• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jerawat

N/A
N/A
SUNA SEPTIANI ANDINI

Academic year: 2024

Membagikan "Jerawat"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Acne

-

Minyak (sebum) dihasilkan oleh kelenjar sebaceous, yang distimulasi oleh hormon androgen.

-

Minyak mengalir menuju folikel rambut kemudian ke permukaan kulit berfungsi sebagai penjaga kelembaban dan memelihara kelenturan kulit

-

Dihidrotestosteron (DHTJ yang dibentuk dari testosteron akan meningkatkan aktivitas kelenjar sebaceus sehingga terjadi produksi sebum yang berlebih. Selain itu dihidrotestosteron juga menstimulasi sel-sel pori sehingga terjadi hiperkeratose (keratinisasi) yang dapat menyumbat pori-pori dan membentuk komedo, baik komedo terbuka maupun komedo tertutup.

- Etiologic acne : Komedo terbuka (ada bintik

hitam), terbentuk di permukaan' Sedangkan komedo tertutup (ada bintik putih), terbentuk lebih dalam' Penyumbatan ini akan menimbulkan tekanan pada dinding keleniar sebaceus yang pada akhirnya dapat memecah dinding sebaceus sehingga teriadi peradangan dibawah kulit.Jika komedo dimasuki kuman akan terjadi penguraian sebum oleh enzim lipase (yang dibentuk oleh Propionibacterium acnes) membentuk asam lemak bebas yang dapat merusak dinding keleniar sebaceus dan pada akhirnya dinding sebaceus dapat pecah, teriadi peradangan dan menimbulkan bisul bernanah.

- Kulit berminyak

Bahan yang biasanya digunakan untuk

mengurangi kilap : clay

(bentonite,talc ,Kaolin

Bahan yang dapat untuk mengontrol sekresi :

Soy/Wheat protein,

Cedarwood

Pengukuran kilap wajah atau kulit berminyak :

sebumeter® : tape yang mengandung minyak, diukur serapannya

Sebutape®: Menghilangkan lemak dan menentukan jumlahnya

Formulasi biasanya o/w

air

-Enhancer (peningkat penetrasi seperti:

propilen glycol (> 5% dapat menyebabkan iritasi) dapat diganti dengan 1.3-propanediol

-humectants, senyawa pembentuk film, AHA, NMF

-emulsifiers : kadarnya perlu dijaga

Komedo

- Whitehead atau komedo tertutup :

Penyumbatan folikel mencegah minyak mengalir sehingga menumpuk sebagai minyak cadangan untuk pertumbuhan mikroorganisme

Berada dibawah kulit, tonjolan pada kulit, warna cerah Disebabkan oleh penumpukan debris (cells + sebum) dalam folikel Memencet Whitehead dapat menyebabkan penyebaran bakteria

- Blackhead atau komedo terbuka adalah Whitehead yang membesar & menonjol akibat penyumbatan, dan berwarna gelap Warna hitam bukan kotor, tetapi melanin ataupun lemak yang teroksidasi Whitehead dand Blackhead merupakan Non- inflammatory, dan berada pada kulit unutk waktu yang cukup lama

Acne

- Adolescence adalah periode sulit bagi setiap orang karena mengalami perubahan, terjadi masalah pada kulit khususnya pada wajah

- Acne : adalah kelainan pada saluran pilosebaceous, terjadi pada laki-laki dan perempuan tetapi lebih sering dijumpai pada perempuan, baik karena penggunaan kosmetik ataupun rasa sering ketakutan

- Acne dibedakan menjadi : Lesi Non- inflammatory: komedo terbuka dan tertutup,Lesi Inflammatory: papules, pustules, nodules, cysts - Terjadinya Acne : Hiperaktivitas kelenjar

Sebaceous,Sumbatan saluran Pilosebaceous, Kolonisasi Bacteri dan inflamasi

- Inflamatory acne (papules) Kulit di sekitarnya menjadi merah karena mengalami peradangan.

Namun di atas jerawat ini tidak terlihat titik putih karena sebum dan isi jerawat masih terbenam di dalam kulit.Penyebab: Jerawat ini merupakan perkembangan dari komedo yang tidak segera di obati sehingga mengalami peradangan

.

(2)

minimum karena dapat menambah iritasi,oils, fatty esters : beberapa bersifat comedogenic

- Inflamatory ance (pustules) Penyebab: Sebum dan sel kulit mati yang tersumbat di dalam folikel mengundang bakteri. Kemudian terjadilah infeksi oleh bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus spp., Corynebacterium spp., Brevibacterium spp., atau Acinetobacter spp.Karena adanya infeksi maka tubuh akan bereaksi dengan mengeluarkan darah putih sebagai pertahanan untuk melawan bakteri.Hasilnya di jerawat pustula akan terdapat nanah yang merupakan sisa dari sel darah putih dan bakteri yang mati.Karena itu jerawat pustula berbeda dengan papula. Dari luar jerawat pustula terlihat seperti benjolan yang berisi cairan putih (nanah).Daerah di sekitar jerawat pustula juga akan mengalami peradangan, biasanya berwarna kemerahan (pink)

- Inflamatory ance (nodule) Penyebab: Nodul terjadi karena folikel yang tersumbat mengalami infeksi, iritasi, dan tumbuh menjadi lebih besar.

- Dari luar jerawat ini akan terlihat seperti benjolan yang membesar yang terkadang di sertai radang di sekitarnya. Jerawat nodule juga biasanya sakit jika di sentuh.Berbeda dengan papula dan pustula, jerawat nodul ini tumbuh lebih dalam ke bawah kulit.Karena jenis jerawat ini tumbuh jauh ke dalam kulit, maka untuk penangannya juga menjadi lebih kompleks dan memakan waktu relatif lama.Untuk menyembuhkan jerawat nodule haruslah mendapat bantuan dari tenaga medis atau dokter mengingat jerawat ini cukup dalam menembus kulit.

- Inflamatory ance (cyctic) Jerawat nodule dan jerawat kistik biasa di kenal juga dengan istilah jerawat batu, sebutan awam untuk dua jenis jerawat ini.Penyebab: Jerawat kistik merupakan perkembangan dari jerawat nodule yang telah mengalami infeksi dan peradangan, juga tumbuh menjadi lebih besar. Biasanya jerawat kistik menjadi membengkak dan berisi cairan nanah.

- Cara mengatasi jerawat Pengobatan Topikal

1. Penggunaan Kosmetika OTC dengan kandungan seperti :

 Benzoyl peroxide / BPO (2.5 - 10%)

 Salicylic acid (0.5 atau 2%)

 Resorsinol dan sulfur (~2%) 2. Obat-obatan resep

 retinoid topikal (tretinoin, adapalena,tazarotena)

 Antibiotika topikal (klindamisin dan eritromisin)

 asam strearat (tidak disetujui oleh FDA)

Anti bakteri

-Antibakteri adalah senyawa yang digunakan untuk mengendalikan pertumbuhan bakteri yang bersifat merugikan.

- Mekanisme penghambatan antibakteri dapat dikelompokkan menjadi lima, yaitu:

 menghambat sintesis dinding sel mikrobia

 merusak keutuhan dinding sel mikrobia

 menghambat sintesis protein sel mikrobia

 menghambat sintesis asam nukleat, dan

 merusak asam nukleat sel mikrobia

- antimikrobia mempunyai 3 macam efek terhadap pertumbuhan mikrobia yaitu:

 Bakteriostatik memberikan efek dengan cara menghambat pertumbuhan tetapi tidak membunuh. Senyawa bakterostatik seringkali menghambat sintesis protein 8 atau mengikat ribosom.

 Bakteriosidal memberikan efek dengan cara membunuh sel tetapi tidak terjadi lisis sel atau pecah sel.

(3)

- Jerawat kistik juga menimbulkan rasa nyeri dan sakit apabila di sentuh.

 Bakteriolitik menyebabkan sel menjadi lisis atau pecah sel sehingga jumlah sel berkurang atau terjadi kekeruhan setelah penambahan antimikrobia

(4)

AKTIVITAS

Diameter Daya Hambat (mm)

Rendah Sedang Kuat Sangat kuat

< 5 5 – 10 10 – 20

> 20

Senyawa antibakteri pada tanaman

- Steroid : Steroid dapat mengakibatkan kebocoran pada liposom dengan cara merusak membran lipid.Selain itu, karena steroid memiliki sifat yang dapat melarutkan senyawa lipofilik, steroid akan berinteraksi dengan membran fosfolipid yang mengakibatkan kebocoran pada liposom

- Tanin: Mekanisme kerja tanin sebagai antibakteri berhubungan dengan target penyerangan tanin terhadap kerusakan polipeptida yang terdapat pada dinding sel bakteri sehingga mengganggu sintesa peptidoglikan yang menjadikan pembentukan dinding sel tidak sempurna dan mengakibatkan inaktivasi sel bakteri pada sel inang

- Alkaloid:Alkaloid mempunyai mekanisme penghambatan dengan cara berikatan dengan DNA,Hal ini diduga karena alkaloid memiliki gugus basa yang mengandung nitrogen. Gugus basa ini akan bereaksi dengan senyawa asam yang ada pada bakteri seperti DNA yang merupakan penyusun utama inti sel. Dengan terganggunya DNA maka sintesis protein dan asam nukleat dalam sel akan terganggu. Hal ini mengakibatkan metabolisme sel terganggu sehingga pertumbuhan bakteri terhambat atau mengalami kematian.

- Saponin: Saponin bekerja dengan meningkatkan permeabilitas membran sel sehingga membran menjadi tidak stabil dan mengakibatkan hemolisis sel

- Flavonoid: Aktivitas flavonoid terhadap bakteri diduga karena kemampuannya dalam mengganggu aktivitas transpeptidase peptidoglikan sehingga pembentukan dinding sel terganggu. Akibatnya, sel tidak dapat menahan tekanan osmotik internal yang dapat mencapai 5 sampai 20 atmosfer.

Tekanan ini cukup untuk memecah sel apabila dinding sel dirusak, Kerusakan pada membran ataupun dinding sel menyebabkan keluarnya berbagai komponen penting dari dalam sel bakteri yaitu protein, asam nukleat, nukleotida, dan lain- lain yang berasal dari sitoplasmadan sel bakteri mengalami lisis

-

DEODORANT DAN ANTIPRESPIRANT - Penyebab bau badan

Berat Badan Berlebih atau Obesitas: Hal ini karena orang gemuk memiliki banyak pori-pori yang tersembunyi dalam lipatan tubuhnya. Area tersebut biasanya hangat, beruap, dan gelap, sehingga bakteri penyebab bau badan bisa berkembang dengan pesat di sana. Akibatnya, bau tidak sedap pun muncul

 Infeksi : Bakteri yang terdapat di kulit yang terinfeksi bisa menghasilkan keringat ber-urea.

Jadi, bila ada bagian kulitmu yang mengalami infeksi sebaiknya segera diatasi agar bakteri mikroorganisme tidak semakin berkembang

Makanan yang dikonsumsi:bawang merah, bawang putih, dan kari adalah penyebab bau badan yang paling populer karena rempah-rempah tersebut mengandung zat alisin. Brokoli, kubis, brussels dan sayuran lainnya yang termasuk dalam keluarga cruciferous, ternyata juga bisa membuat keringat yang dihasilkan tubuh berbau tidak sedap.

Hal itu akibat kandungan sulfur dan sulfida yang terdapat di dalamnya

 Penyakit : Munculnya keringat berlebih juga bisa menjadi pertanda adanya penyakit tertentu, salah satunya seperti diabetes. Pengidap diabetes tingkat tinggi biasanya sudah kesulitan mengontrol kadar gula dalam darah. Jadi untuk mengganti glukosa, tubuh memanfaatkan lemak sebagai bahan bakar pengganti. Nah, proses ini akan menghasilkan senyawa bersifat asam dalam jumlah yang cukup banyak. Selain diabetes, penyakit lainnya yang juga bisa menyebabkan bau badan, antara lain gagal ginjal, kadar gula darah rendah, liver, dan disfungsi metabolisme

 Konsumsi obat obatan tertentu : Obat-obatan penyebab, bau badan antara lain obat antipsikotik dan antidepresan. Mengonsumsi aspirin dan acetaminophen dalam dosis berlebihan juga bisa mengakibatkan produksi keringat

Gangguan metabolisme: Masalah bau badan yang kamu alami bisa juga disebabkan karena trimethylminuria.trimethylaminuria adalah

gangguan metabolisme di mana tubuh kehilangan kemampuan untuk memecah hormon trimetilamina yang ditemukan dalam makanan tertentu. Hormon yang tidak terpecah ini kemudian akan dikeluarkan melalui keringat, urin, dan napas, sehingga pengidapnya akan memiliki bau amis yang kuat “sindrom bau ikan Contoh makanan yang mengandung trimetilamina adalah beberapa jenis ikan, seperti trout dan tuna, memiliki kandungan kolin (vitamin B4) yang banyak. Ini menambah bau ikan pada bau alami tubuh.

(5)

- Jenis bau badan

 Bau badan yang disebabkan kelenjar keringat apokrin Kelenjar apokrin dalah kelenjar aroma yang memproduksi feromon (bau badan) yg mengeluarkan keringat yang lebih kental (karena mengandung lemak), berwarna kuning, dan juga memiliki aroma atau bau.Terletak di beberapa bagian tubuh seperti ketiak, selangkangan, kelopak mata, saluran telinga, lubang hidung, payudara dan alat kelamin

 Bau badan yang disebabkan kelenjar keringat ekrin,Diakibatkan dari kelenjar ekrin pada badan, telapak kaki, sela jari tangan dan kaki. Bau badan ini bersumber dari hasil metabolism makanan, obat- obatan dan bahan kimia yang masuk secara sistemik.

Penyakit metabolic dapat merupakan sumber bau ekrin, mis. Fenilketon uria. Fungsi utama kelenjar ekrin adalah homeostatis suhu tubuh (termoregulasi), yaitu pengeluaran keringat untuk membantu suhu tubuh tidak terlalu panas.

- Bau badan sistemik : Bau badan yang terhirup dari hasil saluran pencernaan dan saluran kencing. Bau badan yang disebabkan oleh beberapa makanan berbau keras, dapat menimbulkan bau tidak sedap pada mulut, feses dan urin beberapa saat setelah nya. Bau sistemik berlangsung segera (menit-jam) dan akan hilang dalam waktu beberapa hari (2-3 hari) kemudian.

(6)

- Deodoran adalah produk kosmetik yang digunakan untuk menghilangkan atau menutupi bau badan yang tidak sedap.

Bau badan dapat disebabkan oleh aktivitas bakteri pada keringat, terutama di area ketiak, kaki, dan lipatan kulit lainnya. Deodoran bekerja dengan mencegah pertumbuhan bakteri atau menetralkan bau yang dihasilkan oleh bakteri - Jenis deodorant

 Deodoran Antiperspiran tidak hanya menghilangkan bau badan, tetapi juga mengurangi produksi keringat. Produk ini mengandung bahan aktif seperti aluminium klorohidrat atau aluminium zirkonium yang dapat menyumbat kelenjar keringat secara sementara (Lukic

 Deodoran Tidak Mengandung Antiperspiran jenis ini hanya berfungsi untuk menghilangkan atau menutupi bau badan, tetapi tidak menghambat produksi keringat.

Produk ini mengandung bahan aktif seperti senyawa antibakteri, penyerap bau, atau pewangi untuk mengatasi bau badan

- Bahan Aktif dalam Deodoran

 Senyawa Aluminium (Aluminium Klorohidrat, Aluminium Zirkonium) Bahan ini digunakan dalam deodoran antiperspiran untuk menyumbat kelenjar keringat secara sementara (Lukic et al., 2011).

 Senyawa Antibakteri (Triclosan, Benzalkonium Klorida) Bahan ini digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan bau badan

 Penyerap Bau (Zeolit, Silika Gel) Bahan ini digunakan untuk menyerap molekul bau sehingga bau badan dapat dikurangi

 Pewangi Pewangi digunakan untuk menutupi bau badan dengan aroma yang lebih menyenangkan Formulasi dan Bentuk Sediaan Deodoran Deodoran dapat diformulasikan dalam berbagai bentuk sediaan, seperti roll-on, stick, spray, krim atau lotion (Barel et al., 2009).

 Evaluasi Mutu Deodoran Evaluasi mutu deodoran meliputi uji stabilitas, uji keamanan (iritasi dan toksisitas), serta uji efektivitas dalam menghilangkan atau menutupi bau badan. Uji efektivitas dapat dilakukan dengan metode pengujian subjektif (seperti panelis) atau objektif (seperti analisis senyawa yang menyebabkan bau) (Barel et al., 2009).

Pembuatan Aerosol dilakukan dengan proses pendinginan (cara dingin) dan pengisian tekanan.

1.Proses pengisian dengan pendinginan : Konsentrat (umumnya didinginkan sampai suhu dibawah 0° C) dan propelan dingin yang telah diukur, dimasukan kedalam wadah terbuka (biasanya wadah telah didinginkan). Katup penyemprot kemudian di pasang pada wadah hingga membentuk tutup kedap tekanan.

2 Proses pengisian dengan tekanan : Udara dihilangkan dari wadah dengan penghampaan atau pemberian sedikit propelan. Diisikan konsentrat dalam wadah katup ditutup kedap propelan ditekan melalui lubang katup propelan melalui tutup, katup ditutup.

Pasta gigi

Bahan yang umum ditemukan dalam pasta gigi : Fluoride,

Bahan antimikroba, Surfakan,

Bahan anti-karang gigi seperti tetrasodium pyrophosphate,

Bahan abrasif seperti silicon dioxide (silica) dan titanium dioxide,

Baking soda (sodium bicarbonate), Flavor

-Tipe pastagigi :

 Pasta gigi anti keries/perlindungan dari gigi berlubang. Pasta gigi jenis ini mengandung fluoride yang mencegah gigi berlubang. Kadar maksimum fluoride yang diijinkan untuk dewasa adalah 0.15%

 Pasta gigi untuk anak-anak. Biasanya dengan rasa yang enak, warna menarik dan kandungan fluoride yang lebih rendah untuk mencegah fluorosis.

-FLUOROSIS

 Fluorosis gigi terjadi karena seorang anak menerima terlalu banyak senyawa fluor selama masa pembentukan gigi (3-8 tahun), sedangkan untuk anak berusia di atas 8 tahun sudah tidak ada resiko seperti ini.Fluorosis gigi menyebabkan gigi menjadi keras dan mudah pecah (cracking) Tingkat kerusakan akibat fluorosis :Ringan : adany flek atau noda putih kecil- kecil yang tidak terlalu tampak, Sedang dan parah : noda coklat atau hitam, berlubang dan retak pada gigi

(7)

-Sediaan kumur

Sediaan kumur adalah produk yang digunakan untuk meningkatkan kebersihan mulut

Beberapa produsen mengklim bahwa antiseptik dan sediaan kumur anti plak membunuh bakteri yang menyebabkan karies, gingivitis dan bau mulut

 Sediaan kumur anti gigi berlubang mengunakan fluoride untuk mencegah kerusakan gigi, Bahan aktif pada mouthwash antara lain :

o Thymol, o Xylitol, o Eucalyptol, o Hexetidine, o Methyl salicylate, o Mentol,

o Chlorhexidine gluconate, o Benzalkonium chloride, o Cetylpyridinium chloride.

 Mouthwash yang dalam bahasa latin disebut colutio oris atau obat pencuci mulut merupakan sediaan yang digunakan untuk kesehatan mulut dan mencegah infeksi mulut. Berbeda dengan gargarisma (obat kumur), obat pencuci mulut tidak digunakan hingga ujung tenggorokan/tidak ditelan (Athijah et al., 2011).

 Obat pencuci mulut diklasifikasikan dalam 3 jenis, yaitu obat pencuci mulut beralkohol, non alkohol, dan herbal.

 Pada obat pencuci mulut beralkohol membutuhkan alkohol dengan konsentrasi 50-70% agar dapat memberikan sifat antiseptik (Oktanauli et al., 2017),

 obat pencuci mulut non-alkohol merupakan obat pencuci mulut tanpa kandungan alkohol dalam sediaannya,

 sedangkan obat pencuci mulut herbal terdapat alkohol yang umumnya digunakan sebagai pengawet atau pelarut dengan konsentrasi 5-27% (Kulkarni et al., 2017).

 Bahan Aktif dalam sediaan gargarisma

Bahan anti bakteri dan antijamur

mengurangi jumlah mikroorganisme dalam rongga mulut, co. hexylresorcinol, chlorhexidine, thymol

Bahan oksigenasi

secara aktif menyerang bakteri anaerob dalam rongga mulut dan busanya membantu menyingkirkan jaringan yang tidak sehat, contoh:

hidrogen peroksida

Bahan astringen

menyebabkan pembuluh darah lokal berkontraksi dengan demikian dapat mengurangi bengkak pada jaringan, contoh: alkohol, asam sitrat

Anodynes

meredakan nyeri dan rasa sakit, contoh: turunan fenol, minyak eukaliptol, minyak watergreen

Baffer

mengurangi keasaman dalam rongga mulut yang dihasilkan dari fermentasi sisa makanan, contoh:

sodium perborate, sodium bicarbonate.

Deodorizing agent

(bahan penghilang bau), menetralisir bau yang dihasilkan dari proses penguraian sisa makanan, contoh: klorofil

Detergent

mengurangi tegangan permukaan dengan demikian menyebabkan bahan-bahan yang terkandung menjadi lebih larut, dan juga dapat menghancurkan dinding sel bakteri yang menyebabkan bakteri lisis. Co SLS.

-Beberapa bahan inaktif juga terkandung dalam obat kumur, antara lain:

 Air, penyusun persentasi terbesar dari volume larutan.

 Pemanis, seperti gliserol, sorbitol, karamel dan sakarin.

 Bahan pewarna.

 Flavorings agents (bahan pemberi rasa

-Secara garis besar, obat kumur dalam penggunaannya dibedakan menjadi tiga macam, yaitu (Sagarin dan Gershon, 1972):

 Sebagai kosmetik; hanya membersihkan, menyegarkan, dan/atau penghilang bau mulut.

 Sebagai terapeutik; untuk perawatan penyakit pada mukosa atau ginggiva, pencegahan karies gigi atau pengobatan infeksi saluran pernafasan.

 Sebagai kosmetik dan terapeutik.

-Berdasarkan komposisinya, Sagarin dan Gershon (1972) menggolongkan obat kumur dalam berbagai jenis, yaitu:

 Obat kumur untuk kosmetik; terdiri dari air (dan biasanya alkohol), flavor, dan zat pewarna. Biasanya juga

mengandung surfaktan dengan tujuan meningkatkan kelarutan minyak atsiri.

 Obat kumur yang mempunyai tujuan utama untuk menghilangkan atau membunuh bakteri yang biasanya terdapat dalam jumlah besar di saluran nafas. Komponen antiseptik dari obat kumur ini memegang peranan utama untuk mencapai tujuan tersebut.

 Obat kumur yang bersifat sebagai astringent, dengan maksud memberi efek langsung pada mukosa mulut, juga untuk mengurangi flokulasi dan presipitasi protein ludah sehingga dapat dihilangkan secara mekanis.

 Obat kumur yang pekat, pada penggunaannya perlu diencerkan terlebih dahulu.

 Obat kumur yang didapar, aktivitasnya tergantung pada pH larutan. Pada suasana alkali dapat mengurangi mucinous deposits dengan disperse dari protein.

 Obat kumur untuk deodoran, tergantung dari aktivitas antibakteri atau dengan mekanisme lain untuk

mendapatkan efek tersebut.

 Obat kumur untuk terapeutik, diformulasikan untuk meringankan infeksi, mencegah karies gigi, atau

meringankan beberapa kondisi patologis pada mulut, gigi, atau tenggorokan.

-Pengujian sediaan Uji organoleptic Uji pH (4,0 – 6,5)

Uji viskositasdigunakan untuk berkumur = 0,899cP) Uji berat jenis

Uji total mikroba

(8)

KOSMETIK ANTISELULIT

Selulit (gynoid lipodystrophy) adalah kondisi terlokalisasinya lemak subkutan dan jaringan ikat dengan tampilan kulit yang khas seperti kulit jeruk.

Kebanyakan terjadi pada kaum wanita dan dianggap sebagai masalah estetika umum bagi banyak wanita.

Selulit umumnya muncul setelah pubertas dan dapat memburuk dengan bertambahnya usia.

Selulit berbeda dari stretch mark. Jika pada stretch mark permukaan kulit seperti tergores-gores, pada selulit permukaan kulit tampak bergelombang seperti kulit jeruk

Selulit merupakan hasil penumpukan lemak di lapisan bawah kulit.Dimana, pada lapisan ini memiliki jaringan- jaringan ikat yang menyekat. Saat lemak bawah kulit ini bertambah, ia akan mengisi ruang-ruang di antara jaringan ikat secara tak merata. Sehingga, ketika lemak bertambah banyak, permukaan kulit jadi tak mulus atau cenderung bergelombang. Kalaupun tak langsung terlihat bergelombang, Selulit sebenarnya merupakan proses alami tubuh yang membentuk cadangan lemak di bawah kulit. Hanya saja, karena beberapa faktor penunjang seperti pertambahan berat badan drastis, sirkulasi darah kurang lancar, dan hormonal, akan menyebabkan tubuh menimbun lemak di bawah kulit lebih banyak dari kondisi normal.Tapi, sifatnya hanya mempercepat selulit

terbentuk, bukan sebagai penyebab utama.

-Terdapat beberapa gejala yang sering dilaporkan dalam kasus selulit, sebagian subyektif (dilaporkan oleh pasien) dan sebagian obyektif (diamati oleh investigator).

 Tampak penampilan kulit yang khas seperti kulit jeruk pada pemeriksaan visual normal dan setelah mencubit kulit.

 Palpasi yang mendalam pada kulit menunjukkan perbedaan mobolitas jaringan lemak: tampak adanya mikro dan makro nodul, serta fibrosklerosis. Terkadang disertai nyeri nodul sunbkutan melalui palpasi

mendalam.

- Terdapat penyimpangan temperatur permukaan

 Terdapat penyimpangan temperatur permukaan kulit jika diamati dengan thermography. Jika disentuh dengan tangan, maka akan menunjukkan adanya titik-titik dingin pada stadium lanjut.

 Pemeriksaan klinis menunjukkan stasis vena dan edema

Tahap 1 : dinding pembuluh darah kapiler menjadi lebih permeabel, menyebabkan kebocoran plasma darah dari pembuluh di antara jaringan adiposa, yang menyebabkan edema suatu dalam jaringan adiposa.

Selain itu mungkin, masalah dengan sirkulasi getah bening menghambat penghapusan akumulasI cairan.

Tahap 2 : agregasi sel adiposa dan amplifikasi dari jaringan fibrilar dari bundel kolagen interkoneksi dengan sel-sel adiposa menghambat sirkulasi darah, mengakibatkan beberapa hemostase

Tahap 3 : Sel-sel adiposa beragregasi membentuk

“mikronodul” yang dikelilingi oleh serat kolagen yang less-mobile. Ukuran dari mikronodul adalah dalam milimeter.

Tahap 4 : Akhirnya beberapa mikronodul itu beragregasi menjadi makronodul dengan ukuran yang lebih besar (2-20 mm). Karena saraf dapat terjepit oleh nodul yang lebih besar, orang-orang dengan selulit berat sering menderita sakit kulit yang sensitive

- Faktor predisposition

 genetik (cucasians putih cenderung memiliki selulit lebih dari asians).

