Sistem Kesehatan (Health System Framework Perspective). Framework WHO tentang sistem kesehatan menyediakan enam komponen utama:

1. Pelayanan Kesehatan (Service Delivery):

Contoh:

a. Membangun dan memperluas puskesmas atau layanan kesehatan dasar di daerah pedesaan.

b. Meningkatkan pelatihan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Indikator Keberhasilan:

a. Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan dasar.

b. Penurunan angka kematian ibu dan anak.

2. Sumber Daya Manusia (Health Workforce):

Contoh:

a. Program pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan jumlah tenaga kesehatan.

b. Insentif atau kebijakan untuk menempatkan tenaga kesehatan di daerah terpencil.

Indikator Keberhasilan:

a. Peningkatan jumlah tenaga kesehatan per 1.000 penduduk.

b. Distribusi yang merata di seluruh wilayah.

(4)

3. Keuangan (Health Financing):

Contoh:

a. Peningkatan alokasi anggaran untuk sektor kesehatan.

b. Pengembangan skema asuransi kesehatan yang inklusif.

Indikator Keberhasilan:

a. Peningkatan anggaran kesehatan sebagai persentase dari total anggaran pemerintah.

b. Penurunan tingkat pengeluaran langsung oleh individu untuk layanan kesehatan.

4. Obat dan Teknologi Kesehatan (Medical Products and Technologies):

Contoh:

a. Sistem distribusi obat yang efisien.

b. Regulasi dan kebijakan yang mendukung akses terhadap obat generik.

Indikator Keberhasilan:

a. Persentase fasilitas kesehatan dengan ketersediaan obat-esensial.

b. Peningkatan penggunaan obat generik.

5. Informasi dan Penelitian (Health Information):

Contoh:

a. Penggunaan teknologi informasi untuk pengumpulan dan analisis data.

b. Dukungan untuk penelitian yang relevan dengan masalah kesehatan nasional.

Indikator Keberhasilan:

a. Peningkatan ketersediaan data kesehatan yang akurat dan terkini.

b. Peningkatan jumlah dan kualitas penelitian kesehatan yang dilakukan.

6. Kepemimpinan dan Pemerintahan (Leadership and Governance):

Contoh:

a. Peningkatan kapasitas kepemimpinan dan manajerial di sektor kesehatan.

a. Mekanisme untuk mendengarkan dan merespons masukan masyarakat.

Indikator Keberhasilan:

(5)

a. Peningkatan skor indeks tata kelola kesehatan.

b. Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan kesehatan.

Referensi

Dokumen terkait

Hubungan Komunikasi Antara Mahasiswa Dengan Dosen Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Rab Jurusan Pendidikan Teknik Sipil FPTK UPI Universitas Pendidikan Indonesia

Pertama, pengintegrasian pendidikan keanekaragaman suku dengan mata kuliah Bahasa Indonesia pada mahasiswa PGSD Universitas Sanata Dharma dari segi materi perkuliahan, sikap sosial,

mahasiswa di Indonesia yang merasa salah jurusan.* Terus memangnya kenapa kalau salah jurusan?.. Dengan salah jurusan, kamu akan menjadi: 1) Sering gak paham dengan materi

KEPUTUSAN DEKAN TENTANG PENGANGKATAN PEMBIMBING TESIS BAGI MAHASISWA PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS

(8) Kesatuan minat Ikatan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang selanjutnya disebut dengan Seminat IM FKM UI adalah lembaga

FORMULIR MUTU – UNIT PENJAMINAN MUTU- STIKES MEDISTRA INDONESIA T.A 2021 - 2022 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STIKes MEDISTRA INDONESIA DAFTAR HADIR PERKULIAHAN MAHASISWA PROGRAM

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA