• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Case 2 (Acne &Miliaria)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Case 2 (Acne &Miliaria)"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

Problem identification Problem identification Miss Agnes 17 tahun Miss Agnes 17 tahun chief complaint: chief complaint:

- Papul pada wajah dan punggung - Papul pada wajah dan punggung Past history :

Past history :

- Dirawat selama 2 minggu di

- Dirawat selama 2 minggu di RS (bedrest).RS (bedrest). o 1st minggu: demam.

o 1st minggu: demam.

o 2nd minggu: demam berkurang tetapi ada erupsi dari papule yang

o 2nd minggu: demam berkurang tetapi ada erupsi dari papule yang gatal pada punggung.gatal pada punggung. - Selama di

- Selama di RS sering berkeringat karena ventilasi buruk.RS sering berkeringat karena ventilasi buruk. - Ada papule pada wajah sejak 2 t

- Ada papule pada wajah sejak 2 tahun yang lalu tetapi tidak gatal.ahun yang lalu tetapi tidak gatal. Informasi lanjutan :

Informasi lanjutan : -

- tidak tidak ada ada perubahanperubahan

- Keluhan meningkat ketika ujian, siklus mens. - Keluhan meningkat ketika ujian, siklus mens. Physical examination : Physical examination : - Vital sign : - Vital sign :  BP : 120/80 mmHGBP : 120/80 mmHG  P : 84 x/minP : 84 x/min  R : 24 x/minR : 24 x/min  Temp : 37,60CTemp : 37,60C - General status : - General status :

 Compos mentisCompos mentis

 Others within normal limitsOthers within normal limits - Dermatological status :

- Dermatological status :  Distribution : RegionalDistribution : Regional  Location : face and backLocation : face and back  Characteristic of lesion :Characteristic of lesion :  face : multiple, discreteface : multiple, discrete  back : multiple, discreteback : multiple, discrete -Type of lesion :

-Type of lesion :

 Face : papule erythema, pustule, white head, black headFace : papule erythema, pustule, white head, black head  Back : vesicleBack : vesicle

 Laboratory finding :Laboratory finding :

 Blood and urine examination dalam batas normalBlood and urine examination dalam batas normal Analisis

Analisis

Dari analisis yang telah diutarakan maka hipotesis /

Dari analisis yang telah diutarakan maka hipotesis / differential diagnosis yang dapat ditentukan adalah :differential diagnosis yang dapat ditentukan adalah : 1. Congenital

1. Congenital

Dilihat dari umur pasien yang sudah

Dilihat dari umur pasien yang sudah cukup berusia (17 tahun) dan tidak disebutkan terdapat riwayat kelainan,cukup berusia (17 tahun) dan tidak disebutkan terdapat riwayat kelainan, maka dapat kita tentukan bahwa pasien tidak memiliki kelainan congenital. (eklusi)

maka dapat kita tentukan bahwa pasien tidak memiliki kelainan congenital. (eklusi) 2. Infeksi

2. Infeksi

Pada kasus kita tidak terjadi infeksi (WBC =

Pada kasus kita tidak terjadi infeksi (WBC = normal) (eklusi)normal) (eklusi) 3. Neoplasia

(2)
(3)

Tidak ada tanda

Tidak ada tanda – – tanda neoplasia ( eklusi ) tanda neoplasia ( eklusi ) 4. Trauma

4. Trauma

Tidak ada tanda

Tidak ada tanda – – tanda trauma, terutama dari koebner’s phenomenon tidak ada tanda trauma, terutama dari koebner’s phenomenon tidak ada (eklusi )(eklusi ) 5. Other 5. Other - Acne - Acne - Miliaria - Miliaria - Rosacea - Rosacea

Dengan adanya pemeriksaan fisik, lab, dan penunjang, maka kita dapat menganalisis

Dengan adanya pemeriksaan fisik, lab, dan penunjang, maka kita dapat menganalisis dan mengekslusi beberapadan mengekslusi beberapa DD hingga bisa menegakkan Diagnosisnya, berikut penjelasannya :

DD hingga bisa menegakkan Diagnosisnya, berikut penjelasannya : 1. Dari anamnesis pasien mengeluhkan adanya

1. Dari anamnesis pasien mengeluhkan adanya papule papulepada wajah dan punggung dan sudah ada dari 2 tahunpada wajah dan punggung dan sudah ada dari 2 tahun yang lalu. Ditambah dari pemeriksaan fisik dermatological status ditemukan l

yang lalu. Ditambah dari pemeriksaan fisik dermatological status ditemukan l esi di wajah berupaesi di wajah berupa papule papule erythema, pustule, white head, black head

erythema, pustule, white head, black head yang menunjukkan pasien menderita acne vulgaris .yang menunjukkan pasien menderita acne vulgaris . 2. Dari anamnesis pasien pernah dirawat di

2. Dari anamnesis pasien pernah dirawat di rumah sakit yang sirkulasi udaranya buruk lalu muncul papul dirumah sakit yang sirkulasi udaranya buruk lalu muncul papul di punggungnya.

punggungnya.

Ditambah pemeriksaan fisik dermatological status

Ditambah pemeriksaan fisik dermatological status ditemukanditemukanvesiclevesicledi punggung menunjukkan pasien di punggung menunjukkan pasien menderitamenderita miliaria crystalline

miliaria crystalline

3. Dari pemeriksaan fisik tidak ditemukan

3. Dari pemeriksaan fisik tidak ditemukantelangiectasestelangiectasessehinggasehinggarosacearosaceadapat dieksklusidapat dieksklusi Diagnosis :

Diagnosis :

Acne vulgaris dan miliaria crystallina Acne vulgaris dan miliaria crystallina

(4)

Problem

Problem Hipotesa Hipotesa Mekanisme Mekanisme More More info info IDKIDK Nona agnes 17 Nona agnes 17 tahun tahun CC : CC :

- papula pada wajah - papula pada wajah dan punggung dan punggung - Demam, dirawat di - Demam, dirawat di RS selama 2 minggu, RS selama 2 minggu, disarankan istirahat disarankan istirahat total total - 1 minggu - 1 minggu kemudian erupsi kemudian erupsi dan sedikit papula dan sedikit papula gatal di punggung gatal di punggung - berkeringat karena - berkeringat karena sirkulasi buruk sirkulasi buruk -papula pada wajah -papula pada wajah sejak 2 tahun yang sejak 2 tahun yang lalu lalu - sering - sering berganti- berganti-ganti kosmetik ganti kosmetik - semakin parah - semakin parah sebelum ujian dan sebelum ujian dan siklus menstruasi siklus menstruasi Page 2 Page 2 PE: PE: Temperatur : 37,6 C Temperatur : 37,6 C (naik) (naik) General status : General status : compos mentis compos mentis dalam batas normal dalam batas normal DS :

DS :

Distribusi : regional Distribusi : regional Lokasi : muka dan Lokasi : muka dan punggung punggung Karateristik lesi : Karateristik lesi : -muka : multiple, -muka : multiple, discrete discrete -punggung -punggung :multiple, discrete :multiple, discrete Tipe dari lesi : Tipe dari lesi : -- Muka :Muka : papule papule erythema, erythema, pustule, pustule, white head, white head, 1. 1. AcneAcne 2. 2. DermatomikosisDermatomikosis LI LI Histo : 3 Histo : 3 Fisiologi : 3 Fisiologi : 3 Case : 4,13,14 Case : 4,13,14 PP : 11,12 PP : 11,12 Acne : 8,9,6 Acne : 8,9,6 Miliaria : 10 Miliaria : 10 Lesi : 1,2,5,7 Lesi : 1,2,5,7 1. 1. 3a : dinda3a : dinda (sebasea) (sebasea) 2. 2. 3b : faisal3b : faisal (sweat) (sweat) 3. 3. 6,8:6,8: fadillah fadillah 4.

4. 9a: regi9a: regi 5. 5. 9b: fika9b: fika 6. 6. 10a:10a:  jasmin  jasmin 7. 7. 10b: tasha10b: tasha 8. 8. 4,13,14:4,13,14: sanny sanny Anamnesa : Anamnesa : 1. 1. RiwayatRiwayat keluarga keluarga 2. 2. 2. Memakai2. Memakai kosmetik apa kosmetik apa 3. 3. kebersihankebersihan Dermatological exam Dermatological exam 1.

1. Suhu tubuhSuhu tubuh 2.

2. Ukuran papul,Ukuran papul, warna, warna, berbatas berbatas tegas tegas 1.Papula bisa 1.Papula bisa terjadi kerana terjadi kerana apa aja? apa aja? (diutamakan) (diutamakan) dan penyebab dan penyebab lesi-lesi primer? lesi-lesi primer? 2.kelainan yang 2.kelainan yang timbul pada timbul pada kelenjar kelenjar sebasea? sebasea? (etiologi, (etiologi, mekanisme dan mekanisme dan gambaran) gambaran) 3.kelenjar 3.kelenjar keringat dan keringat dan sebasea sebasea (histologi, (histologi, kandungan kandungan sekresi dan sekresi dan fisiologi)? fisiologi)? 4.hubungan 4.hubungan demam dengan demam dengan keluhan pasien? keluhan pasien? 5. kelainan 5. kelainan sebasea sering sebasea sering terjadi dimana terjadi dimana aja dan yang aja dan yang membedakannya membedakannya apa? apa? 6. Acne (definisi, 6. Acne (definisi, etiologi, etiologi, jenis- jenis,  jenis, gambaran)? gambaran)? 7.dermatomikosi 7.dermatomikosi s (gambaran)? s (gambaran)? 8.Mekanisme 8.Mekanisme terbentuknya terbentuknya white head white head (closed comedo) (closed comedo) dan black head dan black head (open comedo) (open comedo) dan etiologi? dan etiologi? 9. Acne vulgaris? 9. Acne vulgaris? (definisi, (definisi, epidemiologi, epidemiologi, faktor resiko, faktor resiko, sign and sign and symptom, symptom,

(5)

black head - Punggung :

vesicle Laboratory finding : Darah dan urin dalam batas normal Tuturial 2

Page 1 Dokter

mendiagnosa Acne vulgaris untuk lesi pada muka dan miliaria crystallina pada punggung -dokter

memberikan 500 mg tetracyclin capsul t.i.d dan erythromycin cream untuk acne

-salicylic 2% powder diberikan untuk lesi pada punggung -pasien harus berada diruang dengan kondisi sirkulasi udara yang baik 9. 11,1a: erdi (umum,pa pula) 10. 12,1b: selly (umum, vesicle) 11. 2,5,7: bagus patgen, patfis, diagnosis, komplikasi, treatment, management, prognosis) 10. miliaria crystallina? ( sama seperti no 9) 11. PP obat (tetracyclin capsul, erythromysin cream, salicylic powder). Tujuan pemberian dan masing-masing obat masuk ke antibiotik apa? 12.jenis obat topical apa saja? (fungsi untuk luka apa aja, perbedaan dan kandungan) 13. Mengapa pasien ini harus di sirkulasi ruang yang baik?

14. patmek, BHP dan IIMC

(6)

Macam-macam lesi primer Cysta

Merupakankantung yang berisicairangataubahan yang semisolid (fluid cells, danproduksel) berbentukbulat/oval, resilient ketikadipalpasi (begitujugadengannodul/papule jikaresilent

dapatdisebut cyst

Contoh : cystic adnexal tumor

Tumor

Istilahumumuntukadanyamassa, baikjinakataupunganas, dankadangmenginikasikannodul yang besar.

vesikel

Lesiberbata, timbuldanmengandungcairan, denganukuran 1-10mm. Jikapucatataukuningberisi serous exudates

Jikamerahmakaberisidarah

Contoh :pemphigoid, dermatitis herpetiform

Bulla atau blister

(7)

Pustule

Pustula, berbatas, timbuldanmengandungpurulen exudates (pus). Contoh : rosacea, pustular psoriasis.

Kelenjar Sebasea Histologi

- Jenis kelenjar unilobular/multilobular terdiri dari acini yang terhubung ke duktus eksretori kemudian

menuju ke folikel rambut dan berakhir ke permukaan kulit. Jenis epitel pada duktus eksretori adalah epitel berlapis gepeng.

- Terdapat 2 jenis sel yakni sel penghasil lipid (sebocytes) dan sel keratinosit.

- Terdapat lapian basement membrane terdiri atas lapisan sel basal yang berukuran kecil, kuboid, terdapat nucleus dan merupakan sel sebocyte yang aktif birdiferensiasi untuk menggantikan sel diatasnya.

Ditambah dengan jaringan ikat berupa fiber kolagen yang berperan menyokong sel-sel pada kelenjar sebasea

(8)

Lokasi

- Kelenjar sebasea terletak diseluruh tubuh kecuali pada telapak tangan dan kaki.

- Jumlah kelenjar yang terletak diseluruh tubuh sekitar 100/cm2, tetapi pada wajah dan scalp jumlah kelenjar paling banyak sekitar 400-900/cm2

- Kebanyakan kelenjar sebasea bermuara ke folikel rambut, namun ada beberapa kelenjar sebase yang bermuara langsung ke epidermis yakni yang terdapat pada kelopak mata, nipple, bibir, glans penis dan klitoris

- Kelenjar sebasea, folikel rambut dan otot erector pili disebut sebagai unit pilosebasea

Fisiologi

- Proses produksi/seksresi sebum pada kelenjar sebasea melalui mekanisme sekresi holocrine yakni sekresi berupa pelepadan produk sekresi bersama sel yang mati.

- Perlu diketahui juga bahwa waktu hidup (life span) dari pembelahan sel sebocytes sampai dengan sekresi holocrine sekitar 21-25 hari.

Proses :

Lapisan sel basal (lapisan paling luar) aktif membelah (selnya tidak memiliki lipid droplet) Sel-sel berpindah semakin mendekati bagian tengah kelenjar

(9)

dan mulai memproduksi lipid droplet

Lipid droplet semakin membesar sehingga sel tedistensi dan terdesak Sel akhirnya pecah dn melepaskan lipid droplet

Saat sel mendekasi sebaceous duct, sel terdisintegrasi meepaskan isi sel dan sel mati (holocrine secretion)

Sekresi sebum

*hanya berupa material neutral lipid

*protein, asam nukleat, membrane phospsolipid direcycle dan dimetabolisme kembali Komposisi sebum :

Squalene, cholesterol, cholesterol ester, wax ester dan trigliserida

TAG dapat dihidrolisis oleh enzim yang berasal dari bakteri yang berada di sekitar duktus menjadi bentuk free fatty acid (FFA) dan mono/digliserida

Perbedaan sebum dengan lipid pada organ internal :

- Squalene tidak dapat dirubah menjadi sterol karena tidak ada substansi pembentuknya - Pola desaturasi ikatan lipid berbeda, hasilnya berupa sapienic acid.

Fungsi Sebum :

- Menurunkan kehilangan air (water loss) sehingga dapat menjaga kelembutan dan kelembapan kulit. Juga memelihara hidrasi pada stratum corneum.

- Proteksi dari infeksi bakteri dan fungi karena memiliki substansi berupa Immunoglobulin A.

- Aliran sebum ke permukaan kulit dapat membantu transit vitamin E ke permukaan kulit untuk proteksi kulit.

Faktor yang Meregulasi Ukuran Kelenjar Sebase dan Produksi Sebum 1. Androgen

Stimulus androgen diketahui dapat berpengaruh pada produksi sebum.

Jenis androgen yang berperan di kelenjar sebase adalah androgen yang lemah yakni DHEAS (dehydro epiandosteron sulfat).

Aktivitas DHEAS berpengaruh pada level dari kelenjar sebum, utamanya androgen ini akan meningkatkn sekresi sebum.

Aktivitas :

-  pada newborn -  pada usia 2-4 tahun

-  pada usia remaja (pubertas) saat dimulai sekresi sebum -  pada dewasa

DHEAS tedapat di aliran darah

DHEAS dibantu oleh 3 jenis enzim yakni 3β hydroxysteroid dehydrogenase, 17β hydroxysteroid

dehydrogenase dan 5α reductase akan dirubah menjadi androgen yang lebih poten di kelenjar sebasea 2. Retinoid

(10)

Mempunyai efek sebagai inhibitor dari sekresi sebum sehingga produksi sebum pun menurun.

Mekanismenya dengan cara menghambat enzim 3α hydroxysteroid dari retinol dehdrogenase sehingga sintesis androgen menurun.

Efek lainnya adalah mentrigger cell cycle arrest pada sebocytes dan immortalized

Gambaran pada kelenjar yakni terjadi penurunan ukuran kelenjar dan sebocytes yang tidak berdiferensiasi 3. Melanocortine

Jenis : MSH (Melanocyte stimulating hormon) dan ACTH (Adencorticotropin hormon) Berfungsi dalam memodulasi produksi dari sebum sehingga terjadi peningkatan sebum.

Stimulasi ACTH terdahap cortisol terkait dengan stress juga dapat berefek pada peningkatan produksi sebum

4. Peroxisome Proliferator Activated Receptor

PPARγ mirip dengan retinoid receptor, pada kelejar sebasea berefek dala m meningkatkan sekres sebum. Fungsi normalnya adalah dala metabolism lipid, proliferasi dan diferensiasi sel

5. Fibroblast Growth Factor Receptor FGFR 1 & 2 terdapat pada epidermis

FGFR 3 & 4 terdapat pada pembuluh darah dermis dan microvessel

Pada kelenjar sebasea yang berperan adalah FGFR2 yakni pada proses embryogenesis kulit. Jika terjadi mutasi pada reseptor ini maka akan menimbulkan gejala Apert Syndrome yakni Acne.

6. Acyl CoA (DGAT)

DGAT fungsi normalnya adalah enzim untuk proses akhir dari sintesis TAG. Jika tidak terdapat DGAT

Kelenjar Atrofi

Perubahan komposisi lipid permukaan

(11)

- Berada di kulit, tepatnyaberada di lapiasan dermis, menghasilkankeringat,

dimanakeringatitumerupakancairan yang dihasilkanoleh sweat gland dimanacairankeringantersusunatas :air, ion (kebanyakan Na+dan Cl-), urea, uric acid, ammonia, asam amino, glukosa, asam laktat.

- Na : 142 mEq/liter - Cl : 104 mEq/liter

- Dibagi menjadi 2 tipe berdasarkan struktur, lokasi dan tipe sekresi : 1. Eccrine sweat gland (merocrine)

 Tersebarluas di tubuh, paling banyakberada di telapak kaki

 Jumlahdalamtubuh ± 3 jutaeccrine sweat gland, dandapatmenghasilkansebanyak 10L/hari  Tersusunatas 2 segment, secretory coil danduktus

Duktus

Salurankelenjarinidilapisidenganepitelkuboidberlapis .

Saatmelewatiepidermis ,saluran ( di sinidisebutacrosyringium ) menjadisedikitmelingkarlagi,

duktuskemudianmenjadilurussepertinaikvertikalmelalui dermis menujupermukaankulit.

munculpewarnaanlebihgelap, lapisandalamlebihbesardanlebihkuboidal, dandenganmikrovilimenonjolmelapisi lumen.

Sel-selsaluranmenyerap ion Na untukmencegahhilangnyaberlebihanelektrolitSecretory coil

o Memilikiepitelkuboidalberlapis, terdiridari 3 jenissel : o Clear sell (secretory) :

 Memilikiberlimpahnyamitokondriadanmikroviliuntukmemperluasper mukaansel

 Untukmembedakanantara dark sell, clear sell danselmioepitel  Menghasilkankeringat

o Dark sell (mukoid) :

 Berlendirdanpenuhgranul yang menghasilkanglikoprotein yang fungsinyabelumdiketahuisepenuhnya,

tapiberhubdenganimunitasuntukmembunuhbakteri o Selmioepitelpada lamina basalmenghasilkankontraksi yang

membantusekresidibuangkesaluran.  Terminasidari excretory duct :permukaan epidermis.  Bahan yang disekresi :

± 600 ml per hari dan less viscous.Terdiri dari air, ion (kebanyakan Na+

dan Cl-), urea, uric acid, ammonia, asam amino, glukosa, asam laktat.

(12)

2. Apocrine Sweat Glands

 Hanyatersebar di bagian axillary danperineal, axillary, areolar, and anal regions. lipatan paha (groin), areolae pada payudara, dan area berbulu pada wajah (jenggot, kumis) laki -laki dewasa.

 Yang paling jelasperbedaanhistologisantaraduajeniskelenjarkeringatadalah lumen kelenjar apocrine jauhlebihbesardarikelenjarecrine

 Padabagian excretory straight duct (H) membukakeinfundibularbagiandarifolikelrambut, tersusundari double layer cuboidal epithelial cells.

 lumensdari apocrine gland secretory portion (S) are much larger than those of eccrine glands, Dibatasioleh single layer cells, dimanaterlihatdalamberbagaimacamdari columnar sampai cuboidal. Sel ini dikelilingi oleh lapisan sel myoepitel fungsinya membuat kontraksi sehingga sekret dari kelenjar keringat tersalurkan ke saluran dan sampai ke permukaan kulit

 Kelenjarinimemproduksicairankental yang

awalnyatidakberbautapibisamemperolehbaukhassebagaiakibatdaribakteripengurai. Kelenjarapokrindipersarafiolehujungsaraf adrenergic

 Terminasidari excretory duct :folikelrambut.  Bahan yang disekresi :

Sedikitlebihkental (more viscous).

Komponen bahan sama seperti eccrine glands + lemak dan protein.

Terlihat seperti susu (appears milky) dan sedikit berbau sampai mencapai permukaan kulit

MekanismeKeringat Secretory Coil

(13)

- Keringatkeluarapabilaadapenghantarpanas, sepertisuhu, stress, lingkungandll - Akibatadanyapenghantarpanas, makasarafsimpatisakanmenghasilkanACh - Dimana Ach akanmasukkedalamsel secretory coil

- Didalamsel secretory coil terdapatkomponenzatkimiasepertiCa, K+, Cl-, dll

- Ach yang masukakanmempengaruhikadarCa di sel secretory coil menjadimeningkatkadarnya

- AkibatkadarCadalamselmeningkat, mengakibatkansensitifitasdariCl-, K+ dankadarzatkimia yang lainnya, dmanamenyebabkanzattersebutkeluar (K+ danCl- ada yang keluarke lumen da nada yang ke basal

{tidaksemuanya}) akibat di penuhiolehkadarCa

- Di dalamsel secretory coil pun terdapat H2O yang dimana H2O inikeluarjugamenuju lumen - Akibatbanyak yang keluardarisel, mengakibatkanselmenjadimenyusut

- Padasaatselmenyusutternyatazatkimia yang berada di basal seperti Na+, K+, Cl -masukkembalikedalamseldibantuolehNakATPase

- Padasaatzatzatmasukkeselterdapatkrosingantara K+ dan Na+, saat K+ masukotomatis Na+ yang sudahmasukkeselakan di keluarkankembalimenuju basal

- Tetapi Na+ yang di basalakanmenuju lumen tanpamelewatiseldanlangsungmenuju lumen denganparaselular pathway (space antarsel)

- Padaakhirnyakomponen yang berada di lumen adalah Na+, Cl-, H2O tetapisifatnyamasihhipertonikdanbersifatbasa

- Padakeadaan normal keringat yang keluarbersifatasamdanhipotonik (nantiakanberlanjut di saluranduktus) Duct / Duktus

- Di duktus, selselakanmelakukanreabsorpsidimanaselduktusakanmereabsorpsi Na+ danCl- yang berada di lumen (Na+ masukolehENac masukoleh CFTR) tidaksemua Na+

danCl-- Dimana H2O jugamasukkedalamselduktus

- Dimanasaat H2O masukkedalamselakanterjadipembakaran H2O + CO2 (yang sudahberada di sel ) menjadi H+ +

(14)

HCO3-- Saat Na+ danCl- masukkedalamselduktus, otomatis H+ dan HCO3- akankeluar (H+ keluarke lumen dan HCO3- keluarke basal)

- Sehinggakadar Lumen menjadi H+ (bersifatasam), Na+, Cl- dansedikit air, sehinggakeringat yang dikeluarkanBersifatasamdanHipotonik.

Disorder of sebaceous gland Klasifikasi disorder of sebaceous gland ada 5:

1. Acne vulgaris 2. Rosacea

3. Rosacea like dermatitis

4. Lupus miliaris disseminatus faciei (LMDF) 5. Xerosis Pembahasan 1. Acne vulgaris Sudah dijelaskan 2. Rosacea Definisi

Gangguan inflamatory umum dari polisebaceous wajah, ditambah dengan peningkatan reaktivitas kapiler yang menyebabkan flushing dan telangiectasia

Epidemiologi

Wanita>laki-laki dengan usia 30-50 tahun Klasifikasi

Stage 1 (rosacea erythematosa) : muncul kemerahan pada ujung hidung, pipi, dagu dan glabella. Berkembang secara bertahap disertai dengan telangiectasia dan seborrhea. Gejalanya biasanya gatal-gatal dan hot flashes. Stage 2 (acne rosacea) : selain stage 1, papula dan pustula juga terjadi. Lesi menyebar menutupi wajah.

Stage 3 (rhinopyma) : papula menyatu menjadi satu membentuk tumor. Permukaan hidung menjadi kasar merah keunguan. Kulit tampak seperti kulit jeruk dengan folikel terbuka.

Durasi

Hari, minggu, bulan Distribusi

(15)

Lokalisasi pada wajah. Jarang pada leher, dada, punggung dan scalp

Etiologi dan mekanisme

Faktor iklim Neurotransmitter Mikroorganisme

Perubahan degeneratif, substansi P, histamin, Helicobacter pylori serotonin, prostaglandin

Perivascular, pembuluh

Darah, jar.elastin erythomatous mensintesis gastrin

Dilatasi pemb.darah di dermis flushing

Flushing, telangiectasia,erythema

(16)

Gambar

Erythematous rosacea (stage I).

Papulopustular rosacea (stage II).

Rosacea (stage III)

Rosacea/rhinophyma

(17)

Definisi

Gangguan inflamasi yang relatif dari kulit wajah yang terjadi pada wanita muda dengan papulakecil dan pustula pada sekitar mulut

Epidemiologi

Dominan pada wanita dengan usia 10-45 tahun Durasi

Minggu-bulan

Etiologi dan mekanisme

Sampai saat ini masih belum diketahui mekanisme tetapi mungkin diperoleh dari penggunaan glukokortikoid topikal

Distribusi

Perioral, periorbital dan jarang pada glabella dan dahi Clinical feature

Papula dan pustula kecil 1. Perioral dermatitis

2. Periorbital dermatitis

4. Lupus miliaris disseminatus faciei (LMDF) Definisi

(18)

Inflamatory dermatosis kronis dan jarang yang dikarateristikan dengan papula berwarna merah-kuning atau kuning-coklat pada central face dan kelopak mata.

Clinical feature

Terddapat papula kecil dengan nekrosis central dengan ukuran 2-5mm dengan warna merah. Terjadi simetris pada wajah, terutama pada kelopak mata bawah, pipi dan hidung disertai dengan pustula.

Etiologi dan mekanisme

Beberapa penulis menyarankan bahwa LMDF adalah reaksi terhadap demodek follicorum, tapi masih belum dikonfirmasi kebenarannya.

Distribusi

Biasanya bertepatan dengan kebanyakan kasus rosacea

5. Xerosis

Dehidrasi dari sel horny dan penurunan sebum cutaneum menyebabkan kekeringan dan kekerasan pada kulit =. Xerosis sering disebabkan karena berlebihan menggososk kulit saat mandi. Ini dapat d iamati sebagai proses penuaan. Hal ini juga dapat disebabkan oleh iklim yang spesifik dan lingkungan. Biasanya akan muncul gejala seperti kekurangan gizi.

(19)

Distribusi

Pada kulit disebut juga sebagai xerodemia

Pada konjungtiva pada mata disebut juga sebagai xeropthalmiaPada mulit disebut juga sebagai xerostomia

Tabel Acne Rosacea Rosacea like

dermatitis

LMDF Xerosis

Persamaa n

Kulit wajah Kulit wajah Kulit wajah Kulit wajah Kulit wajah Perbedaa

n

Komedo,papula , pustula, nodul, lesi, cekungan, luka parut yang luas pada wajah dan trunk Telangiectasia, seborrhea, papula, pustula, tumor, flashes pada hidung,pipi,dagu ,glabella Papula, pustula kecil di periorbital dan perioral Papula dan pustula pada kelopak mata bagian bawah, pipi, sisi hidung Kering pada bagian kulit

(20)

Acne Definisi

Akne atau jerawat adalah penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan menahun folikel pilosebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul, nodus, dan kista pada tempat predileksinya.

Klasifikasi

Akne merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh adanya ketidaknormalan dari sebaceous gland. Akne memiliki meliputi berbagai kelainan kulit yang hampir mirip dnegan yang lainnya sehingga diperlukan klasifikasi untuk membedakannya. 1. Akne vulgaris, 2. akne keloidalis, 3. perifolikulitis 4. tropikalis 5. neonatorum 6. rinotima 7. rosasea 8. perioral 9. dermatitis

1. acne vulgaris yang meliputi acne konglobata, fulminans, folikulitis negatif -gram, pioderma faciat, vaskulitis 2. varian acne yang meliputi akne induksi obat, acne excoriee, acne infartil dan acne juvenil, acne klor, oil acne, other chemical acne, fiddler’s neck acne nevoid acne, acne usika (inctional dan immobility acne), acne kosmetika, deterjen acne senil (solar) comedones, familial comedones, dan acne tropikalis.

1. acne vulgaris

2. miscelleneous types of acne : acne neonatal, es carlos dee jounes filles, drug acne, acne akibat kerja, acne tropikalis, acne astivalis, acne kosmetik, pomade acne, acne deterjen, acne mekanika, acne with facial edem, acne konglobata, acne fulminan, dan steatoma multipeks.

Akne:

a. akne vulgaris dan varietasnya: akne tropikalis

akne fulminan pioderma fasiale akne mekanika

b. akne venenata akibat kontaktan eksternal dan varietasnya: akne kosmetika

pomade acne akne klor

(21)

akne deterjen

c. akne komedonal akibat agen ifeksi dan varietasnya solar comedones

akne radiasi (sinar X, kobal)

Acne vulgaris

Acne venevata

Acne fisi

Pada acne vulgaris terjadi perubahan jumlah dan konsistensi lemak kelenjar akibat pengaruh berbagai faktor penyebab, pada akne venenata terjadi penutupan oleh massa eksternal, pada akne fisis, saluran keluar menyempit akibat rediasi sinar ultraviolet, sinar matahari, atau sinar radioaktif.

(22)

Lokasi

Diagram yang menunjukkan tempat yang paling sering untuk perkembangan acne (a) di depan dada dan wajah, dan (b) punggung dari dada.

(23)

Acne vulgaris Definisi

penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan menahun folikel pilosebaseous yang ditandai dengan adanya comedo, papule, pustul, nodule, dan cysta pada tempat predileksinya.

Epidemiologi

pada wanita terjadi pada umur ; 9-16 pada laki laki 16 - 19

Etiologi

1. Sebum

Sebum maerupakan factor utama penyebab timbulnya acne. Acne yang keras selalu disertai pengeluaran sebore yang banyak.

2. Bakteria

Mikroba yang terlibat pada terbentuknya acne adalahCorynebacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, danPityrosporum ovale. Dari ketiga mikroba ini, yang terpenting yakniC. acnes, yang bekerja secara tak langsung.

3. Herediter

Factor herediter sangat berpengaruh pada besar dan aktivitaas kelenjar palit (glandula sebacea). Apabila kedua orang tua mempunyai parut bekas acne, kemungkinan anaknya akan menderita acne. 4. Hormon

Hormoneandrogen. Hormone ini memegang peranan penting karena kelenjar palit sangat sensitive terhadap hormon ini. Hormin ini berasal d ari testes dan kelenjar anak ginjal(adrenal). Hormone ini menyebabkan kelenjar minyak bertambah besar dan produksi sebum meningkat.  Hormonestrogen. Pada keadaan fisiologi, estrogen tidak berpengaruh terhadap produksi

sebum. Estrogen dapat menurnkan kadar gonadotropin yang berasal dari kelenjar hipofisis. Hormone gonadotropin mempunyai efek menurunkan produksi sebum.

Progresteron. Dalam jumlah fisiologi, tak mempunyai efek terhadap aktivitas kelenjar lemak. Produksi sebum tetap selam menstruasi akan tetapi kadang-kadang progresteron dapat menyebabkan acne premenstrual.

5. Diet

Diet sedikit atau tidak berpengaruh terhadap acne. Pada penderita yang makan banyak karbohidrat dan zat lemak, tak dapat dipastikan akan terjadi perubahan pada pengeluaran sebum atau

komposisinya karena kelenjar lemak bukan alat pengeluaran untuk lemak yang kita makan. 6. Iklim

Di daerah yang mempunyai 4 musim, biasanya acne bertambah hebat pada musim dingin, sebaliknya membaik pada musim panas.

Sinar ultraviolet mempunyai efek membunuh bakteri di permukaan kulit. Selain itu, sinar ini dapat menembus epidermis bagian bawah dan bagian atas dermis sehingga berpengaruh terhadap bakteri

(24)

yang berada di bagian kelenjar palit. Sinar UV juga dapat mengadakan pengelupasan kulit yang dapat membantu menghilangkan sumbatan saluran pilosebasea.

7. Psikis

Pada beberapa penderita, stess dan gangguan emosi dapat berpengaruh terhadap eksaserbasi acne. Mekanisme pasti belum diketahui. Kecemasan menyebabkan penderita memanipulassi acnenya secara mekanis, sehingga terjadi kerusakan pada dinding folikel dan timbul lesi beradang yang baru. Teori lain mengatakan bahwa eksaserbasi ini disebabkan oleh miningkatnya produksi androgen dari kelenjar anak guinjal dan sebum, bahkan asam lemak dalam sebum pun meningkat.

8. Kosmetika

Pemakaian bahan-bahan kosmetik tertentu, secara terus-menerus dalam waktu lammm dapat

menyebabkan suatu bentuk acne ringan yang terutama terdiri dari comedo tertutup dengan beberapa lesi papulopustular pada pipi dan dagu. Bahan yang sring menyebabkan acne terdapat pada berbagai cream muka seperti alas bedak (foundation), pelembab (moisturizer), sunscreen dan night crem yang mengandung bahan-bahan, seperti lanolin, petrolatum, minyak tumbuh-tumbuhan dan bahan kimia murni (butyl steearat, laurel alcohol, bahan pewarna merah D & C dan asam oleic). Suatu kosmetik dapat bersifat comedogenik tanpa perlu mengandung bahan istimewa, tetapi kosmetik tersebut memang mengandung campuran bahan yang bersifat comedogenik atau bahan berkonsentrasi lebih besar.

9. Bahan-bahan kimia

Beberapa macam bahan kimnia dapat menyebabkan erupsi mirip dengan acne (acneiform-eruption), seperti yodida, korticosteroid, I.N.H, obat anti colvulsan (difenilhidantoin, fenobarbital dan

trimetadon), tetrasiklin dan vitamin B12. 10. Reaktivitas

Di samping factor-faktor di atas masih ada factor “X” pada kulit yang merupakan factor penting yang menentukan hebatnya acne.

(25)

Sign & Symptom

Predileksi : wajah, leher, bahu, dada bagian atas, punggung bagian atas, glutea Lesi :

a. Non-Inflammatory : white / black comedo b. Inflammatory : papule, pustule, nodul

Klasifikasi

penulis (1982) di bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUI/RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo membuat gradasi acne vulgaris sbb :

1. Ringan, bila :

-

Beberapa lesi tak beradang pada 1 predileksi

-

Sedikit lesi tak beradang pada beberapa tempat predileksi

-

Sedikit lesi beradang pada 1 predileksi

2. Sedang, bila :

-

banyak lesi tak beradang pada 1 predileksi

-

beberapa lesi tak beradang pada 1 predileksi

-

sedikit lesi beradang pada lebih dar 1 predileksi 3. Berat, bila :

-

banyak lesi tak beradang pada lebih 1 predileksi

-

banyak lebih beradang pada 1 atau lebih predileksi catatan :

sedikit <5, beberapa 5-10, banyak >10 lesi

tak beradang : comedo putih, comedo hitam, papule beradang : pustul, nodule, cystic.

Diagnosis :

Diagnosis acne vulgaris ditegakkan atas dasar klinis dan pemeriksaan eksholeasi sebum, yaitu pengeluaran sumbatan sebum dengan comedo ekstraktor (sekdok Unna). Sebum yang menymbat folikel tampak sebagai massa padat seperti lilin atau massa lebih lunak bagai nasi yang ujungnya kadang berwarna hitam.

Pemeriksaan histopatologis memperlihatkan gambaran yang tidak spesifik berupa sebukan sel radang kronik di sekitar folikel pilosebaseae dengan massa sebum di dalam folikel. Pada cysta, radang sudah menghilang diganti dengan jaringan ikat pembatas massa cair sebum yang bercampur dengan darah, jaringan mati, dan keratin yang lepas.

Pemeriksaan mikrobiologis hasilnya sering tidak memuaskan.

Pemeriksaan susunan dan kadar lipid di permukaan kulit (skin surface lipids), pada acne vulgaris kadar asam lemak bebas meningkat dan karena itu pencegahan dan pengobatan digunakan carauntuk menurunkannya.

(26)

Pencegahan

1. menghindari terjadinya peningkatan jumlah lipid sebum dan perubahan isi sebum dengan cara : a.diet lemak lemak dan karbohidrat, meskipun hal ini diperdebatkan efektivitasnya, namun bila dalam anamnesa menunjang hal ini dapat dilakukan. b. Melakukan perawatan kulit untuk membersihkan permukaan kulit dari kotoran dan jasad renik yang mempunyai peran pada etiopatogenesis acne vulgaris.

2. menghindari terjadinya factor pemicu terjadinya acne, misalnya: a. Hidup teratur dan sehat, cukup istirahat, olahraga sesuai kondisi tubuh, hindari stress, b. Penggunaan kosmetika secukupnya, baik banyaknya maupun lamanya, c. Menjauhi terpacunya kelenjar minyak, misalnya minuman keras, pedas, roko, lingkungan kurang sehat dsb, d. Menghindari polusi debu, pemencetan lesi tidak lege artis, yang dapat memperberat erupsi yang telah terjadi.

3. memberikan informasi yang cukup pada penderita mengenai penyebab penyakit, pencegahan dan cara maupun lama pengobatannya, serta prognosisnya. Hal ini penting agar penderita tidak underestimate atau overestimate terhadap uasah penatalaksanaan yang dilakukan yang akan membuatnya putus asa atau kecewa.

Pengobatan untuk Acne

Dewasa ini, telah banyak peningkatan pada metode pengobatan acne, secara umum terdapat beberapa prinsip yang mendasar pada pengobatan acne :

1. Perbaiki pola yang berubah pada follicular keratinization 2. Turunkan aktifitas dari kelenjar sebaceous

3. Turunkan populasi dari bakteri follicular, khususnya populasiP. acnes, dan hambat produksi dari substansi yang menyebabkan peradangan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menurunkan populasi bakteri yang bersangkutan

4. Produksi dari anti-inflammatory efek.

Prinsip pertama diatas merupakan bentuk primer dari pengobatan untuk acne yang bukan disebabkan karena peradangan; dan ketiga yang selebihnya merupakan pengobatan untuk acne yang disebabkan karena

peradangan. 1. Terapi lokal

Pembersihan

Ada banyak pendapat mengenai pembersihan atau pencucian pada wajah dengan sabub antiseptik, selain dapat mengusir bakteri yang terdapat pada wajah dapat juga menmbersihkan muka dari minyak yang berlebih. Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa pembersihan acne dengan s abun malah akan memperparah situasi acne.

Agen Topical

Terapi topikal yang biasa digunakan biasanya mengdanung sulfur- dan resorcinol- sebagai bahan intinya. Dan cara kerja bahan itu pun belum jelas.

Bahan yang mengdanung asam salisilat merupakan agen, keratolytic , sama populer dengan bahan diatas . tetapi agen yang sering digunakan sekarang adalah turunan dari vitamin A dan antibakteri seperti benzoyl peroxide dan topical antibiotik.

(27)

Topical asam vitamin A biasanya digunakan sebagai agen comedolytic, tetapi sering juga

menyebabkan iritasi. Kebanyakan pasien dapat menggunakan cream sebanyak 0.025% setiap hari tanpa akan ada iritasi. Tapi pasien harus berhati-hati dengan paparan sinar matahari, karena hanya akan memperparah kondisi acne. Sekarang, telah ditemukan retinoid buatan yang telah dikenalkan sebagai pengobatan untuk acne yaitu: adapalene dan tazarotene.

Benzoyl peroxide merupakan pengobatan topical yang paling sering diresepkan oleh dermatolog, dan benzoyl peroxide adalah agen yang paling sering digunakan pada ob at acne yang dipasaran. Karena benzoyl peroxide merupakan agen antimikroba yang t angguh, dan akibanya akan

berhubungan dengan penurunan populasi bakteri. Benzoyl peroxide tersedia dalam bentuk lotion dan gel. Campuran ini dapat mengakibatkan rasa kulit yang kering dan bahkan iritasi, juga dapat pula ditemukan reaksi kulit yang elergi, tetapi jarang ditemukan. Campuran lainnya adalah yang mengandung erythromycin, erythromycin dan benzoyl peroxide, atau clindamycin.

Agen baru lainnya adalah krim yang mengandung 20 % azelaic acid yang mempunyai efek keratinisasi dan menurunkan populasi bakteri folikular.

Terapi fisik

-

Superficial x-ray therapy

-

ultraviolet light therapy,

-

dan cryotherapy

telah digunakan untuk terapi acne.. Superficial x- ray therapy sangat dalam pengendalian kelenjar sebacea, tetapi terdapat bahaya dalam prosedur ini yaitu thyroid carcinoma, dan kelebihan berat badan.

Pembedahan Acne

metode ini digunakan untuk mengeluarkan komedo dan superficial pustules.metode ini dilakukan pada pasien yang tidak merespon pada agen komedolisis

Intralesional Glucocorticoids

Penyuntikan glucocorticoid dapat memperkecil ukuran dari nodular acne yang dalam. Dengan sekitar 0.05 to 0.25 mL per lesi dari campuran triamcinolone acetate (2.5 to 10 mg/mL)

direkomendasikan sebagai agen anti inflamasi. Terapi ini harus diulang sekitar setiap 2 sampai 3 minggu sekali. Keuntungan besar dari terapi ini adalah dapat dilakukan tanpa merubah struktur kulit pasien dan dapat menghindari terjadinya luka parut.

2. Terapi sistemik

Beberapa tahun terakhir, sudah banyak agen agen yang diberikan secara sistemik pada pasien acne. Dikarenakan agen – agen itu juga mempunyai fungsi sebagai antibiotik dan antibakteri, hormon dan oral sintetik retinoid

a. Agen Antibiotik dan antibakteri

Biasanya digunakan agen anti Antibiotik dan antibakteri berspektrum luas pada pengobatan acne, walapun asupan tetrasiklin tidak mempengaruhi sekresi sebum. Tapi menurunkaan konsentrasi dari asam lemak, penurunan dari asam lemak ini dapa diperkirakan yaitu sekitar 250 mg per hari sampai 1 g per hari. Asam lemak merupakan penyebab utama yang merupakan faktor png-iritasi di dalam sebumtetapi jumlah mereka dapat dijadikan sebagai indikator dai aktifitas metabolik dari organisme dan sekresi dari produk pro inflamasi lainnya. Tetrasiklin berperan secara langsung pada penurunan P. Acnes dikarenakan fungsi anti inflamatory nya

(28)

penurunan asam lemak juga dapat dilakukan oleh erythromycin, demethylchlortetracycline, clindamycin, dan minocycline.

Pada penggunaannya, tetrasiklin biasanya diberikan sekitar 500 mg/hari sampai 1000 mg/hari

pada awal pengobatan, lalu berlanjut sekitar 250 mg perhari apabila sudah terlihat peningkatan perbaikan acne.

doxycycline dan minocycline digunakan juga sebagai alternatif dari pasie yang tidak merespon

terhadap tetrasiklin, doxycycline diberikan seitar 50 mg per hari atau 100 mg per hari pada kasus yang lebih berat. Kekurangannya yaitu terdapat reaksi fotosensitif, dan pasien harus mengganti ke antibiotik lainnya. Minocycline diberikan sekitar 100 mg per hari atau 200 mg per hari, tetapi penggunaannya harus diperhatikan karena dapat menyebabkan blue- black

pegmentation. Minocycline mempengaruhi hepatitis autoimun dan sindrom yang menyerupai sistemic lupus erythematosus, tetapi ini jarang terjadi.

Kombinasi Trimethoprim-sulfamethoxazole sangat efektif dalam pengobatan acne, tetapi

mereka hanya digunakan pada pasien dengan acne berat karena pertimbangan efek sampingnya.

b. Terapi hormonal dari acne

Tujuan dari terapi hormnal untuk acne adalah untuk berinteraksi dengan efek dari androgen pada kelenjar sebaceous ini dapat menggunakan estrogens, antidanrogens, atau juga agen yang berperan dalam penurunan kadar androgen oleh ovarium atau kelenjar adrenal kontrasepsi oral, glucocoticoid, atau GnRH agonist.

Estrogen

Pemberian estrogen yang sesuai dapat menurunkan sekresi sebum, dosis pemberian estrogen yang dibutuhkan untuk menekan produksi sebum, lebih banyak dari yang dibutuhkan untuk

pembuahan. Tetapi sebelum penggunaan, ada baiknya pasien mengunjungi dulu ginekolog untuk melakukan pemeriksaan payudara dan pap smear.

Walaupun pemberian estrogen dapat menurunkan secara drastis dari acne, tetapi tetap masih ada pasien yang tidak cocok dalam penggunaannya. Pada kasus tersebut dapat diberikan kombinasi estrogen dengan glucocorticoid.

Kontrasepsi oral

Penggunaan oral kontrasepsi yang mengandung estrogen-progestin dari pada estrogen saja mempunyai efek samping yaitu terlambat datang bulan, henorrhagia dan kram sebelum datang bulan. Efek samping lain seperti mual, penambahan berat badan, bintik -bintik, rasa baal pada payudara, amenorrhea dan melasma dapat terjadi.

Generasi kedua dari progestins [desogestrel, norgestimate, dan gestodene] mempunyai efek terhadap androgen yang lebih kecil

Glukokortikoid

Mempunyai aktifitas anti peradangan, pemberian dosis tinggi mempunyai efek yang bagus pada pengobatan acne, tetapi karena efek samping lainnya yang merugikan pemberian obat ini dibatasi oleh periode waktu tertentu.

GnRH agonis

Mempunyai aksi pada kelenjar pituitary, untuk mengganggu siklik pengeluaran dari

(29)

digunakan pada ovarian hyperadrenogenism, juga pada acne dan hirsutism pada wanita

penggunaannya juga dibatasi karena mempunyai efek samping gejala menopouse dan bone loss  Antiandrogen

Cyproterone acetate adalah progestational antidanrogen yang dapat menghalangi reseptor androgen. Ini dikombinasikan dengan ethinyl estradiol pada kontrasepsi oral dan ini biasa diberikan pada pengobatan acne di eropa.

Spironolactone mempunyai fungsi yang sama yaitu blocker terhadap reseptor androgen. Dan inhibitor 5 alfa rduktase, dengan dosis 50 sampai 100 gr 2 kali per hari menunjukan penurunan dari sebum dan perbaikan acne. Efek sampingnya hyperkalemia, irregular menstrual periods, breast tenderness, sakit kepala dan lemah.

Flutamide, juag merupana androgen receptor blocker, digunakan dengan dosis 250 mg 2 kali sehari kombinasi dengan kontasepsi oraluntuk pengobatan acne atau hirsutism pada wanita.

Enzim inhibitor

Spesifik inhibitor yaitu tipe 1 5a-reductase telah dikembangkan karena mempunyai efek penurunan produksi sebum yang berperan dalam pengobatan acne.

Isotretinoin

Isotretinoin, seperti vitamin A, tetapi mempunyai efek samping,yaitu sindrom hypervitaminosis A, sehingga efek samping yang berhubungan dengan kulit maupun mukosa membran sering

terjadi.cheilitis dengan derajat yang bervariasi sering ditemukan, efek samping lainnya yaitu kering pada membran mukosa, xerosis, konjuntivitis, dan pruritus. Efek samping yang jarang ditemukan yaitu, sakit pada tulang dan sendi, penipisn rambut, sakit kepala karena dicurigai adanya

peningkatan tekanan intrakranial, palmoplantar desquamation, dan mual dan muntah. 3. Diet

Sekarang ini, ada antusiasme untuk menghindari beberapa jenis makanan seperti kerang, coklat, makanan manis, susu, makanan berlemak pada pasien dengan acne tatpi penjelasan yang pasti belum ditemukan pada alasan penghindaran makanan untuk pengobatan acne ini

Prognosis

Baik. Biasanya sembuh pada usia kurang dari 30 atau 40 tahun. Jarang terjdi acne vugaris mencapai grade yang sangat berat sehingga perlu dirawat inap di rumah sakit.

(30)

Miliaria

Definisi

Hasil dari disruption saluran keringat yang mengakibatkan sekresi keringat masuk kelapisan epidemis.

(Fitzpatrick’s)

Hasil dari penyumbatan atau pecahnya saluran keringat (J.Hunter)

Kelainan kulit karena terjadi obstruksi pada saluran keringat eccrin kepermukaan kulit dan keringat akan tertahan didalam kulit (European Handbook).

Epidemiologi

 Semua umur, terutama bayi.

 Laki-laki dan perempuan memiliki frekuensi yang sama  Tidak terpengaruh terhadap bangsa/rastertentu.

 Pada daerah panas dan kelembapan tinggi. Etiologi

 Kontroversi

 Timbul akibat udara panas/lingkungan lembab

 Pengaruh pakaian, misalnya: pakaian yang tidak menyerap keringat.

 Tersumbatnya pori-pori kelenjar keringat oleh bakteri sehingga menimbulkan inflamasi. Tipe miliaria

1. Miliaria crystalline

o Superficial, sub-corneum o Veikel kecil non-inflammatory o Seperti water drop

o Mudah pecah apabila tersentuh karena permukaan yang melapisinya sangat tipis. 2. Miliaria rubra

o Hasil dari terhalangnya migraasi keringat kedalam epidermis maupun lapisan dermis atas yang menyebabkan pruritic inflammatory papules disekitar sweat pores.

o Eritematosa kecil dan sangat gatal sehingga menghasilkan rupture. 3. Miliaria profunda

o Paling dalam, lapisan deep dermis. o Papula eritematosa besar/pustule

(31)

Pathogenesis :

Keringat, cuaca panas Staphylococcus epidermidis

Extracellular polysaccharide substance

Obstruksi pada duktus kelenjar keringat

Pooling di epidermis Overhidrasi di stratum corneum

Miliaria Crystallina

Sign and symptom :

 Superficial, subcorneal, non inflammatory vesicle  Mudah rupture jika diusap dengan jari

 Lesi jelas/clear  Diameter 1-2 mm

 Pada dewasa biasa pada trunk

 Pada anak-anak biasa pada kepala, leher, dan bagian atas trunk Diagnosis

 Dari gambaran klinis yang khas  Pemeriksaan dermatologi:

 Lokalisasi: dapat terjadi pada anggota badan dan bagian tubuh lain.  Efloresensi:

1. Miliaria kristalina: vesikel, D: <1 mm, tidak ada peradangan.

2. Miliaria rubra: macula eritematosa miliar dengan vesikel diatasnya 3. Miliaria profunda: papul, D: 1-3 mm.

Treatment dan management

 Pindah kecuaca yang lebih dingin/ke AC

 Gunakan pakaian yang mencegah penguapan keringat harus dihindari.  Topical steroid untuk mengurangi iritasi.

(32)

 Calamine lotion untuk mendinginkan dan menenangkan.  Perawatan:

a. Mandi secara teratur

b. Ketika berkeringat langsung diusap dengn lap c. Reposisi tubuh

d. Gunakan sabut antibacterial jika mandi Prognosis :

Baik jika diberikan treatment dan management yg tepat, dan akan sembuh dalam hitungan minggu.

PP obat

Erythromycin

KELAS: Macrolide Antibiotic,Macrolide Antimicrobial

Mekanisme aksi : mencegah sel-sel bakteri tumbuh dan berkembang biak dengan mengganggu kemampuan mereka untuk membuat protein,yaitu mengahmabat grup protein 30S

Indikasi :Acne, Chlamydia bacteria infection, Gonorrhea, Syphilis,Kontra Indikasi : risiko kehamilan Category B ,Category C

Efek samping : diare,muntah,kram perut,ruam kulit,sakit perut

INTERAKSI OBAT: Eritromisin bila digunakan dengan obat antiaritmia seperti amiodarone (Cordarone), bretylium (Bretylol), disopyramide (Norpace), dofetilide (Tikosyn), procainamide (Pronestyl), quinidine (Quinaglute, Quinidex, Quinora) dan sotalol (Betapace) dapat meningkatkan efek dari obat antiaritmia yang dapat menimbulkan irama jantung abnormal seperti torsades de pointes.

Dosis: Dosis yang biasa untuk orang dewasa adalah 250 mg setiap 6 jam, 333 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 12 jam. Dosis dapat ditingkatkan sampai 4 g / hari sesuai dengan tingkat keparahan infeksi.

Pada anak-anak, dosis biasa adalah 30 sampai 50 mg / kg / hari dengan usia, berat badan, dan tingkat keparahan dari infeksi yang dipertimbangkan untuk menentukan dosis yang tepat.

Eritromisin dapat diambil dengan atau tanpa makanan, namun kadar optimal eritromisin diperoleh bila diminum pada saat perut kosong (minimal 30 menit dan sebaiknya 2 jam sebelum atau sesudah makan).

PREPARATIONS: Tablets: 250, 333, 400 and 500 mg. Suspension: 200 mg/sendokteh, 400 mg/sendokteh.

Powder: 100 mg/setengah-sendokteh, 200 mg/sendokteh. Granules: 200 mg/sendokteh, 400 mg/sendokteh. Powder untuk injeksi: 500 mg, 1g.

Salicylic Acid

Kelas : Non-steroidal anti-inflammatory drug, Nitrogen Binding Agent

Mekanisme Aksi :Asam salisilat bekerja melalui beberapa jalur yang berbeda.Menghasilkan efek anti-inflamasi melalui menekan aktivitas siklooksigenase (COX), enzim yang bertanggung jawab untuk produksi mediator pro-inflamasi seperti prostaglandin. Hal ini dilakukan bukan oleh penghambatan langsung COX seperti kebanyakan non-steroid anti-inflamasi (NSAID) melainkan oleh penekanan ekspresi enzim.

(33)

Indikasi : Topikal asam salisilat digunakan untuk membantu membersihkan dan mencegah jerawat dan noda kulit pada orang yang memiliki jerawat. Topikal asam salisilat juga digunakan untuk merawat kondisi kulit pertumbuhan berlebih dari sel-sel kulit seperti psoriasis, ichthyoses (kondisi bawaan yang

menyebabkan kulit kering dan scaling ), ketombe, kapalan, dan kutil pada tangan atau kaki.  Kontra indikasi : risiko kehamilan Category C

Efek samping : Salicylic acid dapat menyebabkan menyengat, terbakar, dan iritasi kulitDosis : Salicylic acid topikal pad 1%:

Bersihkan daerah yang terkena. Lakukan 2 sampai 3 kali sehari. Jika kekeringan terjadi, kurangi hingga sekali sehari  Preparasi :SabunLotionCairanFoamOintmentGel/JellySolutionCreamShampoo Tetrcycline

Kelas: Tetracycline antibiotics, Tetracycline-class Antimicrobial

Mekanisme Aksi : Tetrasiklin mengikat subunit 50S ribosom mikroba. Hal ini menghambat sintesis protein dengan menghalangi penempelan aminoasil-tRNA kesite di ribosom. Dengan demikian, mencegah

pengenalan asam amino baru ke rantai peptida baru.

Indikasi: Acne, Gonorrhea, Chlamydia bacteria infection, SyphilisKontra indikasi: Category D (Positive evidence of risk)

Efek samping:Diare, Vomiting, Anorexia

INTERAKSI OBAT: Tetrasiklin jangan diminum pada waktu yang sama dengan aluminium, magnesium, antasida berbasis kalsium (misalnya, aluminium dengan magnesium hidroksida-oral [Mylanta, Maalox], kalsium karbonat [Tums, Rolaids]); suplemen zat besi; bismuth subsalicylate (Pepto-Bismol), dan produk susu. Agen ini mengikat tetrasiklin dalam usus dan mengurangi penyerapan ke dalam tubuh

Dosis : Makanan produk susu mengurangi penyerapan tetrasiklin. Oleh karena itu, tetrasiklin harus diminum setidaknya dua jam sebelum atau sesudah makan. Untuk sebagian besar infeksi, tetrasiklin diminum dua sampai empat kali sehari selama 7 sampai 14 hari. Dosis lazim dewasa adalah 1-2 g / hari dalam 2 atau 4 dosis terbagi.

PERSIAPAN: Kapsul: 250 dan 500 mg, Suspensi Oral: 125 mg / 5 ml (sendok teh)

Dermatoterapi Penyakitkulitdapatdiobatidenganbermacamcara :

(34)

-

Topical

-

Sistemik

-

Intralesi

-

Radioterapi

-

Sinaruv

-

Laser

-

Krioterapi

-

Bedahlistrik

Pengobatan topical dapatmempengaruhifisikdankimiawidarikulit yang sakit -fisik :mengeringkan, membasahi, melembutkan, lubrikasi, melindungi -kimiawi: organismekulit

Prinsipdasarobattopical ada2 : a. Bahandasar (vehikulum) 1. Cairan

Terdiridarisolusioataularutandalam alcohol

Prinsip :memberikankulit yang sakitdari debris (pus, krusta,dll) dansisasiaobat topical yang dipakai 2. Bedak

Membuatlapisan yang tidakmerekateratdikulit

Biasanyadicampurdengansengoksida (absorbs air dan sebum) Indikasi :dermatosiskeringdan superficial

Mempertahankanvesikelataubula agar tidakpecah 3. Salap

Sepertilemak.Bahandasarnyavaselindanminyak

Indikasi :dermatosiskering, kronik, bersisik, berkrusta Salapdayapenetrasinya paling kuat

4. Bedakkocok

Terdiridaricampuran air danbedakdingindangliserin (perekat)

Indikasi :dermatosiskering, superficialyangluas, yang diharapkanolehsedikitpenetrasi Padakeadaansubakut

5. Pasta

Bersifatprotektifdanmengeringkan Campuran homogeny bedakdanvaselin Indikasi :dermatosis yang agakbasah 6. Krim

Campuran air danminyakdanemulgator

Indikasi :untukkosmetikdermatosissubakutdanluas yang penetrasinyalebihbesar. Bolehdidaerahberambut 7. Linimen (pasta pendingin)

Campuran air danbedakdansalap Indikasi :dermatosissubakut

Gambar

Tabel  Acne  Rosacea  Rosacea like
Diagram yang menunjukkan tempat yang paling sering untuk perkembangan acne (a) di depan dada dan wajah, dan (b) punggung dari dada.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek terapi relaksasi biofeedback untuk menurunkan stres wanita infertil yang melakukan pengobatan di klinik Sekar RSUD Dr

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji efek antiinflamasi sediaan topikal, mengukur persen penghambatan inflamasi ekstrak Milk Thistle ® sebagai agen

Penurunan tekanan darah arterial dengan isofluran, di sisi lain, adalah karena penurunan SVR sementara cardiac output tetap berada dalam nilai rujukan Perbedaan efek kedua agen

Sekolah sebagai agen sosialisasi memiliki ekstrakurikuler, di mana kemampuan untuk dapat berinteraksi dalam kehidupan sosial secara besar merupakan bagian dari

Penelitian ini dilakukan di Kota Metro dengan obyek penelitian pada Agen Ekspedisi JNE-01 Metro. Tujuan dari penelitian ini adalah:1) untuk mengetahui pengaruh kualitas

JUDUL : PASIENIA, APLIKASI UNTUK PASIEN BERINTERAKSI IDENYA BERAWAL DARI KEGIATAN MENEMANI PASIEN TERAPI MEDIA : BERNAS JOGJA. TANGGAL : 2

1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian prebiotik terhadap pencegahan penurunan sensitivitas insulin tikus yang diinduksi diabetes

Radioterapi kuratif adalah terapi radiasi yang dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan atau menyembuhkan tumor, sedangkan radioterapi paliatif adalah terapi radiasi yang dilakukan