 Diet yang tidak seimbang dengan asupan lemak, karbohidrat yang berlebihan memprovokasi hipertrofi jaringan lemak.

 Gaya hidup memberikan kontribusi dalam bertambah buruknya selulit,

 Memakai pakaian ketat membuat pengembalian vena lebih sulit,

 Merokok menimbulkan perubahan pada mikrosirkulasi dan bisa mendukung pembentukan selulit.

 Gangguan coexisting lainnya (hormon, peredaran darah, metabolisme, ginekologi, nepheotic, dan pencernaan) menjadi penting dan memberikan kontribusi dalam perkembangan selulit.

- Perawatan selulit

Saat ini, telah berkembang dua teknik fisioterapetik baru untuk selulit:

1. Teknik kombinasi penggunaan near-infrared laser light dari gelombang radiofrekuensi dan penyedot mekanik (2 rol dengan penyedot)

2. Kombinasi instrumen near-infrared light dengan aparatus pijat mekanik.

- PRODUK DERMATO-KOSMETIK TOPICAL

1. Xantin (cafein dapat memperlambat lipogenesis (glukosa dan asam lemak bebas untuk sintesis trigliserida) dan merangsang lipolisis (degradasi trigliserida dan melepaskan asam lemak bebas) dengan cara yang berbeda. caffein dapat meningkatkan kelas uncoupling protein (UCP) dalam jaringan adiposa putih subkutan dan membantu mengurangi massa jaringan adiposa) 2. Retinoid (Retinol akan dimetabolisme menjadi asam retionat.

Efek ini mungkin disebabkan efek retinoid yang telah diketahui pada dermis yaitu modifikasi serat kolagen dan jaringan serat elastis.) 3. ekstrak tanaman

(9)

 ORAL TREATMENT

Bahan aktif yang telah disebutkan di atas juga digunakan sebagai antiselulit atau pelangsing oral, sama dengan topical treatment, sedikit sekali penelitian ilmiah klinis yang dilaporkan. Sediaan ini kebanyakan mengandung bermacam-macam ekstrak dan golongan xantin (caffein atau ekstrak tanaman yang kaya akan caffein). Food suplement antisellulite ini dapat digunakan sendiri atau dikombinasi dengan pijat dan atau krim topical. Penggunaan ekstrak tanaman seperti green tea, anggur, ginkobiloba, dan centella asiatica khususnya diperhatikan. Ada kemungkinan rute pemberian oral dan topical mempunyai efek sinergis dan mungkin merupakan jalan terbaik untuk mengatasi gejala selulit.

(10)
(11)

Referensi

Dokumen terkait

Otitis eksterna sirkumskripta (furunkel=bisul) merupakan peradangan pada sepertiga luar liang telinga mengandung adneksa kulit, seperti folikel rambut, kelenjar

Jafra skin care cosmetics international rich cream jafra mendapatkan hasil lebih muda daripada usia mereka temukan di jepang untuk orang indonesia yang seperti kolagen.. Folikel

Pemberian ekstrak kulit biji mete pada tikus perlakuan tidak mempengaruhi kadar hormon androgen yang dihasilkan, sehingga pada perlakuan masih ditemukan folikel

lama estrogen tidak diproduksi oleh folikel, sehinggan hormon estron pada wanita pasca menopause sebagai ganti hormon estradiol tidak mampu bekerja seperti

Tujuan dari terapi hormnal untuk acne adalah untuk berinteraksi dengan efek dari androgen pada kelenjar sebaceous ini dapat menggunakan estrogens, antidanrogens, atau juga agen

• Hormon tropik – dihasilkan oleh struktur khusus dalam pengaturan fungsi endokrin yakni kelenjar hipofise sebagai hormon perangsang pertumbuhan folikel (FSH) pada ovarium dan

Otitis eksterna sirkumskripta (furunkel=bisul) merupakan peradangan pada sepertiga luar liang telinga mengandung adneksa kulit, seperti folikel rambut, kelenjar

Jumlah hormon pertumbuhan yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dari ikan itu sendiri, jika hormon pertumbuhan diproduksi