• Tidak ada hasil yang ditemukan

JILID 1 ILMU HIZB DAN AMALAN TANPA AZIMAT

N/A
N/A
Ilham Wijaya

Academic year: 2023

Membagikan "JILID 1 ILMU HIZB DAN AMALAN TANPA AZIMAT"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

JILID 1

Hizib dan Ratib

Hizib adalah kumpulan ayat-ayat Al-Quran, zikir, doa dan shalawat yang disusun dengan tidak menggunakan hawa nafsu yang jelek/ buruk untuk diamalkan dengan membacanya.

Kata Hizib muncul di Al-Quran sebanyak 7 kali, yaitu di dalam Surat Al Maaidah ayat 56 : Dan barang siapa yang menjadikan Allah ta’ala, RosulNya dan orang-orang yang beriman sebagai pemimpin, maka sesungguhnya Golongan (Hizbu) Alloh-lah sebagai pemenang.

Surat Al Kahfi ayat 12 : Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah diantara kedua golongan (Al hizbaini) itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal didalam gua itu

Surat Al Mukmiinun ayat 23 dan Surat Ar Ruum ayat 32 : dari orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan (HIzbin) mereka

Surat Al Fathiir ayat 6 : Sungguh setan itu membawa permusuhan bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, sesungguhnya mereka mengajak Golongannya (Hizbuhu) agar menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

Surat Al Mujaadilah ayat 19 : Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Alloh ta’ala; mereka itulah golongan (Hizbu) setan. Ketahuilah bahwa golongan (Hizba) setan lah yang merugi.

Surat Mujadiilaah ayat 22 : Engkau tidak akan mendapatkan satu kaum yang beriman kepada Allah ta’ala dan kepada hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang- orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang didalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan/ ruh yang datang dari Dia. Lalu dimasukkannya mereka kedalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Allah ridha

(2)

terhadap mereka dan merekapun ridha. Merekalah golongan (Hizbu) Allah. Ingatlah sesungguhnya golongan (Hizba) Allah-lah yang beruntung

Secara harfiah Hizib dapat diartikan sebagai golongan, atau kelompok bahkan ada yang mengartikan sebgai tentara. Berbagai Hizib popular di kalangan masyarakat Melayu di Indonesia dan Malaysia dan penyusun Hizib selalu dikaitkan dengan tokoh pengasas atau pemimpin aliran tasawuf, sufi atau tarekat.

Tujuan asal Hizib adalah untuk diamalkan agar diri seseorang menjadi dekat dengan Allah dalam arti kata Allah akan meredai orang yang mengamal Hizib tersebut. Ini kerana Hizib adalah juga kategori doa atau zikir yang bertujuan memperkuat tauhid pengamal tersebut.

Terdapat pelbagai Hizb yang di susun oleh para imam-imam atau guru-guru tariqah, dan semua hizb ini secara langsung atau tidak bersumber dari ayat-ayat Al-Quran dan dalil-dalil dari Hadis Nabi. Tidak kurang pula yang di terima oleh para penyusun hizb ini langsung dari Rasulallah samada dalam keadaan sadar (yaqazatan) atau dalam mimpi (ru’yah).

Antara yang masyhur ialah Hizib Bahar oleh As-sayyid asy-Sayiakh Abil Hasan Asy- Syadzili, Hizib Nasar oleh Syaikh Abil Hasan Asy-Syadzili, juga oleh Al-Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Hizib An-Nawawi oleh Al-Imam An-Nawawi

Hizib Wiqayah oleh Ibn Arabi, Hizib Autad dan sebagainya.

Di dalam kelompok pengamal ilmu persilatan, ilmu kerohanian atau ilmu kebatinan, Hizib diamalkan untuk memohon pertolongan Allah atau untuk menjadikan diri seseorang itu kuat dan untuk berbagai hajat lagi.

Selain Hizib kita mengenal istilah Ratib (bahasa Arab) yaitu berulang-ulang mengucapkan kalimat pujian kepada Allah. Di Asia Tenggara, Ratib juga bermakna kumpulan zikir, salawat dan doa yang disusun oleh seseorang tokoh ulamak dan dijadikan amalan dengan membacanya. Ratib dengan makna khusus ini biasanya diberikan nama bersempena nama penyusun atau nama keturunan penyusun Ratib tersebut. Ada juga yang mengatakan bahawa Ratib adalah kumpulan zikir yang lebih ringkas daripada wirid.

Di antara contoh Ratib yang popular di Asia Tenggara adalah seperti berikut:

1. Ratib Al Haddad oleh Al-Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad

(3)

2. Ratib Al Attas oleh Al-Imam Umar bin Abd Ar-Rahman Al-Attas 3. Ratib Al-Idrus oleh Al-Habib Abdullah Al-Idrus

3. Ratib Qadiriyah oleh As-Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani

Berbeda dengan Hizib, ratib biasanya pendek dan ayat-ayat Al-Quran yang terkandung jarang mencapai satu ‘ain tetapi hanyalah satu atau dua potong ayat saja.

Amalan Hizib dan Ucapan Syeikh Abu-l Hassan Al Syadzili

Tidak berbeda dengan tradisi di Timur Tengah,pengamalan tareqat ini di Nusantara dalam banyak tempat lebih bersifat individual, dan pengikutnya relatif jarang dijumpai,tidak seperti para pengamal Tariqat-tariqat Naqsyabandiah, Qadiriah atau Ahmadiah Idrisiah. Dalam praktiknya, kebanyakan para anggotanya hanya membaca secara individual rangaian-rangkaian doa yang panjang (hizb), dan diyakini mempunyai kelebihan-kelebihan spiritual. Para pengamal tariqat ini mempelajari berbagai hizib (jamak ahzab), paling tidak idealnya, melalui pengajaran (talkin) yang diberikan oleh seorang guru yang mursyid dan dapat memelihara hubungan tertentu dengan guru tersebut, walaupun hampir tidak merasakan dirinya sebagai seorang anggota dari sebuah tareqat.

Hizb al-Bahr, Hizb Nashr, disamping Hizb al-Hafidzah, merupakan antara Hizib yang sangat terkenal dari as-Syadzilli. Menurut laporan, hizib ini disampaikan kepadanya oleh Nabi SAW. sendiri. Hizib ini dinilai mempunyai kekuatan adikodrati, yang terutama dugunakan untuk melindungi selama dalam perjalanan. Ibnu Batutah menggunakan doa-doa tersebut selama perjalanan-perjalanan panjangnya, dan berhasil. Dan di Nusantara, dimana doa ini diamalkan secara luas, secara umum dipercaya bahwa kegunaan spiritual doa ini hanya dapat diperolehi dengan berpuasa atau bermujahadah dibawah bimbingan guru.

Hizib-hizib dalam Tareqat Syadzilliyah, juga digunakan oleh anggota tareqat lain untuk memohon perlindungan tambahan (Istighotsah), dan berbagai kekuatan hikmah, seperti yang diamalkan oleh pengikut-pengikut Tareqat Ahmadiah Idrisiah, Rifai’yah dan Qadiriyah. Mereka yang ahli mengatakan bahwa hizib, bukanlah doa yang sederhana, ia secara kebaktian tidak begitu mendalam; tapi lebih merupakan doa-doa perlindungan mengandungi Nama-nama Allah Yang Agung (Ism Allah A’zhim) serta ayat-ayat al- Quran dan, apabila dilantunkan secara benar, akan mengalirkan berkah dan

(4)

menghasilkan tindakbalas luar biasa. Mengenai penggunaan hizib, wirid, dan doa, para syeikh tareqat biasanya tidak keberatan bila doa-doa, hizib-hizib (Azhab), dan wirid- wirid dalam tareqat dipelajari oleh setiap muslim untuk tujuan peribadi. Akan tetapi mereka tidak bersetuju murid-murid mereka mengamalkannya tanpa keizinan.

Tareqat ini mempunyai pengaruh yang besar di dunia Islam. Sekarang tariqat ini terdapat di Afrika Utara, Mesir, Kenya, dan Tanzania Tengah, India, Sri Lanka, Indonesia, Malaysia dan beberapa tempat yang lainnya termasuk di Amerika Barat dan Amerika Utara. Di Mesir yang merupakan awal mula penyebaran tareqat ini, tareqat ini mempunyai beberapa cabang, yakitu: al-Qasimiyyah, al- Madaniyyah, al-Idrisiyyah, as- Salamiyyah, al-Handusiyyah, al-Qauqajiyyah, al-Faidiyyah, al-Jauhariyyah, al- Wafaiyyah, al-Azmiyyah, al-Hamidiyyah, al-Faisiyyah dan al- Hasyimiyyah.

Yang menarik dari falsafah tasawuf Asy-Syadzily, kandungan makna hakiki dari Hizib- hizib itu, memberikan penekanan simbolik mengenai ajaran utama dari tasawuf atau Tarikat Syadziliyah. Jadi tidak sekadar doa belaka, melainkan juga mengandung doktrin sufistik yang sangat hebat.

Di antara Ucapan Syeikh Abul Hasan asy-Syadzili:

1. Penglihatan akan yang Haqq telah mewujud atasku, dan takkan meninggalkan aku, dan lebih kuat dari apa yang dapat dipikul, sehingga aku bermohon kepada Tuhan agar memasang sebuah tirai antara aku dan Dia. Kemudian sebuah suara memanggilku, katanya ” Jika kau memohon kepada-Nya yang tahu bagaimana memohon kepada- Nya, maka Dia tidak akan memasang tirai antara kau dan Dia. Namun memohonlah kepada-Nya untuk membuat mu kuat memiliki-Nya.”Maka akupun memohon kekuatan dari Dia dan Dia pun membuatku kuat, segala puji bagi Tuhan!

2. Aku dipesan oleh guruku (Abdus Salam ibn Masyisy ra): “Jangan anda melangkahkan kaki kecuali untuk sesuatu yang dapat mendatangkn keredhaan Allah, dan jangan duduk dimajlis kecuali yang aman dari murka Allah. Jangan bersahabat kecuali dengan orang yang membantu berbuat taat kepada Allah. Jangan memilih sahabat karib kecuali orang yang menambah keyakinanmu terhadap Allah.”

3. Seorang wali tidak akan sampai kepada Allah selama ia masih ada syahwat atau usaha ikhtiar sendiri.

(5)

4. Janganlah yang menjadi tujuan doamu itu adalah keinginan tercapainya hajat keperluanmu. Dengan demikian engkau hanya terhijab dari Allah. Yang harus menjadi tujuan dari doamu adalah untuk bermunajat kepada Allah yang memeliharamu dari- Nya.

5. Seorang arif adalah orang yang megetahui rahsia-rahsia kurniaan Allah di dalam berbagai-bagai macam bala’ yang menimpanya sehari-hari, dan mengakui kesalahan- kesalahannya didalam lingkungan belas kasih Allah kepadanya.

6. Sedikit amal dengan mengakui kurnia Allah, lebih baik dari banyak amal dengan terus merasa kurang beramal.

7. Andaikan Allah membuka nur (cahaya) seorang mukmin yang berbuat dosa, nescaya ini akan memenuhi antara langit dan bumi, maka bagaimanakah kiranya menjelaskan :

“Andaikan Allah membuka hakikat kewalian seorang wali, niscaya ia akan disembah, sebab ia telah mengenangkan sifat-sifat Allah SWT.

MENGAMALKANNYA HIZIB DIPERLUKAN IJAZAH?

Kapsul, atau tablet, tentu tidak mempunyai dosis yang sama. Demikian juga dosis obat antibiotik dan vitamin. Jika yang satu bisa diminum sehari tiga kali, yang lain mungkin hanya boleh diminum satu kali dalam sehari. Bahkan vitamin, yang jelas-jelas berguna, pun jika diminum melebihi dosis yang ditentukan dokter; efeknya akan berakibat buruk bagi tubuh. Badan bisa meriang atau bahkan keracunan. Begitu pula halnya dengan hizib dan ratib.

Hizib dan ratib, dilihat dari susunannya, sebenarnya sama. Yakni, sama-sama kumpulan ayat, dzikir; dan doa yang dipilih dan disusun oleh ulama salafush shalih yang termasyhur sebagai waliyullah (Kekasih Allah). Yang membedakan suatu ratib dengan ratib lain, atau hizib dan hizib lain, adalah asrar yang terkandung dalam setiap rangkaian ayat, doa, atau kutipan hadits, yang disesuaikan dengan waqi’iyyah (latar belakang penyusunan)-nya.

Namun, meski muncul pada waqi’ yang sama dan oleh penyusun yang sama, ratib sejak awal dirancang oleh para awliya untuk konsumsi umum, meski tetap mustajab.

Semua orang bisa mengamalkan untuk memperkuat benteng dirinya, bahkan tanpa perlu ijazah. Meski tentu jika dengan ijazah lebih afdhal.

(6)

Sementara hizib, sejak awal dirancang untuk kalangan tertentu yang oleh sang wali (penyusun-red) dianggap memiliki kemampuan lebih, karena itu mengandung dosis yang sangat tinggi. Hizib juga biasanya mengandung banyak sirr (rahasia) yang tidak mudah dipahami oleh orang awam, seperti kutipan ayat yang isinya terkadang seperti tidak terkait dengan rangkaian doa sebelumnya padahal yang terkait adalah asbabun nuzul-nya. Hizib juga biasanya mengandung lebih banyak ismul a’zham (asma Allah yang agung), yang tidak ada dalam ratib.

Dan yang pasti, hizib tidak disusun berdasarkan keinginan sang ulama, karena hizib rata-rata merupakan ilham dari Allah SWT: Ada juga yang mendapatkannya langsung dari Rasulullah SAW seperti Hizbul Bahr, yang disusun oleh Syaikh Abul Hasan Ali Asy- Syadzili.rhm Karena itulah, hizib mempunyai fadhilah dan khasiat yang luar biasa.

Selain itu, ada juga syarat usia yang cukup bagi pengamal hizib. Sebab orang yang sudah mengamalkan hizib biasanya tidak lepas dari ujian. Ada yang hatinya mudah panas, sehingga cepat marah. Ada yang, karena Allah SWT, menampakkan salah satu hizibnya dalam bentuk kehebatan, lalu pengamalnya kehilangan kontrol terhadap hatinya dan menjadi sombong. Ada juga yang berpengaruh ke rizqi, yang selalu terasa panas sehingga sering menguap tanpa bekas, dan sebagainya.

Karena itu pula diperlukan ijazah dari seorang ulama yang benar-benar mumpuni dalam arti mempunyai sanad ijazah hizib tersebut yang bersambung dan mengerti dosis hizib.

Selain itu juga diperlukan guru yang shalih yang mengerti ilmu hati untuk mendampingi dan ikut membantu si pengamal dalam menata hati dan menghindari efek negatif hizib.

BAGIAN ILMU HIKMAH

Ada satu lagi yang termasuk Khoriqul adah, yaitu kelebihan yang diberikan Allah didasari dari laku riyadhoh atau membaca wirid tertentu dengan dosis yang ditentukan pula, ilmu ini sering disebut ; ilmu hikmah, maka ilmu ini bisa dicapai atau dimiliki oleh siapapun, tidak memerlukan bakat khusus, siapa yang memenuhi persyaratan dan melaksanakan tata-caranya, dia akan memperolehnya.

Ada yang berpendapat, bahwa ilmu hikmah itu bukan bagian dari tasawuf, meskipun ada ulama-ulama sufi yang memberikan ilmu hikmah, ilmu hikmah bisa berupa do’a atau wirid-wirid semacam hizib, asma atau berupa wifiq\wafak ( rajah-rajah berupa angka maupun huruf hijaiyyah ).

(7)

Ulama-ulama yang menerangkan tentang ilmu hikmah ini semisal ; Syaikh Ali al-Buny dengan kitab man’baul hikmah yang masyhur, Abi hasan as-Syadzili dengan kitab Sirrul jalil yang membuat juga HIZIB NASHR yang melegenda.

HIZIB

Mengamalkan doa-doa, hizib dan memakai azimat pada dasarnya tidak lepas dari ikhtiar atau usaha seorang hamba, yang dilakukan dalam bentuk doa kepada Allah SWT. Jadi sebenanya, membaca hizib, dan memakai azimat, tidak lebih sebagai salah satu bentuk doa kepada Allah SWT. Dan Allah SWT sangat menganjurkan seorang hamba untuk berdoa kepada-Nya. Allah SWT berfirman:

ْمُكَل ْبِجَت ْسَأ ْيِن ْوُع ْدُا

‘Berdoalah kamu, niscya Aku akan mengabulkannya untukmu. (QS al-Mu’min: 60) Ada beberapa dalil dari hadits Nabi yang menjelaskan kebolehan ini. Di antaranya adalah:

ِا َل ْو ُسسس َر اسسَي :اسسَنْلُقَف ،ِةّيِلِها َجلا ْيِف ْيِق ْرسسَن اّنُك ”:َلاسسَق ،يِع َجْأشلا ٍكِلاَم ِنْب ِف ْوَع ْنَع

ٌك ْر ِأش ِهْيِف ْنُكَي ْمَل اَم ىَقّرلاِب َسْأَب َل ،ْمُكاَقُر ّيَلَع ا ْوُض ِرْعا :َلاَقَف ؟َكِلَذ يِف ىَرَت َفْيَك

Dari Auf bin Malik al-Asja’i, ia meriwayatkan bahwa pada zaman Jahiliyah, kita selalu membuat azimat (dan semacamnya). Lalu kami bertanya kepada Rasulullah, bagaimana pendapatmu (ya Rasul) tentang hal itu. Rasul menjawab, ”Coba tunjukkan azimatmu itu padaku. Membuat azimat tidak apa-apa selama di dalamnya tidak terkandung kesyirikan.” (HR Muslim [4079]).

Dalam At-Thibb an-Nabawi, al-Hafizh al-Dzahabi menyitir sebuah hadits:

Dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Apabila salah satu di antara kamu bangun tidur, maka bacalah (bacaan yang artinya) Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah SWT yang sempurna dari kemurkaan dan siksaan-Nya, dari perbuatan jelek yang dilakukan hamba-Nya, dari godaan syetan serta dari kedatangannya padaku. Maka syetan itu tidak akan dapat membahayakan orang tersebut.” Abdullah bin Umar mengajarkan bacaan tersebut kepada anakanaknya yang baligh. Sedangkan yang belum baligh, ia menulisnya pada secarik kertas, kemudian digantungkan di lehernya. (At-Thibb an-Nabawi, hal 167).

(8)

Dengan demikian, hizib atau azimat dapat dibenarkan dalam agama Islam. Memang ada hadits yang secara tekstual mengindikasikan keharaman meoggunakan azimat, misalnya:

َةسسَلا َوّتلا َو َمِئاَمّتلا َو ىًقّرلا ّنإ َمّلَس َو ِهْيَلَع ُا يّلَص ِا َل ْوُسَر ُتْعِمَس َلَاق ِا ِدْبَع ْنَع

ٌك ْر ِأش

Dari Abdullah, ia berkata, Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “’Sesungguhnya hizib, azimat dan pelet, adalah perbuatan syirik.” (HR Ahmad [3385]).

Mengomentari hadits ini, Ibnu Hajar, salah seorang pakar ilmu hadits kenamaan, serta para ulama yang lain mengatakan:

“Keharaman yang terdapat dalam hadits itu, atau hadits yang lain, adalah apabila yang digantungkan itu tidak mengandung Al-Qur’an atau yang semisalnya. Apabila yang digantungkan itu berupa dzikir kepada Allah SWT, maka larangan itu tidak berlaku.

Karena hal itu digunakan untuk mengambil barokah serta minta perlindungan dengan Nama Allah SWT, atau dzikir kepado-Nya.” (Faidhul Qadir, juz 6 hal 180-181)

lnilah dasar kebolehan membuat dan menggunakan amalan, hizib serta azimat. Karena itulah para ulama salaf semisal Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Taimiyyah juga membuat azimat.

A-Marruzi berkata, ”Seorang perempuan mengadu kepada Abi Abdillah Ahmad bin Hanbal bahwa ia selalu gelisah apabila seorang diri di rumahnya. Kemudian Imam Ahmad bin Hanbal menulis dengan tangannya sendiri, basmalah, surat al-Fatihah dan mu’awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Nas).” Al-Marrudzi juga menceritakan tentang Abu Abdillah yang menulis untuk orang yang sakit panas, basmalah, bismillah wa billah wa Muthammad Rasulullah, QS. al-Anbiya: 69-70, Allahumma rabbi jibrila dst. Abu Dawud menceritakan, “Saya melihat azimat yang dibungkus kulit di leher anak Abi Abdillah yang masih kecil.” Syaikh Taqiyuddin Ibnu Taimiyah menulis QS Hud: 44 di dahinya orang yang mimisan (keluar darah dati hidungnya), dst.” (Al-Adab asy- Syar’iyyah wal Minah al-Mar’iyyah, juz II hal 307-310)

Namun tidak semua doa-doa dan azimat dapat dibenarkan. Setidaknya, ada tiga ketentuan yang harus diperhatikan.

(9)

1. Harus menggunakan Kalam Allah SWT, Sifat Allah, Asma Allah SWT ataupun sabda Rasulullah SAW

2. Menggunakan bahasa Arab ataupun bahasa lain yang dapat dipahami maknanya.

3. Tertanam keyakinan bahwa ruqyah itu tidak dapat memberi pengaruh apapun, tapi (apa yang diinginkan dapat terwujud) hanya karena takdir Allah SWT. Sedangkan doa dan azimat itu hanya sebagai salah satu sebab saja.” (Al-Ilaj bir-Ruqa minal Kitab was Sunnah, hal 82-83)

HIZIB SAKRON

ُهُلوُط ,ِا ِب ْرَدِب ُتْطَت ْحَأ ىّنِإ ّمُهّللا .ِميِحّرلا ِنَم ْحّرلا ِ ّا ِمْسِب

ِمْي ِظَعْلا ّيِلَعلا ِلاِب ّلِإ َة ّوُق َل َو َل ْوَحَل ُهُفْقَس ,َمّلَس َو ِهْيَلَع ا ّىلَص ,ِا ُلوُسَر ٌدّمَحُم ُهُباَب ,ُا ّلِإ َهَلِإ َل ُهُلْفُق ,ُا َءاَأشاَم,

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Alloohumma inni ahtath-tu bidarbillaah, thuuluhuu maa syaa-Allooh, qufluhuu laa ilaaha illallooh, baabuhuu muhammadur- rasuulullooh shallalloohu ‘alaihi wasallam, saqfuhuu laa haula walaa quwwata

illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.

. ُنيِعَت ْسَن َكاّيِإ َو ُدُبْعَن َكاّيِإ . ِنيّدلا ِم ْوَي ِكِلاَم. ِميِحّرلا ِنَم ْحّرلا. َنيِمَلاَعْلا ّبَر ِ ّ ِل ُدْمَحْلا . ِميِحّرلا ِنَم ْحّرلا ِ ّا ِمْسِب ْنِم اَنِب طاحَأ . َنيّلاّضلا َل َو ْمِهْيَلَع ِبوُضْغَمْلا ِرْيَغ ْمِهْيَلَع َتْمَعْنَأ َنيِذّلا َطاَر ِص . َميِقَتْسُمْلا َطاَرّصلا اَنِدْهِا

)

3 × )

Ahaatha binaa min : Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Alhamdulillaahi rabbil

‘aalamiin. Ar-rahmaanir-rahiim, maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinas-shiraathal mustaqiim. Shiraathalladziina an’amta ‘alaihim,

ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhaalliin. (Dibaca 3 x)

(10)

,ِهِن ْذِإِب ّلِإ ُهَدْنِع ُعَفْأشَي يِذّلا اَذ ْنَم , ِض ْرَ ْلا يِف اَم َو ِتا َوَمّسلا يِف اَم ُهَل ,ٌم ْوَن َل َو ٌةَنِس ُهُذُخْأَت َل ,ُموّيَقْلا ّيَحْلا َوُه ّلِإ َهَلِإ َل ُ ّا

ُهُدوُئَي َل َو , َض ْرَلْا َو ِتا َوَمّسلا ُهّي ِس ْرُك َع ِس َو ,َءاَأش اَمِب ّلِإ ِهِمْلِع ْنِم ٍء ْيَأشِب َنوُطيِحُي َل َو ,ْمُهَفْلَخ اَم َو ْمِهيِدْيَأ َنْيَب اَم ُمَلْعَي

ُمي ِظَعْلا ّيِلَعْلا َوُه َو اَمُهُظْفِح.

Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum. Laa ta’khudzuhuu sinatun walaa nauum. Lahuu maa fis-samaawaati wamaa fil ardhi, man dzalladzii yasyfa’u

‘indahuu illaa bi-idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a, wasi’a kursiyyuhus- samaawaati wal-ardha walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.

ِعْيِم َج ْنِم َو , ٍروُذ ْحَم ٍرَذ َح َو , ٍروُدْقَم ٍرَدَق ّلُك ْنِم , ٍر ْوُس َل َو ٍقَدْن َخ َلِب ِلوُس ّرلا ِةَنْيِدَمِب ُةَكِئَلَمْلا ِت َراَدَت ْسا اَمَك ْت َراَدَت ْسا اَنِب

ِلاِب اَنْسّرَتَت , ِروُرّأشلا )

3

َل َو َل ْوَحَل ِفْلَا ِفْلَا ِفْلَا ِةَئاِمِب ,ا ِض ْرَأ ِعاَق ىَلِإ ,ِا ِشْرَع ِقاَس ْنِم ,ا ّوُدَع َو اَن ّوُدَع ْنِم(×

ّقَأشْنَت َل ُهُتَمْي ِزَع ,ِمْي ِظَعْلا ّيِلَعلا ِلاِب ّلِإ َة ّوُق

ِةَئاِمِب ُع ِطَقْنَت َل ُهُتَعْنَص ,ِمْي ِظَعْلا ّيِلَعلا ِلاِب ّلِإ َة ّوُق َل َو َل ْوَحَل ِفْلَا ِفْلَا ِفْلَا ِةَئاِمِب

ِمْي ِظَعْلا ّيِلَعلا ِلاِب ّلِإ َة ّوُق َل َو َل ْو َحَل ِفْلَا ِفْلَا ِفْلَا.

Binastadaarat kamastadaaratil malaa-ikatu bi madiinatir-rasuuli bilaa khandaqin walaa suurin, min kulli qadarin maqduurin, wahadzarin mahdzuurin. wamin jamii’is-syuruur. Tatarrasnaa billaahi (dibaca 3 x). Min ‘aduwwinaa wa’aduw- willaah, min saaqi ‘arsyillaah, ilaa qaa’i ardhillaah, bimi-ati alfi alfi alfi laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. ‘Aziimatuhuu laa tansyaqqu bimi-ati alfi alfi alfi laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. Shan’atuhuu laa

tanfa’u bimi-ati alfi alfi alfi laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.

ْمُه َرَظَن ْدُد ْراَف , ٍسا َو ْس َو ْوَأ ٍناَطْلُس ْوَأ ٍناَطْيَأش ْوَأ ٍرَأشَب ْنِم ِشوُح ُوْلا َو ِسْنِلْا َو ّنِجْلا َنِم ٍءوُسِب ىِنَدا َرَأ ٌد َحَأ ْنِإ ّمُهّللَا ىِف

,ُعَل ْطَي ٍلَب َج ىِف َل َو ,ُعَد ْجَي ٍلْهَس ىِف َل , ِسْأّرلا ىَلِإ ِل ْجّرلا َنِم ْمُهْقِب ْوَأ َو , ٍسَلْفِإ ىِف ْمِهْيِدْيَأ َو , ٍسا َوْس َو ىِف ْمِهِبوُلُق َو , ٍساَكِتْنا

ِمْي ِظَعْلا ّيِلَعلا ِلاِب ّلِإ َة ّوُق َل َو َل ْو َحَل ِفْلَا ِفْلَا ِفْلَا ِةَئاِمِب.

َمّلَس َو ِهِب ْحَص َو ِهِلآ َو ٍدّم َحُم اَنِدّيَس َىلَع ا ّىلَص َو.

(11)

Alloohumma in ahadun araadanii bisuu-in minal jinni wal insi wal wuhuusyi, min basyarin au syaithaanin au sulthaanin au waswaasin, fardud nazharahum fintikaasin, waquluubuhum fii waswaasin, wa aidiyahum fii iflasin, wa aubiqhum minar-rijli ilar-ra’si, laa fii sahlin yajda’u, walaa fii jabalin yathla’u, bimi-ati alfi alfi alfi laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. Washallalloohu ‘alaa

sayyidinaa muham-madin wa aalihii washahbihii wasallam.

arti Bahasa Indonesia Hizib Sakran

Wahai Allah Aku berlindung dan membentengi diriku dengan Pemeliharaan Allah, yg panjangnya menurut kehendak Allah (tiada terbatas panjangnya, sepanjang usia, makanan, minuman, ucapan, panca indra, perasaan dll pd diriku), Kuncinya adalah Laa ilaaha illallah (sebagaimana benteng mestilah memiliki kunci yg kuat, dan kunci benteng pagar Allah ini adalah kekuatan Laa ilaaha illallah),dan Gerbangnya adalah Muhammad Rasulullah saw (setiap musuh yg akan menyerang akan berhadapan dengan Rasulullah saw, maka jadilah musuhku adalah musuh Nabi saw),atapnya adalah Laa haula wala quwwata illa billah (atap adalah yg menaungi dari panas dan hujan, dan atap dalam doa ini yg dimaksud adalah takdir yg akan turun kepada ku, kupayungi dg : Tiada daya dan Upaya terkecuali dengan kekuatan Allah”), membentengiku dari….(surat Al fatihah), Terjagalah.. terjagalah.. terjagalah.., demi ayat… (ayatulkursiy), Kami memohon perlindungan sebagaimana para malaikat membentengi Madinah sang Nabi saw, perlindungan yg tak membutuhkan parit dan dinding, dari segala ketentuan yg tak menguntungkan, ancaman segala yg mengancam, dan dari segala kejahatan. Kami berlindung kepada Allah.., Kami berlindung kepada Allah.., Kami berlindung kepada Allah, dari musuh musuh kami dan musuh musuh Allah, (perlindungan yg segera turun langsung) dari kaki Arsy Allah kepada hamparan Bumi Allah, demi seribu ribu ribu Laa Haula wala quwwata illa billah, Perbuatan Nya (swt) tak akan terhalangi, demi seribu ribu ribu Laa Haula wala quwwata illa billah. Penjagaan Nya (swt) tak akan bisa

ditembus, demi seribu ribu ribu Laa Haula wala quwwata illa billah, Wahai Allah jika ada seseorang yg menghendaki atasku kejahatan dari golongan Jin, manusia dan binatang buas, dan dari segenap makhluk lainnya, dari golongan manusia, syaitan, penguasa, atau godaan ancaman lainnya, maka tolaklah pandangan mereka tertunduk, dan jiwa

(12)

mereka dalam kerisauan, dan kedua tangan mereka dg kesialan dan kerugian (ketika akan mencelakakanku), dan pendamkan mereka dari kaki hingga kepalanya (dalam kelemahan dan kegagalan dalam mencelakakanku), (dimanapun mereka berada) apakah di lembah yg sedang mereka lewati, atau digunung yg sedang mereka daki, demi seribu ribu ribu Laa Haula wala quwwata illa billah.

Hizib Maghrobi

Insya Allah akan berdayaguna antara lain untuk :

1. Tolak segala kejahatan apapun jenisnya. Selamat lahir dan batin. Selamat dari ancaman orang jahat, senjata tajam & tumpul, senjata api dan sihir.

2. Menumbuhkan aura kewibawaan yang besar dan tatapan mata yang tajam, penuh percaya diri sehingga membuat siapa saja segan dan hormat. Cocok untuk pejabat dan atasan.

3. Menarik segala kebaikan dan menolak segala keburukan.

4. Siapapun yang berniat jahat, maka kejahatannya akan berbalik kepada dirinya.

5. Siapapun yang mencelakai dan menyakiti hati anda, hidupnya bisa hancur dan sial. Sebagai contoh bila anda sekarang mengalami sakit karena dibuat (santet) orang, atau mengalami kerugian dan kecelakaan karena kejahatan orang lain, maka coba amalkanlah Hizib Maghrobi. Maka (jika Allah Swt menghendaki) cepat atau lambat orang yang mencelakai anda bisa hancur hidupnya atau mati mendadak!

6. Hizib Maghrobi juga bermanfaat untuk memudahkan segala urusan dan meringankan segala masalah hidup. Apapun itu jenis keperluan anda selama baik dan benar.

7. InsyaAllah, senantiasa diberi jalan keluar (solusi) terbaik dari segala persoalan hidup.

8. Mewujudkan segala keinginan dengan “kekuatan Sabda Jadi”.

Berikut hizib Maghribi tersebut

(13)
(14)
(15)
(16)
(17)

HIZIB AL HIKMAH

Manfaat/ Hikmahnya : 1. Untuk keselamatan.

2. Untuk kekebalan diri.

3. Untuk mahabbah/ pengasihan.

4. Untuk kontak jurus silat.

5. Jika perjalan jauh, agar selamat dari gangguan/ musibah apapun di perjalanan.

6. Berani menghadapi perkara apapun.

7. Mengusir mahluk halus/ Jin dan sejenisnya.

8. Diberikan kebesaran hati dalam menghadapi masalah apapun.

Cara mengamalkan Hizib Hikmah:

1.

Hizib Hikmah diwiridkan selama 7 hari tanpa berpuasa.

2.

Waktu meinbaca Hizib Hikmah adalah saat tengah malam ( jam 12 atau jam 1 malam) dalam keadaan suci, baik badan, pakaian maupun

tempatnya.

3.

Tempat dan waktu membaca Hizib Hikrnah harus tetap dan tepat tidak boleh berubah-ubah. Misalnya waktu pertama kali mengamalkan pada jam 1 malam, maka selama 7 hari tersebut juga diamalkan tepat pada jam 1 malam, begitu juga tempatnya.

4.

Setelah selesai mengamalkan, tidak usah dibaca setiap malam. Tapi

cukup membaca lafazh dibawah ini setiap selesai shalat Maghrib dan

shalat Subuh 3X :

(18)

HIZIB SYEKH ABDUL QODIR JAELANI

Arti nya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha

Penyayang. Ya Tuhan, sesungguhnya aku orang yang dikalahkan, oleh

sebab itu menangkanlah aku. Dan tamballah hatiku yang retak, satukanlah

sekelilingku yang bercerai berai. Sesungguhnya Engkau Maha Pemurah lagi

Maha Kuasa. Cukupilah aku, wahai Dzat Yang Maha mencukupi. Aku adalah

(19)

hamba yang berkekurangan. Dan cukuplah Aliah sebagai pelindung, dan cukuplah Allah sebagai penolong. Sesungguhnya kemusyrikan kan adalah benar-benar kezaliman yang besar. Dan Allah tidak menghendaki kezaliman bagi hamba- hamba(-Nya). Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Baca 72 X dalam puasa 3 hari dan 7 x pagi dan petang

Hizib Hirosah Syekh Imam Rifa'i Ra

HIZIB HIROSAH

Hizib Hirosah atau sanggup juga di sebut Doa Hirsi Ar-Rifa’i, sangat anggun kalau diamalkan setiap harinya secara rutin setuap pagi dan sore, atau setiap jawaban sholat subuh dan maghrib. Didalam hizib ini terdapat banyak diam-diam yang sangat dalam dan sangat agung faedahnya. Untuk mengetahui khasiat dari hizib hirosah ini sanggup di lihat di arti dibawah ini.

Semoga saja dengan hadirnya hizib-hizib karya ulama' besar terdahulu sanggup mempersembahkan manfaat dan keselamatan lahir batin kedi kita selaku umat muslim dari aneka macam macam gangguan dan cobaan zaman now.

-(ِةَسا َرِحْلا ُب ْزِح)-

ِة َر ْض َح ى ٰلِإ ّمُث ....: ِةَحِتاَفْلا َنْيِعَم ْجَأ ِهِب ْحَص َو ِهِلآ ىٰلَع َو َمّلَس َو ِهْيَلَع ُا ىّلَص ٍدّمَحُم اَن َل ْوَم َو اَنِدّيَس ى ٰفَطْصُمـْلا ىّيـِبّنلا ِةَرْضَح ىٰلِإ

ْمُهْنَع ُا َي ِض َر ِةَعَب ْرَلْا ِةّمِئَأ َو ىِعاَِفّرلا ُدَم ْحَأ ِرْيِبَكْلا ِخْيّشلا َو ىِن َلْيِجْلا ِرِداَقْلا ِدْبَع ِخْيّشلا اَنِدّيَس اًص ْوُصُخ ِءآَيِل ْوَلْا َو ِءآَيِبْنَلْا ِعْيِمَج .... : ِة َحِتاَفْلا ُمُهَل ِ ٰلِل ئئْيَش

(20)

ِمْيِح ّرلا ِن ٰم ْح ّرلا ِا ِم ْسِب

,ُا َءآ َــشاَم ِا ِم ْــسِب ,ِلاِب ُت ْر َــصَتْنا ِا ِمْسِب ,ِلاِب ُتْمَصَتْعا ِا ِمْسِب ,ِا ىٰلَع ُتْلـَك ّوَت ِا ِمْسِب

ِا ِم ْــسِب ,ُا ّلِإ ِرْيَخْلاــِب ىِتْأــَي َل

ٍةَم ْعِن ْنِم َناَك اَم ُا َءآَشاَم ِا ِمْسِب ,ُا ّلِإ ُء ْوّسلا ُف ِرْصَي َل ُا َءآَشاَم

َل ْو ــَح َل ُا َءآَشاَم ِا ِمْسِب ,ُا َءآَشاَم ِا ِمْسِب ,ِا َنِمَِف

ْتّمَت ِا ِم ْــسِب ,ِا ُةَراــَغ ْتَزَرــَب ِا ِم ْــسِب ,ِا ُرــْمَأ ى ٰتَأ ِا ِم ْــسِب ,ِا ُر ْــصَن َءاــَج ِا ِمْسِب ,ِا ّرِس َرَهَظ ِا ِمْسِب ,ِلاِب ّلِإ َة ّوُق َل َو ,ِا ُد ْوُنُج ْت َرَشَتْنا ِا ِمْسِب ,ِا ُل ْوُيُخ ْتَبِكُر ِا ِمْسِب ,ِا ُةَمِلـَك

ِا ِم ْــسِب ,ِا ُتاــَيآ ْتَعَمـــَل ِا ِم ْــسِب ,ِا ُلاــَج ِر ْتَءاــَج ِا ِمْسِب

ِا ِم ْــسِب ,ِا ُب ْزــِح اَنُسُر ْحَي ِا ِمْسِب ,ِا ُظْفِح اَنَق ْوَِف ِا ِمْسِب ,ِا ُنْصِح اَنَل ْوَح ِا ِمْسِب ,ِا ُرْتِس اَنْيَلَع ِا ِمْسِب ,ِا ِناَمَأ ىِِف ُن ْحَن

ُن ْحَن ِا ِم ْــسِب ,ِا ِدــْنِع ْنِم ّلـــُك ْلــُق ِا ِم ْــسِب ,ِا ُل ْو ُــسَر ئدّمَحُم ِناَمَأ ِءآَر ْحَص ىٰلِإ اَن ْجَرَخ ِا ِمْسِب ,ُا ّلإ َهٰلإ َل ِةَحاَس ىِِف اَنْلَخَد .ِلاِب ّلِإ َة ّوــُق َل َو َل ْوــَح َل َو ُرــَبْكَأ ُا َو ِا ِم ْــسِب ,ِ ٰلِل ُدــْمَحْلا َو ِا ِم ْــسِب ,ِلاِب ىٰفَك َو ِا ِمْسِب ,ِا ُدَي اَنَعَم ِا ِمْسِب ,ِا ِنْذِإـِب َن ْوُبِلاَغْلا .َمّلَس َو ِهِب ْحَص َو ِهِلآ ىٰلَع َو ٍدّمَحُم اَنِدّيَس ىٰلَع ُا ىّلَص َو

Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dengan menyebut Nama Allah, hamba berserah diri kedi Allah. Dengan menyebut Nama Allah, hamba berlindung (dari dosa) khusus kedi Allah. Dengan menyebut Nama Allah, hamba meminta pertolongan kedi Allah. Dengan menyebut Nama Allah, segala sesuatu (kejadian / perkara) atas kehendak Allah. Tidak ada sesuatu kebaikan yang tiba selain atas kehendak Allah. Dengan menyebut Nama Allah, segala sesuatu/perkara atas kehendak Allah, tiada keburukan yang tiba selain atas kehendak Allah. Dengan menyebut Nama Allah, segala kenikmatan semuanya tiba dari Allah. Dengan menyebut Nama Allah, segala sesuatu atas kehendak Allah, tiada daya dan upaya selain atas kehendak Allah. Dengan menyebut Nama Allah, terlihatlah diam-diam Allah. Dengan menyebut Nama Allah, datanglah pertolongan Allah. Dengan menyebut Nama Allah, Dengan menyebut Nama Allah, datanglah urusan / pertolongan Allah. Dengan menyebut Nama Allah, datanglah pertolongan secara tak terduga. Dengan menyebut Nama Allah, sempurnalah kalimat Allah. Dengan menyebut Nama Allah, ditunggangi kuda-kuda Allah. Dengan menyebut Nama Allah, tersebarlah bala tentara Allah. Dengan menyebut Nama Allah, datanglah Rijalulloh (tokoh-tokoh). Dengan menyebut Nama Allah, berkilaulah ayat-ayat Allah. Dengan menyebut Nama Allah, kami berada dalam pinjaman Allah. Dengan menyebut Nama Allah, kami ada dalam tirai Allah. Dengan menyebut Nama Allah, disekeliling kami ada pinjaman Allah. Dengan

(21)

menyebut Nama Allah, diatas kami ada pinjaman Allah. Hizib (tentara) Allah yang menjaga kami. Dengan menyebut Nama Allah, kami masuk di taman Lailaahaillalloh (Tiada Tuhan selain Allah). melalui atau bersama Dengan Rasulullah Muhammad ﷺ. Dengan menyebut Nama Allah, katakanlah (wahai Muhammad ﷺ) segala sesuatu datangnya dari Allah. Dengan menyebut Nama Allah, kami mengalahkan atas izin Allah. Dengan menyebut Nama Allah, bersama kami Tangan Allah (kekuasaan Allah). Dengan menyebut Nama Allah, cukuplah Allah yang memenuhi kebutuhan kami. Dengan menyebut Nama Allah, segala puji khusus milik Allah. Dengan menyebut Nama Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan upaya selain atas kehendak Allah. biar kesejahteraan dan keselamatan selalu terlimpahkan kedi junjungan kami Nabi Muhammad ﷺ besertya keluaraga dan sahabatnya.

(22)

Referensi

Dokumen terkait

Peserta didik menganalisis, menghubungkan, dan menyimpulkan data-data yang didapat dari hasil diskusi tentang pentingnya menuntut ilmu serta hikmah yang terkandung

Maka apabila seorang hamba mengetahui ilmu ini lalu tidak beramal dengan ilmu ini sehingga dia berbuat syirik kepada Allah jalla wa ‘ala maka ilmunya itu tidak

Sistem Tanam Jajar Legowo dengan Dosis Pupuk Phonska dan Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi Sawab (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 13.. Fakultas Ilmu-

Perintah membaca dan menulis adalah wahyu pertama dalam Islam, Kunci dalam menuntut ilmu, Meminta pertolongan kepada Allah dalam Membaca dan Menulis, Membaca dan

Indikator pemahaman siswa dikatakan mampu membaca Alquran sesuai dengan ilmu tajwid apabila mampu menerapkan kaidah ilmu tajwid dalam melafalkan surat-surat tertentu dalam

Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. semakin banyak membaca, semakin banyak manfaat yang diperoleh. Ilmu akan bertambah, bahasa makin baik, dan wawasan makin

Pola resitensi salmonella enterica serotype typhi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSHS tahun 2006 – 2010.. Merdjani A, Syoeib

Ketiga hal ini digabungkan di dalam Firman Allah: ( ) “Bersyukurlah kepada Allah!” Barang siapa yang diberikan hikmah, ilmu yang bermanfaat dan amalan yang soleh, maka cara